Social Items

Showing posts sorted by date for query Sejarah. Sort by relevance Show all posts
Showing posts sorted by date for query Sejarah. Sort by relevance Show all posts
Kabupaten Demak merupakan salah satu kabupaten di provinsi Jawa Tengah. Ibu kotanya adalah Demak. Kabupaten Demak memiliki luas 897,43 km² dan berpenduduk 1.116.343 jiwa (2017).

Selain menjadi kota Wali, kabupaten Demak juga menjadi kota santri karena terdapat banyak Pondok pesantren, baik Pondok pesantren Salafiyah maupun Modern. Dari hasil penelusuran tim kami kuwaluhan.com, di Kabupaten Demak terdapat beberapa Ponpes Terbaik dan Terkenal yang banyak diminati masyarakat untuk mendalami ilmu agama. Berikut Pondok pesantren tersebut :

1. PONDOK PESANTREN BUSTANU USYSYAQIL QUR'AN

Lokasi : Jl. Sunan Kalijaga No.35, Tanubayan, Bintoro, Kec. Demak, Kabupaten Demak, Jawa Tengah 59517

Pondok ini didirikan oleh seorang ulama’ yang memiliki sejarah dan nasab yang cemerlang. Beliau adalah KH. R. Muhammad, putra dariKH. Mahfudz At Tarmasi, seorang ulama’ jawa yang aktif dalam percaturan pemikiran ulama-ulama Timur Tengah pada abad ke-18 Masehi.

Dengan meniggalnya kedua orang tua, R. Muhammad akhirnya dibawa boyong ke Tanah Air, oleh KH. Munawwir, sesuai melaksanakan ibadah haji dan menimba ilmu kepada KH. Mahfuzh meski tidak lama. Hal itu dilakukan oleh KH. Munawwir karena beliau telah diwasiati oleh KH. Mahfuzh untuk mendidik anaknya di bidang hafalan Al Qur’an.

Sesampai di Tanah Air, kemudian beliau diserahkan oleh KH. Munawwir kepada KH. Dimyati, kakak KH. Mahfuzh, yang merupakan pengasuh Pondok Tremas saat itu, KH. Dimyati menyerahkan R. Muhammad kepada KH. Munawwir untuk dididik menghafal Al Qur’an.

Kemudian,R. Muhammad diambil KH. Munawwir sebagai anak angkat yang sangat disayangi hingga seakan melebihhi kasih sayang terhadap putra-putra beliau sendiri. Selama kurang lebih 4 tahun, beliau belajar di Pondok Krapyak. Sehabis menimba ilmu disana, beliau diserahkan kembali kepada sang paman, KH. Dimyati di Pondok Tremas.

Di Pondok tersebut, R. Muhammad diasuh dan diawasi langsung oleh KH. Dimyati dan dibantu oleh KH. Ali Ma’shum, putra KH. Ma’shum dari Lasem, yang menjadi menantu KH. Munawwir. Kemudian, setelah cukup banyak ilmu agama yang dikuasai, KH. Dimyati memerintahkannya untuk ber-tabarruk-an kepada KH. Ma’shum Lasem.

Setelah menjadi menantu H. Taslim, R. Muhammad masih mengajar di Pondok Tremas selama satu tahun. Usai waktu rentang tersebut, baru beliau pulang ke rumah mertuanya di Demak. Kepulangan beliau disertai pula oleh santri-santri beliau yang menghafalkan Al Qur’an di Tremas. Kurang lebih tiga tahun beliau tinggal bersama mertua sembari mengajarkan ilmu yang ia kuasai, terutama ilmu Al Qur’an kepada para muridnya

Melihat semakin banyaknya santri yang belajar kepada beliau, H. Taslim, sang mertua, dan masyarakat sekitar, mendorong beliau untuk mendirikan pondok pesantren. Hal itu juga guna menampung para santri yang sebagian bertempat di rumah mertuanya dan sebagian di rumah-rumah penduduk. Akhirnya pada tahun 1936, beliau mendirikan sebuah pesantren di daerah Betengan Bintoro Demak. Pendirian pesantren tersebut juga atas restu dari guru-guru beliau, yaitu KH. Ma’shum Lasem, KH. Masyur Popongan Klaten, dan KH. Munawwir Krapyak Yogyakarta. Pesantren ini diberi nama oleh KH. Munawwir dengan “Bustanu ‘Usysyaqil Qur’an” yang berarti taman para perindu al Qur’an. Disinilah beliau kemudian hidup mandiri mengembangkan ilmu-ilmu yang di perolehnya.

PENDIDIKAN

Proses pendidikan dan pengajaran yang berlangsung sejak tahun 1936 tersebut telah cukup memberikan pengalaman-pengalaman yang sangat berharga bagi pengembangan BUQ, baik dalam system pendidikan, materi pengajian, maupun keterampilan penunjang lainnya.

Sudah barang tentu hal ini dilakukan atas asumsi bahwa alumni pesantren BUQ harus mampu berdikari dan berkiprah di tengah masyarakatnya.

2. PONDOK PESANTREN AL-FALAH 

Lokasi : Jl. Diponegoro, Rw. 2, Jogoloyo, Kec. Wonosalam, Kabupaten Demak, Jawa Tengah 59571

Pondok Pesantren Al-Falah adalah sebuah pondok pesantren di Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Pondok ini mengkombinasikan pesantren dan metode pengajaran klasik berkurikulum seperti sekolah serta mencetak para penghafal Al-Qur'an.

Pondok Pesantren Al-Falah didirikan pada tahun 1963 oleh KH Abdur Rosyid, pada awal pendirian Pesantren tersebut diberi nama Pondok Pesantren Tarbiyatul Athfal, menurut anjuran K. Rohmat Suyuti Demak (pendiri PP.Miftahul Falah Kalisusukan Demak) yang merupakan guru KH. Abdur Rosyid seyogyanya Pondok Pesantren Tarbiyatul Athfal diganti dengan nama yang mirip pesantrennya Mbah Suyuti, sehingga KH. Abdur Rosyid mengubah nama pesantrennya menjadi Pondok Pesantren Al Falah.

PENDIDIKAN

Pondok Pesantren Al-Falah merupakan pesantren dengan tipe kombinasi, maka kegiatan di pesantren ini bermacam-macam. Mulai Salafiyah dengan pembelajaran kitab-kitab salaf, Qur'aniyah dengan mencetak para panghafal qur'an dan lain-lain. Selain itu itu juga kegiatan Madrasah Diniyah mulai tingkatan wustho hingga ulya.

3. PONDOK PESANTREN AT-TASLIM

Lokasi : Petengan Selatan, Bintoro, Kec. Demak, Kabupaten Demak, Jawa Tengah 59511

Pondok Pesantren At-Taslim berdiri pada tahun 1986, Pondok
Pesantren ini berdiri atas inisiatif bapak KH. M. Nurul Huda, MA, setelah
menyelesaikan S2 di Punjab University Pakistan. Sedang Romo KH.
Sa’dullah Taslim sebagai waqif (orang yang menyerahkan tanggung jawab
pengasuhan), semula pada tahun 1985 bapak KH. M. Nurul Huda, MA setiap
pagi mengajar di Madrasah Aliyah NU Demak, dan setiap hari disibukkan
memberi pelajaran di kawasan kota Demak dan sekitarnya, berkat
ketelatenannya beberapa siswanya mulai memberanikan diri mengaji di
rumah bapak KH. M. Nurul Huda, MA, bahkan menginap di rumahnya.

Sejalan dengan bergantinya waktu santri yang mengaji semakin bertambah,
dan di antaranya adalah santri perempuan, maka kemudian santri putra
dipindah ke musholla sedang rumah bapak kyai ditempati oleh santri putri.
Pada tahun 1986 bapak KH. M. Nurul Huda, MA yang dulunya
alumnus IAIN Sunan Kalijaga dan nyantri di pondok Krapyak Yogyakarta
menghadap simbah KH. Aly Maksum untuk minta do’a restu atas pendirian
dan mendukung rencana bapak KH. M. Nurul Huda, MA dan juga membantu
dengan do’a serta memberi sedikit modal awal. Pada tahun itu juga didirikan
kompleks 2 lantai untuk santri putri, sementara santri putra tetap di musholla.

Sejak berdirinya Pondok Pesantren At-Taslim tidak dijumpai bentuk
organisasi yang mengatur kehidupan pesantren sebagaimana kebanyakan
pesantren. Pesantren At-Taslim adalah merupakan milik pribadi kyai, karena
itu segala yang menyangkut kehidupan pesantren diatur sendiri oleh kyai.
Pondok Pesantren At-Taslim sebagai lembaga pendidikan agama yang
bersifat tradisional menganggap Kyai sebagai figur utama dalam
kepemimpinan. Meskipun tidak ada bentuk formal dari organisasi di pondok
pesantren At-Taslim sudah ada kekuasaan yang sifatnya informal yang
bersumber pada kharisma kyai.

4. PONDOK PESANTREN NURUL HIKMAH

Lokasi : Jl. Kyai Singkil No.16, Petengan Selatan, Bintoro, Kec. Demak, Kabupaten Demak, Jawa Tengah 59511

Pondok Pesantren Nurul Hikmah terletak di Bintoro Demak, sepuluh meter dari
makam Sultan Fatah, tujuh puluh lima meter dari Masjid Demak.

Di pesantren ini para santri
putera puteri diharapkan untuk mencintai terhadap kitab suci dan sholawat kepada Nabi. Di
sini juga Kiai Musyaffa menanamkan halusnya rasa, halusnya budi pekerti,
akhlak mulia pada santri dan putra-putrinya.

Dan di pondok pesantren ini juga KH. Abdurrahman Wahid almarhum sering mampir bila
sedang beredar di sekitar Demak.

Kegiatan di Pesantren Nurul Hikmah adalah mengaji Al-Qur’an
setelah subuh, mengaji Qososul Quran dan Washiyatul Musthofa setelah
dhuhur, Matan Abi Jamrah dan Tsalatsu Rosail setelah ashar, tadarus setelah
tarawih dan mengaji tasfsir Yasiin setelah tadarus.

Dalam ngaji Al-Qur’an, para santri maju satu demi satu sesuai ajanannya.
Sedangkan dalam mengaji santri senior mendengarkan bacaan kitab dari sang
kiai. Kini kepemimpinan Pesantren Nurul hikmah dipimpin oleh
putra-putranya: Gus Abdul Aziz, Gus Ali, Gus Fahmi, Mbak Ida Nursa’adah dan
Mbak Nurist Surayya.

Santri Nurul Hikmah tidak hanya ngaji kitab tapi juga belajar teknologi.
Santri belajar ngrakit komputer, desain, dan lain-lain. Pesantren akses
internet full dan akses komputer disediakan secara gratis. Dengan demikian
santri banyak kesempatan akses dunia luar. Tidak lagi seperti katak dalam
tempurung. Tidak tepat lagi santri juga di stereotipkan kuno dan kolot.
Akses internet adalah kesempatan untuk update. Mengetahui apa yang terjadi
di dunia.

5. PONDOK PESANTREN MIFTAHUL ULUM

Lokasi : Jl. Diponegoro No.17, Rw. 4, Jogoloyo, Kec. Wonosalam, Kabupaten Demak, Jawa Tengah 59571

Sebelum pondok pesantren Miftahul Ulum berdiri, desa Jogoloyo dikenal dengan keadaan yang sangat rawan saat itu, yaitu adanya berbagai macam kejahatan & kurangnya pendidikan agama. Mulai dari situ muncullah inisiatif dari Kyai Tamyiz untuk mendirikan pesantren, mengusir kemaksiatan. Langkah awal yang beliau ambil adalah mengajar anak-anak kecil pada malam hari, dirumah beliau. Selain itu mengadakan berzanji secara bergilir dari rumah ke rumah. Proses belajar mengajar pada saat itu masih sangat sederhana, dengan materi pelajaran al-Qur’an dan berzanji. Tahun 1946 Kyai Tamyiz berhasil mendirikan pondok pesantren Miftahul 'Ulum, berkat kerja keras dan semangat serta keinginan untuk ber-amar ma’ruf nahi munkar.

Keberadaan pesantren ini begitu cepat menyebar ke berbagai daerah, sehingga dalam waktu yang relatif singkat (sekitar 2 tahun), pondok pesantren ini telah menampung murid sekitar 100 orang santri. Tahun 1957 sepupu Kyai Tamziz mendirikan pesantren putri. Untuk sementara waktu karena keterbatasan ruang pesantren, maka santri putri menempati sebagian dari asrama putra. Pesantren ini berkembang lebih pesat lagi hingga akhirnya pada tahun 1960 mendirikan Madrasah Aliyah Diniyah (Sekolah Lanjutan Tingkat Atas Agama) dan tahun 1963 mendirikan Madrasah Ibtidaiyah (Sekolah Dasar). Di pesantren terdapat pengajaran kitab-kitab kuning klasik secara sorogan. Hal ini semakin banyak ketika bulan Ramadhan tiba.

PENDIDIKAN

Dalam periode kelembagaan
 didirikan Madrasah Aliyah (MA) Putra, Madrasah Tsanawiyah (MTs) Putra-Putri dan Madrasah Tajriyah (MTj) Putra-Putri, dan sampai akhirnya ke periode Yayasan didirikan SMP & SMK serta Madrasah Khusus yang ada dalam lingkungan Pondok Pesantren Miftahul Ulum adalah:

1. Pendidikan Formal
    a. SMP Miftahul Ulum Boarding School
    b. SMK Miftahul Ulum Boarding School
    c. WAJAR DIKDAS
2. Pendidikan non formal
    a. Madrasah Aliyah (MA) Putra
    b. Madrasah Tsanawiyah (MTs) Putra-Putri
    c. Madrasah Tajriyah (MTj) Putra-Putri
    d. Madrasah Khusus (MKh) Putra-Putri
    c. Pengajian khusus bulan Ramadhan
    e. Pengajian al-Qur’an
    f. Pengajian kitab-kitab klasik
    g. Pengajian khusus bulan Ramadhan

    h. Sorogan kitab salaf
3. Pendidikan informal
    a. latihan koperasi
    b. Latihan kepemimpinan dan organisasi.

