MALANG JATIM - Seorang warga Kecamatan Sukun, Kota Malang ditemukan tewas gantung diri di teras rumah. Bunuh diri diduga dilakukan karena tak kuat menahan sakit yang diderita.

Kepolisian yang datang ke lokasi kejadian langsung melakukan olah TKP dan mengidentifikasi korban. Korban adalah M (46), yang kini hidup sendiri karena istri dan ibunya meninggal dunia.

Kapolsek Sukun AKP Suyoto mengatakan jasad korban pertama kali ditemukan oleh Septian Dwi yakni keponakan korban. Melihat pamannya gantung diri, Septian kemudian melapor kepada tetangga.

"Korban gantung diri di teras rumah menggunakan seutas tali yang diikatkan pada plafon teras rumah. Yang pertama kali mengetahui adalah keponakan korban. Kejadian sekitar pukul 10 pagi tadi," terang Suyoto saat dikonfirmasi, Rabu (22/4/2020).

Suyoto menambahkan, hasil penyelidikan mengungkap jika korban memiliki riwayat diabetes. Dan sudah beberapa waktu hidup sendiri, setelah istri dan ibunya meninggal dunia.

Diduga karena putus asa, korban nekat untuk mengakhiri hidupnya dengan gantung diri. "Di rumah tinggal sendiri. Alamat asli Kecamatan Watulimo, Trenggalek," imbuh Suyoto.

Sementara dari hasil olah TKP, memastikan jika korban meninggal dunia murni bunuh diri. Petugas tidak menemukan adanya tanda kekerasan pada tubuh korban.

"Melihar kondisinya, murni kematian disebabkan karena bunuh diri. Jenazah kita bawa ke RSSA untuk dilakukan autopsi," pungkas Suyoto.

Depresi, Warga Malang Tewas Gantung Diri

MALANG JATIM - Seorang warga Kecamatan Sukun, Kota Malang ditemukan tewas gantung diri di teras rumah. Bunuh diri diduga dilakukan karena tak kuat menahan sakit yang diderita.

Kepolisian yang datang ke lokasi kejadian langsung melakukan olah TKP dan mengidentifikasi korban. Korban adalah M (46), yang kini hidup sendiri karena istri dan ibunya meninggal dunia.

Kapolsek Sukun AKP Suyoto mengatakan jasad korban pertama kali ditemukan oleh Septian Dwi yakni keponakan korban. Melihat pamannya gantung diri, Septian kemudian melapor kepada tetangga.

"Korban gantung diri di teras rumah menggunakan seutas tali yang diikatkan pada plafon teras rumah. Yang pertama kali mengetahui adalah keponakan korban. Kejadian sekitar pukul 10 pagi tadi," terang Suyoto saat dikonfirmasi, Rabu (22/4/2020).

Suyoto menambahkan, hasil penyelidikan mengungkap jika korban memiliki riwayat diabetes. Dan sudah beberapa waktu hidup sendiri, setelah istri dan ibunya meninggal dunia.

Diduga karena putus asa, korban nekat untuk mengakhiri hidupnya dengan gantung diri. "Di rumah tinggal sendiri. Alamat asli Kecamatan Watulimo, Trenggalek," imbuh Suyoto.

Sementara dari hasil olah TKP, memastikan jika korban meninggal dunia murni bunuh diri. Petugas tidak menemukan adanya tanda kekerasan pada tubuh korban.

"Melihar kondisinya, murni kematian disebabkan karena bunuh diri. Jenazah kita bawa ke RSSA untuk dilakukan autopsi," pungkas Suyoto.