PEKALONGAN - Akibat hujan deras, sembilan desa di Kabupaten Pekalongan tergenang banjir. Banjir terparah terjadi di Desa Pacar, Kecamatan Tirto.

"Untuk saat ini, jumlah pengungsi sebanyak 240 orang dari Desa Pacar, Kecamatan Tirto, saja. Kalau di tempat lain masih dalam batas-batas tidak untuk mengungsi, bisa ditolerir," ucap Wakil Bupati Pekalongan Arini Harimurti setelah mendatangi pengungsi banjir di Masjid Dupantek, Tirto, Kabupaten Pekalongan, Kamis (20/2/2020).

Arini mengatakan datang untuk memastikan kondisi para pengungsi. Dia mengklaim kebutuhan logistik dan kebutuhan pengungsi sudah tercukupi.

"Logistik dan kebutuhan anak-anak dan lansia serta wanita tercukupi. Pemkab melalui BPBD mencukupinya. Kami kirim juga kebutuhan warga yang bertahan di rumah," jelasnya.

Dia menjelaskan langkah darurat akan dilakukan hingga akhir Februari.

"Jika diperlukan, kami perpanjang keadaan darurat itu," katanya.

Sementara itu, dari data yang ditunjukkan Kepala BPBD Kabupaten Pekalongan Budi Rahardjo, berikut ini sembilan desa yang kebanjiran di Kabupaten Pekalongan:

1. Desa Mejasem Kecamatan Siwalan, yang terdampak: 257 rumah dan 367 KK.

2. Desa Tengengwetan, yang terdampak: 556 rumah dengan 1.000 KK.

3. Desa Sipait Siwalan, yang terdampak: 130 rumah dan 130 KK.

4. Desa Pucung, yang terdampak: 60 rumah dan 122 KK.

5. Desa Samborejo Tirto, yang terdampak: 110 rumah dan 121 KK.

6. Desa Pacar Tirto, yang terdampak: 632 rumah dengan 990 KK.

7. Kel Bener Wiradesa Tirto, yang terdampak: 20 rumah dan 30 KK.

8. Desa Karangjompo Tirto, yang terdampak: 300 rumah dan 491 KK.

9. Desa Tegaldowo Tirto, yang terdampak: 255 rumah dan 325 KK.

"Dengan jumlah total terdampak banjir yakni 2.320 rumah dengan 3.576 KK. Untuk yang mengungsi hanya di Pacar dengan jumlah 240 jiwa warga," urai Budi.

Hujan Deras, 9 Desa Di Pekalongan Terendam Banjir

PEKALONGAN - Akibat hujan deras, sembilan desa di Kabupaten Pekalongan tergenang banjir. Banjir terparah terjadi di Desa Pacar, Kecamatan Tirto.

"Untuk saat ini, jumlah pengungsi sebanyak 240 orang dari Desa Pacar, Kecamatan Tirto, saja. Kalau di tempat lain masih dalam batas-batas tidak untuk mengungsi, bisa ditolerir," ucap Wakil Bupati Pekalongan Arini Harimurti setelah mendatangi pengungsi banjir di Masjid Dupantek, Tirto, Kabupaten Pekalongan, Kamis (20/2/2020).

Arini mengatakan datang untuk memastikan kondisi para pengungsi. Dia mengklaim kebutuhan logistik dan kebutuhan pengungsi sudah tercukupi.

"Logistik dan kebutuhan anak-anak dan lansia serta wanita tercukupi. Pemkab melalui BPBD mencukupinya. Kami kirim juga kebutuhan warga yang bertahan di rumah," jelasnya.

Dia menjelaskan langkah darurat akan dilakukan hingga akhir Februari.

"Jika diperlukan, kami perpanjang keadaan darurat itu," katanya.

Sementara itu, dari data yang ditunjukkan Kepala BPBD Kabupaten Pekalongan Budi Rahardjo, berikut ini sembilan desa yang kebanjiran di Kabupaten Pekalongan:

1. Desa Mejasem Kecamatan Siwalan, yang terdampak: 257 rumah dan 367 KK.

2. Desa Tengengwetan, yang terdampak: 556 rumah dengan 1.000 KK.

3. Desa Sipait Siwalan, yang terdampak: 130 rumah dan 130 KK.

4. Desa Pucung, yang terdampak: 60 rumah dan 122 KK.

5. Desa Samborejo Tirto, yang terdampak: 110 rumah dan 121 KK.

6. Desa Pacar Tirto, yang terdampak: 632 rumah dengan 990 KK.

7. Kel Bener Wiradesa Tirto, yang terdampak: 20 rumah dan 30 KK.

8. Desa Karangjompo Tirto, yang terdampak: 300 rumah dan 491 KK.

9. Desa Tegaldowo Tirto, yang terdampak: 255 rumah dan 325 KK.

"Dengan jumlah total terdampak banjir yakni 2.320 rumah dengan 3.576 KK. Untuk yang mengungsi hanya di Pacar dengan jumlah 240 jiwa warga," urai Budi.