TRENGGALEK JATIM - Enam bangunan rumah dan masjid di Trenggalek mengalami retak-retak pada dinding dan lantai akibat pergeseran tanah.

Dua rumah terpaksa dikosongkan karena rawan ambruk.

Retakan tanah itu terjadi di Dusun Ngiringin, RT 9 RW 4 Desa Melis, Kecamatan Gandusari, Trenggalek. Panjang retakan tanah memanjang lebih dari 200 meter dari bibir sungai hingga menyasar ke perkampungan warga.

Kondisi retakan tanah paling parah terjadi di rumah Sujiati. Retakan yang merekah selebar 10 hingga 20 sentimeter itu memanjang dari halaman menembus bangunan rumah. Lantai semen yang belum lama dibangun juga hancur terdampak retakan.

Akibat retakan tanah itu enam bangunan rusak, yakni rumah milik Sujiati, Paini, Tasmi, Dimyati, Imam Syafi'i dan Masjid Nurul Huda.

"Panjang retakan ini lebih dari 200 meter, karena memanjang mulai dari sungai, kemudian masjid sampai dengan rumah Bu Sujiati," kata Kepala Desa Melis, Jumat (27/12/2019).

Menurut , sebelum retakan parah terjadi, hanya terjadi retak-retak rambut. Namun setelah turun hujan deras ratakan semakin melebar dan merusak sejumlah bangunan.

Saat ini Sujiati memilih untuk mengungsi ke rumah kerabatnya, lantaran takut rumahnya roboh. "Selain di rumah Bu Sujiati, rumah yang di baratnya juga tidak ditempati, dan geser ke bangunan samping," imbuhnya.

Sementara itu, salah seorang warga Imam Syafi'i, mengatakan retakan tanah tersebut mulai terjadi pada musim kemarau. Kondisi retakan semakin parah saat mulai turun hujan.

"Masjid ini juga banyak yang retak, terutama di bagian utara dan lantai depan imam, di rumah saya juga sama banyak retakan," katanya.

Hal senada disampaikan, Manda. Rumah neneknya saat ini kondisinya cukup mengkhawatirkan, sebab retakan hampir merata di seluruh ruangan.

"Mulai depan sampai di dalam rumah. Kamar-kamar juga retak, plafon juga banyak yang jatuh," kata Manda.

Meskipun mengalami kerusakan, ia bersama keluarganya masih nekat tidur di dalam rumah. "Sebetulnya takut, tapi mau bagaimana lagi," kata Manda.

Belum diketahui secara pasti penyebab retakan tanah tersebut. Pihak desa masih akan melaporkan perkembangan peristiwa itu ke BPBD Trenggalek.

Gemparkan Warga, Banyak Terjadi Retakan Tanah di Trenggalek

TRENGGALEK JATIM - Enam bangunan rumah dan masjid di Trenggalek mengalami retak-retak pada dinding dan lantai akibat pergeseran tanah.

Dua rumah terpaksa dikosongkan karena rawan ambruk.

Retakan tanah itu terjadi di Dusun Ngiringin, RT 9 RW 4 Desa Melis, Kecamatan Gandusari, Trenggalek. Panjang retakan tanah memanjang lebih dari 200 meter dari bibir sungai hingga menyasar ke perkampungan warga.

Kondisi retakan tanah paling parah terjadi di rumah Sujiati. Retakan yang merekah selebar 10 hingga 20 sentimeter itu memanjang dari halaman menembus bangunan rumah. Lantai semen yang belum lama dibangun juga hancur terdampak retakan.

Akibat retakan tanah itu enam bangunan rusak, yakni rumah milik Sujiati, Paini, Tasmi, Dimyati, Imam Syafi'i dan Masjid Nurul Huda.

"Panjang retakan ini lebih dari 200 meter, karena memanjang mulai dari sungai, kemudian masjid sampai dengan rumah Bu Sujiati," kata Kepala Desa Melis, Jumat (27/12/2019).

Menurut , sebelum retakan parah terjadi, hanya terjadi retak-retak rambut. Namun setelah turun hujan deras ratakan semakin melebar dan merusak sejumlah bangunan.

Saat ini Sujiati memilih untuk mengungsi ke rumah kerabatnya, lantaran takut rumahnya roboh. "Selain di rumah Bu Sujiati, rumah yang di baratnya juga tidak ditempati, dan geser ke bangunan samping," imbuhnya.

Sementara itu, salah seorang warga Imam Syafi'i, mengatakan retakan tanah tersebut mulai terjadi pada musim kemarau. Kondisi retakan semakin parah saat mulai turun hujan.

"Masjid ini juga banyak yang retak, terutama di bagian utara dan lantai depan imam, di rumah saya juga sama banyak retakan," katanya.

Hal senada disampaikan, Manda. Rumah neneknya saat ini kondisinya cukup mengkhawatirkan, sebab retakan hampir merata di seluruh ruangan.

"Mulai depan sampai di dalam rumah. Kamar-kamar juga retak, plafon juga banyak yang jatuh," kata Manda.

Meskipun mengalami kerusakan, ia bersama keluarganya masih nekat tidur di dalam rumah. "Sebetulnya takut, tapi mau bagaimana lagi," kata Manda.

Belum diketahui secara pasti penyebab retakan tanah tersebut. Pihak desa masih akan melaporkan perkembangan peristiwa itu ke BPBD Trenggalek.