Social Items

Kabupaten Padang Lawas adalah kabupaten di Provinsi Sumatera Utara, Indonesia, yakni hasil pemekaran dari Kabupaten Tapanuli Selatan.


Kabupaten ini resmi berdiri sejak diundangkannya Undang-Undang Republik Indonesia Nomor: 38 Tahun 2007, tepatnya pada tanggal 10 Agustus 2007, bersamaan dengan dibentuknya Kabupaten Padang Lawas Utara, menyusul RUU yang disetujui pada 17 Juli 2007. Ibukota kabupaten ini adalah Sibuhuan. Kepala Daerah yang pertama kali memimpin Kabupaten Padang Lawas adalah Pj. Bupati, Ir. Soripada Harahap.

AWAL TERBENTUKNYA KABUPATEN PADANG LAWAS

 Pembentukan daerah otonom baru (DOB) telah diperjuangkan sejak 1992 hingga 2007, mewakili keberlanjutan pengadilan bagi seluruh masyarakat dan tim pemekaran pada khususnya. Karena itu, mari kita maknai untuk meminta bantuan aparatur pemerintah sebagai pelayan dan pengemban tugas masyarakat.

Demikian Disampaikan Bupati Padang Lawas Basyrah Lubis dalam sambutannya pada pembicaraan hari jadi Kab.Padang Lawas Ke II, yang dipusatkan di Lapangan Merdeka Sibuhuan, Senin [10/08].

Dikatakannya, kebersamaan adalah modal utama dalam menggapai cita-cita yang nyata, untuk itu semua pendapat yang bertentangan dengan kekayaan yang terkontaminasi dengan tetap berpegang teguh pada cita-cita saya

nsejahterakan masyarakat. “Dalam kebersamaan marilah kita, kedepankan persamaan dan hindari eksploitasi perbedaan yang ada, kiranya perllu kita sadari bersatu sajapun kita belum berhasil baik, dan sajapun baik sajapun belum tentu kita bisa berkah, mau tidak,” ujar bupati.

Dia berharap agar hari baru Padang Lawas ke II ini menjadi sumber inpirasi dan motivasi bagi aparat pemerintahan di pemerintah Kab. Padang Lawas dalam berbakti, bertindak dan buat yang lebih baik buat kedepan akan lebih maju.

Dalam Kesempatan itu, salah satu tokoh dan pejuang Pemekaran H. Mara Hadi Hasibuan, menuturkan sejarah perjuangan berdirinya Kab.Padang Lawas. Dia Mengatakan Perjuangan Pemekaran Padang Lawas tidak terpisahkan dari perjuangan seluruh kabupaten yang baru di seluruh Tapanuli Selatan Sebagai kabupaten induk, yang diprakarsai oleh H. Raja Inal Siregar (Gubernur Sumut 1988 hingga 1998).

Sejalan dengan itu, DPRD Ketuk dengan keputusan nomor 15 / KPTS / 1992 tanggal 21 Maret 1992 tentang persetujuan pemekaran wilayah Kabupaten Tapanuli Selatan. Kemudian, lanjut Mara Hadi, Raja Inal mengundang anggota masyarakat Padang Lawas melalui Masrin Harahap dari H.Baginda Siregar, Pada Mulia Lubis, Mangaraja Tagor Hasibuan dan Marahadi Hasibuan, agar hadir di Medan untuk musyawarah di antanranya pemekaran Kab. Padang Lawas.

Hasil dari musyawarah tanggal 13 April 1992, memutuskan Kota Padang Sidimpuan ibu kotanya Padang Sidimpuan, Kab. Angkola Sipirok Ibu kotanya Sipirok, Mandailing Natal Ibukotanya Panyabungan dan Padang Lawas ibu kotanya Sibuhuan.

Menurut Marahadi, Ke-empat nama warga Padang Lawas ini ditetapkan sebagai sponsor berdirinya Kabupaten Padang Lawas. Selanjutnya, katakanlah Marahadi, pada hari kedua Idul Fitri atau Desember 2000, Masrin Harahap mengundang H.Fahruddin (MPRD Prov. Riau), Marahadi Hasibuan, H.Andolan Siregar dan H.Muslihuddin untuk hadir dirumahnya di Wek I Kelurahan Pasar Sibuhuan. Persiapan Panitia Persiapan Kabupaten Padang Lawas Ibukotanya Sibuhuan.

Maka pada 22 Februari 2001 Kepanitiaan dibentuk dengan penasehat 5 orang yaitu KH Muchtar Muda Nasution, KH.M.Arjun Akbar Nasution, Tongku Fikir Lubis, H.Abdul Wahab Harahap dan Fahruddin S.