4. Ekstrakurikuler

    a. Musyawaroh Pembahasan Kitab
    b. Rebana
    c. Pencak Silat Pagar Nusa NU, dll

6. PONDOK PESANTREN FUTUHIYYAH

Lokasi : Jalan Suburan Barat No.31, Mranggen, Brumbung, Kec. Mranggen, Kabupaten Demak, Jawa Tengah 59567

Pondok pesantren Futuhiyyah Didirikan oleh Simbah KH. Abdurrahman bin Qosidil Haq bin Abdullah Muhajir, kurang lebih pada tabun 1901. Secara outentik tahun berdirinya belum dapat dipastikan, karena tidak ditemukan data yang kongkrit. Hanya saja menurut cerita orang-orang tua, bahwa pada hujan abu akibat meletusnya gwumg Kelud di permulaan abad 20, Pondok Pesantren Futuhiyyah sudah berdiri, walaupun santrinya masih relatif sedikit, hanya dari daerab Mranggen dan sekitamya.Mereka datang ngaji ke Pondok hanya pada malam hari karena pada pagi harinya pulang kerumah untuk membantu orang tua mereka, oleb. karena itu disebut santri kalong.

Setelah KH. Muslih Abdurrabman wafat, kepemimpinan Pondok Pesantren dipegang oleh KH. MS. Luthfi Hakim, putera kedua KH. Muslih, dengan didampingi pamannya KH. Ahmad Muthohar Abdurrahman, putera ke empat KH. Abdurrahman dan dibantu oleh keluarga,besar Bany Abdurrahman.

Semua kegiatan keilmuan dan kemasyarakatan yang semula dijalankan dan dimonitor sendiri oleh KH. Muslih, kini dilaksanakan secara kolektif, bersama-sama oleh Keluarga besar Bany Abdurrabman yang sebagian besar menjadi pengurus Yayasan.

Pada periode ini, setelah pondok pesantren membentuk Yayasan perkembangannya dari hari kehari semakin pesat, baik dilihat dari segi perkembangan fisik sarana pendidikan, maupun dilihat dari jumlah santri/peserta didik.

Peserta didik Yayasan Pondok Pesantren Futuhiyyah berasal dari segala penjuru Indonesia, setiap tahtm jumlahnya semakin bertambah banyak, sehingga melebihi daya tampung kamar pemondokan maupun ruang kelas yang ada, Pengurus Yayasan sudah dengan sekuat tenaga dan pikiran untuk menyediakan fasilitas pemondokan dan ruang belajar, namun tambahan kamar dan ruang tidak dapat mengimbangi pertambahan santri.

Asal daerah santripun semakin mengembang kalau pada tahun ajaran 1994/1995 terdiri dari daerah seluruh Jawa ; Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, DIY dan DKI, Luar Jawa ; Bali, Lampung, Palembang, Riau, Aceh, Kalbar, mulai tahun ajaran 1995/1996 ada santri yang berasal dari Nusa Tenggara Timur.

Dari sekian santri, 65% diantaranya mukim di Pondok pesantren dan selebibnya melajo dari daerahnya masing-masing, Santri yang mukim ditampung di Pondok Pesantren Futuhiyyah dan Pondok Pesantren dibawah Yayasan ( keluarga ) atau Pondok Pesantren yang ada disekitar Futuhiyyah.

7. PONDOK PESANTREN FATHUL HUDA

Lokasi : Karanggawang, Sidorejo, Kec. Sayung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah 59563

Pondok ini mulai dibangun pada tahun 1951 atas prakarsa KH. Ma’shum Mahfudhi, dan berkembang sampai saat sekarang ini. Selanjutnya, KH. Ma’shum Mahfudhi wafat pada tanggal 24 Rojab/ Tahun 2005 M. Setelah itu PPFH diasuh oleh putra pertama yakni Romo KH. M. Zainal Arifin Ma’shum dengan di bantu oleh sanak keluarga beliau. Tujuan utama didirikannya Pondok Pesantren Fathul Huda adalah bahwa lulusan dari PPFH mampu menjadi seorang yang menyebarkan ilmu agama (kata ‘guru’) ke umat muslim dan berdakwah Amar Ma’ruf Nahi Munkar.

Dari segi materi, pendidikan di Pondok Pesantren Fathul Huda meliputi, PAUD, RA, MI, MTs, MA, Madrasah Diniyyah Al Ula, Al Wustho, Al Ulya, Al Qur’an Bin Nadhor, Bil, Ghoib, Pengajian Kitab Kuning dan Thoriqoh Qodiriyyah Wa Naqsyabandiyyah.

8. PONDOK PESANTREN ASY-SYARIFAH

Lokasi : Brumbung, Kec. Mranggen, Kabupaten Demak, Jawa Tengah 59567

Berdirinya Pondok Pesantren Asy-Syarifah tidak terlepas oleh peran dari seorang putra KH. Thoyyib bin Ibrohim, yang bernama Wahab Mahfudli. Setelah pernikahan beliau dengan ibu Hajar Djariyah Al Hafidhoh pada tahun 1971, secara bertahap pada awal tahun pernikahannya mulai dipercaya oleh masyarakat untuk memberi bimbingan / belajar Al-Qur’an. Pada tahap berikutnya sekitar tahun 1973, ada tiga orang santri putri yang ingin menimba ilmu khususnya di bidang Al-Qur’an.

Karena belum adanya kamar bagi santri, maka dengan penuh kerelaan dan keikhlasan mereka ditempatkan di rumah. Dorongan dan kepercayaan dari masyarakat semakin meningkat, hingga pada tahun 1974 secara resmi mulai menerima santri yang ingin belajar mendalami Al-Qur’an baik yang Bin-Nadlor maupun Bil-Ghoib. Tidak seperti awal penerimaan santri pertama, pada periode ini santri sudah disediakan fasilitas secara permanen, walaupun masih sederhana.

 Perkembangan santri yang kian bertambah, menjadikan pemikiran tersendiri bagi pengasuh untuk menambah fasilitas pesantren. Berkat adanya dukungan dan dorongan dari pihak-pihak yang berkompeten, kebutuhan sarana santri sedikit demi sedikit dapat terealisasikan. Kemudian secara bertahap dapat membangun sarana pesantren diantaranya musholla, dapur, kamar mandi dan lain-lain.

 Adanya fasilitas yang memadahi semakin menambah semaraknya kegiatan di pesantren, banyak dari orang tua di sekitar Kabupaten Demak yang menitipkan putranya untuk menuntut ilmu,. Maka dengan keberadaan santri yang sudah cukup banyak, menjadi modal bagi pengasuh untuk mengembangkan Madrasah yang sudah berdiri sejak zaman KH. Thoyyib Ibrohim, yaitu Madrasah Diniyah Salafiyah Ath-Thoyyibiyah.

Pada periode perkembangan ini, dimulai pada tahun 1990-an Pondok Pesantren Asy-Syarifah mendirikan Pendidikan Taman Alqur’an ( TPQ ) yang dikhususkan bagi anak-anak setingkat TK atau SD/MI. Kemudian pada tahun 1995 mengajukan permohonan pendirian Madrasah Tsanawiyah Kurikulum, hal ini didasari atas desakan dari masyarakat dan alumni yang menginginkan adanya sekolah formal atau bentuk kurikulum di lingkungan pondok pesantren Asy-Syarifah.

 Setelah menunggu proses yang panjang dan cukup waktu, maka pada tahun 1996 Madrasah Tsanawiyah Asy-Syarifah dibuka secara resmi. Keberadaan lembaga pendidikan khususnya di Kabupaten Demak pada saat ini mengalami kemajuan yang sangat pesat, seiring dengan penyiapan sumber daya manusia yang handal dan tangguh. Secara kompetitif kebanyakan dari lembaga pendidikan mengutamakan mutu dan kwalitas. Atas dasar hal tersebut Pondok Pesantren Asy-Syarifah mulai tahun 2007 memberanikan diri untuk membangun sebuah system pendidikan terpadu yang modern, yang arah tujuannya adalah untuk membentuk generasi yang tangguh, cerdas, disiplin dan berwawasan luas baik dibidang ilmu pengetahuan maupun agama. Untuk mewujudkan hal tersebut perlu rancangan konsep yang tepat dan terarah, terutama sarana maupun prasarana yang memadahi.

Konsep Base Camp School merupakan metode yang tepat dan efektif untuk diterapkan nanti, hal ini sejalan dengan kemajuan dunia pendidikan sekarang. Diharapkan melalui sarana pembelajaran ini, nantinya akan menghasilkan produk lulusan yang unggul, mumpuni dan berdaya guna bagi Agama, Nusa dan Bangsa. Itulah sekilas profil singkat Pondok Pesantren Asy-Syarifah, mulai dari periode awal sampai perkembangannya saat ini.

9. PONDOK PESANTREN AL MUBAROK MRANGGEN

Lokasi : Jl. Brumbungan No.194, Brumbung, Kec. Mranggen, Kabupaten Demak, Jawa Tengah 59567

Pondok Pesantren Al-Mubarok Demak Didirikan oleh KH. Ahmad Makhdum Zein (Alm.) dan Hj. Al Inayah(Almh.) pada tahun 1960 yang masih berada pada naungan Pondok Pesantren Futuhiyyah Mranggen Demak. Pondok Pesantren Al Mubarok berlokasi masih sekitar kawasan yayasan Futuhiyyah yaitu Jl. Brumbungan No. 198 Mranggen Demak. Setelah K.H. Ahmad Makhdum Zein wafat pada 17 Rajab 1423 atau pada hari Selasa, 24 September 2002 maka kepempimpinan pesantren dilanjutkan oleh putra sulungnya yaitu K.H Abdullah Ashif Makhdum, LC dan istri tercintanya Hj. Ma'unah Ahcsan, Ahd yang akrab dipanggil dengan Abah Ashif dan Ibu Ma'un oleh santri-santrinya.

EKSTRAKURIKULER

1. Kajian kitab-kitab kuning (kitab salaf)
2. Pembinaan Tahfidz dan Tilawatil Al-Qur’an
3. Latihan berpidato dalam tiga bahasa (Indonesia, Inggris dan Arab)
4. berbahasa Arab dan Inggris sehari-hari
5. Diskusi dan Penelitian Ilmiah
6. Kepramukaan
7. Pengembangan Olahraga
8. Pengembangan Seni Drumband, Qashidah dan Hadrah
9. Pengembangan Seni Beladiri
10. Tahfidhul Qur’an
11. Pengembangan jurnalistik dan publisistik
12. Pengembangan Exacta (Lab Skill), Ketrampilan, Wirausaha

Itulah daftar Pondok Pesantren Terbesar dan Terkenal di Kabupaten Demak Jawa Tengah.

9 Pondok Pesantren Terbesar Di Demak Jawa Tengah

Cilacap adalah salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Tengah. Ibu kotanya adalah Kota Cilacap.

Pendidikan agama atau disebut juga Pondok pesantren di Cilacap tidaklah sebanyak seperti kabupaten lainnya di Jawa tengah. Namun dari penelusuran tim kami kuwaluhan.com, di Cilacap terdapat beberapa Ponpes Salaf maupun Modern Terbesar dan Terkenal yang banyak digunakan oleh masyarakat untuk mendalami ilmu agama. Berikut daftar Ponpes Tersebut :

1. PONDOK PESANTREN AL-IHYA 'ULUMADDIN

Lokasi : Jl. Kolonel Sugiono No.28, Sentolokawat, Cilacap, Kec. Cilacap Sel., Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah 53211

Pada awalnya, pondok pesantren ini dikenal dengan nama pondok pesantren Kesugihan. Pada 1961, Pondok pesantren ini berubah nama menjadi pendidikan dan pengajaran agama Islam (PPAI). Dan pada tahun 1983, kembali berubah nama menjadi pondok pesantren al Ihya Ulumaddin. Perubahan nama dilakukan oleh KH. Mustholih Badawi putra KH. Badawi. Perubahan itu dilakukan untuk mengenang almarhum ayahnya yang sangat mengagumi pemikiran al Ghazali tentang pembaharuan Islam.

Pesantren Al Ihya Ulumaddin Kesugihan secara ekonomis berada di wilayah masyarakat Plural. Mereka terdiri dari nelayan, pedagang, petani, wiraswasta dan pegawai negeri. Dari segi geologis. lokasi pesantren dengan pusat kota. Kondisi demikian tentu banyak mempengaruhi proses perubahan sosial didalam tubuh pesantren, meskipun mereka tetap berusaha menjaga dan memepertahankan tradisi keagamaan yang mempunyai nilai-nilai luhur. Keseimbangan itu bisa tercipta, karena masih adanya pengaruh kharismatik para kyai di wilayah Kesugihan yang dikenal dengan “Kota Santri”.

PENDIDIKAN

Pesantren Al Ihya Ulumaddin menyelenggarakan pendidikan formal seperti TK, MI, SLTP, MTS, SMU, MA, SMK TEKOM, dan Institut Islam Al Ghazali. Pesantren ini juga menyelenggarakan pendidikan non formal seperti Madrasah Diniyah, Majelis Ta’lim yang terdiri dari pengajian selasaan (1 minggu sekali) dan pengajian Jum’at Kliwonan (setiap selapan sekali).

Pemberdayaan dan pengembangan masyarakat, pondok pesantren ini mengembangkan beberapa lembaga seperti pembinaan dan pengelolaan pusat informasi pesantren (PIP), penerbitan buletin berkala “Al Ihya” membina dan mengelola mading untuk santri, membentuk Forum kajian Ilmiyah keagamaan dan sosial kemasyarakatan bagi para sarjana muslim dan kiai muda, bekerjasama mendirikan pusat informasi keluarga maslahah.

2. PONDOK PESANTREN DARUL QURRO KAWUNGANTEN

Lokasi : Jl. Raya Tegalsari, Panggangsurup, Kawunganten Lor, Kec. Kawunganten, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah 53253

Pondok Pesantren “Darul Qurro” adalah salah satu dari sekian banyak pondok pesantren yang ada di kabupaten Cilacap. Berdiri sejak tahun 1992 dengan menggunakan metode pengajaran modern dengan maksud bahwa Pondok Pesantren “Darul Qurro ” melestarikan hal-hal lama yang baik dan mengembangkan hal-hal baru yang lebih baik dan bermanfaat.

Pondok Pesantren ini memiliki Slogan seperti Pondok Modern Gontor yaitu Berdiri diatas dan untuk semua Golongan. Pondok Pesantren ini adalah lembaga Pendidikan bersistem pesantren yang mengutamakan Pola Pendidikan berimbang antara ilmu – ilmu Agama dengan ilmu – ilmu Umum serta memberikan perhatian khusus pada penguasaan Bahasa Arab & Bahasa Inggris secara aktif baik secara lisan maupun tulisan.

Pondok pesantren ini memberikan pendidikan formal yaitu pendidikan yang memberikan materi pembelajaran umum dalam pelaksanaannya. Dalam pendidikan Formal metode yang digunakan adalah metode melestarikan hal-hal lama yang baik dan mengembangkan hal-hal baru yang lebih baik dan bermanfaat. Metode ini diterapkan di pondok pesantren “Darul Qurro” dalam bentuk adanya pendidikan formal yang mengajarkan ilmu-ilmu umum atau hal-hal lain yang baik sesuai dengan tuntutan hidup di zaman modern ini, juga pendidikan nonformal yang berupa Madrasah Diniyah yang khusus mengajarkan ilmu-ilmu agama islam dengan pengkajian pada kitab-kitab kuning.

