SURABAYA - Seorang Pengemudi mobil bernama Sanusi (36) nyawanya nyaris melayang saat dihajar ramai-ramai warga usai tabrak lari.

Mobil Honda Accord yang dikemudikannya digulingkan dan sempat dibakar.

Sanusi tertolong karena saat itu di lokasi Jalan Pantai Kenjeran anggota polisi sedang melintas. Mengetahui peristiwa itu, Sanusi kemudian diamankan polisi dan dibawa ke kantor polisi.

Ditemui di kantor polisi, wajah Sanusi tampak masih penuh darah dan babak belur usai dihajar warga. Ia kemudian menceritakan kronologi tabrak lari yang dilakukannya.

Sanusi menuturkan awalnya ia dan anak istrinya saat itu dari rumahnya di Bangkalan menuju ke Surabaya untuk memeriksakan istrinya yang lagi hamil. Namun saat di traffict light Tuwowo, Tambaksari, mobilnya tiba-tiba digedor-gedor pengendara motor.

"Awalnya di lampu merah itu ada 3 orang naik motor kanan, kiri, dan depan gedor-gedor mobil minta saya turun. Karena saya takut saya nggak turun dan terus dikejar," ungkap Sanusi di Mapolsek Kenjeran kepada wartawan, Kamis (20/2/2020).

"Kemudian saya banting setir ke kiri tapi malah nyenggol motor orang lain. Terus saya lari karena takut dan kena di sana. Saya sudah bilang saya siap ganti rugi tapi saya malah dipukulin dan diinjak-injak," imbuhnya.

Ditanya apakah kenal dengan pengendara motor yang menggedor mobilnya sebelum menabrak? Sanusi mengaku tak kenal. Ia juga tak tahu apa salahnya sehingga motornya digedor-gedor sama 3 orang itu.

"Saya nggak kenal. Orang-orang itu sudah gedor-gedor mobil dan akhirnya saya nabrak pengendara motor itu," tutur Sanusi.

Dikatakan Sanusi, saat itu dirinya dihajar ramai-ramai di hadapan istrinya yang lagi hamil 4 bulan dan anaknya yang masih berusia setahun. Meski begitu, anak dan istrinya tidak sampai dihajar dan menghindar dari amukan warga.

"Istri dan anak saya tadi nangis teriak-teriak pas saya dipukulin. Tapi gak sampai ikut dipukul. Sekarang di rumah paman saya di Bulak Banteng," tukasnya.

"Saya sendiri tidak tahu mobil sempat digulingkan dan dibakar. Karena saya dipukulin dan diinjak-injak," lanjut Sanusi.

Anggota Lantas Polsek Kenjeran Aipda Jhoni mengatakan saat ini mobil Sanusi sudah diderek ke Mapolsek Kenjeran. Sedangkan Sanusi sendiri masih dimintai keterangan.

"Mobil sudah kami derek. Dan ini pengemudinya masih kami mintai keterangan lebih lanjut," tandas Jhoni.

Mobil Sempat Dibakar Supirnya Hampir Tewas Dihajar Massa

SURABAYA - Seorang Pengemudi mobil bernama Sanusi (36) nyawanya nyaris melayang saat dihajar ramai-ramai warga usai tabrak lari.

Mobil Honda Accord yang dikemudikannya digulingkan dan sempat dibakar.

Sanusi tertolong karena saat itu di lokasi Jalan Pantai Kenjeran anggota polisi sedang melintas. Mengetahui peristiwa itu, Sanusi kemudian diamankan polisi dan dibawa ke kantor polisi.

Ditemui di kantor polisi, wajah Sanusi tampak masih penuh darah dan babak belur usai dihajar warga. Ia kemudian menceritakan kronologi tabrak lari yang dilakukannya.

Sanusi menuturkan awalnya ia dan anak istrinya saat itu dari rumahnya di Bangkalan menuju ke Surabaya untuk memeriksakan istrinya yang lagi hamil. Namun saat di traffict light Tuwowo, Tambaksari, mobilnya tiba-tiba digedor-gedor pengendara motor.

"Awalnya di lampu merah itu ada 3 orang naik motor kanan, kiri, dan depan gedor-gedor mobil minta saya turun. Karena saya takut saya nggak turun dan terus dikejar," ungkap Sanusi di Mapolsek Kenjeran kepada wartawan, Kamis (20/2/2020).

"Kemudian saya banting setir ke kiri tapi malah nyenggol motor orang lain. Terus saya lari karena takut dan kena di sana. Saya sudah bilang saya siap ganti rugi tapi saya malah dipukulin dan diinjak-injak," imbuhnya.

Ditanya apakah kenal dengan pengendara motor yang menggedor mobilnya sebelum menabrak? Sanusi mengaku tak kenal. Ia juga tak tahu apa salahnya sehingga motornya digedor-gedor sama 3 orang itu.

"Saya nggak kenal. Orang-orang itu sudah gedor-gedor mobil dan akhirnya saya nabrak pengendara motor itu," tutur Sanusi.

Dikatakan Sanusi, saat itu dirinya dihajar ramai-ramai di hadapan istrinya yang lagi hamil 4 bulan dan anaknya yang masih berusia setahun. Meski begitu, anak dan istrinya tidak sampai dihajar dan menghindar dari amukan warga.

"Istri dan anak saya tadi nangis teriak-teriak pas saya dipukulin. Tapi gak sampai ikut dipukul. Sekarang di rumah paman saya di Bulak Banteng," tukasnya.

"Saya sendiri tidak tahu mobil sempat digulingkan dan dibakar. Karena saya dipukulin dan diinjak-injak," lanjut Sanusi.

Anggota Lantas Polsek Kenjeran Aipda Jhoni mengatakan saat ini mobil Sanusi sudah diderek ke Mapolsek Kenjeran. Sedangkan Sanusi sendiri masih dimintai keterangan.

"Mobil sudah kami derek. Dan ini pengemudinya masih kami mintai keterangan lebih lanjut," tandas Jhoni.