MALANG JATIM - Pasien positif Corona di Kota Malang bertambah dua orang. Terlepas dari itu, satu pasien meninggal tidak lama setelah dinyatakan positif Corona.

Kabag Humas Pemkot Malang Nur Widianto mengatakan, pasien yang meninggal baru diketahui terinfeksi virus COVID-19 pada Kamis (21/5). Pasien yang meninggal berusia 67 tahun dengan jenis kelamin laki-laki.

Belum diketahui riwayat dari pasien itu ketika dinyatakan positif COVID-19. Sebelum meninggal, pasien sudah menjalani perawatan medis di RS dr Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang.

"Satu pasien yang meninggal terkonfirmasi positif COVID-19 pada hari kemarin. Usianya 67 tahun, ketika menjalani perawatan di rumah sakit tidak menunjukkan gejala klinis tetapi hasil swab menyatakan positif COVID-19," terang Nur Widianto dalam keterangannya, Jumat (22/5/2020) malam.

Tes swab dapat diketahui secara cepat karena RSSA telah memiliki fasilitas untuk melakukan uji sampel swab melalui metode polymerase chain reaction (PCR).

Sementara dua warga yang positif Corona pada Jumat (22/5) yakni seorang pria dengan latar belakang wiraswasta yang masih berusia 37 tahun. Sebelum terpapar virus COVID-19, pria ini ditetapkan sebagai pasien dalam pengawasan (PDP).

"Sedangkan, untuk pasien kedua dinyatakan positif COVID-19 pada hari ini adalah laki-laki yang diketahui dari hasil swab mandiri. Proses tracing masih berjalan dan pasien ini berdomisili di Kecamatan Blimbing," terang Nur Widianto.

Berdasarkan data Satgas COVID-19 Kota Malang per 22 Mei 2020 juga terjadi penambahan orang tanpa gejala (OTG) sebanyak 17 hingga totalnya jadi 316 orang. Orang dalam pantauan (ODP) juga menjadi 856 orang, orang dalam resiko (ODR) tetap sebanyak 2.034 orang. Sedangkan pasien positif COVID-19 menjadi 32 orang.

Sementara PDP juga ada penambahan 5 hingga totalnya sebanyak 228 orang. Dengan rincian 17 orang meninggal dunia, 130 orang telah dinyatakan sehat, dan 81 tengah menjalani perawatan.

Kota Malang bersama Kabupaten Malang dan Kota Batu sudah menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) mulai 17 Mei 2020 lalu hingga 30 Mei 2020 mendatang.

Baru Dinyatakan Positif, Pasien Corona di Malang Meninggal Dunia

MALANG JATIM - Pasien positif Corona di Kota Malang bertambah dua orang. Terlepas dari itu, satu pasien meninggal tidak lama setelah dinyatakan positif Corona.

Kabag Humas Pemkot Malang Nur Widianto mengatakan, pasien yang meninggal baru diketahui terinfeksi virus COVID-19 pada Kamis (21/5). Pasien yang meninggal berusia 67 tahun dengan jenis kelamin laki-laki.

Belum diketahui riwayat dari pasien itu ketika dinyatakan positif COVID-19. Sebelum meninggal, pasien sudah menjalani perawatan medis di RS dr Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang.

"Satu pasien yang meninggal terkonfirmasi positif COVID-19 pada hari kemarin. Usianya 67 tahun, ketika menjalani perawatan di rumah sakit tidak menunjukkan gejala klinis tetapi hasil swab menyatakan positif COVID-19," terang Nur Widianto dalam keterangannya, Jumat (22/5/2020) malam.

Tes swab dapat diketahui secara cepat karena RSSA telah memiliki fasilitas untuk melakukan uji sampel swab melalui metode polymerase chain reaction (PCR).

Sementara dua warga yang positif Corona pada Jumat (22/5) yakni seorang pria dengan latar belakang wiraswasta yang masih berusia 37 tahun. Sebelum terpapar virus COVID-19, pria ini ditetapkan sebagai pasien dalam pengawasan (PDP).

"Sedangkan, untuk pasien kedua dinyatakan positif COVID-19 pada hari ini adalah laki-laki yang diketahui dari hasil swab mandiri. Proses tracing masih berjalan dan pasien ini berdomisili di Kecamatan Blimbing," terang Nur Widianto.

Berdasarkan data Satgas COVID-19 Kota Malang per 22 Mei 2020 juga terjadi penambahan orang tanpa gejala (OTG) sebanyak 17 hingga totalnya jadi 316 orang. Orang dalam pantauan (ODP) juga menjadi 856 orang, orang dalam resiko (ODR) tetap sebanyak 2.034 orang. Sedangkan pasien positif COVID-19 menjadi 32 orang.

Sementara PDP juga ada penambahan 5 hingga totalnya sebanyak 228 orang. Dengan rincian 17 orang meninggal dunia, 130 orang telah dinyatakan sehat, dan 81 tengah menjalani perawatan.

Kota Malang bersama Kabupaten Malang dan Kota Batu sudah menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) mulai 17 Mei 2020 lalu hingga 30 Mei 2020 mendatang.