Showing posts with label tanda akhir zaman. Show all posts
Showing posts with label tanda akhir zaman. Show all posts

Friday, November 16, 2018

Inilah Ciri-ciri Orang Munafik dan Azabnya Dalam Islam

Dalam ajaran agama Islam, Munafik merupakan salah satu kategori atau golongan manusia yang diletakkan tarafnya lebih rendah daripada seorang Muslim biasa.


Munafik adalah menampakkan keislaman dan kebaikan, menyembunyikan kekafiran dan kejahatan.
 Seperti istilah yang sering kita dengar “Duri dalam daging”.
Dan ia lebih berbahaya karena merusak agama islam dari dalam.

Munafik ada dua macam :

1.  MUNAFIK KEYAKINAN. 

Ini adalah kemunafikan yang besar, karena pelakunya menampakkan Islam, sedangkan hatinya benci dan mengingkarinya. Orang ini telah keluar dari Islam secara keseluruhan, walaupun sholat dan puasa.
Tempat tinggalnya di neraka yang paling bawah

2. MUNAFIK AMALAN

Yang dimaksud yaitu mengamalkan sebagian dari sifat munafik, akan tetapi hatinya tetap beriman.
Mereka ini tidak  keluar dari Islam, akan tetapi amalan mereka ini merupakan jalan menuju kekufuran.

Dari Abu Hurairah, bahwa Nabi SAW bersabda, “Tanda-tanda orang munafik ada tiga: jika berbicara ia berbohong, jika berjanji ia mengingkari, dan jika diberi amanah ia berkhianat” (Hadits Shahih Bukhari ke-33)

Rasulullah SAW pernah bersabda mengenai ciri-ciri orang munafik. Pada orang munafik minimal ada satu ciri, sedangkan munafik tulen memiliki ketiga-tiganya. Ketiga ciri tersebut adalah:

1. Bila berbicara selalu bohong. Orang seperti ini tidak bisa dipercayai dalam setiap perkataan yang diucapkannya. Bisa jadi apa yang dibicarakan tidak sesuai dengan hatinya.

2. Bila berjanji, tidak ditepati Orang munafik sulit untuk dipercayai perkataan dan perbuatannya

3.Bila diberi kepercayaan selalu berkhianat. Orang munafik sulit diberikan kepercayaan. Setiap kali kepercayaan yang diberikan tidak dapat dia jaga dengan baik.

Selain itu terdapat 30 ciri orang-orang yang dikategorikan yang dapat disebut munafik melalui petikan hadis Rasulullah s.a.w. Di dalam kehidupan sehari-hari, kita sering mendengar perkataan "munafik" diucapkan oleh sebagian orang.

Berikut ciri-ciri dan hadits-haditsnya :

BERDUSTA

Hadis Rasulullah yang diriwayatkan Imam Ahmad Musnad dengan sanad yang baik:

"Celaka baginya, celaka baginya, celaka baginya. Iaitu seseorang yang berdusta agar orang-orang tertawa."

Di dalam kitab Sahih Bukhari dan Muslimpula), Rasulullah bersabda:

"Tanda orang munafik ada tiga, salah satunya adalah jika berbicara dia dusta."

BERKHIANAT

Sabda Rasulullah s.a.w.:

"Dan apabila berjanji, dia berkhianat."

Petikan hadis ini menjelaskan bahawa barangsiapa memberikan janji kepada seseorang, sama ada kepada isterinya, anaknya, sahabatnya, atau kepada sesiapa sekalipun, kemudian dia mengkhianati janji tersebut tanpa ada sebab uzur syar'i atau halangan yang benar-benar menghalang tanpa dikehendakinya, maka telah melekat pada dirinya salah satu tanda kemunafikan.

FUJUR

Fujur adalah keluar dari kebenaran secara sengaja sehingga kebenaran ini menjadi kebatilan dan kebatilan menjadi kebenaran. Maka, sabda Rasulullah s.a.w. tentang kemunafikan:

"Dan apabila bertengkar (bertikai), dia melampaui batas."

INGKAR JANJI

Sabda Rasulullah SAW:

"Tanda orang munafik ada tiga: jika berbicara dia dusta, jika berjanji dia ingkar, dan jika dipercaya (diberi amanat) dia berkhianat."

MALAS BERIBADAH

Firman Allah s.w.t:

"Dan apabila mereka berdiri untuk sholat, mereka berdiri dengan malas."

Jika orang munafik pergi ke masjid atau surau, dia mudah terasa berat dan seolah-olah mahu menyeret kakinya seakan-akan terbelenggu dengan rantai. Apabila tiba di masjid atau surau, dia gemar memilih saf yang paling akhir. Dia tidak mahu mengetahui apa yang dibaca di dalam solat.

RIYA' (PAMER)

Di hadapan manusia dia sholat dengan khusyuk tetapi ketika seorang diri, dia mempercepat sholatnya. apabila bersama orang lain dalam suatu majlis, dia tampak zuhud dan berakhlak baik, demikian juga pembicaraannya. Namun, jika dia seorang diri, dia akan melanggar hal-hal yang diharamkan oleh Allah SWT.

JARANG BERZIKIR

Firman Allah s.w.t.:

"Dan apabila mereka berdiri untuk solat, mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya' (dengan solat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali."

MEMPERCEPAT SHOLAT

Orang-orang munafik juga adalah orang yang mempercepatkan solat tanpa ada rasa khusyuk sedikit pun, tiada ketenangan dalam mengerjakannya, dan hanya sedikit mengingat Allah di dalamnya. Fikiran dan hatinya pula tidak menyatu. Dia tidak menghadirkan keagungan dan kebesaran Allah dalam solatnya.

Hadits Nabi SAW:

"Itulah sholat orang munafik, ... lalu mempercepat empat rakaat (sholatnya)"

MENCELA ORANG TAAT DAN SOLEH

Kaum munafik ini gemar memperolok orang-orang yang taat dengan ungkapan yang mengandung cemuhan dan celaan. Termasuk dalam kategori orang-orang taat di sini adalah mereka yang memiliki komitmen dalam menjalankan syari'at Allah dan Rasul-Nya, serta mereka yang berdakwah dan berjuang keras di jalan Allah (fi sabilillah). Maka, dalam setiap pertemuan sering kali kita temui orang munafik yang hanya mencela orang-orang soleh ini sebagai orang-orang yang kolot, kuno, ekstrim, fanatik, fundamentalis, dan lain-lain gelaran yang tidak menyenangkan.

Allah berfirman di dalam al-Quran:

"Orang-orang (munafik) yang mencela sebahagian dari orang-orang yang beriman mengenai sedekah-sedekah yang mereka berikan dengan sukarela, dan (mencela) orang-orang yang tidak dapat (mengadakan apa-apa untuk disedekahkan) kecuali sedikit sekadar kemampuannya, serta mereka mengejek-ejeknya, - Allah akan membalas ejek-ejekan mereka, dan bagi mereka (disediakan) azab siksa yang tidak terperi sakitnya."

MEMPERMAINKAN AL-QUR'AN, AS-SUNAH, dan NABI MUHAMMAD SAW

Kes kemunafikan ini adalah termasuk dalam kategori istihzaa' iaitu adalah memperolok-olok atau mempermainkan hal-hal yang disunnahkan Rasulullah dan amalan-amalan lainnya. Orang yang suka memperolok-olok dengan sengaja hal-hal seperti itu dianggap jatuh kafir.

Firman Allah:

"Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentulah mereka akan manjawab, "Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja." Katakanlah: "Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok? Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu kafir sesudah beriman. Jika Kami memaafkan segolongan kamu (lantaran mereka taubat), niscaya Kami akan mengazab golongan (yang lain) disebabkan mereka adalah orang-orang yang selalu berbuat dosa. "

BERSUMPAH PALSU

Firman Allah SWT: "Mereka menjadikan sumpah-sumpah mereka sebagai perisai." (Al-Munafiqun: 2 & Al-Mujadilah: 16). Jika seseorang menanyakan kepada orang munafik tentang sesuatu, dia langsung bersumpah. Apa yang diucapkan orang munafik semata-mata untuk menutupi kedustaannya. Dia selalu mengumpat dan memfitnah orang lain. Maka jika seseorang itu menegurnya, dia segera mengelak dengan sumpahnya: "Demi Allah, sebenarnya kamu adalah orang yang paling aku sukai. Demi Allah, sesungguhnya kamu adalah sahabatku."

ENGGAN BERINFAQ

Orang-orang munafik memang selalu menghindari hal-hal yang menuntut pengorbanan, baik berupa harta maupun jiwa. Apabila menjumpai mereka berinfak, bersedekah, dan mendermakan hartanya, mereka lakukan kerana riya' dan sum'ah. Mereka enggan bersedekah, kerana pada hakikatnya, mereka tidak menghendaki pengorbanan harta, apalagi jiwa.

TIDAK MENGHIRAUKAN NASIB SESAMA KAUM MUSLIMIN

Mereka selalu menciptakan kelemahan-kelemahan dalam barisan muslimin. Inilah yang disebut At Takhdzil, yiaitu sikap meremehkan, menakut-nakuti, dan membiarkan kaum muslimin. Orang munafik percaya bahawa orang-orang kafir lebih kuat daripada kaum muslimin.

MEMPERBESAR KESALAHAN ORANG LAIN

Orang munafik suka memperbesar sesuatu peristiwa atau kejadian. Jika ada orang yang tersilap tutur katanya secara tidak sengaja, maka si munafik ini akan memperbesarkannya dalam apabila bertemu dengan lain dan mengajuk kesalahan tersebut. Dia sendiri mengetahui bahawa orang itu mempunyai banyak kebaikan dan keutamaan, walau bagaimanapun, si munafik itu tidak bersedia mengungkapkannya kepada masyarakat melainkan kesilapan saja.

Firman Allah s.w.t:

"Demi sesungguhnya, jika orang-orang munafik, dan orang-orang yang ada penyakit (syak ragu-ragu) dalam hatinya, serta orang-orang yang menyebarkan berita-berita dusta di Madinah itu tidak berhenti (dari perbuatan jahat masing-masing), nescaya Kami akan mendesakmu memerangi mereka; sesudah itu mereka tidak akan tinggal berjiran denganmu di Madinah lagi melainkan sebentar sahaja."

MENGINGKARI TAKDIR

Orang munafik selalu membantah dan tidak redha pada takdir Allah s.w.t. Maka, apabila ditimpa musibah atau ujian, dia mengatakan: "Bagaimana ini. Seandainya saya berbuat begini, nescaya akan menjadi begini." Dia pun selalu mengeluh kepada manusia lain. Hal ini jelas menunjukkan bahawa dia telah mengkufuri dan mengingkari Qadha dan Qadar.

Firman Allah s.w.t.:

Katakanlah: "Siapakah yang dapat melindungi kamu dari kemurkaan Allah jika Dia mahu menimpakan bala bencana kepada kamu, atau (siapakah yang dapat menahan kemurahan Allah) jika Dia hendak memberikan rahmat kepada kamu? " Dan (ingatkanlah) mereka (yang munafik) itu: bahawa mereka tidak akan beroleh sesiapapun - yang lain dari Allah - yang akan menjadi pelindung atau penolong mereka.

MENCACI KEHORMATAN ORANG SOLEH

Apabila orang munafik membelakangi orang-orang soleh, dia akan mencaci maki, mengejek, mengumpat, dan menjatuhkan kehormatan mereka semasa bertemu dengan orang lain.

Allah s.w.t. berfirman:

"Mereka mencaci kamu dengan lidah yang tajam, sedang mereka bakhil untuk berbuat kebaikan."

