Social Items

Banyumas adalah kabupaten di Provinsi Jawa Tengah. Ibu kotanya adalah Purwokerto.

Pendidikan Agama di Banyumas sangatlah banyak, baik Pondok Pesantren Salaf maupun Modern banyak ditemui di kabupaten Banyumas. Dari penelusuran tim kami kuwaluhan.com, di Banyumas terdapat Pondok Pesantren Terkenal dan Terbesar yang perlu diketahui. Berikut daftar ponpes tersebut :

1. PONDOK PESANTREN AL-IKHSAN BEJI

Lokasi : Jl. Satria, RT 04 / RW 02, Beji, Kedungbanteng, Dusun II, Beji, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah 53152

Pondok pesantren al-ikhsan didirikan pada tanggal 1 januari 1986 M, dibawah naungan badan hokum yayasan al-ikhsan dengan akte notaries No 33/27/3/86 yang diketuai oleh K.H. Abu Chamid sekaligus sebagai pendiri serta pengasuh Pondok Pesantren Al-Ikhsan Beji/I Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Banyumas.Sepeninggal kyai Abdullah Husni, masjid tersebut diserahkan kepada menantunya, Yaitu H. Abu Chamid putra dari bapak Sami’un bin Maksum.

Beliau berasal dari dari desa Karangsalam. K.H. Abu Chamid menjadi Imam masjid tersebut semenjak tahun 1956 sampai sekarang. Beliau melanjutkan langkah-langkah dakwah yang ditempuh oleh H. Abdullah Husni, yaitu melangsungkan pengajian rutin yang diadakan setiap malam rabu. Namun kemudian dipindah pada hari Ahad pagi. Orang-orang yang mengikuti pengajian tersebut semakin lam semakin bertambah, baik dari daerah sekitar maupun dari daerah lain.

Maka kemudian timbul gagasan untuk mendirikan pondok untuk santri yang ingin menetap. Maka pada tanggal 1 januari 1986 merupakan peletakan batu pertama pembangunan pondok pesantren yang kemudian satu tahun berikutnya diresmikan oleh bapak bupati Banyumas sebagai Pondok Pesantren Al-Ikhsan Beji.

2. PESANTREN ROUDHOTUL QUR'AN BANYUMAS

Lokasi : Desa Sirau RT.02 / RW.02, Kemranjen, Sirau, Banyumas, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah 53194

Pondok Pesantren Putri Roudhotul Qur'an (untuk selanjutnya di sebut dengan PPRQ) didirikan oleh Hj. Badi'ah Munawwir, putri pasangan K.H M. Munawwir dan Ny. Hj. Salimah. Nyai Badi'ah merupakan kakak kandung Hj. Jauharoh Munawwir, istri KH. Mufid Mas'ud. Beliau hijrah ke Banyumas tahun 1956 mengikuti suaminya, KH Fathuddin yang kemudian menjadi anggota DPR Banyumas pada waktu itu. Di Banyumas beliau mengangkat Hj. Nur Sochifah, Putri KH. Mufid Mas'ud yang ke-enam sebagai putri angkatnya karena Hj. Badi'ah tidak berputra.

Awalnya Hj. Badi'ah mendirikan PPRQ hanya di atas tanah seluas 30 m2 berupa bangunan kecil di belakang rumah, santri yang mukim waktu itu sekitar enam santri yang kesemuanya berasal dari desa sekitar dan hanya ngaji al-Qur'an. pada tanggal 19 Januari 1986 Hj. Nur Sochifah dijodohkan oleh ayahnya dengan KH. Attabik Yusuf Zuhdi putra dari K. Yusuf Zuhdi.

setelah pernikahan tersebut, pengelolaan pesantren Roudhotul Qur'an diserahkan oleh Hj. Badi'ah kepada KH. Attabik YZ dan isterinya. perkembangan pesantren cukup menggembirakan, dari enam santri kemudian berkembang menjadi 30 santri. Tahun 1990 ketika KH. Attabik mendirikan Sekolah Menengah Umum (SMU), pesantren ini benar-benar bangkit menjadi pesantren yang besar dan mapan. PPRQ berlokasi di Desa Sirau Kecamatan Kemranjen Kebupaten Banyumas Propinsi Jawa Tengah.

Daerah sekitar pesantren ini semula sepi, terpencil dari hiruk pikuk keramaian. Orang harus pergi ke kota yang jaraknya kurang lebih lima kilometer seandainya ingin berbelanja sesuatu dalam jumlah yang agak besar. ketika keberadaan pesantren sudah semakin mapan dan dikenal luas, tirai keterbelakangan masyarakat pun mulai tersibak, transportasi umum menambah Desa Sirau. pada gilirannya aktivitas masyarakat, lebih-lebih aktivitas perekonomian ikut pula terdongkrak.

Desa Sirau yang semula mungkin tidak tertera dalam peta kemudian menjadi tujuan orang-orang dari berbagai daerah. Tahun 1995 adalah tahun berkabung bagi segenap keluarga besar PPRQ, Hj. Badi'ah Munawwir berpulang ke hadirat Allah setelah menjalani perawatan di RS. Sardjito Jogjakarta dan dimakamkan di Dongkelan, menjadi satu dengan makam ayahnya KH. M Munawwir. Sejak saat itu PPRQ sepenuhnya dinahkodai oleh KH. Attabik YZ dan Hj. Nur Sochifah. Pada tahun 2003 santri pesantren ini bertambah menjadi sekitar 150-an santriwati, hal ini tak lepas dari terobosan yang dilakukan oleh KH. Attabik dengan mendirikan SMP Ma'arif NU 2 dan SMK Ma'arif pada tahun 2004.

Saat ini jumlah santri putri tercatat sekitar 600, sedangkan santri putra ada 700 anak. Sementara siswa yang tidak mondok, alias hanya sekolah di lembaga yang dijalankan PPRQ ini mencapai 2500-an anak. Oleh KH. Attabik PPRQ terus diperluas tanahnya menjadi dua hektar dan ditambah beberapa lokal bangunan, ini dikarenakan santri yang mondok di pesantren ini semakin banyak dan bangunan yang ada sudah tidak bisa menampung lagi.

