Social Items

Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri Pesantren. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri Pesantren. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan
Sebenarnya Di Jawa Timur terdapat Ratusan bahkan ada Ribuan Pondok Pesantren besar kecil Yang sangat berkualitas dan bermutu. Namun Kali ini kami hanya menulis beberapa Nama Pondok Pesantren yang sudah banyak Santrinya dan Alumninya berdasarkan Informasi yang didapatkan.
Berikut ini adalah nama-nama Pondok Pesantren yang sudah tidak asing lagi ditelinga kita:

1. Pondok Pesantren Lirboyo – Kediri



Pondok pesantren terbaik di Jawa Timur adalah Lirboyo. Awal mula berdiri Pondok Pesantren Lirboyo berkaitan erat dengan kepindahan dan menetapnya KH Abdul Karim ke desa Lirboyo tahun 1910 M. Sebagai Pusat pendidikan Islam, Pondok Pesantren Lirboyo mencetak generasi bangsa yang cerdas ruhaniyah, juga smart-intelektual, mumpuni dalam keberagaman bidang, juga keberagamaan Islam yang otentik. Pondok Pesantren Lirboyo memadukan antara tradisi yang mampu mengisi kemodernitasan dan terbukti telah melahirkan banyak tokoh-tokoh yang shalih dan shalihah.


2. Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah – Situbondo



Pondok pesantren Salafiyah Syafiiyah berdiri pada tahun 1328 H/1908 M. Berlokasi di Sukorejo, Situbondo. Dalam upaya mewujudkan pendidikan terbaik sesuai kebutuhan zaman, berbagai lembaga pendidikan kejuruan dan keahlian pun didirikan, seperti Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Lembaga Kader Ahli Fiqh Ma’had Aly dan Madrasatul Qur’an sebagai lembaga kajian dan pendalaman ilmu-ilmu Al Qur’an. Termasuk lembaga ekonomi Koperasi. Lembaga-lembaga informal seperti kursus dan pelatihan juga turut mewarnai perkembangannya.

Baca Sejarah Berdirinya Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah

3. Pondok Modern Darussalam Gontor – Ponorogo



Pondok pesantren Darussalam Gontor didirikan pada 20 September 1926/ 12 Rabi’ul Awwal 1345. Memiliki visi sebagai lembaga pendidikan pencetak kader-kader pemimpin umat, menjadi tempat ibadah talab al-’ilmi; dan menjadi sumber pengetahuan Islam, bahasa al-Qur’an, dan ilmu pengetahuan umum, dengan tetap berjiwa pesantren. Lokasinya terletak lebih kurang 3 km sebelah timur Tegalsari dan 11 km ke arah tenggara dari kota Ponorogo.

Gontor merupakan salah satu pondok pesantren terbaik yang memiliki Institut Studi Islam Darussalam (ISID). Saat ini ISID memiliki tiga Fakultas: Fakultas Tarbiyah dengan jurusan Pendidikan Agama Islam dan Pendidikan Bahasa Arab, Fakultas Ushuluddin dengan jurusan Perbandingan Agama, dan Akidah dan Filsafat, dan Fakultas Syariah dengan jurusan Perbandingan Madzhab dan Hukum, dan jurusan Manajemen Lembaga Keuangan Islam.

4. Pondok Pesantren Langitan – Tuban


Pondok Pesantren Langitan berdiri pada tahun 1852 M, di Dusun Mandungan Desa Widang Kecamatan Widang Kabupaten Tuban Jawa Timur. Komplek Pondok Pesantren Langitan terletak di samping Bengawan Solo dan berada di atas areal tanah seluas kurang lebih 7 hektar serta pada ketinggian kira-kira tujuh meter di atas permukaan laut. Pesantren ini dalam kurun waktu yang cukup panjang, telah menerapkan beberapa methode pendidikan dan pengajaran dalam sistem klasikal (madrasiyah) dan non klasikal (ma’hadiyah).

Baca berdirinya Pondok Langitan Tuban

5.Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang



Pesantren Tebuireng merupakan salah satu pesantren terbesar di Kab. Jombang. Pesantren ini didirikan pada tahun 1899 oleh salah satu ulama besar yaitu KH. Hasyim Asy’arie. Kyai Hasyim Asy’ari dikenal sebagai sosok ulama kharismatik sekaligus pendiri organisasi Ulama (NU).

Disamping pelajaran ilmu syari’at, bahasa Arab dan Agama islam, pondok pesantren ini juga memasukan pelajaran umum kedalam struktur pembelajarannya. Pesantren Tebuireng sudah sangat banyak memberikan kontribusi terhadap masyarakat indonesia. Terutama di dalam dunia pendidikan indonesia.

KH Abdurrahman alias Gusdur menjadi presiden RI ke empat dan yang pertama berasal dari kalangan santri. Beliau adalah cucu dari Kyai Hasyim Asy’ari.

Baca sejarah Pondok Pesantren Tebu Ireng

6. Pondok Pesantren Sidogiri – Pasuruan



Pondok pesantren terbaik dan favorit di Jatim yang pertama adalah Ponpes Sidogiri yang didirikan pada tahun 1718 atau 1745 oleh Sayyid Sulaiman. Beliau adalah putra pertama pasangan Sayid Abdurrahman bin Umar ba Syaiban dan Syarifah Khadijah, cucu Sunan Gunung Jati. Meskipun menggunakan sistem salaf dan tidak mendirikan pendidikan sekolah formal, tetapi Sidogiri banyak menghasilkan lulusan yang mumpuni. Madrasahnya pun telah mendapat status muadalah (persamaan). Sehingga ijazah aliyah bisa digunakan untuk kuliah.

Selain merupakan pondok pesantren tertua di Indonesia, perkembangan pesantren sidogiri yang sangat cepat, baik sisi pendidikan maupun perekonomian. Sayap bisnis para alumni Sidogiri dikembangkan lewat BMT MMU (Maslahah Mursalah lil Ummah) yang fokus pada pemberdayaan guru, BMT UGT (Usaha Gabungan Terpadu) yang melayani jasa keuangan syariah secara umum. Sedangkan usaha milik Ponpes Sidogiri adalah toko basmalah. Sangat layak menjadi pertimbangan untuk memilihnya sebagai tempat pendidikan anak-anak Anda.

Selengkapnya Berdirinya Pondok Pesantren Sidogiri Pasuruan

7. Pondok Pesantren Darul Ulum – Jombang



Pondok Pesantren Darul Ulum didirikan antara tahun 1885-1937 M. Sebagai salah satu wadah pendidikan terbaik, Darul Ulum sejak didirikannya telah ditanamkan beberapa kriteria dasar tentang tujuan dan dasar didirikannya. Dasar amaliyah sebagai lembaga sosialisasi nilai agama adalah sunnah wal jamaah. Secara bahasa Darul berarti Gudang sedangkan ‘Ulum, jamak dari ilmu yang berarti ilmu-ilmu, sehingga secara garis besar Darul ‘Ulum memiliki arti “Gudangnya Ilmu-ilmu”, yang filosofinya tampak jelas dalam nama pondok pesantren tersebut.


8. Pesantren Ilmu Al-Quran – Malang



Pondok pesantren terbaik yang terletak di Singosari kabupaten Malang ini, (±10 km utara kota Malang) adalah lembaga pendidikan kepesantrenan semi salaf. Didirikan oleh KH Bashori Alwi pada 1 Mei 1978. Sesuai dengan namanya, PIQ mempunyai spesialisasi dan prioritas pengajaran pada Al-Quran. Hal ini erat kaitannya dengan figur KHM. Basori Alwi sebagai seorang ahli ilmu tajwid, intelektual Al-Quran dan notabene pendiri Jam’iyyatul Qurro’ wal Huffadz, suatu lembaga yang banyak melahirkan intelektual Al-Quran di Indonesia.


PIQ Singosari Malang mampu membangun kepercayaan umat di dalam pengajaran dan pengembangan ilmu-ilmu agama. Hal itu dibuktikan dengan semakin banyaknya jumlah santri baik lokal maupun non lokal yang berasal dari luar kota (Jakarta, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, bahkan Irian Jaya) yang diikuti dengan pencapaian prestasi yang semakin meningkat, baik ketika mengikuti event-event tingkat regional maupun nasional. Bahkan alumni-alumninya banyak yang memegang peranan penting di masyarakat.

9. Pondok Pesantren Mambaus Sholihin Suci – Gresik


Pondok Pesantren Mamba’us Sholihin dirintis KH. Abdullah Faqih Suci sekitar tahun 1969 yang pada mulanya berupa surau kecil untuk mengaji AI-Qur’an dan Kitab Kuning di lingkungan desa Suci dan sekitarnya. Mamba’us Sholihin yang mengadopsi perpaduan sistem Salaf-Modern. Hal ini tak lepas dari pada Background Pengasuh Pesantren Al Mukarrom KH Masbuhin Faqih, yang merupakan alumni Gontor dan Langitan. Dengan semangat melestarikan kebaikan masa klasik, dan mengadopsi hal-hal baru yang lebih baik”, menjadikan Mamba’us Sholihin sebagai Pesantren yang cukup lengkap kurikulum pendidikannya, baik yang berupa pendidikan formal maupun non formal.

10. Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan – Sumenep



Pondok Pesantren terbaik ini didirikan pada tahun 1952. Pondok Pesantren AL-AMIEN PRENDUAN diurus dan dikelola secara kolektif oleh beberapa Badan Pengurus yang terstruktur, sesuai dengan bidang tugasnya masing-masing. Badan-badan pengurus tersebut bekerja sesuai dengan prinsip-prinsip manajemen yang modern, efektif dan efisien tapi tetap berpijak pada bingkai visi dan misinya. Saat ini memiliki Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien (IDIA) dengan dibukanya 3 jurusan baru, Pendidikan Bahasa Arab (Tarbiyah), Jurusan Tafsir Hadis (Ushuluddin) dan Jurusan Akidah Filsafat (Ushuluddin).

11. Pondok Pesantren Nurul Jadid – Probolinggo


Pondok Pesantren Nurul Jadid didirikan oleh almarhum KH. Zaini Mun’im pada tahun 1950. Berlokasi di desa Karanganyar Kecamatan Paiton Kabupaten Probolinggo Jawa Timur. Membantu terbentuknya manusia yang beriman, bertaqwa, berakhlaqul al-karimah, berwawasan luas, berpandangan kedepan, cakap, terampil, mandiri, kreatif, memiliki etos kerja, toleran, bertanggung jawab kemasyarakatan serta berguna bagi agama, bangsa dan negara.