SELALU MENINGGALKAN SOLAT BERJEMAAH

Apabila seseorang itu segar, kuat, mempunyai waktu yang terluang, dan tidak memiliki uzur syar'i, namun tidak mahu hadir ke masjid atau surau ketika mendengar panggilan azan, maka saksikanlah dia sebagai orang munafik.

MEMBUAT KERUSAKAN Di BUMI DENGAN DALIH MENGADAKAN PERBAIKAN

Orang munafik akan selalu berusaha mengadu domba dan menghamburkan fitnah di antara sesama manusia. Dia juga sering memberikan kesaksian palsu, menyebabkan pertikaian antara seseorang dan saudaranya, atau antara ayah dan anaknya, serta selalu berusaha memfitnah dan menjelek-jelekkan nama seseorang. Firman Allah SWT: "Dan apabila dikatakan kepada mereka: janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, mereka menjawab: 'Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan kebaikan.' Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan, tetapi mereka tidak sadar." (Al-Baqarah: 11-12).

TIDAK SESUAI ANTARA ZAHIR DENGAN BATHIN SECARA ZAHIR

Mereka membenarkan bahawa Nabi Muhammad SAW adalah Rasul Allah, tetapi di dalam hati mereka, Allah telah mendustakan kesaksian mereka. Sesungguhnya, kesaksian yang tampak benar secara Zahir itulah yang menyebabkan Mereka masuk ke dalam Neraka. Penampilan zahirnya bagus dan mempesona, tetapi di dalam batinnya terselubung niat busuk dan menghancurkan. Di luar dia menampakkan kekhusyukan, sedangkan di dalam hatinya ia main-main.

TAKUT TERHADAP KEJADIAN

Orang-orang munafik selalu diliputi rasa takut. Jiwanya selalu tidak tenang, keinginannya hanya selalu mendambakan kehidupan yang tenang dan damai tanpa disibukkan oleh persoalan-persoalan hidup apapun.

Dia selalu berharap: "Tinggalkan dan biarkanlah kami dengan keadaan kami ini, semoga Allah memberikan nikmat ini kepada kami. Kami tidak ingin keadaan kami berubah." Padahal, keadaan tidaklah selalu apalagi menjadi lebih baik.

MENGELAK DENGAN ALASAN YANG BOHONG

Firman Allah s.w.t.:

"Di antara mereka ada orang yang berkata: 'Berilah saya izin (tidak pergi berperang) dan janganlah kamu menjadikan saya terjerumus ke dalam fitnah.' Ketahuilah bahawa mereka telah terjerumus ke dalam fitnah. Dan sesungguhnya Neraka Jahanamitu benar-benar meliputi orang-orang yang kafir."

MENYURUH KEMUNGKARAN Dan MENCEGAH KEMAKRUFAN

Mereka (orang munafik) menginginkan agar perbuatan keji tersiar di kalangan orang-orang beriman. Mereka menggembar-gemborkan tentang kemerdekaan wanita, persamaan hak, penanggalan hijab/jilbab. Mereka juga berusaha memasyarakatkan nyanyian dan konser, menyebarkan majalah-majalah porno (semi-porno) dan narkoba.

BAKHIL (PELIT, KIKIR)

Orang-orang munafik sangat bakhil dalam masalah-masalah kebajikan. Mereka menggenggam tangan mereka dan tidak mau bersedekah atau menginfakkan sebahagian harta mereka untuk kebaikan, padahal mereka orang yang mampu dan berkecukupan.

MELALAIKAN ALLOH SWT

Segala sesuatu selalu mereka ingat, kecuali Allah SWT. Oleh sebab itu, mereka senantiasa ingat kepada keluarganya, anak-anaknya, lagu-lagu, berbagai keinginan, dan segala sesuatu yang berhubungan dengan duniawi. Dalam fikiran dan batin mereka tidak pernah terlintas untuk mengingat (berdzikir) Allah SWT, kecuali sebagai tipu daya kepada sewsama manusia semata.

MENDUSTAKAN JANJI ALLAH Dan RASUL

Firman Allah s.w.t.:

"Dan (ingatlah) ketika orang-orang munafik dan orang-orang yang berpenyakit dalam hatinya berkata: 'Allah dan Rasul-Nya tidak menjanjikan kepada kami selain tipu daya'."

LEBIH MEMPERHATIKAN ZAHIR

Orang munafik lebih mementingkan zahir dengan mengabaikan yang batin, tidak menegakkan sholat, tidak merasa diawasi Allah SWT, dan tidak mengenal zikir. Pada zahirnya, pakaian mereka demikian bagus menarik, tetapi batin mereka kosong, rusak dan lain sebaginya.

SOMBONG DALAM BERBICARA

Orang-orang munafik selalu sombong dan angkuh dalam berbicara. Mereka banyak omong dan suka memfasih-fasihkan ucapan. Setiap kali berbicara, mereka akan selalu mengawalinya dengan ungkapan menakjubkan yang meyakinkan agar tampak seperti orang hebat, mulia, berwawasan luas, mengerti, berakal, dan berpendidikan. Padahal, pada hakikatnya dia tidak memiliki kemampuan apapun. Sama sekali tidak memiliki ilmu, bahkan bodoh.

BERPURA-PURA DALAM DOSA

Watak inilah yang paling penting membedakan antara orang munafik dan orang mukmin.

Orang munafik menganggap ringan perkara-perkara yang melawan hukum Allah, menentang-Nya dengan melakukan pelbagai kemungkaran dan kemaksiatan secara sembunyi. Akan tetapi, ketika dia berada di tengah-tengah manusia dia menunjukkan sebaliknya; iaitu berpura-pura taat.

Firman Allah SWT:

"Mereka bersembunyi dari manusia, tetapi mereka tidak bersembunyi dari Allah, padahal Allah beserta mereka, ketika pada suatu malam mereka menetapkan keputusan rahasia yang Allah tidak redhai. Dan adalah Allah Maha Meliputi (ilmu-Nya) terhadap apa yang mereka kerjakan. "

Seseorang mukmin selalu merasa bahawa dirinya diawasi oleh Allah, baik ketika bersendirian mahupun bersama-sama orang lain. Malah, dia merasa lebih diawasi dan diperhatikan oleh Allah ketika seorang diri.

SENANG MELIHAT ORANG LAIN SUSAH

Orang munafik apabila mendengar berita bahawa seorang ulama yang soleh tertimpa suatu musibah, dia pun menyebarluaskan berita duka itu kepada masyarakat sambil menampakkan kesedihannya dan berkata: "Hanya Allahlah tempat memohon pertolongan. Kami telah mendengar bahawa si fulan telah tertimpa musibah begini dan begitu. Semoga Allah memberi kesabaran kepada kami dan beliau." Padahal, di dalam hatinya dia merasa senang dan terhibur karena musibah itu.

AZAB BAGI ORANG MUNAFIK



 ﺇِﻥَّ ﺍﻟْﻤُﻨَﺎﻓِﻘِﻴﻦَ ﻓِﻲ ﺍﻟﺪَّﺭْﻙِ ﺍﻷﺳْﻔَﻞِ ﻣِﻦَ ﺍﻟﻨَّﺎﺭِ ﻭَﻟَﻦْ ﺗَﺠِﺪَ ﻟَﻬُﻢْ ﻧَﺼِﻴﺮًﺍ
(146) ﺇِﻻ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺗَﺎﺑُﻮﺍ ﻭَﺃَﺻْﻠَﺤُﻮﺍ ﻭَﺍﻋْﺘَﺼَﻤُﻮﺍ ﺑِﺎﻟﻠَّﻪِ ﻭَﺃَﺧْﻠَﺼُﻮﺍ ﺩِﻳﻨَﻬُﻢْ ﻟِﻠَّﻪِ ﻓَﺄُﻭﻟَﺌِﻚَ ﻣَﻊَ ﺍﻟْﻤُﺆْﻣِﻨِﻴﻦَ ﻭَﺳَﻮْﻑَ ﻳُﺆْﺕِ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﺍﻟْﻤُﺆْﻣِﻨِﻴﻦَ ﺃَﺟْﺮًﺍ ﻋَﻈِﻴﻤًﺎ
(147) ﻣَﺎ ﻳَﻔْﻌَﻞُ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﺑِﻌَﺬَﺍﺑِﻜُﻢْ ﺇِﻥْ ﺷَﻜَﺮْﺗُﻢْ ﻭَﺁﻣَﻨْﺘُﻢْ ﻭَﻛَﺎﻥَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﺷَﺎﻛِﺮًﺍ ﻋَﻠِﻴﻤًﺎ

“ Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan paling bawah dari neraka, dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolong pun bagi mereka (145). Kecuali orang orang yang bertaubat dan mengadakan perbaikan dan berpegang teguh pada (agama) Allah dan tulus ikhlas (mengerjakan) agama mereka karena Allah, maka mereka itu adalah bersama-sama orang beriman dan kelak Allah akan memberikan kepada orang-orang beriman pahala yang besar (146). Mengapa Allah akan menyiksamu jika kamu bersyukur dan beriman ? dan Allah adalah Maha Mensyukuri lagi Maha Mengetahui (147)” . ( QS AN-NISA’ 145-147)

Wallohua'lam Bisshowab

Semoga kita dijauhkan dari sifat munafik dan selalu dalam lindungan Alloh SWT. Amin Ya Robbal'Alamin...

Wednesday, October 17, 2018

Danau Tiberias Menjadi Peran Munculnya Ad-Dajjal di Akhir Zaman

Danau Tiberias terletak dekat Dataran Tinggi Golan yang merupakan danau air tawar terbesar di Israel. Danau ini memiliki luas sebesar 166 km2, dan kedalaman mencapai 43 m. Terletak 211,315 m di bawah permukaan laut, danau ini merupakan danau air tawar terendah di dunia dan danau terendah kedua setelah Laut Mati, yang merupakan danau air asin. Danau ini diairi sebagian dari mata air di bawah tanah, meskipun sumber utamanya adalah sungai Yordan yang mengalir melaluinya dari utara ke selatan.

Danau ini terletak di jalur kuno Via Maris, yang menghubungkan Mesir dengan kerajaan-kerajaan di sebelah utara. Kerajaan Yunani, Hasmonean, dan Romawi mendirikan kota-kota dan pemukiman di sekitar danau ini, termasuk Gadara, Hippos dan Tiberias. Sejarawan abad pertama Flavius Yosefus sangat terkesan dengan wilayah ini sehingga ia menulis, "Orang dapat mengatakan tempat ini 'Ambisi Alam'."

Dalam Agama Islam danau Tiberias akan menjadi tanda akhir zaman, karena danau inilah yang dimaksudkan dalam Hadis akan habis airnya diminum oleh Ya’juj dan Ma’juj jadi ketika airnya mulai berkurang dan semakin berkurang sampai kering, maka itulah pertanda akhir zaman telah tiba dan Dajal.

DANAU TIBERIAS


Semenjak tahun 2004 pemerintahan zionis membuat garis merah dan garis hitam untuk mengontrol debit air Danau. Sungguh mengejutkan, semenjak tahun 2004 permukaan Danau mengalami penyusutan setinggi 16 M. Terakhir Menteri Pertanian Zionis menyatakan secara terbuka melalui kantor berita mereka bahwa debit air danau Tiberias mengalami penyusutan yang mengkhawatirkan.

Berita ini tentunya tidak saja menjadi ancaman bagi rezim Zionis tetapi juga bagi umat Islam, karena penurunan permukaan air danau Tiberias adalah salah satu tanda dekatnya waktu kemunculan Dajjal.