3. PONDOK PESANTREN DARUL ABROR

Lokasi : Watumas, Purwanegara, Kec. Purwokerto Tim., Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah 53127

Pondok pesantren Darul Abror didirikan oleh KH.Taufiqurrahman beserta tokoh masyarakat sekitar tahum 1997.

Pesantren Darul Abror merupakan lembaga pendidikan yang berbasis islam yang terletak di desa Watumas, kelurahan Purwanegara, kecamatan Purwokerto Utara, kabupaten Banyumas, propinsi Jawa Tengah. Secara geografis pondok pesantren Darul Abror terletak pada posisi yang cukup strategis karena berada di tengah-tengah pemukiman, tepatnya di tepi jalan gang XIV sebelah barat Sekolah Polisi Negara (SPN) Purwokerto.

Pondok pesanten Darul Abror juga merupakan tempat berkumpulnya masyarakat watumas purwanegara dengan berbagai macam kegiatan seperti: pengajian ibu-ibu yasinan bapak-bapak, Taman Pendidikan Al Qur’an (TPQ), serta pendidikan kitab-kitab klasik.

Pondok pesantren Darul Abror didirikan oleh kiyai Taufiqurrahman beserta tokoh masyarakat sekitar tahum 1997. dari tahun ke tahun pondok pesantren Darul Abror terus mengalami perubahan mulai dari bertambahnya santri, perbaikan administrasi, dan dewan asatidz.

4. PONDOK PESANTREN AL-AMIEN PURWOKERTO WETAN

Lokasi : Purwokerto Wetan, RT. 04 RW. 02, Kepetek, Purwokerto Wetan, Kec. Purwokerto Tim., Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah 53111

Pondok Pesantren Al Amien adalah lembaga pendidikan non formal religius yang dibangun di atas tanah wakaf dari H. Ahmad al-Attas, S.H. seluas 1.400 m2 yang bernaung di bawah Yayasan Islamic Center Ulul Albab (YICUA) Purwokerto. Pondok Pesantren al-Amien didirikan pada tahun 1994.

Pada awalnya hanya menampung santri putra tetapi atas permintaan para wali santri dan semakin banyaknya pendaftar maka pada tahun 2002 mulai menerima santri putri dengan gedung tersendiri.

Hingga saat ini jumlah santri yang mondok di pesantren Al Amien sangat banyak, dan terus bertambah setiap ajaran baru.

5. PONDOK PESANTREN AL-HIDAYAH KARANGSUCI

Lokasi :  JL. LETJEND POL SOEMARTO, Watumas, Purwanegara, East Purwokerto, Banyumas, Central Java 53126

Pondok Pesantren Al Hidayah Karangsuci adalah sebuah lembaga pendidikan keagamaan nonformal dibawah Yayasan Nurul Hidayah Karangsuci (Akta Notaris no : 04 tanggal 01 Juli 2013 ) yang memulai kegiatannya secara resmi pada bulan Ramadhan 1986 di bawah asuhan (Alm) KH. Dr. Noer Iskandar al Barsyani MA dan Ibu Nyai. Dra. Hj. Nadhiroh Noeris.

Pada awalnya kegiatan pondok pesantren dimulai secara resmi dengan jumlah santri sekitar 10 orang. Lambat laun, pondok pesantren asuhan (Alm) Gus Noer tersebut terus berkembang semakin pesat dan dikenal di kalangan masyarakat luas. Hingga pada saat ini Pondok Pesantren Al Hidayah Karangsuci di bawah asuhan Nyai. Hj. Dra. Nadhiroh Noeris memiliki santri yang berjumlah kurang lebih 700 orang santri putra dan santri putri serta ribuan orang alumni yang tersebar di berbagai pelosok nusantara.

Pondok Pesantren Al Hidayah Karangsuci memiliki visi untuk mempertahankan ajaran Islam tuntunan ulama salaf yang berpaham Ahlu as Sunnah wa al Jama'ah. Dengan demikian diharapkan santri yang mayoritas adalah pelajar dan mahasiswa selain memiliki kemampuan intelektual akademis, dapat pula mengkaji tuntunan ulama salaf melalui Literatur Islam Klasik atau Kitab Kuning. Dengan kematangan aqidah Ahlu as Sunnah wa al Jama'ah tersebut, maka santri diharapkan akan memiliki kepribadian utuh dengan mengedepankan ahlakul karimah yang dilandasi akhlak tawasuth, tawazun, tasamuh dan i'tidal, dan tentu saja memiliki keunggulan dalam bidang keislaman. Dengan demikian santri dapat menjadi ulama pejuang pembela ajaran Islam paham Ahlu as Sunnah wal Jama'ah.

Pondok Pesantren Al Hidayah Karangsuci selain menggunakan sistem bandongan dan sorogan, dalam metode pembelajarannya juga menerapkan sistem klasikal melalui Madrasah Diniyah Salafiyah Al Hidayah (MDSA) dan Madrasah Diniyyah Al-Kautsar (MDA) dengan kurikulum ala pesantren.

Selain MDSAdan MDA, Pondok Pesantren Al Hidayah Karangsuci juga memiliki Lembaga Pengembangan Bahasa Asing (LPBA) Nurul Hidayah dengan fokusnya pada pengembangan kemampuan santri untuk berbahasa asing khususnya Bahasa Arab dan Inggris, Madrasah Qur’aniyyah (MQ) Al-Hadi sebagai lembaga yang mengurusi pengajian Al-Qur’an, Gema Nada Sholawat Salsabila (GNSS) yang merupakan wadah bagi para santri untuk menampilkan kreativitas dalam bidang kesenian, dan Organisasi Santri Madrasah Diniyah Salafiyah Al Hidayah (OSMADINSA) dan Organisasi Santri Madrasah Diniyah Al-Kautsar (OSMADINKA) sebagai sarana bagi para santri untuk mengepresikan dan mengaktualisasikan dirinya, antara lain melalui kegiatan latihan berorganisasi, beretorika dan sekaligus juga melatih bakat dan kemampuan dalam hal kepemimpinan.