Dengan metode tersebut santri-santri pondok pesantren “Darul Qurro” dapat mempelajari ilmu-ilmu agama secara utuh dalam arti mempelajari ilmu-ilmu agama seperti Syari’at, Tauhid dan Tasawwuf , dalam rangka “ Tafaqquh fi ddin “ juga mempelajari ilmu –ilmu umum seperti Fisika, Kimia, Biologi dan lain-lain dalam rangka “Tafakkur fi kholqillah”. Sehingga dengan metode tersebut akan membentuk santri yang mempunyai jiwa keagamaan yang teguh serta dapat hidup secara fleksibel dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara di zaman yang serba modern.

3. PONDOK PESANTREN AL FATAH MAOS

Lokasi : Jl. Dukuh No. 15 Maoslor, Lancar, Maos Lor, Kec. Maos, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah 53272

Awal berdirinya Pondok Pesantren Al Fatah Maos adalah sebuah Pondok Pesantren Salafiyah yang berdiri pada tahun 1978 yang diasuh dan dipimpin oleh Almarhum Kyai Adib Elyasi. Sejarah perkembangan Pon Pes Al Fatah Maos sejak berdirinya sampai sekarang dibagi menjadi tiga periode.

Setelah KH. Sualman memberikan jabatannya kepada putranya yaitu KH. Arif Hizbullah, MA, maka sistem pendidikannya mulai dikembangkan lagi yaitu dengan menggunakan sistem pengajaran tradisional dan sistem moderen. Pada periode ke tiga ini, jumlah santri pun mengalami peningkatan.

Untuk meningkatkan lembaga tersebut, KH. Arif Hizbullah, MA. melakukan usaha-usaha pengembangan seperti:

-Mendirikan TK Al Qur’an (Tarbiyatul Athfal) pada tahun 1997.
-Mendirikan MTs PP Al Fatah Maos pada pertengahan tahun 1997-1998.
-Mendirikan MA PP Al Fatah Maos pada pertengahan tahun 2000-2001.
-Membangun ruang kantor untuk para guru dan karyawan.
-Merehab Masjid Syamsul Huda yang terletak di Jalan Raya Maoslor.

PENDIDIKAN

Pesantren Al Fatah Maos menerapkan kurikulum pendidikan yang berupa Pendidikan Islami yang Integral berasrama selama enam tahun penuh. Dengan memadukan empat kurikulum pendidikan, yaitu :

- Ilmu dan Tahfidz Al-Qur’an, sebagai dasar dari semua pendidikan.
- Pesantren Salafiyah, untuk Pengembangan kemampuan santri dalam mempelajari Islam dari Sumber Aslinya.
- Pesantren Modern, untuk pengembangan kemampuan berbahasa Internasional.
- Kurikulum Kementrian Agama, dan kurikulum Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.

Penggaungan empat kurikulum dilakukan untuk mempermudah pencapaian visi dan misi Al Fatah dalam menghasilkan santri yang beriman, berakhlakul karimah, dan berkualitas dalam ilmu pengetahuan.

 4. PONDOK PESANTREN AL HIDAYAH KROYA

Lokasi : Jl. Merak No.24, Rumput, Bajing Kulon, Kec. Kroya, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah 53282

Pondok Pesantren Al Hidayah dirintis oleh KH.Muhammad Minhajul Adzkiya’ -rahimahullah- sebelum masa kemerdekaan, namun tidak ada data akurat mengenai tahun pastinya. Pada waktu itu pesantren belum diberi nama dan lokasinya masih berada di selatan stasiun kroya. dan pada waktu itu berupa pondok pesantren untuk putra.

Bangunan pesantren terdiri dari Musholla kecil dan 2 asrama yang terdiri dari beberapa kamar (guthekan). Dengan jumlah santri sekitar 200-an orang. Dan diantara santri beliau adalah KH. Saefudin Zuhri yang pernah menjabat sebagai Menteri Agama RI.

Saat terjadi aksi militer belanda II (clash II), beliau bersama dengan beberapa warga dan santri mengungsi ke ngasinan kebasen banyumas, sebelum akhirnya pindah lagi ke rawaseser (masih dalam wilayah kecamatan kroya). Dalam keadaan tidak menentu beliau tetap istiqomah dalam proses belajar mengajar.

Pasca clash II dan suasana dirasa sudah aman kembalilah beliau ke Kroya. Namun ternyata tempat tinggal beliau berikut asrama dan mushollanya telah rata dengan tanah, dibumihanguskan oleh Belanda. Akhirnya beliau pindah lagi ke Kauman Kroya.

Tidak lama di Kauman, kemudian beliau diangkat untuk memimpin Pengadilan Agama di Kabupaten Wonosobo. Akhirnya beliau pindah ke Wonosobo hingga pensiun tahun 1962. Kemudian beliau kembali lagi ke Kroya dan mulai merintis lagi Pondok Pesantren Putri Al Hidayah pada tahun 1977.

Sepeninggal beliau , Pondok Pesantren Putri Al Hidayah diasuh oleh KH. Machali Djahid (alm) dan Nyai Hj. Mas’adah hingga sekarang.

PENDIDIKAN

Diperuntukkan bagi santriwati yang belajar di sekolah formal setingkat SD/SMP/SMA/SMK. baik yang sekolah di Yayasan Miftahul Huda ataupun sekolah negeri disekitar pesantren.

Madrasah ini memiliki 5 jenjang pendidikan, yaitu ;
- Halaqoh I’dadiyyah (persiapan)
- Halaqoh Ula
- Halaqoh Tsaniyah
- Halaqoh Tsalitsah
- Halaqoh Mutammimah.

Kitab-Kitab yang dipergunakan adalah kitab-kitab kuning/kutub at-turots karya para 'Ulama salaf dan kholaf yang berhaluan ahlussunah wal jama'ah dan bermadzhab syafi'iyyah.

Itulah daftar Pondok pesantren Terbaik Dan Terkenal di Cilacap Jawa Tengah.

4 Pondok Pesantren Terbaik Di Cilacap Jawa Tengah

Banyumas adalah kabupaten di Provinsi Jawa Tengah. Ibu kotanya adalah Purwokerto.

Pendidikan Agama di Banyumas sangatlah banyak, baik Pondok Pesantren Salaf maupun Modern banyak ditemui di kabupaten Banyumas. Dari penelusuran tim kami kuwaluhan.com, di Banyumas terdapat Pondok Pesantren Terkenal dan Terbesar yang perlu diketahui. Berikut daftar ponpes tersebut :

1. PONDOK PESANTREN AL-IKHSAN BEJI

Lokasi : Jl. Satria, RT 04 / RW 02, Beji, Kedungbanteng, Dusun II, Beji, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah 53152

Pondok pesantren al-ikhsan didirikan pada tanggal 1 januari 1986 M, dibawah naungan badan hokum yayasan al-ikhsan dengan akte notaries No 33/27/3/86 yang diketuai oleh K.H. Abu Chamid sekaligus sebagai pendiri serta pengasuh Pondok Pesantren Al-Ikhsan Beji/I Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Banyumas.Sepeninggal kyai Abdullah Husni, masjid tersebut diserahkan kepada menantunya, Yaitu H. Abu Chamid putra dari bapak Sami’un bin Maksum.

Beliau berasal dari dari desa Karangsalam. K.H. Abu Chamid menjadi Imam masjid tersebut semenjak tahun 1956 sampai sekarang. Beliau melanjutkan langkah-langkah dakwah yang ditempuh oleh H. Abdullah Husni, yaitu melangsungkan pengajian rutin yang diadakan setiap malam rabu. Namun kemudian dipindah pada hari Ahad pagi. Orang-orang yang mengikuti pengajian tersebut semakin lam semakin bertambah, baik dari daerah sekitar maupun dari daerah lain.

Maka kemudian timbul gagasan untuk mendirikan pondok untuk santri yang ingin menetap. Maka pada tanggal 1 januari 1986 merupakan peletakan batu pertama pembangunan pondok pesantren yang kemudian satu tahun berikutnya diresmikan oleh bapak bupati Banyumas sebagai Pondok Pesantren Al-Ikhsan Beji.

2. PESANTREN ROUDHOTUL QUR'AN BANYUMAS

Lokasi : Desa Sirau RT.02 / RW.02, Kemranjen, Sirau, Banyumas, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah 53194

Pondok Pesantren Putri Roudhotul Qur'an (untuk selanjutnya di sebut dengan PPRQ) didirikan oleh Hj. Badi'ah Munawwir, putri pasangan K.H M. Munawwir dan Ny. Hj. Salimah. Nyai Badi'ah merupakan kakak kandung Hj. Jauharoh Munawwir, istri KH. Mufid Mas'ud. Beliau hijrah ke Banyumas tahun 1956 mengikuti suaminya, KH Fathuddin yang kemudian menjadi anggota DPR Banyumas pada waktu itu. Di Banyumas beliau mengangkat Hj. Nur Sochifah, Putri KH. Mufid Mas'ud yang ke-enam sebagai putri angkatnya karena Hj. Badi'ah tidak berputra.

Awalnya Hj. Badi'ah mendirikan PPRQ hanya di atas tanah seluas 30 m2 berupa bangunan kecil di belakang rumah, santri yang mukim waktu itu sekitar enam santri yang kesemuanya berasal dari desa sekitar dan hanya ngaji al-Qur'an. pada tanggal 19 Januari 1986 Hj. Nur Sochifah dijodohkan oleh ayahnya dengan KH. Attabik Yusuf Zuhdi putra dari K. Yusuf Zuhdi.

setelah pernikahan tersebut, pengelolaan pesantren Roudhotul Qur'an diserahkan oleh Hj. Badi'ah kepada KH. Attabik YZ dan isterinya. perkembangan pesantren cukup menggembirakan, dari enam santri kemudian berkembang menjadi 30 santri. Tahun 1990 ketika KH. Attabik mendirikan Sekolah Menengah Umum (SMU), pesantren ini benar-benar bangkit menjadi pesantren yang besar dan mapan. PPRQ berlokasi di Desa Sirau Kecamatan Kemranjen Kebupaten Banyumas Propinsi Jawa Tengah.

Daerah sekitar pesantren ini semula sepi, terpencil dari hiruk pikuk keramaian. Orang harus pergi ke kota yang jaraknya kurang lebih lima kilometer seandainya ingin berbelanja sesuatu dalam jumlah yang agak besar. ketika keberadaan pesantren sudah semakin mapan dan dikenal luas, tirai keterbelakangan masyarakat pun mulai tersibak, transportasi umum menambah Desa Sirau. pada gilirannya aktivitas masyarakat, lebih-lebih aktivitas perekonomian ikut pula terdongkrak.

Desa Sirau yang semula mungkin tidak tertera dalam peta kemudian menjadi tujuan orang-orang dari berbagai daerah. Tahun 1995 adalah tahun berkabung bagi segenap keluarga besar PPRQ, Hj. Badi'ah Munawwir berpulang ke hadirat Allah setelah menjalani perawatan di RS. Sardjito Jogjakarta dan dimakamkan di Dongkelan, menjadi satu dengan makam ayahnya KH. M Munawwir. Sejak saat itu PPRQ sepenuhnya dinahkodai oleh KH. Attabik YZ dan Hj. Nur Sochifah. Pada tahun 2003 santri pesantren ini bertambah menjadi sekitar 150-an santriwati, hal ini tak lepas dari terobosan yang dilakukan oleh KH. Attabik dengan mendirikan SMP Ma'arif NU 2 dan SMK Ma'arif pada tahun 2004.

Saat ini jumlah santri putri tercatat sekitar 600, sedangkan santri putra ada 700 anak. Sementara siswa yang tidak mondok, alias hanya sekolah di lembaga yang dijalankan PPRQ ini mencapai 2500-an anak. Oleh KH. Attabik PPRQ terus diperluas tanahnya menjadi dua hektar dan ditambah beberapa lokal bangunan, ini dikarenakan santri yang mondok di pesantren ini semakin banyak dan bangunan yang ada sudah tidak bisa menampung lagi.

3. PONDOK PESANTREN DARUL ABROR

Lokasi : Watumas, Purwanegara, Kec. Purwokerto Tim., Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah 53127

Pondok pesantren Darul Abror didirikan oleh KH.Taufiqurrahman beserta tokoh masyarakat sekitar tahum 1997.

Pesantren Darul Abror merupakan lembaga pendidikan yang berbasis islam yang terletak di desa Watumas, kelurahan Purwanegara, kecamatan Purwokerto Utara, kabupaten Banyumas, propinsi Jawa Tengah. Secara geografis pondok pesantren Darul Abror terletak pada posisi yang cukup strategis karena berada di tengah-tengah pemukiman, tepatnya di tepi jalan gang XIV sebelah barat Sekolah Polisi Negara (SPN) Purwokerto.

Pondok pesanten Darul Abror juga merupakan tempat berkumpulnya masyarakat watumas purwanegara dengan berbagai macam kegiatan seperti: pengajian ibu-ibu yasinan bapak-bapak, Taman Pendidikan Al Qur’an (TPQ), serta pendidikan kitab-kitab klasik.

Pondok pesantren Darul Abror didirikan oleh kiyai Taufiqurrahman beserta tokoh masyarakat sekitar tahum 1997. dari tahun ke tahun pondok pesantren Darul Abror terus mengalami perubahan mulai dari bertambahnya santri, perbaikan administrasi, dan dewan asatidz.

4. PONDOK PESANTREN AL-AMIEN PURWOKERTO WETAN

Lokasi : Purwokerto Wetan, RT. 04 RW. 02, Kepetek, Purwokerto Wetan, Kec. Purwokerto Tim., Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah 53111

Pondok Pesantren Al Amien adalah lembaga pendidikan non formal religius yang dibangun di atas tanah wakaf dari H. Ahmad al-Attas, S.H. seluas 1.400 m2 yang bernaung di bawah Yayasan Islamic Center Ulul Albab (YICUA) Purwokerto. Pondok Pesantren al-Amien didirikan pada tahun 1994.

Pada awalnya hanya menampung santri putra tetapi atas permintaan para wali santri dan semakin banyaknya pendaftar maka pada tahun 2002 mulai menerima santri putri dengan gedung tersendiri.

Hingga saat ini jumlah santri yang mondok di pesantren Al Amien sangat banyak, dan terus bertambah setiap ajaran baru.

