Warga Plupuh menjadi pasien pertama positif Covid-19 dari klaster Temboro, Magetan, di Sragen. Tambahan satu pasien itu diumumkan pada Jumat (15/5/2020).

Dengan adanya satu kasus baru dari klaster Temboro membuat jumlah pasien positif corona di  Sragen menjadi 30 orang. Pasien dari klaster Temboro ini adalah seorang laki-laki asal Desa Jabung, Kecamatan Plupuh, Sragen.

Dia dinyatakan terkonfirmasi positif terpapar virus corona berdasarkan hasil uji swab yang keluar pada Kamis (14/5/2020) malam.

Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati mengatakan adanya pasien positif Covid-19 dari klaster Temboro membuat jumlah kasus positif di Sragen jadi 30 orang. Dari jumlah itu, enam orang di antaranya sembuh, satu orang meninggal dunia.

Kemudian sebanyak 18 orang masih menjalani karantina di Gedung Sasana Manggala Sukowati (SMS) dengan status orang tanpa gejala (OTG).

“Dari laporan DKK [Dinas Kesehatan Kabupaten], delapan orang yang positif dari klaster Gowa diambil swab untuk kali kedua. Sembilan orang lainnya dari klaster Gowa diambil swab evaluasi pertama. Kemudian dua pasien positif di RS darurat Technopark juga diambil swab evaluasi kedua,” jelasnya saat ditemui wartawan di Pendapa Rumah Dinas Bupati Sragen, Jumat siang.

Swab Evaluasi

Kepala DKK Sragen, Hargiyanto, menerangkan hasil uji swab yang keluar per Kamis malam itu ada 10 orang. Perinciannya satu positif dan sembilan lainnya negatif.  “Yang lainnya swab evaluasi. Satu kasus positif Covid-19 di Sragen itu memang dari klaster Temboro,” ujarnya.

Dengan keluarnya hasil uji swab itu, jumlah orang yang menunggu hasil uji swab tinggal 19 orang. Terpisah, Direktur RSUD dr Soeratno Gemolong dr Agus Trijono mengatakan awalnya ada enam pasien dalam pengawasan (PDP) di RSUD Gemolong.

Dia menerangkan per Kamis lalu ada tiga orang yang pulang karena hasil uji swab negatif dan kondisi umum baik. “Satu orang lagi pindah bangsal perawatan dari ruang isolasi ke ruang perawatan biasa karena TB paru dan kondisinya sudah membaik. Tinggal dua PDP di ruang isolasi,” katanya.

update Covid-19 Sragen. 1 orang positif Corona

Warga Plupuh menjadi pasien pertama positif Covid-19 dari klaster Temboro, Magetan, di Sragen. Tambahan satu pasien itu diumumkan pada Jumat (15/5/2020).

Dengan adanya satu kasus baru dari klaster Temboro membuat jumlah pasien positif corona di  Sragen menjadi 30 orang. Pasien dari klaster Temboro ini adalah seorang laki-laki asal Desa Jabung, Kecamatan Plupuh, Sragen.

Dia dinyatakan terkonfirmasi positif terpapar virus corona berdasarkan hasil uji swab yang keluar pada Kamis (14/5/2020) malam.

Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati mengatakan adanya pasien positif Covid-19 dari klaster Temboro membuat jumlah kasus positif di Sragen jadi 30 orang. Dari jumlah itu, enam orang di antaranya sembuh, satu orang meninggal dunia.

Kemudian sebanyak 18 orang masih menjalani karantina di Gedung Sasana Manggala Sukowati (SMS) dengan status orang tanpa gejala (OTG).

“Dari laporan DKK [Dinas Kesehatan Kabupaten], delapan orang yang positif dari klaster Gowa diambil swab untuk kali kedua. Sembilan orang lainnya dari klaster Gowa diambil swab evaluasi pertama. Kemudian dua pasien positif di RS darurat Technopark juga diambil swab evaluasi kedua,” jelasnya saat ditemui wartawan di Pendapa Rumah Dinas Bupati Sragen, Jumat siang.

Swab Evaluasi

Kepala DKK Sragen, Hargiyanto, menerangkan hasil uji swab yang keluar per Kamis malam itu ada 10 orang. Perinciannya satu positif dan sembilan lainnya negatif.  “Yang lainnya swab evaluasi. Satu kasus positif Covid-19 di Sragen itu memang dari klaster Temboro,” ujarnya.

Dengan keluarnya hasil uji swab itu, jumlah orang yang menunggu hasil uji swab tinggal 19 orang. Terpisah, Direktur RSUD dr Soeratno Gemolong dr Agus Trijono mengatakan awalnya ada enam pasien dalam pengawasan (PDP) di RSUD Gemolong.

Dia menerangkan per Kamis lalu ada tiga orang yang pulang karena hasil uji swab negatif dan kondisi umum baik. “Satu orang lagi pindah bangsal perawatan dari ruang isolasi ke ruang perawatan biasa karena TB paru dan kondisinya sudah membaik. Tinggal dua PDP di ruang isolasi,” katanya.