6. PONDOK PESANTREN ATH-THOHIRIYYAH

Lokasi : JL. K.S. Tubun, RT 03 RW 05, Karangsalam Kidul, Kedung Banteng, Dusun II, Karangsalam Kidul, Banyumas, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah 53152

Pondok Pesantren Ath-Thohiriyyah yang berada di Kampung Parakanonje, Desa Karangsalam, Kecamatan Kedung Banteng, Kabupaten Banyumas, merupakan sosok pesantren yang telah mengalami sejarah panjang. Jika ditelusuri lebih jauh, asal mula berdirinya Pondok Pesantren Ath-Thohiriyyah merupakan perkembangan dari sebuah kelompok pengajian yang dirintis oleh KH. Muhammad Sami’un pada tahun 1960-an.

Semasa hidupnya, syiar agama di kampung tersebut cukup semarak. Ia termasuk sosok yang disegani. Karena cukup mumpuni dalam ilmu agama serta kedudukannya sebagai mursyid tarekat Syadziliyah. Sehingga tidak hanya masyarakat sekitar yang berguru kepada beliau, akan tetapi banyak pendatang dari kota lain. Seperti, Jatilawang, dan Wangon. Selain itu, ia dapat berkomunikasi dengan Belanda semasa penjajahan dulu. Hal ini bisa dimaklumi, karena masa mudanya ia pernah ikut bekerja pada pemerintah Hindia Belanda.

Pada perkembangan berikutnya, kegiatan belajar mengajar terus berkembang dengan menambah pelajaran keagamaan. Beberapa tahun setelah kepulangan KH. Muhammad Thoha Al-Hafidz dari Makkah, mulailah berdatangan santri yang belajar kepada beliau. Melihat kondisi kelompok studi yang semakin berkembang dan bertambahnya santri mukim yang belajar, serta dukungan masyarakat dan pihak-pihak lain dengan didasari niat suci untuk melestarikan perjuangan KH. Muhammad Sami’un dalam mensyiarkan agama Islam, maka diresmikanlah Pondok Pesantren Ath-Thohiriyyah. Peletakan batu pertama dilakukan Oleh Hj. Shofiyah Umar (Solo) pada tanggal 12 Desember 1992 atau 25 Jumadil Akhir. Dan sampai sekarang dipimpin oleh KH. Muhammad Thoha Al Hafidz beserta para kiai, dan ustadz lainnya.

7. PONDOK PESANTREN DARUSSALAM DUKUHWALUH

Lokasi : Jl. Sunan Bonang No.37, RT.03/RW.06, Dusun I, Dukuhwaluh, Kec. Kembaran, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah 53182

Pondok Pesantren Darussalam Dukuhwaluh Purwokerto ini awalnya dirintis oleh Seorang Kyai, Dosen, sekaligus Ketua MUI Banyumas yang bernama KH. Drs. Chariri Shofa, M. Ag dan H. Djoko Sudantoko, S.Sos., MM  (Mantan Bupati Banyumas) pada bulan mei tahun 1994. Cikal bakal pondok ini berawal pada saat di pemondokan haji Mekkah bulan Dzulhijah 1415 H. atau 1994 M.

Bersama dengan H. Djoko Sudantoko, S.Sos., MM (mantan Bupati Banyumas), KH Drs Chariri Shofa, M.Ag. Membantu untuk melangsungkan kemabruran hajinya dengan cara meluncurkan Pondok Pesantren yang memenangkan kader-kader muslim yang shalih dan shalihah, memiliki iman yang kuat dengan menanamkan akidah Ahlussunnah wal Jama'ah.

Rencana pembangunan berkelanjutan dengan lokasi strategis dan penyediaan lahan pembangunan seluas 7090 m2 oleh Cristian Bayu Aji (Putra Bupati Banyumas) pada tahun 1996. Pada saat itu pembangunan asrama putra lantai pertama dan rumah ta'mir dimulai dibangun oleh Cristian Bayu Aji, sambil Sertifikat tanah di BPPN yang akan diserahkan kepada pengurus yayasan.

Sejak bulan Syawal 1419 H / 1 Februari 1998 diadakan pengajian rutin selapanan Senin Wage malam Selasa Kliwon. Pembangunan fisikpun terus berjalan pada tanggal 6 Muharram 1424 H bertepatam dengan 9 Maret 2003 diresmikanlah Masjid Abu Bakar Siddiq Yayasan Darussalam seluas 1824 m2.

Pondok ini memiliki beberapa Extrakulikuler dan Kegiatan Kegiatan yang pastinya tidak ketinggalan Zaman, diantaranya :

- Bahasa Muhadatsah (Arab dan Inggris).
- Diskusi Tematik / Bahtsul Masail.
- Khitobah.
- Seni Bela Diri Pagar Nusa.
- Seni Hadroh.
- Pembacaan Yasin dan Tahlil.
- Pembacaan Sholawat Barzanji.
- Donor Darah.
- Dan masih banyak yang lainnya.

8. PONDOK PESANTREN MODERN DARUSSUNNAH AL-ISLAMY

Lokasi : Karangkemiri, Jambu, Kec. Wangon, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah 53176


Yayasan At-Taqwa Birul Walidain berdiri pada tanggal 27 Februari 2007. Selama waktu 9 tahun sudah cukup banyak kegiatan yang telah kami lakukan baik di bidang dakwah, atau sosial keagamaan lainnya, seperti :

1. Mengadakan kajian rutin guna menghadang kristenisasi dan mengadakan pengajian umum secara rutin sebulan dua kali dengan tempat bergilir di wilayah Desa Jambu.
2. Pengajian rutin ibu-ibu, pada setiap hari Ahad, Senin dan Selasa siang.
3. Taman Pendidikan Al Qur’an (TPQ)
4. Pengumpulan dan pembagian zakat, infak, sodaqoh (ZIS).
5. Pemeriksaan kesehatan dan pemberian bantuan sosial kepada warga yang kurang mampu.

Dengan izin dan kemurahan Alloh Ta’ala pada pertengahan tahun 2009 Kami berhasil membebaskan tanah 3.364 m2. Dan pada pertengahan 2010 mulai dibangunlah pembangunan Ponpes Daarus Sunnah Al-Islamy sampai pada pertengahan tahun 2011. Pada tanggal 25 Desember 2011 kami mengajukan izin operasional ponpes dan tanggal 31 januari Kementrian Agama Kabupaten Banyumas memberikan piagam penyelengaraan ponpes. Maka pada bulan Juli 2012 dibukalah operasional dan kegiatan belajar mengajar Ponpes Daarus Sunnah Al-Islamy Wangon untuk Tahun Pelajaran 2012/2013 yang alhamdulillah disambut antusias oleh masyarakat di lingkungan Kecamatan Wangon dan sekitarnya bahkan ada yang berasal dari Jakarta, Bogor, dan Tangerang.

