Social Items


Sumur minyak tua yang berada di lahan warga Desa Sekarkurung, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, kembali menyemburkan lumpur bercampur gas. Hal itu membuat geger warga setempat.

Sumur minyak yang berada di lahan milik Nanang Zamroni itu tiba-tiba mengeluarkan lumpur bercampur gas pada Kamis (26/12/2019) malam.

Kepala Desa Sekarkurung Subkhan mengatakan, kejadian tersebut membuat geger warga sebab kejadian tersebut tak hanya sekali, di Bulan September lalu kejadian serupa juga terjadi.

Subhan menambahkan, pihaknya sudah menghubungi beberapa pihak terkait untuk koordinasi lebih lanjut. Salah satunya, SKK Migas dalam hal ini PT Pertamina Hulu Energi (PHE), yang sempat membantu dalam kejadian semburan sebelumnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup M Najikh menambahkan, pihaknya sudah menurunkan tim untuk melakukan uji lab untuk melihat kandungan lumpur tersebut.

Sementara itu, Humas PHE Tuban East Java (TEJ), Daniel Surbakti saat dikonfirmasi menyatakan jika semburan lumpur bercampur minya yang menyembur setinggi empat meter pada Kamis (26/12/2019) pukul 18.30 Wib baru bisa berhenti pada Jum'at (27/12/2019) pukul 04.50 Wib.

Heboh, Sumur Minyak di Gresik keluarkan Lumpur


Sumur minyak tua yang berada di lahan warga Desa Sekarkurung, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, kembali menyemburkan lumpur bercampur gas. Hal itu membuat geger warga setempat.

Sumur minyak yang berada di lahan milik Nanang Zamroni itu tiba-tiba mengeluarkan lumpur bercampur gas pada Kamis (26/12/2019) malam.

Kepala Desa Sekarkurung Subkhan mengatakan, kejadian tersebut membuat geger warga sebab kejadian tersebut tak hanya sekali, di Bulan September lalu kejadian serupa juga terjadi.

Subhan menambahkan, pihaknya sudah menghubungi beberapa pihak terkait untuk koordinasi lebih lanjut. Salah satunya, SKK Migas dalam hal ini PT Pertamina Hulu Energi (PHE), yang sempat membantu dalam kejadian semburan sebelumnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup M Najikh menambahkan, pihaknya sudah menurunkan tim untuk melakukan uji lab untuk melihat kandungan lumpur tersebut.

Sementara itu, Humas PHE Tuban East Java (TEJ), Daniel Surbakti saat dikonfirmasi menyatakan jika semburan lumpur bercampur minya yang menyembur setinggi empat meter pada Kamis (26/12/2019) pukul 18.30 Wib baru bisa berhenti pada Jum'at (27/12/2019) pukul 04.50 Wib.

Tidak ada komentar

Loading...