12.Pondok Pesantren Darul Ulum Banyuanyar, Madura



Pesantren Darul Ulum Banyuanyar didirikan pada tahun 1787 oleh KH. Itsbat bin Ishaq. Pesantren ini termasuk pesantren tertua di Madura. Pesantren ini didirikan diatas sebidang tanah yang sempit dan gersang yang kemudian disebut dengan “Banyuanyar”.

Penamaan “Banyuanyar” ini atas dasar penemuan sumber mata air yang cukup basar oleh KH. Itsbat yang tidak pernah surut sampai sekarang. Setelah KH. Itsbat wafat, beliau maninggalkan amanah agar lokasi pesantren kecilnya dikembangkan menjadi Pondok Pesantren yang representatif dan mampu menjawab segala tantangan zaman.

13.Pondok Pesantren Al-Khoirot, Malang



Pesantren Al-Khoirot didirikan pada tahun 1963 oleh KH. Syuhud Zayyadi. Dari segi usia pesantren ini terbilang masih muda di bandingkan dengan pesantren lain. Pesantren ini terletak di Desa Karangsuko, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Baca tentang Kemuliyaan Malam Jum'at

Sistem pendidikan yang diberlakukan di pesantren ini adalah sistem pendidikan salaf murni, yaitu pengajian kitab kuning klasik dengan metode sorogan, wetonan, dan bandongan.

Saat ini sistem pendidikannya mulai berkembang dengan diperkenalkannya pendidikan formal madrasah diniyah, madrasah tsanawiyah (MTs) dan madrasah aliyah (MA) yang statusnya diakui pemerintah dan lulusannya dapat melanjutkan studi ke sekolah manapun baik negeri atau swasta, dalam negeri atau luar negeri.

14.Pondok Pesantren Al-Fatah, Temboro MAGETAN


Pesantren Al Fatah merupakan salah satu pesantren yang sedang tumbuh pesat. Pesantren ini terletak di Desa Temboro, Kecamatan Karas, Kabupaten Magetan, Jawa Timur.

Secara fisik akan banyak dijumpai beberapa bangunan permanen yang cukup sederhana, terutama rumah-rumah para Ustadz.

Salah satu kelebihan pesantren ini adalah, kebersihan lingkungan dan paling utama kebersihan kamar mandi dan ketersediaan air bersih. Luar biasa. Walhasil tidak ada tradisi “jarban”/ korengan/penyakit gatal yang biasanya menjadi syarat bagi santri.

Pondok Pesantren Nurul Jadid didirikan oleh almarhum KH. Zaini Mun’im pada tahun 1950. Berlokasi di desa Karanganyar Kecamatan Paiton Kabupaten Probolinggo Jawa Timur. Membantu terbentuknya manusia yang beriman, bertaqwa, berakhlaqul al-karimah, berwawasan luas, berpandangan kedepan, cakap, terampil, mandiri, kreatif, memiliki etos kerja, toleran, bertanggung jawab kemasyarakatan serta berguna bagi agama, bangsa dan negara.

15. Pondok Pesantren Assalafi Al-Fitrah – Surabaya


Pondok pesantren terbaik dan favorit di Jawa Timur yang terakhir adalah Pondok Pesantren Al Fithrah. Didirikan pada tahun 1985, berlokasi di jalan Kedinding Lor 99 Surabaya. Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam era globalisasi dan informasi, serta guna memberikan landasan yang kuat dengan didikan yang bermoral, maka akhlak mulia sangat diperlukan untuk membentengi diri, keluarga khususnya anak-anak.

Meskipun tak banyak diliput media massa, nama Alm. KH Asrori Al-Ishaqi sudah tak asing lagi bagi masyarakat sekitar. Keteladanan beliau patut dicontoh oleh pemuda-pemudi generasi penerus bangsa, dalam perkembangannya sangat membutuhkan pendidikan agama Islam, guna melindungi diri dan kehidupannya, agar tidak terseret dalam arus globalisasi dan informasi yang menyesatkan. Sampai detik ini, Pondok Pesantren Assalafi Al-Fitrah, Surabaya masih dipercaya untuk mengayomi para santri dari penjuru Nusantara yang menimba ilmu di sana.

16.Pondok Pesantren Al-Falah Ploso Mojo


Pondok Pesantren Al-Falah berada di desa Karangkates kecamatan  Ploso  Kabupaten Kediri. Pesantren ini didirikan oleh KH Ahmad Djazuli Usman yang di bantu oleh Muhammad Qomar dan didirikan pada tahun 1925.

17.PONDOK PESANTREN BATA-BATA – PAMEKASAN



Pondok ini didirikan pada tahun 1943 M oleh RKH. Abdul Majid bin Abdul Hamid bin RKH. Itsbat. Pesantren ini juga merupakan pesantren terbaik dan favorit yang ada di pulau Madura atau lebih tepatnya di Kabupaten Pamekasan.

Baca juga:

-25 pondok pesantren Terbesar di Indonesia
-Kemuliyaan Bulan Suci Romadhan 


Itulah beberapa Pondok Pesantren di Jawa Timur yang sampai sekarang tetap berkembang.
Jika ada kekurangan silahkan berkomentar di bawah untuk melengkapi nama pondok kawan-kawan semua.

Daftar Kumpulan Pondok Pesantren Terbaik dan Terbesar di Jawa Timur hingga Sekarang

Berikut ini tim kami kuwaluhan.com telah merangkum beberapa daftar pondok pesantren Terbaik, Terkenal dan Terbesar di Bandung Jawa Barat :

1. PONDOK PESANTREN HIDAYATULLAH BANDUNG

Lokasi : Jl. R.E Suwanda No. 18A Pasirleutik, Kel. Padasuka Kec. Cimenyan, Padasuka, Kec. Cimenyan, Bandung, Jawa Barat 40192

Pola pengajaran di Pesantren Hidayatullah adalah sistem pesantren modern, yaitu penggabungan mata ajaran umum dan mata ajaran khusus atau keislaman (diniyyah). Mata ajaran umum sama seperti mata ajaran pada sekolah - sekolah umum lainnya, contohnya matematika, fisika, kimia dll. Mata ajaran khusus yaitu mata ajaran yang berkaitan dengan keislaman, contohnya aqidah, fiqih, bahasa arab, dan hafalan/tahfidz Al Qur'an, serta masih banyak lagi mata ajaran yang lain, sesuai dengan jenjang pendidikan, basis kompetensi, dan dan letak kampus.

2. PONDOK PESANTREN NURUL HUDA


Lokasi : RT. 03 / RW. 06, Jl. Rancabentang No.116, Ciumbuleuit, Kec. Cidadap, Kota Bandung, Jawa Barat 40142

Pondok Pesantren Nurul Huda merupakan salah satu pesantren yang terdapat di wilayah Kota Bandung Jawa Barat.  Pesantren Nurul Huda  ini berdiri atas prakarsa KHR Memed (alm) beserta istri HJ.SITI Qoeraesyin pada tanggal 03 September 1973. Keberadaan Pesantren Nurul Huda cukup mendapatkan perhatian serta antusias masyarakat sekitar lokasi pesantren khususnya dan masyarakat pada umumnya.

Pondok Pesantren Nurul Huda sejak berdirinya mempunyai 2 harapan untuk mewujudkan 2 pandangan yaitu Pandangan ke Dalam dan Pandangan ke Luar. Pandangan ke luar di maksudkan untuk penyebaran dan penerapan nilai-nilai Agama Islam mencetak ulama-ulama  dan kader-kader Pemimpin yang Muttaqin. Dengan kata lain pandangan ke dalam ini terfokus dalam tataran penyebaran serta pengalaman ajaran islam bagi para santrinya. Sedangkan pandangan ke luar di maksudkan untuk lebih mengharumkan daerah setempat melalui penerapan nilai-nilai agama islam yang sungguh-sungguh, kegiatan peribadahan dan pengajian . pelaksanaan  ritual keagamaan dan penyebaran syiar-syiar Islam.

3. PONDOK PESANTREN AL BASYARIYAH


Lokasi : Jl. Cibaduyut Lama, Kb. Lega, Kec. Bojongloa Kidul, Bandung, Jawa Barat 40235

Pondok Pesantren Al-Basyariyah didirikan pada tahun 1982 oleh Buya Drs. KH. Saeful Azhar, terletak di perkampungan yang pada zamannya merupakan tempat ulama ‘sohor’ di daerah Bandung Selatan, yaitu Eyang Cimindi keturunan Waliyullah Eyang Mahmud.

Pondok yang didirikan dari nol, kini telah menjelma menjadi sebuah lembaga pendidikan yang memiliki luas tanah sekitar 17 ha. Kamar santri yang asalnya hanyalah gubuk sederhana, kini berubah menjadi puluhan lokal asrama santri untuk kapasitas 2000 orang. Dengan izin Allah, dalam perjalanan perjuangannya pondok pesantren ini telah meluluskan para alumni yang tersebar di seluruh wilayah Jawa Barat khususnya dan wilayah nusantara umumnya.

Pada saat ini Pondok Pesantren Al-Basyariyah telah memiliki empat kampus, yaitu:

1. Kampus 1 di Cibaduyut, Kota Bandung
2. Kampus 2 di Cigondewah Hilir, Margaasih, Kab. Bandung
3. Kampus 3 di Arjasari, Kab. Bandung
4. Kampus 4 di Cikungkurak, Caringin, Kota Bandung

Eksistensi Pondok Pesantren Al-Basyariyah sebagai lembaga pendidikan formal telah diakui oleh Negara sesuai dengan keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 2852 Tahun 2015 tentang penetapan status kesetaraan satuan pendidikan mu’adalah pada pondok pesantren dengan Madrasah Tsanawiyah/sederajat dan Madrasah Aliyah/sederajat, serta disetarakannya TMI Pondok Pesantren Al-Basyariyah dengan SMA Negeri sesuai SK MENDIKNAS Nomor 240/C/Kep/2003 dan telah diakreditasi dengan peringkat A berdasarkan SK penetapan hasil akreditasi BAP-S/M Nomor: 02.00/322/BAP-SM/XI/2010 sehingga ijazah yang dikeluarkan TMI Pondok Pesantren Al-Basyariyah sebagai tanda kelulusan bisa digunakan untuk salah satu kelengkapan persyaratan melanjutkan studi ke berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta di dalam maupun luar negeri.