5. PONDOK PESANTREN AL-HIDAYAH KARANGSUCI

Lokasi :  JL. LETJEND POL SOEMARTO, Watumas, Purwanegara, East Purwokerto, Banyumas, Central Java 53126

Pondok Pesantren Al Hidayah Karangsuci adalah sebuah lembaga pendidikan keagamaan nonformal dibawah Yayasan Nurul Hidayah Karangsuci (Akta Notaris no : 04 tanggal 01 Juli 2013 ) yang memulai kegiatannya secara resmi pada bulan Ramadhan 1986 di bawah asuhan (Alm) KH. Dr. Noer Iskandar al Barsyani MA dan Ibu Nyai. Dra. Hj. Nadhiroh Noeris.

Pada awalnya kegiatan pondok pesantren dimulai secara resmi dengan jumlah santri sekitar 10 orang. Lambat laun, pondok pesantren asuhan (Alm) Gus Noer tersebut terus berkembang semakin pesat dan dikenal di kalangan masyarakat luas. Hingga pada saat ini Pondok Pesantren Al Hidayah Karangsuci di bawah asuhan Nyai. Hj. Dra. Nadhiroh Noeris memiliki santri yang berjumlah kurang lebih 700 orang santri putra dan santri putri serta ribuan orang alumni yang tersebar di berbagai pelosok nusantara.

Pondok Pesantren Al Hidayah Karangsuci memiliki visi untuk mempertahankan ajaran Islam tuntunan ulama salaf yang berpaham Ahlu as Sunnah wa al Jama'ah. Dengan demikian diharapkan santri yang mayoritas adalah pelajar dan mahasiswa selain memiliki kemampuan intelektual akademis, dapat pula mengkaji tuntunan ulama salaf melalui Literatur Islam Klasik atau Kitab Kuning. Dengan kematangan aqidah Ahlu as Sunnah wa al Jama'ah tersebut, maka santri diharapkan akan memiliki kepribadian utuh dengan mengedepankan ahlakul karimah yang dilandasi akhlak tawasuth, tawazun, tasamuh dan i'tidal, dan tentu saja memiliki keunggulan dalam bidang keislaman. Dengan demikian santri dapat menjadi ulama pejuang pembela ajaran Islam paham Ahlu as Sunnah wal Jama'ah.

Pondok Pesantren Al Hidayah Karangsuci selain menggunakan sistem bandongan dan sorogan, dalam metode pembelajarannya juga menerapkan sistem klasikal melalui Madrasah Diniyah Salafiyah Al Hidayah (MDSA) dan Madrasah Diniyyah Al-Kautsar (MDA) dengan kurikulum ala pesantren.

Selain MDSAdan MDA, Pondok Pesantren Al Hidayah Karangsuci juga memiliki Lembaga Pengembangan Bahasa Asing (LPBA) Nurul Hidayah dengan fokusnya pada pengembangan kemampuan santri untuk berbahasa asing khususnya Bahasa Arab dan Inggris, Madrasah Qur’aniyyah (MQ) Al-Hadi sebagai lembaga yang mengurusi pengajian Al-Qur’an, Gema Nada Sholawat Salsabila (GNSS) yang merupakan wadah bagi para santri untuk menampilkan kreativitas dalam bidang kesenian, dan Organisasi Santri Madrasah Diniyah Salafiyah Al Hidayah (OSMADINSA) dan Organisasi Santri Madrasah Diniyah Al-Kautsar (OSMADINKA) sebagai sarana bagi para santri untuk mengepresikan dan mengaktualisasikan dirinya, antara lain melalui kegiatan latihan berorganisasi, beretorika dan sekaligus juga melatih bakat dan kemampuan dalam hal kepemimpinan.

6. PONDOK PESANTREN ATH-THOHIRIYYAH

Lokasi : JL. K.S. Tubun, RT 03 RW 05, Karangsalam Kidul, Kedung Banteng, Dusun II, Karangsalam Kidul, Banyumas, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah 53152

Pondok Pesantren Ath-Thohiriyyah yang berada di Kampung Parakanonje, Desa Karangsalam, Kecamatan Kedung Banteng, Kabupaten Banyumas, merupakan sosok pesantren yang telah mengalami sejarah panjang. Jika ditelusuri lebih jauh, asal mula berdirinya Pondok Pesantren Ath-Thohiriyyah merupakan perkembangan dari sebuah kelompok pengajian yang dirintis oleh KH. Muhammad Sami’un pada tahun 1960-an.

Semasa hidupnya, syiar agama di kampung tersebut cukup semarak. Ia termasuk sosok yang disegani. Karena cukup mumpuni dalam ilmu agama serta kedudukannya sebagai mursyid tarekat Syadziliyah. Sehingga tidak hanya masyarakat sekitar yang berguru kepada beliau, akan tetapi banyak pendatang dari kota lain. Seperti, Jatilawang, dan Wangon. Selain itu, ia dapat berkomunikasi dengan Belanda semasa penjajahan dulu. Hal ini bisa dimaklumi, karena masa mudanya ia pernah ikut bekerja pada pemerintah Hindia Belanda.

Pada perkembangan berikutnya, kegiatan belajar mengajar terus berkembang dengan menambah pelajaran keagamaan. Beberapa tahun setelah kepulangan KH. Muhammad Thoha Al-Hafidz dari Makkah, mulailah berdatangan santri yang belajar kepada beliau. Melihat kondisi kelompok studi yang semakin berkembang dan bertambahnya santri mukim yang belajar, serta dukungan masyarakat dan pihak-pihak lain dengan didasari niat suci untuk melestarikan perjuangan KH. Muhammad Sami’un dalam mensyiarkan agama Islam, maka diresmikanlah Pondok Pesantren Ath-Thohiriyyah. Peletakan batu pertama dilakukan Oleh Hj. Shofiyah Umar (Solo) pada tanggal 12 Desember 1992 atau 25 Jumadil Akhir. Dan sampai sekarang dipimpin oleh KH. Muhammad Thoha Al Hafidz beserta para kiai, dan ustadz lainnya.

7. PONDOK PESANTREN DARUSSALAM DUKUHWALUH

Lokasi : Jl. Sunan Bonang No.37, RT.03/RW.06, Dusun I, Dukuhwaluh, Kec. Kembaran, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah 53182

Pondok Pesantren Darussalam Dukuhwaluh Purwokerto ini awalnya dirintis oleh Seorang Kyai, Dosen, sekaligus Ketua MUI Banyumas yang bernama KH. Drs. Chariri Shofa, M. Ag dan H. Djoko Sudantoko, S.Sos., MM  (Mantan Bupati Banyumas) pada bulan mei tahun 1994. Cikal bakal pondok ini berawal pada saat di pemondokan haji Mekkah bulan Dzulhijah 1415 H. atau 1994 M.

Bersama dengan H. Djoko Sudantoko, S.Sos., MM (mantan Bupati Banyumas), KH Drs Chariri Shofa, M.Ag. Membantu untuk melangsungkan kemabruran hajinya dengan cara meluncurkan Pondok Pesantren yang memenangkan kader-kader muslim yang shalih dan shalihah, memiliki iman yang kuat dengan menanamkan akidah Ahlussunnah wal Jama'ah.

Rencana pembangunan berkelanjutan dengan lokasi strategis dan penyediaan lahan pembangunan seluas 7090 m2 oleh Cristian Bayu Aji (Putra Bupati Banyumas) pada tahun 1996. Pada saat itu pembangunan asrama putra lantai pertama dan rumah ta'mir dimulai dibangun oleh Cristian Bayu Aji, sambil Sertifikat tanah di BPPN yang akan diserahkan kepada pengurus yayasan.

Sejak bulan Syawal 1419 H / 1 Februari 1998 diadakan pengajian rutin selapanan Senin Wage malam Selasa Kliwon. Pembangunan fisikpun terus berjalan pada tanggal 6 Muharram 1424 H bertepatam dengan 9 Maret 2003 diresmikanlah Masjid Abu Bakar Siddiq Yayasan Darussalam seluas 1824 m2.

Pondok ini memiliki beberapa Extrakulikuler dan Kegiatan Kegiatan yang pastinya tidak ketinggalan Zaman, diantaranya :

- Bahasa Muhadatsah (Arab dan Inggris).
- Diskusi Tematik / Bahtsul Masail.
- Khitobah.
- Seni Bela Diri Pagar Nusa.
- Seni Hadroh.
- Pembacaan Yasin dan Tahlil.
- Pembacaan Sholawat Barzanji.
- Donor Darah.
- Dan masih banyak yang lainnya.

8. PONDOK PESANTREN MODERN DARUSSUNNAH AL-ISLAMY

Lokasi : Karangkemiri, Jambu, Kec. Wangon, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah 53176


Yayasan At-Taqwa Birul Walidain berdiri pada tanggal 27 Februari 2007. Selama waktu 9 tahun sudah cukup banyak kegiatan yang telah kami lakukan baik di bidang dakwah, atau sosial keagamaan lainnya, seperti :

1. Mengadakan kajian rutin guna menghadang kristenisasi dan mengadakan pengajian umum secara rutin sebulan dua kali dengan tempat bergilir di wilayah Desa Jambu.
2. Pengajian rutin ibu-ibu, pada setiap hari Ahad, Senin dan Selasa siang.
3. Taman Pendidikan Al Qur’an (TPQ)
4. Pengumpulan dan pembagian zakat, infak, sodaqoh (ZIS).
5. Pemeriksaan kesehatan dan pemberian bantuan sosial kepada warga yang kurang mampu.

Dengan izin dan kemurahan Alloh Ta’ala pada pertengahan tahun 2009 Kami berhasil membebaskan tanah 3.364 m2. Dan pada pertengahan 2010 mulai dibangunlah pembangunan Ponpes Daarus Sunnah Al-Islamy sampai pada pertengahan tahun 2011. Pada tanggal 25 Desember 2011 kami mengajukan izin operasional ponpes dan tanggal 31 januari Kementrian Agama Kabupaten Banyumas memberikan piagam penyelengaraan ponpes. Maka pada bulan Juli 2012 dibukalah operasional dan kegiatan belajar mengajar Ponpes Daarus Sunnah Al-Islamy Wangon untuk Tahun Pelajaran 2012/2013 yang alhamdulillah disambut antusias oleh masyarakat di lingkungan Kecamatan Wangon dan sekitarnya bahkan ada yang berasal dari Jakarta, Bogor, dan Tangerang.

Pada tanggal 20 Januari 2012 melalui rapat Pengurus Yayasan maka didirikanlah PONDOK PESANTREN DAARUS SUNNAH AL-ISLAMY WANGON. Dan pada tanggal 16 Juli 2012 dibukalah operasional dan kegiatan belajar mengajar Ponpes Daarus Sunnah Al-Islamy Wangon untuk Tahun Pelajaran 2012/2013 yang alhamdulillah disambut antusias oleh masyarakat di lingkungan Kecamatan Wangon dan sekitarnya bahkan ada yang berasal dari Jakarta, Bogor, dan Tangerang.

9. PONDOK PESANTREN MODERN ZAM ZAM MUHAMMADIYAH

Lokasi : Jl. Raya Pernasidi No. 9, Kecamatan Cilongok, Dusun II, Pernasidi, Banyumas, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah 53126

Pondok Pesantren Modern Zam-Zam Muhammadiyah yang beralamatkan di Jalan Masjid Baitul Matien Komplek Perguruan Tinggi Muhammadiyah Desa Pernasidi Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas Jawa Tengah, baru berdiri sekitar 10 tahun. Bermula dari keperihatinan akan membantu da'i dan imam masjid, serta dari sebuah cita-cita pengusaha Muslim (Bapak H. Casiwan HS, selaku donator utama, penggagas dan pendiri pondok pesantren ini) Mengirim kader-kader da'i dan imam di kecamatan lingkungan cilongok khusus, dan bermanfaat bagi umat pada umumnya.

Harapan dan cita-cita itupun kemudian ditindaklanjuti dengan melakukan musyawarah-musyawarah baik dengan tokoh ulama lokal maupun Pimpinan Cabang Muhammadiyah Cilongok Banyumas. Dari musyawarah itu terbentuklah tim pendiri pondok pesantren yang diketuai oleh Bapak H. Casiwan HS.

Setelah itu, tim pendiri mengadakan studi banding ke beberapa pondok pesantren di mendiskusikan Ma'had Muhammadiyah Plompong Kecamatan Sirampog kabupaten Brebes, Ma'had Al Imam Syafi'i di Cilacap dan Ma'had Imam Syuhodo di Surakarta.

Dengan izin Allah, setelah membahas berbagai upaya dan upaya kemudian berdirilah Pondok Pesantren Modern Zam-Zam pada tanggal 17 Juni 2008 M / 13 Jumaditsani 1429 H. di tanah semula seluas 440 m2 tanah wakaf menjadi 17000 m2 di Pernasidi Kecamatan Cilongok dan sebagai donator utama dan penggagas adalah Bapak H. Casiwan HS.

Pembangunan pondok dilakukan secara bertahap yang terdiri dari ruang kantor, ruang kelas, asrama santri, asrama ustadz dan ruang dapur. Jumlah awal santri generasi pertama adalah 25 orang, dan Alhamdulillah total santri pondok pesantren modern Zam-Zam bertambah dari tahun ke tahun meningkat pada tahun ke-6 jumlah santri pada 407 orang yang terdiri dari santri SMP dan Santri SMA, dan sekarang pada tahun ke-11 alhamdulillah jumlah santri yang ada sekitar 1081 anak terdiri dari tingkat SMP dan SMA (putra-putri).

Pondok pesantren modern Zam-Zam sebagai lembaga pendidikan islam fokus membina dan membekali santri dengan ilmu-syar'i dan keterampilan hidup di samping dibekali dengan penguasaan teknologi. Integrasi antara Ilmu Agama dengan Pendidikan umum menjadi satu kesatuan dalam PPMZ semakin maju, berkembang dan berprestasi.

Melalui dunia pendidikan yang terus berkembang, maka Pondok Pesantren Modern Zam-Zam Muhammadiyah lahir dengan memberikan solusi pendidikan yang baik dan sesuai dengan kebutuhan masanya. Perpaduan antara ilmu umum sebagai dasar dari pengembangan teknologi dan informasi dengan ilmu-ilmu agama sebagai instrumen penting pengembangan akhlakul karimah, keislaman yang kuat serta karakter yang lurus. Dan masyarakat percaya bahwa pesantren modern adalah tempat pendidikan yang pas untuk keadaan lingkungan saat ini.

