Social Items

Kabupaten Karanganyar adalah kabupaten di Provinsi Jawa Tengah. Pusat administrasi berlokasi di Karanganyar Kota, sekitar 14 km sebelah timur Kota Surakarta.

Pendidikan agama di Karanganyar terbilang cukup banyak, hal ini berdasarkan adanya Pesantren yang berada di Karanganyar. Dari hasil penelusuran tim kami kuwaluhan.com, di Karanganyar terdapat Pondok Pesantren Salaf maupun Modern Terbesar dan Terkenal yang banyak digunakan oleh masyarakat untuk mendalami ilmu agama. Berikut ini adalah daftar Ponpes tersebut :

1.  PONDOK PESANTREN IMAM BUKHARI

Lokasi : Jl. Solo - Purwodadi No.KM, RW.8, Sidorejo, Selokaton, Kec. Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah 57773

Pondok Pesantren Imam Bukhari adalah lembaga pendidikan Islam swasta yang dirintis oleh Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta pada tanggal 6 Juni 1994, dan secara resmi berdiri tanggal 1 Juli 1999.

Yayasan Lajnah Istiqomah sebagai penyelenggara telah melakukan perubahan yayasan sesuai undang-undang no 28 tahun 2001 dengan nomor pengesahan C-1659.HT.01.02.TH. 2006. Di samping itu juga sudah mendapatkan rekomendasi dari Departemen Agama Kabupaten Karanganyar nomor. Mk. 34/1.a/384/1999 tanggal 13 April 1999. Serta terdaftar di Kementrian Agama No. Kd.11.13/5/BA.00/1072/2006 tanggal 20 Juli 2006 dengan nomor statistik 512332013007.

Pondok Pesantren Imam Bukhari berdomisili di desa Selokaton, kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, di atas areal tanah seluas lebih kurang 3 ha, yang merupakan tanah wakaf dari kaum muslimin.

Sebelum resmi menjadi pondok pesantren, kegiatan yang dilaksanakan adalah menyelenggarakan pendidikan anak-anak usia 5-6 tahun (Ibtida’iyah/setingkat SD/MI) dengan program unggulan hafalan al-Qur’an. Berlokasi di rumah-rumah penduduk yang tersebar di Solo, Kartosura dan Gondangrejo. Kemudian mulai 1 Juli 1999 lembaga ini menerima santri lulusan SD/MI yang dikelola dalam program Mutawasithah (setingkat SLTP). Pada saat itulah secara resmi berdirinya Pondok Pesantren, dengan menggunakan nama “Imam Bukhari” sekaligus menempati tempat barunya berupa tanah wakaf dan bangunan dari kaum muslimin, di jalan Solo-Purwodadi Km. 8 Selokaton, Gondangrejo, Karanganyar.

Sampai tahun pelajaran 2016-2017 Pondok ini telah menampung santri lebih kurang 1.622 anak didik yang terdiri dari 779 santriwan dan 843 santriwati dengan 179 asatidzah dan pegawai.

Tujuan pendirian Pondok Pesantren Imam Bukhari adalah untuk membentuk sebuah sistem pendidikan berbasis pesantren yang bisa memberikan pengajaran dan pendidikan Islam kepada para santri untuk menjadi Generasi Thalibul ‘Ilmi yang bermanhaj Salaf dalam Berakidah, Beribadah, Berakhlaq, Bermuamalah dan Berdakwah, sekaligus sebagai lembaga yang Insya Allah bisa menjadi salah satu pusat kegiatan dakwah Islam di Indonesia, khususnya di Karanganyar – Solo.

2. PONDOK PESANTREN ISY KARIMA

Lokasi : Jl. Raya Solo-Tawangmangu No.KM 34, Popongan, Gerdu, Kec. Karangpandan, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah 57791

Yayasan Sosial dan Pendidikan Islam Isy Karima (YSPII) yang telah terbentuk sejak tahun 1994 terlebih dahulu merencanakan pendirian pondok pesantren Taman Pendidikan Al-Qur’an setingkat SMA di bawah bimbingan Ustadz Ya’qub Basya (rahimahullah) dan Ustadz Suwardi Efendi, Lc (rahimahullah).

 Dengan didirikannya program pendidikan ini diharapkan para lulusannya dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi lagi, yaitu ke perguruan tinggi di Indonesia, terutama di Timur Tengah.

