Social Items

Magelang merupakan sebuah Kabupaten di provinsi Jawa Tengah. Ibu kota Kabupaten ini adalah Kota Mungkid.

Berikut ini tim kami kuwaluhan.com telah merangkum daftar Pondok Pesantren Salafiyah maupun modern Terbaik Dan Terkenal di Kabupaten Magelang Jawa Tengah :

1. PONDOK MODERN DARUL QIYAM GONTOR 6

Lokasi : Gadingsari, Mangunsari, Sawangan, Jawa Tengah, Mranggen, Mangunsari, Sawangan, Magelang, Jawa Tengah 56481

Darul Qiyam mempunyai daya tarik tersendiri jika dibandingkan dengan cabang Gontor lainnya karena disamping pondok ini terletak di kaki Gunung Merbabu dan di Jalur Ketep Pass (Gardu Pandang Merapi Indah), yang memiliki udara sejuk, juga kondisi alamnya yang masih alami, menyebabkan tempat ini sangat cocok untuk sebuah lembaga pendidikan.

Sebelum pondok ini diresmikan dan diserahkan kepada Gontor, Pimpinan Pondok Modern Gontor menunjuk dan mengutus Ust. Ali Sarkowi, Lc (alm) untuk berada di cikal bakal Pondok ini selama ± 1/2 bulan hingga dibukalah Pondok ini secara resmi.

Pada akhir tahun 2002, Bapak Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor menunjuk Ust. H. Muhammad Syuja’i Slamet, B.A sebagai wakil pengasuh di Pondok Modern Gontor 6 Darul Qiyam Magelang menggantikan Ust. H. Farid Sulistyo, Lc.

Kemudian pada tahun 2009, dibukalah cabang perkuliahan Institut Studi Islam Darussalam untuk Fakultas Syariah Prodi Ekonomi Islam oleh Purek I ISID, KH Imam Subakir Ahmad.

Kurikulum KMI yang bersifat akademis dibagi dalam beberapa bidang yang mengacu pada kurikulum Gontor Pusat, yaitu:

- Bahasa Arab
- Dirasah Islamiyah
- Ilmu keguruan dan psikologi pendidikan
- Bahasa Inggris
- Ilmu PastiIlmu Pengetahuan Alam
- Ilmu Pengetahuan Sosial
- Keindonesiaan/ Kewarganegaraan.

KMI membagi pendidikan formalnya dalam perjenjangan yang sudah diterapkan sejak tahun 1936. KMI memiliki program reguler dan program intensif.

2. PONDOK PESANTREN PABELAN

Lokasi : Jl. Pd. Pabelan, Pabelan Empat, Pabelan, Mungkid, Magelang, Jawa Tengah 56551

Pondok Pesantren Pabelan didirikan oleh K.H. Hamam Dja'far pada 28 Agustus 1965. Pondok Pesantren Pabelan terletak di Desa Pabelan, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Pondok Pabelan merupakan lembaga pendidikan yang telah mengalami sejarah panjang dan saat ini merupakan kebangkitan yang ketiga. Cikal bakal Pondok Pesantren Pabelan dimulai pada tahun 1800-an, ditandai dengan kegiatan mengaji yang dirintis oleh Kiai Raden Muhammad Ali. Tapi kemudian terhenti setelah terjadi Perang Diponegoro (1825-1830) hingga waktu yang panjang. Kemudian, pada tahun 1900-an Pondok Pabelan ini bangkit kembali di bawah asuhan Kiai Anwar dan dilanjutkan oleh Kiai Anshor.

 Namun kemudian Pondok Pabelan kembali mengalami kevakuman. Akhirnya, pada tanggal 28 Agustus 1965, salah seorang keturunan perintis Pondok Pabelan, Hamam Dja'far, mendirikan kembali Pondok Pabelan dengan sistem dan kurikulum yang lebih modern, diberi nama "Balai Pendidikan Pondok Pesantren Pabelan".. Balai Pendidikan Pondok Pesantren Pabelan berada di bawah naungan Yayasan Wakaf Pondok Pabelan.

Pondok Pesantren Pabelan menyelenggarakan pendidikan untuk santri putra dan putri selama 6 tahun bagi lulusan Sekolah Dasar (SD) atau Madrasah Ibtidaiyah (MI), dan selama 4 tahun bagi lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP) atau Madrasah Tsanawiyah (MTs). Pendidikan formal yang digunakan adalah Kulliyatul Mu'allimien al-Islamiyah (KMI), yang sudah disetarakan dengan SMU berdasarkan SK Mendiknas. Di Pondok Pesantren Pabelan, para santri akan secara otomatis juga mengikuti program pendidikan Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA).

