Social Items

Pondok Pesantren Al-Khudriyah merupakan ponpes yang berbasis Salafiyah, didirikan pada tahun 1995 oleh KH. Ujang Said al-Khudri atas gagasan ayahnya, KH. Ahmad Widara Musa al-Bantani, pendiri Pondok Pesantren Riyadlul Mubarakah. Pesantren Al-Khudri berdiri di sebuah lahan bekas perkebunan milik H. Abdurrasyid (mertua KH. Ujang Said al-Khudri) di kampung Pasar Kadubitung, desa Malangsari, kecamatan Cipanas, kabupaten Lebak, Banten.

Sejarah awal berdiri, Pondok Pesantren Al-Khudri hanya berupa sebuah bangunan gubuk sempit yang terdiri dari beberapa kamar. Pada tahun 2000-an pondok mulai dibangun lebih luas dan bertingkat. Tingkat pertama dijadikan sebuah Majelis Taklim yang menunjang berbagai kegiatan belajar mengajar para santri, sedangkan tingkat kedua digunakan sebagai kamar para santri dengan alas kayu dan dinding anyaman bambu.

Sepanjang tahun 2015 -2016, pondok dan Majelis Taklim mulai diperluas, serta struktur bangunan kamar tempat tinggal para santri mulai diubah menjadi berupa tembok. Majelis Taklim mulai diisi oleh kitab-kitab fikih berjilid jilid yang menjadikannya sebagai perpustakaan pesantren, yang selanjutnya disebut Pustaka al-Khudri.

Pustaka al-Khudri adalah sebuah perpustakaan yang diperuntukan bagi masyarakat umum dan santri sekitar kecamatan Cipanas, kitab-kitab yang dihadirkan berupa kitab-kitab fikih karangan para ulama salaf Ahlussunah wal Jamaah.

Pada perkembangan selanjutnya, Pesantren Al-Khudri tidak hanya mengadakan jadwal pengkajian rutin dengan para santri, melainkan juga menghidupkan pengkajian mingguan bagi masyarakat setempat dan para alumni di Majelis Taklim Al-Khudriyah, setiap selasa pagi untuk ibu-ibu, sedangkan bakda zuhur jadwal pengkajian untuk bapak-bapak dan para alumni pesantren.

Kitab yang dikaji bersama para alumni dan masyarakat sekitar diantaranya adalah kitab Tafsir al-Jalalain, Shahih Bukhari, dan Nihayatuz Zayn.

SISTEM PENDIDIKAN

Metode pembelajaran di Pesantren Al-Khudri hampir sama dengan Pesantren Salaf lain pada umumnya, yaitu dilaksanakan dengan tiga tahapan metode: Metode Sorogan sebagai metode evaluasi dan setoran hafalan kitab oleh santri kepada kiai, Metode Bandungan (Wetonan) sebagai metode dasar, dan Metode Pasaran sebagai metode tambahan.

Sebagai salah satu pesantren berbasis salafiyah murni, Pesantren Al-Khudri tidak terikat dengan yayasan manapun. Tahap pembelajaran dilaksanakan dari pagi, siang, sore, hingga malam tanpa ada pembelajaran umum atau pendidikan formal. Adapun bagi santri setingkat SD, SMP, atau SMA, diperbolehkan untuk melaksanakan pendidikan formal di sekolah yang relatif dekat dengan pesantren, seperti SD Negeri 1 Malangsari, SMP Negeri 1 Cipanas, SMP Negeri 2 Cipanas, SMA Negeri 1 Cipanas, atau pun SMK Negeri 1 Cipanas.

Metode Sorogan

Sorogan adalah metode di mana santri membaca kitab sedangkan Kiai menyimak dan membenarkan bacaan kitab oleh santrinya.

Saat ini, metode sorogan diyakini sebagai tolok-ukur untuk mengetahui kemampuan santri, karena di sebagian besar Pesantren Salaf termasuk Pesantren Al-Khudri, Ujian tulis tidak dilaksanakan.

