SERANG - Salah satu korban pembacokan di Bojonegara, Serang, meninggal dunia setelah sempat dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cilegon. Korban meninggal diketahui bernama Khaerul Anwar (40).

"Ya, satu MD (meninggal dunia) inisial K," kata Kasat Reskrim Polres Cilegon, AKP Zamrul Aini, saat dikonfirmasi wartawan, Senin (17/2/2020).

Peristiwa pembacokan itu terjadi pada Senin (17/2) sekitar pukul 15.00 WIB. Ada 3 orang korban pembacokan yang dilakukan sekelompok orang dengan senjata tajam di depan PT SGM di Pangrango Dukuh, Bojoengara, Serang.

Peristiwa pembacokan itu mengakibatkan 3 korban mengalami luka-luka hingga harus dirawat intensif di rumah sakit. Satu korban dinyatakan meninggal dunia.

Polisi terus mengejar para pelaku. Masyarakat diminta tetap tenang menanggapi peristiwa pembacokan tersebut.

"Situasi masih masih kondusif, semua pihak masyarakat agar mempercayakan semua ke pihak kepolisian untuk memproses ini," ujarnya.

Polisi meminta agar masyarakat tak main hakim sendiri. Pihak kepolisian khawatir jika itu terjadi akan memperburuk situasi.

"Tidak usah pakai hukum rimba atau melakukan tindakan-tindakan yang akan memperburuk situasi," katanya.

Satu Korban Pembacokan Di Cilegon Meninggal

SERANG - Salah satu korban pembacokan di Bojonegara, Serang, meninggal dunia setelah sempat dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cilegon. Korban meninggal diketahui bernama Khaerul Anwar (40).

"Ya, satu MD (meninggal dunia) inisial K," kata Kasat Reskrim Polres Cilegon, AKP Zamrul Aini, saat dikonfirmasi wartawan, Senin (17/2/2020).

Peristiwa pembacokan itu terjadi pada Senin (17/2) sekitar pukul 15.00 WIB. Ada 3 orang korban pembacokan yang dilakukan sekelompok orang dengan senjata tajam di depan PT SGM di Pangrango Dukuh, Bojoengara, Serang.

Peristiwa pembacokan itu mengakibatkan 3 korban mengalami luka-luka hingga harus dirawat intensif di rumah sakit. Satu korban dinyatakan meninggal dunia.

Polisi terus mengejar para pelaku. Masyarakat diminta tetap tenang menanggapi peristiwa pembacokan tersebut.

"Situasi masih masih kondusif, semua pihak masyarakat agar mempercayakan semua ke pihak kepolisian untuk memproses ini," ujarnya.

Polisi meminta agar masyarakat tak main hakim sendiri. Pihak kepolisian khawatir jika itu terjadi akan memperburuk situasi.

"Tidak usah pakai hukum rimba atau melakukan tindakan-tindakan yang akan memperburuk situasi," katanya.

Tidak ada komentar