Hal ini bukan hanya untuk memberikan semangat bangsa Zionis Israel saja. Namun, hal ini juga menjadi perhatian khusus bagi muslim dunia. Sebab dengan mengeringnya Danau ini, menandakan telah hari kebangkitan kiamat dan datangnya Al-Masih Dajjal.

Dan juga mantan Mufti kota Mesir yaitu Syaikh Dr Ali Gomaa memaparkan bahwa semakin menyusutnya dan mengering nya Danau ini menandakan perusak kiamat besar.

Diriwayatkan oleh Imam Muslim yang ditemukan kata "Danau Tiberias". Dan hadits-hadits yang berhubungan erat dengan bakal keluarnya fitnah paling dahsyat sepanjang waktu, yaitu fitnah al-Masih Ad-Dajjal.

Hadits tersebut sangat panjang. Di dalam hadits tersebut dikisahkan bagaimana seorang pelaut Arab Nasrani bernama Tamim Ad-Dari bersama 30 orang awak kapalnya terdampar di sebuah pulau.

Setelah itu di dalam pulau itu dia akan menjumpai seorang lelaki yang menurutnya digambarkan sebagai “orang terbesar yang pernah kami lihat, paling kuat dan tangguh terbelenggu di leher, antara lutut dan mata kecerdasan terbelenggu besi”.

Setelah itu akan dilakukan dialog antara Tamim Ad-Dari dengan lelaki misterius yang ternyata adalah Al-Masih Ad-Dajjal. Dialog tersebut sebagai berikut:

Dia Mengatakan: Beritahukan padaku terkait kurma Baisan. Kami bertanya: Tentang apanya yang kau tanyakan ini? Ia menjawab lagi:

Aku bertanya pada kalian terkait kurma nya, apakah tidak berbuah? Kami mengatakan: Ya. Ia berkata: Ingat, ia hampir tidak membuahkan lagi. Ia berkata: Berisahkan tentang danau Thabari (Tiberias).

Kami bertanya: Tentang apanya yang kau tanyakan? Ia menjawab: Apakah ada airnya? Mereka menjawab: Airnya banyak. Ia berkata: Ketahuilah, airnya lagi akan habis.

Ia berkata: Beritahukan saya tentang mata udara Zughar. dan mereka akan bertanya: Terkait apanya yang kau tanyakan? Ia berkata: Apakah disana ada airnya dan apakah penduduknya bercocok tanam dengan udara itu? Kami menjawab:

Ya, airnya banyak dan penduduknya bercocok tanam dengan udara itu. Ia berkata: Beritahukan padaku tentang Nabi orang-orang buta huruf, bagaimana keadaannya? Mereka akan menjawab: Ia sudah muncul dari Makkah dan tinggal di Yatsrib.Ia bertanya: Apakah orang-orang arab memeranginya?

Kami menjawab: Ya. Ia bertanya: Apa yang mereka kerjakan terhadapnya? Lalu kami menambahkan dia bahwa dia menang atas bangsa arab di setelahnya dan mereka menaatinya.

Dan ia akan bertanya pada mereka: Itu sudah terjadi? Kami menjawab: Ya. Ia berkata: Ingat, sesungguhnya itu baik bagi mereka untuk menaatinya. Aku akan kasih tau terhadapmu siapa aku. Aku adalah Al Masih (Ad-Dajjal) dan aku sudah hampir terbuka untuk keluar, aku akan keluar. ”(HR. Muslim - 5235)

Berdasarkan hadits di atas berarti Ad-Dajjal sudah mengungkap kunci-kunci karena perubahan yang menjadi indikator kapan akan berlaku untuk keluar dan menebar fitnah-fitnahnya. Dan salah satu indikator sudah mundur saat Ad-Dajjal keluar adalah bilamana udara Danau ini telah menyusut.

MATA AIR ZUGHAR


Mata Air Zughar sendiri masih menyambung dengan Danau Thabariyah, terletak di sebelah selatan danau tersebut, masuk ke dalam wilayah Syiria.

Mata air ini menjadi tumpuan utama bagi penduduk Syiria dan Palestina dalam mengairi perkebunan mereka. Keringnya Danau Thabariyah pasti akan diiringi oleh keringnya Zughar. Atau bisa jadi sebaliknya, Zughar yang lebih dahulu kering lalu disusul dengan keringnya Danau Thabariyah.

Tanda ini yang disebutkan Dajjal melalui pertemuannya dengan sahabat Rasulullah, Tamim Ad-Dari.

Ia (dajjal) berkata: "Beritahukan padaku tentang mata air Zughar. Mereka bertanya: Tentang apanya yang kau tanyakan? Ia berkata: Apakah disana ada airnya dan apakah penduduknya bercocok tanam dengan air itu?" Kami menjawab: Ya, airnya banyak dan penduduknya bercocok tanam dengan air itu.

Yaqut berkata, “Orang terpercaya bercerita kepadaku bahwa Zughar berada di ujung sebuah danau yang berbau busuk* pada sebuah lembah di sana. Jarak antara mata air itu dengan Baitul Maqdis sepanjang perjalanan tiga malam, daerah tersebut ada di sisi kota Hijaz, dan mereka memiliki perkebunan di sana [Lihat Mu’jamul Buldaan (III/142-143), dan kitab an-Nihaayah fii Ghariibil Hadiits (II/304)].

Dari Abu Hurairah r.a. Rasulullah saw. bersabda :

Bersegeralah kamu beramal sebelum menemui fitnah (ujian berat terhadap iman) seumpama malam yang sangat gelap. Seseorang yang masih beriman di waktu pagi, kemudian pada waktu petang dia sudah menjadi kafir, atau (Syak Perawi Hadits) seseorang yang masih beriman di waktu petang, kemudian pada esok harinya, dia sudah menjadi kafir. Ia telah menjual agamanya dengan sedikit dari harta benda dunia.’ (HR. Muslim)

KEBUN KURMA BAISAN


Di zaman dahulu, Baisan merupakan sebuah wilayah yang sangat subur dengan ditumbuhi pohon kurma yang sangat banyak dan berbuah sangat lebat.

Baisan ini berada di Palestina, tepatnya di Al-Ghaur utara yang berdekatan dengan sungai Jalut. Kota ini memainkan peran yang penting dalam sejarah, berdasar letak geografisnya yang berada di persimpangan lembah sungai, yaitu lembah sungai Jordan dan lembah Jezreel.

Di dunia modern, kota ini juga memiliki peranan penting karena bertindak sebagai pusat kegiatan regional bagi beberapa desa di sekitarnya Beit She’an Valley Regional Council.

Dalam sebuah hadist, diceritakan bahwanya salah satu tanda dekatnya hari kiamat adalah jika pohon kurma Baisan sudah tidak berbuah.

Didalam sebuah riwayat yang disampaikan Imam Ahmad, disebutkan bahwa Rasulullah SAW pernah mengakhirkan shalat isya pada suatu malam Lalu Rasulullah SAW keluar dan bersaba :

Aku terhalangi oleh kisah yang diceriakan oleh Tamim ad Dari tentang seorang laki-laki di sebuah pulau di tengah laut”.

Salah Satu Percakapan sahabat nabi dengan seseorang yang dipercaya sebagai dajjal adalah sebagai berikut.

Dajjal Berkata Beritakanlah kepada saya tentang pohon-pohon korma yang ada didaerah Baisan?” Kami berkata,”Apa yang ingin kamu ketahui tentangnya?” Ia berkata,”Saya menanyakan apakah pohon-pohon korma itu berbuah?’ Kami menjawab,’Ya.’ Ia berkata,’Adapun pohon-pohon korma itu sebentar lagi hampir saja tidak akan berbuah.”

Meski masih menghasilkan buah, namun hasilnya tidak lagi seperti dulu. Dan sepertinya tidak lagi dikelola dengan baik. Terlebih lagi pada tahun 2015  terjadi wabah hama kumbang merah yang menggerogoti batang pohon kurma sehingga harus ditebang.

Wilayah baisan juga sering menjadi sasaran tembak mortir/rudal buah dari konflik antara muslim dan yahudi. Sehingga kerusakan banyak terjadi termasuk di kebun-kebun kurmanya.

Wallohua'lam Bisshowab

Itulah sedikit gambaran mengenai 3 tempat yang berada di Timur Tengah yang juga merupakan tanda bahwa Ad-Dajjal akan muncul.

Semoga kita semua tetap diberi keimanan dan ketaqwaan kepada Alloh SWT agar terhindar dari Fitnah Ad-Dajjal di Dunia ini.

Amin ya Robbal'Alamiin

Monday, April 9, 2018

Kisah Kematian Dajjal Akhir Zaman dalam Islam

Fitnah Dajjal adalah fitnah berupa ujian keimanan dari Allah kepada manusia melalui munculnya Dajjal. Karena memang fitnah dalam bahasa Arab berarti ujian/cobaan.


Fitnah ini merupakan fitnah terbesar yang akan dilalui umat manusia yang tidak ada lagi bandingannya sejak zaman Nabi Adam as hingga hari kiamat nanti sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah SAW,

مَا بَيْنَ خَلْقِ آدَمَ إِلَى قِيَامِ السَّاعَةِ خَلْقٌ أَكْبَرُ مِنَ الدَّجَّالِ

Tidak ada satu pun makhluk sejak Adam diciptakan hingga terjadinya kiamat yang fitnahnya (cobaannya) lebih besar dari Dajjal.” (HR. Muslim no. 2946)

Imam An-Nawawi radhiyallahu anhu menjelaskan, “Yang dimaksud di sini adalah tidak ada fitnah dan masalah yang lebih besar daripada fitnah Dajjal.”

Sesungguhnya aku memperingatkanmu dari Dajjal. Tidak seorang nabi pun kecuali dia memperingatkan kaumnya darinya. Demikian pula Nuh, dia memperingatkan umatnya darinya.”
(Muttafaq alaihi dari Ibnu Umar. Mukhtashar Shahih al-Bukhari no. 1246 dan Mukhtashar Shahih Muslim no. 2044).

1. Dajjal yang membawa kebohongan dan fitnah tidak datang begitu saja, akan tetapi telah diawali dengan munculnya para penipu yang diberi amanah. Sehingga ketika itu, orang sudah ‘biasa’ berinteraksi kepada penipu dan terus saja mempercayainya.

Dari Anas bin Malik, katanya Rasulullah SAW bersabda: “Menjelang turunnya Dajjal ada tahun-tahun tipu daya, yaitu tahun orang-orang pendusta dipercayai orang dan orang jujur tidak dipercayai. Orang yang tidak amanah dipercayai dan orang amanah tidak dipercayai.”

2. Fitnah Dajjal menjadi sangat mengerikan karena yang ia bawa adalah kebohongan-kebohongan yang bisa menjerumuskan orang-orang yang memiliki iman yang lemah sehingga menjadi kafir. Di awal-awal kemunculannya, ia hanya akan mengaku sebagai seorang nabi atau utusan Tuhan dengan menunjukkan hal-hal yang ia katakan sebagai mukjizat (padahal trik-trik semata).