3. PONDOK PESANTREN ASRAMA PERGURUAN ISLAM API

Lokasi : Jl. Magelang - Salatiga, Ngernak, Tegalrejo, Kec. Tegalrejo, Magelang, Jawa Tengah 56192

Pondok Pesantren Asrama Perguruan Islam (API) Tegalrejo didirikan pada tanggal 15 September 1944 oleh KH. Chudlori, seorang ulama yang juga berasal dari desa Tegalrejo. Beliau adalah menantu dari Mbah Dalhar (KH. Nahrowi) pengasuh Pondok Pesantren Darus Salam Watucongol Muntilan Magelang. Pada tahun 1947 ditetapkan nama pesantrennya adalah Asrama Perguruan Islam (API) yang merupakan hasil dari shalat Istikharoh.

Dengan lahirnya nama Asrama Perguruan Islam, beliau berharap agar para santrinya kelak di masyarakat mampu dan mau menjadi guru yang mengajarkan dan mengembangkan syariat-syariat Islam.Adapun yang melatar belakangi berdirinya Asrama Perguruan Islam adalah adanya semangat jihad Ii i’lai kalimatillah yang mengkristal dalam jiwa sang pendiri itu sendiri.

Berkat ketegaran dan keuletan Simbah Chudlori dalam upayanya mewujudkan Pondok Pesantren Asrama Perguruan Islam baik secara dhohir maupun batin, santri yang pada awal berdirinya hanya berjumlah delapan orang, tiga tahun kemudian sudah mencapai sekitar 100-an. Setelah melewati zaman penjajahan Belanda yang memprihatinkan,  pada tahun 1977 jumlah santri sudah mencapai sekitar 1500-an.

Kyai Chudhori dipanggil kerahmatullah (wafat) pada tahun 1977, sehingga kegiatanta’lim wataalum terpaksa diambil alih oleh putra sulungnya yaitu KH. Abdurrohman Ch. dengan dibantu oleh putra keduanya yaitu Bp. Achmad Muhammad. API pada awal periode KH. Abdurrohman Ch. jumlah santri menurun drastis, sehingga pada tahun 1980 tinggal sekitar 760-an.

Akan tetapi nampak keuletan dan kegigihan Simbah Chudhori telah diwariskan kepada putra-putranya yaitu KH. Abdurrohman Ch dan adik-adiknya, sehingga jumlah santri bisa kembali meningkat, yang sampai pada tahun 1992 menurut catatan sekretaris jumlah santri mencapai 2.698 anak.

Tepat pada tanggal 10 Rabi’ul Awwal 1430 H Al Karim ibnal Karim Ahmad Muhammad meninggal dunia yang kurang lebih satu tahun kedepannya disusul meninggalnya KH. Abdurrahman yaitu pada tanggal 24 Januari 2011. Jasa-jasa keduanya dalam menghidupkan dan melestarikan ajaran Islam di pesantren sungguh sangat banyak dan mulia sehingga mengantarkan nama harum bagi pesantren, masyarakat,  negara dan agama. Tradisi kepemimpinan dalam pesantren dibebankan pada adik-adik dan seluruh keluarga.

Dan saat ini telah didirikan SMP & SMK Syubbanul Wathon dibawah naungan Yayasan Syubbanul Wathon. Sekolah yang berdiri pada tahun 2010 dan diresmikan pada tanggal 6 Maret 2011 oleh Menteri Pendidikan Nasional Bapak Prof. Dr. Muhamad Nuh, DEA ini berada dibawah naungan Yayasan Syubbanul Wathon, yayasan yang diprakarsai oleh Almarhum Almaghfurlah KH.

Adapun program pendidikan (salaf) yang diselenggarakan sejak dahulu menggunakan sistem klasikal. Bentuk pendidikan yang ada berupa madrasah yang terdiri dari 7 kelas. Kurikulum yang dipakai di kelas 1 sampai kelas terakhir secara berjenjang mempelajari khusus ilmu agama, baik itu fikih, aqidah, akhlaq, tasawuf dan ilmu alat (nahwu dan sharaf) yang semuanya dengan kita berbahasa Arab. Kitab-kitab yang diajarkan di bidang fikih antara lain safinatun- Najah, fathul Qarib, Minhajul Qowim, Fathul Wahhab, al- Mahalli, Fathul Mu’in, dan Uqdatul-Farid. Di bidang ushul fiqh antara lin Faraidul – Bahiyah. Di bidang tauhid antara lain ‘Aqidatul ‘Awam. Dan dibidang akhlaq / Tasawwuf antara lin kitab Ihya Ulumuddin. Kelas satu sampai dengan tujuh di PP Tegalrejo, oleh masyarkat lebih dikenal dengan nama kitan yang dipelajari , seperti di tingkat I dikenal Jurumiyah Jawan, tingkat II dengan nama Jurumiyah, tingkat III dengan nama Fathul Qarib, tingkat IV dengan Alfiyah, tingkat V dengan Fathul Wahab, tingkat VI dengan Al Mahalli, tingkat VII dengan Fathul Mu’in dan di tingkat VIII dengan Ihayah Ulumuddin.