 Kiprah YSPII pun terus berlanjut dengan membuat program baru, yaitu Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) untuk anak-anak pada tahun 1996. Program ini dibuat sebagai upaya memakmurkan Masjid Bilal Bin Rabah, sebuah masjid yang dibangun di atas tanah wakaf dari kaum muslimin melalui Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII).

Berawal dari niat baik untuk memberikan manfaat kepada umat, sejumlah penasihat dari YSPII yang terdiri atas Ustadz Ahmad Husnan, Lc (hafizhahullah), Ustadz Muzayyin Abdul Wahab, Lc (rahimahullah), Ustadz Suwardi Efendi, Lc (rahimahullah), dan Ustadz Muhammad Ilyas, Lc (hafizhahullah) serta dari DDII perwakilan Jawa Tengah memutuskan untuk mendirikan sebuah program pendidikan berupa Ma’had Tahfizhul Qur’an.

Sejak itu, dibentuklah sebuah tim kerja guna menindaklanjuti program tersebut yand dibidani dan diketuai oleh Ustadz KH. Wahyuddin dan dibantu oleh para pengurus DDII serta sebagian santri Diniyyah putra YSPII angkatan I. Akhirnya, pada tahun 1998 secara resmi berdirilah Ma’had ‘Aly Tahfizhul Qur’an Isy Karima yang merupakan program pendidikan setingkat Diploma II dengan masa pendidikan selama 2 tahun dengan fasilitas beasiswa penuh. Jumlah mahasantri angkatan pertama sebanyak 16 orang berasal dari berbagai daerah.

Selama 2 tahun mereka diwajibkan mengkhatamkan Al-QUr’an sebanyak 30 Juz. dan barulah pada tahun 2000 Ma’had Tahfizhul Qur’an Isy Karima berhasil mewisuda angkatan pertamanya. Upaya pengurus Ma’had Tahfizhul Qur’an dalam meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat Indonesia tidak berhenti sampai di situ. Pada tahun 1999 merekapun mendirikan Madrasah Aliyah Tahfizhul Qur’an (MATIQ) masa pendidikan 4 tahun dipimpin oleh Ustadz Eman Badru Tamam, Lc jumlah siswa angkatan pertamanya sebanyak 7 orang.

Tidak hanya itu, merekapun menyelenggarakan program bimbingan da’i di tahun yang sama. Program ini ditujukan bagi para da’i yang berasal dari tiga kecaraman di sekitar lingkungan Ma’had, yaitu Karangpandan, Ngargoyoso, dan Tawangmangu. Pada setiap sore harinya para da’i secara antusias mengikuti program bimbingan. Demikianlah perjalanan singkat Ma’had Tahfizhul Qur’an Isy Karima yang diawali dari niat baik untuk memberikan manfaat kepada umat dan sekaligus mendukung program pemerintah wajib belajar 9 tahun. laju perjuangan ini tentu saja tidak akan berhenti sampai di sini. Masih banyak cita-cita mulia yang ingin diwujudkan demi menegakkan Islam.

3. PONDOK PESANTREN AL KARIMAH

Lokasi : Dompon, Jungke, Kec. Karanganyar, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah 57713

Pondok Pesantren Al Karimah Karanganyar (AKK) adalah lembaga pendidikan di bawah naungan Yayasan Majma Karima Karanganyar. Pondok Pesantren ini di rintis sejak tahun 2014 dengan tujuan untuk menyebarkan dakwah Ahlu Sunnah Waljama’ah. Dengan tujuan mulia tersebut di harapkan dakwah Ahlu Sunnah Waljamaah dapat berkembang dengan baik di lingkungan Kabupaten Karanganyar dan di Indonesia pada ummnya, karena PP Al Karimah ini terbuka untuk masyarakat umum di seluruh Indonesia.

PP AKK berupaya dengan sungguh-sungguh untuk mengembangkan konsep pendidikan  dengan materi Diniyah Islamiyah dan Materi-materi umum yang dipadukan dalam sebuah kurikulum komprehensip yang juga mengaju pada kurikulum yang dikembangkan oleh Kerajaan Saudi Arabia. Dengan demikian diharapkan alumni dari PP AKK mempunyai kompetensi yang unggul baik Diniyah maupun bekal ilmu pengetahuan.