Nabi Muhammad telah memperingatkan mengenai hal ini dalam sabdanya, Dari An-Nawwas bin Sam’an radhiyallahu ‘anhu: Rasulullah  berkata:

فَيَأْتِي عَلَى الْقَوْمِ فَيَدْعُوْهُمْ فَيُؤْمِنُوْنَ بِهِ وَيَسْتَجِيْبُوْنَ لَهُ فَيَأْمُرُ السَّمَاءَ فَتُمْطِرُ وَاْلأَرْضَ فَتُنْبِتُ

“… Dia (Dajjal) datang kepada satu kaum untuk mendakwahi mereka. Maka mereka pun beriman kepadanya, menerima dakwahnya. Maka Dajjal memerintahkan langit untuk hujan dan memerintahkan bumi untuk menumbuhkan tanaman, maka turunlah hujan dan tumbuhlah tanaman….” (HR. Muslim no. 2937)

3. Ketika Dajjal berkelana ke penjuru dunia, ia akan berkata: “Akulah Tuhan sekalian alam, dan matahari ini berjalan dengan izinku. Apakah kamu bermaksud menahannya?” Katanya sambil ditahannya matahari itu, sehingga satu hari lamanya menjadi satu minggu atau satu bulan. Setelah dia tunjukkan kehebatannya menahan matahari itu, dia berkata kepada manusia: “Sekarang apakah kamu ingin supaya matahari itu berjalan?” Mereka semua menjawab: “Ya, kami ingin.” Maka dia tunjukkan lagi kehebatannya dengan menjadikan satu hari begitu cepat berjalan.

4. Dalam hadis agak panjang tentang Dajjal, diceritakan bahwa Dajjal itu akan menemui orang-orang. Dajjal mengajak mereka semua, maka orang-orang itu pun menurutinya. Dajjal terus melakukan ‘dakwah’nya dari satu negeri ke satu negeri. (Fath al-Bari jilid 13 ms 145 dan selepasnya, no hadis 7132)

Ketika Dajjal hampir sampai ke Madinah dan hendak masuk, tiba-tiba didapatinya Malaikat menunggu di pintu masuk kota dengan pedang terhunus. Dajjal pun berhenti di luar Madinah lalu keluar kepadanya seorang lelaki pada hari itu dari Madinah. Lelaki itu adalah sebaik-baik lelaki, paling sholeh dan bertaqwa kepada Allah, beliau itu tidak lain adalah Nabi Khidir as.

Apabila ia melihat Dajjal di luar Madinah, ia berkata kepada Dajjal itu:

‘Hei Dajjal! Aku bersaksi bahwa engkau itu Dajjal yang diceritakan kepada kami oleh Rasulullah SAW.’

Dajjal berkata:

‘Hei laki-laki! Kamu harus menaatiku atau aku potong engkau menjadi dua.’

Lelaki itu berkata:

‘Wahai sekalian manusia! Inilah dia Dajjal yang pembohong'

 Maka ketika Dajjal mendengar perkataan itu, ia berkata kepada pengikutnya:

‘Apa pendapat kamu jika aku bunuh orang yang membantah aku ini, kemudian aku hidupkan dia kembali, adakah kamu masih ragu tentang pernyataan bahwa aku adalah tuhan?’

Jawab pengikut Dajjal:

‘Kami tidak akan ragu, bahkan kami makin yakin.’

Lalu Dajjal membunuh lelaki itu, kemudian dihidupkannya kembali.

Inilah yang disabdakan oleh Nabi SAW:

‘…Kemudian Dajjal itu menyeru seorang lelaki yang sangat muda. Lelaki itu dipaksa untuk mengakui Dajjal bahawa dia adalah tuhan. Ia enggan, lalu dipancung dengan pedang, dipotong dua hingga mati. Kemudian lelaki yang mati itu dipanggil supaya bangkit, lalu ia pun hidup ketika itu juga dan ia dipanggil untuk datang kepadanya. Maka orang muda itupun datang dengan berseri-seri wajahnya.

Dajjal berkata kepada lelaki itu:

‘Hei laki-laki! Adakah engkau percayakan aku?’ Jawab lelaki itu. ‘Demi Allah! Tidaklah engkau terlebih pandai dari aku pada hari ini.’

Kemudian dia berkata:

 "Tidak ada lagi seorang pun yang akan terbunuh selepas ku ini. Wahai sekalian manusia! Inilah Dajjal yang pembohong itu. Barangsiapa yang menuhankannnya, maka ia berkekalan di dalam api neraka, dan sesiapa yang tidak menurutinya, maka ia tinggal berkekalan di dalam syurga.’ Dajjal meninggalkan lelaki itu, dan kemudian ia masuk ke Syam, dalam keadaan Dajjal menyeru manusia menurutinya, ketika itulah Nabi Isa turun… (hingga akhir hadits) (Bahr al-Mazi juz 15 halaman 196)

Kita tidak usah mencoba berusaha menjadi pemuda itu. Karena, di dalam hadits disebutkan juga bahwa ada orang yang merasa imannya sudah kuat lalu mendatangi Dajjal, dan ternyata ia malah menjadi pengikutnya. Selain itu, konon pemuda yang dimaksud dalam hadits tersebut telah lahir di Palestina. Berikut penjelasan seorang ulama Palestina mengenai hal tersebut.

5. Hendaknya seorang Muslim tetap memegang teguh akidahnya yang lurus dan imannya yang kokoh agar tidak tertipu oleh Dajjal. Berikut ini adalah salah satu misteri yang harus kita perhatikan.

Dari Hudzaifah r.a, Rasulullah bersabda :

“Apabila Dajjal muncul, dia mempunyai air dan api. Adapun yang dilihat orang-orang bahwa ia adalah api maka ia justru air yang dingin. Adapun yang dilihat orang-orang bahwa ia adalah air yang dingin maka ia justru api yang membakar. Barangsiapa dari kalian mendapatkan itu maka hendaknya dia masuk ke dalam apa yang dilihatnya api karena ia adalah air yang dingin.” (Muttafaq alaihi. Lafazh ini adalah lafazh al-Bukhari, Mukhtashar Shahih al-Bukhari no. 1375, Mukhtashar Shahih Muslim no. 2046).

KEMATIAN DAJJAL

Dajjal kelak akan mati dibunuh oleh al-Masih Isa bin Maryam. Nabi Isa akan diturunkan ke bumi seperti sedia kala, setelah sebelumnya diangkat ke langit, untuk ikut berperang bersama kaum muslimin dan membunuh Dajjal.

Dalam hadits Abdullah bin Amru yang panjang Rasulullah mengatakan hal ini.

Sabda Rasulullah Saw :

Lalu Allah mengutus Isa bin Maryam, wajahnya mirip Urwah bin Mas’ud. Isa kemudian memburu Dajjal dan membinasakannya.” (HR. Muslim)

Dalam hadits an-Nawas bin Sam’an yang panjang Rasulullah juga menjelaskan : “Manakala dia dalam kondisi tersebut, Allah mengutus al-Masih putra Maryam, lalu Isa memburunya sehingga dia menangkapnya di pintu gerbang Lud -kota yang terletak di sebelah barat Baitul Maqdis-. Maka Isa membunuhnya.” (HR. Muslim).

Wallohua'lam Bisshowab

Thursday, December 28, 2017

Inilah Cara Menangkal Ilmu Santet dan Sihir dalam Islam

Seorang muslim diharamkan untuk mendatangi dukun untuk mengobati penyakit dari ilmu hitam yang mengenainya.


Hal ini karena hukumnya sama saja dengan mendatangi dukun dan mempercayai selain Allah. Apalagi, jika sampai meminta para dukun untuk melakukan sihir untuk mengusir sihir yang menimpanya. Semua ini termasuk dalam perkara gaib dan hanya Allah saja yang mengetahui. Maka, jika kita melakukan hal ini sama saja kita telah kufur.

Rasulullah saw bersabda,

"‘Barangsiapa yang mendatangi dukun atau tukang sihir, kemudian ia membenarkan (mempercayai) perkataan mereka, maka sungguh ia telah kafir terhadap apa yang diturunkan kepada Muhammad"’.

Oleh karena itu, Islam mengajarkan cara menangkal ilmu hitam yang sesuai dengan syariat Islam sebagaimana berikut ini:

BERPEGANG PADA TAUHID

Hendaknya setiap muslim selalu mentauhidkan Allah SWT di setiap keadaan dan selalu bertawakkal kepada Allah. Tidak hanya itu, setiap muslim harus menjauhi perbuatan syirik, apapun bentuknya.

Dalam firman Allah di surat an Nahl ayat 99 hingga 100,

"Sesungguhnya setan itu tidak ada kekuasaan atas orang-orang yang beriman dan bertawakkal kepada Rabbnya. Sesungguhnya kekuasaan setan hanyalah atas orang-orang yang menjadikannya sebagai pemimpin dan atas orang-orang yang mempersekutukannya dengan Allah".

Syaikh Abdurrahman bin Nashir as Sa’di, ketika menafsirkan ayat di atas, berkata:

Sesungguhnya setan tidak memiliki kekuasaan untuk mempengaruhi (mengalahkan) orang-orang yang beriman dan bertawakkal kepada Rabbnya semata, yang tidak ada sekutu bagi-Nya, maka Allah Subhanahu wa Taála akan membela orang-orang mukmin yang bertawakkal kepada-Nya dari setiap kejelekan setan, sehingga tidak ada celah sedikitpun bagi setan untuk mencelakakan mereka”.

MENJALANKAN PERINTAH ALLAH DAN MENJAUHI LARANGAN-NYA

Berdasarkan sabda Nabi Muhammad saw kepasa Ibnu ‘Abbas ra.:

Wahai anak, sesungguhnya aku akan mengajarkanmu beberapa kalimat. Jagalah Allah, niscaya Allah akan menjagamu”

Menurut Syaih Nazhim Muhammad Sulthan, makna sabda Nabi Muhammad saw adalah jagalah perintah-perintah-Nya, larangan-larangan-Nya, hukum-hukum-Nya serta hak-hak-Nya.

Caranya adalah dengan memenuhi apa-apa yang Allah dan Rasul-Nya perintahkan. Barangsiapa yang menjaga perintah-perintah-Nya, maka Allah akan menjaganya. Penjagaan Allah terhadap hamba-Nya adalah berupa penjagaan terhadap hamba itu sendiri, anak serta keluarga dan hartanya. Tidak hanya itu, Allah juga akan menjaganya terhadap agama dan imannya dari setiap perkara syubhat yang menyesatkan.

TIDAK MEMBIARKAN ANAK-ANAK DI LUAR MENJELANG MAGHRIB

Nabi Muhammad saw pernah bersabda,:

"Jika malam telah masuk jika kalian berada di sore hari maka tahanlah anak-anak kalian. Sesungguhnya setan berkeliaran pada waktu itu. Tatkala malam telah datang sejenak, maka lepaskanlah mereka".
Hadis ini diriwayatkan oleh Bukhari Muslim.

MEMBERSIHKAN RUMAH DARI PATUNG

Diriwayatkan dalam sebuah hadis Rasulullah, "bahwa malaikat (Rahmat) tidak akan memasuki rumah yang di dalamnya terdapat patung, salib dan gambar-gambar yang bernyawa serta anjing". 

Selain itu, sebaiknya rumah juga dibersihkan dari alat-alat yang bisa melalaikan seperti alat musik.

MEMBACA AL QURAN

Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah saw bersabda,

"Janganlah menjadikan rumah-rumah kalian layaknya kuburan. Sesungguhnya setan lari dari rumah yang dibaca di dalamnya surat al Baqarah". 
Dari hadis ini, maka dianjurkan untuk kita memperbanyak bacaan al Quran dan menjadikannya sebagai dzikir harian.

BERDZIKIR SESUAI SYARIAT

Kita dianjurkan untuk selalu membentengi diri dengan selalu berdzikir dengan dzikir yang disyariatkan. Contohnya adalah dzikir pagi dan sore, dzikir setelah sholat fardhu, dzikir sebelum dan sesudah bangun tidur dan dzikir-dzikir lainnya. Kita juga dianjurkan untuk selalu berdoa setiap akan melakukan sesuatu, seperti sebelum masuk dan keluar rumah, doa masuk dan keluar kamar mandi, dan lain-lain.