EKSTRAKURIKULER

Latihan pidato tiga bahasa (Arab, Inggris dan Indonesia), pelatihan wira usaha, kursus bahasa Arab dan Inggris, seni kaligrafi Al-Qur’an, seni baca Al-Qur’an dan tahfiz Al-Qur’an, morning conversation, keterampilan tangan, beladiri, pramuka, drum band, teater, kursus computer dan lain-lain.

4. PONDOK PESANTREN ISLAM AL IMAN

Lokasi : Jalan Talun Km 1 Patosan Sedayu, Muntilan, Ngaglik, Muntilan, Kec. Muntilan, Magelang, Jawa Tengah 56411

Pada bulan November tahun 1942 di Kampung beteng Muntilan mendirikan sebuah lembaga pendidikan bernama “Perguruan Al Iman”. Sang pendiri adalah ustadz Yunus Alwan, beliau adalah alumni Madrasah Alawiyah Arabiyah di Singapura, Selepas dari singapura dia melanjutkan studinya ke Pondok Pesantren Tremas di Jawa Timur dan Madrasah Aliyah Al Iman di Kodya Magelang. pada tahun ini ia menyiapkan kurikulum salaf dan pada tahun kedua dilengkapi dengan sistem klasikal (madrasah) dan berjalan selama 21 tahun. pendidikan dengan sistem ini telah menghasilkan kader-kader muballigh terkenal di Magelang pada tahun 70-an. saat itu alumnus mencapai 4500 orang lebih.

Pada tahun 1963 kurikulum pesantren disempurnakan, sehingga alumni Al Iman Muntilan dapat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Sedangkan prosentasi pelajarannya adalah 65% prodi agama / Bahasa Arab dan 35% prodi umum. Kondisi ini berjalan hingga tahun 1986 dengan pasang surut.

Pasca wafatnya KH. Muhammad Hadi Yunus ada kekosongan kekuasaan maka kepemimpinan pesantren sementara digantikan oleh Kyai Juhdan Fathoni, hingga pada tahun 2002 Kepemimpinan diamanahkan kembali pada putra KH Muhammad Hadi, yaitu Kyai Muhammad Zuhaery, MA. Dia adalah figur pemimpin yang telah mengenyam pendidikan di berbagai pesantren dan perguruan tinggi di dalam dan luar negeri. Pada masa kepemimpinan ini, kurikulum pesantren terus dikembangkan dan disempurnakan. TMM yang dulu lulus setelah lulus MA sekarang TMM merupakan sistem pendidikan di mana pesantren adalah Madrasah Tsanawiyah (MTs), Madrasah Aliyah (MA) dan Takhassus.

5. PONDOK PESANTREN TIDAR

Lokasi : Tidar Dudan, Magelang Selatan, Tidar Utara, Kec. Magelang Sel., Kota Magelang, Jawa Tengah 56125

Pondok Pesantren Tidar ini berdiri atas cita-cita dari sang Pendiri KH. Musyarofi Zarkasyi yang diawali dengan mendirikan PMT ( Pengajian Mengaji Tidar ) di Kampung Malangan Kel. Tidar kec. Magelang Selatan Kota Magelang pada tahun 1980 M, setelah di Malangan berjalan dengan baik maka KH. Musyarofi mengembangkan sayap perjuangannya menegakkan kalimah Alloh dalam dunia pendidikan adalah dengan mengajar di kampung Tidar Dudan sebagaimana cita-cita beliau semasa nyantri di Pondok Pabelan Kabupaten Magelang.

Walaupun di kampung Tidar Dudan ini untuk mewujudkan cita-cita beliau tidaklah mudah namun dengan niat dalam hati dan tekad yang sangat kuat juga dengan mempunyai 2 prinsip : pertama berani memulai yang kedua adalah mencintai pekerjaan tersebut. Maka terwujudlah cita-cita beliau untuk mendirikan Pondok Pesantren Tidar. Yang dideklarasikan pada hari senin tanggal 12 Desember 1983 M.

