PROBOLINGGO JATIM - Untuk mengantisipasi adanya korban meninggal dalam kasus Corona, Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Kabupaten Probolinggo menyiapkan 20 liang lahat. Pihaknya juga menyiapkan 30 peti mati.

Puluhan liang lahat itu berada di Desa Curahsawo, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo. Atau berada di lahan perbukitan Gunung Bentar milik Perhutani setempat.

Kepala Kesbagpol Kabupaten Probolinggo Ugas Irawanto membenarkan, liang lahat itu disiapkan untuk pasien Corona yang meninggal. Pihaknya ingin menghindari konflik warga yang bisa terjadi jika memakamkan jenazah pasien Corona di pemakaman umum.

Tidak hanya liang lahat, Satgas Penanganan COVID-19 juga telah menyiapkan 30 peti mati. "Kita siapkan lahan yang jauh dari permukiman warga, agar tidak terjadi konflik nantinya," kata Ugas, Rabu (22/4/2020).

Hari ini, Ugas membenarkan bahwa ada seorang PDP asal Kecamatan Kraksaan yang meninggal dunia. Namun yang bersangkutan belum dinyatakan meninggal karena COVID-19, lantaran saat diagnosa awal, korban menderita penyakit TBC.

"Kita tunggu hasil swap, keluarga juga telah pasrahkan pemakaman ke pemerintah. Jadi tetap kita makamkan sesuai protokol kesehatan," terang Ugas yang juga Koordinator Pengamanan dan Gakum Satgas COVID-19 Kabupaten Probolinggo.

Berdasarkan data terbaru, jumlah ODP di Kabupaten Probolinggo mencapai 345 orang. Kemudian ada 32 PDP dan 16 pasien positif COVID-19.

Pemkab Probolinggo Siapkan Liang Lahat Untuk Kubur Pasien Corona

PROBOLINGGO JATIM - Untuk mengantisipasi adanya korban meninggal dalam kasus Corona, Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Kabupaten Probolinggo menyiapkan 20 liang lahat. Pihaknya juga menyiapkan 30 peti mati.

Puluhan liang lahat itu berada di Desa Curahsawo, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo. Atau berada di lahan perbukitan Gunung Bentar milik Perhutani setempat.

Kepala Kesbagpol Kabupaten Probolinggo Ugas Irawanto membenarkan, liang lahat itu disiapkan untuk pasien Corona yang meninggal. Pihaknya ingin menghindari konflik warga yang bisa terjadi jika memakamkan jenazah pasien Corona di pemakaman umum.

Tidak hanya liang lahat, Satgas Penanganan COVID-19 juga telah menyiapkan 30 peti mati. "Kita siapkan lahan yang jauh dari permukiman warga, agar tidak terjadi konflik nantinya," kata Ugas, Rabu (22/4/2020).

Hari ini, Ugas membenarkan bahwa ada seorang PDP asal Kecamatan Kraksaan yang meninggal dunia. Namun yang bersangkutan belum dinyatakan meninggal karena COVID-19, lantaran saat diagnosa awal, korban menderita penyakit TBC.

"Kita tunggu hasil swap, keluarga juga telah pasrahkan pemakaman ke pemerintah. Jadi tetap kita makamkan sesuai protokol kesehatan," terang Ugas yang juga Koordinator Pengamanan dan Gakum Satgas COVID-19 Kabupaten Probolinggo.

Berdasarkan data terbaru, jumlah ODP di Kabupaten Probolinggo mencapai 345 orang. Kemudian ada 32 PDP dan 16 pasien positif COVID-19.

Tidak ada komentar