Ketua Panitia Mara Hadi Hasibuan dan wakilnya Syamsul Bahri Tanjung, Sekretaris H.Andolan Siregar dan Wakilnya David Daulay, Bendahara H.Muslihuddin Nasution dan wakilnya H.Amir Hamjah Harahap. Sementara Seksi Keuangan sebanyak 10 orang yang dikordinir Syahrun Harahap, seksi perlengkapan tujuh orang dikordinir Afner Azis Siregar dan seksi humas sebanyak 10 orang yang dikordiri H.Muktar Hasan Nasution.

5 Juli 2005, lanjut Mara Hadi, diadakan rapat di Lapangan Merdeka Sibuhuan yang berpidato saat itu H Fahruddin. Selanjutnya dibuat kesimpulan untuk menambah kekuatan panitia, maka dibentuklah tim kerja di Mess Pemda Sibuhuan.

Perjuangan tokoh pemekaran dan warga Padang Lawas tersebut berahir pada 17 juli 2007 DPR-RI mengadakan sidang paripurna pengesahan membuat undang-undang (RUU) menjadi undang-undang membuat kabupaten dan kota, Kab. Padang Lawas salah satu diantarannya. Pada 10 Agustus 2007 undang undang nomor 38 tahun 2007 tentang pembentukan Padang Lawas.

Acara yang disatukan dengan penyerahan SK CPNS dari pelamar umum formasi th.2008 dihadiri Wakil Bupati H.Ali Sutan Harahap (TSO), Komandan Kodim 0212 / Tapanuli Selatan Togar PR.L Pangaribuan muspida, Mantan PJ Bupati Padang Lawas Soripada Hahap, Ketua dan Anggota DPRD, Para tokoh pemekaran dari berbagai daerah, Ketua Ikatan Keluarga Barumun Raya (IKABAYA) Jakarta, Ketua MUI HM Arjun Akbar Nasution, Sekda Syahrul Mulia Harahap dan Seluruh Jajarannya dan seluruh warga.

Sumber : http://ampalas.org/sejarah-singkat-pembentukan-kabupaten-padang-lawas

Sejarah Asal Usul Berdirinya Kabupaten Padang Lawas

Kabupaten Padang Lawas adalah kabupaten di Provinsi Sumatera Utara, Indonesia, yakni hasil pemekaran dari Kabupaten Tapanuli Selatan.


Kabupaten ini resmi berdiri sejak diundangkannya Undang-Undang Republik Indonesia Nomor: 38 Tahun 2007, tepatnya pada tanggal 10 Agustus 2007, bersamaan dengan dibentuknya Kabupaten Padang Lawas Utara, menyusul RUU yang disetujui pada 17 Juli 2007. Ibukota kabupaten ini adalah Sibuhuan. Kepala Daerah yang pertama kali memimpin Kabupaten Padang Lawas adalah Pj. Bupati, Ir. Soripada Harahap.

AWAL TERBENTUKNYA KABUPATEN PADANG LAWAS

 Pembentukan daerah otonom baru (DOB) telah diperjuangkan sejak 1992 hingga 2007, mewakili keberlanjutan pengadilan bagi seluruh masyarakat dan tim pemekaran pada khususnya. Karena itu, mari kita maknai untuk meminta bantuan aparatur pemerintah sebagai pelayan dan pengemban tugas masyarakat.

Demikian Disampaikan Bupati Padang Lawas Basyrah Lubis dalam sambutannya pada pembicaraan hari jadi Kab.Padang Lawas Ke II, yang dipusatkan di Lapangan Merdeka Sibuhuan, Senin [10/08].

Dikatakannya, kebersamaan adalah modal utama dalam menggapai cita-cita yang nyata, untuk itu semua pendapat yang bertentangan dengan kekayaan yang terkontaminasi dengan tetap berpegang teguh pada cita-cita saya

nsejahterakan masyarakat. “Dalam kebersamaan marilah kita, kedepankan persamaan dan hindari eksploitasi perbedaan yang ada, kiranya perllu kita sadari bersatu sajapun kita belum berhasil baik, dan sajapun baik sajapun belum tentu kita bisa berkah, mau tidak,” ujar bupati.

Dia berharap agar hari baru Padang Lawas ke II ini menjadi sumber inpirasi dan motivasi bagi aparat pemerintahan di pemerintah Kab. Padang Lawas dalam berbakti, bertindak dan buat yang lebih baik buat kedepan akan lebih maju.

