Social Items

Kabupaten Pasuruan adalah kabupaten yang terletak di Provinsi Jawa Timur. Setelah beberapa waktu lalu kami menulis daftar pondok pesantren terbaik di Tuban, kini kami juga akan merangkum beberapa daftar pondok pesantren terbaik dan terbesar di Kabupaten Pasuruan Jawa Timur.

Berikut adalah rangkuman daftar pondok pesantren di wilayah Pasuruan :

1. PONDOK PESANTREN SIDOGIRI  PASURUAN

Lokasi : Desa Sidogiri, Kec. Kraton, Sidogiri, Kraton, Pasuruan, Jawa Timur 67101


Pondok pesantren Sidogiri didirikan oleh Sayyid Sulaiman pada tahun 1718 M. Beliau membuka dan mendirikan pondok pesantren di Sidogiri dengan dibantu oleh Kiai Aminullah. Kiai Aminullah adalah santri sekaligus menantu Sayyid Sulaiman yang berasal dari Pulau Bawean.

Konon pembabatan Sidogiri dilakukan selama 40 hari. Saat itu Sidogiri masih berupa hutan belantara yang tak terjamah manusia dan dihuni oleh banyak makhluk halus. Hutan belantara Sidogiri dipilih untuk dibuka dan dijadikan pondok pesantren karena diyakini tanahnya baik dan berbarakah.

Kegiatan di Pondok Pesantren Sidogiri (PPS) dibagi menjadi dua macam, yaitu kegiatan Ma’hadiyah dan kegiatan Madrasiyah. Kegiatan Ma’hadiyah adalah kegiatan yang harus diikuti seluruh santri yang mukim di PPS. Sedangkan kegiatan Madrasiyah adalah kegiatan yang harus diikuti seluruh santri yang mukim di PPS dan murid yang sekolah dari rumah walinya, sesuai dengan tingkatan madrasah masing-masing.

2. PONDOK PESANTREN SALAFIYAH

Lokasi : Jl. KH Abdul Hamid gang Vlll-14, Kebonsari, Panggung Rejo, Kebonsari, Panggungrejo, Kota Pasuruan, Jawa Timur 67116


Pondok Pesantren Salafiyah, berawal dari sebuah langgar atau Musholla yang didirikan oleh Kyai Hamdani bin Kyai Haris bin Kyai Hasan Sanusi, kurang lebih tahun 1800M. Di langgar tersebut dibangun beberapa kamar sederhana untuk menginap santri.Tapi dari langgar inilah yang sederhana tumbuh sebuah pesantren, yang kini umurnya dua abad.

Seperti pesantren di Jawa Timur lainnya, yang juga di kenal tempat lahirnya Nahdatul Ulama (NU). Salafiyah menganut syafi’i. Selain itu pesantren ini juga mengajarkan kepada para santrinya akan pentingnya sikap dan perilaku berdasarkan moral agama. Sehingga dengan cara demikian antara fiqih dan tasawuf bisa diterapkan secara simultan. Jangan heran, kalau hampir semua santri di Pesantren Salafiyah taat beribadah.

Hamdani sebagai pendiri pesantren dikenal sangat cerdas dan tekun belajar. Dalam usia relatif muda, ia telah menjadi perhatian banyak orang. Namanya terkenal berkat kepiawaiannya dalam memahami agama. Ia menguasai kitab-kitab islam klasik. Karena itu, ayahnya memerintahkan Hamdani mendirikan sebuah langgar baru, yang jaraknya sekitar 100 meter dari langgar ‘gede’, milik ayahnya.

Dari tahun ke tahun, langgar tersebut mengalami perkembangan yang sangat pesat, hingga menyodok langgar induknya. Langgar inilah yang menjadi Pondok Pesantren hingga seperti sekarang ini.

3. PONDOK PESANTREN SUNNIYAH SALAFIYAH

Lokasi : Sungi Suko, Sungi Wetan, Pohjentrek, Pasuruan, Jawa Timur 67171


Pesantren yang dirintis pertama kali oleh Habib Taufiq bin Abdul Qodir Assegaf ini tampak begitu sejuk, dengan lokasi yang berada di kelilingi hamparan persawahan, juga pepohonan rindang yang sangat meneduhkan. Sunniyah Salafiyah pada awalnya dirintis Habib Taufiq dengan modal seadanya.