4. PONDOK PESANTREN TAHFIDZ AL QURAN ASSALAAM BANDUNG


Lokasi : Jl. Mandala VI No.132, Jatihandap, Kec. Mandalajati, Kota Bandung, Jawa Barat 40193

Pondok Pesantren Assalam menargetkan santrinya dapat hafal Qur'an sejak usia Mts atau SMP. Pondok pesantren yang baru dibuka tahun 2013 lalu ini membagi fokus pada sekolah Al-Quran dan sekolah kurikulum Mts Nasional.

Pada tahun ini pondok tersebut bahkan sudah menjadi juara olimpiade fisika dan Tahfiz di tingkat Kota dan sedang mempersiapkan menuju tingkat Provinsi. Target santri di pondok tersebut minimal dapat mencapai 5 juz hafalan Al-Quran saat lulus.  "Target lulusan 30 juz, minimal 5 juz bisa hafal. Sekarang saja baru sudah ada yang hafal 10 juz, bahkan kelas 8 ada yang sudah 21 juz jadi mudahan-mudahan kelas 9 lulus bisa kejar 30 juz," ujar salah satu Pengasuh Ponpes Assalam, Dery Jamaludin Basari saat di temui dalam acara milad Alumni Haji Yayasan Assalam, di halaman Gedung Sate, Kota Bandung.

5. PONDOK PESANTREN MAHASISWA UNIVERSAL


Lokasi : Jl. Desa Cipadung No.01, RT.03/RW.08, Cipadung, Kec. Cibiru, Kota Bandung, Jawa Barat 40614

Nama Universal untuk pesantren ini diambil dari asal muasalnya tempat ini digunakan yaitu tempat seluruh kegiatan aktifis mahasiswa yang tergabung dalam berbagai macam ormas islam yang bersifat universal dan yang memiliki spirit  inklusif, empatik, dan toleran . hingga saat ini Ma’had Universal menjadi pesantren modern yang di naungi oleh yayasan pendidikan Suwargi Buwana Djati,Cirebon. Namun meski termasuk kedalam kategori pesantren modern, Ma’had Universal ini tidak meninggalkan tradisi pesantren salafi seperti masih diberlakukannya sistim mengkaji kitab klasik dengan cara sorogan dan balagan.

Hal tersebut dikarnakan latar belakang pendidikan agama pendiri sekaligus pengasuh PPMU ini adalah berasal dari pesantren salafi.

Materi pendidikan, PPMU memiliki karakter yang sangat menunjang bagi para santrinya yang selain menimba ilmu agama di pesantren tapi juga menempuh pendidikan umum di universitas, yang mana sebagian besar para pengajar PPMU adalah  seorang dosen dari UIN Bandung.

Selain asrama, PPMU memiliki sejumlah tempat atau fasilitas untuk menunjang kegiatan santri di pesantren yaitu satu kantor dan kamar untuk tamu, mitra usaha usaha mandiri yang berupa percetakan dan fotocopy, majlis ta’lim, kantin, televisi, dan jaringan wifi gratis.

6. PONDOK PESANTREN SUKAMISKIN


Lokasi : Sukamiskin, Kec. Arcamanik, Kota Bandung, Jawa Barat 40293

Pondok Pesantren Sukamiskin yang didirikan oleh KH Raden Muhammad bin Alqo pada tahun 1881 M ini telah mampu mencetak berbagai alumni yang didistribusikan di berbagai pelosok. Tak sedikit dari alumni ini yang telah mendirikan pondok pesantren sebagai wadah ilmuwan yang diperolehnya selama di Sukamiskin. Wajar saja, karena pada persetujuan pesantren yang sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda ini merupakan pesantren disetujui di Bandung.

Tidak sedikit ulama-ulama dan para Kyai yang sekarang memiliki nama serta tanggung besar dalam masyarakat priangan khusus dan masyarakat Jawa Barat umumnya adalah hasil gemblengan dan ilmu gaib di Pondok Pesantren Sukamiskin.

Pondok Pesantren Sukamiskin berada di bawah pimpinan KH.R. Muhammad Alqo selama kurang lebih 29 tahun dari tahun 1881 M sampai dengan 1910 M atau tahun 1300 H sampai dengan 1329 H.

Dalam jangka waktu sekian ini ia berhasil mendidik siswa-siswanya sehingga menjadi ulama besar, sebagai salah satu dari pada murid beliau adalah yang menjadi Pahlawan Nasional KH Zainal Musthofa almarhum.

7. PONDOK PESANTREN AL-'ASHR AL-MADANI


Lokasi : Jl. Arcamanik, Sindanglaya, Kec. Cimenyan, Bandung, Jawa Barat 40195

Pesantren Tahfidzul Qur`an Al-`Ashr Al-Madani dirancang sebagai pesantren yang menggunakan boarding school system berbasis pembinaan aqidah, akhlak karimah, dan ibadah praktis serta kurikulum yang berbasis pada kompetensi dalam nuansa Pesantren  Tahfidzul Qur’an yang khas.

Disamping itu, Pesantren Al-‘Ashr al-Madani yang bangunannya terdiri dari kayu jati yang ditanami ribuan pohon dengan berbagai jenis tanaman kayu dan buah-buahan, sehingga tetap terjaga kelestarian alam disekitarnya.

Selain itu fasilitas kolam ikan dan itik, sapi dan domba sekaligus sebagai ajang praktek ketrampilan santri dalam bidang perkebunan,pertanian,  pertenakan dan perikanan.

8. PONDOK PESANTREN ANNAJIYAH


Lokasi : Perumahan Griya Cempaka Arum, Jl. Utsman bin Affan No. 90, Rancanumpang, Gedebage, Rancanumpang, Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat

Pesantren An Najiyah Bandung merupakan lembaga pendidikan di bawah naungan Yayasan An Najiyah Al Islamiyah Bandung. Pesantren ini berdiri pada tahun 2004 yang berorientasi pada kegiatan da’wah, pendidikan dan sosial yang berlandaskan Al Qur’an dan Sunnah menurut pemahaman Salafush shalih.

Seiring dengan kemajuan yang dicapai Pesantren An Najiyah (Putri), maka dilakukanlah pengembangan dengan membuka kelas baru khusus ikhwan (Putra) dengan nama Pesantren SABILUNNAJAH. Sambil mempersiapkan gedung baru berikut sarana dan prasarananya dilokasi yang baru seluas kurang lebih 1,2 ha, pada bulan Desember 2012 dibukalah pendaftaran santri baru untuk ikhwan dan Alhamdulillah pada bulan Juli 2013 angkatan pertama santri putra Sabilunnajah sudah beroperasi.

9. PONDOK PESANTREN MIFTAHUL FALAH


Lokasi : Jl. Gede Bage Selatan No.115, Derwati, Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat 40295

Pondok pesantren Miftahul falah didirikan sudah sejak tahun 1930, hal ini didasarkan pada sebuah piagam berdirinya pondok pesantren Miftahul Falah yang didirikan oleh kyai haji Ahmad Syafii dengan tujuan supaya ada perkembangan pendidikan agama Islam untuk warga masyarakat Gede bage rancabolang dan meskipun pondok pesantren Miftahul falah ini sudah cukup lama berdiri tapi perkembangan dari pesantren Miftahul falah dinilai memiliki pengaruh dan masih tetap bertahan hingga saat ini.

Hal tersebut disebabkan karena adanya keunggulan keunggulan atau juga faktor yang dipunyai pondok pesantren ini sehingga bisa menjadi penunjang perkembangan pondok pesantren Miftahul falah hingga sekarang.

Yayasan pondok pesantren Miftahul falah ada madrasah Aliyah nya yaitu madrasah Aliyah Miftahul falah yang merupakan salah satu lembaga yang ada di bawah payung yayasan pendidikan Islam Miftahul falah dan sedangkan untuk madrasah Aliyah berdiri pada tahun 2014 dan berlokasi hanya ada di jalan Gedebage Selatan nomor 115 derwati Bandung Kota Bandung Jawa Barat.

10. PONDOK PESANTREN TERPADU AR-RAAID 


Lokasi : Kp. Cisalatri, Jl. A.H. Nasution Jl. Gg. Kujang No.65, RT.04/RW.05, Cipadung, Kec. Cibiru, Kota Bandung, Jawa Barat 40614

Pondok Pesantren Terpadu Ar-Raaid menekankan terhadap Pembinaan Akhlak dan Pembentukan Karakter, terutama bagi mahasiswa agar dapat hidup berdampingan di masyarakat dengan adab, etika dan tutur kata yang sopan Selain itu, Pondok Pesantren Terpadu Ar-Raaid merupakan pondok pesantren yang memadukan sistem salaf (Kitab Kuning) dengan pendidikan Modern (bahasa Arab dan Inggris) dan pendidikan Al-Qur'an sehingga memfasilitasi santri agar mampu berkompetensi dalam berbagai bidang.

Dengan posisi Pondok Pesantren Ar-raaid yang sangat dekat dengan kampus UIN Sunan Gunung Djati Bandung, para santri juga Mahasiswa atau “Maha Santri” ini pun memiliki beberapa keuntungan. Para Mahasantri tidak perlu mengeluarkan ongkos transportasi untuk pergi ke kampus ataupun menggunakan kendaraan pribadi seperti sepeda motor, karena dengan berjalan kaki pun hanya memerlukan waktu tempuh 5 sampai 7 menit untuk sampai ke gerbang UIN. Dengan ini para mahasantri pun dapat menghemat uang saku mereka dibandingkan dengan mahasiswa lainnya yang harus menghabiskan empat ribu sampai sembilan ribu setiap harinya untuk pergi ke kampus. Selain itu dengan berjalan kaki setiap hari, mereka secara langsung juga melakukan aktivitas fisik yang melatih kaki mereka berjalan hingga 15 menit setiap harinya.

11. PONDOK PESANTREN DARUSSURUR PUSAT


Lokasi : Lagadar, Kec. Margaasih, Bandung, Jawa Barat 40216

Pondok Pesantren darussurur merupakan pondok pesantren yang berdiri pada tahun 1938 dengan pendirinya KH. Muhammad Yahya yang semula bertempat tinggal di kampong babakan utama kecamatan cimahi selatan, dan pada tahun 1985 pondok pesantren darussurur pindah lokasi ke desa lagadar kecamatan maargaasih kabupaten bandung.

