MALANG JATIM - Tiga tenaga medis di Kota Malang tertular virus Corona. Hasil swab menyatakan ketiganya positif COVID-19. Mereka sehari-hari bekerja di rumah sakit rujukan.

"Dari data terakhir, empat orang dinyatakan positif COVID-19. Tiga di antaranya merupakan nakes (tenaga kesehatan) dan seorang lagi warga," ungkap Kabag Humas Pemkot Malang Nur Widianto kepada wartawan, Jumat (10/4/2020).

Awalnya, ada tiga tenaga medis terpapar COVID-19 diungkap oleh Wali Kota Malang Sutiaji, saat rapat paripurna Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Wali Kota Malang Tahun 2019 bersama DPRD Kota Malang, kemarin.

Dalam rapat virtual itu, Sutiaji menyebut pasien positif COVID-19 yang baru saja diumumkan merupakan tenaga medis. Ini merupakan pukulan bagi dirinya. Karena tenaga medis senantiasa berjuang menyembuhkan pasien yang terpapar COVID-19.

"Tenaga medis sudah bertaruh nyawa, meninggalkan keluarga untuk menjaga pasien sampai bisa disembuhkan," kata Sutiaji saat itu.

Menurut Sutiaji, tenaga medis merupakan garda terakhir dalam penanganan virus COVID-19. Masyarakat merupakan garda terdepan yang bisa membantu tenaga medis memutus mata rantai penyebaran COVID-19.

"Masyarakat adalah garda terdepan dan tenaga medis merupakan garda terakhir penanganan COVID-19. Ayo kita terapkan betul-betul physical distancing untuk memutus rantai penyebaran COVID-19," tuturnya.

Data per 9 Maret 2020, penyebaran COVID-19 di Kota Malang cukup signifikan. Jumlah ODR sebanyak 946 orang atau meningkat 29 orang. OTG sebanyak 153 orang, ODP 428 orang dengan rincianya 314 orang dalam pemantauan dan 114 orang telah melalui masa pemantauan.

Sementara pasien positif COVID-19 sebanyak 8 orang dengan rincian 4 orang masih menjalani perawatan dan 4 lainnya dinyatakan sembuh, sementara PDP berjumlah 42 orang.

3 Tenaga Medis Kota Malang Positif Virus Corona

MALANG JATIM - Tiga tenaga medis di Kota Malang tertular virus Corona. Hasil swab menyatakan ketiganya positif COVID-19. Mereka sehari-hari bekerja di rumah sakit rujukan.

"Dari data terakhir, empat orang dinyatakan positif COVID-19. Tiga di antaranya merupakan nakes (tenaga kesehatan) dan seorang lagi warga," ungkap Kabag Humas Pemkot Malang Nur Widianto kepada wartawan, Jumat (10/4/2020).

Awalnya, ada tiga tenaga medis terpapar COVID-19 diungkap oleh Wali Kota Malang Sutiaji, saat rapat paripurna Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Wali Kota Malang Tahun 2019 bersama DPRD Kota Malang, kemarin.

Dalam rapat virtual itu, Sutiaji menyebut pasien positif COVID-19 yang baru saja diumumkan merupakan tenaga medis. Ini merupakan pukulan bagi dirinya. Karena tenaga medis senantiasa berjuang menyembuhkan pasien yang terpapar COVID-19.

"Tenaga medis sudah bertaruh nyawa, meninggalkan keluarga untuk menjaga pasien sampai bisa disembuhkan," kata Sutiaji saat itu.

Menurut Sutiaji, tenaga medis merupakan garda terakhir dalam penanganan virus COVID-19. Masyarakat merupakan garda terdepan yang bisa membantu tenaga medis memutus mata rantai penyebaran COVID-19.

"Masyarakat adalah garda terdepan dan tenaga medis merupakan garda terakhir penanganan COVID-19. Ayo kita terapkan betul-betul physical distancing untuk memutus rantai penyebaran COVID-19," tuturnya.

Data per 9 Maret 2020, penyebaran COVID-19 di Kota Malang cukup signifikan. Jumlah ODR sebanyak 946 orang atau meningkat 29 orang. OTG sebanyak 153 orang, ODP 428 orang dengan rincianya 314 orang dalam pemantauan dan 114 orang telah melalui masa pemantauan.

Sementara pasien positif COVID-19 sebanyak 8 orang dengan rincian 4 orang masih menjalani perawatan dan 4 lainnya dinyatakan sembuh, sementara PDP berjumlah 42 orang.