PEKANBARU - Seorang ayah bernama Hermanto (38), warga Kecamatan Tampan, Pekanbaru, ditangkap polisi setelah membunuh anak kandungnya bernama Padil Hermansya.

Polisi menyebut Hermanto mengaku membunuh anaknya karena ingin mengusir kuntilanak yang bersemayam di tubuh anaknya.

"Pelaku pembunuhan sudah kita amankan. Dia mengaku melakukan sendirian. Alasannya, ingin mengusir kuntilanak di tubuh anaknya," kata Kapolsek Tampan AKP Juper Lumbang Toruan kepada wartawan, Senin (17/2/2020).

Menurut data yang didapat dari AKP Juper, Hermanto mengaku aksi pembunuhan itu terjadi pada pukul 03.00 dini hari tadi.

Jenazah Padil diketahui oleh keluarga lain pukul 10.30 WIB, itu pun saat keluarga mendobrak pintu samping rumah dan menemukan Padil tidak bernyawa.

Juper mengatakan tega membunuh anaknya itu karena mendapat bisikan gaib. Bisikan gaib itu mengatakan bahwa di dalam tubuh Padil ada kuntilanak yang bersemayam dan harus disingkirkan.

Menurutnya, kutilanak yang selama ini ada di tubuh istrinya telah berpindah ke anak bungsunya itu. Pelaku memiliki tiga orang anak.

"Pelaku awalnya membekap mulut anaknya. Selanjutnya, dikoyaknya kertas Al-Qur'an dan disumpelkan ke dalam mulut korban," kata Juper.

Saat dibekap Padil disebut masih hidup tapi kesulitan bernapas, kemudian dia diletakkan di atas meja.

Saat itu juga Hermanto membakar kertas yang disumpalkan mulut Padil hingga akhirnya Padil meninggal.

"Cara membakar kertasnya, pelaku terlebih dahulu membakar plastik dan dibakarkan ke mulut anaknya. Korban pun meninggal," kata Juper.

Bukan hanya itu, Hermanto mengaku kembali menerima bisik gaib. Menurut pengakuan Hermanto kepada polisi bisikan gaib itu seakan-akan menyuruh Hermanto mengikat leher anaknya agar kuntilanak yang berada di tubuh anaknya itu pergi.

"Dia mengambil hanger yang dari kawat. Lantas kawat hanger itu dia belitkan di leher anaknya," kata Juper.

Dalam pemeriksaan pelaku mengaku melakukan perbuatan tersebut tanpa dia sadari. Dia mengaku sama sekali tidak sadar atas perbuatannya.

Viral, Berdalih Usir Kuntilanak Seorang Ayah Bunuh Anak Kandungnya

PEKANBARU - Seorang ayah bernama Hermanto (38), warga Kecamatan Tampan, Pekanbaru, ditangkap polisi setelah membunuh anak kandungnya bernama Padil Hermansya.

Polisi menyebut Hermanto mengaku membunuh anaknya karena ingin mengusir kuntilanak yang bersemayam di tubuh anaknya.

"Pelaku pembunuhan sudah kita amankan. Dia mengaku melakukan sendirian. Alasannya, ingin mengusir kuntilanak di tubuh anaknya," kata Kapolsek Tampan AKP Juper Lumbang Toruan kepada wartawan, Senin (17/2/2020).

Menurut data yang didapat dari AKP Juper, Hermanto mengaku aksi pembunuhan itu terjadi pada pukul 03.00 dini hari tadi.

Jenazah Padil diketahui oleh keluarga lain pukul 10.30 WIB, itu pun saat keluarga mendobrak pintu samping rumah dan menemukan Padil tidak bernyawa.

Juper mengatakan tega membunuh anaknya itu karena mendapat bisikan gaib. Bisikan gaib itu mengatakan bahwa di dalam tubuh Padil ada kuntilanak yang bersemayam dan harus disingkirkan.

Menurutnya, kutilanak yang selama ini ada di tubuh istrinya telah berpindah ke anak bungsunya itu. Pelaku memiliki tiga orang anak.

"Pelaku awalnya membekap mulut anaknya. Selanjutnya, dikoyaknya kertas Al-Qur'an dan disumpelkan ke dalam mulut korban," kata Juper.

Saat dibekap Padil disebut masih hidup tapi kesulitan bernapas, kemudian dia diletakkan di atas meja.

Saat itu juga Hermanto membakar kertas yang disumpalkan mulut Padil hingga akhirnya Padil meninggal.

"Cara membakar kertasnya, pelaku terlebih dahulu membakar plastik dan dibakarkan ke mulut anaknya. Korban pun meninggal," kata Juper.

Bukan hanya itu, Hermanto mengaku kembali menerima bisik gaib. Menurut pengakuan Hermanto kepada polisi bisikan gaib itu seakan-akan menyuruh Hermanto mengikat leher anaknya agar kuntilanak yang berada di tubuh anaknya itu pergi.

"Dia mengambil hanger yang dari kawat. Lantas kawat hanger itu dia belitkan di leher anaknya," kata Juper.

Dalam pemeriksaan pelaku mengaku melakukan perbuatan tersebut tanpa dia sadari. Dia mengaku sama sekali tidak sadar atas perbuatannya.