LAMONGAN JATIM - Dua jembatan penghubung antar desa di Lamongan jebol. Jebolnya jembatan di Lamongan ini akibat tingginya intensitas hujan yang menyebabkan air mengalir deras disertai material kayu hingga menyebabkan jembatan tak kuat menahan derasnya air.

Kasi Tanggap Darurat BPBD Lamongan Muslimin membenarkan jebolnya jembatan tersebut. Dua jembatan itu, terang Muslimin, adalah jembatan yang ada di Dusun Maijo, Desa Kedungsoko Kecamatan Mantup yang menghubungkan antara Desa Kedungsoko dengan Desa Sidomulyo.

"Jembatan kedua adalah jembatan penghubung antardesa, di mana yang jebol adalah penyangganya, yaitu jembatan di Dusun Nongko, Desa Candisari, Kecamatan Sambeng yang menghubungkan dengan Desa Pamotan," kata Muslimin kepada wartawan, Kamis (2/1/2020).

Dikatakan Muslimin, intensitas hujan yang tinggi sejak Senin hingga Selasa lalu membuat air mengalir deras. Derasnya aliran air yang ditambah dengan tumpukan sangkrah (akar) bambu membuat saluran tertutup dan mengakibatkan longsor di posisi timur jembatan. Akibatnya kondisi jembatan jebol 2 meter pada posisi timur jembatan dengan kedalaman 4 meter.

"Sejak kemarin sudah dilaksanakan kerja bakti oleh warga dengan membuat jembatan darurat dari gedek (anyaman bambu) pada posisi sebelah timur jembatan desa yang mengalami putus. Pada saat ini jembatan dengan lebar 4 meter dan panjang 8 meter tersebut sudah bisa dilewati dan berjalan dengan lancar," terang Muslimin.

Untuk penyangga jembatan desa yang ada di Dusun Nongko, Desa Candisari, Kecamatan Sambeng, menurut Muslimin, juga disebabkan tingginya intensitas hujan yang tinggi. Di tempat ini, lanjut Muslimin, penyangga jembatan dan as balak jembatan hanyut.

"Saat ini jembatan dengan lebar 3 meter dan panjang 40 meter itu untuk sementara ditutup karena khawatir roboh," jelas Muslimin.

Pertimbangan dari dinas PU Bina Marga, lanjut Muslimin, sementara jalan dipatok dan hanya bisa dilewati roda 2 dan melakukan pembersihan sangkrah kayu. Pihaknya, aku Muslimin, juga telah meminta pemerintah desa untuk segera membuat laporan agar segera bisa ditangani.

"Dari dua kejadian ini tidak ada korban jiwa," pungkasnya.

Dua Jembatan di Lamongan Jebol Diterjang Banjir

LAMONGAN JATIM - Dua jembatan penghubung antar desa di Lamongan jebol. Jebolnya jembatan di Lamongan ini akibat tingginya intensitas hujan yang menyebabkan air mengalir deras disertai material kayu hingga menyebabkan jembatan tak kuat menahan derasnya air.

Kasi Tanggap Darurat BPBD Lamongan Muslimin membenarkan jebolnya jembatan tersebut. Dua jembatan itu, terang Muslimin, adalah jembatan yang ada di Dusun Maijo, Desa Kedungsoko Kecamatan Mantup yang menghubungkan antara Desa Kedungsoko dengan Desa Sidomulyo.

"Jembatan kedua adalah jembatan penghubung antardesa, di mana yang jebol adalah penyangganya, yaitu jembatan di Dusun Nongko, Desa Candisari, Kecamatan Sambeng yang menghubungkan dengan Desa Pamotan," kata Muslimin kepada wartawan, Kamis (2/1/2020).

Dikatakan Muslimin, intensitas hujan yang tinggi sejak Senin hingga Selasa lalu membuat air mengalir deras. Derasnya aliran air yang ditambah dengan tumpukan sangkrah (akar) bambu membuat saluran tertutup dan mengakibatkan longsor di posisi timur jembatan. Akibatnya kondisi jembatan jebol 2 meter pada posisi timur jembatan dengan kedalaman 4 meter.

"Sejak kemarin sudah dilaksanakan kerja bakti oleh warga dengan membuat jembatan darurat dari gedek (anyaman bambu) pada posisi sebelah timur jembatan desa yang mengalami putus. Pada saat ini jembatan dengan lebar 4 meter dan panjang 8 meter tersebut sudah bisa dilewati dan berjalan dengan lancar," terang Muslimin.

Untuk penyangga jembatan desa yang ada di Dusun Nongko, Desa Candisari, Kecamatan Sambeng, menurut Muslimin, juga disebabkan tingginya intensitas hujan yang tinggi. Di tempat ini, lanjut Muslimin, penyangga jembatan dan as balak jembatan hanyut.

"Saat ini jembatan dengan lebar 3 meter dan panjang 40 meter itu untuk sementara ditutup karena khawatir roboh," jelas Muslimin.

Pertimbangan dari dinas PU Bina Marga, lanjut Muslimin, sementara jalan dipatok dan hanya bisa dilewati roda 2 dan melakukan pembersihan sangkrah kayu. Pihaknya, aku Muslimin, juga telah meminta pemerintah desa untuk segera membuat laporan agar segera bisa ditangani.

"Dari dua kejadian ini tidak ada korban jiwa," pungkasnya.

Tidak ada komentar