Pada tanggal 20 Januari 2012 melalui rapat Pengurus Yayasan maka didirikanlah PONDOK PESANTREN DAARUS SUNNAH AL-ISLAMY WANGON. Dan pada tanggal 16 Juli 2012 dibukalah operasional dan kegiatan belajar mengajar Ponpes Daarus Sunnah Al-Islamy Wangon untuk Tahun Pelajaran 2012/2013 yang alhamdulillah disambut antusias oleh masyarakat di lingkungan Kecamatan Wangon dan sekitarnya bahkan ada yang berasal dari Jakarta, Bogor, dan Tangerang.

9. PONDOK PESANTREN MODERN ZAM ZAM MUHAMMADIYAH

Lokasi : Jl. Raya Pernasidi No. 9, Kecamatan Cilongok, Dusun II, Pernasidi, Banyumas, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah 53126

Pondok Pesantren Modern Zam-Zam Muhammadiyah yang beralamatkan di Jalan Masjid Baitul Matien Komplek Perguruan Tinggi Muhammadiyah Desa Pernasidi Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas Jawa Tengah, baru berdiri sekitar 10 tahun. Bermula dari keperihatinan akan membantu da'i dan imam masjid, serta dari sebuah cita-cita pengusaha Muslim (Bapak H. Casiwan HS, selaku donator utama, penggagas dan pendiri pondok pesantren ini) Mengirim kader-kader da'i dan imam di kecamatan lingkungan cilongok khusus, dan bermanfaat bagi umat pada umumnya.

Harapan dan cita-cita itupun kemudian ditindaklanjuti dengan melakukan musyawarah-musyawarah baik dengan tokoh ulama lokal maupun Pimpinan Cabang Muhammadiyah Cilongok Banyumas. Dari musyawarah itu terbentuklah tim pendiri pondok pesantren yang diketuai oleh Bapak H. Casiwan HS.

Setelah itu, tim pendiri mengadakan studi banding ke beberapa pondok pesantren di mendiskusikan Ma'had Muhammadiyah Plompong Kecamatan Sirampog kabupaten Brebes, Ma'had Al Imam Syafi'i di Cilacap dan Ma'had Imam Syuhodo di Surakarta.

Dengan izin Allah, setelah membahas berbagai upaya dan upaya kemudian berdirilah Pondok Pesantren Modern Zam-Zam pada tanggal 17 Juni 2008 M / 13 Jumaditsani 1429 H. di tanah semula seluas 440 m2 tanah wakaf menjadi 17000 m2 di Pernasidi Kecamatan Cilongok dan sebagai donator utama dan penggagas adalah Bapak H. Casiwan HS.

Pembangunan pondok dilakukan secara bertahap yang terdiri dari ruang kantor, ruang kelas, asrama santri, asrama ustadz dan ruang dapur. Jumlah awal santri generasi pertama adalah 25 orang, dan Alhamdulillah total santri pondok pesantren modern Zam-Zam bertambah dari tahun ke tahun meningkat pada tahun ke-6 jumlah santri pada 407 orang yang terdiri dari santri SMP dan Santri SMA, dan sekarang pada tahun ke-11 alhamdulillah jumlah santri yang ada sekitar 1081 anak terdiri dari tingkat SMP dan SMA (putra-putri).

Pondok pesantren modern Zam-Zam sebagai lembaga pendidikan islam fokus membina dan membekali santri dengan ilmu-syar'i dan keterampilan hidup di samping dibekali dengan penguasaan teknologi. Integrasi antara Ilmu Agama dengan Pendidikan umum menjadi satu kesatuan dalam PPMZ semakin maju, berkembang dan berprestasi.

Melalui dunia pendidikan yang terus berkembang, maka Pondok Pesantren Modern Zam-Zam Muhammadiyah lahir dengan memberikan solusi pendidikan yang baik dan sesuai dengan kebutuhan masanya. Perpaduan antara ilmu umum sebagai dasar dari pengembangan teknologi dan informasi dengan ilmu-ilmu agama sebagai instrumen penting pengembangan akhlakul karimah, keislaman yang kuat serta karakter yang lurus. Dan masyarakat percaya bahwa pesantren modern adalah tempat pendidikan yang pas untuk keadaan lingkungan saat ini.

Dengan bergandengan tangan di antara pengurus muhammadiyah lokal, tekad kuat bapak H. Casiwan HS. (pendiri, donator utama dan Ketua Umum Pimpinan Muhammadiyah Cabang Cilongok) serta ustadz-ustadz yang berkompeten dari berbagai alumni pesantren seperti Zam-Zam, Imam Syuhodo, Darussalam (Gontor), Isy karima, Abu Bakar Ash-shiddiq, Al-Muttaqin dan Alumni Universitas dalam negeri luar (Imam ibnu Su'ud (LIPIA) dan Universitas Al-Ahqof) maka Alhamdulillah Pondok Pesantren Modern Zam-Zam Muhammadiyah dengan berjalannya tahun keenam ini telah menunjukkan perkembangan yang sangat baik. Terlihat dari pencapaian-pencapaian yang telah diraih, jumlah santri yang terus meningkat, pembangunan prasarana KBM serta tingkat penerimaan / tanggapan masyarakat sekitar yang sangat positif.

Ponpes Modern Zam-Zam Muhammadiyah terus berbenah dari hari kehari. Dengan memberikan program dan kegiatan yang bisa dihandalkan, demi pendidikan modern yang lebih berkualitas lagi, dan menjamin amanah dari masyarakat yang ada serta keinginan kuat untuk menghasilkan generasi islam yang baik, kompeten dan bermanfaat bagi masyarakat sekitar.

Itulah beberapa daftar Pondok Pesantren Terkenal dan Populer di Banyumas Jawa Tengah.