Dalam Kesempatan itu, salah satu tokoh dan pejuang Pemekaran H. Mara Hadi Hasibuan, menuturkan sejarah perjuangan berdirinya Kab.Padang Lawas. Dia Mengatakan Perjuangan Pemekaran Padang Lawas tidak terpisahkan dari perjuangan seluruh kabupaten yang baru di seluruh Tapanuli Selatan Sebagai kabupaten induk, yang diprakarsai oleh H. Raja Inal Siregar (Gubernur Sumut 1988 hingga 1998).

Sejalan dengan itu, DPRD Ketuk dengan keputusan nomor 15 / KPTS / 1992 tanggal 21 Maret 1992 tentang persetujuan pemekaran wilayah Kabupaten Tapanuli Selatan. Kemudian, lanjut Mara Hadi, Raja Inal mengundang anggota masyarakat Padang Lawas melalui Masrin Harahap dari H.Baginda Siregar, Pada Mulia Lubis, Mangaraja Tagor Hasibuan dan Marahadi Hasibuan, agar hadir di Medan untuk musyawarah di antanranya pemekaran Kab. Padang Lawas.

Hasil dari musyawarah tanggal 13 April 1992, memutuskan Kota Padang Sidimpuan ibu kotanya Padang Sidimpuan, Kab. Angkola Sipirok Ibu kotanya Sipirok, Mandailing Natal Ibukotanya Panyabungan dan Padang Lawas ibu kotanya Sibuhuan.

Menurut Marahadi, Ke-empat nama warga Padang Lawas ini ditetapkan sebagai sponsor berdirinya Kabupaten Padang Lawas. Selanjutnya, katakanlah Marahadi, pada hari kedua Idul Fitri atau Desember 2000, Masrin Harahap mengundang H.Fahruddin (MPRD Prov. Riau), Marahadi Hasibuan, H.Andolan Siregar dan H.Muslihuddin untuk hadir dirumahnya di Wek I Kelurahan Pasar Sibuhuan. Persiapan Panitia Persiapan Kabupaten Padang Lawas Ibukotanya Sibuhuan.

Maka pada 22 Februari 2001 Kepanitiaan dibentuk dengan penasehat 5 orang yaitu KH Muchtar Muda Nasution, KH.M.Arjun Akbar Nasution, Tongku Fikir Lubis, H.Abdul Wahab Harahap dan Fahruddin S.

Ketua Panitia Mara Hadi Hasibuan dan wakilnya Syamsul Bahri Tanjung, Sekretaris H.Andolan Siregar dan Wakilnya David Daulay, Bendahara H.Muslihuddin Nasution dan wakilnya H.Amir Hamjah Harahap. Sementara Seksi Keuangan sebanyak 10 orang yang dikordinir Syahrun Harahap, seksi perlengkapan tujuh orang dikordinir Afner Azis Siregar dan seksi humas sebanyak 10 orang yang dikordiri H.Muktar Hasan Nasution.

5 Juli 2005, lanjut Mara Hadi, diadakan rapat di Lapangan Merdeka Sibuhuan yang berpidato saat itu H Fahruddin. Selanjutnya dibuat kesimpulan untuk menambah kekuatan panitia, maka dibentuklah tim kerja di Mess Pemda Sibuhuan.

Perjuangan tokoh pemekaran dan warga Padang Lawas tersebut berahir pada 17 juli 2007 DPR-RI mengadakan sidang paripurna pengesahan membuat undang-undang (RUU) menjadi undang-undang membuat kabupaten dan kota, Kab. Padang Lawas salah satu diantarannya. Pada 10 Agustus 2007 undang undang nomor 38 tahun 2007 tentang pembentukan Padang Lawas.

Acara yang disatukan dengan penyerahan SK CPNS dari pelamar umum formasi th.2008 dihadiri Wakil Bupati H.Ali Sutan Harahap (TSO), Komandan Kodim 0212 / Tapanuli Selatan Togar PR.L Pangaribuan muspida, Mantan PJ Bupati Padang Lawas Soripada Hahap, Ketua dan Anggota DPRD, Para tokoh pemekaran dari berbagai daerah, Ketua Ikatan Keluarga Barumun Raya (IKABAYA) Jakarta, Ketua MUI HM Arjun Akbar Nasution, Sekda Syahrul Mulia Harahap dan Seluruh Jajarannya dan seluruh warga.

Sumber : http://ampalas.org/sejarah-singkat-pembentukan-kabupaten-padang-lawas

No comments

Berkomentarlah Dengan baik dan sopan agar tidak terjadi hal-hal yang membuat orang lain gagal paham