Social Items

Ada beberapa golongan manusia yang sangat dibenci oleh Allah dan tidak seharusnya manusia terjerat dalam hal tersebut. Beberapa penyebabnya ada yang disadari dan sebagian perkara yang dianggap sebagai kesalahan kecil.

Berikut ini merupakan 10 sifat yang dibenci Allah :

Orang Kaya Tapi Kikir


Kikir merupakan penyakit hati yang ditimbulkan oleh perasaan cinta yang berlebihan terhadap harta sehingga enggan untuk bersedekah. Hal tersebut merupakan sifat yang dibenci Allah. Harta yang dimiliki seharusnya disedekahkan justru disimpan dan enggan membantu orang yang membutuhkan.

“Dan janganlah sekali-kali orang-orang yang kikir dengan apa yang diberikan Allah kepada mereka dari karunia-Nya, mengira bahwa (kikir) itu baik bagi mereka, padahal (kikir) itu buruk bagi mereka. Apa (harta) yang mereka kikirkan itu akan dikalugkan (di lehernya) pada hari Kiamat. Milik Allah-lah warisan (apa yang ada) di langit dan di bumi. Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.” (Q.S Ali ‘Imran : 180)

Orang Miskin Takabbur

Takabbur adalah sikap sombong dan menganggap diri sendiri lebih baik dibandingkan dengan orang lain. Jika ada orang miskin yang memiliki sifat takabbur, hal itu memang menjadi sebuah penyakit yang sulit dimengerti. Sulit untuk dipahami, kenapa sifat ini bisa dimiliki dengan kondisi yang minim harta, masih bisa menyombongkan diri terhadap orang lain. Padahal orang kaya yang memiliki harta yang banyak saja tidak boleh menyombongkan diri kepada siapa saja. Hanya Allah SWT yang boleh memiliki sifat ini karena Dia memiliki segalanya.

“Dan sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahaya yang kamu miliki. Sungguh Allah tidak menyukai orang yang sombong dan membanggakan diri.” (An-Nisaa’ : 36).

Ulama yang Rakus Pada Dunia

Kebencian Allah SWT juga tidak pernah luput dari para ulama yang menjadi perantara dalam menyampaikan kebaikan. Namun hanya kepada ulama yang memiliki sifat rakus terhadap kehidupan dunia. Sebagai pewaris para Nabi sudah seharusnya mereka tidak terlalu berpikir mewariskan dunia pada anak-anaknya nanti, namun yang ia pikirkan bagaimana ia mewariskan ilmu pada generasinya.

Sifat rakus demi dunia ini menyebabkan seorang para ulama akan jauh dari perburuan pada akhirat dan melemahkan ummat. Para ulama yang mencintai semua yang bersifat dunia akan dipastikan kehilangan pandangan dan martabat keulamaannya. Mereka yang mencintai dunia mendapat julukan sebagai ulama dunia atau ulama suu’ yang artinya ulama buruk.

“Celakalah bagi ummatku dari ulama buruk yang menjadikan agama ini sebagai komoditas, yang mereka jual pada para penguasa mereka di zamannya demi meraup keuntungan untuk diri mereka sendiri. Allah pasti tidak akan menjadikan bisnis mereka memperoleh keuntungan.” (H.R Hakim).

Wanita Yang tidak punya Rasa Malu

Secara fitrah, wanita diciptakan dengan memiliki rasa malu yang luar biasa. Hal tersebut akan tercermin dari cara mereka berbicara, memandang, serta kelembutan-kelembutan yang terlihat dari perilaku mereka yang selalu berhiaskan rasa malu. Allah SWT sangat membenci wanita yang minim rasa malu.

Contohnya ia merasa biasa saja menampakkan auratnya di hadapan pria lain yang bukan suaminya. Malu adalah mahkota seorang wanita, dan jika wanita kehilangan rasa malunya sama saja dengan kehilangan mahkota. Allah sangat memurkai mereka.

Orang tua yang Mengejar Dunia

Kita mungkin pernah mendapati orang yang sudah tua namun tetap mengejar dunia. Tidak jarang perbuatan mereka membuat cucu mereka gerah, mengingat waktu mereka sudah seharusnya digunakan untuk beribadah dan mengejar akhirat. Orang yang sudah berumur tua seharusnya mempersiapkan segala hal untuk kematiannya.