Dari tahun ke tahun Pondok Pesantren terus meningkatkan usahanya, terlebih lagi sangatlah memperhatikan Pendidikan Agama bagi masyarakat ekonomi menengah kebawah maka dari itu sejak beberapa tahun yang lalu kami berusaha menangani pendidikan anak-anak yang menjadi lahan beramal bagi kita, selain anak-anak yatim juga ada anak-anak dzuafa’ dan anak - anak terlantar dan Alhamdulillah sedikit banyak telah menunjukkan hasilnya yang tersebar dimana-mana di berbagai sektor kehidupan masyarakat.

6. PONDOK PESANTREN DARUL MUKHLASIN II

Lokasi : Gununglawak, Krincing, Kec. Secang, Magelang, Jawa Tengah 56195

Pondok Pessantren Sirojul Mukhasin 2 dipandang sebagai salah satu Pesantren yang tergolong besar di Kabupaten Magelang. Dikatakan besar dilihat dari kuantitas santri saat ini, pesantren ini memiliki lebih dari 1.000 santri. Dengan angka itu pesantren yang sering disebut dengan Pondok Yajri tersebut  termasuk pesantren yg memiliki jumlah santri terbanyak di Kecamatan Secang setelah Pondok Pesantren Sirojul Mukhlasin 1 yang terletak di kecamatan yg sama.

Sebagaimana telah disebutkan di awal, bahwa selain pesantren Yayasan Bakti Yajri juga menaungi dua lembagai pendidikan yang lain, yaitu MTs Yajri dan MA Yajri. Meski demikian pengelolaan program pendidikan, kuriikukum serta administrasi tetap terintegrasi.

Pesantren ini mengkolabrosikan anatra sistim pendidikan formal dan sistem pendidikan salaf / pesantren, hal ini tidak terlepas dari pengalaman dan latar belakang pendidikan  Pengasuh Pesantren, KH. Minannurohman Anshori yang menimba pendidikan formanya di Pondok Modern Gontor selama 6 tahun, kemudian menyempurnakan pendidikanya di Ponpes Salaf Sarang Rembang di bawah asuhan Simbah KH Maemun Zubair langsung. Di Sarang, beliau menimba ilmu dan berkhidmat selama kurang lebih 8 tahun di era tahun 70-80an.

Dalam perjalanannya, perbaikan demi perbaikan terus dilakukan secara bertahap dalam peningkatan dan pengembangan sistem pendidikan dan pembinaan siswa-santri maupun dalam peningkatan kualitas output-nya.  Perubahan dan pembaharuan ini dimaksudkan sebagai kesiapan madrasah dan pesantren dalam menghadapi tantangan dan tuntutan global.

7. PONDOK PESANTREN DARUSSALAM

Lokasi : Jl. Watucongol, Santre, Gunungpring, Kec. Muntilan, Magelang, Jawa Tengah 56415

Pondok Pesantren (Ponpes) Darussalam di Muntilan Magelang adalah potret panjang pluralisme, nasionalisme, dan kesantrian di Jawa (Indonesia) yang tergambar sejak masa perang kemerdekaan.

Catatan panjang ini yang menjadikan Ponpes Darussalam selalu dikunjungi oleh para tokoh, termasuk Presiden Jokowi dan sebelumnya Gus Dur pun menjadikan ponpes ini sebagai rujukan kesantrian dan keindonesiaan.

Ponpes Darussalam memang bukan pesantren besar dari jumlah santrinya. Kebesaran nama pondok ini adalah sejarah berdirinya yang kental dengan nuansa perjuangan melawan penjajah di masa Perang Jawa yang dipimpin Pangeran Diponegoro.

Menurut sejarah, Ponpes ini didirikan oleh Kiai Abdurrauf bin Hasan Tuqa pada 1820. Kiai ini adalah salah seorang senapati (panglima perang) Pangeran Diponegoro. Leluhur Kiai Hasan Tuqa berasal dari trah Sunan Amangkurat Mas atau Amangkurat III. Itu sebabnya Kiai Hasan memiliki gelar kebangsawanan yaitu Raden Bagus Kemuning.

Generasi keempat pengasuh pesantren ini adalah ulama yang sangat populer, terutama di kalangan warga NU. Yaitu KH Ahmad Abdul Haq Dalhar atau yang akrab disapa Mbah Mad Watucongol juga sangat populer.

Itulah daftar Pondok Pesantren terbaik di Magelang Jawa Tengah.