Dengan management sederhana yang dimiliki oleh sesepuh pondok pesantren, ternyata pondok pesantren darussurur hingga tahun 2000 tidak hanya berdiri di desa lagadar saja melainkan berdiri cabang-cabang pesantren darussurur ke tempat lain di antaranya :

1. Pondok pessantren darussurur l, yaitu sebagai pondok pesantren darussurur pusat yang bertempat di kp.mencut desa lagadar kecamatan margaasih dengan dipimpin oleh kh.muhammad yahya.
2. Pondok pesantren darussurur ll, yang bertempat di kp.cibodas kelurahan utama kecamatan cimahi selatan dengan dipimpin oleh kh.abu hamid yahya.
3. Pondok pesantren darussurur lll, yang bertempat di kp. Panyaweyan kelurahan utama kecamatan cimahi selatan dengan dipimpin oleh kh.zainuddin.
4. Pondok pesantren darussurur lV, yang bertempat di kp.babakan kelurahan utama kecamatan cimahi selatan dengan dipimpin oleh ust.muhammad Husain.
5. Pondok pesantren darussurur V, yang bertempat di kp.babakan kelurahan utama kecamatan cimahi selatan yang dipimpin oleh ust.zainal abidin.

12. PONDOK PESANTREN AL - IHSAN


Lokasi : Jl. Cibiru Hilir No.23, RT.01/RW.02, Cibiru Hilir, Cileunyi, Bandung, Jawa Barat 40626

Pondok Pesantren Modern Al-Ihsan dimulai oleh kedatangan tiga orang alumni Pondok Modern Gontor, yaitu Ust. Mahrus As'ad, Ust. Dede Rohanda, dan Ust. Suismanto menghadap ke alumni senior yaitu Ust.KH.Ujang Muhammad HM yang kebetulan pada saat itu beliau sedang memimpin sebuah lembaga pendidikan umum (SMP/SMA) yang berada di J1. Denki Selatan V Kodya Bandung. Mereka bertiga mengutarakan maksud untuk mendirikan sebuah lembaga pendidikan Islam yang bernuansa Gontor dan berasrama penuh, yang tidak mengizinkan santrinya pulang pergi, sehingga mengganggu proses pendidikan dan pengajaran.

Dalam proses pindahnya Pondok Modern Al-Ihsan dari lokasi lama di Jln. Denki Selatan Kota Bandung ke lokasi baru di Komplek Masjid Agung Baleendah Kabupaten Bandung ini terdapat beberapa tokoh masyarakat yang memberikan bantuan sangat berharga. Di antaranya; Pertama, H. Lili Somanti, beliau adalah  mantan Bupati Kabupaten Bandung. Atas izin dan rekomendasi beliau Komplek Masjid Agung Baleendah dapat digunakan sebagai lokasi baru oleh Pondok Modern Al-Ihsan. Kedua, Drs. H. Bahrul Hayat (alm), beliau merupakan tokoh masyarakat di Baleendah dan juga Ketua DKM Masjid Agung Al-Muhajarin. Atas persetujuan beliau Masjid Agung Al-Muhajirin dapat digunakan sebagai pusat kegiatan para santri Pondok Modern Al-Ihsan.

Dengan adanya kepemimpinan kolektif yang terdiri dari tiga orang pemimpin, dibantu dengan pengurus harian yayasan serta para kepala sekolah dan guru-guru, pesantren Al-Ihsan Baleendah mengalami kamajuan yang cukup pesat, baik dari sisi kuantitas maupun kualitas. Namun demikian, pesantren Al-Ihsan dituntut terus berkembang lebih maju dalam rangka memenuhi tuntutan zaman yang terus mengalami perubahan yang sangat cepat. Pesantren juga dituntut agar para alumnusnya mampu memenuhi tuntutan zaman, baik dalam ilmu agama, umum, akhlak, sains dan teknologi, sehingga mereka siap dan mampu menjadi motivator pembangunan masyarakat, di mana pun mereka berada.

13. PONDOK PESANTREN AL-WAFA


Lokasi : Jl. Cibiru Hilir No.46, Cibiru Hilir, Cileunyi, Bandung, Jawa Barat 40626

Pondok Pesantren Al-Wafa’ merupakan pondok pesantren mahasiswa yang terletak di pinggir kota Bandung.
Pondok Pesantren khusus mahasiswa ini, mengajarkan ilmu-ilmu keislaman berlandaskan atas al-Quran dan Sunnah sesuai dengan pemahaman salafusshalih dan para ulama Ahlussunnah wal Jama'ah. Didirikan oleh Prof. Dr. KH. Rachmat Syafe'i, Lc., MA, pada tahun 2012.

Sejak didirikan hingga kini, pondok Al-Wafa’ diasuh oleh KH Rachmad Syafe’i dengan didampingi oleh istri beliau yakni Ibu Hj. Ai Farida Kamil. Beliau sekarang menjabat sebagai ketua MUI Jawa Barat dan juga diakui keilmuannya sebagai Guru Besar di UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Model  pendidikan di Al-Wafa’ berusaha mengintegrasikan antara agama dan pendidikan umum, antara pesantren, keluarga, dan masyarakat dengan mengoptimalkan kognitif, afektif, dan psikomotorik dengan harapan peserta didik menjadi manusia cerdas, berwawasan luas, kreatif, dan mandiri.

Itulah Deretan Pondok Pesantren Terbaik dan Populer di kawasan Bandung Jawa Barat.

13 Pondok Pesantren Terbaik dan Terbesar di Bandung Jawa Barat

Kabupaten Lebak merupakan kabupaten yang terletak di Provinsi Banten, Indonesia. Ibukotanya adalah Rangkasbitung, yang berada di bagian utara wilayah kabupaten.

Di kabupaten Lebak selain memiliki perguruan tinggi juga terdapat banyak Pesantren yang sangat berkualitas dalam menunjang ilmu agama. Berikut ini tim kami Kuwaluhan.com telah merangkum Daftar Ponpes Modern maupun Salafiyah Terbaik dan Favorit di Kabupaten Lebak :

1. PONDOK PESANTREN LA TANSA

Lokasi : Kampung Parakansantri, Banjar Irigasi, Lebakgedong, Kabupaten Lebak, Banten 42372

Pondok Pesantren La Tansa merupakan pondok pesantren modern yang terletak di daerah Parakansantri, Lebakgedong, Lebak, Banten. Pesantren ini didirikan oleh Drs. K.H. Ahmad Rifa'i Arief (Almarhum) yang bertindak juga sebagai pemimpin pesantren Daar el-Qolam (Pasir Gintung, Jayanti, Tangerang) saat itu. Kini, setelah pendiri wafat, Pesantren La Tansa dipimpin oleh K.H. Adrian Mafatihullah Karim, MA dan Dr. K.H. Sholeh, S.Ag, MM. Lembaga ini bernaung di bawah Yayasan La Tansa Mashiro, yang juga didirikan oleh Drs K.H. Ahmad Rifa'i Arief.

PONDOK PESANTREN “LA TANSA” berdiri di sebuah lembah seluas ±13 ha. yang sekelilingnya dialiri sungai Ciberang dan dikelilingi oleh gunung-gunung dan bukit yang menghijau, terhindar dari polusi udara bahkan polusi budaya dan pergaulan amoral, merupakan tempat tafaqquh fiddien yang nyaman dan rekreatif. Lembaga ini dilahirkan oleh Pondok Pesantren Daar El-Qolam Gintung, Jayanti, Tangerang, sebagai suatu pengembangan wawasan dan pengembangan daya tampung dengan sistem pendidikan serta pengajaran yang lebih variatif dan memenuhi hajat umat. yang memberikan prospek yang sangat baik untuk sebuah sarana pendidikan. Sasaran siswa yang ditargetkan untuk menuntut ilmu di Pondok Pesantren La Tansa bukan hanya warga di wilayah ini, namun lebih jauh lagi adalah seluruh rakyat Indonesia yang ingin memperdalam ilmu umum sekaligus ingin memahami dan mengamalkan ajaran agama Islam yang baik.

Dan sejak tahun 2017, pondok pesantren La Tansa telah mengembangkan sayapnya dengan dibukanya Pondok Pesantren La Tansa 3 Kun Karima di Kecamatan Majasari, Pandeglang. Sementara Pondok Pesantren La Tansa 2 yang berlokasi di Kampus La Tansa Mashiro Rangkas Bitung akan segera dibuka pada tahun ajaran 2018-2019. Dan untuk Pondok Pesantren La Tansa 4 & 5 yang berlokasi di Cipanas, Lebak sedang dalam proses pembangunan.

2. PONDOK PESANTREN MODERN DAREL AZHAR


Lokasi : Jl. Komp. Pendidikan No.RT 08/09, Muara Ciujung Tim., Kec. Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten 42314

Ponpes Modern Daar El-azhar merupakan lembaga pendidikan yang berada di Muara Ciujung Tim., Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten 42314.

Ponpes Modern Daar el-Azhar Rangkasbitung (PMDARB), tidak ubahnya seperti pondok pesantren lainnya, adalah; “lembaga pendidikan Islam dengan system asrama, kyai sebagai sentral figurenya dan masjid sebagai titik pusat yang menjiwainya.”

Sebagai lembaga yang mengintegrasikan seluruh pusat pendidikan, pendidikan pesantren bersifat total; membina kecakapan spiritual (Spiritual Quotient), kecakapan Intelektual (intellectual Quotient), dan kecakapan moral-emosional (Emotional Quotient). Untuk itu, lingkungan pesantren secara keseluruhannya adalah lingkungan yang dirancang untuk kepentingan pendidikan, sehingga segala yang didengar, dilihat, dirasakan, dikerjakan, dan dialami para santri bahkan seluruh penghuni pesantren adalah dimaksudkan untuk mencapai tujuan pendidikan.

Sejarah awal berdirinya Pondok Modern Daar El Azhar berawal dari banyaknya minat terhadap pendidikan pesantren begitu besar dan respon dari masyarakat begitu baik, maka pada 1991 –1992 mulailah dirintis pendidikan dan pengajaran extra di asrama (di luar jam sekolah) yang dinamakan “Persemaian Santri Madinah el-Tullab”. Santri pada waktu itu  berasal dari tingkat SD, SMP, SMEA, dan STM. Mereka digembleng sebelum dan sepulang sekolah. Seiring dengan berjalannya waktu dan bertambahnya kebutuhan pendidikan dan pengajaran, maka diperlukan elaborasi sistem pendidikan dan pengajaran selama 24 jam.