Adapun beberapa program yang dikembangkan di PP AKK meliputi :

- Setingkat Raudhotul Athfal (RA) Al Karimah
- Setingkat Madrasah Salafiyah Ula (MSU) Al Karimah
- Setingkat Madrasah Salafiyah Wustho (MSW) Al Karimah

4. PONDOK PESANTREN AL-INSHOF KARANGANYAR

Lokasi : Jalan Pondok Pesantren No.1, RT 07 RW 09 Sulurejo, Ds Plesungan, Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah 57181

Pondok Pesantren Al-Inshof dirintis dalam bentuk lembaga pendidikan non-formal oleh KH Abdullah Sa’ad dan pendiri yayasan lainnya dibantu masyarakat sekitar. Pondok Pesantren Al-Inshof memiliki idealisme sebagai wadah pengembangan ajaran islam berhaluan Ahlu Sunnah wal Jamaah yang memegang teguh komitmen kebangsaan Indonesia. Pondok Pesantren Al-Inshof bercirikan paham keagamaan yang mengembangkan sikap tasamuh (toleran), tawassuth (tengah-tengah), dan ta’dil (adil).

Seluruh sikap tersebut dilandasi oleh metode dakwah Rasulullah SAW yang menekankan tersampaikannya hikmah agama melalui nasehat-nasehat, diskusi yang mencerahkan akal dan teladan yang karim. Al-Inshof bertujuan menghadirkan majelis agama yang mampu menjadi wadah pertaubatan dan keinsyafan diri manusia sebagai seorang hamba dapat terealisasi.

Perintisan Pondok Pesantren Al-Inshof dimulai dari semakin berkembangnya kajian agama yang dirintis oleh KH Abdullah Sa’ad. di beberapa penjuru kota Surakarta, yaitu di wilayah Kadipiro (pengajian kitab-kitab tasawuf), Songgolangit (kajian umum), Gentan (kajian umum), Wonorejo (tafsir Al-Qur’an), Jebres (khusus mahasiswa), Colomadu (kajian kitab-kitab hadits), dan beberapa majelis lainnya yang berpusat di masjid Jannatul Firdaus, Laweyan, Surakarta (kajian fiqih dan tafsir Al-Qur’an).

Perkembangan tersebut mendapat apresiasi luar biasa dari berbagai lapisan masyarakat. Salah satu bentuk apresiasi tersebut berupa sebidang tanah wakaf seluas ± 1900 m2 di daerah Plesungan, Gondangrejo dari keluarga (alm) Drs. H. Muhammad Slamet Iskandar untuk dijadikan sebagai pusat pengembangan kajian islam. Pembangunan Pondok Pesantren Al-Inshof ini berangkat dari rekomendasi dan restu dari guru kami Al-Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya (ketua MUI Jawa Tengah) di Pekalongan, KH. Abdullah Hafidz (Pengasuh Pon-pes Manarul Huda, Kudus), Habib Syeh bin Abdul Qodir As-Segaf, Solo dan seluruh guru kami yang tidak dapat kita sebutkan satu per satu, untuk menerima amanah berupa tanah tersebut dan selanjutnya membentuk Yayasan Untaian Bintang Sembilan sebagai induk organisasi Pesantren Al-Inshof dan juga mendapat dukungan dari orang tua kami serta tokoh-tokoh islam di Karanganyar dan Surakarta, baik dari para kyai dan habaib.

Pendidikan

1. Pendidikan Pesantren
2. Tahfidz Al-Qur’an
3. Kajian Kitab Kuning
4. Pendidikan Takhossus
5. Madrasah Diniyah tingkat Awaliyah, Wustho, Ulya, dan Ma’had A’li
6. Pengajian Majlis Ta’lim
7. Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ)
8. Pelatihan-pelatihan.
9. Pengajian
10.Tilawatil Qur'an

Ekstrakurikuler

1. Kajian kitab-kitab kuning
2. Pembinaan Tahfidz dan Tilawatil Al-Qur’an
3. Latihan berpidato dalam tiga bahasa (Indonesia, Inggris dan Arab)
4. berbahasa Arab dan Inggris sehari-hari
5. Diskusi dan Penelitian Ilmiah
6. Kepramukaan
7. Pengembangan Olahraga
8. Pengembangan Seni Drumband, Qashidah dan Marawis
9. Pengembangan Seni Beladiri
10. Tahfidhul Qur’an
11. Pengembangan jurnalistik dan publisistik
12. Pengembangan Exacta (Lab Skill), Ketrampilan, Wirausaha

Itulah beberapa daftar Pondok Pesantren Terkenal di Karanganyar Jawa Tengah.