Beliau membuka pengajaran agama dengan murid seadanya dan di tempat yang seadanya pula. Di kediaman beliaulah Habib Taufiq mulai mengembangkan khazanah ilmu yang beliau miliki, yaitu di daerah Kauman kota Pasuruan.

Pesantren Sunniyah Salafiyah –sebagaimana namanya- pun berbasis salaf dengan mengajarkan berbagai disiplin ilmu agama. Pondok ini juga mengadopsi konsep Accelerated Learning (percepatan pembelajaran) dan KBK (kuikulum berbasis kompetensi).

Seluruh santri diwajibkan masuk kelas Ibtida’ (kelas pembekalan). Di sini para santri dibekali materi-materi tauhid, fiqih juga lughah Arab. Kelas ini berlangsung maksimal lima tahun yang di pusatkan pada Pondok cabang , namun bisa juga diselesaikan kurang dari lima tahun , tergantung kemampuan santri. Setelah itu setiap santri diwajibkan memilih satu dari dua kelas takhasus spesialisasi, yang berada di pondok pusat Pasuruan.

4. PONDOK PESANTREN TERPADU AL YASINI

Lokasi : Dusun Areng-areng, Desa Sambisirah, Kec. Wonorejo, Ngabar, Kraton, Pasuruan, Jawa Timur 67173


Pesantren Terpadu Al-Yasini memiliki nama lengkap Pondok Pesantren Miftahul Ulum Al-Yasini berdiri tahun 1940. Nama Pesantren Al-Yasini diambil dari perintis dan pendiri pesantran yaitu KH Yasin Abdul Ghoni.

Pada mulanya kegiatan pesantren berbentuk pengajian kalongan bertempat di musholla diikuti santri yang mukim maupun masyarakat santri disekitar pesantren. Pada tahun 1951 KH Yasin Abdul Ghoni wafat sehingga kepemimpinan pesantren dikendalikan oleh Ibu Nyai Chusna.

Dengan penuh keteladanan dan kesabaran yang tinggi, pesantren terus menunjukkan eksistensinya sehingga para santri dengan istiqomah dapat belajar dan mengembangkan diri melalui pemahaman agama dan kecakapan serta ketrampilan hidup.

Berita wafatnya Mbah Yasin memaksa KH Imron Fatchullah untuk pulang nyantri dari Pondok Pesantren Sidogiri dan segera membantu Nyai Chusna mengurus Pesantren Al-Yasini dan mengajar kitab kepada santri dengan dibantu kakaknya yaitu Kiai Aji Nuryasin.

Langkah pondok pesantren di bawah kepemimpinan Gus Mujib makin kokoh tatkala Menteri Agama RI H.Maftuh Basyuni berkenan meresmikan pondok pesantren sebagai Pondok Pesantren Terpadu Al-Yasini pada 4 Juli 2004.

Sejak diproklamirkan sebagai Pesantren Terpadu, tingkat kepercayaan masyarakat makin menguat sehingga penyelenggara pesantren dan pendidikan formal terus berupaya memenuhi kebutuhan peserta didik dan santri baik kebutuhan fisik dan sarana gedung maupun infrastruktur yang lain.

5. PONDOK PESANTREN RAUDLATUL ULUM BESUK

Lokasi : Pondok Pesantren Raudlatul Ulum Besuk, Kejayan, Pasuruan, Jawa Timur 67172


Pondok Pesantren Besuk Kejayan Pasuruan merupkan salah satu Pondok Salaf di Pasuruan Jawa Timur. Pondok salaf ini yang mengajarkan Ilmu Agama secara mendalam dengan sistem pendidikan Salaf (bandungan, sorogan, musyawaroh, muroja’ah, bahtsul masa’il, khithobah, qiro’ah, tahfidzul qur’an dan sekolah). Didirikan pada tahun 1881 M.(1299 H.)

Kegiatan belajar mengajar dilaksanakan secara klasikal dengan menggunakan kurikulum salafi. madrasah ini bersifat klasikal artinya para siswa di klasifikasikan berdasarkan kemampuan mereka masing-masing sekaligus juga menjawab masalah kesenjangan kemampuan diantara para santri pondok pesantren Besuk.

