MADIUN JATIM - Seorang pemudik di kota Madiun yang berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) meninggal dunia. Pemakamannya PDP ini dilakukan sesuai protap COVID-19.

"Memang ada PDP meninggal dunia, ini seorang pendatang (pemudik) tetapi hasilnya belum ada, dan saya terima kasih sekali pada masyarakat kota Madiun bahwa walaupun itu PDP untuk pemakamannya pakai SOP Dinkes (Protap Corona) dijalankan semua," terang Wali Kota Madiun Maidi dalam rilis yang diterima wartawan Rabu (29/4/2020).

Meski tidak menyebutkan asal pemudik yang meninggal tersebut, Maidi mengaku berterimakasih kepada masyarakat dan pemerintah daerah yang menyiapkan pemakaman. Satu PDP yang meninggal tersebut, lanjut Maidi masih menunggu hasil swab dan diharapkan negatif COVID-19.

"Terimakasih sekali kepada masyarakat dan pemerintah daerah juga sudah menyiapkan pemakaman. Terima kasih semua dan kerja keras untuk semuanya," ujarnya.

Maidi mengatakan, bahwa saat ini jumlah PDP di kota Madiun ada 10 orang dan 8 diantaranya dinyatakan negatif. Dua PDP yang satu di antaranya meninggal dunia ini masih menunggu hasil swab.

"Memang ada 10 PDP yang 8 kita periksa dan hasilnya negatif. Kemudian yang 2 hasilnya belum dan satu di antaranya meninggal ini. Jadi tinggal satu yang dirawat di RSUD dr Soedono Madiun," paparnya.

Maidi menambahkan, dirinya berharap kepada perantau untuk mematuhi peraturan pemerintah untuk tidak mudik. "Kita sering sampaikan mohon perantau untuk tidak mudik dulu, sampai wabah COVID-19 hilang," tandasnya.

Satu PDP Virus Corona Di Madiun Meninggal Dunia

MADIUN JATIM - Seorang pemudik di kota Madiun yang berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) meninggal dunia. Pemakamannya PDP ini dilakukan sesuai protap COVID-19.

"Memang ada PDP meninggal dunia, ini seorang pendatang (pemudik) tetapi hasilnya belum ada, dan saya terima kasih sekali pada masyarakat kota Madiun bahwa walaupun itu PDP untuk pemakamannya pakai SOP Dinkes (Protap Corona) dijalankan semua," terang Wali Kota Madiun Maidi dalam rilis yang diterima wartawan Rabu (29/4/2020).

Meski tidak menyebutkan asal pemudik yang meninggal tersebut, Maidi mengaku berterimakasih kepada masyarakat dan pemerintah daerah yang menyiapkan pemakaman. Satu PDP yang meninggal tersebut, lanjut Maidi masih menunggu hasil swab dan diharapkan negatif COVID-19.

"Terimakasih sekali kepada masyarakat dan pemerintah daerah juga sudah menyiapkan pemakaman. Terima kasih semua dan kerja keras untuk semuanya," ujarnya.

Maidi mengatakan, bahwa saat ini jumlah PDP di kota Madiun ada 10 orang dan 8 diantaranya dinyatakan negatif. Dua PDP yang satu di antaranya meninggal dunia ini masih menunggu hasil swab.

"Memang ada 10 PDP yang 8 kita periksa dan hasilnya negatif. Kemudian yang 2 hasilnya belum dan satu di antaranya meninggal ini. Jadi tinggal satu yang dirawat di RSUD dr Soedono Madiun," paparnya.

Maidi menambahkan, dirinya berharap kepada perantau untuk mematuhi peraturan pemerintah untuk tidak mudik. "Kita sering sampaikan mohon perantau untuk tidak mudik dulu, sampai wabah COVID-19 hilang," tandasnya.