MAGETAN JATIM - Enam santri Ponpes Hidayatul Mubtadiin, Magetan jadi korban meluapnya Sungai Gandong.

Lima santri selamat, sementara seorang santri lainnya hanyut dan belum diketemukan.

"Memang waktu kejadian sekitar pukul 17.00 WIB sore tadi. Di mana satu dari tiga santri belum diketemukan hanyut saat mandi berenam di Sungai Gandong yang ada di belakang ponpesnya," ujar Kasat Reskrim Polres Magetan AKP Sukatni saat dihubungi wartawan, Sabtu (15/2/2020) malam.

Santri yang hanyut dan belum diketemukan yakni Muh Syahrur Rohman (17) warga Desa Harjosar Kidul, Kecamatan Adiwerna, Kabupaten Tegal.

Sedangkan korban selamat satu di antaranya yakni Qoirul Raka (20) warga Desa Sumbermulyo, Kecamatan Muara Sugian, Kabupaten Banyuasin.

"Untuk korban hanyut yang belum ditemukan santri yang berasal dari Tegal. Infonya tadi sore mandi berenam di sungai yang ada di belakang ponpesnya," imbuhnya.

Menurut Sukatni, sekitar pukul 17.00 WIB, korban bersama lima orang lainnya mandi di sungai. Saat awal mandi, sungai masih dalam keadaan tenang bersahabat.

Akan tetapi 30 menit kemudian, tiba-tiba air mulai pasang atau naik, lalu arus menerjang keenam santri yang asyik mandi.

"Semula salah satu saksi mengetahui air naik deras dan saksi Qiirul Raka mencoba memperingatkan yang tidak bisa renang harap naik ke atas. Akan tetapi karena derasnya arus, korban tidak sempat naik ke atas," paparnya.

Saksi sebenarnya sudah berusaha menolong korban, namun gagal karena air yang datang sangat deras. Kemudian kejadian tersebut dilaporkan ke Moh Thowil, pengasuh pondok.

Sukatni menambahkan, saat ini polisi dibantu oleh BPBD Magetan masih melakukan penyisiran di sepanjang Sungai Gandong. Sementara saat ini masih di TKP dan beberapa titik aliran sungai.

Santri di Magetan Yang Hanyut Ke Sungai Belum Ditemukan

MAGETAN JATIM - Enam santri Ponpes Hidayatul Mubtadiin, Magetan jadi korban meluapnya Sungai Gandong.

Lima santri selamat, sementara seorang santri lainnya hanyut dan belum diketemukan.

"Memang waktu kejadian sekitar pukul 17.00 WIB sore tadi. Di mana satu dari tiga santri belum diketemukan hanyut saat mandi berenam di Sungai Gandong yang ada di belakang ponpesnya," ujar Kasat Reskrim Polres Magetan AKP Sukatni saat dihubungi wartawan, Sabtu (15/2/2020) malam.

Santri yang hanyut dan belum diketemukan yakni Muh Syahrur Rohman (17) warga Desa Harjosar Kidul, Kecamatan Adiwerna, Kabupaten Tegal.

Sedangkan korban selamat satu di antaranya yakni Qoirul Raka (20) warga Desa Sumbermulyo, Kecamatan Muara Sugian, Kabupaten Banyuasin.

"Untuk korban hanyut yang belum ditemukan santri yang berasal dari Tegal. Infonya tadi sore mandi berenam di sungai yang ada di belakang ponpesnya," imbuhnya.

Menurut Sukatni, sekitar pukul 17.00 WIB, korban bersama lima orang lainnya mandi di sungai. Saat awal mandi, sungai masih dalam keadaan tenang bersahabat.

Akan tetapi 30 menit kemudian, tiba-tiba air mulai pasang atau naik, lalu arus menerjang keenam santri yang asyik mandi.

"Semula salah satu saksi mengetahui air naik deras dan saksi Qiirul Raka mencoba memperingatkan yang tidak bisa renang harap naik ke atas. Akan tetapi karena derasnya arus, korban tidak sempat naik ke atas," paparnya.

Saksi sebenarnya sudah berusaha menolong korban, namun gagal karena air yang datang sangat deras. Kemudian kejadian tersebut dilaporkan ke Moh Thowil, pengasuh pondok.

Sukatni menambahkan, saat ini polisi dibantu oleh BPBD Magetan masih melakukan penyisiran di sepanjang Sungai Gandong. Sementara saat ini masih di TKP dan beberapa titik aliran sungai.