7 Pondok Pesantren Terbaik Dan Terbesar Di Magelang

Magelang merupakan sebuah Kabupaten di provinsi Jawa Tengah. Ibu kota Kabupaten ini adalah Kota Mungkid.

Berikut ini tim kami kuwaluhan.com telah merangkum daftar Pondok Pesantren Salafiyah maupun modern Terbaik Dan Terkenal di Kabupaten Magelang Jawa Tengah :

1. PONDOK MODERN DARUL QIYAM GONTOR 6

Lokasi : Gadingsari, Mangunsari, Sawangan, Jawa Tengah, Mranggen, Mangunsari, Sawangan, Magelang, Jawa Tengah 56481

Darul Qiyam mempunyai daya tarik tersendiri jika dibandingkan dengan cabang Gontor lainnya karena disamping pondok ini terletak di kaki Gunung Merbabu dan di Jalur Ketep Pass (Gardu Pandang Merapi Indah), yang memiliki udara sejuk, juga kondisi alamnya yang masih alami, menyebabkan tempat ini sangat cocok untuk sebuah lembaga pendidikan.

Sebelum pondok ini diresmikan dan diserahkan kepada Gontor, Pimpinan Pondok Modern Gontor menunjuk dan mengutus Ust. Ali Sarkowi, Lc (alm) untuk berada di cikal bakal Pondok ini selama ± 1/2 bulan hingga dibukalah Pondok ini secara resmi.

Pada akhir tahun 2002, Bapak Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor menunjuk Ust. H. Muhammad Syuja’i Slamet, B.A sebagai wakil pengasuh di Pondok Modern Gontor 6 Darul Qiyam Magelang menggantikan Ust. H. Farid Sulistyo, Lc.

Kemudian pada tahun 2009, dibukalah cabang perkuliahan Institut Studi Islam Darussalam untuk Fakultas Syariah Prodi Ekonomi Islam oleh Purek I ISID, KH Imam Subakir Ahmad.

Kurikulum KMI yang bersifat akademis dibagi dalam beberapa bidang yang mengacu pada kurikulum Gontor Pusat, yaitu:

- Bahasa Arab
- Dirasah Islamiyah
- Ilmu keguruan dan psikologi pendidikan
- Bahasa Inggris
- Ilmu PastiIlmu Pengetahuan Alam
- Ilmu Pengetahuan Sosial
- Keindonesiaan/ Kewarganegaraan.

KMI membagi pendidikan formalnya dalam perjenjangan yang sudah diterapkan sejak tahun 1936. KMI memiliki program reguler dan program intensif.

2. PONDOK PESANTREN PABELAN

Lokasi : Jl. Pd. Pabelan, Pabelan Empat, Pabelan, Mungkid, Magelang, Jawa Tengah 56551

Pondok Pesantren Pabelan didirikan oleh K.H. Hamam Dja'far pada 28 Agustus 1965. Pondok Pesantren Pabelan terletak di Desa Pabelan, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Pondok Pabelan merupakan lembaga pendidikan yang telah mengalami sejarah panjang dan saat ini merupakan kebangkitan yang ketiga. Cikal bakal Pondok Pesantren Pabelan dimulai pada tahun 1800-an, ditandai dengan kegiatan mengaji yang dirintis oleh Kiai Raden Muhammad Ali. Tapi kemudian terhenti setelah terjadi Perang Diponegoro (1825-1830) hingga waktu yang panjang. Kemudian, pada tahun 1900-an Pondok Pabelan ini bangkit kembali di bawah asuhan Kiai Anwar dan dilanjutkan oleh Kiai Anshor.

 Namun kemudian Pondok Pabelan kembali mengalami kevakuman. Akhirnya, pada tanggal 28 Agustus 1965, salah seorang keturunan perintis Pondok Pabelan, Hamam Dja'far, mendirikan kembali Pondok Pabelan dengan sistem dan kurikulum yang lebih modern, diberi nama "Balai Pendidikan Pondok Pesantren Pabelan".. Balai Pendidikan Pondok Pesantren Pabelan berada di bawah naungan Yayasan Wakaf Pondok Pabelan.

Pondok Pesantren Pabelan menyelenggarakan pendidikan untuk santri putra dan putri selama 6 tahun bagi lulusan Sekolah Dasar (SD) atau Madrasah Ibtidaiyah (MI), dan selama 4 tahun bagi lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP) atau Madrasah Tsanawiyah (MTs). Pendidikan formal yang digunakan adalah Kulliyatul Mu'allimien al-Islamiyah (KMI), yang sudah disetarakan dengan SMU berdasarkan SK Mendiknas. Di Pondok Pesantren Pabelan, para santri akan secara otomatis juga mengikuti program pendidikan Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA).