9 Pondok Pesantren Salaf Dan Modern Terbaik Banyumas Jawa Tengah

Banyumas adalah kabupaten di Provinsi Jawa Tengah. Ibu kotanya adalah Purwokerto.

Pendidikan Agama di Banyumas sangatlah banyak, baik Pondok Pesantren Salaf maupun Modern banyak ditemui di kabupaten Banyumas. Dari penelusuran tim kami kuwaluhan.com, di Banyumas terdapat Pondok Pesantren Terkenal dan Terbesar yang perlu diketahui. Berikut daftar ponpes tersebut :

1. PONDOK PESANTREN AL-IKHSAN BEJI

Lokasi : Jl. Satria, RT 04 / RW 02, Beji, Kedungbanteng, Dusun II, Beji, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah 53152

Pondok pesantren al-ikhsan didirikan pada tanggal 1 januari 1986 M, dibawah naungan badan hokum yayasan al-ikhsan dengan akte notaries No 33/27/3/86 yang diketuai oleh K.H. Abu Chamid sekaligus sebagai pendiri serta pengasuh Pondok Pesantren Al-Ikhsan Beji/I Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Banyumas.Sepeninggal kyai Abdullah Husni, masjid tersebut diserahkan kepada menantunya, Yaitu H. Abu Chamid putra dari bapak Sami’un bin Maksum.

Beliau berasal dari dari desa Karangsalam. K.H. Abu Chamid menjadi Imam masjid tersebut semenjak tahun 1956 sampai sekarang. Beliau melanjutkan langkah-langkah dakwah yang ditempuh oleh H. Abdullah Husni, yaitu melangsungkan pengajian rutin yang diadakan setiap malam rabu. Namun kemudian dipindah pada hari Ahad pagi. Orang-orang yang mengikuti pengajian tersebut semakin lam semakin bertambah, baik dari daerah sekitar maupun dari daerah lain.

Maka kemudian timbul gagasan untuk mendirikan pondok untuk santri yang ingin menetap. Maka pada tanggal 1 januari 1986 merupakan peletakan batu pertama pembangunan pondok pesantren yang kemudian satu tahun berikutnya diresmikan oleh bapak bupati Banyumas sebagai Pondok Pesantren Al-Ikhsan Beji.

2. PESANTREN ROUDHOTUL QUR'AN BANYUMAS

Lokasi : Desa Sirau RT.02 / RW.02, Kemranjen, Sirau, Banyumas, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah 53194

Pondok Pesantren Putri Roudhotul Qur'an (untuk selanjutnya di sebut dengan PPRQ) didirikan oleh Hj. Badi'ah Munawwir, putri pasangan K.H M. Munawwir dan Ny. Hj. Salimah. Nyai Badi'ah merupakan kakak kandung Hj. Jauharoh Munawwir, istri KH. Mufid Mas'ud. Beliau hijrah ke Banyumas tahun 1956 mengikuti suaminya, KH Fathuddin yang kemudian menjadi anggota DPR Banyumas pada waktu itu. Di Banyumas beliau mengangkat Hj. Nur Sochifah, Putri KH. Mufid Mas'ud yang ke-enam sebagai putri angkatnya karena Hj. Badi'ah tidak berputra.

Awalnya Hj. Badi'ah mendirikan PPRQ hanya di atas tanah seluas 30 m2 berupa bangunan kecil di belakang rumah, santri yang mukim waktu itu sekitar enam santri yang kesemuanya berasal dari desa sekitar dan hanya ngaji al-Qur'an. pada tanggal 19 Januari 1986 Hj. Nur Sochifah dijodohkan oleh ayahnya dengan KH. Attabik Yusuf Zuhdi putra dari K. Yusuf Zuhdi.

setelah pernikahan tersebut, pengelolaan pesantren Roudhotul Qur'an diserahkan oleh Hj. Badi'ah kepada KH. Attabik YZ dan isterinya. perkembangan pesantren cukup menggembirakan, dari enam santri kemudian berkembang menjadi 30 santri. Tahun 1990 ketika KH. Attabik mendirikan Sekolah Menengah Umum (SMU), pesantren ini benar-benar bangkit menjadi pesantren yang besar dan mapan. PPRQ berlokasi di Desa Sirau Kecamatan Kemranjen Kebupaten Banyumas Propinsi Jawa Tengah.

Daerah sekitar pesantren ini semula sepi, terpencil dari hiruk pikuk keramaian. Orang harus pergi ke kota yang jaraknya kurang lebih lima kilometer seandainya ingin berbelanja sesuatu dalam jumlah yang agak besar. ketika keberadaan pesantren sudah semakin mapan dan dikenal luas, tirai keterbelakangan masyarakat pun mulai tersibak, transportasi umum menambah Desa Sirau. pada gilirannya aktivitas masyarakat, lebih-lebih aktivitas perekonomian ikut pula terdongkrak.

Desa Sirau yang semula mungkin tidak tertera dalam peta kemudian menjadi tujuan orang-orang dari berbagai daerah. Tahun 1995 adalah tahun berkabung bagi segenap keluarga besar PPRQ, Hj. Badi'ah Munawwir berpulang ke hadirat Allah setelah menjalani perawatan di RS. Sardjito Jogjakarta dan dimakamkan di Dongkelan, menjadi satu dengan makam ayahnya KH. M Munawwir. Sejak saat itu PPRQ sepenuhnya dinahkodai oleh KH. Attabik YZ dan Hj. Nur Sochifah. Pada tahun 2003 santri pesantren ini bertambah menjadi sekitar 150-an santriwati, hal ini tak lepas dari terobosan yang dilakukan oleh KH. Attabik dengan mendirikan SMP Ma'arif NU 2 dan SMK Ma'arif pada tahun 2004.

Saat ini jumlah santri putri tercatat sekitar 600, sedangkan santri putra ada 700 anak. Sementara siswa yang tidak mondok, alias hanya sekolah di lembaga yang dijalankan PPRQ ini mencapai 2500-an anak. Oleh KH. Attabik PPRQ terus diperluas tanahnya menjadi dua hektar dan ditambah beberapa lokal bangunan, ini dikarenakan santri yang mondok di pesantren ini semakin banyak dan bangunan yang ada sudah tidak bisa menampung lagi.

