Sebuah rumah di Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang disatroni komplotan pencuri saat ditinggal pemiliknya.

Saat kejadian, komplotan tersebut mengaku sebagai penjual produk obat Abate (obat pembunuh jentik nyamuk) kepada penghuni rumah di salah satu perumahan di wilayah Kelurahan Wonosari, Kecamatan Ngaliyan.

Aksi pencurian itu terjadi pada Rabu (8/1) siang lalu.

"Saya sudah lapor ke Polsek setempat. Tidak perlu dibesar-besarkan Mas. Yang dicuri sedikit," kata AM, Minggu (12/1).

Dia membeberkan, adapun barang-barang yang berhasil dibawa kabur tersebut antara lain, NRV CCTV, TV Led 43 Inch, dan laptop.

Meski demikian, dia mengaku telah mengikhlaskan sejumlah barang yang dicuri itu.

"Kerugian kalau ditaksir sekitar Rp 11 juta lebih. Ya sudah, biarkan saja. Saya sudah ikhlas juga. Tidak perlu dibesar-besarkan," cetusnya.

Terpisah, Kapolsek Ngaliyan, AKP Yustinus, saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut.

AKP Yustinus menuturkan, para pelaku yang terlibat dalam kasus pencurian itu diketahui lebih dari dua orang.

Menurutnya, kejadian bermula saat siang bolong dan kondisi lingkungan sepi.

Para pelaku berhasil menggondol sejumlah barang di rumah milik AM karena ada kesempatan.

"Itu saat siang hari. Dari penuturan korban, pelaku diketahui membawa mobil. Yang jelas, saat kejadian, rumah korban diketahui sedang lengang sehingga menjadi kesempatan para pelaku," ungkap AKP Yustinus.

Dalam hal ini, pihaknya mengimbau agar berwaspada saat ada orang asing yang tiba-tiba berani masuk ke halaman rumah untuk menawarkan sebuah produk.

"Kejadian ini sudah masuk dalam laporan kami. Maka dari itu, kami mohon agar warga bisa waspada kepada orang asing yang tiba-tiba masuk rumah dengan menawarkan sejumlah produk. Bisa jadi, itu hanya modus saja," imbaunya.

Monus pencurian terbaru. penjual produk obat Abate

Sebuah rumah di Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang disatroni komplotan pencuri saat ditinggal pemiliknya.

Saat kejadian, komplotan tersebut mengaku sebagai penjual produk obat Abate (obat pembunuh jentik nyamuk) kepada penghuni rumah di salah satu perumahan di wilayah Kelurahan Wonosari, Kecamatan Ngaliyan.

Aksi pencurian itu terjadi pada Rabu (8/1) siang lalu.

"Saya sudah lapor ke Polsek setempat. Tidak perlu dibesar-besarkan Mas. Yang dicuri sedikit," kata AM, Minggu (12/1).

Dia membeberkan, adapun barang-barang yang berhasil dibawa kabur tersebut antara lain, NRV CCTV, TV Led 43 Inch, dan laptop.

Meski demikian, dia mengaku telah mengikhlaskan sejumlah barang yang dicuri itu.

"Kerugian kalau ditaksir sekitar Rp 11 juta lebih. Ya sudah, biarkan saja. Saya sudah ikhlas juga. Tidak perlu dibesar-besarkan," cetusnya.

Terpisah, Kapolsek Ngaliyan, AKP Yustinus, saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut.

AKP Yustinus menuturkan, para pelaku yang terlibat dalam kasus pencurian itu diketahui lebih dari dua orang.

Menurutnya, kejadian bermula saat siang bolong dan kondisi lingkungan sepi.

Para pelaku berhasil menggondol sejumlah barang di rumah milik AM karena ada kesempatan.

"Itu saat siang hari. Dari penuturan korban, pelaku diketahui membawa mobil. Yang jelas, saat kejadian, rumah korban diketahui sedang lengang sehingga menjadi kesempatan para pelaku," ungkap AKP Yustinus.

Dalam hal ini, pihaknya mengimbau agar berwaspada saat ada orang asing yang tiba-tiba berani masuk ke halaman rumah untuk menawarkan sebuah produk.

"Kejadian ini sudah masuk dalam laporan kami. Maka dari itu, kami mohon agar warga bisa waspada kepada orang asing yang tiba-tiba masuk rumah dengan menawarkan sejumlah produk. Bisa jadi, itu hanya modus saja," imbaunya.