PROGRAM PENDIDIKAN

1.Program pesantren 6 (Enam) Tahun  :

A. SLTP (Ma’had Mutawasithi) terakreditasi A SK. Badan Akreditasi Nasional  No.01/BAS/MN/II/2007.
Program ini diperuntukkan bagi siswa lulusan Sekolah Dasar atau Madrasah Ibtida’iyah dengan masa  pendidikan selama enam tahun, yakni ditempuh dari kelas satu berurutan sampai kelas enam.


B. SMA (Ma’had Tsanawi) Terakreditasi B SK. Badan Akreditasi Sekolah No. 02/BASDA-BTN/SK/V2007.
1.  Jurusan IPA (Ilmu Pengetahuan Alam)
2.  Jurusan IPS (Ilmu Pengetahuan Sosial)
Program  ini diperuntukkan bagi seluruh santri Pondok Pesantren Modern Daar el-Azhar yang melanjutkan studinya pada jenjang pendidikan SMA-nya  di Pondok Pesantren Modern Daar el-Azhar dan santri pindahan dari Pondok Pesantren lain dengan terlebih dahulu mengikuti tes akademik yang telah ditentukan. Pada jenjang ini ada dua jurusan pendidikan yang dipilih oleh santri yaitu jurusan IPA (Ilmu Pengetahuan Alam), jurusan IPS (Ilmu Pengetahuan Sosial)

2.  Program 4 (Empat) Tahun :

Program penyetaraan Materi Pesantren &  Bahasa untuk calon santri lulusan SLTP/MTs (1 Tahun); dilanjutkan
B.Program Pesantren SMA Daar el-Azhar (3 Tahun).
Program ini diperuntukan bagi santri lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP)  atau Madrasah Tsanawiah (MTs). Program ini dilaksanakan selama empat tahun, tahun pertama sebagai tahun pembelajaran matei-materi kepondokkan  dan kebahasaan setingkat materi kelas satu dan dua SMP, baru kemudian pada tahun kedua santri dari program ini terdaftar sebagai santri SMA dan duduk di kelas empat dengan  memulai pembelajaran materi yang sama dengan santri dari  program  pertama (SMP).

3. PONDOK PESANTREN MODERN AL-MIZAN


Lokasi : Jl. Jenderal Sudirman Km.3, Narimbang Mulia, Rangkasbitung, Narimbang Mulia, Kec. Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten 42315

Pondok Pesantren Modern Al-Mizan adalah sebuah lembaga sosial yang bergerak dalam kegiatan pendididkan, nilai-nilai islami yang bertujuan menghidupkan, memelihara serta meningkatkan semangat dikalangan umat islam khusus nya dan bangsa Indonesia pada umumnya.
Pondok Pesantren Modern Al-Mizan berdiri pada tanggal 1 Mei 1993 berdasarkan Akta Notaris Nuzwar, SH Rangkasbitung Nomor 16 tanggal 15 maret 1993.

Pendiri Pondok Pesantren Modern Al-Mizan adalah Drs KH Anang Azhari Alie, M.Pd.I , ketika itu Pondok dibangun diatas tanah milik Bapak H Kustani yang berlokasi di jalan kapugeran dekat alun-alun Rangkasbitung di atas tanah seluas 316 m2 yan merupakan sebuah gudang balok yang kemudian disulap menjadi asrama putri yang serba darurat. Untuk asrama putra berlokasi di kantor PT Andi Jaya milik Bpk H Kustani yang berjarak 100 m dari asrama putri.

Suatu Lembaga pendidikan pasti dibagun karena memiliki tujuan tertentu dan pondok Pesantren Modern Al-Mizan  ini juga memiliki visi dan misi serta juga memiliki Tujuan dan disini ane mau menjabarkan hal tersebut. Al-Mizan sebagai pesantren prosfektif yang mampu mencetak santri berakhlaq mulia, berbadan sehat, kreatif, berpengetahuan luas dan berfikiran terbuka, berjiwa ikhlas, kebersahajaan, berukhuwah Islamiyah dan berdikari.

PROGRAM PENDIDIKAN

1. Program Diniyah Awaliyah. (Bagi Putra/I warga masyarakat sekitar pesantren ),
2. Program TMI Reguler/MTs dan Aliyah (masa tempuh 6 tahun bagi lulusan SD/MI),
3. Program TMI Intensif/Aliyah, program IPA & IPS (masa tempuh 3 tahun bagi lulusan SMP/MTs),
4. Pengembangan Tahfidzul Qur’an (masa tempuh 6 tahun bagi lulusan SD/MI) dan tenaga pengajar di lembaga pendidik ini berasal dari Tenaga pengajar yang diperbantukan di PPM Al-Mizan adalah mereka para sarjana S1 dan S2 yang memiliki latar belakang pendidikan yang cukup professional berasal dari berbagai perguruan tinggi dan para alumni dari berbagai pesantren.

Dan pendidikan di Pondok Pesantren Modern Al-Mizan mengharapkan kompetensi kelulusannya menguasai Kompetensi Spiritual; Menguasai dan mampu mengimplementasikan nilai ajaran Islam, Kompetensi Personal; Berakhlakul karimah, mandiri, kreatif dan inovatif, Kompetensi Sosial; mampu berinteraksi dan berkomunikasi efektif.

4. PONDOK PESANTREN MANAHIJUSSADAT


Lokasi : Serdang, Cibadak, Malabar, Cibadak, Kabupaten Lebak, Banten 42357

Pondok Pesantren Modern MANAHIJUSSADAT adalah lembaga pendidikan formal yang menyelenggarakan program pendidikan terpadu 24 jam dengan menggunakan bahasa Arab dan Inggris dalam percakapan sehari-hari.

Berdiri sejak tahun 1997 dan telah menghasilkan para alumni yang berkiprah di tengah-tengah masyarakat, baik di lembaga formal maupun non formal.

Pondok Manahij didirikan pada 03 agustus 1997 di rangkas bitung banten oleh KH. Sulaiman Effendi.

Pada masa itu masyarakat di sekitar pesantren masih dibawah setandar dalam pengetahuan agama,dan para santri yang mulai mendaftarkan diri pada saat itu belum tahu apa arti dan tujuan pondok pesantren berdiri,kemudian pimpinan dan guru-guru  menerapkan format baru dan mendirikan Pondok Manahij dengan mempertahankan  tradisi pesantren salaf,modern dan menerapkan system sekolahan umum.

Sementara para pengajarnya memulai beberapa Pesantren ternama di Nusantara dan para sarjana S1 dan S2 yang sesuai dengan bidangnya.

LEMBAGA PENDIDIKAN

- Madrasah Tsanawiyah (Mts)

Untuk tamatan SD / MI, masa studi 6 tahun diasramakan. Para lulusan mendapatkan Ijazah  Madrasah Tsanawiyah (MTs) terakreditasi “B” dan Ijazah Madrasah Aliyah (MA) terakreditasi “B” serta Ijazah Pondok.

- Madrasah Aliyah (Ma)

Untuk tamatan SMP / MTs, masa studi 4 tahun diasramakan. Para lulusan mendapatkan Ijazah Madrasah Aliyah (MA) terakreditasi “B” dan Ijazah Pondok.

Kurikulum KMI yang bersifat akademis dibagi dalam beberapa bidang, yaitu:

-  Bahasa Arab
-  Dirasah Islamiyah
-  Ilmu keguruan dan psikologi pendidikan
-  Bahasa Inggris
-  Ilmu Pasti
-  Ilmu Pengetahuan Alam
-  Ilmu menengah kejuruan(SMK)
-  Ilmu pertanian
-  Ilmu agri bisnis
-  Ilmu Pengetahuan Sosial
-  Keindonesiaan/ Kewarganegaraan.

KMI membagi pendidikan formalnya dalam perjenjangan yang sudah diterapkan sejak awal berdirinya pesantren. KMI memiliki program reguler dan program intensif, dan masih banyak lagi program lainnya.

5. PONPES SALAFIYAH AL FUTUHIYAH


Lokasi : Jl. Raya Cipanas-Warung Banten Km.4, Banjar Pahingeun, Banjar Irigasi, Lebak Gedong, Banjar Irigasi, Lebakgedong, Kabupaten Lebak, Banten 42372

Pondok Pesantren Salafiyyah merupakan pesantren mayoritas di wilayah Provinsi Banten termasuk “ Al-Futuhiyyah “ walaupun di jaman Moderen seperti sekarang ini dan mulai menjamurnya Pesatren-Pesantren Moderen khususnya di wilayah Banten, Al-Hamdullilah Pondok Pesantren Salafiyyah  Al-Futuihiyyah senantiasa eksis dan tetap pada komitmenya sebagai benteng perjuangan pendidikan maupun Syiar Islam dan mencetak kader-kader Ulama Salafy Solihin.

Pengasuh Pondok Pesantren Salafiah “Al-Futuhiyyah”, Buya KH. Ahmad Qurthubi Jaelani, dilahirkan pada tanggal 09 Maret 1971 M. di Kp. Buluheun Ds. Banjar Irigasi Kec. Cipanas Kab. Lebak Banten.

Setelah beliau lulus Sekolah Dasar ( SD ) Tahun Ajaran 1983-1984 M. beliau melanjutkan Pendidikanya ( Mesantren ) ke empat ( 4 ) Pondok Pesantren di Daerah Pandeglang Banten, kemudian di lanjutkan ke Ciamis Jawa Barat dan Kudus Jawa Tengah, terakhir di Sukabumi Jawa Barat, yang jumlah lama mesantrenya di seluruh Pesantren-Pesantren tersebut -+ 4 Tahun ( Bulan ).

Dalam waktu yang sangat singkat itu, dan umurnya yang masih muda ( 19 Tahun ), beliau di p[erintah oleh Gurunya Al-Mukarom KH. Badruddin Sofiyullah ( Sukabumi Jawa Barat ) agar mendirikan Pondok Pesantren Salafiyyah. Setelah adanya perintah dari Guru tersebut maka beliau memperbanyak Istikhoroh dan Kholwat memohon petunjuk kepada Allah SWT.

Akhirnya pada tanggal 24 Rajab 1411 H / 1990 M. beliau mendirikan Pondok Pesantren Salafiyyah “ Al-Futuhiyyah “ di Kp. Banjar Pangingeun Ds. Banjar Irigasi Kec. Lebak Gedong Kab. Lebak Prov. Banten.