4 Pondok Pesantren Terbaik Di Karanganyar Jawa Tengah

Kabupaten Karanganyar adalah kabupaten di Provinsi Jawa Tengah. Pusat administrasi berlokasi di Karanganyar Kota, sekitar 14 km sebelah timur Kota Surakarta.

Pendidikan agama di Karanganyar terbilang cukup banyak, hal ini berdasarkan adanya Pesantren yang berada di Karanganyar. Dari hasil penelusuran tim kami kuwaluhan.com, di Karanganyar terdapat Pondok Pesantren Salaf maupun Modern Terbesar dan Terkenal yang banyak digunakan oleh masyarakat untuk mendalami ilmu agama. Berikut ini adalah daftar Ponpes tersebut :

1.  PONDOK PESANTREN IMAM BUKHARI

Lokasi : Jl. Solo - Purwodadi No.KM, RW.8, Sidorejo, Selokaton, Kec. Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah 57773

Pondok Pesantren Imam Bukhari adalah lembaga pendidikan Islam swasta yang dirintis oleh Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta pada tanggal 6 Juni 1994, dan secara resmi berdiri tanggal 1 Juli 1999.

Yayasan Lajnah Istiqomah sebagai penyelenggara telah melakukan perubahan yayasan sesuai undang-undang no 28 tahun 2001 dengan nomor pengesahan C-1659.HT.01.02.TH. 2006. Di samping itu juga sudah mendapatkan rekomendasi dari Departemen Agama Kabupaten Karanganyar nomor. Mk. 34/1.a/384/1999 tanggal 13 April 1999. Serta terdaftar di Kementrian Agama No. Kd.11.13/5/BA.00/1072/2006 tanggal 20 Juli 2006 dengan nomor statistik 512332013007.

Pondok Pesantren Imam Bukhari berdomisili di desa Selokaton, kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, di atas areal tanah seluas lebih kurang 3 ha, yang merupakan tanah wakaf dari kaum muslimin.

Sebelum resmi menjadi pondok pesantren, kegiatan yang dilaksanakan adalah menyelenggarakan pendidikan anak-anak usia 5-6 tahun (Ibtida’iyah/setingkat SD/MI) dengan program unggulan hafalan al-Qur’an. Berlokasi di rumah-rumah penduduk yang tersebar di Solo, Kartosura dan Gondangrejo. Kemudian mulai 1 Juli 1999 lembaga ini menerima santri lulusan SD/MI yang dikelola dalam program Mutawasithah (setingkat SLTP). Pada saat itulah secara resmi berdirinya Pondok Pesantren, dengan menggunakan nama “Imam Bukhari” sekaligus menempati tempat barunya berupa tanah wakaf dan bangunan dari kaum muslimin, di jalan Solo-Purwodadi Km. 8 Selokaton, Gondangrejo, Karanganyar.

Sampai tahun pelajaran 2016-2017 Pondok ini telah menampung santri lebih kurang 1.622 anak didik yang terdiri dari 779 santriwan dan 843 santriwati dengan 179 asatidzah dan pegawai.

Tujuan pendirian Pondok Pesantren Imam Bukhari adalah untuk membentuk sebuah sistem pendidikan berbasis pesantren yang bisa memberikan pengajaran dan pendidikan Islam kepada para santri untuk menjadi Generasi Thalibul ‘Ilmi yang bermanhaj Salaf dalam Berakidah, Beribadah, Berakhlaq, Bermuamalah dan Berdakwah, sekaligus sebagai lembaga yang Insya Allah bisa menjadi salah satu pusat kegiatan dakwah Islam di Indonesia, khususnya di Karanganyar – Solo.

2. PONDOK PESANTREN ISY KARIMA

Lokasi : Jl. Raya Solo-Tawangmangu No.KM 34, Popongan, Gerdu, Kec. Karangpandan, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah 57791

Yayasan Sosial dan Pendidikan Islam Isy Karima (YSPII) yang telah terbentuk sejak tahun 1994 terlebih dahulu merencanakan pendirian pondok pesantren Taman Pendidikan Al-Qur’an setingkat SMA di bawah bimbingan Ustadz Ya’qub Basya (rahimahullah) dan Ustadz Suwardi Efendi, Lc (rahimahullah).

 Dengan didirikannya program pendidikan ini diharapkan para lulusannya dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi lagi, yaitu ke perguruan tinggi di Indonesia, terutama di Timur Tengah.