3. PONDOK PESANTREN DARUL ABROR

Lokasi : Watumas, Purwanegara, Kec. Purwokerto Tim., Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah 53127

Pondok pesantren Darul Abror didirikan oleh KH.Taufiqurrahman beserta tokoh masyarakat sekitar tahum 1997.

Pesantren Darul Abror merupakan lembaga pendidikan yang berbasis islam yang terletak di desa Watumas, kelurahan Purwanegara, kecamatan Purwokerto Utara, kabupaten Banyumas, propinsi Jawa Tengah. Secara geografis pondok pesantren Darul Abror terletak pada posisi yang cukup strategis karena berada di tengah-tengah pemukiman, tepatnya di tepi jalan gang XIV sebelah barat Sekolah Polisi Negara (SPN) Purwokerto.

Pondok pesanten Darul Abror juga merupakan tempat berkumpulnya masyarakat watumas purwanegara dengan berbagai macam kegiatan seperti: pengajian ibu-ibu yasinan bapak-bapak, Taman Pendidikan Al Qur’an (TPQ), serta pendidikan kitab-kitab klasik.

Pondok pesantren Darul Abror didirikan oleh kiyai Taufiqurrahman beserta tokoh masyarakat sekitar tahum 1997. dari tahun ke tahun pondok pesantren Darul Abror terus mengalami perubahan mulai dari bertambahnya santri, perbaikan administrasi, dan dewan asatidz.

4. PONDOK PESANTREN AL-AMIEN PURWOKERTO WETAN

Lokasi : Purwokerto Wetan, RT. 04 RW. 02, Kepetek, Purwokerto Wetan, Kec. Purwokerto Tim., Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah 53111

Pondok Pesantren Al Amien adalah lembaga pendidikan non formal religius yang dibangun di atas tanah wakaf dari H. Ahmad al-Attas, S.H. seluas 1.400 m2 yang bernaung di bawah Yayasan Islamic Center Ulul Albab (YICUA) Purwokerto. Pondok Pesantren al-Amien didirikan pada tahun 1994.

Pada awalnya hanya menampung santri putra tetapi atas permintaan para wali santri dan semakin banyaknya pendaftar maka pada tahun 2002 mulai menerima santri putri dengan gedung tersendiri.

Hingga saat ini jumlah santri yang mondok di pesantren Al Amien sangat banyak, dan terus bertambah setiap ajaran baru.

5. PONDOK PESANTREN AL-HIDAYAH KARANGSUCI

Lokasi :  JL. LETJEND POL SOEMARTO, Watumas, Purwanegara, East Purwokerto, Banyumas, Central Java 53126

Pondok Pesantren Al Hidayah Karangsuci adalah sebuah lembaga pendidikan keagamaan nonformal dibawah Yayasan Nurul Hidayah Karangsuci (Akta Notaris no : 04 tanggal 01 Juli 2013 ) yang memulai kegiatannya secara resmi pada bulan Ramadhan 1986 di bawah asuhan (Alm) KH. Dr. Noer Iskandar al Barsyani MA dan Ibu Nyai. Dra. Hj. Nadhiroh Noeris.

Pada awalnya kegiatan pondok pesantren dimulai secara resmi dengan jumlah santri sekitar 10 orang. Lambat laun, pondok pesantren asuhan (Alm) Gus Noer tersebut terus berkembang semakin pesat dan dikenal di kalangan masyarakat luas. Hingga pada saat ini Pondok Pesantren Al Hidayah Karangsuci di bawah asuhan Nyai. Hj. Dra. Nadhiroh Noeris memiliki santri yang berjumlah kurang lebih 700 orang santri putra dan santri putri serta ribuan orang alumni yang tersebar di berbagai pelosok nusantara.

Pondok Pesantren Al Hidayah Karangsuci memiliki visi untuk mempertahankan ajaran Islam tuntunan ulama salaf yang berpaham Ahlu as Sunnah wa al Jama'ah. Dengan demikian diharapkan santri yang mayoritas adalah pelajar dan mahasiswa selain memiliki kemampuan intelektual akademis, dapat pula mengkaji tuntunan ulama salaf melalui Literatur Islam Klasik atau Kitab Kuning. Dengan kematangan aqidah Ahlu as Sunnah wa al Jama'ah tersebut, maka santri diharapkan akan memiliki kepribadian utuh dengan mengedepankan ahlakul karimah yang dilandasi akhlak tawasuth, tawazun, tasamuh dan i'tidal, dan tentu saja memiliki keunggulan dalam bidang keislaman. Dengan demikian santri dapat menjadi ulama pejuang pembela ajaran Islam paham Ahlu as Sunnah wal Jama'ah.

Pondok Pesantren Al Hidayah Karangsuci selain menggunakan sistem bandongan dan sorogan, dalam metode pembelajarannya juga menerapkan sistem klasikal melalui Madrasah Diniyah Salafiyah Al Hidayah (MDSA) dan Madrasah Diniyyah Al-Kautsar (MDA) dengan kurikulum ala pesantren.

Selain MDSAdan MDA, Pondok Pesantren Al Hidayah Karangsuci juga memiliki Lembaga Pengembangan Bahasa Asing (LPBA) Nurul Hidayah dengan fokusnya pada pengembangan kemampuan santri untuk berbahasa asing khususnya Bahasa Arab dan Inggris, Madrasah Qur’aniyyah (MQ) Al-Hadi sebagai lembaga yang mengurusi pengajian Al-Qur’an, Gema Nada Sholawat Salsabila (GNSS) yang merupakan wadah bagi para santri untuk menampilkan kreativitas dalam bidang kesenian, dan Organisasi Santri Madrasah Diniyah Salafiyah Al Hidayah (OSMADINSA) dan Organisasi Santri Madrasah Diniyah Al-Kautsar (OSMADINKA) sebagai sarana bagi para santri untuk mengepresikan dan mengaktualisasikan dirinya, antara lain melalui kegiatan latihan berorganisasi, beretorika dan sekaligus juga melatih bakat dan kemampuan dalam hal kepemimpinan.