3. PONDOK PESANTREN ASRAMA PERGURUAN ISLAM API

Lokasi : Jl. Magelang - Salatiga, Ngernak, Tegalrejo, Kec. Tegalrejo, Magelang, Jawa Tengah 56192

Pondok Pesantren Asrama Perguruan Islam (API) Tegalrejo didirikan pada tanggal 15 September 1944 oleh KH. Chudlori, seorang ulama yang juga berasal dari desa Tegalrejo. Beliau adalah menantu dari Mbah Dalhar (KH. Nahrowi) pengasuh Pondok Pesantren Darus Salam Watucongol Muntilan Magelang. Pada tahun 1947 ditetapkan nama pesantrennya adalah Asrama Perguruan Islam (API) yang merupakan hasil dari shalat Istikharoh.

Dengan lahirnya nama Asrama Perguruan Islam, beliau berharap agar para santrinya kelak di masyarakat mampu dan mau menjadi guru yang mengajarkan dan mengembangkan syariat-syariat Islam.Adapun yang melatar belakangi berdirinya Asrama Perguruan Islam adalah adanya semangat jihad Ii i’lai kalimatillah yang mengkristal dalam jiwa sang pendiri itu sendiri.

Berkat ketegaran dan keuletan Simbah Chudlori dalam upayanya mewujudkan Pondok Pesantren Asrama Perguruan Islam baik secara dhohir maupun batin, santri yang pada awal berdirinya hanya berjumlah delapan orang, tiga tahun kemudian sudah mencapai sekitar 100-an. Setelah melewati zaman penjajahan Belanda yang memprihatinkan,  pada tahun 1977 jumlah santri sudah mencapai sekitar 1500-an.

Kyai Chudhori dipanggil kerahmatullah (wafat) pada tahun 1977, sehingga kegiatanta’lim wataalum terpaksa diambil alih oleh putra sulungnya yaitu KH. Abdurrohman Ch. dengan dibantu oleh putra keduanya yaitu Bp. Achmad Muhammad. API pada awal periode KH. Abdurrohman Ch. jumlah santri menurun drastis, sehingga pada tahun 1980 tinggal sekitar 760-an.

Akan tetapi nampak keuletan dan kegigihan Simbah Chudhori telah diwariskan kepada putra-putranya yaitu KH. Abdurrohman Ch dan adik-adiknya, sehingga jumlah santri bisa kembali meningkat, yang sampai pada tahun 1992 menurut catatan sekretaris jumlah santri mencapai 2.698 anak.

Tepat pada tanggal 10 Rabi’ul Awwal 1430 H Al Karim ibnal Karim Ahmad Muhammad meninggal dunia yang kurang lebih satu tahun kedepannya disusul meninggalnya KH. Abdurrahman yaitu pada tanggal 24 Januari 2011. Jasa-jasa keduanya dalam menghidupkan dan melestarikan ajaran Islam di pesantren sungguh sangat banyak dan mulia sehingga mengantarkan nama harum bagi pesantren, masyarakat,  negara dan agama. Tradisi kepemimpinan dalam pesantren dibebankan pada adik-adik dan seluruh keluarga.

Dan saat ini telah didirikan SMP & SMK Syubbanul Wathon dibawah naungan Yayasan Syubbanul Wathon. Sekolah yang berdiri pada tahun 2010 dan diresmikan pada tanggal 6 Maret 2011 oleh Menteri Pendidikan Nasional Bapak Prof. Dr. Muhamad Nuh, DEA ini berada dibawah naungan Yayasan Syubbanul Wathon, yayasan yang diprakarsai oleh Almarhum Almaghfurlah KH.

Adapun program pendidikan (salaf) yang diselenggarakan sejak dahulu menggunakan sistem klasikal. Bentuk pendidikan yang ada berupa madrasah yang terdiri dari 7 kelas. Kurikulum yang dipakai di kelas 1 sampai kelas terakhir secara berjenjang mempelajari khusus ilmu agama, baik itu fikih, aqidah, akhlaq, tasawuf dan ilmu alat (nahwu dan sharaf) yang semuanya dengan kita berbahasa Arab. Kitab-kitab yang diajarkan di bidang fikih antara lain safinatun- Najah, fathul Qarib, Minhajul Qowim, Fathul Wahhab, al- Mahalli, Fathul Mu’in, dan Uqdatul-Farid. Di bidang ushul fiqh antara lin Faraidul – Bahiyah. Di bidang tauhid antara lain ‘Aqidatul ‘Awam. Dan dibidang akhlaq / Tasawwuf antara lin kitab Ihya Ulumuddin. Kelas satu sampai dengan tujuh di PP Tegalrejo, oleh masyarkat lebih dikenal dengan nama kitan yang dipelajari , seperti di tingkat I dikenal Jurumiyah Jawan, tingkat II dengan nama Jurumiyah, tingkat III dengan nama Fathul Qarib, tingkat IV dengan Alfiyah, tingkat V dengan Fathul Wahab, tingkat VI dengan Al Mahalli, tingkat VII dengan Fathul Mu’in dan di tingkat VIII dengan Ihayah Ulumuddin.