 Kiprah YSPII pun terus berlanjut dengan membuat program baru, yaitu Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) untuk anak-anak pada tahun 1996. Program ini dibuat sebagai upaya memakmurkan Masjid Bilal Bin Rabah, sebuah masjid yang dibangun di atas tanah wakaf dari kaum muslimin melalui Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII).

Berawal dari niat baik untuk memberikan manfaat kepada umat, sejumlah penasihat dari YSPII yang terdiri atas Ustadz Ahmad Husnan, Lc (hafizhahullah), Ustadz Muzayyin Abdul Wahab, Lc (rahimahullah), Ustadz Suwardi Efendi, Lc (rahimahullah), dan Ustadz Muhammad Ilyas, Lc (hafizhahullah) serta dari DDII perwakilan Jawa Tengah memutuskan untuk mendirikan sebuah program pendidikan berupa Ma’had Tahfizhul Qur’an.

Sejak itu, dibentuklah sebuah tim kerja guna menindaklanjuti program tersebut yand dibidani dan diketuai oleh Ustadz KH. Wahyuddin dan dibantu oleh para pengurus DDII serta sebagian santri Diniyyah putra YSPII angkatan I. Akhirnya, pada tahun 1998 secara resmi berdirilah Ma’had ‘Aly Tahfizhul Qur’an Isy Karima yang merupakan program pendidikan setingkat Diploma II dengan masa pendidikan selama 2 tahun dengan fasilitas beasiswa penuh. Jumlah mahasantri angkatan pertama sebanyak 16 orang berasal dari berbagai daerah.

Selama 2 tahun mereka diwajibkan mengkhatamkan Al-QUr’an sebanyak 30 Juz. dan barulah pada tahun 2000 Ma’had Tahfizhul Qur’an Isy Karima berhasil mewisuda angkatan pertamanya. Upaya pengurus Ma’had Tahfizhul Qur’an dalam meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat Indonesia tidak berhenti sampai di situ. Pada tahun 1999 merekapun mendirikan Madrasah Aliyah Tahfizhul Qur’an (MATIQ) masa pendidikan 4 tahun dipimpin oleh Ustadz Eman Badru Tamam, Lc jumlah siswa angkatan pertamanya sebanyak 7 orang.

Tidak hanya itu, merekapun menyelenggarakan program bimbingan da’i di tahun yang sama. Program ini ditujukan bagi para da’i yang berasal dari tiga kecaraman di sekitar lingkungan Ma’had, yaitu Karangpandan, Ngargoyoso, dan Tawangmangu. Pada setiap sore harinya para da’i secara antusias mengikuti program bimbingan. Demikianlah perjalanan singkat Ma’had Tahfizhul Qur’an Isy Karima yang diawali dari niat baik untuk memberikan manfaat kepada umat dan sekaligus mendukung program pemerintah wajib belajar 9 tahun. laju perjuangan ini tentu saja tidak akan berhenti sampai di sini. Masih banyak cita-cita mulia yang ingin diwujudkan demi menegakkan Islam.

3. PONDOK PESANTREN AL KARIMAH

Lokasi : Dompon, Jungke, Kec. Karanganyar, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah 57713

Pondok Pesantren Al Karimah Karanganyar (AKK) adalah lembaga pendidikan di bawah naungan Yayasan Majma Karima Karanganyar. Pondok Pesantren ini di rintis sejak tahun 2014 dengan tujuan untuk menyebarkan dakwah Ahlu Sunnah Waljama’ah. Dengan tujuan mulia tersebut di harapkan dakwah Ahlu Sunnah Waljamaah dapat berkembang dengan baik di lingkungan Kabupaten Karanganyar dan di Indonesia pada ummnya, karena PP Al Karimah ini terbuka untuk masyarakat umum di seluruh Indonesia.

PP AKK berupaya dengan sungguh-sungguh untuk mengembangkan konsep pendidikan  dengan materi Diniyah Islamiyah dan Materi-materi umum yang dipadukan dalam sebuah kurikulum komprehensip yang juga mengaju pada kurikulum yang dikembangkan oleh Kerajaan Saudi Arabia. Dengan demikian diharapkan alumni dari PP AKK mempunyai kompetensi yang unggul baik Diniyah maupun bekal ilmu pengetahuan.

