MAKASSAR SULSEL - Bocah berusia 11 tahun tewas tenggelam di saluran kanal Jalan Sungai Saddang, Makassar. Korban dilaporkan tenggelam saat terjadi hujan deras.

Korban bernama Ahmad Fahmi dilaporkan tenggelam saat berenang bersama kawan-kawannya sekitar pukul 15.00 Wita, Kamis (2/1/2020). Sebelumnya, teman korban bernama Arif juga dilaporkan tenggelam. Arif ditemukan selamat oleh warga.

Proses pencarian korban dilakukan tim SAR gabungan dari Tagana Dinsos Makassar, BPBD, dan anggota Damkar Makassar. Setelah melakukan pencarian sekitar 30 menit, korban akhirnya ditemukan tim SAR dalam kondisi meninggal dunia.

Setelah ditemukan, jasad putra kedua pasangan Syarifuddin dan Erniati ini langsung dibawa menggunakan armada Damkar ke RS Pelamonia TNI AD.

Ibu korban tidak kuasa menahan ratapannya saat melihat jasad putranya terbungkus kain sarung diangkut ke mobil ambulans. Rencananya, korban, yang merupakan warga Jalan Abubakar Lambogo, akan dimakamkan pada Jumat (3/1/2020).

Kadis Sosial Makassar Mukhtar Tahir saat ditemui di kamar jenazah RS Pelamonia mengatakan, sebelum laporan warga tenggelam, pihaknya melakukan rapat persiapan antisipasi bencana banjir di wilayah Kota Makassar. Saat laporan warga tenggelam masuk, tim SAR gabungan langsung berangkat menuju lokasi kejadian.

"Kami mengimbau kepada warga Makassar agar menghindari daerah-daerah rawan banjir, khususnya saat terjadi hujan deras, seperti saluran kanal tidak lagi dijadikan tempat berenang, karena arusnya deras saat hujan," pungkas Mukhtar.

Bocah 11 Tahun Tewas Tenggelam Saat Berenang di Makassar

MAKASSAR SULSEL - Bocah berusia 11 tahun tewas tenggelam di saluran kanal Jalan Sungai Saddang, Makassar. Korban dilaporkan tenggelam saat terjadi hujan deras.

Korban bernama Ahmad Fahmi dilaporkan tenggelam saat berenang bersama kawan-kawannya sekitar pukul 15.00 Wita, Kamis (2/1/2020). Sebelumnya, teman korban bernama Arif juga dilaporkan tenggelam. Arif ditemukan selamat oleh warga.

Proses pencarian korban dilakukan tim SAR gabungan dari Tagana Dinsos Makassar, BPBD, dan anggota Damkar Makassar. Setelah melakukan pencarian sekitar 30 menit, korban akhirnya ditemukan tim SAR dalam kondisi meninggal dunia.

Setelah ditemukan, jasad putra kedua pasangan Syarifuddin dan Erniati ini langsung dibawa menggunakan armada Damkar ke RS Pelamonia TNI AD.

Ibu korban tidak kuasa menahan ratapannya saat melihat jasad putranya terbungkus kain sarung diangkut ke mobil ambulans. Rencananya, korban, yang merupakan warga Jalan Abubakar Lambogo, akan dimakamkan pada Jumat (3/1/2020).

Kadis Sosial Makassar Mukhtar Tahir saat ditemui di kamar jenazah RS Pelamonia mengatakan, sebelum laporan warga tenggelam, pihaknya melakukan rapat persiapan antisipasi bencana banjir di wilayah Kota Makassar. Saat laporan warga tenggelam masuk, tim SAR gabungan langsung berangkat menuju lokasi kejadian.

"Kami mengimbau kepada warga Makassar agar menghindari daerah-daerah rawan banjir, khususnya saat terjadi hujan deras, seperti saluran kanal tidak lagi dijadikan tempat berenang, karena arusnya deras saat hujan," pungkas Mukhtar.

Tidak ada komentar