Dengan bergandengan tangan di antara pengurus muhammadiyah lokal, tekad kuat bapak H. Casiwan HS. (pendiri, donator utama dan Ketua Umum Pimpinan Muhammadiyah Cabang Cilongok) serta ustadz-ustadz yang berkompeten dari berbagai alumni pesantren seperti Zam-Zam, Imam Syuhodo, Darussalam (Gontor), Isy karima, Abu Bakar Ash-shiddiq, Al-Muttaqin dan Alumni Universitas dalam negeri luar (Imam ibnu Su'ud (LIPIA) dan Universitas Al-Ahqof) maka Alhamdulillah Pondok Pesantren Modern Zam-Zam Muhammadiyah dengan berjalannya tahun keenam ini telah menunjukkan perkembangan yang sangat baik. Terlihat dari pencapaian-pencapaian yang telah diraih, jumlah santri yang terus meningkat, pembangunan prasarana KBM serta tingkat penerimaan / tanggapan masyarakat sekitar yang sangat positif.

Ponpes Modern Zam-Zam Muhammadiyah terus berbenah dari hari kehari. Dengan memberikan program dan kegiatan yang bisa dihandalkan, demi pendidikan modern yang lebih berkualitas lagi, dan menjamin amanah dari masyarakat yang ada serta keinginan kuat untuk menghasilkan generasi islam yang baik, kompeten dan bermanfaat bagi masyarakat sekitar.

Itulah beberapa daftar Pondok Pesantren Terkenal dan Populer di Banyumas Jawa Tengah.

9 Pondok Pesantren Salaf Dan Modern Terbaik Banyumas Jawa Tengah

Kabupaten Tasikmalaya adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Barat Indonesia.

Selain memiliki sejumlah perguruan tinggi, Kabupaten Tasikmalaya juga dikenal sebagai pusat keagamaan terbesar di Jawa Barat, karena memiliki lebih dari 800 pesantren tersebar di penjuru wilayah Kabupaten. Namun dari penelusuran kami, ada beberapa Pondok pesantren yang sangat terkenal dan banyak diminati oleh masyarakat untuk mendalami ilmu agama di sini. Berikut daftar Pondok Pesantren Terkenal dan Terbesar di Tasikmalaya Jawa Barat :

1. PONDOK PESANTREN AL-AMIN

Lokasi : Jl. Air Tanjung, Tanjung, Kec. Kawalu, Tasikmalaya, Jawa Barat 46182

Sejarah berdirinya pondok pesantren Al Amin di awali dari kegiatan usaha  Tjiwulan Bordir  yang dimiliki oleh  H. Zarkasyie , pada tahun  2000  dengan  akta pendiriannya nomor 15 tahun 2000 , ia mendirikan  Yayasan Pendidikan Islam Al Amin  dengan tujuan untuk membeli kader-kader Islami yang beretos kerja tinggi, berdisiplin, jujur ​​dan Amanah Jadi Diperlukan Memberikan Nilai Manfaat Untuk Lingkungannya Dan Khusus Mengkhususkan Unit Usaha Tjiwulan Bordir dan Menyempurnakan Aktivitas Pondok Pesantren Al-Amin.

Sesuai dengan namanya, Sumber Daya Manusia yang diwarnai oleh Dienul Islam dapat mendukung produk ke-wilayah-an. Hal tersebut karena  Dienul Islam memiliki tata nilai dan etos kerja yang tinggi, disiplin yang kuat, kejujuran dan nilai  Amanah  serta memiliki nilai  barokah . Dia menyimpulkan bahwa kegiatan usaha dan pendidikan adalah dua hal yang terpisah, akan tetapi satu sama lain harus terkait erat dan simultan sehingga membuat  Tautan  dan  Pertandingan  antara dunia pendidikan dan dunia usaha.

Lebih jauh, dia meyakini bahwa tatanan SDM yang Islami akan mampu membawa perubahan yang positif di masyarakat serta akan mampu mewujudkan Islam sebagai  Rahmatan Lil'alamin.

2. PONDOK PESANTREN CONDONG RIYADLUL ULUM WADDA'WAH

Lokasi : Kampung Condong, RT 01 RW 04, Kel.Setianegara, Cibeureum, Setianagara, Tasikmalaya, Jawa Barat 46196

Pondok Pesantren Condong  merupakan pondok pesantren yang berlokasi di kawasan Condong, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Saat ini, Pondok Pesantren Condong menyelenggarakan pendidikan untuk jenjang MI, SMP (putra dan putri), SMA (putra dan putri), serta STIABI dengan biaya yang terdiri dari beberapa komponen, seperti infak, dana kesehatan, seragam, dan lain-lain.

Lembaga pendidikan berbasis agama Islam ini memiliki nama resmi Pondok Pesantren Riyadlul Ulum Wadda’wah. Karena berlokasi di Condong, maka pondok pesantren tersebut lebih populer dengan sebutan Pondok Pesantren Condong. Di Indonesia, pondok pesantren ini termasuk tua karena kabarnya telah didirikan sejak tahun 1864 silam.

Pada awalnya, Pondok Pesantren Condong hanya mengajarkan kitab kuning. Kemudian, sejak tahun 1985, pondok pesantren ini sudah mulai memadukan kurikulum pondok pesantren dengan kurikulum Pesantren Gontor. Lalu, di tahun 2001, dikombinasikan dengan kurikulum nasional dengan berdirinya SMP Terpadu.

Pada tahun akademik 2003/2004, dibuka SMA Terpadu dengan program lanjutan dari SMA dan program intensif (SMP dari luar). Sama seperti SMP Terpadu, SMA Terpadu di Pondok Pesantren Condong juga mengombinasikan kurikulum pendidikan nasional, kurikulum pesantren, dan kurikulum Gontor.

Layaknya pondok pesantren lainnya, Pondok Pesantren Condong juga telah dilengkapi dengan fasilitas mahad atau asrama khusus santri. Ada lima asrama yang disediakan di tempat ini, yaitu masing-masing dua untuk santri putra (Asrama Putra 1 Safinatun Najah dan Asrama Putra 2 Riyadul Badiah) dan tiga asrama untuk santri putri (Asrama Putri 1 Sulamut Taufiq, Asrama Putri 2 Fathul Qorib, dan Asrama Putri 3 Raudlatul Banat).

Di samping itu, Pondok Pesantren Condong juga didukung fasilitas belajar dan mengajar yang memadai. Di tempat ini, sudah tersedia ruang belajar atau kelas yang representatif dan terpisah antara putra dan putri, laboratorium IPA (Fisika, Kimia, Biologi), laboratorium komputer, area hotspot atau Wi-Fi, laboratorium bahasa, hingga aula dan perpustakaan.

3. PONDOK PESANTREN MANARUL HUDA

Lokasi : Kampung Sukasirna, Po Box 5SPA, Wargakerta, Sukarame, Tasikmalaya, Jawa Barat 46461

Pondok pesantren Salafiyah ini didirikan oleh KH. Endin Saepudin pada tahun 1978. Kemudian pada tahun 1996 pesantren ini mendirikan Yayasan Manarul Huda, yayasan tersebut mengembangkan pesantren dengan membangun MTs Manarul Huda, MA Manarul Huda dan Koperasi Pontren Manarul Huda.

Sekretaris Yayasan Pesantren Manarul Huda KH Cecep Ilman Fahmi menyatakan, pesantren yang dikelolanya harus tetap mempertahankan tradisi sorogan. Sekalipun ada pendidikan formal, aktivitas ngaji tak boleh diabaikan santri.

Santri membaca buku kuning dan memahami ilmu-ilmu yang ada di dalamnya.

Kitab kuning yang dibahas berkaitan dengan tradisi gramatika bahasa Arab, yaitu nahwu dan sharaf. Ada juga yang mengajarkan akidah atau tauhid. Kitab lainnya tentang fikih dan akhlak.

Dari tahun ke tahun santri di pesantren ini bertambah. Lebih dari 150 orang. Pada 1997 pesantren itu kemudian membangun yayasan. Maka, berdirilah MTs dan MA.

Hingga saat ini santri yang mondok di Manarul Huda semakin banyak dan terus bertambah dari tahun ke tahun.

4. PONDOK PESANTREN CIPASUNG

Lokasi : Komplek Pondok Pesantren, Jl. K.H. Ruhiat, RT.02/RW.7, Cipakat, Kec. Singaparna, Tasikmalaya, Jawa Barat 46417

Pondok Pesantren Cipasung merupakan lembaga pendidikan berbasis Islam yang berlokasi di Desa Cipakat, Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya. Pondok pesantren ini ternyata sudah berusia cukup lama karena telah eksis sejak tahun 1931 silam, yang kala itu didirikan oleh almarhum KH Ruhiat. Pesantren Cipasung merupakan salah satu pondok pesantren yang berciri khas ‘Salafy’ (memperdalam kitab kuning), selain juga melaksanakan pendidikan formal mulai jenjang PAUD, TK Islam, Madrasah Diniyah, MI, MTs, SMP Islam, SMA Islam, SMK Islam, MAN, hingga perguruan tinggi seperti IAIC, STTC, STIEC, dan Pascasarjana IAIC.

Secara umum, Pondok Pesantren Cipasung memiliki tujuan membina warga negara Indonesia yang memiliki kepribadian muslim dan menanamkan rasa keagamaan dalam semua aspek kehidupan dalam rangka berkhidmat untuk agama, nusa, dan bangsa. Sementara, secara khusus, pondok ini bertujuan mendidik santri atau siswa menjadi seorang muslim yang memiliki akhlak karimah, memiliki kecerdasan, serta sehat lahir dan batin.

Layaknya pondok pesantren pada umumnya, Pondok Pesantren Cipasung juga mewajibkan para santri untuk tidur di asrama. Memiliki 19 unit, asrama di pondok ini terbagi menjadi dua, yaitu untuk santri putri dan untuk santi putra.

Pondok Pesantren Cipasung juga menyelenggarakan pendidikan setingkat SMP, SMA, dan bahkan perguruan tinggi. Akan tetapi, ketika dikonfirmasi rupanya biaya pendidikan di Pondok Pesantren Cipasung untuk masing-masing jenjang tersebut untuk tahun ini masih belum diumumkan. Sebagai gambaran, berikut informasi biaya pendidikan di Ponpes Cipasung untuk tahun sebelumnya.

5. PONDOK PESANTREN DARUSSALAM TASIKMALAYA

Lokasi : Tanjungpura, Kec. Rajapolah, Tasikmalaya, Jawa Barat 46155

Pendirian Pondok Pesantren Darussalam pada dasarnya berbarengan sejalan dengan proses pendirian Pendidikan Formal Menengah SMP Terpadu Darussalam, Dengan berpijak kepada Pokok Ajaran Islam dan Ukhuwah Islamiyah dengan pola keterpaduan kurikulum antara kurikulum KMI Gontor, Salafiyah dan Pendidikan Formal Menengah Depdiknas, dengan system Boarding School yang mengonsetrasikan belajar 24 jam di asrama.

Bermula dari sebuah Kandang Ayam yang berkapasitas 3000-3500 ekor ayam potong, kurang lebih tiga tahun dengan izin Allah dan dukungan kuat dari masyarakat di samping itu juga, cita – cita tinggi dari Pendiri Pondok Pesantren dalam waktu yang relatif sangat singkat kira-kira empat bulan masyarakat berjibaku membangun dengan tanpa upah gaji. Kandang ayam tersebut menjelma menjadi sebuah Pesantren dan lembaga Pendidikan Formal Menengah SMP Terpadu Darussalam harapan masyarakat.

Kata Darussalam bagi nama Pesantren diambil dari sebuah harapan besar Pendiri Pondok bahwa kelak Pesantren tersebut menjadi pesantren kebanggaan layaknya Pondok Modern Darussalam Gontor Jawa Timur yang menjadi almamaternya. di samping salah-satu pendirinya alumni Gontor.  Kedua, makna dari Darussalam berarti Kampung Damai diharapkan Pesantren Darussalam mempunyai peran besar dalam kehidupan masyarakat di Indonesia yang membawa kedamaian, dan Ketiga, dengan tidak merendahkan bahwa nama Darussalam diambil dari kata yang mudah dicerna oleh masyarakat. Sesuai dengan asal mulanya tempat dari kandang ayam, Darul Ayam menjadi Darussalam Kampung Damai.

Kurikulum yang diterapkan di Pondok Pesantren Darussalam adalah dengan memadukan tiga kurikulum :

1. KMI Gontor Ponoroga Jawa Timur,
2. Salafiyah, serta menghafal Al-Quran yang berorientasi ke arah pendidikan modern.
3. SMP/SMA Terpadu Darussalam dari Kemendikbud.

6. PONDOK PESANTREN MODERN AL FURQON

Lokasi : JL. Raya Barat, No. 21 A, Singaparna, Cikunten, Kec. Singaparna, Tasikmalaya, Jawa Barat 46414

Pondok Pesantren Al-Furqon didirikan oleh KH. Taufik Ali Daud dan saat ini Pondok Pesantren Al-Furqon diasuh oleh KH Asep Hidayat, Lc. Pondok Pesantren Al-Furqon dengan sejarah panjang yang tidak bisa terpisahkan. Hadir dari keyakinan dan rasa tanggung jawab akan tuntunan ummat terhadap pejuang dan penerus amanat nubuwat (warasatul anbiyya).

 Dari sebuah nama Al-Furqon, masjid yang senantiasa mengadakan pengajian rutin dan pendidikan RA ( Raudatul Athfal) di awal tahun 1980. Akhirnya di tahun 1992, dengan izin Allah SWT, Pondok Pesantren didirikan. Hingga saat ini telah melahirkan 21 angkatan. Merupakan sebuah kebanggaan dan wujud tasyakur Pondok Pesantren Al-Furqon terus berkembang melaksanakan fungsinya sebagai lembaga pendidikan pencetak kader-kader pemimpin umat.

Pondok Pesantren Al-Furqon menghadirkan suasana pendidikan dan pembinaan terhadap Santri (anak didik) dengan mengupayakan Pesantren sebagai tempat ibadah thalab al-ilmi dan menjadi sumber pengetahuan Islam, bahasa Al-Quran dan ilmu pengetahuan umum. Santri pada akhirnya diharapkan memiliki kemampuan dan penguasaan terhadap seluruh cabang keilmuan, baik pengetahuan agama maupun pengetahuan umum dengan tetap berjiwa pesantren.

Lingkaran pendidikan dan Pembinaan yang dilaksanakan Pondok Pesantren Al-Furqon bermuara pada terwujudnya generasi yang unggul menuju terbentuknya khairo ummah, mukmin-muslim yang berbudi tinggi, berpengetahuan luas dan bebas, serta berkhidmat kepada masyarakat. Kaum intelek yang memiliki keseimbangan dzikir dan pikir.

