KULON PROGO - Kecelakaan tunggal terjadi di jalan nasional Wates-Purworejo KM 3 tepatnya di Pedukuhan Seworan, Kalurahan Triharjo, Wates, Kulon Progo. Sebuah mobil Grand Max menabrak pohon Mahoni hingga tumbang. Pengemudi dan penumpangnya terjepit bodi kendaraan.

Sebuah mobil Grand Max dengan Nopol AA 1695 ZW menabrak pohon Mahoni hingga tumbang, Jumat (10/3/2020) siang. Pengemudi dan penumpangnya terluka dan membutuhkan waktu hingga satu jam untuk mengeluarkan karena terjepit bodi kendaraan.

"Benturannya keras, saya langsung ke situ tetapi tidak berani mendekat karena ada uap dan bau alkohol menyengat," jelas salah seorang saksi, Hasto Yuwono, di lokasi kejadian.

Melihat hal itu, Hasto tidak berani mendekat. Selain baunya menyengat juga takut terjadi kebakaran. Setelah asap hilang dia mendekat dan mendapati dua korban dalam kondisi terjepit.

Banit Lakalantas Polres Kulon Progo, Aiptu Heru Saefudin, mengatakan dari hasil olah TKP dan keterangan saksi, mobil ini meluncur dari utara ke selatan dengan kecepatan tinggi. Mobil kemudian oleng ke kanan dan menabrak pohon di sisi kanan jalan hingga tumbang

"Melihat kondisi pohon sebesar itu tumbang, pasti cukup kencang,"ujarnya.

Upaya untuk mengevakuasi korban berjalan lama. Kedua korban tidak sadarkan diri dan terjepit bodi kendaraan bagian depan. Petugas kepolisian dibantu PMI yang melakukan upaya evakuasi hingga kemudian didatangkan tim dari Basarnas Yogyakarta. Menggunakan spreader dan hidrolik jack pump, kedua korban akhirya bisa dievakuasi.

"Untuk data-data kita belum dapatkan, kita fokus evakuasi korban," jelasnya.

Setelah berhasil dikeluarkan, kedua korban dilarikan RSUD Wates untuk penanganan medis. Keduanya mengalami luka patah tulang kaki dan paha. Sopirnya merupakan laki-laki dengan perawakan tinggi besar agak gemuk. Sedangkan penumpang yang berada di kiri sopir perempuan.

Mobil ini membawa aneka jenis sangkar burung dan pakan burung, bahkan ada beberapa burung yang lepas. Selain itu ada beberapa jerigen yang diduga ethanol dengan bau menyengat.

Rescuer Basarnas Yogyakarta, Adi Fahroni, mengatakan tidak ada kendala untuk evakuasi korban. Hanya lokasinya yang sempit menyebabkan proses evakuasi agak lama. Namun dengan menggunakan spreader dan hidrolick jack keduanya bisa berhasil dievakuasi.

"Kendala sebenarnya tidak ada, kita gunakan spreader dan hidrolik jack,"terangnya.

Tabrak Pohon, Mobil Ini Hancur Dan Supir Terjepit

KULON PROGO - Kecelakaan tunggal terjadi di jalan nasional Wates-Purworejo KM 3 tepatnya di Pedukuhan Seworan, Kalurahan Triharjo, Wates, Kulon Progo. Sebuah mobil Grand Max menabrak pohon Mahoni hingga tumbang. Pengemudi dan penumpangnya terjepit bodi kendaraan.

Sebuah mobil Grand Max dengan Nopol AA 1695 ZW menabrak pohon Mahoni hingga tumbang, Jumat (10/3/2020) siang. Pengemudi dan penumpangnya terluka dan membutuhkan waktu hingga satu jam untuk mengeluarkan karena terjepit bodi kendaraan.

"Benturannya keras, saya langsung ke situ tetapi tidak berani mendekat karena ada uap dan bau alkohol menyengat," jelas salah seorang saksi, Hasto Yuwono, di lokasi kejadian.

Melihat hal itu, Hasto tidak berani mendekat. Selain baunya menyengat juga takut terjadi kebakaran. Setelah asap hilang dia mendekat dan mendapati dua korban dalam kondisi terjepit.

Banit Lakalantas Polres Kulon Progo, Aiptu Heru Saefudin, mengatakan dari hasil olah TKP dan keterangan saksi, mobil ini meluncur dari utara ke selatan dengan kecepatan tinggi. Mobil kemudian oleng ke kanan dan menabrak pohon di sisi kanan jalan hingga tumbang

"Melihat kondisi pohon sebesar itu tumbang, pasti cukup kencang,"ujarnya.

Upaya untuk mengevakuasi korban berjalan lama. Kedua korban tidak sadarkan diri dan terjepit bodi kendaraan bagian depan. Petugas kepolisian dibantu PMI yang melakukan upaya evakuasi hingga kemudian didatangkan tim dari Basarnas Yogyakarta. Menggunakan spreader dan hidrolik jack pump, kedua korban akhirya bisa dievakuasi.

"Untuk data-data kita belum dapatkan, kita fokus evakuasi korban," jelasnya.

Setelah berhasil dikeluarkan, kedua korban dilarikan RSUD Wates untuk penanganan medis. Keduanya mengalami luka patah tulang kaki dan paha. Sopirnya merupakan laki-laki dengan perawakan tinggi besar agak gemuk. Sedangkan penumpang yang berada di kiri sopir perempuan.

Mobil ini membawa aneka jenis sangkar burung dan pakan burung, bahkan ada beberapa burung yang lepas. Selain itu ada beberapa jerigen yang diduga ethanol dengan bau menyengat.

Rescuer Basarnas Yogyakarta, Adi Fahroni, mengatakan tidak ada kendala untuk evakuasi korban. Hanya lokasinya yang sempit menyebabkan proses evakuasi agak lama. Namun dengan menggunakan spreader dan hidrolick jack keduanya bisa berhasil dievakuasi.

"Kendala sebenarnya tidak ada, kita gunakan spreader dan hidrolik jack,"terangnya.