TULUNGAGUNG JATIM - Salah satu dokter di Tulungagung, Dr Aris, saat ini harus menjalani isolasi di Rusunawa IAIN Tulungagung. Isolasi ini dijalaninya setelah menjadi salah satu tim medis yang dinyatakan positif COVID-19.

Sebelumnya, dr ARIS mengikuti kegiatan pelatihan PKHI di Sukolilo Surabaya.

Saat dikonfirmasi, DR. Aris mengatakan bahwa tidak ada keluhan apapun yang dirasakan setelah dinyatakan positif COVID-19. Kondisi ini biasa disebut dengan Orang Tanpa Gejala (OTG).

Awalnya, Dr Aris menjalani isolasi mandiri di rumah selama 14 hari sesuai dengan protokol. Tetapi sebagai tenaga medis yang melayani masyarakat, akhirnya memutuskan untuk menjalani isolasi di Rusunawa IAIN Tulungagung, dengan tetap mematuhi protokol physical distancing dan menggunakan masker.

Di rusunawa IAIN Tulungagung, satu kamar hanya ditempati satu orang saja, menjalankan hidup sehat, makan teratur, dan olah raga agar stamina tetap terjaga. Bahkan Dr. Aris juga diminta ikut serta memberikan semangat dan pengawasan pada orang yang menjalani isolasi.

Pesan dari Dr Aris, bagi semua orang yang bepergian ke daerah episentrum atau ada kontak dengan pasien COVID-19, hendaknya jujur pada perawat atau tim medis. Karena ketidakjujuran ini justru akan memperluas sebaran virus.

Setelah Dinyatakan Positif Corona, Dokter Di Tulungagung Isolasi Mandiri

TULUNGAGUNG JATIM - Salah satu dokter di Tulungagung, Dr Aris, saat ini harus menjalani isolasi di Rusunawa IAIN Tulungagung. Isolasi ini dijalaninya setelah menjadi salah satu tim medis yang dinyatakan positif COVID-19.

Sebelumnya, dr ARIS mengikuti kegiatan pelatihan PKHI di Sukolilo Surabaya.

Saat dikonfirmasi, DR. Aris mengatakan bahwa tidak ada keluhan apapun yang dirasakan setelah dinyatakan positif COVID-19. Kondisi ini biasa disebut dengan Orang Tanpa Gejala (OTG).

Awalnya, Dr Aris menjalani isolasi mandiri di rumah selama 14 hari sesuai dengan protokol. Tetapi sebagai tenaga medis yang melayani masyarakat, akhirnya memutuskan untuk menjalani isolasi di Rusunawa IAIN Tulungagung, dengan tetap mematuhi protokol physical distancing dan menggunakan masker.

Di rusunawa IAIN Tulungagung, satu kamar hanya ditempati satu orang saja, menjalankan hidup sehat, makan teratur, dan olah raga agar stamina tetap terjaga. Bahkan Dr. Aris juga diminta ikut serta memberikan semangat dan pengawasan pada orang yang menjalani isolasi.

Pesan dari Dr Aris, bagi semua orang yang bepergian ke daerah episentrum atau ada kontak dengan pasien COVID-19, hendaknya jujur pada perawat atau tim medis. Karena ketidakjujuran ini justru akan memperluas sebaran virus.

Tidak ada komentar