Kurikulum yang digunakan adalah perpaduan antara Kurikulum Standar Pendidikan Nasional dan Kurikulum Pondok Modern Gontor, dengan masing-masing komposisi 100%. Yang berarti tidak ada pemilahan antara komponen umum dan agama, tradisional dan modern. Karena pada dasarnya inti dari kesemuanya adalah Ilmu. Lama pendidikan di Pondok Pesantren Al-Furqon selama 6 (enam) tahun.

Tiga tahun pertama setingkat MTs (Madrasah Tsanawiyah) dan tiga tahun berikutnya setingkat MA (Madrasah Aliyah). Santri Lulusan Pondok Pesantren Al-Furqon akan memiliki sekaligus 3 Ijazah. (Ijazah Pondok Pesantren, Ijazah MTs, Ijazah MA yang sudah TERAKREDITASI). Alumni dapat melanjutkan pendidikan ke Perguruan TInggi dalam Negeri (PTN maupun PTS) maupun Luar Negeri.

7. PONDOK PESANTREN NURUL WAFA

Lokasi : Gunung Hideung, Sukarame, Tasikmalaya, Jawa Barat 46461

Pondok pesantren Nurul Wafa Gununghideung merupakan salah satu lembaga yang turut berperan aktif dalam pengembangan ilmu pengetahuan baik agama maupun dari luar agama. Pondok yang berdiri pada tahun 1977 semula hanya terdiri dari asrama putra yang berjumlah 12 ruangan/kobong (saat ini menjadi asrama pusaka), masjid kecil, dan madrasah.

Ketiga bangunan ini merupakan jerih payah dua ulama besar pendiri sekaligus pemilik Pondok pesantren yaitu  Al-magfurlah Syekhuna KH. Moch. Idris dan Syekhuna Al- Mukarrom KH. Asep Moch. Saefulloh. Semenjak tahun 1977, beliau pendiri dan pemilik Pondok Pesantren Nurul Wafa telah berhasil mencetak kader-kader Ulama yang telah tersebar di berbagai daerah. Selama memimpin Pondok, berbagai cobaan dan rintangan dating silih berganti. Namun berkat kesungguhan Syekhuna Al-Mukarrom KH. Asep Moch. Saefulloh, pondok berhasil bertahan hingga saat ini, bahkan santrinya semakin banyak dan terus bertambah.

8. PONDOK PESANTREN SUKAHIDENG

Lokasi : Bageur, Rt. 16/04, Sukarapih, Sukarame, Sukarapih, Sukarame, Tasikmalaya, Jawa Barat 46461

Pesantren ini bernama lengkap “Pondok Pesantren Perguruan KHZ. Musthafa Sukahideng” didirikan pada masa penjajahan Belanda tahun 1341 H bertepatan dengan tahun 1922 M.

Pendirinya adalah M. KHZ. Muhsin. Sepulangnya dari menuntut ilmu, pada tahun 1922 M. KHZ. Muhsin mendirikan Pesantren di Kampung Bageur yang bernama Pesantren Sukahideng. Tanah yang ditempati Pesantren meruapakan wakaf untuk dijadikan Masjid dan sarana berdakwah.

Selain belau menjadi pengasuh pesantren di tempatnya, ia juga rajin memberi pengajian ke kampung-kampung sekitar, seperti desa Sukarapih maupun di luar desa.

KH. Zenal Muhsin Wafat pada tahun 1938. Karena putra pertama beliau yaitu KH.A. Wahab Muhsin masih 17 tahun, maka kepengurusan Pesantren dipimpin oleh salah seorang menantu KH. Zenal Muhsin yaitu KH. Yahya Bahtiar Afandi sampai dengan tahun 1945.

Dan dari tahun 1945 sampai dengan 2000 M. yang memimpin Pusaka peninggalan ini adalah putra sulungnya yaitu KH.A. Wahab Muhsin Rohimahulloh.

9. PONDOK PESANTREN BAHRUL ULUM K.H. BUSTHOMI

Lokasi : Jl. K.H. Busthomi No.Kel, Awipari, Kec. Cibeureum, Tasikmalaya, Jawa Barat 46196

Pondok pesantren pertama di wilayah Kecamatan Cibeureum ini berdiri sekitar 1920 dengan nama pondok pesantren Awipari. Pendirinya adalah KH. Masduki (Alm). Beliau merupakan putra KH. Husen, dari Tonjong, Kecamatan Cikatomas, Kabupaten Tasikmalaya, yang merupakan cucu dari salah seorang keluarga Syekh Abdul Muhyi Pamijahan. “Kalau dulu penamaan pesantren itu langsung dengan menyebut tempat di mana pesantren itu berada,” kata KH. Cecep Ridwan Busthomi, pimpinan pondok pesantren Bahrul Ulum KH. Busthomi, Awipari, Kecamatan Cibeureum, Kota Tasikmalaya.

Dalam penyelenggaraan pengajian, dikarenakan KH. Masduki sering melaksanakan ibadah haji dan pernah bermukim di Mekkah, maka di bantu oleh keluarganya KH. Ahmad (Alm). KH. Masduki memiliki empat putra, yaitu KH. Busthomi (Alm), KH. Tijani (Alm), KH. Syail Mawardhi (Alm), dan Hj. Ai (Alm). Sekitar 1940 KH. Busthomi bersama KH. Ruhiat, Pondok Pesantren Cipasung, pernah menawarkan diri untuk ikut ke medan perang.

Tapi oleh KH. Zaenal Musthofa dilarang ikut, malah disuruh pulang untuk membina umat. Berbeda dengan KH. Ruhiat yang ikut ke medan perang. Kepemimpinan KH. Masduki berakhir hingga 1942, kemudian diteruskan putra sulungnya. Semasa kepemimpinan KH. Busthomi, perkembangan pesantren cukup pesat dengan banyaknya santri yang bermukim. “Puncak kejayaannya tahun 1965 sekitar 3000-an santri. Bangunan pesantrennya tidak seperti sekarang. Hanya pakai bedeng-bedeng, semisal tenda darurat. Ini dikatakan oleh seorang alumni yang masih hidup,” ungkap putra bungsu KH. Busthomi itu.

Sekitar 1970, pesantren berganti nama menjadi pondok pesantren Bahrul Ulum. Seiring perkembangan, sistem pengajarannya, selain Salafiyah sekarang menggunakan sistem kholafiyah. Selanjutnya kepemimpinan pesantren diteruskan putra dan menantunya, yaitu KH. Abdullah Muhaemin (Alm) dan KH. Ma’sum Suhaemi (Alm). “Kholafiyah diperuntukkan bagi santri yang sekaligus bersekolah, dan Salafiyah dikhususkan bagi santri khusus tidak sekolah (Takhosus). Klasifikasinya, yaitu I’dad, Ula, Tsanawiyah, Wustho, ‘Ali dan Takhosus. Sekarang ada delapan asrama, tiga asrama perempuan dan empat asrama laki-laki."

10. PONDOK PESANTREN MIFTAHUL HUDA

Lokasi : Jl. Miftahul Huda, RT.05 / RW.02, Pasir Panjang, Kalimanggis, Manonjaya, Kalimanggis, Kec. Manonjaya, Tasikmalaya, Jawa Barat 46197

Pondok Pesantren Miftahul Huda didirikan oleh almarhum KH. Choer Affandi (dikenal dengan julukan UWA Ajengan) beserta istri (Hj. Siti Shofiyyah) pada tanggal 7 Agustus 1967.

Berlokasi di Kedusunan Pasirpanjang, Desa Kalimanggis, Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya, Propinsi Jawa Barat, jarak dari Kota Tasikmalaya 13 km. ke arah Timur, dari ibu kota Kecamatan 1 km. ke arah Tenggara dan 8 km. dari ibu kota Ciamis ke arah Barat Daya.

Dan telah mencatatkan diri sebagai Yayasan dengan nama Yayasan Pesantren Miftahul Huda (YAMIDA) dengan akta notaris Ryono Roeslam NO.34/PN/76/AN. Berhubung banyak pendirinya yang telah meninggalkan Pesantren (waktu itu pengurusnya ada dari kalangan santri senior) maka akta notaris ini diperbaharui pada tanggal 20 Juni 1987 di hadapan notaris Tuti Asijati Abdul Ghani SH.

Cikal bakalnya adalah Pondok Pesantren Wanasuka di kampung Cigugur Ciamis, kemudian karena pergolakan perjuangan pada saat itu Pondok Pesantren Wanasuka tidak dapat dilanjutkan. Beberapa tahun kemudian KH. Choer Affandi mendirikan lagi Pondok Pesantren dengan nama Pesantren Gombongsari di kampung Cisitukaler desa Pasirpanjang, kemudian karena di lokasi ini tidak memungkinkan untuk diperluas lokasinya, sementara Santri bertambah terus, atas dukungan masyarakat lokasinya dipindah ke lokasi sekarang, dibangun di atas tanah waqaf dari Raden Hj. Mardiyah seorang aghniya di Manonjaya.

Itulah beberapa daftar Pondok Pesantren Terbesar Dan Terkenal di Tasikmalaya Jawa Barat Indonesia.

Inilah 10 Pondok Pesantren Salaf dan Modern Terbaik di Tasikmalaya

Kabupaten Subang adalah sebuah kabupaten di Tatar Pasundan provinsi Jawa Barat, Indonesia. Ibu kotanya adalah Subang.

Pendidikan Agama di Kabupaten Subang terbilang sangat baik, karena begitu banyak Pondok Pesantren yang berdiri di wilayah ini. Dari penelusuran tim kami kuwaluhan.com di Subang terdapat beberapa ponpes yang menurut kami sangat cocok untuk putra-putri kita menuntut ilmu agama di pondok berikut ini :

1. PONDOK PESANTREN PAGELARAN 3

Lokasi : Gardusayang, Cisalak, Kabupaten Subang, Jawa Barat 41283

Sepeninggal K.H. Muhyiddin, kepemimpinan Pondok Pesantren Pagelaran III dilanjutkan oleh salah seorang puteranya yaitu Abdul Qoyum yang dikenal dengan K.H. Oom Muhyiddin. Pada periode ini adalah terjadi perkembangan yang sangat pesat,  terutama  adalah besarnya fungsi pesantren sebagai lembaga pendidikan yang menyelenggaran berbagai pelayanan kepada umat seperti kegiatan majelis ta’lim, pendidikan pesantren salafiyah, madrasah diniyah, TK, penyelenggara program wajar dikdas,  serta pendidikan sekolah formal SMP dan SMA.

Selain itu, menjadi lembaga sosial melalui  penyelenggaraan berbagai kegiatan sosial seperti penyantunan anak yatim, penyantunan fakir miskin, penyelenggaraan poskestren, dll.

2. PONDOK PESANTREN DARUL FALAH SUBANG

Lokasi : Cimanggu, Cisalak, Kabupaten Subang, Jawa Barat 41283

Pesantren Darul Falah merupakan lembaga pendidikan berbasis agama Islam yang berlokasi di Kabupaten Subang, Jawa Barat. Menyelenggarakan pendidikan untuk jenjang SMP dan SMA, pondok pesantren ini menerapkan sistem Islamic & Cultural Boarding School dan mematok tarif pendidikan yang terbilang cukup terjangkau.

Lembaga ini menyelenggarakan program pendidikan untuk jenjang SMP dan SMA (tepatnya SMK) yang telah memiliki Akreditasi B.

SMP dan SMK Darul Falah, yang berdiri pada tahun 2008 lalu, dikatakan sebagai sekolah berbasis pesantren yang menggunakan prinsip dasar kepesantrenan yang dengan mazhab Imam Syafi’i. Berbasis pondok pesantren atau dikenal dengan Islamic & Cultural Boarding School, lembaga ini memiliki moto ‘Cerdas dan Berakhlak Karimah’.

Pondok pesantren Darul Falah menerapkan system pendidikan terpadu antara kepesantrenan Salafiyah berbasis ke-NU-an dan sistem pendidikan modern di dalam dan di luar kelas yang mengandung pendidikan karakter dan leadership. Sekolah ini mengadopsi kurikulum pendidikan nasional untuk mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan, bahasa Indonesia, bahasa Inggris, IPA, matematika, IPS, teknologi informasi, dan pendidikan olahraga. Sementara, untuk pelajaran baca tulis Al Quran, tahfidhul Al Quran, hadis, kitab kuning, bahasa Arab, nabawiyah, dan sejarah kebudayaan Islam, mengadopsi kurikulum pesantren.

Untuk menunjang proses kegiatan belajar dan mengajar, Pondok Pesantren Darul Falah juga telah didukung dengan fasilitas yang memadai. Di sekolah ini, sudah terdapat ruang kelas belajar yang representatif, laboratorium komputer, laboratorium IPA, perpustakaan, kantin sekolah, asrama santri, layanan laundry, sarana olahraga, hingga masjid.

Tidak mau kalah dengan sekolah ‘konvensional’ pada umumnya, Pondok Pesantren Darul Falah pun menyelenggarakan berbagai kegiatan ekstrakurikuler yang bisa diikuti oleh siswa atau santri untuk menyalurkan bakat dan minat mereka. Kegiatan ekstrakurikuler di sekolah ini antara lain, kegiatan outbound, pentas seni budaya, latihan dasar kepemimpinan, English Club, pramuka, Palang Merah Remaja (PMR), Gerakan Cinta Masjid (GCM), OSIS, Paskibra, dan latihan dasar ke-taruna-an. Selain itu, pondok ini juga mengadakan kegiatan belajar bahasa Inggris di Kampung Inggris Pare, Kabupaten Kediri.

3. PONDOK PESANTREN RAHMATIKA AL-ATSARI

Lokasi : Jalan Raya Dayeuhkolot, Sagalaherang, Dayeuhkolot, Sagalaherang, Kabupaten Subang, Jawa Barat 41282

Pondok pesantren Rahmatika Al-Atsari, dalam bantuan ikut serta mengembangkan pendidikan dan dakwah salafiyah ahlus sunnah waljamaa'ah berdasar Al-Qur'an dan As-Sunnah dengan membantu Salaful Ummah, menerima sambutan Santri Baru (PSB) tingkat SD, SMP , SMA dengan kurikulum: Kemendikbud terpadu dengan Kurikulum Kepesantrenan; Tahfizh Al-Qur'an, Bahasa Arab, Aqidah, Akhlak, Fiqih, Hadits, Manhaj, Siroh Nabawiyah dan Keterampilan Hidup. Mendapat negara dan pesantren untuk dapat melanjutkan pendidikan jenjang yang lebih tinggi.