6. PONDOK PESANTREN ATH-THOHIRIYYAH

Lokasi : JL. K.S. Tubun, RT 03 RW 05, Karangsalam Kidul, Kedung Banteng, Dusun II, Karangsalam Kidul, Banyumas, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah 53152

Pondok Pesantren Ath-Thohiriyyah yang berada di Kampung Parakanonje, Desa Karangsalam, Kecamatan Kedung Banteng, Kabupaten Banyumas, merupakan sosok pesantren yang telah mengalami sejarah panjang. Jika ditelusuri lebih jauh, asal mula berdirinya Pondok Pesantren Ath-Thohiriyyah merupakan perkembangan dari sebuah kelompok pengajian yang dirintis oleh KH. Muhammad Sami’un pada tahun 1960-an.

Semasa hidupnya, syiar agama di kampung tersebut cukup semarak. Ia termasuk sosok yang disegani. Karena cukup mumpuni dalam ilmu agama serta kedudukannya sebagai mursyid tarekat Syadziliyah. Sehingga tidak hanya masyarakat sekitar yang berguru kepada beliau, akan tetapi banyak pendatang dari kota lain. Seperti, Jatilawang, dan Wangon. Selain itu, ia dapat berkomunikasi dengan Belanda semasa penjajahan dulu. Hal ini bisa dimaklumi, karena masa mudanya ia pernah ikut bekerja pada pemerintah Hindia Belanda.

Pada perkembangan berikutnya, kegiatan belajar mengajar terus berkembang dengan menambah pelajaran keagamaan. Beberapa tahun setelah kepulangan KH. Muhammad Thoha Al-Hafidz dari Makkah, mulailah berdatangan santri yang belajar kepada beliau. Melihat kondisi kelompok studi yang semakin berkembang dan bertambahnya santri mukim yang belajar, serta dukungan masyarakat dan pihak-pihak lain dengan didasari niat suci untuk melestarikan perjuangan KH. Muhammad Sami’un dalam mensyiarkan agama Islam, maka diresmikanlah Pondok Pesantren Ath-Thohiriyyah. Peletakan batu pertama dilakukan Oleh Hj. Shofiyah Umar (Solo) pada tanggal 12 Desember 1992 atau 25 Jumadil Akhir. Dan sampai sekarang dipimpin oleh KH. Muhammad Thoha Al Hafidz beserta para kiai, dan ustadz lainnya.

7. PONDOK PESANTREN DARUSSALAM DUKUHWALUH

Lokasi : Jl. Sunan Bonang No.37, RT.03/RW.06, Dusun I, Dukuhwaluh, Kec. Kembaran, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah 53182

Pondok Pesantren Darussalam Dukuhwaluh Purwokerto ini awalnya dirintis oleh Seorang Kyai, Dosen, sekaligus Ketua MUI Banyumas yang bernama KH. Drs. Chariri Shofa, M. Ag dan H. Djoko Sudantoko, S.Sos., MM  (Mantan Bupati Banyumas) pada bulan mei tahun 1994. Cikal bakal pondok ini berawal pada saat di pemondokan haji Mekkah bulan Dzulhijah 1415 H. atau 1994 M.

Bersama dengan H. Djoko Sudantoko, S.Sos., MM (mantan Bupati Banyumas), KH Drs Chariri Shofa, M.Ag. Membantu untuk melangsungkan kemabruran hajinya dengan cara meluncurkan Pondok Pesantren yang memenangkan kader-kader muslim yang shalih dan shalihah, memiliki iman yang kuat dengan menanamkan akidah Ahlussunnah wal Jama'ah.

Rencana pembangunan berkelanjutan dengan lokasi strategis dan penyediaan lahan pembangunan seluas 7090 m2 oleh Cristian Bayu Aji (Putra Bupati Banyumas) pada tahun 1996. Pada saat itu pembangunan asrama putra lantai pertama dan rumah ta'mir dimulai dibangun oleh Cristian Bayu Aji, sambil Sertifikat tanah di BPPN yang akan diserahkan kepada pengurus yayasan.

Sejak bulan Syawal 1419 H / 1 Februari 1998 diadakan pengajian rutin selapanan Senin Wage malam Selasa Kliwon. Pembangunan fisikpun terus berjalan pada tanggal 6 Muharram 1424 H bertepatam dengan 9 Maret 2003 diresmikanlah Masjid Abu Bakar Siddiq Yayasan Darussalam seluas 1824 m2.

Pondok ini memiliki beberapa Extrakulikuler dan Kegiatan Kegiatan yang pastinya tidak ketinggalan Zaman, diantaranya :

- Bahasa Muhadatsah (Arab dan Inggris).
- Diskusi Tematik / Bahtsul Masail.
- Khitobah.
- Seni Bela Diri Pagar Nusa.
- Seni Hadroh.
- Pembacaan Yasin dan Tahlil.
- Pembacaan Sholawat Barzanji.
- Donor Darah.
- Dan masih banyak yang lainnya.

8. PONDOK PESANTREN MODERN DARUSSUNNAH AL-ISLAMY

Lokasi : Karangkemiri, Jambu, Kec. Wangon, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah 53176


Yayasan At-Taqwa Birul Walidain berdiri pada tanggal 27 Februari 2007. Selama waktu 9 tahun sudah cukup banyak kegiatan yang telah kami lakukan baik di bidang dakwah, atau sosial keagamaan lainnya, seperti :

1. Mengadakan kajian rutin guna menghadang kristenisasi dan mengadakan pengajian umum secara rutin sebulan dua kali dengan tempat bergilir di wilayah Desa Jambu.
2. Pengajian rutin ibu-ibu, pada setiap hari Ahad, Senin dan Selasa siang.
3. Taman Pendidikan Al Qur’an (TPQ)
4. Pengumpulan dan pembagian zakat, infak, sodaqoh (ZIS).
5. Pemeriksaan kesehatan dan pemberian bantuan sosial kepada warga yang kurang mampu.

