BLITAR JATIM - Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid–19 Kabupaten Blitar, KRISNA YEKTI membenarkan ada 1 ODP dan 1 PDP di Kabupaten Blitar meninggal dunia.

Saat dikonfirmasi Krisna Yekti mengatakan ODP yang meninggal tersebut seorang laki-laki, usia 50 tahun, warga Kecamatan Kesamben Blitar. ODP ini memiliki riwayat pernah bepergian dari Sidoarjo pada 23 Maret lalu.

Setelah pulang dari Sidoarjo, warga Kesamben ini demam dan batuk. Sudah berobat tapi tidak sampai pemeriksaan MRS (Magnetik Resonance Spektroscopy).

Pada Selasa 28 April 2020 kemarin, kondisi kesehatannya menurun dan sekitar jam 13.00 WIB, dia meninggal dunia di rumah. Karena ada tanda-tanda sakit sesak nafas dan demam, Tim Medis menyatakan warga Kesamben ini sebagai ODP. Ia tetap dimakamkan sesuai protokol kesehatan pasien Covid-19 karena memiliki riwayat dari daerah terpapar, Sidoarjo.

Tim Gugus Tugas masih terus melakukan tracing untuk ODP asal Kesamben yang meninggal dunia ini. Sebanyak 6 orang kontak erat ODP ini sudah menjalani rapid test kemarin dan harus melakukan isolasi mandiri 14 hari.

Krisna menambahkan, terdapat 1 PDP yang meninggal dunia. Dia seorang perempuan usia 46 tahun, asal Kecamatan Panggungrejo Blitar. PDP ini sebelumnya memiliki riwayat kanker servix. Ia datang ke rumah sakit dengan keluhan batuk, sesak dan lemas. Sempat dilakukan rontgen, hasilnya mengarah ke pneumonia dan sedangkan hasil rapid testnya negatif.

Selain rapid test, PDP ini sudah melakukan swab, tapi hasilnya belum keluar. Pada Selasa 29 April 2020 kemarin, kondisi pasien menurun dan sekitar jam 11.00 WIB pasien meninggal dunia. Pasien dimakamkan sesuai protokol kesehatan pasien Covid-19.

Kabar Duka, 2 Orang ODP dan PDP Virus Corona Di Blitar Meninggal Dunia

BLITAR JATIM - Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid–19 Kabupaten Blitar, KRISNA YEKTI membenarkan ada 1 ODP dan 1 PDP di Kabupaten Blitar meninggal dunia.

Saat dikonfirmasi Krisna Yekti mengatakan ODP yang meninggal tersebut seorang laki-laki, usia 50 tahun, warga Kecamatan Kesamben Blitar. ODP ini memiliki riwayat pernah bepergian dari Sidoarjo pada 23 Maret lalu.

Setelah pulang dari Sidoarjo, warga Kesamben ini demam dan batuk. Sudah berobat tapi tidak sampai pemeriksaan MRS (Magnetik Resonance Spektroscopy).

Pada Selasa 28 April 2020 kemarin, kondisi kesehatannya menurun dan sekitar jam 13.00 WIB, dia meninggal dunia di rumah. Karena ada tanda-tanda sakit sesak nafas dan demam, Tim Medis menyatakan warga Kesamben ini sebagai ODP. Ia tetap dimakamkan sesuai protokol kesehatan pasien Covid-19 karena memiliki riwayat dari daerah terpapar, Sidoarjo.

Tim Gugus Tugas masih terus melakukan tracing untuk ODP asal Kesamben yang meninggal dunia ini. Sebanyak 6 orang kontak erat ODP ini sudah menjalani rapid test kemarin dan harus melakukan isolasi mandiri 14 hari.

Krisna menambahkan, terdapat 1 PDP yang meninggal dunia. Dia seorang perempuan usia 46 tahun, asal Kecamatan Panggungrejo Blitar. PDP ini sebelumnya memiliki riwayat kanker servix. Ia datang ke rumah sakit dengan keluhan batuk, sesak dan lemas. Sempat dilakukan rontgen, hasilnya mengarah ke pneumonia dan sedangkan hasil rapid testnya negatif.

Selain rapid test, PDP ini sudah melakukan swab, tapi hasilnya belum keluar. Pada Selasa 29 April 2020 kemarin, kondisi pasien menurun dan sekitar jam 11.00 WIB pasien meninggal dunia. Pasien dimakamkan sesuai protokol kesehatan pasien Covid-19.

Tidak ada komentar