Orang tua yang masih senang dunia dan berebut kenikmatan yang hanya sementara tentu itu merupakan sifat yang dibenci Allah. Mereka tidak menyadari bahwa dunia ini akan segera mereka tinggalkan, lalu untuk apa mereka masih berburu dunia dengan rakus dan cinta tiada batas.

Pemuda yang Malas

Pemuda yang memiliki rasa malas merupakan manusia yang memiliki sifat yang dibenci Allah. Rasa malas yang mereka miliki akan berdampak di hari tua mereka. Maka malasnya pemuda adalah awal dari suram buramnya masa depan mereka. Inilah mengapa Allah membenci anak muda yang memiliki sifat yang malas. Rasulullah menghimpun orang-orang mulia dalam tujuh golongan diantaranya adalah pemuda yang enerjik. Rasulullah bersabda :

“Tujuh golongan orang yang akan mendapat naungan Allah pada hari dimana tidak ada naungan kecuali naungan Allah. Pemimpin yang adil, pemuda yang tumbuh berkembang selalu beribadah kepada Allah, lelaki yang hatinya senantiasa terpaut ke mesjid, dua lelaki yang saling mencinta karena Allah. Mereka berkumpul karenanya dan berpisah karenanya pula. Lelaki yang mengingat Allah sendirian kemudian kedua menangis karena Allah, lelaki yang digoda oleh seorang wanita yang memiliki kedudukan dan wajah cantik, lalu dia berkata :’ Sesunggguhnya aku takut kepada Allah’, seseorang yang bersedekah dia menyembunyikannya sampai-sampai tangan kirinya tidak tahu apa yang diinfakkan tangan kanannya.” (H.R Malik, Tirmidzi, Bukhari Muslim).

Para penguasa yang Keji

Setiap pemimpin harus bersikap adil bukan bersikap kejam kepada rakyat agar mereka mendapatkan naungan dari Allah di hari kiamat. Karena keadilan bertumpu kepada seorang penguasa. Jika seorang penguasa yang seharusnya adil berubah menjadi kejam maka murka Allah yang sangat pedih akan menunggu mereka. Sebagaimana Allah berfirman:

“Tempat mereka adalah di neraka dan itulah seburuk-buruj tempat tinggal orang-orang yang dzalim.” (Q.S Ali Imran : 151)

Tentara Perang Yang Pengecut

Jika kita memiliki niat menjadi tentara, maka kita harus berani melawan siapa yang akan menjadi musuh. Biasanya hanya orang terpilih yang bisa ikut berperang membela agama dan tanah airbya, jiwa prajurit adalah jiwa yang pantang menyerah pada musuh. Jika sikap ini luntur, itu merupakan salah satu sifat yang dibenci Allah.

Ujubnya para zahid

Ujub adalah sifat yang seseorang yang mengagumi dirinya sendiri, dan termasuk dalam sifat yang dibenci Allah. Ujub merupakan penyakit hati yang bisa menyerang setiap manusia. Tanpa terkecuali pada seorang zahid yang menghindari dunia dan lebih dekat dengan akhirat.

Akan tetapi kezahidan yang mereka miliki akan membuat Allah murka jika dalam kezahidan itu terdapat ujub yang terlihat dari ucapan dan perilaku mereka. Rasulullah Shalallahu’alaihi Wasallam bersabda:

“Tiga perkara yang akan menghancurkan: kekikiran yang dituruti, hawa nafsu yang diiuti dan ujub dengan diri sendiri.” (H.R Bazzar dan Ath-Thabrani)

Ahli Ibadah yang Riya

Allah SWT sangat membenci ahli ibadah yang ibadahnya diselimuti oleh riya.Mereka biasa menginginkan pujian dari manusia. Padahal riya merupakan syirik kecil yang sangat diwanti-wanti oleh Rasulullah Shalallahu’alaihi Wasallam dan merupakan sifat yang dibenci Allah.

