NGANJUK JATIM - Jumlah warga Nganjuk yang positif Corona bertambah satu sehingga totalnya menjadi delapan. Tambahan satu pasien itu bukan dari klaster Asrama Haji Surabaya.

"Betul bertambah satu seperti yang disampaikan ibu Gubernur tadi malam. Tapi bukan klaster Asrama Haji Surabaya, ini klaster baru," terang Jubir Tim Gugus Tugas COVID-19 Kabupaten Nganjuk, dr Hendriyanto saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (9/4/2020).

Pasien positif ini, kata Hendri, seorang wanita yang sebelumnya berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan dirawat di RSUD dr Soedono Madiun. Pasien tersebut, lanjut Hendri, berasal dari Kecamatan Nganjuk Kota, dalam riwayatnya tidak kontak dengan pasien positif.

"Sebelumnya pasien berstatus masuk di PDP dan perawatan isolasi di RSUD dr Soedono Madiun. Pasien ini warga Nganjuk Kecamatan kota. Bukan dari hasil tracing pasien positif," paparnya.

Menurut Hendri, saat ini Tim Gugus Tugas COVID-19 Kabupaten Nganjuk telah melakukan penelusuran. Penelusuran riwayat atau tracing bahwa pasien tersebut sebelum sakit pernah berkunjung ke obyek wisata Srambang Park, Ngawi.

"Kita lakukan telusur seluas-luasnya siapa saja yang punya riwayat, pernah kontak dengan penderita. Ini klaster baru tidak ada hubungannya dengan rombongan Asrama Haji Surabaya. Namun pasien sebelum sakit pernah berkunjung ke lokasi wisata Srambang Park Ngawi," ungkapnya.

Hendri menambahkan, ia berkunjung ke Srambang Park Ngawi pada 15 Maret. Yang bersangkutan mengalami gejala batuk sampai 25 Maret belum sembuh. Lantas pasien dibawa ke RS Bhayangkara yang kemudian di rujuk ke RSUD dr Soedono pada 28 Maret 2020.

"Kronologinya pada tanggal 15 Maret 2020 yang bersangkutan melakukan perjalanan ke tempat wisata Srambang Park Ngawi. Kemudian pada 17 Maret yang bersangkutan merasa mulai tampak gejala batuk dan ini berlanjut sampai tanggal 25 Maret batuk belum sembuh, ditambah dengan adanya gejala lain yaitu mual dan muntah," tambahnya.

"Pada tanggal 25 Maret itu masuk ke Rumah Sakit Bhayangkara dan pada 28 Maret kemudian dilakukan rujukan ke rumah sakit Soedono Madiun. Di rumah sakit Soedono Madiun dilakukan pemeriksaan ternyata hasilnya positif," lanjutnya.

Data kasus COVID-19 di Nganjuk per 9 April 2020, jumlah pasien terkonfirmasi positif COVID-19 ada 8 orang. Kemudian PDP 17 dan ODP 36. Dari 8 pasien positif tersebut, 7 dirawat di RSUD Nganjuk dan satu di RSUD dr Soedono Madiun.

Tujuh pasien positif yang dirawat di RSUD Nganjuk berasal dari 5 KK dan tiga pasien di antaranya satu keluarga. Mereka masuk klaster Asrama Haji Surabaya.

Pasien Positif Corona Nganjuk Bertambah Lagi, Total 8 Orang

NGANJUK JATIM - Jumlah warga Nganjuk yang positif Corona bertambah satu sehingga totalnya menjadi delapan. Tambahan satu pasien itu bukan dari klaster Asrama Haji Surabaya.

"Betul bertambah satu seperti yang disampaikan ibu Gubernur tadi malam. Tapi bukan klaster Asrama Haji Surabaya, ini klaster baru," terang Jubir Tim Gugus Tugas COVID-19 Kabupaten Nganjuk, dr Hendriyanto saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (9/4/2020).

Pasien positif ini, kata Hendri, seorang wanita yang sebelumnya berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan dirawat di RSUD dr Soedono Madiun. Pasien tersebut, lanjut Hendri, berasal dari Kecamatan Nganjuk Kota, dalam riwayatnya tidak kontak dengan pasien positif.

"Sebelumnya pasien berstatus masuk di PDP dan perawatan isolasi di RSUD dr Soedono Madiun. Pasien ini warga Nganjuk Kecamatan kota. Bukan dari hasil tracing pasien positif," paparnya.

Menurut Hendri, saat ini Tim Gugus Tugas COVID-19 Kabupaten Nganjuk telah melakukan penelusuran. Penelusuran riwayat atau tracing bahwa pasien tersebut sebelum sakit pernah berkunjung ke obyek wisata Srambang Park, Ngawi.

"Kita lakukan telusur seluas-luasnya siapa saja yang punya riwayat, pernah kontak dengan penderita. Ini klaster baru tidak ada hubungannya dengan rombongan Asrama Haji Surabaya. Namun pasien sebelum sakit pernah berkunjung ke lokasi wisata Srambang Park Ngawi," ungkapnya.

Hendri menambahkan, ia berkunjung ke Srambang Park Ngawi pada 15 Maret. Yang bersangkutan mengalami gejala batuk sampai 25 Maret belum sembuh. Lantas pasien dibawa ke RS Bhayangkara yang kemudian di rujuk ke RSUD dr Soedono pada 28 Maret 2020.

"Kronologinya pada tanggal 15 Maret 2020 yang bersangkutan melakukan perjalanan ke tempat wisata Srambang Park Ngawi. Kemudian pada 17 Maret yang bersangkutan merasa mulai tampak gejala batuk dan ini berlanjut sampai tanggal 25 Maret batuk belum sembuh, ditambah dengan adanya gejala lain yaitu mual dan muntah," tambahnya.

"Pada tanggal 25 Maret itu masuk ke Rumah Sakit Bhayangkara dan pada 28 Maret kemudian dilakukan rujukan ke rumah sakit Soedono Madiun. Di rumah sakit Soedono Madiun dilakukan pemeriksaan ternyata hasilnya positif," lanjutnya.

Data kasus COVID-19 di Nganjuk per 9 April 2020, jumlah pasien terkonfirmasi positif COVID-19 ada 8 orang. Kemudian PDP 17 dan ODP 36. Dari 8 pasien positif tersebut, 7 dirawat di RSUD Nganjuk dan satu di RSUD dr Soedono Madiun.

Tujuh pasien positif yang dirawat di RSUD Nganjuk berasal dari 5 KK dan tiga pasien di antaranya satu keluarga. Mereka masuk klaster Asrama Haji Surabaya.

Tidak ada komentar