Jenjang Pendidikan :

1. SD ISLAM AL-ATSARI, Terakreditasi, (Menerima Pindahan Kelas 4 dan 5)
NSS: 102021901025, NPSN: 69725653
2. SMP TERPADU RAHMATIKA, Terakreditasi, UJian Mandiri
NSS: 202021901115, NPSN: 20233640
3. SMA TERPADU RAHMATIKA, Terakreditasi, Ujian Mandiri
NSS: 302021901055, NPSN: 20244792

4. PONDOK PESANTREN RIYADHUL JANNAH ISLAMIC MODERN

Lokasi : Jl. Raya Prapatan Bandung, Jalancagak, Curugrendeng, Kec. Jalancagak, Kabupaten Subang, Jawa Barat 40115

Pondok Pesantren Riyadhul Jannah merupakan salah satu pondok pesantren modern (boarding school) yang berlokasi di Kabupaten Subang, Jawa Barat. Pondok pesantren ini sekarang menyelenggarakan beragam pendidikan mulai jenjang SMP, SMA, MA, SMK, hingga Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) dengan biaya bervariasi.

Pondok Pesantren Riyadhul Jannah diketahui sebagai perwujudan cita-cita Dr. KH Moch. Ujang Saefullah, yang merupakan sekaligus pimpinan lembaga ini. Pondok ini adalah lembaga pendidikan Islam yang senantiasa meningkatkan kiprah dalam mendidik generasi yang beriman, cerdas, berilmu, terampil, memiliki wawasan yang luas, berakhlak baik, serta menguasai teknologi sehingga menjadikan peserta didik yang dinamis dan mampu menjawab dinamika zaman.

Program pembelajaran yang dilaksanakan di tempat ini adalah kombinasi dari kurikulum Kementerian Pendidikan Nasional, Kementerian Agama, dan Mahad Modern Riyadhul Jannah, dan dalam proses pembelajaran menggunakan tiga bahasa, yaitu bahasa Indonesia, bahasa Inggris, dan bahasa Arab. Kurikulum di sekolah ini berorientasi pada pemahaman Al Quran, kitab kuning, bahasa Arab, dan bahasa Inggris, sehingga siswa dan santri diwajibkan menggunakan bahasa Arab dan bahasa Inggris ketika berada di asrama.

Pondok Pesantren Riyadhul Jannah memiliki tiga program basic yang merupakan program pembelajaran tiga pengetahuan dasar yang menjadi unggulan sekolah tersebut. Program ini mencakup basic English, basic Arabic, dan basic Sains yang difasilitasi oleh SDM yang profesional di bidangnya. Selain tiga program basic itu, setiap siswa pun dibekali dengan pembelajaran kitab kuning untuk memperkuat ilmu agama.

5. PONDOK PESANTREN MODERN ASSALAM

Lokasi : Kalijati Tim., Kec. Kalijati, Kabupaten Subang, Jawa Barat 41271

Pesantren Assalaam didirikan oleh Al Mukarrom KH. Khoer Affandi (Alm), KH. Dadang Daman Huri (Alm), KH. Uci Sanusi (Alm), H. Sulaeman (H. Elin) Alm. Pada Tanggal 23 Juni 1989 M, terletak di arial tanah seluas 3 Ha, dihuni lebih dari 300 santri dan memiliki 13 cabang pesantren yang terletak didaerah Jawa dan Luar Jawa, merupakan Lembaga Pendidikan Islam yang dengan segala kelebihan dan kekurangannya selalu mengupayakan agar para santrinya mampu "Berakhlakul Karimah" dan mendapat ilmu yang bermanfaat yang dituangkan dalam Tiga Program Pesantren yaitu:

1. 'Ulama Al 'Amilin (Ulama yang mampu mengamalkan ilmunya)
2. Imamal Mutaqin (Pemimpin Umat untuk Bertaqwa)
3. Mutaqin (Manusia yang bertahan dan bertaqwa)

Pondok Pesantren Assalaam dikelola langsung oleh para murid dibawah Pimpinan Umum KH. Ma'mun Murod Al-Bishri dan dibantu oleh KH. Abu Zaen Syamsudin dan KH. Zezen Zaenal Mutaqin.

Pondok Pesantren assalaam merupakan Pesantren Salafiyah yang mengkaji Kitab-Kitab Kuning (Klasik) dengan Sistem Pendidikan Semi Formal yang berjenjang dan Klasikal dipandu dengan Kurikulum dan Silabus yang disusun Pendiri.

6. PONDOK PESANTREN DARUSSALAM KASOMALANG SUBANG

Lokasi : Jl. Raya Kasomalang Desa No.2, Kasomalang Wetan, Kasomalang, Kabupaten Subang, Jawa Barat 41281

Pondok Pesantren Darussalam Kasomalang didirikan pada tanggal 20 April 1983. Didirikan oleh 3 (tiga) orang senasab yakni : pertama; Embah Ma’sum yang lebih dikenal dengan sebutan Ajengan Cikupa, kedua; Bapak Kyai H. Mu’alim Uli Hidayat dan ketiga KH. Ahmad Djuanda, M.H. Ketiganya adalah Kakek, Ayah, dan Anak. Pada awal berdirinya, Pondok Pesantren Darussalam hanya memiliki areal tanah dari wakaf keluarga seluas 120 M2 dengan jumlah santri angkatan pertama sebanyak 16 orang, terdiri dari 15 orang laki-laki dan 1 orang perempuan.

Pondok Pesantren Darussalam Kasomalang merupakan salah satu pesantren alumni Gontor yang mempersatukan secara utuh sistem dan metodologi kepesantrenan dengan pendidikan modern.

Program pendidikan dan pengajaran untuk mencetak santri yang berilmu tinggi dan berakhlak mulia, diaktualisasikan melalui lingkungan yang berdisiplin dan penyelenggaraan Kulliyatul 'Ulum al-Islamiyah yang terdiri dari dua tingkat, yaitu :

1. Tingkat Tsanawiyah selama 3 (tiga) tahun,
2. tingkat Aliyah selama 3 (tiga) tahun. Adapun

materi pelajaran yang menjadi prioritas adalah Bahasa Arab, Bahasa Inggris (sebagai bahasa resmi), Ekonomi Akuntansi, Matematika dan Kitab Kuning (keagamaan).

Sampai tahun ajaran 2007-2008 santri Pondok Pesantren Darussalam berjumlah 1.230 orang. Didasarkan atas keinginan untuk tafaqquh fiddin mencetak kader pemimpin umat yang berakhlaqul karimah, berilmu tinggi, dan berwawasan luas, Pondok Pesantren Darussalam terus berpacu dan berkembang seiring dengan perkembangan dunia pendidikan dan kemajuan ilmu pengetahuan dewasa ini.

Selaras dengan eksistensinya sebagai lembaga tafaquh fi din, lembaga yang berdiri di atas dan untuk semua golongan.

7. PONDOK PESANTREN AT TAWAZUN

Lokasi : Jl. Raya Kalijati Timur No.280, Kalijati Bar., Kec. Kalijati, Kabupaten Subang, Jawa Barat 41271

Pesantren At-Tawazun yang terletak di Kecamatan Kalijati, Kabupaten Subang,  berupaya mengarahkan santri untuk seimbang dalam menguasai ilmu dunia dan ilmu akhirat sebagai bekal hidup di masyarakat.

Menurut pengasuh pesantren yang didirikan tahun 2001 tersebut, KH Musyfiq Amrullah, penamaan At-Tawazun terinspirasi dari salah satu prinsip Nahdlatul Ulama (NU), yaitu tawazun, artinya seimbang.

Pondok pesantren At-Tawazun merupakan sebuah pesantren yang belumlah dikenal jatidirinya secara utuh, bukan berarti At-Tawazun tidak mempunyai pola pendidikan yang baku.

Sesungguhnya pola itu sudah dan sedang berproses berjalan dan dirintis pola pendidikan tersebut oleh para pendiri pondok, hanya umur yang masih terlalu muda bagi sebuah pendidikan disamping alumni yang baru satu generasi yang kita keluarkan yang belum berkiprah di masyarakat sehingga timbullah pertanyaan tersebut. Juga belum tersosialisaikan pola ini secara utuh kepada aktifis pondok pesantren At-Tawazun terlebih kepada masyarakat.

Itulah beberapa daftar Pondok Pesantren terbaik dan terbesar di Subang Jawa Barat.

7 Pondok Pesantren Terbaik dan Terbesar Di Subang Jawa Barat

Kabupaten Purwakarta adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Ibu kota Kabupaten Purwakarta terletak di Kec. Purwakarta dan berjarak kurang lebih 80 km sebelah tenggara Jakarta.

Pendidikan Agama Pondok Pesantren di wilayah ini terbilang cukup banyak, hal ini terbukti dengan banyaknya jumlah Pondok pesantren yang didirikan di sini. Mengambil dari berbagai sumber, tim kami kuwaluhan.com telah merangkum deretan Pondok Pesantren Terbaik dan Terbesar di Purwakarta Jawa Barat :

1. PONDOK PESANTREN ASSYAFE’IYAH

Lokasi : Jl Cikeris RT 02/01, Cikeris, Kecamatan Bojong, Purwakarta, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat 41164

Sebagai sebuah lembaga pendidikan non formal pondok pesantren Assyfe’iyah memiliki Visi, indicator pencapaian,Misi, Tujuan sebagai pedoman pelaksanaan pendidikan, bahan evaluasi perkembangannya.

Pondok Pesantren Assyafeiyah berciri salaf (klasik/tradisional), konsisten menjaga risalah Islam dengan hati-hati dan tidak spekulatif (jamaknya paparan ulama kontemporer). Risalah yang dicurahkan terhubung pada mata rantai ilmu yang tak pernah putus, obor yang tidak pernah padam selama berabad-abad diwariskan dari para ulama salaf, dari para Tabiin at Tabiin, dari para Tabiin, dari para Shahabat Ra, yang langsung dari Rasulullah Saw.

2. PONDOK PESANTREN BAITUL QUR'AN CIRATA

Lokasi : Karoya, Tegal Waru, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat 41165

Pondok pesantren Baitul Quran Cirata merupakan sebuah lembaga yang bergerak di bidang pendidikan, sosial dan dakwah, lembaga ini berusaha untuk mengkader penghafal Al Qur’an yang sekaligus juga memahaminya. Peserta didik BQ Cirata adalah terdiri dari peserta didik reguler dan ber-beasiswa untuk siswa-siswi yatim dan dhuafa yang lulus seleksi, mereka diberikan beasiswa full 100% dan seluruh fasilitas disamakan dengan siswa-siswi regular.

Adapun program pendidikan yang dilaksanakan antara lain:

1. Pesantren Gratis Bagi anak- anak yatim dan dhuafa’ maupun reguler (berbayar).
2. Tahfidz Al Qur’an 30 juz.
3. Program sekolah gratis (SMP) bagi anak anak yatim dan dhua’afa yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia.
4. Pelatihan kemandirian dan life skill.

3. PONDOK PESANTREN PERSIS 33 AL-MANAAR

Lokasi : Jalan Purnawarman Barat No.71, 15/03, Sindangkasih, Kecamatan Purwakarta, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat 41112

Pondok Pesantren persatuan Islam Al manar, adalah pesantren yang di kelola oleh organisasi islam yang bernama Persatuan Islam (PERSIS), di sekolah ini terdapat perbedaan di bandingkan dengan sekolah-sekolah pada umumnya di daerah tersebut, perbedaan nya terdapat pada segi Akademik, jumlah mata pelajaran di sekolah tersebut berjumlah lebih 30 pelajaran, dan salah satunya terdapat pelajaran Psikologi, karya tulis ilmiah (di ajarkan pada kelas 3) dan keguruan, dari pelajaran tersebut yang menjadikan keunikan dari sekolah-sekolah pada umum nya.

4. PONDOK PESANTREN ISLAM USWATUN HASANAH PURWAKARTA

Lokasi : Jalan Jend. A. Yani Gg. Sukarata, RT.14/RW.06, Cipaisan, Kec. Purwakarta, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat 41113

Pondok pesantren ini didirikan oleh seorang al- Mukarom KH. Mohammad Fadli Soelaiman Syuja'i beserta saudara dan sahabatnya membentuk lembaga pendidikan Islam yang diberi nama Pondok Pesantren Islam Uswatun Hasanah.

Pondok Pesantren Islam Uswatun Hasanah Purwakarta menggunakan program pendidikan berbasis Kuliyyatul Mu’allimin wal Mu’allimat (KMI/A) al- Islamiyyah. KMI/A merupakan program pendidikan intensif untuk lulusan SD/MI, dengan masa pendidikan selama tujuh tahun. Terdiri dari masa pendidikan selama 6 tahun dan masa pengabdian/ khidmat selama 1 tahun.

Seluruh lulusan santri mendapatkan ijazah pondok pesantren dan ijazah negara (MTs dan MA). Adapun disiplin ilmu yang ditanamkan kepada para santri dititikbertakan pada:

- Al – Ulum Ad-Diniyah (Ilmu-Ilmu Agama)
- Al – Ulum
- Al-Lughowiyah (Ilmu-Ilmu Bahasa)
- Al – Ulum Al-Kauniyah (Ilmu-Ilmu Alam)
- Al – Ulum At-Tarbiyyah (Ilmu-Ilmu Keguruan)

5. PONDOK PESANTREN AL MUHAJIRIN

Lokasi : Jalan Veteran 155, RT.41/RW.05, Nagri Kaler, Kec. Purwakarta, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat 41115

Pondok Pesantren Al-Muhajirin adalah lembaga pendidikan Islam yang telah didirikan sejak tahun 1993. Pembelajaran dilakukan dengan mengintegrasikan kurikulum pesantren berbasis kitab kuning dan bahasa dengan kurikulum sekolah berbasis standar nasional. Semua santri diwarnai tinggal di asrama dengan program pembinaan berupa pembiasaan shalat berjamaah, shalat dhuha, puasa sunah, dzikir pagi dan sore, kajian kitab kuning, perbincangan bahasa Arab dan Inggris, tahsin dan tahfidz Al-Qur'an.

Pesantren Al-Muhajirin yang memiliki motto Berpikir Dinamis, Berakhlak Salaf. Berakidah Ahli Sunah wal Jamaah, dan memiliki visi Terwujudnya komunitas umat yang sholeh, cerdas, terlatih, dan mandiri serta misi untuk mencetak mukmin sholihin. imam al-muttaqin, dan ulama al-amilin tentu tidak lepas dari sejarah.

Nama Al-Muhajirin diberikan, karena pembangunan pondok pesantren ini merupakan kelanjutan dari pembangunan masjid jami yang bertempat di komplek Perumahan Oesman Singawinata yang diberi nama Al-Muhajirin.