Wallohua'lam Bisshowab

Inilah Sifat Manusia Yang Paling Dibenci Oleh Alloh SWT

Ada beberapa golongan manusia yang sangat dibenci oleh Allah dan tidak seharusnya manusia terjerat dalam hal tersebut. Beberapa penyebabnya ada yang disadari dan sebagian perkara yang dianggap sebagai kesalahan kecil.

Berikut ini merupakan 10 sifat yang dibenci Allah :

Orang Kaya Tapi Kikir


Kikir merupakan penyakit hati yang ditimbulkan oleh perasaan cinta yang berlebihan terhadap harta sehingga enggan untuk bersedekah. Hal tersebut merupakan sifat yang dibenci Allah. Harta yang dimiliki seharusnya disedekahkan justru disimpan dan enggan membantu orang yang membutuhkan.

“Dan janganlah sekali-kali orang-orang yang kikir dengan apa yang diberikan Allah kepada mereka dari karunia-Nya, mengira bahwa (kikir) itu baik bagi mereka, padahal (kikir) itu buruk bagi mereka. Apa (harta) yang mereka kikirkan itu akan dikalugkan (di lehernya) pada hari Kiamat. Milik Allah-lah warisan (apa yang ada) di langit dan di bumi. Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.” (Q.S Ali ‘Imran : 180)

Orang Miskin Takabbur

Takabbur adalah sikap sombong dan menganggap diri sendiri lebih baik dibandingkan dengan orang lain. Jika ada orang miskin yang memiliki sifat takabbur, hal itu memang menjadi sebuah penyakit yang sulit dimengerti. Sulit untuk dipahami, kenapa sifat ini bisa dimiliki dengan kondisi yang minim harta, masih bisa menyombongkan diri terhadap orang lain. Padahal orang kaya yang memiliki harta yang banyak saja tidak boleh menyombongkan diri kepada siapa saja. Hanya Allah SWT yang boleh memiliki sifat ini karena Dia memiliki segalanya.

“Dan sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahaya yang kamu miliki. Sungguh Allah tidak menyukai orang yang sombong dan membanggakan diri.” (An-Nisaa’ : 36).

Ulama yang Rakus Pada Dunia

Kebencian Allah SWT juga tidak pernah luput dari para ulama yang menjadi perantara dalam menyampaikan kebaikan. Namun hanya kepada ulama yang memiliki sifat rakus terhadap kehidupan dunia. Sebagai pewaris para Nabi sudah seharusnya mereka tidak terlalu berpikir mewariskan dunia pada anak-anaknya nanti, namun yang ia pikirkan bagaimana ia mewariskan ilmu pada generasinya.

Sifat rakus demi dunia ini menyebabkan seorang para ulama akan jauh dari perburuan pada akhirat dan melemahkan ummat. Para ulama yang mencintai semua yang bersifat dunia akan dipastikan kehilangan pandangan dan martabat keulamaannya. Mereka yang mencintai dunia mendapat julukan sebagai ulama dunia atau ulama suu’ yang artinya ulama buruk.

“Celakalah bagi ummatku dari ulama buruk yang menjadikan agama ini sebagai komoditas, yang mereka jual pada para penguasa mereka di zamannya demi meraup keuntungan untuk diri mereka sendiri. Allah pasti tidak akan menjadikan bisnis mereka memperoleh keuntungan.” (H.R Hakim).

Wanita Yang tidak punya Rasa Malu

Secara fitrah, wanita diciptakan dengan memiliki rasa malu yang luar biasa. Hal tersebut akan tercermin dari cara mereka berbicara, memandang, serta kelembutan-kelembutan yang terlihat dari perilaku mereka yang selalu berhiaskan rasa malu. Allah SWT sangat membenci wanita yang minim rasa malu.

Contohnya ia merasa biasa saja menampakkan auratnya di hadapan pria lain yang bukan suaminya. Malu adalah mahkota seorang wanita, dan jika wanita kehilangan rasa malunya sama saja dengan kehilangan mahkota. Allah sangat memurkai mereka.