Metode Bandungan

Bandungan atau Wetonan adalah metode dasar, di mana Kiai membaca, menerjemahkan, dan menjelaskan kitab-kitab kuning, sedangkan santri memaknai, menyimak, dan mencatat apa yang disampaikan oleh Kiai ataupun pengurus lain yang sedang mengkaji kitab. Di Pesantren Al-Khudri sendiri, kitab yang dikaji diterjemahkan atau dimaknai dengan Bahasa Jawa Banten, kemudian dijelaskan menggunakan Bahasa Sunda atau Bahasa Banten.

Metode Pasaran

Metode Pasaran adalah metode Pengkajian Kilatan yang hanya dilaksanakan pada bulan-bulan tertentu (musiman), sehingga waktu khatam dari satu kitab cenderung lebih cepat. Metode ini dilaksanakan seperti pada bulan Ramadan, Syawal, Dzulkaidah, dan Dzulhijjah. Biasanya pada metode Pasaran waktu pengkajian dilaksanakan lebih lama.

KITAB YANG DIKAJI

Berikut daftar kitab yang dikaji di Pondok Pesantren Al-Khudri :

- Fathul Qarib
- Fathul Mu'in
- Nashoihud Diniyyah
- Sulam at-Taufiq
- AlfiyahTafsir al-Jalalain (pada pengkajian Majelis Taklim bersama bapak-bapak dan para alumni hari Selasa)
- Shahih Bukhari (Majelis Taklim)
- Nihayatuz Zayn (Majelis Taklim)
- Jauhar al-Maknun

- Al-Ajurumiyah
- Tijan ad-Durari
- Fathul Aqfal Fi Syarhi Tuhfatil Athfal
- Ta'līm al-Muta'allim
- Matan ar-Rahbiah
- Yaqulual-'Imrithy
- Waraqat

- Riyadhus Shalihin
- Safinatun Najah
- Sulam al-Munawaraqal-
- Syamsiyah fi Qawa'id al-Manthiqiyah

Untuk menunjang pembelajaran, Pondok Pesantren Al-Khudriyah juga menyediakan fasilitas berbagai kitab Syafiiyah sebagai bahan referensi para santri.

Sumber Rujukan : https://alkhudriyah.wordpress.com/profil/sejarah/

Profil Sejarah Pondok Pesantren Al-Khudriyah Lebak Banten

Pondok Pesantren Al-Khudriyah merupakan ponpes yang berbasis Salafiyah, didirikan pada tahun 1995 oleh KH. Ujang Said al-Khudri atas gagasan ayahnya, KH. Ahmad Widara Musa al-Bantani, pendiri Pondok Pesantren Riyadlul Mubarakah. Pesantren Al-Khudri berdiri di sebuah lahan bekas perkebunan milik H. Abdurrasyid (mertua KH. Ujang Said al-Khudri) di kampung Pasar Kadubitung, desa Malangsari, kecamatan Cipanas, kabupaten Lebak, Banten.

Sejarah awal berdiri, Pondok Pesantren Al-Khudri hanya berupa sebuah bangunan gubuk sempit yang terdiri dari beberapa kamar. Pada tahun 2000-an pondok mulai dibangun lebih luas dan bertingkat. Tingkat pertama dijadikan sebuah Majelis Taklim yang menunjang berbagai kegiatan belajar mengajar para santri, sedangkan tingkat kedua digunakan sebagai kamar para santri dengan alas kayu dan dinding anyaman bambu.

Sepanjang tahun 2015 -2016, pondok dan Majelis Taklim mulai diperluas, serta struktur bangunan kamar tempat tinggal para santri mulai diubah menjadi berupa tembok. Majelis Taklim mulai diisi oleh kitab-kitab fikih berjilid jilid yang menjadikannya sebagai perpustakaan pesantren, yang selanjutnya disebut Pustaka al-Khudri.

Pustaka al-Khudri adalah sebuah perpustakaan yang diperuntukan bagi masyarakat umum dan santri sekitar kecamatan Cipanas, kitab-kitab yang dihadirkan berupa kitab-kitab fikih karangan para ulama salaf Ahlussunah wal Jamaah.

Pada perkembangan selanjutnya, Pesantren Al-Khudri tidak hanya mengadakan jadwal pengkajian rutin dengan para santri, melainkan juga menghidupkan pengkajian mingguan bagi masyarakat setempat dan para alumni di Majelis Taklim Al-Khudriyah, setiap selasa pagi untuk ibu-ibu, sedangkan bakda zuhur jadwal pengkajian untuk bapak-bapak dan para alumni pesantren.

