Social Items

Kabupaten Gunung Mas adalah salah satu kabupaten di provinsi Kalimantan Tengah, Indonesia. Kabupaten ini merupakan hasil pemekaran dari Kabupaten Kapuas provinsi Kalimantan Tengah berdasarkan UU Nomor 5 tahun 2002.


Jumlah penduduk Kabupaten Gunung Mas sekitar 96.838 jiwa dengan klasifikasi 51.385 laki-laki dan 45.453 perempuan serta jumlah Rumah Tangga sebanyak 22.933 KK Hasil Sensus 2010). Motto kabupaten ini adalah "Habangkalan Penyang Karuhei Tatau", berasal dari bahasa Sangiang yang mempunyai arti:

Habangkalan: Kumpulan, himpunan, cita-cita yang menyatu menjadi satu kebulatan tekad
Penyang: Kekuatan jiwa, semangat, spiritual yang dilandasi oleh iman
Karuhei: Daya usaha-upaya untuk mencapai suatu tujuan
Tatau: Kesejahteraan, kebahagian, kejayaan

Secara lengkap "Habangkalan Penyang Karuhei Tatau" berarti: Kumpulan, himpunan cita-cita yang menyatu atas dasar tekad dengan semangat yang tinggi dengan didasari agama dan keimanan dalam upaya bersama untuk membangun yang bertujuan mensejahterakan, membahagiakan dan kejayaan seluruh masyarakat di wilayah Kabupaten Gunung Mas. Kabupaten ini secara astronomi terletak pada ± 0° 18’ 00” Lintang Selatan s/d 01° 40’ 30” Lintang Selatan dan ± 113° 01’ 00” Bujur Timur s/d 114° 01’ 00” Bujur Timur. Luas wilayah kabupaten Gunung Mas adalah 10.804 km² dan merupakan kabupaten terluas keenam dari 14 kabupaten yang ada di Kalimantan Tengah (7,04% dari luas Provinsi Kalimantan Tengah). Luas wilayah tersebut terdiri atas :

Kawasan hutan belantara
Kawasan pemukiman
Sungai, danau dan rawa
Daerah pertanian (sawah, ladang dan kebun)

Menurut Staatsblad van Nederlandisch Indië tahun 1849, wilayah Dayak Besar termasuk daerah ini merupakan bagian dari dalam zuid-ooster-afdeeling berdasarkan Bêsluit van den Minister van Staat, Gouverneur-Generaal van Nederlandsch-Indie, pada 27 Agustus 1849, No. 8. Batas wilayah kabupaten Gunung Mas adalah: Batas wilayah kabupaten Gunung Mas adalah:
UTARA
- Kabupaten Murung Raya
SELATAN
- Kabupaten Pulang Pisau dan Kota Palangka Raya
BARAT
- Kabupaten Katingan dan Provinsi Kalimantan Barat
TIMUR
- Kabupaten Kapuas

Wilayah Gunung Mas termasuk dataran tinggi yang memiliki potensi untuk dijadikan daerah perkebunan. Daerah utara merupakan daerah perbukitan dengan ketinggian antara ± 100-500 meter dari permukaan air laut dan mempunyai tingkat kemiringan ± 8-15° serta mempunyai daerah pegunungan dengan tingkat kemiringan ± 15-25°.

Pada daerah tersebut terdapat pegunungan Muller dan pegunungan Schwanner dengan puncak tertinggi (Bukit Raya) mencapai 2.278 meter dari permukaan laut. Bagian selatan terdiri dari dataran rendah dan rawa-rawa yang sering mengalami banjir pada musim hujan. Kabupaten Gunung Mas juga memiliki wilayah perairan yang meliputi danau, rawa-rawa dan terdapat 4 jalur sungai yang melintasi wilayah ini, yaitu:

Sungai Manuhing dengan panjang ± 28,75 km
Sungai Rungan dengan panjang ± 86,25 km
Sungai Kahayan dengan panjang ± 600 km
Sungai Miri


Kabupaten Gunung Mas terdiri atas 11 kecamatan, antara lain:
Kahayan Hulu Utara
Damang Batu
Miri Manasa
Kurun
Manuhing
Manuhing Raya
Rungan
Rungan Hulu
Sepang
Mihing Raya
Tewah

Kabupaten Gunung Mas yang dipimpin Bupati Hambit Bintih dan Wakil Bupatinya Arton S. Dohong ini mempunyai potensi wisata yang mampu menyumbang devisa. Diantaranya wisata alam Air Terjun Bawin Kameloh. Ini merupakan cagar alam yang juga tempat rekreasi masyarakat berupa hutan-hutan alami dengan berbagai jenis tumbuh-tumbuhan/pepohonan alami dan tanaman industri.

