SITUBONDO - Polisi terus mendalami tewasnya Ahmad Qusairi (34), nelayan Situbondo yang tewas terbacok. Sudah ada 12 orang saksi yang diminta keterangan untuk mengungkap tewasnya pria berprofesi nelayan tersebut.

Warga Desa Pesisir Kecamatan Besuki itu ditemukan tergeletak bersimbah darah di depan sebuah warung, di tepi jalan raya Desa Kalianget, Kecamatan Banyuglugur. Terdapat luka menganga seperti bekas bacokan di bagian kepala hingga wajah korban.

"Kami baru saja melakukan olah TKP. Korban meninggal diduga memang karena penganiayaan yang menyebabkan kematian. Sampai saat ini ada 12 orang saksi yang sudah kami mintai keterangan," kata Kapolres Situbondo AKBP Sugandi kepada wartawan, Jumat (28/2/2020).

Saksi-saksi tersebut di antaranya tiga orang perempuan yang memiliki usaha warung di sekitar lokasi kejadian. Salah satunya, papar Sugandi, mengaku melihat korban tidak datang sendirian ke warung tersebut. Tetapi datang bersama dua orang rekannya, yang salah satunya berinisial B.

"Dua rekan korban juga sudah kami mintai keterangan," papar Sugandi usai memimpin olah TKP.

Selain memintai keterangan saksi-saksi, hingga kini polisi juga masih terus mengumpulkan bukti-bukti. Di antaranya, satu unit sepeda motor yang digunakan korban bersama rekan-rekannya datang ke warung. Selain itu, satu lembar pakaian yang digunakan rekan korban sesaat sebelum kejadian.

"Ada saksi yang melihat, rekan korban memakai baju itu pada saat malam kejadian. Makanya, teman korban itu kami periksa dan bajunya yang dipakai itu juga kami hadirkan," papar Kapolres Sugandi.

Namun, sejauh ini pihak kepolisian belum bisa menyimpulkan motif di balik tewasnya Ahmad Qusairi. Selain itu, polisi juga belum bisa memastikan siapa pelaku pembacokan yang menyebabkan hilangnya nyawa korban tersebut.

"Untuk pelaku dan motifnya belum bisa kami simpulkan. Semua masih dalam tahap penyelidikan," pungkas perwira polisi kelahiran Jakarta itu.

Sebelumnya, seorang pria di Situbondo tewas dengan luka bacok di kepalanya. Sebelumnya pria tersebut ditemukan tergeletak bersimbah darah di depan sebuah warung.

Pria itu diketahui bernama Ahmad Qusairi (34), warga Desa Pesisir Kecamatan Besuki. Pria yang bekerja sebagai neayan itu tewas dalam perjalanan ke RSUD Besuki.

Nelayan Situbondo Tewas Dibacok, Polisi Amankan Motor dan Baju

SITUBONDO - Polisi terus mendalami tewasnya Ahmad Qusairi (34), nelayan Situbondo yang tewas terbacok. Sudah ada 12 orang saksi yang diminta keterangan untuk mengungkap tewasnya pria berprofesi nelayan tersebut.

Warga Desa Pesisir Kecamatan Besuki itu ditemukan tergeletak bersimbah darah di depan sebuah warung, di tepi jalan raya Desa Kalianget, Kecamatan Banyuglugur. Terdapat luka menganga seperti bekas bacokan di bagian kepala hingga wajah korban.

"Kami baru saja melakukan olah TKP. Korban meninggal diduga memang karena penganiayaan yang menyebabkan kematian. Sampai saat ini ada 12 orang saksi yang sudah kami mintai keterangan," kata Kapolres Situbondo AKBP Sugandi kepada wartawan, Jumat (28/2/2020).

Saksi-saksi tersebut di antaranya tiga orang perempuan yang memiliki usaha warung di sekitar lokasi kejadian. Salah satunya, papar Sugandi, mengaku melihat korban tidak datang sendirian ke warung tersebut. Tetapi datang bersama dua orang rekannya, yang salah satunya berinisial B.

"Dua rekan korban juga sudah kami mintai keterangan," papar Sugandi usai memimpin olah TKP.

Selain memintai keterangan saksi-saksi, hingga kini polisi juga masih terus mengumpulkan bukti-bukti. Di antaranya, satu unit sepeda motor yang digunakan korban bersama rekan-rekannya datang ke warung. Selain itu, satu lembar pakaian yang digunakan rekan korban sesaat sebelum kejadian.

"Ada saksi yang melihat, rekan korban memakai baju itu pada saat malam kejadian. Makanya, teman korban itu kami periksa dan bajunya yang dipakai itu juga kami hadirkan," papar Kapolres Sugandi.

Namun, sejauh ini pihak kepolisian belum bisa menyimpulkan motif di balik tewasnya Ahmad Qusairi. Selain itu, polisi juga belum bisa memastikan siapa pelaku pembacokan yang menyebabkan hilangnya nyawa korban tersebut.

"Untuk pelaku dan motifnya belum bisa kami simpulkan. Semua masih dalam tahap penyelidikan," pungkas perwira polisi kelahiran Jakarta itu.

Sebelumnya, seorang pria di Situbondo tewas dengan luka bacok di kepalanya. Sebelumnya pria tersebut ditemukan tergeletak bersimbah darah di depan sebuah warung.

Pria itu diketahui bernama Ahmad Qusairi (34), warga Desa Pesisir Kecamatan Besuki. Pria yang bekerja sebagai neayan itu tewas dalam perjalanan ke RSUD Besuki.