Ibnul Qayyim berkata,

"‘Sesungguhnya sihir para penyihir itu akan bekerja secara sempurna bila mengenai hati yang lemah, jiwa-jiwa yang penuh dengan syahway yang senantiasa bergantung pada hal-hal rendahan. Oleh sebab itu, umumnya sihir banyak mengenai  para wanita, anak-anak  orang-orang bodoh, orang-orang pedalaman dan orang-orang yang lemah dalam berpegang teguh kepada agama, sikap tawakkal dan tauhid, serta orang-orang yang tidak memiliki bagian sama sekali dari dzikir-dzikir ilahi, doa-doa dan taáwwudzaat nabawiyah".

MEMBACA DZIKIR PAGI DAN PETANG

Rasulullah bersabda,

"Gunakanlah waktu pagi dan waktu sore, serta sebagian waktu malam untuk beribadah".(HR. Bukhari 39).

Dijelaskan olej Imam Ali al Qori, bahwa Rasulullah mengajarkan untuk selalu berdzikir setiap pagi dan sore, dimana dua waktu ini aalah waktu orang beristirahat dan waktu orang lalai. Selain itu, pagi dan petang merupakan pergantian suasana hari dari gelap ke terang atau sebalinya, sehingga manusia butuh perlindungan untuk melewati malam atau siang.

MAKAN TUJUH BUTIR KURMA ‘AJWAH SETIAP PAGI

Berdasarkan pada sabda Nabi Muhammad saw,

"Barangsiapa yang makan tujuh butir kurma ‘ajwah pada setiap pagi, maka racun dan sihir tidak akan mampu membahayakannya pada hari itu".

Lebih diutamakan untuk memilih kurma yang berasal dari Madinah, karena menurut Syaih Abdul ‘Aziz bin Baz, semua jenis kurma Madinah memiliki sifat yang disebutkan oleh Rasulullah tersebut.

MEMBACA AYAT KURSI

Kita juga dianjurkan untuk membaca ayat kursi setiap selesai sholat lima waktu setelah membaca wirid yang disyariatkan setelah salam. Ayat kursi juga sebaiknya dibaca setiap sebelum tidur.

Dalam hadis Nabi Muhammad disebutkan:

 "Barangsiapa membaca ayat Kursi pada malam hari, Allah senantiasa menjaganya dan setan tidak mendekatinya sampai subuh".

MEMBACA SURAT AL IKHLAS, AL FALAQ DAN AN NAAS

Ketiga surat di atas dibaca sebanyak tiga kali pada pagi hari sesudah sholat subuh dan menjelang malam sesudah sholat maghrib. Hal ini sesuai dengan hadis riwayat Abu Dawud, At-Tirmidzi dan An-Nasa’i.

BERDOA KEPADA ALLOH

Sebagai muslim, kita harus selalu meminta perlindungan Allah dalam keadaan apapun dan dimana pun. Sabda Rasulullah saw, ‘Barangsiapa singgah di suatu tempat dan dia mengucapkan “A’uudzu bi kalimaatillahi attaammaati min syarri maa khalaq” maka tidak ada sesuatu pun yang membahayakannya sampai ia pergi dari tempat itu’.

MEMBACA DUA AYAT TERAKHIR DARI SURAT AL BAQARAH

Dua ayat terakhir surat al Baqarah, yaitu ayat ke-285 dan 286 dianjurkan untuk dibaca supaya bisa terhindar dari sihir atau ilmu hitam. Dalam hadis Rasulullah saw,
"‘Barangsiapa membaca dua ayat terakhir dari surat al Baqarah pada malam hari, maka cukuplah baginya’".

MAKAN MINYAK ZAITUN

Minyak zaitun mungkin sudah lama kita kenal sebagai minyak yang berkhasiat baik untuk kecantikan. Tapi, ternyata minyak zaitun bisa menangkal dan menetralisir racun serta sihir.

Berdasarkan hadis yang diriwayatkan Ahmad dan Tarmidzi, dan disahihkan oleh Syaikh Al Bani,

"Makanlah minyak zaitun sesungguhnya ia diberkahi. Berlauklah dengannya dan berminyaklah dengannya, sesungguhnya ia keluar dari pohon yang diberkahi".

Selain memakan minyak zaitun, kita juga bisa mengoleskan minyak zaitun ini di bagian tubuh yang terkena sihir ataupun kerasukan.

MANDI DENGAN AIR DAUN BIDARA

Daun bidara adalah daun yang berasal dari pohon yang memiliki ukuran kecil dan biasanya lebih mudah untuk tumbuh di daerah yang kering.

Berdasarkan tafsir surat al Baqarah ayat 102 oleh Ibnu Nasir tentang setan yang memfitnah Nabi Sulaiman bahwa beliau menggunakan sihir bukan untuk mukjizat dan meriwayatkannya bahwa untuk menghilangkan ilmu sihir adalah dengan apa yang diturunkan Allah kepada Rasul-Nya. Dan untuk menghilangkan hal itu dengan membaca al Muáwwidzatain dan al Falaq, an Naas serta ayat kursi.

MEMBACA SAYYIDUL ISTIGHFAR

Sayyidul istighfar memiliki arti pemimpin istighfar. Doa ini disebut sebagai pemimpin istighfar karena di dalamnya terkandung arti makna taubat yang menyeluruh. Berdasarkan sabda Rasulullah saw yang diriwayatkan oleh Ahmad, Bukhari dan lainnya,

"barangsiapa yang membaca sayyidul istighfar di siang hari dengan meyakini isinya, kemudian dia meninggal di hari itu sebelum masuk waktu sore maka dia termasuk penduduk surga". 

Bagi umat muslim yang senantiasa membaca Sayyidul istighfar dengan memaknai isinya, kemudian meninggal sebelum waktu fajar datang, maka surga menjadi rumah selanjutnya baginya.”

Wallohua'lam Bisshowab

Thursday, December 21, 2017

Tanda tanda Kiamat Besar Akhir Zaman Menurut Al-Qur'an dan Hadits


Kepercayaan kepada hari kiamat merupakan masalah sam’iyyat, yakni masalah yang kita ketahui dan kita percayai berdasarkan dalil yang ada dalam Al-Quran dan hadis. Hari akhir yakni hari dimana seluruh kehidupan yang ada di alam semesta ini berakhir, hanya Allah-lah yang maha kekal. Berikut dalil yang menjelaskan adanya hari akhir Yakni:

“Apabila langit terbelah , dan bintang- bintang jatuh berserakan, dan apabila lautan di jadikan meluap” (Surat Al-Infitar ayat 1-3)

“Pada hari bumi dan gunung-gunung bergoncangan, dan menjadikan gunung-gunung itu tumpukan- tumpukan pasir yang berterbangan”. ( Al- Muzzamil ayat 14 )

“ Dan (ingatlah) hari (ketika) di tiup sangkakala, maka terkejutlah segala yang ada di bumi, di langit dan segala yang ada di bumi, kecuali siapa yang di kehendaki Allah SWT. Dan semua akan datang menghadap-Nya dengan merendahkan Diri.” (Surat An-Naml Ayat 87)

Adapun tidak seorangpun yang mengetahui kapan hari kiamat itu terjadi bahkan Nabi kita Muhammad saw, Sebagaimana difirmankan oleh Allah :

يَسْأَلُكَ النَّاسُ عَنِ السَّاعَةِ ۖ قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ اللَّهِ ۚ وَمَا يُدْرِيكَ لَعَلَّ السَّاعَةَ تَكُونُ قَرِيبًا

“Manusia bertanya kepadamu tentang hari berbangkit. Katakanlah, ‘Sesungguhnya pengetahuan tentang hari berbangkit itu hanya di sisi Allah.’ Dan tahukah kamu (hai Muhammad), boleh jadi hari berbangkit itu sudah dekat waktunya.” [Al-Ahzaab: 63]

hari kiamat adalah perkara yang gaib yang hanya diketahui oleh Allah SWT Namun  ada beberapa dalil Alqur'an dan hadist yang memberitahukan tanda- tanda ketika akan datangnya hari kiamat , Berikut Tanda-tanda kiamat menurut Al Quran dan hadits :

1. Diutusnya Nabi dan Rasul Terakhir

Diutusnya Nabi Muhammad SAW sebagai Nabi dan Rasul Terakhir adalah salah satu tanda-tanda kiamat yang semakin dekat. Hal tersebut juga bertujuan agar Nabi Muhammad SAW senantiasa memberi petunjuk kebenaran agar manusia kembali ke jalan yang benar sebelum tibanya hari perhitungan.

Rasulullah SAW bersabda: “Aku diutus (sebagai Nabi dan Rasul) sedangkan kiamat itu sangat dekat, seperti dekatnya kedua jari ini.” (HR. Bukhari, Muslim, dan Abu Dawud)

Allah SWT telah berfirman dalam Al Quran melalui Surah Al-Ahzab: 40, “Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi.”

2. Wafatnya Nabi Muhammad SAW

Diantara sekian banyak tanda-tanda kiamat dunia adalah wafatnya Nabi dan Rasul terakhir, yakni Nabi Muhammad SAW. Hal tersebut juga diterangkan dalam sebuah hadits Rasulullah SAW: “Diantara tanda-tanda kiamat adalah tibanya kematianku.” (HR. Bukhari)

3. Pemimpin yang terdiri dari orang yang jahil dan fasik

Apabila sesuatu amanah itu di salahgunakan (disia-siakan), maka tunggulah saat kehancuran (kiamat)." Para sahabat bertanya: "Bagaimana amanah itu disalah gunakan wahai Rasulullah?" Baginda menjawab: "Iaitu apabila tugas atau tanggungjawab sebagai pemimpin itu diberikan (diserahkan) kepada bukan ahlinya (jahil) atau bukan orang yang layak (fasik), maka tunggulah saat kehancuran.

4. Mengucapkan Salam Kepada Orang yang Dikenalnya Saja

“Sesungguhnya di antara tanda-tanda telah dekatnya hari kiamat ialah manusia tidak mau mengucapkan salam kepada orang lain kecuali yang dikenalnya saja.” H.R. Ahmad.

5. Para alim ulama banyak yang meninggal

Rasulullah SAW bersabda; “Bahwasannya Allah SWT tidak akan menghilangkan ilmu dengan sekaligus dari manusia. Namun Allah akan menghilangkan ilmu agama dengan mematikan para ulama besar. Apabila para ulama sudah tidak ada, maka orang-orang akan memilih orang yang jahil sebagai pemimpinnya. Para pemimpin itu akan berfatwa tanpa ilmu pengetahuan. Mereka sesat dan akan menyesatkan orang lain. (HR. Muslim)

Dalam hadits tersebut jelas diterangkan, bahwa semakin hari ulama-ulama besar banyak yang meninggalkan kita. Penerus para ulama pun hanya sedikit. Dan pada saatnya nanti bumi ini akan benar-benar kehilangan para ulamanya.

6. Orang yang Bodoh dan Tidak Amanah Mendapat Posisi Terhormat

“Di antara tanda semakin dekatnya kiamat ialah dunia akan dikuasai oleh Luka ‘bin Luka’ (orang yang bodoh dan hina). Maka orang yang paling baik ketika itu adalah orang yang beriman yang diapit oleh 2 orang mulia ” (H.R. Thabrani.)

7. Musim hujan yang panjang tapi tidak menyuburkan

Tanda-tanda kiamat lainnya adalah musim hujan yang terus-menerus tapi tidak menyuburkan tanah dan berbagai tanaman tidak kunjung tumbuh. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Malik ra juga memaparkan hal ini.