Tingkat pendidikan di Pondok Besuk ini mulai berjenjang dari tingkat Ibtidaiyah (6 tahun), tingkat Mu’aliimin (5 tahun). Sementara untuk pendidikan formal yakni pendidikan formal berijazah Nasional (Wajardikdas). Sejalan dengan tujuan awal, kegiatan ini diatur dengan tidak merubah system pendidikan dan kegiatan pondok pesantren yang selama ini sudah berjalan.

6. PONDOK PESANTREN MIFTAHUL FALAH AL HASANI

Lokasi : Jl. Kh. Wachid Hasyim No.13/27, Kebonsari, Panggungrejo, Kota Pasuruan, Jawa Timur 67116


Pada tahun 1930 an M.berdiri sebuah lembaga pendidikan yang mana sentral di pusat mushollah Roudlotul Jannah yang letak di desa selotambak Kecamatan Kraton Pasuruan yang di asuh oleh Kiyai Syu'bah

Hari berganti bulan, bulan berganti tahun lalu pada tahun 1940 kegiatan tersebut menjadi pesantren dan madrasah. Orang yang suka memberi nama Nahdlotul Aman Kiyai Syu'bah mengasuh pesantren dan madrasah di bantu oleh putra tunggal (KH.Ja'far Syu'bah) yaitu Pengasuh kedua.

Pada Tahun 2004 Yayasan Pondok Pesantren MIFTAHUL FALAH AL-HASANI mendirikan lembaga MI.Nahdlotul Aman dan SMP AL-FALAH dengan berdirinya lembaga formal bukan Yayasan Yayasan pesantren Miftahul falah al-hasani mengesampingkan pendidikan salaf akan tetap eksis dalam mengelolah pendidikan salaf.

Itulah daftar pondok pesantren terbaik dan terbesar di Kabupaten/Kota Pasuruan Jawa Timur Indonesia.

6 Daftar Pondok Pesantren Terbaik dan Terbesar di Kabupaten Pasuruan Jawa Timur

Kabupaten Pasuruan adalah kabupaten yang terletak di Provinsi Jawa Timur. Setelah beberapa waktu lalu kami menulis daftar pondok pesantren terbaik di Tuban, kini kami juga akan merangkum beberapa daftar pondok pesantren terbaik dan terbesar di Kabupaten Pasuruan Jawa Timur.

Berikut adalah rangkuman daftar pondok pesantren di wilayah Pasuruan :

1. PONDOK PESANTREN SIDOGIRI  PASURUAN

Lokasi : Desa Sidogiri, Kec. Kraton, Sidogiri, Kraton, Pasuruan, Jawa Timur 67101


Pondok pesantren Sidogiri didirikan oleh Sayyid Sulaiman pada tahun 1718 M. Beliau membuka dan mendirikan pondok pesantren di Sidogiri dengan dibantu oleh Kiai Aminullah. Kiai Aminullah adalah santri sekaligus menantu Sayyid Sulaiman yang berasal dari Pulau Bawean.

Konon pembabatan Sidogiri dilakukan selama 40 hari. Saat itu Sidogiri masih berupa hutan belantara yang tak terjamah manusia dan dihuni oleh banyak makhluk halus. Hutan belantara Sidogiri dipilih untuk dibuka dan dijadikan pondok pesantren karena diyakini tanahnya baik dan berbarakah.

Kegiatan di Pondok Pesantren Sidogiri (PPS) dibagi menjadi dua macam, yaitu kegiatan Ma’hadiyah dan kegiatan Madrasiyah. Kegiatan Ma’hadiyah adalah kegiatan yang harus diikuti seluruh santri yang mukim di PPS. Sedangkan kegiatan Madrasiyah adalah kegiatan yang harus diikuti seluruh santri yang mukim di PPS dan murid yang sekolah dari rumah walinya, sesuai dengan tingkatan madrasah masing-masing.

