Social Items

Pondok pesantren Al Fachriyah merupakan pesantren yang terletak di Jl. Prof. Dr. Hamka No.21, RT.003/RW.005, Larangan Sel., Kec. Larangan, Kota Tangerang, Banten 15154.

Sejarah awal pendirian Pondok pesantren Al Fachriyah bermula dari keteguhan dan semangat kedua orang yaitu Al Walid Al Habib Novel bin Salim bin Jindan dan istrinya tercinta dalam berdakwah di jalan Allah. Siang malam tak kenal lelah. Sebagaimana kedua orang ini senantiasa mendampingi Kakeknya yang juga berdakwah tanpa mengenal lelah Al Habib Muhammad bin Ali bin Abdurahman Al Habsyi Kwitang yang merupakan ayah dari ibunda. Perhatian orang tua tersebut terhadap anak-anak yatim dan faqir miskin sangat besar, sebagaimana dahulu kakeknya Al Imam Al Habib Salim bin Ahmad bin Jindan rumah beliau selalu menjadi tempat penginapan para tamu, bahkan anak-anak yatim dan faqir miskin.

Hingga beliau menamakan rumahnya dengan nama Qoshrul Wafidin (istana para tamu) dan juga beliau menyebut rumahnya sebagai Pos, yang tiada lain adalah posko kumpulnya banyak orang.

Dengan semangat inilah kedua orang ini membangun Yayasan Al Fachriyah diatas pondasi taqwa kepada Allah di atas sebidang tanah yang dihibahkan oleh seseorang ahli khoir yaitu Alm.Bapak Lurah H.Adung dan kemudian diwakafkan di jalan Allah.

Pada tahun 1993 Yayasan Al Fachriyah dibuka dan diresmikan oleh para tokoh habaib, ulama dan pejabat, yang juga saat itu masih sempat dihadiri oleh Al Habib Muhammad bin Ali bin Abdurahman Al Habsyi sebelum beberapa bulan dari wafatnya. Sebagaimana dihadiri oleh Al Habib Muhammad Al Bagir bin Abdullah bin Salim Al Atthos dan Al Habib Ahmad bin Abdullah bin Hasan Al Atthos Asmaul Husna, Al Habib Muhammad bin Umar Maula Khailah,al Habib Abdullah bin Husain Asy Syami Al atthos dan masih banyak lagi dari ulama dan tokoh habaib lainnya.

Dan mulai banyak berdatangan murid-murid, anak yatim, faqir miskin yang tinggal di Al Fachriyah untuk dididik dan dibimbing ke jalan Allah. Hingga dari sejak saat itu, bahkan dari sebelum berdiri Yayasan Al Fachriyah hingga saat ini sudah sangat banyak murid-murid yang lulus dan keluar masuk untuk dididik dan kemudian memberikan manfaat besar untuk umat.

Kesemua ini tiada lain adalah karunia Allah yang sangat agung dan keberkahan dari Rasulullah Shallallahu alaihi wa aalihi wa shohbihi wa sallam. Dan semoga Allah membalas dengan pahala yang berlipat ganda yang tiada terhingga dan terputus untuk setiap mereka yang memiliki andil untuk Al fachriyah ini.

Nama Al Fachriyah yang berarti Kebanggaan diambil dari gelar kebesaran bagi kakek kami Sulthonul Awliya Fachril Wujud Asy Syeikh Abu Bakar bin Salim. Mudah-mudahan keberkahan beliau senantiasa tercurah untuk Al Fachriyah dan untuk setiap yang memiliki tali hubungan dengan Al Fachriyah.

PROGRAM PENDIDIKAN

- Tahfidz Al Qur'an.
- Pondok Pesantren.
- Panti Asuhan.
- Pengkaderan Dai.
- Mengadakan acara daurah, seminar, pesantren kilat, majelis, pengajian dan perkumpulan dzikir.
- Menjalin hubungan erat dengan para ulama dan kaum solihin.
- Menghidupkan kembali majelis-majelis taklim dan dzikir.
- Kirim para Dai ke pelosok.

Profil Sejarah Pondok Pesantren Al Fachriyah, Larangan Banten.