EKSTRAKURIKULER

Latihan pidato tiga bahasa (Arab, Inggris dan Indonesia), pelatihan wira usaha, kursus bahasa Arab dan Inggris, seni kaligrafi Al-Qur’an, seni baca Al-Qur’an dan tahfiz Al-Qur’an, morning conversation, keterampilan tangan, beladiri, pramuka, drum band, teater, kursus computer dan lain-lain.

4. PONDOK PESANTREN ISLAM AL IMAN

Lokasi : Jalan Talun Km 1 Patosan Sedayu, Muntilan, Ngaglik, Muntilan, Kec. Muntilan, Magelang, Jawa Tengah 56411

Pada bulan November tahun 1942 di Kampung beteng Muntilan mendirikan sebuah lembaga pendidikan bernama “Perguruan Al Iman”. Sang pendiri adalah ustadz Yunus Alwan, beliau adalah alumni Madrasah Alawiyah Arabiyah di Singapura, Selepas dari singapura dia melanjutkan studinya ke Pondok Pesantren Tremas di Jawa Timur dan Madrasah Aliyah Al Iman di Kodya Magelang. pada tahun ini ia menyiapkan kurikulum salaf dan pada tahun kedua dilengkapi dengan sistem klasikal (madrasah) dan berjalan selama 21 tahun. pendidikan dengan sistem ini telah menghasilkan kader-kader muballigh terkenal di Magelang pada tahun 70-an. saat itu alumnus mencapai 4500 orang lebih.

Pada tahun 1963 kurikulum pesantren disempurnakan, sehingga alumni Al Iman Muntilan dapat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Sedangkan prosentasi pelajarannya adalah 65% prodi agama / Bahasa Arab dan 35% prodi umum. Kondisi ini berjalan hingga tahun 1986 dengan pasang surut.

Pasca wafatnya KH. Muhammad Hadi Yunus ada kekosongan kekuasaan maka kepemimpinan pesantren sementara digantikan oleh Kyai Juhdan Fathoni, hingga pada tahun 2002 Kepemimpinan diamanahkan kembali pada putra KH Muhammad Hadi, yaitu Kyai Muhammad Zuhaery, MA. Dia adalah figur pemimpin yang telah mengenyam pendidikan di berbagai pesantren dan perguruan tinggi di dalam dan luar negeri. Pada masa kepemimpinan ini, kurikulum pesantren terus dikembangkan dan disempurnakan. TMM yang dulu lulus setelah lulus MA sekarang TMM merupakan sistem pendidikan di mana pesantren adalah Madrasah Tsanawiyah (MTs), Madrasah Aliyah (MA) dan Takhassus.

5. PONDOK PESANTREN TIDAR

Lokasi : Tidar Dudan, Magelang Selatan, Tidar Utara, Kec. Magelang Sel., Kota Magelang, Jawa Tengah 56125

Pondok Pesantren Tidar ini berdiri atas cita-cita dari sang Pendiri KH. Musyarofi Zarkasyi yang diawali dengan mendirikan PMT ( Pengajian Mengaji Tidar ) di Kampung Malangan Kel. Tidar kec. Magelang Selatan Kota Magelang pada tahun 1980 M, setelah di Malangan berjalan dengan baik maka KH. Musyarofi mengembangkan sayap perjuangannya menegakkan kalimah Alloh dalam dunia pendidikan adalah dengan mengajar di kampung Tidar Dudan sebagaimana cita-cita beliau semasa nyantri di Pondok Pabelan Kabupaten Magelang.

Walaupun di kampung Tidar Dudan ini untuk mewujudkan cita-cita beliau tidaklah mudah namun dengan niat dalam hati dan tekad yang sangat kuat juga dengan mempunyai 2 prinsip : pertama berani memulai yang kedua adalah mencintai pekerjaan tersebut. Maka terwujudlah cita-cita beliau untuk mendirikan Pondok Pesantren Tidar. Yang dideklarasikan pada hari senin tanggal 12 Desember 1983 M.

