SUKABUMI - Misteri dua orang santri pondok pesantren (ponpes) di Bojonggenteng Sukabumi ditemukan terkapar misterius di area sawah yang salah satunya tewas mulai terkuak.

Polisi menemukan sejumlah fakta baru di antaranya penggunaan narkoba jenis sintetis yang diduga dipakai oleh dua orang santri tersebut sebelum akhirnya terkapar di sawah. Polisi sendiri masih menunggu kesesuaian keterangan dari teman korban yang selamat.

"Keterangannya ini ada yang sesuai ada yang enggak masuk akal, tapi sementara keterangan dari yang bersangkutan mengarah ke mabuk obat, penanganannya saat ini sudah geser ke narkoba. Keterangan yang diberikan jenisnya (narkoba) sintetis," kata AKP Rizka Fadhila, Kasat Reskrim Polres Sukabumi kepada wartawan, Jumat (28/2/2020).

Ketika ditanyakan soal kemungkinan korban yang tewas akibat pembunuhan, Rizka mengaku belum bisa menyimpulkan. Namun dalam pemeriksaan ditemukan fakta air yang masuk ke dalam tubuhnya yang memang saat ditemukan berada di saluran irigasi.

"Sementara di permukaan tubuh korban tidak ditemukan tanda kekerasan, hanya ada air masuk ke dalam (tubuh). Sementara itu saja dulu," imbuhnya.

Sebelumnya, Firman dan Asep ditemukan oleh warga di persawahan, Kampung Cibodas, RT 18 RW 3, Desa Cibodas, Kecamatan Bojonggenteng, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (25/2) malam. Firman ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa.

"Saya dapat laporan warga yang mendengar teriakan minta tolong kemudian diperiksa ada dua orang tergeletak di sawah. Satu kondisinya tidak bergerak, meninggal dunia. Satu lagi masih hidup, merintih katanya sakit-sakit," kata Aep Saepudin, ketua RT 18, Rabu (26/2/2020).

Kematian Santri Di Sukabumi Mulai Terkuak

SUKABUMI - Misteri dua orang santri pondok pesantren (ponpes) di Bojonggenteng Sukabumi ditemukan terkapar misterius di area sawah yang salah satunya tewas mulai terkuak.

Polisi menemukan sejumlah fakta baru di antaranya penggunaan narkoba jenis sintetis yang diduga dipakai oleh dua orang santri tersebut sebelum akhirnya terkapar di sawah. Polisi sendiri masih menunggu kesesuaian keterangan dari teman korban yang selamat.

"Keterangannya ini ada yang sesuai ada yang enggak masuk akal, tapi sementara keterangan dari yang bersangkutan mengarah ke mabuk obat, penanganannya saat ini sudah geser ke narkoba. Keterangan yang diberikan jenisnya (narkoba) sintetis," kata AKP Rizka Fadhila, Kasat Reskrim Polres Sukabumi kepada wartawan, Jumat (28/2/2020).

Ketika ditanyakan soal kemungkinan korban yang tewas akibat pembunuhan, Rizka mengaku belum bisa menyimpulkan. Namun dalam pemeriksaan ditemukan fakta air yang masuk ke dalam tubuhnya yang memang saat ditemukan berada di saluran irigasi.

"Sementara di permukaan tubuh korban tidak ditemukan tanda kekerasan, hanya ada air masuk ke dalam (tubuh). Sementara itu saja dulu," imbuhnya.

Sebelumnya, Firman dan Asep ditemukan oleh warga di persawahan, Kampung Cibodas, RT 18 RW 3, Desa Cibodas, Kecamatan Bojonggenteng, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (25/2) malam. Firman ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa.

"Saya dapat laporan warga yang mendengar teriakan minta tolong kemudian diperiksa ada dua orang tergeletak di sawah. Satu kondisinya tidak bergerak, meninggal dunia. Satu lagi masih hidup, merintih katanya sakit-sakit," kata Aep Saepudin, ketua RT 18, Rabu (26/2/2020).

Tidak ada komentar