6. PONDOK PESANTREN MODEREN DAARUSSA'ADAH


Lokasi : Jl. Raya Leuwidamar KM. 08, Cimarga, Marga Jaya, Cimarga, Kabupaten Lebak, Banten 42361

Pondok Pesantren Daarussa’adah di dirikan oleh K.H Hasan Aping (Alm) dan K.H Pupu Mahfuddin M.Pd.I pada tahun 1989 . Lahirnya Pondok Pesantren Daarussa’dah untuk mencetak kader muslim yang berakidah islamiah,berkualitas,berwawasan jauh kedepan mempunyai kesemimbangan antara ilmu dan amal serta keseimbangan antara dzikir dan fikir.

Untuk merealisasikan tujuan tersebut, Pondok Pesantren Daarussa’adah selain ditunjang oleh psilitas yang refresentatif, didukung juga oleh tenaga pendidikan yang propesional dibidangnya. Tenaga pendidik terdiri atas lulusan Pondok-pondok alumni Gontor, Gintung, dan para sarjana perguruan tinggi negeri dan suasta. Al-azhar University, UNPAD, UIJ, UNISBA, STAI, dan lain-lain. Allhamdullah Alumni Pondok Pesantren Daarussa’adah diterima di tengah-tengah masyarakat sebagai pemimpin pesantren, dai, mubaligh, guru ngaji, ustadz, dosen, PNS, Militer dan Lain-lain.

KURIKULUM PENDIDIKAN

Dalam proses pengembangan fikir dan dzikir Pondok Pesantren Daarusaadah memadukan kurikulum Pendidikan Nasional dan kurikulum Pesantren sebagai satuan pelajaran yng integral bahasa pengantar yang diggunaka Disesuaikan dengan mata pelajaran Bahasa Indonesia untuk mata pelajaran yang berbaris Nasional, Bahasa inggris dan Bahasa Arab untuk Mata Pelajaran yang berbaris Pesantren (Keagamaan), serta masih banyak lagi program lainnya.

7. PONDOK PESANTREN AL-IDRUS


Lokasi : Jl. Maulana Hasanuddin No.1, Kaduagung Tim., Kec. Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten 42317

Pondok Pesantren Al-Anwariyah Al-Idrus didirikan oleh KH. Nunung Anwarudin di kampung Kebonjati bertepatan tanggal 05 Rabiul Tsani 1402 M / tahun 1982 M.Berdirinya pondok pesantren tersebut disambut baik oleh masyarakat kampung Kebon Jati dan masyarakat diluar Wilayah Desa Pajagan dengan mengirimkan anak-anaknya untuk belajar Agama Islam dan menjadi santri muqim atau santri mufasir.

Keberadaan Pondok Pesantren Al-Anwariyah Al-Idrus cukup diakui oleh pemerintah daerah Kabupaten Lebak. Pemerintah menetapkan Pondok Pesantren Al-Anwariyah Al-Idrus sebagai lembaga penyelanggara Program Pendidikan Agama dan Keagamaan.

Pondok Pesantren Al-Anwariyah Al-Idrus hijrah Pada tanggal 07 Rabil Tsani 1433 H / 29 Pebruari 2012 M ke Kp. Pajagan karena tempat di Kp. Kebonjati terkena relokasi waduk karian. Hikmah dari hijrahnya Pondok Pesantren Al-Anwariyah Al-Idrus adalah KH. Nunung Anwarudin Sebagai Alumni Pondok Pesantren Al-Idrus Rancagawe mengembangkan Pondok Pesantren Al-Anwariyah Al-Idrus dengan mendirikan sebuah YAYASAN AL-ANWARIYAH AL-IDRUS dengan Akta Notaris: Aris Rismansyah, S.H, M.Kn. Lebak No. 02 Tanggal 11 Maret 2013 dan SK KEMENKUMHAM No: AHU-2191.AH.01.04.Tahun 2013. Pada tahun 2013 berdiri Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah dan sudah terakreditasi.

Itulah Deretan Pondok Pesantren Terbaik dan Terbesar di Kabupaten Lebak Banten, jika ada pertanyaan silahkan beri komentar pada kotak di bawah.

7 Pondok Pesantren Terbaik dan Terbesar di Kabupaten Lebak Banten

Pondok Pesantren Roudhotul Ulum Cidahu merupakan Pesantren yang menggunakan sistem Salaf dan terletak di Kampung Cidahu Lebak Rt.01 Rw.01 Desa Tanagara Kecamatan Cadasari Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten.

Sejarah awal berdirinya Pesantren ini dipimpin oleh KH. Muhammad Dimyathi Amin yang akrab dipanggil dengan sebutan Abuya Dimyathi yang lahir di Pandeglang pada tahun 1930 M. Beliau merupakan putra pertama yang hidup sampai dewasa dari pasangan KH. Amin dan Nyai Hj. Ruqoyyah. Abuya mulai merintis Pesantren di Kampung Cidahu pada tahun 1975 M.

 Saat itu Santrinya masih sedikit dan masih menumpang di rumah-rumah warga karena belum ada kobong (Bangunan Pesantren dari kayu dan bambu), baru pada tahun 1977 M setelah Abuya bebas dari Penjara karena di dzalimi oleh oknum penguasa orde baru saat itu, Beliau mulai membangun kobong. Tapi lama kelamaan santri terus bertambah hingga mencapai sekitar 500 Santriwan dan 200 Santriwati Muqimin dan Ribuan Santri yang bukan Muqimin.

 Mereka berasal dari berbagai penjuru daerah di Indonesia. Perkembangan jumlah Santri itu seiring dengan Kemasyhuran Ilmu dan Nama Besar Abuya. Karena itu tak heran jika Abuya tidak hanya dikenal di Pandeglang maupun Banten tapi di Indonesia bahkan Dunia sekalipun.

 Berkat Abuyalah Kampung Cidahu (Jalan Raya Pandeglang – Serang Km 5) menjadi pusat pendidikan dan pengajaran Islam dan menjadi perhatian umat di Dunia. Bahkan Kabupaten Pandeglang dikenal orang  banyak, salah satuya dari sosok Kharismatik Abuya.

Pendidikan dan pembinaan Ilmu Agama yang diterapkan Abuya di Pesantren Cidahu menjadi barometer bagi Pesantren-Pesantren lain di Pandeglang Khususnya dan beberapa Pesantren lain di Banten dan sekitarnya. Sebab yang datang mengunjungi Abuya bukan hanya masyarakat yang ingin jadi Santri Muqim atau Santri tidak Muqim, tapi banyak pula Ulama dan Kyai yang mengaji atau meminta Petuah dan Nasihat kepada Beliau, hingga sangatlah pantas kalau Beliau bergelar Syaikhul Masyayikh / Kyainya para Kyai.

PROFIL SANG PENDIRI

Abuya merupakan sosok Ulama Banten yang memiliki kharismatik dan cukup sempurna dalam memadukan Syari’at dan Thariqat sehingga dapat meraih Haqiqat.

Sejak kecil Abuya Dimyathi sudah menampakkan keistimewaannya yang tidak dimiliki oleh orang lain, beliau Siyahah, Tholabul Ilmi dan Tabarruk dari satu pesantren ke pesantren lainnya, dari Ulama Sepuh satu ke Ulama Sepuh lainnya di Pulau Jawa dan Pulau seberang selama 38 tahun (1937 M – 1975 M), mulai dari yang terdekat yaitu Pesantren di Kadupeusing Pandeglang dibawah asuhan KH. Tb. Abdul Halim, Pesantren Sempur Plered Purwakarta dibawah asuhan KH. Tb. A. Bakri,  Pesantren Payaman Secang Magelang yang diasuh oleh KH. Siroj, Pesantren Watu Congol Muntilan Magelang yang diasuh oleh KH. M. Nahrowi (Mbah Dalhar), Pesantren Kedung Paruk Purwokerto yang diasuh oleh KH. Abdul Malik, Pesantren Bendo Pare Kediri yang diasuh oleh KH. Khozin Al-Muhajir, Pesantren Gontor pimpinan KH. Zarkasyi, Pesantren Lasem Rembang dibawah asuhan KH. Baidlowi dan KH. Ma’shum, Pesantren Kaliwungu Kendal dibawah asuhan KH. Ru’yat dst hingga Pesantren yang terjauh di Lombok NTB dibawah asuhan KH. M. Zainuddin Abdul Majid, dan selama masa itu Abuya senantiasa bertirakat dengan menahan lapar yang sangat.

Sepeninggal Abuya Dimyathi yang wafat pada malam Jum’at tanggal 03 Oktober 2003 M kepemimpinan Pesantren Cidahu dipegang oleh Putra tertua Abuya Dimyathi yaitu KH. Ahmad Muhtadi Dimyathi sampai sekarang dengan dibantu oleh Putra dan Putri Abuya Dimyathi lainnya yaitu KH. Murtadlo Dimyathi, KH. Abdul Aziz Dimyathi, KH. Muntaqo Dimyathi, KH. Muqotil Dimyathi, KH. Mujtaba Dimyathi, Alm. Hj. Musfiroh Dimyathi dan Hj. Qoyyimah Dimyathi.

KH. Ahmad Muhtadi Dimyathi yang akrab dengan sebutan Abuya Muhtadi dilahirkan pada tanggal 26 Desember 1953 M. Beliau sejak kecil sudah berkeliling mengikuti ayahandanya dengan gemblengan pendidikan dari ayahandanya yang sangat luar biasa selama 38 tahun (1965 M – 2003 M), sehingga Beliau sudah sangat siap ketika Beliau harus estafet memegang tampuk kepemimpinan Pesantren Cidahu dan melanjutkan perjuangan ayahandanya.

Kalangan yang pesimis berpendapat bahwa Pondok Pesantren Salafiyyah merupakan pendidikan tradisional yang eksklusif sehingga sulit berkembang ditengah-tengah masyarakat. Alasannya adalah bahwa selama ini pola pendidikan yang diselenggarakan terlalu lamban untuk melahirkan sosok lulusan yang diharapkan masyarakat. Pondok Pesantren yang memadukan pengakaran Agama dan pengajaran umum akan lebih eksis, sebab dinilai memiliki kemampuan adaptabilitas sosial.

