Social Items

SITUBONDO JATIM - Seorang wisatawan asal Bandung tewas tenggelam saat asyik bermain di Pantai Pasir Putih, Situbondo. Ia mengembuskan napas terakhir setelah sempat menjalani perawatan.

Wisatawan itu bernama Robertus Stigter (81). Ia tenggelam di kawasan wisata bahari yang berada di tepi jalan Pantura, Kecamatan Bungatan. Pria kelahiran Belanda tahun 1939 itu terlepas dari pelampung yang dibawanya ke tengah laut.

Jasad korban yang merupakan seorang pastor itu dievakuasi menggunakan perahu layar milik nelayan setempat. Tubuh korban langsung dibawa ke tepi pantai.

Untuk menyelamatkan nyawa pria asal Cicendo Bandung itu, korban langsung dilarikan ke Puskesmas terdekat. Namun, nyawa korban tetap tak tertolong. Korban mengembuskan napas terakhir tak lama setelah mendapatkan perawatan medis.

"Korban dinyatakan meninggal oleh ketua tim medis, tak lama setelah mendapatkan perawatan. Sekarang jasad korban dibawa ke RSUD Situbondo untuk proses lebih lanjut," kata Puriyono, Koordinator Pusdalops BPBD Situbondo, Kamis (2/1/2020).

Keterangan yang diperoleh, korban datang ke Pantai Pasir Putih itu bersama seorang teman, Agustinus Sugiharto (54) yang juga asal Bandung. Sekitar pukul 10.30 WIB tadi, keduanya mulai turun ke laut. Menggunakan pelampung sewaan berbahan ban mobil, mereka sempat berenang di laut pada jarak sekitar 200 meter dari bibir pantai.

Saat asyik berenang, tiba-tiba tubuh korban terlepas dari pelampungnya. Tubuh korban masuk ke dalam air berkedalaman sekitar dua meter. Melihat itu, rekan korban langsung berusaha menolong. Namun upaya itu tak berbuah hasil karena Agustinus tidak kuat mengangkat tubuh korban.

Seketika ia langsung berteriak minta tolong hingga langsung didekati perahu layar. Tubuh korban langsung dievakuasi dari dalam air dan dibawa ke daratan menggunakan perahu.

"Penyebab peristiwa ini diduga karena korban terlepas dari pelampung ban mobil yang dibawanya, hingga akhirnya tenggelam. Tapi untuk kepastiannya nanti polisi yang berwenang melakukan penyelidikan," pungkas Puriyono.

Asyik Main di Pantai Situbondo, Wisatawan Dari Bandung Tewas

SITUBONDO JATIM - Seorang wisatawan asal Bandung tewas tenggelam saat asyik bermain di Pantai Pasir Putih, Situbondo. Ia mengembuskan napas terakhir setelah sempat menjalani perawatan.

Wisatawan itu bernama Robertus Stigter (81). Ia tenggelam di kawasan wisata bahari yang berada di tepi jalan Pantura, Kecamatan Bungatan. Pria kelahiran Belanda tahun 1939 itu terlepas dari pelampung yang dibawanya ke tengah laut.

Jasad korban yang merupakan seorang pastor itu dievakuasi menggunakan perahu layar milik nelayan setempat. Tubuh korban langsung dibawa ke tepi pantai.

Untuk menyelamatkan nyawa pria asal Cicendo Bandung itu, korban langsung dilarikan ke Puskesmas terdekat. Namun, nyawa korban tetap tak tertolong. Korban mengembuskan napas terakhir tak lama setelah mendapatkan perawatan medis.

"Korban dinyatakan meninggal oleh ketua tim medis, tak lama setelah mendapatkan perawatan. Sekarang jasad korban dibawa ke RSUD Situbondo untuk proses lebih lanjut," kata Puriyono, Koordinator Pusdalops BPBD Situbondo, Kamis (2/1/2020).

Keterangan yang diperoleh, korban datang ke Pantai Pasir Putih itu bersama seorang teman, Agustinus Sugiharto (54) yang juga asal Bandung. Sekitar pukul 10.30 WIB tadi, keduanya mulai turun ke laut. Menggunakan pelampung sewaan berbahan ban mobil, mereka sempat berenang di laut pada jarak sekitar 200 meter dari bibir pantai.

Saat asyik berenang, tiba-tiba tubuh korban terlepas dari pelampungnya. Tubuh korban masuk ke dalam air berkedalaman sekitar dua meter. Melihat itu, rekan korban langsung berusaha menolong. Namun upaya itu tak berbuah hasil karena Agustinus tidak kuat mengangkat tubuh korban.

Seketika ia langsung berteriak minta tolong hingga langsung didekati perahu layar. Tubuh korban langsung dievakuasi dari dalam air dan dibawa ke daratan menggunakan perahu.

"Penyebab peristiwa ini diduga karena korban terlepas dari pelampung ban mobil yang dibawanya, hingga akhirnya tenggelam. Tapi untuk kepastiannya nanti polisi yang berwenang melakukan penyelidikan," pungkas Puriyono.

Tidak ada komentar

Loading...