Dari tahun ke tahun Pondok Pesantren terus meningkatkan usahanya, terlebih lagi sangatlah memperhatikan Pendidikan Agama bagi masyarakat ekonomi menengah kebawah maka dari itu sejak beberapa tahun yang lalu kami berusaha menangani pendidikan anak-anak yang menjadi lahan beramal bagi kita, selain anak-anak yatim juga ada anak-anak dzuafa’ dan anak - anak terlantar dan Alhamdulillah sedikit banyak telah menunjukkan hasilnya yang tersebar dimana-mana di berbagai sektor kehidupan masyarakat.

6. PONDOK PESANTREN DARUL MUKHLASIN II

Lokasi : Gununglawak, Krincing, Kec. Secang, Magelang, Jawa Tengah 56195

Pondok Pessantren Sirojul Mukhasin 2 dipandang sebagai salah satu Pesantren yang tergolong besar di Kabupaten Magelang. Dikatakan besar dilihat dari kuantitas santri saat ini, pesantren ini memiliki lebih dari 1.000 santri. Dengan angka itu pesantren yang sering disebut dengan Pondok Yajri tersebut  termasuk pesantren yg memiliki jumlah santri terbanyak di Kecamatan Secang setelah Pondok Pesantren Sirojul Mukhlasin 1 yang terletak di kecamatan yg sama.

Sebagaimana telah disebutkan di awal, bahwa selain pesantren Yayasan Bakti Yajri juga menaungi dua lembagai pendidikan yang lain, yaitu MTs Yajri dan MA Yajri. Meski demikian pengelolaan program pendidikan, kuriikukum serta administrasi tetap terintegrasi.

Pesantren ini mengkolabrosikan anatra sistim pendidikan formal dan sistem pendidikan salaf / pesantren, hal ini tidak terlepas dari pengalaman dan latar belakang pendidikan  Pengasuh Pesantren, KH. Minannurohman Anshori yang menimba pendidikan formanya di Pondok Modern Gontor selama 6 tahun, kemudian menyempurnakan pendidikanya di Ponpes Salaf Sarang Rembang di bawah asuhan Simbah KH Maemun Zubair langsung. Di Sarang, beliau menimba ilmu dan berkhidmat selama kurang lebih 8 tahun di era tahun 70-80an.

Dalam perjalanannya, perbaikan demi perbaikan terus dilakukan secara bertahap dalam peningkatan dan pengembangan sistem pendidikan dan pembinaan siswa-santri maupun dalam peningkatan kualitas output-nya.  Perubahan dan pembaharuan ini dimaksudkan sebagai kesiapan madrasah dan pesantren dalam menghadapi tantangan dan tuntutan global.

7. PONDOK PESANTREN DARUSSALAM

Lokasi : Jl. Watucongol, Santre, Gunungpring, Kec. Muntilan, Magelang, Jawa Tengah 56415

Pondok Pesantren (Ponpes) Darussalam di Muntilan Magelang adalah potret panjang pluralisme, nasionalisme, dan kesantrian di Jawa (Indonesia) yang tergambar sejak masa perang kemerdekaan.

Catatan panjang ini yang menjadikan Ponpes Darussalam selalu dikunjungi oleh para tokoh, termasuk Presiden Jokowi dan sebelumnya Gus Dur pun menjadikan ponpes ini sebagai rujukan kesantrian dan keindonesiaan.

Ponpes Darussalam memang bukan pesantren besar dari jumlah santrinya. Kebesaran nama pondok ini adalah sejarah berdirinya yang kental dengan nuansa perjuangan melawan penjajah di masa Perang Jawa yang dipimpin Pangeran Diponegoro.

Menurut sejarah, Ponpes ini didirikan oleh Kiai Abdurrauf bin Hasan Tuqa pada 1820. Kiai ini adalah salah seorang senapati (panglima perang) Pangeran Diponegoro. Leluhur Kiai Hasan Tuqa berasal dari trah Sunan Amangkurat Mas atau Amangkurat III. Itu sebabnya Kiai Hasan memiliki gelar kebangsawanan yaitu Raden Bagus Kemuning.

Generasi keempat pengasuh pesantren ini adalah ulama yang sangat populer, terutama di kalangan warga NU. Yaitu KH Ahmad Abdul Haq Dalhar atau yang akrab disapa Mbah Mad Watucongol juga sangat populer.

Itulah daftar Pondok Pesantren terbaik di Magelang Jawa Tengah.

No comments