 Sedangkan untuk kalangan yang optimis berpendapat sebaliknya. Pondok Pesantren Salafiyyah sebagai lembaga pendidikan dan pemberdayaan masyarakat sampai kapanpun akan tetap eksis, sebab memiliki karakteristik tradisional asli Indonesia yang unik dan kehadirannya dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan pendidikan bagi masyarakat khususnya masyarakat pedesaan. Interaksi yang intens, harmonis, saling membutuhkan dan menguntungkan antara Pondok Pesantren Salafiyyah dengan masyarakat menjadikan Pesantren ini semakin mantap dan kokoh.

 Oleh karena itu pandangan kalangan pesimis ditolak oleh kalangan Pesantren Salafiyyah yang diantaranya Pesantren Cidahu. Pesantren Cidahu biarpun merupakan Pesantren Salafiyyah Tradisional tetapi pada kenyataannya banyak diminati oleh para santri terutama mereka yang ingin memperdalam belajar Kitab Kuning. Santri yang datang ke Pesantren Cidahu memiliki latar belakang pendidikan yang memadai dan kebanyakan sudah mengantongi ijazah formal baik setara SLTP, SLTA bahkan lulusan S2.

 Pola belajar di Pesantren yang seperti itu mempunyai dampak yang positif karena mereka mempunyai konsentrasi yang luar biasa, tidak berbagi dengan pendidikan formal atau keinginan di pendidikan formal.

Para Santri yang mondok di Pesantren Cidahu kebanyakan alumni-alumni Pesantren lain yang tersebar di Indonesia. Motivasi mereka melanjutkan mondoknya di Pesantren Cidahu karena :

a. Ingin mengembangkan dan meneruskan ngaji Kitab Kuning pada umumnya dan khususnya untuk kepentingan pribadi yaitu memperbaiki diri dan mengamalkan ilmu yang telah diperoleh selama mondok nantinya di masyarakat.
b. Ingin mengikuti jejak Kyai.
c. Menjaga dan turut serta dalam mencerdaskan bangsa.
d. Kitab-Kitab yang diajarkan tidak semuanya diajarkan di Pesantren lain, sedangkan Kitab Fiqih sebagai fokus pengajiannya berada diatas Pesantren yang lain.
e. Energi spiritual, ketenangan hati dan kesejukan jiwa yang tidak didapatkan di Pesantren lain.  

SARANA DAN PRASARANA

Berbeda dengan Pesantren modern yang dilengkapi dengan fasilitas lengkap dari mulai kamar atau asrama Santri, ruang kelas atau aula, peralatan belajar dan lain sebagainya, dalam hal sarana dan prasarana pengajian bagi Pesantren Cidahu ini tidak ada yang perlu dipamerkan, semuanya serba minim.

 Para Santri kesehariannya berada di asrama yang disebut kobong (bangunan pesantren dari kayu dan bambu). Pesantren Cidahu memiliki 13 Kobong yang masing-masing kobong ditempati oleh sekitar 20-30 Santri. Tempat ngaji adalah rumah Abuya Muhtadi yang sekarang difungsikan sebagai sebuah aula besar yang dapat menampung seluruh Santri dan tidak dilengkapi dengan sarana pembelajaran seperti White Board, Komputer, Laptop apalagi LCD.

 Proses pembelajaran dilakukan dengan sangat tradisional dimana para Santri hanya bermodalkan Kitab, buku dan pena. Tidak ada aktiitas yang bersifat administrasi seperti papan form absensi, buku rekap nilai Santri, daftar registrasi Santri dan sebagainya yang biasanya dibutuhkan oleh sebuah lembaga pendidikan atau organisasi.

 Meskipun tidak ada catat administrasi tetapi Abuya Muhtadi tidak pernah lupa siapa saja yang absen dalam pengajian dan Beliau sangat faham akan kadar kwalitas para Santri satu persatu.

 BIAYA PONDOK

Santri yang mondok di Pesantren Cidahu sama sekali tidak dipungut biaya sepeserpun, mereka cuma diwajibkan ngaji dan Ibadah saja. Kitab-kitab kuning yang dikaji semuanya disediakan oleh Abuya Muhtadi untuk menolong para santri yang kurang mampu agar tetap mengikuti pengajian, adapun pembayaran Kitab tersebut bisa kredit sesuai dengan kemampuan santri. Sedangkan untuk kebutuhan pangan sehari-hari para santri masak/ngliwet sendiri, kecuali di bulan Romadlon yang mana untuk sahur dan buka puasa sudah di tanggung oleh Kyai.

Pondok Pesantren Salafiyyah merupakan jenis Pondok Pesantren yang hanya mengutamakan pengajian Kitab dan tidak menyelenggarakan pendidikan formal atau Pondok Pesantren yang berorientasi mengajarkan pengetahuan Agama sepenuhnya (Tafaqquh Fid-diin) dengan metode sorogan atau bandungan. Pondok Pesantren Salafiyyah sering dikategorikan sebagai Pondok Pesantren Tradisional karena lebih menekankan kepada pengajaran Kitab Kuning.

Pondok Pesantren Cidahu merupakan Pondok Pesantren Salaf yang sangat memegang teguh prinsip kesalafiyyahannya sehingga seluruh pengajaran hanya berfokus pada pengajaran Kitab Kuning, hafalan Al-Qur’an, Wirid-Wirid tertentu dan lainnya, dan tidak menerapkan sistem penjenjangan atau tingkatan pendidikan bagi para Santri yang artinya tidak ada pembagian kelas dimana semua Santri bergabung menjadi satu dalam sebuah majlis.

Pengajaran di Pesantren Cidahu lebih dominan pada pelajaran Fiqih, sistem pendidikannya sangat simple tidak terkontaminasi oleh pihak atau orang lain, sistem pengajaran yang diterapkan adalah :

1. Sangat memberikan kepercayaan kepada para santrinya dan Kyai tidak mengharuskan agar santri hanya mengikuti apa yang telah disampaikan oleh Kyai dalam pemberian materi, akan tetapi Kyai menetapkan standar yang tidak boleh dilanggar oleh para santri dan juga Kyai mengajarkan teori-teori yang wajib di taati oleh para santri didalam mengupas materi yang telah diajarkan oleh Kyai agar para santri tetap di jalur yang benar.

2. Lamanya santri belajar tidak dibatasi, sampai kapanpun santri belajar tidak diberi batas waktu.

3. Yang menarik di Pesantren Cidahu tidak ada aturan khusus yang ketat sehingga santri merasa betah tinggal di Pesantren. Jangankan peraturan, Pesantren Cidahu tidak seperti Pesantren-Pesantren yang lain di Jawa yang memiliki kantor, humas, struktur organisasai dan sebagainya. Meskipun demikian, ngaji dan aktifitas Pesantren yang lain bisa berjalan dengan lancar tanpa ada hambatan jika semua didasarkan atas kesepakatan-kesepakatan dan kesadaran. Para santri memiliki nalar yang cukup baik cepat mengerti dan menyerap adat, tradisi dan kesepakatan yang sebenarnya semua itu sudah masyhur dalam aturan yang baku didalam Syara’ dan Akhlaq para Ulama.

4. Metode pengajaran.

Menggunakan sistem pengajaran bandungan. Dalam sistem ini para santri berkumpul lesehan disebuah aula yang telah disediakan dan menyiapkan Kitab yang sama dengan Kitab yang akan diajarkan oleh Kyai untuk dimaknai dengan arab pegon, lalu santri mendengarkan Kyai membaca Kitab, memaknai dengan ala Pesantren, menjelaskan dan mengulas dengan keterangan dan sumber-sumber dari Kitab lain. Dalam menjelaskan sebuah materi yang terdapat disebuah Kitab sering kali Kyai memberikan penjelasan yang berkait dengan tatanan dan perilaku di masyarakat. Sehingga apa yang disampaikan dapat menjadi sebuah pelajaran yang sangat berharga bagi para santri sebagai bekal menjadi evaluator dan memberikan kritik membangun tentang keadaan sosial, ekonomi, politik, pemerintah sesuai dengan tema materi yang sedang dibaca oleh Kyai.

Setiap santri memperhatikan Kitabnya masing-masing dan membuat catatan-catatan baik arti perkata maupun keterangan Kyai yang dianggap penting dan diberi catatan ditepi Kitab kanan atau kiri, sedangkan terjemahannya ditulis dibawah teks Kitab dengan huruf Arab dengan bahasa Arab yang searti dengan kata-kata diatasnya atau dengan bahasa Jawa atau Sunda dan ditulis miring.

Canda Cinta, itulah istilah khusus yang sangat indah buat nuansa pengajian di Majelis Abuya Muhtadi Dimyathi, karena Beliau didalam pengajian selalu menghiasinya dengan humor humor sufi yang membuat para santri jadi rileks.

Sistem pengajaran disamping memegang teguh prinsip (Al-‘Ilmu Shoidun Wal Kitabatu Qoyduhu) Ilmu itu bagaikan hewan buruan dan catatan-catatan itu bagaikan talinya, juga menganut prinsip dan pendirian bahwa Ilmu itu ada didalam dada bukan didalam tulisan (Al-‘Ilmu Fish-Shudur La Fis-Suthur), oleh sebab itu pendidikan karakter sudah dilakukan Pesantren sejak dulu kala, saat ini pemerintah sedang mempunyai masalah besar dengan pembentukan karakter bangsa yang semestinya pemerintah belajar dari Pesantren.

KURIKULUM PENDIDIKAN

Pesantren Cidahu mendidik santrinya dengan Thariqah (jalan Tashowwuf para Ulama Salaf), yang menjadi prinsip utama Pesantren adalah totalitas ngaji Kitab Kuning, sehingga Pesantren Cidahu tidak memiliki kurikulum yang baku atau terstruktur. Ngaji adalah jalan yang ditempuh oleh para Ulama, dan para Ulama lah yang tahu betapa tingginya derajat ngaji dan buah dari ngaji yaitu ilmu. Mencari ilmu hukumnya wajib karena dengan ilmu itu amal dan praktek Ibadah bisa sah dan bersih dari afat-afat dan penyakit yang selalu mengiringi amal ibadah (Al-‘Ilmu Li Tashhihil ‘Amal).

Pesantren Cidahu menggunakan arah kiblat pendidikan yang diprakarsai oleh Alm. Abuya Dimyathi dimana dari kecil Abuya Muhtadi tidak pernah belajar dari sipapun kecuali dari ayahandanya sendiri Abuya Dimyathi, dan Ilmu yang dimiliki oleh Abuya Dimyathi itu hasil rangkuman dari Ilmunya para Ulama sepuh di seantero Jawa dan sekitarnya dengan mengutamakan Kitab-Kitab yang tercatat di dalam Kitab Tsabat Kifayatul Mustafid, Asy-Syarqowi dan Asy-Syanwani.