Rasulullah bersabda: “Kiamat akan terjadi bila musim penhujan akan melanda bumi sepanjang tahun, sedangkan tanah tidak menumbuhkan sedikit pun tanaman.” (HR. Ahmad)

8. Timbulnya Wabah Penyakit Menular

Wabah penyakit menular sejak dahulu hingga saat ini memang menjadi hal yang menakutkan bagi kehidupan manusia di bumi. Namun, bila penyebarannya terjadi dalam jumlah yang sangat besar hingga sampai ke penjuru dunia, maka ini menjadi pertanda hari kiamat.

Sebagaimana telah disebutkan di dalam sebuah hadits Rasulullah SAW: “Tanda-tanda kiamat yang akan dirasakan oleh manusia adalah timbulnya berbagai penyakit menular yang mengakibatkan banyak orang yang meninggal karenanya.”

9. Munculnya Nabi-Nabi palsu

Yang menjadi tanda-tanda kiamat selanjutnya adalah munculnya nabi-nabi palsu. Seperti yang telah diketahui bahwa Nabi Muhammad SAW itu adalah Nabi dan Rasul terakhir. Hal ini juga sudah jelas tertera di dalam Al Quran.

Sesuai dengan hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah. Rasulullah bersabda, “Kiamat itu akan terjadi bila sudah muncul para Dajjal pendusta besar yang jumlahnya mencapai tiga puluh orang, dan mereka semua mengaku dirinya sebagai Rasul Allah.” (HR. Bukhari)

10. Banyaknya berlaku pergaduhan dan pembunuhan

"Kiamat tidak akan berlaku kecuali apabila ilmu telah diangkat, banyaknya berlaku gempa bumi, timbulnya huru-hara dan banyak pergaduhan iaitu pembunuhan - Sahih Bukhari ”

11. Prostitusi Semakin Merajalela

Prostitusi atau perzinaan yang banyak merebak di masyarakat kita saat ini, tanpa disadari itu juga tanda-tanda hari kiamat sudah. Hal ini juga tertuang dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik ra:

Rasulullah SAW bersabda, “Sesunguhnya di antara tanda-tanda kiamat adalah terbukanya perzinaan secara bebas.” (HR. Bukhari)

Imam Muslim meriwayatkan sebuah hadist

“Dan tinggallah manusia-manusia yang buruk, yang seenaknya melakukan persetubuhan seperti himar (keledai). Maka pada zaman mereka inilah kiamat akan datang. ” dalam Sahih Muslim.

12. Alat musik merajalela

“Pada akhir zaman akan terjadi longsor, kerusuhan dan perubahan muka. “Ada yang bertanya kepada Rasulullah saw;” Wahai Rasulullah bilakah hal ini terjadi? “Beliau menjawab,” Apabila telah merajalela bunyian (musik) dan penyanyi-penyanyi wanita “(H.R. Ibnu Majah)

13. Berlomba-lomba menghias mesjid dan membanggakannya

Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, Rasulullah bersabda: “Kiamat terjadi bila banyak orang yang berlomba-lomba dan bersaing untuk membangun gedung-gedung pencakar langit.” (HR. Bukhari)

“Di antara tanda-tanda telah dekatnya kiamat ialah manusia bermegahan dalam mendirikan masjid” – H.R. Nasai.

Lihatlah di sekitar kita, banyak sekali masjid dibangun dengan bermegah-megahan. Namun ketika waktu datang sholat, sedikit sekali yang sholat berjamaah.

14. Maraknya pembangunan gedung-gedung pencakar langit

Pembangunan gedung-gedung yang menjulang tinggi dan kerasnya persaingan dalam pelaksanaan proyek adalah suatu tanda kemajuan dunia modern. Mungkin kita bisa berbangga hati akan hal ini. Namun, jika merujuk pada salah satu sabda Nabi Muhammad SAW, kita dapat menyimpulkan bahwa hal tersebut adalah bagian dari tanda-tanda kiamat.

15. Gempa bumi sering terjadi

Beberapa kejadian gempa bumi yang kerap kali terjadi merupakan peringatan Allah SWT. Gempa bumi yang terjadi juga termasuk ke dalam tanda-tanda kiamat yang akan terjadi. Sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra telah mengungkap tentang hal ini.

Rasulullah SAW bersabda, “Hari kiamat ditandai dengan seringnya terjadi gempa bumi terjadi dimana-mana.” (HR. Bukhari)

Pada akhir zaman akan terjadi tanah runtuh, rusuhan dan perubahan muka."Ada yang bertanya kepada Rasulullah; "Wahai Rasulullah bila hal ini terjadi?" Baginda menjawab; "Apabila telah merajalela bunyi-bunyian (musik) dan penyanyi-penyanyi wanita" - Ibnu Majah

16. Wanita berpakaian telanjang

Sekarang ini banyak sekali wanita yang berpakaian mempertontonkan auratnya, menampakkan lekuk tubuhnya. Hal tersebut adalah fenomena biasa dalam pola kehidupan modern. Tanpa kita sadari hal demikian adalah tanda-tanda kiamat akan segera tiba.

Dalam sebuah hadist Rasulullah bersabda, “Akan ada pada akhir zaman dari umat manusia, lelaki yang berkendaraan super mewah untuk datang ke masjid. Sedangkan kau wanita banyak yang berpakaian telanjang.” (HR. Hakim)

17. Hilangnya Ilmu dan Tersebar Kebodohan

“Tidak akan datang hari kiamat sehingga Allah mengambil orang-orang yang baik & ahli agama di muka bumi, maka tidak ada yang tinggal padanya kecuali orang-orang yang hina dan buruk yang tidak mengetahui yang ma’ruf dan tidak mengingkari kemungkaran” – H.R. Ahmad.

18. Masjid Baitul Haram (Ka’Bah) akan dihancurkan

Tanda-tanda kiamat menurut Al Quran dan hadits adalah ancaman dari kaum Habasyah yang akan memporakporandakan Baitul Haram (Ka’bah). Seperti yang dijelaskan dalam hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra.

Rasulullah SAW berdabda, “Suatu saat nanti akan adanya ancaman tentang dihancurkannya Ka’bah oleh orang-orang Habasyah.” (HR. Ahmad)

19. Bulan sabit terlihat besar.

“Di antara tanda-tanda telah dekatnya hari kiamat ialah menggelembung (membesarnya) bulan sabit.” H.R. Thabrani.

TANDA-TANDA KIAMAT BESAR



Daripada Huzaifah bin Asid Al-Ghifari ra. berkata: "Datang kepada kami Rasulullah saw. dan kami pada waktu itu sedang berbincang-bincang. Lalu beliau bersabda: "Apa yang kamu perbincangkan?". Kami menjawab: "Kami sedang berbincang tentang hari qiamat". Lalu Nabi saw. bersabda: "Tidak akan terjadi hari qiamat sehingga kamu melihat sebelumnya sepuluh macam tanda-tandanya". Kemudian beliau menyebutkannya: "Asap, Dajjal, binatang, terbit matahari dari tempat tenggelamnya, turunnya Isa bin Maryam alaihissalam, Ya’juj dan Ma'juj, tiga kali gempa bumi, sekali di timur, sekali di barat dan yang ketiga di Semenanjung Arab yang akhir sekali adalah api yang keluar dari arah negeri Yaman yang akan menghalau manusia kepada Padang Mahsyar mereka".(H.R Muslimi)

Sepuluh tanda-tanda qiamat yang disebutkan Rasulullah saw. dalam hadis ini adalah tanda-tanda qiamat yang besar-besar, akan terjadi di saat hampir tibanya hari qiamat.Sepuluh tanda itu ialah:

1. Dukhan (asap) yang akan keluar dan mengakibatkan penyakit yang seperti selsema di kalangan orang-orang yang beriman dan akan mematikan semua orang kafir.

2. Dajjal yang akan membawa fitnah besar yang akan meragut keimanan, hinggakan ramai orang yang akan terpedaya dengan seruannya.

3.Binatang besar yang keluar berhampiran Bukit Shafa di Mekah yang akan bercakap bahawa manusia tidak beriman lagi kepada Allah swt.

Binatang bumi akan bermunculan saat hari kiamat, tapi dalam sifat dan bentuk yang berbeda dari yang lain. Hewan-hewan tersebut bisa berbicara dengan manusia. Binatang bumi itu akan muncul pada waktu dhuha. Hal ini juga terdapat dalam Al Quran, surah An-Naml: 27-82.

Allah SWT berfirman: “Dan apabila perkataan telah jatuh atas mereka, Kami keluarkan sejenis binatang melata dari bumi yang akan mengatakan kepada mereka, bahwa sesungguhnya manusia dahulu tidak yakin kepada ayat-ayat Kami.” (QS An-Naml 27:82)

4. Matahari akan terbit dari tempat tenggelamnya. Maka pada saat itu Allah swt. tidak lagi menerima iman orang kafir dan tidak menerima taubat daripada orang yang berdosa.

5. Turunnya Nabi Isa alaihissalam ke permukaan bumi ini. Beliau akan mendukung pemerintahan Imam Mahadi yang berdaulat pada masa itu dan beliau akan mematahkan segala salib yang dibuat oleb orang-orang Kristian dan beliau juga yang akan membunuh Dajjal.

Termasuk ke dalam tanda-tanda kiamat menurut Al Quran dan Hadist ialah turunnya Nabi Isa ‘alaihisalam bin Maryam ke bumi. Nabi Isa AS turun ke bumi untuk memberi kesaksiannya. Al Quran dan hadits juga telah menunjukannya. Allah SWT berfirman: “Tidak ada seorang pun diantara ahli kitab yang tidak beriman kepadanya (Isa) menjelang kematiannya. Dan pada hari kiamat dia (Isa) akan menjadi saksi dari mereka.” (QS. An-Nisa: 159)

Sebuah hadist riwayat Abu Hurairah juga telah memaparkan tentang hal ini. Rasulullah SAW bersabda, “Demi Dzat yang menguasai jiwaku. Sunggu, putra Maryam akan turun kepada kalian semua sebagai hakim yang adil. Harta pun belimpah ruah sehingga ridak ada seorang pun yang mau menerima (pemberian orang lain). Sehingga sujud sekali lebih baik dari pada dunia dan isinya.”

6. Keluarnya bangsa Ya'juj dan Ma'juj yang akan membuat kerosakan dipermukaan bumi ini, yaitu apabila mereka berjaya menghancurkan dinding yang dibuat dari besi bercampur tembaga yang telah didirikan oleh Zul Qarnain bersama dengan pembantu-pembantunya pada zaman dahulu.

Tanda-tanda kiamat selanjutnya adalah terbukanya tembok yang membentengi Ya’juj dan Ma’juj. Ya’juj dan Ma’juj muncul dengan sangat cepat dari tempat-tempat yang sangat tinggi. Hal ini juga jelas tertera dalam Surah Al-Anbiya: 96-97.

Allah SWT berfirman dalam Al Quran: “Hingga apabila dibukakan (tembok) Ya’juj dan Ma’juj dan mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi. Dan telah dekatlah janji benar (hari kiamat), maka tiba terbelalaklah mata orang-orang yang kafir.” (QS. Al-Anbiya: 96-97)

7. Gempa bumi di Timur.

8. Gempa bumi di Barat.

9. Gempa bumi di Semenanjung Arab.

10. Api besar yang akan menghalau manusia menuju ke Padang Mahsyar. Api itu akan bermula dari arah negeri Yaman.

Timbulnya api yang cahayanya menyinari hampir sebagian bumi di Tanah Hijaz adalah salah satu tanda-tanda kiamat sudah dekat. Diriwayatkan sebuah hadits oleh Abu Hurairah ra, Rasulullah SAW bersabda, “Kiamat akan terjadi bila telah muncul api dari Tanah Hijaz yang cahanya menyinari binatang-binatang ternak yang berada di Bushra.” (HR. Bukhari Muslim).