Daya tarik yang menonjol dari air terjun Bawin Kameloh adalah terdapatnya hutan alami, ditumbuhi beraneka ragam pepohonan hutan beserta semak belukarnya serta terdapatnya tanaman produksi sehingga menambah indahnya panorama dan kesejukan alam sekitarnya. Lokasi ini juga sering digunakan untuk perkemahan.

Fasilitas menuju lokasi tersebut berupa jalan permanen menuju kelokasi dari pintu gerbang, papan nama berserta peta lokasi, wc umum dan tempat istirahat (pendopo, rumah). Lokasi wisata ini secara administratif berada terletak di km. 7 arah jalan trans Kurun-Hurun Tampang ke arah Kapuas Hulu. Arboretum Bawi Kameloh. Lokasi ini mempunyai luas areal 500 hektar, dan kelerengan mencapai 5-20%. Selain itu terdapat Batu Suli yang merupakan Obyek wisata alam yang berlokasi di tepian Sungai Kahayan antara desa Upon Batu dan desa Tumbang Manange , kecamatan Tewah.

Obyek wiasata ini menawarkan pemandangan yang indah dan mempesona, berbentuk batu besar yang berdiri menjulang tinggi di sungai Kahayan. Dari segi budaya lokal Batu Suli dikenal sebagai legenda yang cukup merakyat, dipuncak Batu Suli ada onggokan batu yang disebut Batu Antang (Batu Tingkes/teka-teki) mempunyai arti ” lorong yang sempit “.

Batu Suli dalam sejarah lisan Suku Dayak Ngaju adalah bekas pemukiman Temanggung Mambu salah satu tokoh di daerah Kahayan Hulu dan hidup di jaman Sasana Bandar. Selain filosopi yang ada pada objek wisata Batu Suli juga terkenal dengan keindahan dan panaroma disekitar lokasi yang masih asri dan menarik sebagai tempat wisata. Dengan latar belakang sungai kahayan menambah nilai keasrian panoroma alam Batu Suli.

Disekitar objek wisata masih sangat alami, dengan tumbuhan dan pepohonan hutan yang tumbuh disekitarnya. Lokasi wisata Batu Suli ini dapat ditempuh dengan kendaraan roda dua maupun roda empat dari Kota Kuala Kurun sejauh 37,7 km, luas areal yang ada kurang lebih 50 hektar. Jalan masuk ke lokasi masih berupa jalan tanah.

Fasilitas yang tersedia hanya berupa pondok-pondok kecil sebagai tempat persinggahan sementara bagi pengunjung dengan daya tampung sangat minim. Selain mnawarkan pesona alam, Kbaupaten Gunung Mas mempunyai wisata budaya yang cukup menarik antara lain, Rumah Betang Temanggung Singa, Damang Batu ,Tiwah,Tumbang Korik dan situs Tambun Bungai. Situs ini terletak di Tumbang Pajangei, Kecamatan Tewah dan menyimpan berbagai bentuk peninggalan sejarah, antara lain berupa : patung Tambun Bungai, Kumpulan Penyang Pusaka, Pasah Patahu Tambun Bungai, situs Batu Bulan, Sandung Tamanggung Sempung.Dilihat dari berbagai koleksi peninggalan sejarah yang dimiliki, situs ini bisa dikembangkan sebagai sarana wisata sejarah disamping juga untuk kegiatan pedagogik (muatan lokal).

HARI JADI KABUPATEN GUNUNG MAS

Pemerintah setempat sepakat dan menyatakan bahwa hari jadi kabupaten Gunung Mas yaitu tepat pada tanggal 21 Juni tahun 2003 M.