Wallohu'alam bisshowab

Sumber : https://www.jagatngopi.com/pesantren-abuya-cidahu-nuansa-shufy-untuk-kehidupan-haqiqy-dunyawy-dan-ukhrowy/

Profil Sejarah Pondok Pesantren Roudotul 'Ulum Cidahu Pandeglang

Berikut ini merupakan rangkuman Pondok Pesantren Tertua Di Indonesia dan masih berkembang sampai sekarang, langsung saja kita simak bersama-sama :

1. PONDOK PESANTREN MODERN GONTOR, PONOROGO – Berdiri Tahun 1926 M


Yang Pertama Adalah Pondok Gontor Ponorogo, Pondok pesantren ini didirikan oleh tiga bersaudara yakni KH. Ahmad Sahal, KH. Zainudin Fananie dan KH. Imam Zarkasy. Ketiga putra Kiai Santoso Anom Besari ini kemudian dikenal dengan sebutan trimurti.

Dulu Gontor bukanlah pesantren modern. Kemudian sistem kependidikannyapun berubah terinspirasi dari founder Aligarh Muslim University, India, yakni Sir Syed Ahmad Khan. Keunggulan sistem pendidikan Gontor terbukti dari banyaknya lulusan Ponpes Modern Gontor yang sekarang ini tengah menjadi tokoh besar di Indonesia. Jadi sistem ini menjadikan santrinya untuk tidak hanya memiliki bekal ilmu agama saja. Lulusan Gontor juga terampil, cerdas, pandai berbahasa Inggris dan ilmu umum lainnya.

Ciri khas dari Pondok ini bahasa sehari-harinya menggunakan bahasa Inggris dan Arab serta penerapan disiplin yang super ketat. Tak hanya itu, santri pondok Gontor juga terkenal rapi.

2. PONDOK PESANTREN TEBUIRENG, JOMBANG Berdiri Tahun 1899 M


Yang kedua adalah Pondok pesantren Tebuireng, Pesantren ini merupakan Pondok Pesantren terbesar di Kabupaten Jombang. Pesantren ini didirikan oleh ulama besar kharismatik bernama KH. Hasyim Asy’arie yang juga pendiri organisasi Nahdlatul Ulama (NU).

Dulunya Tebuireng hanyalah dusun kecil dengan banyaknya stigma negatif seperti perampokan, pemerkosaan, perjudian. Namun lambat laun stigma negatif ini berubah dan Tebuireng kini menjadi daerah dengan banyak manfaat untuk daerah sekitarnya.

Pondok pesantren Tebuireng tak hanya membekali dengan ilmu agama yang mumpuni, namun juga memasukkan beberapa materi umum kedalam struktur pembelajarannya.

3. PONDOK PESANTREN SIDOGIRI, PASURUAN –  Berdiri Tahun 1718 M


Selanjutnya adalah Pondok pesantren Sidogiri, Sidogiri didapuk menjadi pondok pesantren terbaik dan tertua di Indonesia. Pondok ini didirikan oleh Sayyid Sulaiman pada tahun 1718 (pada versi lainnya disebutkan tahun 1745). Beliau sendiri masih masuk dalam garis keturunan Nabi Muhammad Shallalahu Alaihi Wassalam dalam marga Basyaiban.

Meski usianya tergolong tua, animo untuk menimba ilmu di pondok tersebut sepertinya tak pernah surut. Terbukti dari banyaknya santri yang tetap bertahan menimba ilmu disini. Ciri khas pondok pesantren Sidogiri yakni sistem pendidikannya yang tidak berubah menggunakan metode salaf murni.

4. PONDOK PESANTREN LANGITAN, TUBAN – Berdiri Tahun 1852 M


Pondok tertua yang keempat  adalah Pondok Langitan Tuban, Pondok Pesantren terbaik dan tertua di Indonesia setelah Sidogiri ini terletak Tuban Jawa Timur, tepatnya di Dusun Mandungan, Desa Widang, Kecamatan Widang. Salah seorang yang pernah memimpin pondok pesantren dengan luas wilayah mencapai 7H ini merupakan seorang yang sangat kharismatik, KH Abdullah Faqih dan KH Ahmad Sholeh. Kharismatiknya membuat banyak pejabat tinggi negara yang segan.

Menerapkan metode salaf tanpa adanya perubahan menjadikan pondok ini tetap eksis meskipun usianya hampir mencapai 2 abad. Diawali dari sebuah surau kecil, pesantren Langitan mampu membawa banyak pengaruh baik di kancah nasional, bahkan pesantren ini juga telah terkenal di mancanegara.

Ciri khas yang bisa ditemui di Langitan Tuban yakni kaidah pemeliharaan budaya klasik yang baik dan kemudian mengambil budaya baru yang konstruktif, atau kaidah Al-Muhafadhotu Alal Qodimis Sholeh Wal Akhdu Bil Jadidil Ashlah.

5. PONDOK PESANTREN LIRBOYO, KEDIRIBerdiri Tahun 1910 M


Pondok tertua selanjutnya adalah Pondok Lirboyo, Lirboyo Berdiri di desa bernama Lirboyo membuatnya terkenal dengan nama pesantren Lirboyo. Awalnya pondok ini diprakarsai oleh Kyai Sholeh yang berasal dari Banjarmelati dan kemudian diteruskan oleh KH. Abdul Karim (menantunya) yang berasal dari Jawa Tengah.

Lirboyo menjadi salah satu pusat studi Islam yang memadukan tradisi untuk mengisi kemodernitasan. Kesuksesan sistem pendidikan ini terbukti dari alumnusnya yang telah menjadi tokoh yang saleh baik dalam bidang agama maupun bidang sosial.

6. PONDOK PESANTREN AL-ANWAR, SARANGBerdiri Tahun 1967 M


Selanjutnya adalah Pondok Al-Anwar Serang, Pondok pesantren ini berawal dari kelompok pengajian yang dirintis oleh KH. Zubair Dahlan dan Kh. Ahmad Syuaib di Karangmangu, Sarang, Rembang. Kemudian di tahun 1967 didirikanlah sebuah pondok pesantren oleh KH. Maimun Zubair.

Pengajian ini awalnya dilaksanakan di mushala setempat dan pada perkembangannya, kedua perintis kemudian mendirikan tiga bangunan dan terpisah menjadi 3 komplek yakni komplek A, B, C. Pada komplek A inilah PP Al Anwar dikembangkan.

Dari masa kemasa perkembangan ponpes ini cukup pesat. Mengacu pada sistem salafiyah sehingga santri disini wajib mengikuti ustadz baik individual (sorogan) atau bersama-sama (bandongan).

7. PONDOK PESANTREN AL IHYA ULUMUDDIN, CILACAP –  Berdiri Tahun 1925 M


Pondok yang selanjutnya adalah Pondok Al-Ihya Ulumuddin, Ponpes ini didirikan oleh KH Badawi Hanafi pada Nopember 1925 di Kecamatan Kesugihan, Cilacap. Waktu berjalan dan beliau mengamanatkan kepada putranya untuk mengembangkan PP Al-Ihya Ulumuddin yakni kepada KH Chasbulloh Badawi dan juga kepada KH Ahmad Mustholih.

8. PONDOK PESANTREN AL-FATAH, TEMBOROBerdiri Tahun 1938 M


Kemudian di nomor 8 adalah Pondok pesantren Al-fatah Temboro, Pesantren yang tepatnya terletak di Temboro, Kecamatan Karas, Magetan ini menjadi salah satu pesantren dengan pertumbuhan yang sangat pesat. Didirikan oleh KH. Sarbun Sidik dan diawali dari sebuah mushala kecil, berkembang menjadi masjid Al-Fatah hingga menjadi sebuah pondok pesantren seperti sekarang. Kelebihan dari PP ini yakni kebersihan lingkungannya, utamanya air bersih dan kamar mandi.

9. PONDOK PESANTREN BUNTET, CIREBONBerdiri Tahun 1785 M


Di posisi ke Sembilan adalah Pondok pesantren Buntet Cirebon, Pesantren tertua ke Sembilan ini menjadi pelopor berdirinya banyak pesantren di kawasan Jawa barat, Banten hingga DKI Jakarta. Sudah banyak para alumnus pesantren Buntet yang tengah menjadi pengasuh pesantren di tiga kawasan tersebut. Fakta ini juga menjadi salah satu kebanggaan tersendiri bagi alumni PP Buntet.

10. Pondok Pesantren Musthafawiyah, Sumatera UtaraBerdiri Tahun 1912 M


Pondok tertua selanjutnya adalah Pondok Musfhafawiyah Sumut, Pesantrenrikan oleh Syeikh Musthafa bin Husein bin Umar Nasution Al-Mandaily. Pesantren ini juga memiliki sarana pendidikan formal yang lengkap mulai dari TK sampai ke PT. Selain itu, di pesantren Mustafawiyah juga terdapat tahfidz Al-Quran dan ma’had aly.

11. PONDOK PESANTREN NURUL JADID, PROBOLINGGO Berdiri Tahun 1950 M


Kemudian yang kesebelas adalah Pondok Nurul Jadid, Secara resmi ponpes ini didirikan pada tahun 1950 oleh KH Zaini Munim di Karanganyar, Paiton, Probolinggo. Tempat ini menjadi tempat favorit bagi para pelajar yang ingin menimba ilmu agama. Meski usianya telah mencapai lebih dari setengah abad, pesantren ini tetap menjadi salah satu pesantren terbaik di Indonesia.

12. Pondok Pesantren Darunnajah, JakartaBerdiri Tahun 1974 M


Pesantren ini telah dirintis sejak 1942 dan didirikan pada 1974 tepatnya pada 1 April. Pendirinya yakni KH. Abdul Manaf Mukhayyar dan rekannya KH Qomaruzzaman serta KH Mahrus Amin.

Pesantren ini terbilang unik jika dibilang dengan lainnya. Menerapkan sistem asrama atau boarding school dengan sistem pendidikan yang kreatif dan inovatif. Apalagi dengan tambahan sarana pendidikan yang lengkap membuatnya menjadi salah satu pesantren favorit di kawasan Jabodetabek.

Inilah Daftar Pondok Pesantren Tertua Di Indonesia Hingga Sekarang

Loading...