Pondok pesantren Al Fachriyah merupakan pesantren yang terletak di Jl. Prof. Dr. Hamka No.21, RT.003/RW.005, Larangan Sel., Kec. Larangan, Kota Tangerang, Banten 15154.

Sejarah awal pendirian Pondok pesantren Al Fachriyah bermula dari keteguhan dan semangat kedua orang yaitu Al Walid Al Habib Novel bin Salim bin Jindan dan istrinya tercinta dalam berdakwah di jalan Allah. Siang malam tak kenal lelah. Sebagaimana kedua orang ini senantiasa mendampingi Kakeknya yang juga berdakwah tanpa mengenal lelah Al Habib Muhammad bin Ali bin Abdurahman Al Habsyi Kwitang yang merupakan ayah dari ibunda. Perhatian orang tua tersebut terhadap anak-anak yatim dan faqir miskin sangat besar, sebagaimana dahulu kakeknya Al Imam Al Habib Salim bin Ahmad bin Jindan rumah beliau selalu menjadi tempat penginapan para tamu, bahkan anak-anak yatim dan faqir miskin.

Hingga beliau menamakan rumahnya dengan nama Qoshrul Wafidin (istana para tamu) dan juga beliau menyebut rumahnya sebagai Pos, yang tiada lain adalah posko kumpulnya banyak orang.

Dengan semangat inilah kedua orang ini membangun Yayasan Al Fachriyah diatas pondasi taqwa kepada Allah di atas sebidang tanah yang dihibahkan oleh seseorang ahli khoir yaitu Alm.Bapak Lurah H.Adung dan kemudian diwakafkan di jalan Allah.

Pada tahun 1993 Yayasan Al Fachriyah dibuka dan diresmikan oleh para tokoh habaib, ulama dan pejabat, yang juga saat itu masih sempat dihadiri oleh Al Habib Muhammad bin Ali bin Abdurahman Al Habsyi sebelum beberapa bulan dari wafatnya. Sebagaimana dihadiri oleh Al Habib Muhammad Al Bagir bin Abdullah bin Salim Al Atthos dan Al Habib Ahmad bin Abdullah bin Hasan Al Atthos Asmaul Husna, Al Habib Muhammad bin Umar Maula Khailah,al Habib Abdullah bin Husain Asy Syami Al atthos dan masih banyak lagi dari ulama dan tokoh habaib lainnya.

Dan mulai banyak berdatangan murid-murid, anak yatim, faqir miskin yang tinggal di Al Fachriyah untuk dididik dan dibimbing ke jalan Allah. Hingga dari sejak saat itu, bahkan dari sebelum berdiri Yayasan Al Fachriyah hingga saat ini sudah sangat banyak murid-murid yang lulus dan keluar masuk untuk dididik dan kemudian memberikan manfaat besar untuk umat.

Kesemua ini tiada lain adalah karunia Allah yang sangat agung dan keberkahan dari Rasulullah Shallallahu alaihi wa aalihi wa shohbihi wa sallam. Dan semoga Allah membalas dengan pahala yang berlipat ganda yang tiada terhingga dan terputus untuk setiap mereka yang memiliki andil untuk Al fachriyah ini.

Nama Al Fachriyah yang berarti Kebanggaan diambil dari gelar kebesaran bagi kakek kami Sulthonul Awliya Fachril Wujud Asy Syeikh Abu Bakar bin Salim. Mudah-mudahan keberkahan beliau senantiasa tercurah untuk Al Fachriyah dan untuk setiap yang memiliki tali hubungan dengan Al Fachriyah.

PROGRAM PENDIDIKAN

- Tahfidz Al Qur'an.
- Pondok Pesantren.
- Panti Asuhan.
- Pengkaderan Dai.
- Mengadakan acara daurah, seminar, pesantren kilat, majelis, pengajian dan perkumpulan dzikir.
- Menjalin hubungan erat dengan para ulama dan kaum solihin.
- Menghidupkan kembali majelis-majelis taklim dan dzikir.
- Kirim para Dai ke pelosok.

Tidak ada komentar

Loading...