Wallohua'lam Bisshowab

Thursday, December 14, 2017

Tanda-Tanda Kehancuran Bani Israel (Yahudi) Menurut Al-Qur'an dan Hadist

Bani Israel (Yahudi) adalah suku bangsa yang sudah ada sejak zaman Nabi terdahulu. Sifat Kaum ini sudah terkenal akan kekejaman dan kelicikannya untuk menghancurkan umat Islam di dunia.


Di dalam Al-Qur'an sudah dijelaskan tentang kejadian-kejadian yang telah dilakukan oleh kaum Bani Israel (Yahudi).

Berikut ini sejumlah gambaran Kaum Yahudi yang terdapat dalam Al-Qur’an dan Hadits.

Allah Ta'ala berfirman:

وَقَضَيْنَا إِلَى بَنِي إِسْرَائِيلَ فِي الْكِتَابِ لَتُفْسِدُنَّ فِي الْأَرْضِ مَرَّتَيْنِ وَلَتَعْلُنَّ عُلُوًّا كَبِيرًا

"Dan telah Kami tetapkan  bagi Israil dalam al-Kitab itu: “Sesungguhnya kamu akan membuat kerusakan di muka bumi dua kali dan pasti kamu akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar”. (QS. Al-Isra: 4)

Kejahatan Yahudi disebabkan sifat dengki mereka:

وَدَّ كَثِيرٌ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ لَوْ يَرُدُّونَكُمْ مِنْ بَعْدِ إِيمَانِكُمْ كُفَّارًا حَسَدًا مِنْ عِنْدِ أَنْفُسِهِمْ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمُ الْحَقُّ

“Sebagian besar Ahli Kitab (Yahudi) menginginkan sekali agar mereka dapat mengembalikan kamu kepada kekafiran setelah kamu beriman, karena kedengkian yang timbul dari diri mereka sendiri setelah nyata bagi mereka kebenaran......". (QS. Al-Baqarah:  109)

"Makar jahat mereka yang pertama terjadi pada zaman Nabi Ya’qub, moyang mereka. Mereka berkeinginan menyingkirkan saudaranya sendiri, Yusuf  yang berakhlaq mulia sehingga mereka lebih dicintai bapaknya". (QS.Yusuf: 7-18).

Kegemaran mereka membunuh para Nabi dan Rasul seperti membunuh Nabi Yahya secara kejam yaitu memenggal lehernya dan kepalanya diletakkan di nampan emas. Nabi Zakaria juga dibunuh secara keji, yaitu dengan digergaji tubuhnya. Kedua pembunuhan ini terjadi pada masa pemerintahan raja Herodes. Mereka juga gemar membunuh orang-orang sholeh lainnya.

Alloh SWT berfirman:

إِنَّ الَّذِينَ يَكْفُرُونَ بِآَيَاتِ اللَّهِ وَيَقْتُلُونَ النَّبِيِّينَ بِغَيْرِ حَقٍّ وَيَقْتُلُونَ الَّذِينَ يَأْمُرُونَ بِالْقِسْطِ مِنَ النَّاسِ فَبَشِّرْهُمْ بِعَذَابٍ أَلِيمٍ

"Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Allah dan membunuh para Nabi tanpa alasan yang benar, dan membunuh orang-orang yang menyuruh manusia berbuat adil, maka gembirakanlah mereka dengan siksa yang pedih". (QS. Ali Imran: 21)

Yahudi telah membunuh para Nabi dan Rasul seperti membunuh Nabi Yahya secara kejam dengan memenggal lehernya dan kepalanya diletakkan di nampan emas. Nabi Zakaria juga dibunuh secara keji dengan digergaji tubuhnya.

Nabi Isa pun tidak luput dari rencana busuk mereka, akan tetapi Allah Subhanahu wa Ta'ala menyelamatkannya.
Alloh SWT berfirman :

Dan karena ucapan mereka: Sesungguhnya kami telah membunuh al-Masih Isa ibnu Maryam Rasul Allah”. Padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak pula menyalibnya, tetapi yang mereka bunuh dan salib itu ialah orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka (Yudas Iskaryot). Sesungguhnya orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan Isa) benar-benar dalam keraguan tentang (yang dibunuh) itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak yakin bahwa yang mereka  bunuh itu Isa”. (QS. An-Nisa’: 157).

Zu Nuwas adalah seorang raja Yahudi Najran di Yaman yang sangat fanatik, tidak ingin ada agama lain di daerah kekuasaannya. Alkisah ada sekelompok pengikut Nabi Isa yang setia (Nasrani), ketahuan oleh mata-mata kerajaan.

Lalu mereka dipaksa murtad dan masuk Yahudi, siapa tidak mau akan dibakar hidup-hidup. Raja Zu Nuwas memerintahkan pasukannya untuk menggali parit dan menyiapkan kayu bakar, yang akan digunakan untuk membakar umat Nasrani yang tidak mau murtad.

Kejadian ini dikisahkan di dalam Al-Qur’an:
"Binasalah orang-orang yang membuat parit, yang berapi dinyalakan dengan kayu bakar, ketika mereka duduk di sekitarnya, sedang mereka menyaksikan apa yang mereka perbuat terhadap orang-orang beriman. Dan mereka tidak menyiksa orang-orang mukmin itu, melainkan karena orang-orang mukmin itu beriman kepada Allah  Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji". (QS.  al-Buruj: 4-8)

Singkat cerita, kejahatan Yahudi pada masa Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam-pun tak kurang kejinya. Yahudi Bani Qainuqa' adalah Yahudi pertama yang mengingkari janjinya dengan Rasulullah, pemicunya adalah diganggunya seorang muslimah yang datang ke pasar mereka.

Ia duduk di depan salah seorang pengrajin perhiasaan, mereka merayunya agar membuka cadar yang dipakainya namun ia menolak. Lalu si pengrajin menarik ujung baju si wanita dan mengikatkannya ke punggung wanita tadi, ketika berdiri terbukalah auratnya, lalu mereka menertawakannya. Sang wanita pun berteriak minta tolong.

Seorang lelaki muslim mendengar lalu menerjang si pengrajin dan membunuhnya. Melihat kejadian itu orang-orang Yahudi mengerumuninya, dan beramai-ramai membunuh lelaki muslim tersebut. Mendengar berita kematian lelaki itu, maka keluarganya menuntut pertanggungjawaban orang-orang Yahudi.

Maka Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam datang bersama para sahabat mengepung mereka selama 15 malam. Atas perintah beliau mereka diberi hukuman untuk meninggalkan Madinah.

Yahudi Bani Nadhir melakukan pengkhianatan yang kedua. Suatu saat Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam pergi ke perkampungan Yahudi bani Nadhir untuk meminta diyat (denda) dua orang muslim yang terbunuh dari Bani Amir, yang melakukan pembunuhan adalah Amr bin Umayyah Ad-Dhimari, seorang Yahudi.

Permintaan itu diajukan karena sudah adanya ikatan perjanjian persahabatan antara Rasulullah dengan mereka. Ketika beliau datang mengutarakan maksud kedatangannya, mereka berkata: “Baik wahai Abu Qasim! kami akan membantumu dengan apa yang engkau inginkan.”

Pada saat Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam duduk bersandar di dinding rumah mereka, kemudian mereka saling berbisik, kata mereka: “Kalian tidak pernah mendapati lelaki itu dalam keadaan seperti sekarang ini, ini kesempatan buat kita.

Karena itu hendaklah salah seorang dari kita naik ke atas rumah dan menjatuhkan batu karang ke arahnya”, dan untuk tugas ini diserahkan kepada Amr bin Jahsy bin Ka’ab. Lantas ia naik ke atas rumah guna melaksanakan rencana pembunuhan ini, tetapi Allah melindungi Rasul-Nya dari makar orang-orang Yahudi tersebut dengan mengirimkan berita lewat Malaikat Jibril tentang rencana jahat itu.

Kemudian Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bergegas pulang ke Madinah, dan memberitahukan kepada para sahabatnya tentang usaha makar tersebut. Beliau memerintahkan para sahabatnya untuk bersiap-siap pergi memerangi mereka.

Ketika orang Yahudi Bani Nadhir mengetahui kedatangan pasukan Rasulullah, mereka cepat pergi berlindung di balik benteng. Pasukan Islam mengepung perkampungan mereka selama 6 malam, beliau memerintahkan untuk menebang pohon kurma mereka dan membakarnya.

Kemudian Allah memasukkan rasa gentar dan takut di hati mereka, sehingga mereka memohon izin kepada Rasulullah untuk keluar dari Madinah dan mengampuni nyawa mereka. Mereka juga meminta izin untuk membawa harta seberat yang mampu dipikul unta-unta mereka kecuali persenjataan, dan Rasulullah pun mengizinkannya.

Peristiwa ini dijelaskan dalam Al-Qur’an:

هُوَ الَّذِي أَخْرَجَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ مِنْ دِيَارِهِمْ لِأَوَّلِ الْحَشْرِ مَا ظَنَنْتُمْ أَنْ يَخْرُجُوا وَظَنُّوا أَنَّهُمْ مَانِعَتُهُمْ حُصُونُهُمْ مِنَ اللَّهِ فَأَتَاهُمُ اللَّهُ مِنْ حَيْثُ لَمْ يَحْتَسِبُوا وَقَذَفَ فِي قُلُوبِهِمُ الرُّعْبَ يُخْرِبُونَ بُيُوتَهُمْ بِأَيْدِيهِمْ وَأَيْدِي الْمُؤْمِنِينَ فَاعْتَبِرُوا يَا أُولِي الْأَبْصَارِ

"Dialah yag mengeluarkan orang-orang kafir di antara Ahli Kitab dari kampung-kampung mereka pada saat pengusiran kali yang pertama. Kamu tiada menyangka bahwa mereka akan keluar dan mereka pun yakin bahwa benteng-benteng mereka akan dapat mempertahankan mereka dari siksaan Allah, maka Allah mendatangkan kepada mereka hukuman dari arah yang mereka tidak sangka. Dan Allah menancapkan ketakutan di dalam hati mereka, dan memusnahkan rumah-rumah mereka dengan tangan mereka sendiri dan tangan orang-orang beriman. Maka ambillah kejadian itu untuk menjadi pelajaran wahai orang yang mempunyai pandangan". (QS. al-Hasyr: 2)

Yahudi Bani Quraizhah melakukan pengkhianatan yang ketiga. Mereka membentuk pasukan Koalisi (al-Ahzab), antara pasukan musyrik dan pasukan Yahudi. Suku Quraisy dipimpin Abu Sufyan ibnu Harb, suku Gathafan di bawah pimpinan Uyainah ibnu Hushn, suku bani Murrah di bawah pimpinan Harits ibnu Auf dan  suku-suku yang lain, sementara pasukan Yahudi bani Quraizhah akan menusuk dari belakang.

Peperangan Al-Ahzab itu betul-betul menyesakkan dada kaum muslimin yang terkepung, apalagi tingkah golongan munafik yang membuat goyah pasukan Islam. Berkat kesabaran kaum muslimin, maka Allah Subhanahu wa Ta'ala mengirim pasukan Malaikat dengan mendatangkan serangan berupa angin topan dan guntur yang memporak-porandakan pasukan koalisi.