Orang tua yang Mengejar Dunia

Kita mungkin pernah mendapati orang yang sudah tua namun tetap mengejar dunia. Tidak jarang perbuatan mereka membuat cucu mereka gerah, mengingat waktu mereka sudah seharusnya digunakan untuk beribadah dan mengejar akhirat. Orang yang sudah berumur tua seharusnya mempersiapkan segala hal untuk kematiannya.

Orang tua yang masih senang dunia dan berebut kenikmatan yang hanya sementara tentu itu merupakan sifat yang dibenci Allah. Mereka tidak menyadari bahwa dunia ini akan segera mereka tinggalkan, lalu untuk apa mereka masih berburu dunia dengan rakus dan cinta tiada batas.

Pemuda yang Malas

Pemuda yang memiliki rasa malas merupakan manusia yang memiliki sifat yang dibenci Allah. Rasa malas yang mereka miliki akan berdampak di hari tua mereka. Maka malasnya pemuda adalah awal dari suram buramnya masa depan mereka. Inilah mengapa Allah membenci anak muda yang memiliki sifat yang malas. Rasulullah menghimpun orang-orang mulia dalam tujuh golongan diantaranya adalah pemuda yang enerjik. Rasulullah bersabda :

“Tujuh golongan orang yang akan mendapat naungan Allah pada hari dimana tidak ada naungan kecuali naungan Allah. Pemimpin yang adil, pemuda yang tumbuh berkembang selalu beribadah kepada Allah, lelaki yang hatinya senantiasa terpaut ke mesjid, dua lelaki yang saling mencinta karena Allah. Mereka berkumpul karenanya dan berpisah karenanya pula. Lelaki yang mengingat Allah sendirian kemudian kedua menangis karena Allah, lelaki yang digoda oleh seorang wanita yang memiliki kedudukan dan wajah cantik, lalu dia berkata :’ Sesunggguhnya aku takut kepada Allah’, seseorang yang bersedekah dia menyembunyikannya sampai-sampai tangan kirinya tidak tahu apa yang diinfakkan tangan kanannya.” (H.R Malik, Tirmidzi, Bukhari Muslim).

Para penguasa yang Keji

Setiap pemimpin harus bersikap adil bukan bersikap kejam kepada rakyat agar mereka mendapatkan naungan dari Allah di hari kiamat. Karena keadilan bertumpu kepada seorang penguasa. Jika seorang penguasa yang seharusnya adil berubah menjadi kejam maka murka Allah yang sangat pedih akan menunggu mereka. Sebagaimana Allah berfirman:

“Tempat mereka adalah di neraka dan itulah seburuk-buruj tempat tinggal orang-orang yang dzalim.” (Q.S Ali Imran : 151)

Tentara Perang Yang Pengecut

Jika kita memiliki niat menjadi tentara, maka kita harus berani melawan siapa yang akan menjadi musuh. Biasanya hanya orang terpilih yang bisa ikut berperang membela agama dan tanah airbya, jiwa prajurit adalah jiwa yang pantang menyerah pada musuh. Jika sikap ini luntur, itu merupakan salah satu sifat yang dibenci Allah.

Ujubnya para zahid

Ujub adalah sifat yang seseorang yang mengagumi dirinya sendiri, dan termasuk dalam sifat yang dibenci Allah. Ujub merupakan penyakit hati yang bisa menyerang setiap manusia. Tanpa terkecuali pada seorang zahid yang menghindari dunia dan lebih dekat dengan akhirat.

Akan tetapi kezahidan yang mereka miliki akan membuat Allah murka jika dalam kezahidan itu terdapat ujub yang terlihat dari ucapan dan perilaku mereka. Rasulullah Shalallahu’alaihi Wasallam bersabda:

“Tiga perkara yang akan menghancurkan: kekikiran yang dituruti, hawa nafsu yang diiuti dan ujub dengan diri sendiri.” (H.R Bazzar dan Ath-Thabrani)

Ahli Ibadah yang Riya

Allah SWT sangat membenci ahli ibadah yang ibadahnya diselimuti oleh riya.Mereka biasa menginginkan pujian dari manusia. Padahal riya merupakan syirik kecil yang sangat diwanti-wanti oleh Rasulullah Shalallahu’alaihi Wasallam dan merupakan sifat yang dibenci Allah.

Wallohua'lam Bisshowab

No comments