Social Items

Mukjizat Nabi Idris as, Sandalnya ketinggalan di Surga

Berikut ini adalah penjelasan tentang Mukjizat Nabi Idris as:

   Nabi Idris AS merupakan keturunan Nabi Adam yang keenam. Nabi Idris AS merupakan seorang nabi yang terkenal dengan kejujuran dan kebenarannya. Selain itu, Nabi Idris AS mendapat mukjizat keilmuan yang luar biasa, ia adalah orang pandai dalam bidang astrologi, mampu menulis, serta pandai menjahit sebelum manusia lainya di masanya. Oleh karena itu, dialah orang pertama yang menggunakan pakaian yang sudah dijahit.

Kisah Nabi Idris AS di dalam Al-Qur'an dijelaskan dalam surat Maryam ayat 56 dan 57:
Artinya:
"Dan ceritakanlah (Muhammad) kisah Idris didalam Kitab (Al-Qur'an). Sesungguhnya dia seorang yang sangat mencintai kebenaran dan seorang nabi, dan Kami mengangkatnya ke martabat yang paling tinggi." (Q.S. Maryam ayat 56-57)

Menurut riwayatnya, Nabi Idris AS bermukim di Mesir. Ia berdakwah untuk agama Allah Ta'ala dengan mengajarkan tauhid dan beribadat menyembah Allah Ta'ala. Selain itu, beliau pun memberi beberapa pedoman hidup bagi pengikut-pengikutnya agar menyelamatkan diri dari siksaan di akhirat dan kehancuran serta kebinasaan di dunia. Beberapa nasihat dan kata-kata mutiaranya, antara lain sebagai berikut.

Kesabaran yang disertai iman kepada Allah Ta'ala akan membawa kemenangan.Orang yang bahagia ialah orang yang berwaspada atau mawas diri dan mengharapkan syafaat dari Allah Ta'ala dengan amal-amal salehnya.Jika kamu memohon sesuatu kepada Allah Ta'ala dan berdoa maka ikhlaskanlah niatmu demikian pula puasa dan sholatmu.Janganlah bersumpah dalam keadaan kamu berdusta dan janganlah menutup sumpah dari orang yang berdusta agar kamu tidak menyekutui mereka dalam dosa.Taatlah kepada raja-rajamu dan tunduklah kepada pembesar-pembesarmu serta penuhilah selalu mulut-mulutmu dengan ucapan syukur dan puji kepada Allah Ta'ala.Janganlah iri hati kepada orang-orang yang baik nasibnya. Karena mereka tidak akan banyak dan lama menikmati kebaikan nasibnya.Barang siapa melampaui kesederhanaan tidak sesuatu pun akan memuaskanya.Tanpa membagi-bagikan nikmat yang diperolehnya seorang tidak dapat bersyukur kepada Allah Ta'ala atas nikmat-nikmat yang diperolehinya itu.

Dalam firman Allah Ta'ala Surah Maryam ayat 57 disebutkan bahwa Nabi Idris AS martabatnya diangkat. Menurut riwayatnya, Nabi Idris AS berdo'a agar dirinya diperlihatkan surga. Allah Ta'ala mengabulkan permintaannya tersebut, maka Allah Ta'ala memerintahkan Malaikat Jibril menjemput Nabi Idris AS dari bumi menuju surga. Ketika batas waktu yang telah ditentukan untuk Nabi Idris AS selama di surga berakhir, Malaikat Jibril memanggilnya. Mereka pun menuju pintu keluar dari surga. Akan tetapi, ketika Nabi Idris AS di depan pintu surga, ia berkata bahwa sandalnya tertinggal disurga dan hendak mengambilnya. Idris pun kembali masuk ke dalam surga, sementara malaikat jibril menunggunya. Akan tetapi apa yang terjadi? Nabi Idris AS tak kunjung kembali dari surga. Akhirnya, malaikat jibril pun menyusulnya dan membawa Idris untuk kembali ke bumi. Akan tetapi, Nabi Idris AS. Allah Ta'ala menegurnya agar kembali ke bumi. Nabi Idris AS memohon kepada Allah Ta'ala agar dirinya diizinkan tinggal disurga. Kemudian, Allah Ta'ala mengabulkan permohonan Nabi Idris AS.

Wallohua'lam Bisshowab

No comments