Social Items

Kasus Covid-19 di Sukoharjo melonjak menjadi 60 orang pada Sabtu (16/5/2020) dengan tambahan tujuh pasien baru yang didominasi alumni peserta Ijtima Dunia di Gowa, Sulawesi Selatan.

Pasien positif bertambah tujuh orang dari 53 orang menjadi 60 orang. Dari tujuh kasus terbaru tersebut, lima orang di antaranya merupakan klaster alumni Ijtima Dunia di Gowa, Sulawesi Selatan.

 Sabtu (16/5/2020), tambahan kasus positif Covid-19 itu berasal dari Kartasura, Grogol, Mojolaban, dan Baki. Sebagian besar pasien positif tambahan di Sukoharjo ini merupakan bagian dari alumni Ijtima Dunia Zona Asia di Gowa, Sulawesi Selatan.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sukoharjo, Yunia Wahdiyati, mengatakan ada tambahan tujuh pasien positif berdasarkan hasil swab test. Lima pasien positif merupakan bagian dari klaster Ijtima Gowa. Sementara dua pasien positif tambahan lainnya merupakan istri dari pasien positif klaster Gowa.

Semua pasien positif tambahan [ di Sukoharjo ] merupakan bagian dari klaster [ alumni Ijtima ] Gowa. Dua diantaranya merupakan istri pasien positif klaster Gowa yang telah menjalani isolasi mandiri," kata dia, Sabtu malam.

Yunia menyebut ketujuh pasien positif baru di Sukoharjo itu masih menjalani isolasi mandiri di rumahnya masing-masing, termasuk lima alumni Ijtima Gowa. Namun, gugus tugas berencana menjemput beberapa pasien positif tambahan untuk menjalani isolasi mandiri di rumah sehat Covid-19 di Kelurahan Mandan, Kecamatan Sukoharjo.

OTG
Yunia mengungkapkan lima pasien baru alumni Ijtima Gowa di Sukoharjo ini merupakan orang yang positif Covid-19 tanpa gejala. Saat ini, jumlah pasien positif yang menjalani isolasi mandiri di rumah sehat Covid-19 sebanyak 13 orang. Mereka juga bagian dari klaster Ijtima Gowa.

"Klaster Gowa menjadi penyumbang terbanyak pasien positif di Sukoharjo yakni lebih dari 20 orang," ujar dia.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sukoharjo ini menyebut bakal menggencarkan tes cepat atau rapid test secara masif. Sasaran utama rapid test adalah masyarakat yang melakukan kontak erat dengan pasien positif tanpa gejala dari klaster Gowa.

Semakin bertambah. 7 orang Sukoharjo positif Corona

Kasus Covid-19 di Sukoharjo melonjak menjadi 60 orang pada Sabtu (16/5/2020) dengan tambahan tujuh pasien baru yang didominasi alumni peserta Ijtima Dunia di Gowa, Sulawesi Selatan.

Pasien positif bertambah tujuh orang dari 53 orang menjadi 60 orang. Dari tujuh kasus terbaru tersebut, lima orang di antaranya merupakan klaster alumni Ijtima Dunia di Gowa, Sulawesi Selatan.

 Sabtu (16/5/2020), tambahan kasus positif Covid-19 itu berasal dari Kartasura, Grogol, Mojolaban, dan Baki. Sebagian besar pasien positif tambahan di Sukoharjo ini merupakan bagian dari alumni Ijtima Dunia Zona Asia di Gowa, Sulawesi Selatan.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sukoharjo, Yunia Wahdiyati, mengatakan ada tambahan tujuh pasien positif berdasarkan hasil swab test. Lima pasien positif merupakan bagian dari klaster Ijtima Gowa. Sementara dua pasien positif tambahan lainnya merupakan istri dari pasien positif klaster Gowa.

Semua pasien positif tambahan [ di Sukoharjo ] merupakan bagian dari klaster [ alumni Ijtima ] Gowa. Dua diantaranya merupakan istri pasien positif klaster Gowa yang telah menjalani isolasi mandiri," kata dia, Sabtu malam.

Yunia menyebut ketujuh pasien positif baru di Sukoharjo itu masih menjalani isolasi mandiri di rumahnya masing-masing, termasuk lima alumni Ijtima Gowa. Namun, gugus tugas berencana menjemput beberapa pasien positif tambahan untuk menjalani isolasi mandiri di rumah sehat Covid-19 di Kelurahan Mandan, Kecamatan Sukoharjo.

OTG
Yunia mengungkapkan lima pasien baru alumni Ijtima Gowa di Sukoharjo ini merupakan orang yang positif Covid-19 tanpa gejala. Saat ini, jumlah pasien positif yang menjalani isolasi mandiri di rumah sehat Covid-19 sebanyak 13 orang. Mereka juga bagian dari klaster Ijtima Gowa.

"Klaster Gowa menjadi penyumbang terbanyak pasien positif di Sukoharjo yakni lebih dari 20 orang," ujar dia.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sukoharjo ini menyebut bakal menggencarkan tes cepat atau rapid test secara masif. Sasaran utama rapid test adalah masyarakat yang melakukan kontak erat dengan pasien positif tanpa gejala dari klaster Gowa.

Tidak ada komentar