Sejarah Berdirinya Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah

Kabupaten Gunung Mas adalah salah satu kabupaten di provinsi Kalimantan Tengah, Indonesia. Kabupaten ini merupakan hasil pemekaran dari Kabupaten Kapuas provinsi Kalimantan Tengah berdasarkan UU Nomor 5 tahun 2002.


Jumlah penduduk Kabupaten Gunung Mas sekitar 96.838 jiwa dengan klasifikasi 51.385 laki-laki dan 45.453 perempuan serta jumlah Rumah Tangga sebanyak 22.933 KK Hasil Sensus 2010). Motto kabupaten ini adalah "Habangkalan Penyang Karuhei Tatau", berasal dari bahasa Sangiang yang mempunyai arti:

Habangkalan: Kumpulan, himpunan, cita-cita yang menyatu menjadi satu kebulatan tekad
Penyang: Kekuatan jiwa, semangat, spiritual yang dilandasi oleh iman
Karuhei: Daya usaha-upaya untuk mencapai suatu tujuan
Tatau: Kesejahteraan, kebahagian, kejayaan

Secara lengkap "Habangkalan Penyang Karuhei Tatau" berarti: Kumpulan, himpunan cita-cita yang menyatu atas dasar tekad dengan semangat yang tinggi dengan didasari agama dan keimanan dalam upaya bersama untuk membangun yang bertujuan mensejahterakan, membahagiakan dan kejayaan seluruh masyarakat di wilayah Kabupaten Gunung Mas. Kabupaten ini secara astronomi terletak pada ± 0° 18’ 00” Lintang Selatan s/d 01° 40’ 30” Lintang Selatan dan ± 113° 01’ 00” Bujur Timur s/d 114° 01’ 00” Bujur Timur. Luas wilayah kabupaten Gunung Mas adalah 10.804 km² dan merupakan kabupaten terluas keenam dari 14 kabupaten yang ada di Kalimantan Tengah (7,04% dari luas Provinsi Kalimantan Tengah). Luas wilayah tersebut terdiri atas :

Kawasan hutan belantara
Kawasan pemukiman
Sungai, danau dan rawa
Daerah pertanian (sawah, ladang dan kebun)

Menurut Staatsblad van Nederlandisch Indië tahun 1849, wilayah Dayak Besar termasuk daerah ini merupakan bagian dari dalam zuid-ooster-afdeeling berdasarkan Bêsluit van den Minister van Staat, Gouverneur-Generaal van Nederlandsch-Indie, pada 27 Agustus 1849, No. 8. Batas wilayah kabupaten Gunung Mas adalah: Batas wilayah kabupaten Gunung Mas adalah:
UTARA
- Kabupaten Murung Raya
SELATAN
- Kabupaten Pulang Pisau dan Kota Palangka Raya
BARAT
- Kabupaten Katingan dan Provinsi Kalimantan Barat
TIMUR
- Kabupaten Kapuas

Wilayah Gunung Mas termasuk dataran tinggi yang memiliki potensi untuk dijadikan daerah perkebunan. Daerah utara merupakan daerah perbukitan dengan ketinggian antara ± 100-500 meter dari permukaan air laut dan mempunyai tingkat kemiringan ± 8-15° serta mempunyai daerah pegunungan dengan tingkat kemiringan ± 15-25°.

Pada daerah tersebut terdapat pegunungan Muller dan pegunungan Schwanner dengan puncak tertinggi (Bukit Raya) mencapai 2.278 meter dari permukaan laut. Bagian selatan terdiri dari dataran rendah dan rawa-rawa yang sering mengalami banjir pada musim hujan. Kabupaten Gunung Mas juga memiliki wilayah perairan yang meliputi danau, rawa-rawa dan terdapat 4 jalur sungai yang melintasi wilayah ini, yaitu:

Sungai Manuhing dengan panjang ± 28,75 km
Sungai Rungan dengan panjang ± 86,25 km
Sungai Kahayan dengan panjang ± 600 km
Sungai Miri


Kabupaten Gunung Mas terdiri atas 11 kecamatan, antara lain:
Kahayan Hulu Utara
Damang Batu
Miri Manasa
Kurun
Manuhing
Manuhing Raya
Rungan
Rungan Hulu
Sepang
Mihing Raya
Tewah

Kabupaten Gunung Mas yang dipimpin Bupati Hambit Bintih dan Wakil Bupatinya Arton S. Dohong ini mempunyai potensi wisata yang mampu menyumbang devisa. Diantaranya wisata alam Air Terjun Bawin Kameloh. Ini merupakan cagar alam yang juga tempat rekreasi masyarakat berupa hutan-hutan alami dengan berbagai jenis tumbuh-tumbuhan/pepohonan alami dan tanaman industri.

