BLITAR JATIM - Tragis nasib petani di Blitar ini. Usai seharian bekerja di ladang membersihkan rumput, tanpa disadari dia meminum obat rumput yang baru dibawa pulang dari ladang.

Keluarganya menyebut, korban masih berusia 56 tahun namun sudah pikun.

Petani bernasib malang itu adalah Radimin warga Dusun Kedungrejo RT 03/ I Desa Salamrejo Kecamatan Binangun, Kabupaten Blitar. Korban baru menyadari yang diminumnya racun tanaman, setelah muntah-muntah dan mulutnya mengeluarkan busa.

Korban berteriak-teriak memanggil istrinya dan bilang baru saja menenggak obat rumput.

Sontak sang istri panik, lalu minta tolong tetangga terdekat memetik buah kelapa muda di halaman rumahnya.

Namun sayang, meski sudah digelontor dengan air degan, kondisi korban belum juga membaik. Keluarganya baru membawanya ke RS Aulia, Sutojayan yang butuh waktu satu jam perjalanan dari rumah korban.

"Nyawa korban tak tertolong. Korban meninggal setelah beberapa saat dirawat intensif di rumah sakit itu," kata Kapolsek Binangun, Iptu Nanang Budiarto dikonfirmasi wartawan, Senin (13/1/2020).

Kepada polisi, keluarganya menerangkan jika korban sudah pikun. Diduga, dia tidak sengaja meminum obat pembasmi rumput yang diletakkan di meja dapur. Keluarganya lalu menceritakan kronologi musibah itu terjadi.

"Pagi itu korban pamit ke ladang membersihkan rumput. Lalu siang pulang, istirahat sebentar. Bangun tidur, korban njujug (menuju) ke dapur, ambil gelas, langsung menuangkan cairan obat pembasmi rumput ke gelas dan meminumnya," ungkap kapolsek.

Begitu menyadari jika yang diminum obat rumput, korban lari ke teras rumah dan berteriak memanggil istrinya. Sambil muntah-muntah dan mulutnya berbusa, korban bilang kalau baru minum obat rumput.

Pertolongan pertama telah diupayakan dengan memberi air kelapa muda. Namun upaya itu gagal. Nyawa korban juga tak tertolong walaupun sudah dirawat di rumah sakit.

"Karena pihak keluarga menolak diautopsi dan menerima kejadian ini sebuah musibah, mereka membuat surat pernyataan yang disaksikan pamong desa.

Untuk menghindari hal serupa tidak terjadi lagi, saya imbau kalau menaruh obat tanaman jangan di meja makan atau meja dapur," pungkasnya.

Tak Sengaja Minum Obat Rumput, Kakek Di Blitar Meninggal

BLITAR JATIM - Tragis nasib petani di Blitar ini. Usai seharian bekerja di ladang membersihkan rumput, tanpa disadari dia meminum obat rumput yang baru dibawa pulang dari ladang.

Keluarganya menyebut, korban masih berusia 56 tahun namun sudah pikun.

Petani bernasib malang itu adalah Radimin warga Dusun Kedungrejo RT 03/ I Desa Salamrejo Kecamatan Binangun, Kabupaten Blitar. Korban baru menyadari yang diminumnya racun tanaman, setelah muntah-muntah dan mulutnya mengeluarkan busa.

Korban berteriak-teriak memanggil istrinya dan bilang baru saja menenggak obat rumput.

Sontak sang istri panik, lalu minta tolong tetangga terdekat memetik buah kelapa muda di halaman rumahnya.

Namun sayang, meski sudah digelontor dengan air degan, kondisi korban belum juga membaik. Keluarganya baru membawanya ke RS Aulia, Sutojayan yang butuh waktu satu jam perjalanan dari rumah korban.

"Nyawa korban tak tertolong. Korban meninggal setelah beberapa saat dirawat intensif di rumah sakit itu," kata Kapolsek Binangun, Iptu Nanang Budiarto dikonfirmasi wartawan, Senin (13/1/2020).

Kepada polisi, keluarganya menerangkan jika korban sudah pikun. Diduga, dia tidak sengaja meminum obat pembasmi rumput yang diletakkan di meja dapur. Keluarganya lalu menceritakan kronologi musibah itu terjadi.

"Pagi itu korban pamit ke ladang membersihkan rumput. Lalu siang pulang, istirahat sebentar. Bangun tidur, korban njujug (menuju) ke dapur, ambil gelas, langsung menuangkan cairan obat pembasmi rumput ke gelas dan meminumnya," ungkap kapolsek.

Begitu menyadari jika yang diminum obat rumput, korban lari ke teras rumah dan berteriak memanggil istrinya. Sambil muntah-muntah dan mulutnya berbusa, korban bilang kalau baru minum obat rumput.

Pertolongan pertama telah diupayakan dengan memberi air kelapa muda. Namun upaya itu gagal. Nyawa korban juga tak tertolong walaupun sudah dirawat di rumah sakit.

"Karena pihak keluarga menolak diautopsi dan menerima kejadian ini sebuah musibah, mereka membuat surat pernyataan yang disaksikan pamong desa.

Untuk menghindari hal serupa tidak terjadi lagi, saya imbau kalau menaruh obat tanaman jangan di meja makan atau meja dapur," pungkasnya.