Dalam pembangunan masjid itu KH Abun Bunyamin sebagai ketua panitia merangkap Ketua RW 11 Kelurahan Nagrikaler pada waktu itu. Sebagai Pengurus Yayasan Al-Wathon, KH. Abun Bunyamin bersama-sama para tokoh lainnya merencanakan pembelian sebidang tanah seluas 3,100 meter persegi. kemudian membentuk panitia penerimaan wakaf yang diketuai Bambang Sutaryono yang kemudian pindah mencari dana dan bisa membangun gedung TKA / TPA berlantai dua.

Semua santri diwajibkan
tinggal di asrama dengan program pembinaan berupa pembiasaan shalat berjamaah,
shalat dhuha, puasa sunat, dzikir pagi dan sore, kajian kitab kuning,
percakapan bahasa Arab dan Inggris, tahsin dan tahfidz al-Qur’an.

Hingga sekarang Pondok pesantren Muhajirin memiliki sekitar 4.500 santri. Salah satu dari tiga pesantrennya menjadi lembaga pendidikan Islam favorit di Purwakarta. Visi bilingual pesantren yang menekankan santri mahir Bahasa Arab dan Bahasa Inggris agar mereka mampu menyesuaikan kondisi dan kesulitan zaman milenial.

6. PONDOK PESANTREN AL-HIKAMUSSALAFIYAH

Lokasi : Jl. Pesantren, Cipulus, RT. 7 /RW. 3, Nagrog, Wanayasa, Nagrog, Wanayasa, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat 41174

Pondok Pesantren Al-Hikamussalafiyah Cipulus merupakan salah satu lembaga pendidikan berbasis agama Islam yang berlokasi di Nagrog, Wanayasa, Purwakarta, Jawa Barat. Berdiri sejak tahun 1840 silam, lembaga pendidikan yang lebih dikenal dengan nama Pondok Pesantren Cipulus tersebut menyelenggarakan studi untuk jenjang SD/MI, SMP, hingga SMA.

Pondok Pesantren Cipulus pertama kali didirikan pada tahun 1840 silam, dan kala itu dibangun oleh KH Muhammad/Ahmad bin Kiai Nurkoyyim, yang akrab disapa dengan panggilan Ajengan Emed. Ajengan Emed sendiri merupakan salah satu santri kesayangan Syeikh Maulana Yusuf Purwakarta, pahlawan besar Jawa Barat di abad ke-19.

Layaknya pondok pesantren lainnya, mata pelajaran di Pondok Pesantren Cipulus juga didominasi dengan pengetahuan agama Islam. Materi pokok yang diajarkan di antaranya Al Quran, kitab-kitab kuning yang meliputi tauhid, fiqih, tata bahasa Arab, tasawuf, serta metode praktis dalam mendalami Al Quran dan kitab kuning.

Pondok Pesantren Cipulus juga mengajarkan materi yang lain seperti Tijan, Kifayatul Awam, Safinah, Taqrib, Riyadhul Badi’ah, Sulam Taufiq, Jurumiyah, Mutammimah, ‘Imrithi, Kailani, dan Nadzmul Maqshud. Santri pun diperkenankan mengikuti serangkaian ekstrakurikuler seperti muhadhoroh, pengajian tilawatil Al Quran, seni marawis dan hadrah, Bahasa Arab, dan lain-lain.

Itulah daftar Pondok pesantren terbaik dan Terkenal di Purwakarta Jawa Barat.

Inilah 6 Pondok Pesantren Terbaik dan Terbesar Di Purwakarta Jawa Barat

Kabupaten Kuningan  merupakan sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Barat, Indonesia, Ibukotanya adalah Kuningan.

Pendidikan Agama di Kabupaten Kuningan dibilang cukup banyak, hal ini terbukti dengan adanya Pondok Pesantren yang berdiri di wilayah ini. Merangkum dari berbagai sumber, tim kami kuwaluhan.com telah mencatat daftar Pendidikan Pondok Pesantren Terbaik dan Terbesar di Kuningan Jawa Barat :

1. PONDOK PESANTREN AL-MADANI

Lokasi : Jl. Raya Garawangi, Purwasari, Garawangi, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat 45571

Pondok pesantren Al-Madani adalah lembaga pendidikan Islam yang berupaya menjadi sebuah lembaga yang mempersiapka n generasi Islam Rabbani yang berpola pikir dan berpola sikap Islam yang cinta Sunnah dan pengamalannya dalam kehidupan sebagai satu-satunya kunci keselamatan dunia dan akhirat dan sebagai upaya menjawab tantangan zaman yang mana Umat Manusia telah jauh dari Sunnah-sunnah Nabinya.

Sistem pendidikan yang di terapkan adalah sistim pendidikan berjenjang berkesinambungan dan terpadu. Yaitu perpaduan antara Pondok Pesantren Salafiyyah modern, Timur Tengah dan Pakistan.

Pondok ini Dikelola oleh keluarga besar badan waqap Pondok Pesantren, staf pengajar dari Alumni Pondok Pesantren Salafiyyah ( Temboro dan Ploso – Jawa Timur ), Megelang – Jawa Tengah, Pondok Pesantren Modern ( GONTOR ), Pondok Pesantren Karachi – Pakistan, Perguruan Tinggi Islam Negeri dan Santri Senior, dll.

2. PONDOK PESANTREN 'AINURRAFIQ KUNINGAN

Lokasi : Panawuan, Cigandamekar, Panawuan, Kuningan, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat 45556

Pondok Pesantren ‘Ainurrafiq Kuningan mulai dibangun tahun 1999, dan mulai beropreasi pada tahun 2002, dibawah naungan Yayasan ‘Ainurrafiq, sebagai badan hukumnya. Nama ‘Ainurrafiq sendiri merupakan perpaduan antara kata Ainur yang diambil dari nama Istri (Hj. Nunung Nuraeni) dan Rafik adalah nama H. Achmad Rafik Rosyad selaku pendiri. Sebagai sebuah pondok pesantren terpadu, 'Ainurrafiq memiliki keunikan-keunikan tersendiri. Keunikan pertama ada pada desain kurikulum yang mengintegrasikan kurikulum Diknas, Pesantren Modern, dan Pesantren Salafi dengan perimbangan yang proporsional, serta pendidikan berasrama dengan didukung fasilitas yang memadai dan lingkungan yang asri.

Tujuan utamanya adalah mengupayakan terciptanya iklim pendidikan yang kondusif, refresentatif, dan modern. Keunikan yang kedua ada pada bangunannya di mana semua lantainya menggunakan keramik pecah, lantai keramik tidak kotak-kotak teratur sebagaimana layaknya lantai keramik, tapi lantai keramik bangunan pesantren ini berasal dari keramik sisa, yang pecah-pecah. Begitu juga kaca-kaca yang digunakan, juga dari sisa-sisa buangan.
Bukan sekadar unik, tetapi mengandung nilai filosofi yang penuh makna.

Tujuan utama sekaligus motto dari Pondok Pesantren 'Ainurrafiq adalah menjadikan lulusannya sebagai seorang yang ahli dzikir, ahli pikir, dan ahli ikhtiar, serta mentransformasikan budaya keislaman Pesantren ke dalam ummat dan masyarakat. Transformasi ini dijalankan dengan tetap berkeyakinan bahwa agama merupakan satu-satunya wasilah untuk mendapatkan ridha Allah bagi kebahagian dunia dan akhirat.

3. PONDOK PESANTREN BINAUL UMMAH

Lokasi : Jl. Cipari, Cipari, Kec. Cigugur, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat 45552

Pondok Pesantren Binaul Ummah merupakan lembaga pendidikan berbasis Islam yang berlokasi di kawasan Kuningan, Jawa Barat. Hingga detik ini, Pondok Pesantren Binaul Ummah telah menyelenggarakan pendidikan untuk jenjang RA, SD, SMP, SMA, serta SMK, dengan biaya bervariasi, tergantung pendidikan yang ditempuh.

Dikutip dari situs resminya, biaya pendidikan di Pondok Pesantren Binaul Ummah terdiri dari beberapa komponen, seperti SPP atau iuran bulanan, uang seragam, uang bangunan, alat tulis siswa, buku paket dan majalah, field trip, ekstrakurikuler, ujian semester, peralatan makan, kalender, hingga buku pelajaran.

4. PONDOK PESANTREN MODERN AL-IKHLASH

Lokasi : Jl. Pesantren, Ciawilor RT. 14 RW. 7, Ciawigebang, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat 45591

Pondok Pesantren Modern Al-Ikhlash, yang saat ini dipimpin oleh DR. H. M. Tata Taufik, didirikan pada tanggal 16 Juli 1990 / 23 Dzulhijjah Perkembangan pesantren tersebut dari tahun ketahun mengalami peningkatan, termasuk sarana dan fasilitas penunjangnya baik dari fisik bangunan maupun sarana penunjang lainnya. Secara bertahap tanah wakafnya pun dari ke waktu semakin bertambah. Perluasan tanah wakaf bagi pesantren merupakan suatu kebutuhan yang sangat penting, oleh karenanya program tersebut termasuk salah satu program pondok jangka panjang. Perkembangan tanah wakaf Pondok Pesantren Modern Al-Ikhlash menyebar luas di beberapa daerah.

Adapun fasilitas yang tersedia di pesantren tersebut adalah Asrama, masjid, ruang belajar, gedung pertemuan, sarana olah raga, perpustakaan, poskestren, lab. bahasa, lab. komputer, lab. IPA, Koperasi Pelajar, dll.

Mengingat bahwa sistem pendidikan yang dijalankan di pesantren ini merujuk pada sistem pendidikan yang diterapkan di Pondok Pesantren Modern Gontor maka tentunya pola pendidikan yang diterapkannya pun tidak jauh berbeda, seperti keharusan para santri untuk senantiasa menggunakan dua bahasa asing ( bahasa Inggris dan Arab) dalam aktivitas kesehariannya.

Sejak berdiri sampai sekarang alumni Ponpes Modern Al-Ikhlash telah menyebar luas keberbagai daerah dan mampu berkiprah di masyarakat bahkan mampu melanjutkan ke berbagai perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta, dalam dan luar negeri seperti:Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Universitas Negeri Jakarta, Universitas Negeri Islam Sunan Gunung Jati, Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Negeri Semarang, Universitas Gadjah Mada, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Al-Azhar Kairo, Universitas Syria, dan Universitas Turky.

5. PONDOK PESANTREN TERPADU AL-MULTAZAM 

Lokasi : Desa Maniskidul Jalaksana Kuningan Jalaksana, Maniskidul, Kuningan, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat 45554

Yayasan Pendidikan Islam Al-Multazam Husnul Khotimah didirikan dan diresmikan pada tanggal 2 Mei 2002, beralamat di Desa Maniskidul Kecamatan Jalaksana Kabupaten Kuningan  Jawa Barat.

Sejarah berdirinya Al-Multazam bermula dari pendirinya yaitu H. Sahal Suhana, SH beserta istri pergi menunaikan ibadah haji Tahun 1993. Seperti diketahui bersama Mekkah adalah kota suci umat Islam. Keberkahan selalu ada di sana. Siapa pun yang menziarahinya akan mendapatkan banyak pahala dan bonus dari Allah swt, baik saat umroh maupun berhaji.

Di Al-Multazam yang merupakan sebuah tempat yang mustajab dalam memanjatkan doa H. Sahal Suhana, SH terus bermunajat untuk diberikan petunjuk, dan akhirnya H. Sahal Suhana, SH mendirikan TK (Taman kanak-kanak) sebagai langkah awal mendirikan pesantren dan memberikan nama Al-Multazam sebagai cikal bakal nama SDIT, SMPIT, SMAIT, STQ dan Pondok Pesantren Terpadu Al-Multazam.

Sistem pendidikan yang diterapkan menggunakan Sistem Pendidikan Islami, Terpadu dan Berkesinambungan dengan nama lain Education System Boarding School atau Pendidikan Berbasis Pesantren, dimana santri wajib tinggal diasrama dan mengikuti semua program pendidikan. Bagi santri yang sudah menyelesaikan program dijenjang SMPIT kemudian melanjutkan kejenjang SMAIT.

6. PONDOK PESANTREN HUSNUL KHOTIMAH

Lokasi : Maniskidul, Kec. Jalaksana, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat 45554

Pondok Pesantren Husnul Khotimah merupakan sekolah tingkatan SMP dan SMA Tahfidz ber-asrama (boarding) yang mempersiapkan generasi yang tangguh menghadapi peradaban kini dan masa depan, berkarakter, berakhlak muslim yang mulia, lurus fikrah dan fitrahnya dalam manhaj Rasulullah SAW yang shahih. Pondok pesantren ini sendiri terletak di kawasan Kuningan, Jawa Barat.

Pondok Pesantren Husnul Khotimah yang telah berdiri sejak tahun 1994, di atas lahan 6 (enam) hektare dan berlokasi di Desa Maniskidul, Kecamatan Jalaksana Kab. Kuningan Jawa Barat ini, berupaya memenuhi harapan dan kebutuhan tersebut dengan mengedepankan pola Tarbiyah Islamiyah yang modern, sistematis dan terpadu, namun tanpa meninggalkan pola salafiyah.

Sejak awal berdiri, Pondok Pesantren Husul Khotimah telah berkonsentrasi di bidang pendidikan berbasis Islam dengan menyelenggarakan pendidikan tingkat Madrasah Tsanawiyah dan Aliyah. Hal ini dilakukan dalam rangka mencerdaskan bangsa dan turut serta menyukseskan dunia pendidikan berbasis Islam di Tanah Air.

Pada awalnya, pendidikan di Pondok Pesantren Modern Husnul Khotimah, baik yang intra ataupun ekstra, merupakan suatu kesatuan yang integral yang tidak dapat terpisahkan. Namun, seiring dengan semakin banyaknya jumlah santri dan garapan, maka Yayasan Husnul Khotimah menginisiasi pembagian tugas dan wewenang agar segala permasalahan santri bisa terkelola dengan baik.

Di pondok pesantren modern Husnul khatimah dengan pengajaran ilmu Islam yang intens, komprehensif, dan terpadu, diklaim dapat mencegah anak-anak dari pengaruh buruk narkoba, minuman keras, hingga menjauhkan mereka dari perilaku kekerasan. Hal ini disebabkan oleh ketatnya aturan yang diterapkan pondok pesantren dalam kehidupan sehari-hari, sehingga menghindarkan mereka melakukan perbuatan tersebut.

Itulah daftar Pondok pesantren terbaik dan terbesar di Kuningan Jawa Barat. Jika ada kesalahan silahkan beri komentar pada kotak di bawah.

Inilah 6 Pondok Pesantren Terbaik dan Terbesar di Kuningan Jawa Barat