Kitab yang dikaji bersama para alumni dan masyarakat sekitar diantaranya adalah kitab Tafsir al-Jalalain, Shahih Bukhari, dan Nihayatuz Zayn.

SISTEM PENDIDIKAN

Metode pembelajaran di Pesantren Al-Khudri hampir sama dengan Pesantren Salaf lain pada umumnya, yaitu dilaksanakan dengan tiga tahapan metode: Metode Sorogan sebagai metode evaluasi dan setoran hafalan kitab oleh santri kepada kiai, Metode Bandungan (Wetonan) sebagai metode dasar, dan Metode Pasaran sebagai metode tambahan.

Sebagai salah satu pesantren berbasis salafiyah murni, Pesantren Al-Khudri tidak terikat dengan yayasan manapun. Tahap pembelajaran dilaksanakan dari pagi, siang, sore, hingga malam tanpa ada pembelajaran umum atau pendidikan formal. Adapun bagi santri setingkat SD, SMP, atau SMA, diperbolehkan untuk melaksanakan pendidikan formal di sekolah yang relatif dekat dengan pesantren, seperti SD Negeri 1 Malangsari, SMP Negeri 1 Cipanas, SMP Negeri 2 Cipanas, SMA Negeri 1 Cipanas, atau pun SMK Negeri 1 Cipanas.

Metode Sorogan

Sorogan adalah metode di mana santri membaca kitab sedangkan Kiai menyimak dan membenarkan bacaan kitab oleh santrinya.

Saat ini, metode sorogan diyakini sebagai tolok-ukur untuk mengetahui kemampuan santri, karena di sebagian besar Pesantren Salaf termasuk Pesantren Al-Khudri, Ujian tulis tidak dilaksanakan.

Metode Bandungan

Bandungan atau Wetonan adalah metode dasar, di mana Kiai membaca, menerjemahkan, dan menjelaskan kitab-kitab kuning, sedangkan santri memaknai, menyimak, dan mencatat apa yang disampaikan oleh Kiai ataupun pengurus lain yang sedang mengkaji kitab. Di Pesantren Al-Khudri sendiri, kitab yang dikaji diterjemahkan atau dimaknai dengan Bahasa Jawa Banten, kemudian dijelaskan menggunakan Bahasa Sunda atau Bahasa Banten.

Metode Pasaran

Metode Pasaran adalah metode Pengkajian Kilatan yang hanya dilaksanakan pada bulan-bulan tertentu (musiman), sehingga waktu khatam dari satu kitab cenderung lebih cepat. Metode ini dilaksanakan seperti pada bulan Ramadan, Syawal, Dzulkaidah, dan Dzulhijjah. Biasanya pada metode Pasaran waktu pengkajian dilaksanakan lebih lama.

KITAB YANG DIKAJI

Berikut daftar kitab yang dikaji di Pondok Pesantren Al-Khudri :

- Fathul Qarib
- Fathul Mu'in
- Nashoihud Diniyyah
- Sulam at-Taufiq
- AlfiyahTafsir al-Jalalain (pada pengkajian Majelis Taklim bersama bapak-bapak dan para alumni hari Selasa)
- Shahih Bukhari (Majelis Taklim)
- Nihayatuz Zayn (Majelis Taklim)
- Jauhar al-Maknun

- Al-Ajurumiyah
- Tijan ad-Durari
- Fathul Aqfal Fi Syarhi Tuhfatil Athfal
- Ta'līm al-Muta'allim
- Matan ar-Rahbiah
- Yaqulual-'Imrithy
- Waraqat

- Riyadhus Shalihin
- Safinatun Najah
- Sulam al-Munawaraqal-
- Syamsiyah fi Qawa'id al-Manthiqiyah

Untuk menunjang pembelajaran, Pondok Pesantren Al-Khudriyah juga menyediakan fasilitas berbagai kitab Syafiiyah sebagai bahan referensi para santri.

Sumber Rujukan : https://alkhudriyah.wordpress.com/profil/sejarah/

No comments