Dengan izin dan kemurahan Alloh Ta’ala pada pertengahan tahun 2009 Kami berhasil membebaskan tanah 3.364 m2. Dan pada pertengahan 2010 mulai dibangunlah pembangunan Ponpes Daarus Sunnah Al-Islamy sampai pada pertengahan tahun 2011. Pada tanggal 25 Desember 2011 kami mengajukan izin operasional ponpes dan tanggal 31 januari Kementrian Agama Kabupaten Banyumas memberikan piagam penyelengaraan ponpes. Maka pada bulan Juli 2012 dibukalah operasional dan kegiatan belajar mengajar Ponpes Daarus Sunnah Al-Islamy Wangon untuk Tahun Pelajaran 2012/2013 yang alhamdulillah disambut antusias oleh masyarakat di lingkungan Kecamatan Wangon dan sekitarnya bahkan ada yang berasal dari Jakarta, Bogor, dan Tangerang.

Pada tanggal 20 Januari 2012 melalui rapat Pengurus Yayasan maka didirikanlah PONDOK PESANTREN DAARUS SUNNAH AL-ISLAMY WANGON. Dan pada tanggal 16 Juli 2012 dibukalah operasional dan kegiatan belajar mengajar Ponpes Daarus Sunnah Al-Islamy Wangon untuk Tahun Pelajaran 2012/2013 yang alhamdulillah disambut antusias oleh masyarakat di lingkungan Kecamatan Wangon dan sekitarnya bahkan ada yang berasal dari Jakarta, Bogor, dan Tangerang.

9. PONDOK PESANTREN MODERN ZAM ZAM MUHAMMADIYAH

Lokasi : Jl. Raya Pernasidi No. 9, Kecamatan Cilongok, Dusun II, Pernasidi, Banyumas, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah 53126

Pondok Pesantren Modern Zam-Zam Muhammadiyah yang beralamatkan di Jalan Masjid Baitul Matien Komplek Perguruan Tinggi Muhammadiyah Desa Pernasidi Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas Jawa Tengah, baru berdiri sekitar 10 tahun. Bermula dari keperihatinan akan membantu da'i dan imam masjid, serta dari sebuah cita-cita pengusaha Muslim (Bapak H. Casiwan HS, selaku donator utama, penggagas dan pendiri pondok pesantren ini) Mengirim kader-kader da'i dan imam di kecamatan lingkungan cilongok khusus, dan bermanfaat bagi umat pada umumnya.

Harapan dan cita-cita itupun kemudian ditindaklanjuti dengan melakukan musyawarah-musyawarah baik dengan tokoh ulama lokal maupun Pimpinan Cabang Muhammadiyah Cilongok Banyumas. Dari musyawarah itu terbentuklah tim pendiri pondok pesantren yang diketuai oleh Bapak H. Casiwan HS.

Setelah itu, tim pendiri mengadakan studi banding ke beberapa pondok pesantren di mendiskusikan Ma'had Muhammadiyah Plompong Kecamatan Sirampog kabupaten Brebes, Ma'had Al Imam Syafi'i di Cilacap dan Ma'had Imam Syuhodo di Surakarta.

Dengan izin Allah, setelah membahas berbagai upaya dan upaya kemudian berdirilah Pondok Pesantren Modern Zam-Zam pada tanggal 17 Juni 2008 M / 13 Jumaditsani 1429 H. di tanah semula seluas 440 m2 tanah wakaf menjadi 17000 m2 di Pernasidi Kecamatan Cilongok dan sebagai donator utama dan penggagas adalah Bapak H. Casiwan HS.

Pembangunan pondok dilakukan secara bertahap yang terdiri dari ruang kantor, ruang kelas, asrama santri, asrama ustadz dan ruang dapur. Jumlah awal santri generasi pertama adalah 25 orang, dan Alhamdulillah total santri pondok pesantren modern Zam-Zam bertambah dari tahun ke tahun meningkat pada tahun ke-6 jumlah santri pada 407 orang yang terdiri dari santri SMP dan Santri SMA, dan sekarang pada tahun ke-11 alhamdulillah jumlah santri yang ada sekitar 1081 anak terdiri dari tingkat SMP dan SMA (putra-putri).

Pondok pesantren modern Zam-Zam sebagai lembaga pendidikan islam fokus membina dan membekali santri dengan ilmu-syar'i dan keterampilan hidup di samping dibekali dengan penguasaan teknologi. Integrasi antara Ilmu Agama dengan Pendidikan umum menjadi satu kesatuan dalam PPMZ semakin maju, berkembang dan berprestasi.

Melalui dunia pendidikan yang terus berkembang, maka Pondok Pesantren Modern Zam-Zam Muhammadiyah lahir dengan memberikan solusi pendidikan yang baik dan sesuai dengan kebutuhan masanya. Perpaduan antara ilmu umum sebagai dasar dari pengembangan teknologi dan informasi dengan ilmu-ilmu agama sebagai instrumen penting pengembangan akhlakul karimah, keislaman yang kuat serta karakter yang lurus. Dan masyarakat percaya bahwa pesantren modern adalah tempat pendidikan yang pas untuk keadaan lingkungan saat ini.

Dengan bergandengan tangan di antara pengurus muhammadiyah lokal, tekad kuat bapak H. Casiwan HS. (pendiri, donator utama dan Ketua Umum Pimpinan Muhammadiyah Cabang Cilongok) serta ustadz-ustadz yang berkompeten dari berbagai alumni pesantren seperti Zam-Zam, Imam Syuhodo, Darussalam (Gontor), Isy karima, Abu Bakar Ash-shiddiq, Al-Muttaqin dan Alumni Universitas dalam negeri luar (Imam ibnu Su'ud (LIPIA) dan Universitas Al-Ahqof) maka Alhamdulillah Pondok Pesantren Modern Zam-Zam Muhammadiyah dengan berjalannya tahun keenam ini telah menunjukkan perkembangan yang sangat baik. Terlihat dari pencapaian-pencapaian yang telah diraih, jumlah santri yang terus meningkat, pembangunan prasarana KBM serta tingkat penerimaan / tanggapan masyarakat sekitar yang sangat positif.

Ponpes Modern Zam-Zam Muhammadiyah terus berbenah dari hari kehari. Dengan memberikan program dan kegiatan yang bisa dihandalkan, demi pendidikan modern yang lebih berkualitas lagi, dan menjamin amanah dari masyarakat yang ada serta keinginan kuat untuk menghasilkan generasi islam yang baik, kompeten dan bermanfaat bagi masyarakat sekitar.

Itulah beberapa daftar Pondok Pesantren Terkenal dan Populer di Banyumas Jawa Tengah.

No comments