2. PONDOK PESANTREN SALAFIYAH

Lokasi : Jl. KH Abdul Hamid gang Vlll-14, Kebonsari, Panggung Rejo, Kebonsari, Panggungrejo, Kota Pasuruan, Jawa Timur 67116


Pondok Pesantren Salafiyah, berawal dari sebuah langgar atau Musholla yang didirikan oleh Kyai Hamdani bin Kyai Haris bin Kyai Hasan Sanusi, kurang lebih tahun 1800M. Di langgar tersebut dibangun beberapa kamar sederhana untuk menginap santri.Tapi dari langgar inilah yang sederhana tumbuh sebuah pesantren, yang kini umurnya dua abad.

Seperti pesantren di Jawa Timur lainnya, yang juga di kenal tempat lahirnya Nahdatul Ulama (NU). Salafiyah menganut syafi’i. Selain itu pesantren ini juga mengajarkan kepada para santrinya akan pentingnya sikap dan perilaku berdasarkan moral agama. Sehingga dengan cara demikian antara fiqih dan tasawuf bisa diterapkan secara simultan. Jangan heran, kalau hampir semua santri di Pesantren Salafiyah taat beribadah.

Hamdani sebagai pendiri pesantren dikenal sangat cerdas dan tekun belajar. Dalam usia relatif muda, ia telah menjadi perhatian banyak orang. Namanya terkenal berkat kepiawaiannya dalam memahami agama. Ia menguasai kitab-kitab islam klasik. Karena itu, ayahnya memerintahkan Hamdani mendirikan sebuah langgar baru, yang jaraknya sekitar 100 meter dari langgar ‘gede’, milik ayahnya.

Dari tahun ke tahun, langgar tersebut mengalami perkembangan yang sangat pesat, hingga menyodok langgar induknya. Langgar inilah yang menjadi Pondok Pesantren hingga seperti sekarang ini.

3. PONDOK PESANTREN SUNNIYAH SALAFIYAH

Lokasi : Sungi Suko, Sungi Wetan, Pohjentrek, Pasuruan, Jawa Timur 67171


Pesantren yang dirintis pertama kali oleh Habib Taufiq bin Abdul Qodir Assegaf ini tampak begitu sejuk, dengan lokasi yang berada di kelilingi hamparan persawahan, juga pepohonan rindang yang sangat meneduhkan. Sunniyah Salafiyah pada awalnya dirintis Habib Taufiq dengan modal seadanya.

Beliau membuka pengajaran agama dengan murid seadanya dan di tempat yang seadanya pula. Di kediaman beliaulah Habib Taufiq mulai mengembangkan khazanah ilmu yang beliau miliki, yaitu di daerah Kauman kota Pasuruan.

Pesantren Sunniyah Salafiyah –sebagaimana namanya- pun berbasis salaf dengan mengajarkan berbagai disiplin ilmu agama. Pondok ini juga mengadopsi konsep Accelerated Learning (percepatan pembelajaran) dan KBK (kuikulum berbasis kompetensi).

Seluruh santri diwajibkan masuk kelas Ibtida’ (kelas pembekalan). Di sini para santri dibekali materi-materi tauhid, fiqih juga lughah Arab. Kelas ini berlangsung maksimal lima tahun yang di pusatkan pada Pondok cabang , namun bisa juga diselesaikan kurang dari lima tahun , tergantung kemampuan santri. Setelah itu setiap santri diwajibkan memilih satu dari dua kelas takhasus spesialisasi, yang berada di pondok pusat Pasuruan.

4. PONDOK PESANTREN TERPADU AL YASINI

Lokasi : Dusun Areng-areng, Desa Sambisirah, Kec. Wonorejo, Ngabar, Kraton, Pasuruan, Jawa Timur 67173


Pesantren Terpadu Al-Yasini memiliki nama lengkap Pondok Pesantren Miftahul Ulum Al-Yasini berdiri tahun 1940. Nama Pesantren Al-Yasini diambil dari perintis dan pendiri pesantran yaitu KH Yasin Abdul Ghoni.

Pada mulanya kegiatan pesantren berbentuk pengajian kalongan bertempat di musholla diikuti santri yang mukim maupun masyarakat santri disekitar pesantren. Pada tahun 1951 KH Yasin Abdul Ghoni wafat sehingga kepemimpinan pesantren dikendalikan oleh Ibu Nyai Chusna.