Daya tarik yang menonjol dari air terjun Bawin Kameloh adalah terdapatnya hutan alami, ditumbuhi beraneka ragam pepohonan hutan beserta semak belukarnya serta terdapatnya tanaman produksi sehingga menambah indahnya panorama dan kesejukan alam sekitarnya. Lokasi ini juga sering digunakan untuk perkemahan.

Fasilitas menuju lokasi tersebut berupa jalan permanen menuju kelokasi dari pintu gerbang, papan nama berserta peta lokasi, wc umum dan tempat istirahat (pendopo, rumah). Lokasi wisata ini secara administratif berada terletak di km. 7 arah jalan trans Kurun-Hurun Tampang ke arah Kapuas Hulu. Arboretum Bawi Kameloh. Lokasi ini mempunyai luas areal 500 hektar, dan kelerengan mencapai 5-20%. Selain itu terdapat Batu Suli yang merupakan Obyek wisata alam yang berlokasi di tepian Sungai Kahayan antara desa Upon Batu dan desa Tumbang Manange , kecamatan Tewah.

Obyek wiasata ini menawarkan pemandangan yang indah dan mempesona, berbentuk batu besar yang berdiri menjulang tinggi di sungai Kahayan. Dari segi budaya lokal Batu Suli dikenal sebagai legenda yang cukup merakyat, dipuncak Batu Suli ada onggokan batu yang disebut Batu Antang (Batu Tingkes/teka-teki) mempunyai arti ” lorong yang sempit “.

Batu Suli dalam sejarah lisan Suku Dayak Ngaju adalah bekas pemukiman Temanggung Mambu salah satu tokoh di daerah Kahayan Hulu dan hidup di jaman Sasana Bandar. Selain filosopi yang ada pada objek wisata Batu Suli juga terkenal dengan keindahan dan panaroma disekitar lokasi yang masih asri dan menarik sebagai tempat wisata. Dengan latar belakang sungai kahayan menambah nilai keasrian panoroma alam Batu Suli.

Disekitar objek wisata masih sangat alami, dengan tumbuhan dan pepohonan hutan yang tumbuh disekitarnya. Lokasi wisata Batu Suli ini dapat ditempuh dengan kendaraan roda dua maupun roda empat dari Kota Kuala Kurun sejauh 37,7 km, luas areal yang ada kurang lebih 50 hektar. Jalan masuk ke lokasi masih berupa jalan tanah.

Fasilitas yang tersedia hanya berupa pondok-pondok kecil sebagai tempat persinggahan sementara bagi pengunjung dengan daya tampung sangat minim. Selain mnawarkan pesona alam, Kbaupaten Gunung Mas mempunyai wisata budaya yang cukup menarik antara lain, Rumah Betang Temanggung Singa, Damang Batu ,Tiwah,Tumbang Korik dan situs Tambun Bungai. Situs ini terletak di Tumbang Pajangei, Kecamatan Tewah dan menyimpan berbagai bentuk peninggalan sejarah, antara lain berupa : patung Tambun Bungai, Kumpulan Penyang Pusaka, Pasah Patahu Tambun Bungai, situs Batu Bulan, Sandung Tamanggung Sempung.Dilihat dari berbagai koleksi peninggalan sejarah yang dimiliki, situs ini bisa dikembangkan sebagai sarana wisata sejarah disamping juga untuk kegiatan pedagogik (muatan lokal).

HARI JADI KABUPATEN GUNUNG MAS

Pemerintah setempat sepakat dan menyatakan bahwa hari jadi kabupaten Gunung Mas yaitu tepat pada tanggal 21 Juni tahun 2003 M.

No comments