Adapun beberapa program yang dikembangkan di PP AKK meliputi :

- Setingkat Raudhotul Athfal (RA) Al Karimah
- Setingkat Madrasah Salafiyah Ula (MSU) Al Karimah
- Setingkat Madrasah Salafiyah Wustho (MSW) Al Karimah

4. PONDOK PESANTREN AL-INSHOF KARANGANYAR

Lokasi : Jalan Pondok Pesantren No.1, RT 07 RW 09 Sulurejo, Ds Plesungan, Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah 57181

Pondok Pesantren Al-Inshof dirintis dalam bentuk lembaga pendidikan non-formal oleh KH Abdullah Sa’ad dan pendiri yayasan lainnya dibantu masyarakat sekitar. Pondok Pesantren Al-Inshof memiliki idealisme sebagai wadah pengembangan ajaran islam berhaluan Ahlu Sunnah wal Jamaah yang memegang teguh komitmen kebangsaan Indonesia. Pondok Pesantren Al-Inshof bercirikan paham keagamaan yang mengembangkan sikap tasamuh (toleran), tawassuth (tengah-tengah), dan ta’dil (adil).

Seluruh sikap tersebut dilandasi oleh metode dakwah Rasulullah SAW yang menekankan tersampaikannya hikmah agama melalui nasehat-nasehat, diskusi yang mencerahkan akal dan teladan yang karim. Al-Inshof bertujuan menghadirkan majelis agama yang mampu menjadi wadah pertaubatan dan keinsyafan diri manusia sebagai seorang hamba dapat terealisasi.

Perintisan Pondok Pesantren Al-Inshof dimulai dari semakin berkembangnya kajian agama yang dirintis oleh KH Abdullah Sa’ad. di beberapa penjuru kota Surakarta, yaitu di wilayah Kadipiro (pengajian kitab-kitab tasawuf), Songgolangit (kajian umum), Gentan (kajian umum), Wonorejo (tafsir Al-Qur’an), Jebres (khusus mahasiswa), Colomadu (kajian kitab-kitab hadits), dan beberapa majelis lainnya yang berpusat di masjid Jannatul Firdaus, Laweyan, Surakarta (kajian fiqih dan tafsir Al-Qur’an).

Perkembangan tersebut mendapat apresiasi luar biasa dari berbagai lapisan masyarakat. Salah satu bentuk apresiasi tersebut berupa sebidang tanah wakaf seluas ± 1900 m2 di daerah Plesungan, Gondangrejo dari keluarga (alm) Drs. H. Muhammad Slamet Iskandar untuk dijadikan sebagai pusat pengembangan kajian islam. Pembangunan Pondok Pesantren Al-Inshof ini berangkat dari rekomendasi dan restu dari guru kami Al-Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya (ketua MUI Jawa Tengah) di Pekalongan, KH. Abdullah Hafidz (Pengasuh Pon-pes Manarul Huda, Kudus), Habib Syeh bin Abdul Qodir As-Segaf, Solo dan seluruh guru kami yang tidak dapat kita sebutkan satu per satu, untuk menerima amanah berupa tanah tersebut dan selanjutnya membentuk Yayasan Untaian Bintang Sembilan sebagai induk organisasi Pesantren Al-Inshof dan juga mendapat dukungan dari orang tua kami serta tokoh-tokoh islam di Karanganyar dan Surakarta, baik dari para kyai dan habaib.

Pendidikan

1. Pendidikan Pesantren
2. Tahfidz Al-Qur’an
3. Kajian Kitab Kuning
4. Pendidikan Takhossus
5. Madrasah Diniyah tingkat Awaliyah, Wustho, Ulya, dan Ma’had A’li
6. Pengajian Majlis Ta’lim
7. Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ)
8. Pelatihan-pelatihan.
9. Pengajian
10.Tilawatil Qur'an

Ekstrakurikuler

1. Kajian kitab-kitab kuning
2. Pembinaan Tahfidz dan Tilawatil Al-Qur’an
3. Latihan berpidato dalam tiga bahasa (Indonesia, Inggris dan Arab)
4. berbahasa Arab dan Inggris sehari-hari
5. Diskusi dan Penelitian Ilmiah
6. Kepramukaan
7. Pengembangan Olahraga
8. Pengembangan Seni Drumband, Qashidah dan Marawis
9. Pengembangan Seni Beladiri
10. Tahfidhul Qur’an
11. Pengembangan jurnalistik dan publisistik
12. Pengembangan Exacta (Lab Skill), Ketrampilan, Wirausaha

Itulah beberapa daftar Pondok Pesantren Terkenal di Karanganyar Jawa Tengah.

No comments