Dengan penuh keteladanan dan kesabaran yang tinggi, pesantren terus menunjukkan eksistensinya sehingga para santri dengan istiqomah dapat belajar dan mengembangkan diri melalui pemahaman agama dan kecakapan serta ketrampilan hidup.

Berita wafatnya Mbah Yasin memaksa KH Imron Fatchullah untuk pulang nyantri dari Pondok Pesantren Sidogiri dan segera membantu Nyai Chusna mengurus Pesantren Al-Yasini dan mengajar kitab kepada santri dengan dibantu kakaknya yaitu Kiai Aji Nuryasin.

Langkah pondok pesantren di bawah kepemimpinan Gus Mujib makin kokoh tatkala Menteri Agama RI H.Maftuh Basyuni berkenan meresmikan pondok pesantren sebagai Pondok Pesantren Terpadu Al-Yasini pada 4 Juli 2004.

Sejak diproklamirkan sebagai Pesantren Terpadu, tingkat kepercayaan masyarakat makin menguat sehingga penyelenggara pesantren dan pendidikan formal terus berupaya memenuhi kebutuhan peserta didik dan santri baik kebutuhan fisik dan sarana gedung maupun infrastruktur yang lain.

5. PONDOK PESANTREN RAUDLATUL ULUM BESUK

Lokasi : Pondok Pesantren Raudlatul Ulum Besuk, Kejayan, Pasuruan, Jawa Timur 67172


Pondok Pesantren Besuk Kejayan Pasuruan merupkan salah satu Pondok Salaf di Pasuruan Jawa Timur. Pondok salaf ini yang mengajarkan Ilmu Agama secara mendalam dengan sistem pendidikan Salaf (bandungan, sorogan, musyawaroh, muroja’ah, bahtsul masa’il, khithobah, qiro’ah, tahfidzul qur’an dan sekolah). Didirikan pada tahun 1881 M.(1299 H.)

Kegiatan belajar mengajar dilaksanakan secara klasikal dengan menggunakan kurikulum salafi. madrasah ini bersifat klasikal artinya para siswa di klasifikasikan berdasarkan kemampuan mereka masing-masing sekaligus juga menjawab masalah kesenjangan kemampuan diantara para santri pondok pesantren Besuk.

Tingkat pendidikan di Pondok Besuk ini mulai berjenjang dari tingkat Ibtidaiyah (6 tahun), tingkat Mu’aliimin (5 tahun). Sementara untuk pendidikan formal yakni pendidikan formal berijazah Nasional (Wajardikdas). Sejalan dengan tujuan awal, kegiatan ini diatur dengan tidak merubah system pendidikan dan kegiatan pondok pesantren yang selama ini sudah berjalan.

6. PONDOK PESANTREN MIFTAHUL FALAH AL HASANI

Lokasi : Jl. Kh. Wachid Hasyim No.13/27, Kebonsari, Panggungrejo, Kota Pasuruan, Jawa Timur 67116


Pada tahun 1930 an M.berdiri sebuah lembaga pendidikan yang mana sentral di pusat mushollah Roudlotul Jannah yang letak di desa selotambak Kecamatan Kraton Pasuruan yang di asuh oleh Kiyai Syu'bah

Hari berganti bulan, bulan berganti tahun lalu pada tahun 1940 kegiatan tersebut menjadi pesantren dan madrasah. Orang yang suka memberi nama Nahdlotul Aman Kiyai Syu'bah mengasuh pesantren dan madrasah di bantu oleh putra tunggal (KH.Ja'far Syu'bah) yaitu Pengasuh kedua.

Pada Tahun 2004 Yayasan Pondok Pesantren MIFTAHUL FALAH AL-HASANI mendirikan lembaga MI.Nahdlotul Aman dan SMP AL-FALAH dengan berdirinya lembaga formal bukan Yayasan Yayasan pesantren Miftahul falah al-hasani mengesampingkan pendidikan salaf akan tetap eksis dalam mengelolah pendidikan salaf.

Itulah daftar pondok pesantren terbaik dan terbesar di Kabupaten/Kota Pasuruan Jawa Timur Indonesia.

No comments

Berkomentarlah Dengan baik dan sopan agar tidak terjadi hal-hal yang membuat orang lain gagal paham