Mereka kocar-kacir, dan pulang ke tempat masing-masing dengan membawa kekalahan. Tinggallah Yahudi Bani Quraizhah, lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengumumkan kepada pasukan Islam:  “Bagi mereka yang mau mendengar dan taat agar jangan shalat ashar kecuali di perkampungan Bani Quraizhah.”

Kaum muslimin langsung bergerak menuju perkampungan Yahudi Bani Quraizah, dan mengepung mereka  selama 25 malam. Orang-orang Yahudi tersebut benar-benar dicekam rasa ketakutan, lalu memohon kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam agar memberikan izin kepada mereka untuk keluar, sebagaimana yang beliau lakukan kepada Yahudi Bani Nadhir.

Beliau menolak permohonan mereka, kecuali mereka keluar dan taat pada keputusan beliau. Kemudian Rasululah Shallallahu 'Alaihi Wasallam menyerahkan keputusan atas mereka kepada Sa’ad ibnu Mu’adz pemimpin suku Aus. Keputusan telah ditetapkan yaitu: laki-laki dewasa dieksekusi, harta dirampas, anak-anak dan wanita menjadi tawanan.

Hukuman terhadap pengkhianatan Bani Quraizhah lebih berat dari pada Bani Qainuqa' dan  Bani Nadzir, karena dampak dari pengkhianatan mereka hampir saja merontokkan moral kaum muslimin dan membahayakan nyawa mereka semua.

Dalam Al-Qur'an disebutkan :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اذْكُرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ جَاءَتْكُمْ جُنُودٌ فَأَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ رِيحًا وَجُنُودًا لَمْ تَرَوْهَا وَكَانَ اللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرًا  إِذْ جَاءُوكُمْ مِنْ فَوْقِكُمْ وَمِنْ أَسْفَلَ مِنْكُمْ وَإِذْ زَاغَتِ الْأَبْصَارُ وَبَلَغَتِ الْقُلُوبُ الْحَنَاجِرَ وَتَظُنُّونَ بِاللَّهِ الظُّنُونَا  هُنَالِكَ ابْتُلِيَ الْمُؤْمِنُونَ وَزُلْزِلُوا زِلْزَالًا شَدِيدًا 

"Hai orang-orang yang beriman ingatlah akan nikmat Allah kepadamu, ketika datang kepadamu tentara-tentara, lalu Kami kirimkan kepada mereka angin topan dan tentara yang tidak dapat kamu melihatnya. Dan adalah Allah Maha Melihat akan apa yang kamu kerjakan. Yaitu ketika datang (musuh) dari atas dari bawahmu, dan ketika tidak tetap lagi penglihatanmu dan hatimu naik menyesak sampai ke tenggorokan, dan kamu menyangka terhadap Allah dengan bermacam-macam purbasangka disitulah diuji orang-orang mukmin, dan digoncangkan hatinya dengan goncangan yang sangat". (QS. al-Ahzab: 9-11)

KEHANCURAN YAHUDI (BANI ISRAEL)


Secara global Al-Qur’an mengabarkan kehancuran Yahudi, seperti firman ALLOH SWT Berikut :

فَإِذَا جَاءَ وَعْدُ الْآَخِرَةِ لِيَسُوءُوا وُجُوهَكُمْ وَلِيَدْخُلُوا الْمَسْجِدَ كَمَا دَخَلُوهُ أَوَّلَ مَرَّةٍ وَلِيُتَبِّرُوا مَا عَلَوْا تَتْبِيرًا

"Dan apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan Israel) yang kedua, (Kami datangkan orang-orang Islam di bawah pimpinan Imam Mahdi) untuk menyuramkan muka-muka kamu dan mereka masuk ke dalam Masjid (Al-Aqsha), sebagaimana musuh-musuhmu memasukinya pada kali pertama, dan untuk membinasakan sehabis-habisnya apa yang mereka kuasai”.  (QS.  Al-Isra’: 7)

Sejak 1948 Yahudi merampas tanah Palestina. Dan sejak 2006 sampai sekarang mereka memblokade Gaza. Sehingga sekitar 1,5 juta jiwa muslim terkurung rapat dari dunia luar. Berbagai upaya kemanusiaan untuk membantu mereka selalu digagalkan oleh Israel, termasuk misi kemanusiaan yang baru saja diserang pasukan komando Israel di perairan Gaza (Laut Mediterania).

Tidak ada kekuatan di dunia ini yang mampu menghentikan kebiadaban Israel. Pengepungan dan pemenjaraan massal oleh penjajah Israel dengan pembangunan tembok pemisah dimulai 16 Juni 2002 di Tepi Barat dengan dalih pengamanan.

Panjang tembok tersebut mencapai 721 km sepanjang Tepi Barat, tinggi 8 meter sehingga mengisolasi lahan pertanian milik penduduk Palestina yang ditanami berbagai buah, seperti anggur dan zaitun. Hal ini berakibat perekonomian Palestina terpuruk. Pengepungan ini sudah dinubuwatkan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam:

"Hampir tiba masanya tidak dibolehkan masuk (embargo) kepada penduduk Iraq meski hanya satu qafiz  makanan dan satu dirham," Kami bertanya dari mana larangan itu? Beliau menjawab: "Dari orang-orang asing yang melarangnya." Kemudian berkata lagi: "Hampir tiba masanya tidak diperbolehkan masuk (blokade) kepada penduduk Syam (Palestina) meski hanya satu dinar dan satu mud makanan." Kami bertanya: "Dari mana larangan itu? Beliau menjawab: Dari orang-orang Romawi." (HR. Muslim)

Siapakah kekuatan yang mampu menghancurkan Israel?  Pasukan Islam dari Khurasan (Afghanistan) dengan bendera-bendera hitam, . . (al-Hadits)

Siapa kekuatan yang mampu menghancurkan Israel? Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menjelaskan: “Akan muncul dari Khurasan (Afghanistan) bendera-bendera hitam, maka tidak ada seorang pun yang mampu mencegahnya, sehingga bendera-bendera itu ditancapkan di Eliya (al-Quds)“. (HR. Ahmad, Tirmidzi dan Nu’aim bin Hammad).

Kehancuran Israel berarti kiamat telah dekat, sehingga banyak orang mempertahankan eksistensi Negara Israel tersebut, namun janji Allah dan Rasul-Nya pasti akan terlaksana:

Tidak akan terjadi kiamat sehingga kaum muslimin memerangi bangsa Yahudi, sampai-sampai orang Yahudi berlindung di balik batu dan pohon, lalu batu dan pohon tadi akan berbicara; Wahai orang Islam, hai hamba Allah! di belakangku ada orang-orang Yahudi, kemarilah, bunuhlah dia, kecuali pohon Ghorqod, sebab ia itu sungguh pohonnya Yahudi”. (HR. Ahmad)


Kalian akan memerangi orang-orang Yahudi sehingga seorang diantara mereka bersembunyi di balik batu. Maka batu itu berkata, “Wahai hamba Allah, inilah si Yahudi di belakangku, maka bunuhlah ia”. [HR. Al-Bukhoriy dalam Shohih-nya (2767), dan Muslim dalam Shahih-nya (2922)].

Al-Hafizh Ibnu Hajar  berkata, “Dalam hadits ini terdapat tanda-tanda dekatnya hari kiamat, berupa berbicaranya benda-benda mati, pohon, dan batu. Lahiriahnya hadits ini (menunjukkan) bahwa benda-benda itu berbicara secara hakikat”. (Fathul Bari (6/610).

Itulah sedikit gambaran tentang kehancuran Bani Israel (Yahudi) yang telah dijelaskan dalam Al-Qur'an dan Hadist.

Wallohua'lam Bisshowab

Sunday, March 5, 2017

Tanda-tanda datangnya hari Kiamat Akhir Zaman, menurut Al-Quran dan Hadits

Kedatangan hari Kiamat merupakan sesuatu yang pasti akan terjadi, namun tidak ada manusia yang mengetahui secara pasti waktu terjadinya. Secara bahasa Kiamat memiliki makna kebangkitan, sedangkan secara istilah adalah hari kebangkitan seluruh manusia dari Adam sampai manusia terakhir.

Berikut ini beberapa tanda-tanda kiamat yang dihimpun dari hadits Rasululah dan sudah seharusnya setiap Muslim mengetahuinya  sebagai persiapan diri:

1. Diutusnya Nabi Muhammad SAW

Rentang sejarah antara kejadian manusia pertama (Adam) sampai kepada masa Nabi Muhammad SAW, kejadian kiamat diungkap dalam hadist Nabi Muhammad SAW begitu dekat. Telah dikatakan di dalam sabdanya:

“Aku diutus (sebagai Nabi dan Rasul) sedangkan kiamat itu sangat dekat, seperti di dekatnya kedua jari ini.” (HR. Bukhari, Muslim dan Abu Daud).

Hadits tersebut menunjukkan sudah berapa tuanya umur dunia ini. Tanda-tanda berakhirnya dunia di antaranya ditandai diutusnya Nabi dan Rasul terakhir (Muhammad SAW) sebagai utusan yang memberikan petunjuk kebenaran agar manusia kembali sebelum tibanya hari perhitungan tersebut. Allah SWT berfirman: “Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi.” (QS. Al-Ahzab: 40).

Dalam kaitannya dengan firman Allah tersebut, Imam Qurthubi menjelaskan bahwa tanda kiamat yang pertama adalah diutusnya Nabi Muhammad SAW. Hal tersebut karena beliau adalah sebagai Nabi umat akhir zaman, tidak ada lagi Nabi setelah beliau.

2. Wafatnya Nabi Muhammad SAW

Umur dunia telah lanjut. Ada awal tentu ada akhir, begitu pula Allah jadikan dunia ini. Diantara sekian banyak tanda-tanda akhir kehidupan dunia adalah wafatnya Nabi dan Rasul terakhir. Hal tersebut sebagaimana diterangkan dalam hadist Nabi Muhammad SAW sebagai berikut:

“Diantara enam tanda-tanda kiamat adalah tibanya kematianku.” (HR. Bukhari).

Dalam hadist lain diriwayatkan dari Anas bin Malik ra, ia berkata:

“Tatkala Rasulullah SAW, berhijrah ke kota Madinah, setiap sesuatu yang ada di sekitarnya menjadi bersinar terang. Dan tatkala telah datang hari wafatnya Beliau Rasulullah SAW, segalanya menjadi gelap gulita. Ketika para sahabat menguburkan jasadnya, maka tidak satu pun didapati dari mereka yang mengibaskan tangan (karena kotornya tanah kuburan). Pada saat itu aku (Anas bin Malik) turun ke dalam liang lahat. Kejadian tersebut (wafatnya beliau Rasulullah SAW) hampir saja menyebabkan kami mengingkari hati nurani sendiri.” (HR. Tirmidzi).

3. Bebasnya Baitul Maqdis

Baitul Maqdis adalah kota suci ketiga bagi umat Islam sedunia setelah kota Mekkah dan Madinah, sejak dahulu hingga kini selalu menjadi milik orang-orang Islam. Akan tetapi sayang, saat ini Baitul Maqdis berada di bawah kekuasaan rezim Kaum Yahudi dan Nasrani. Sudah sekian lamanya mereka merampas tanah hak milik orang-orang Islam. Karena kondisi umat Islam dewasa ini dalam keadaan terpecah-pecah, maka hingga kini tanah Baitul Maqdis masih tetap berada di bawah kungkungan dan cengkeraman tangan-tangan jahat mereka, walaupun tercatat di dalam sejarah Islam bahwa dahulu Baitul Maqdis itu pernah dibebaskan oleh Khalifah Umar bin Khattab ra.

Suatu ketika nanti Baitul Maqdis benar-benar akan terbebaskan dan merdeka sebagai miliknya umat Islam. Akan tetapi, kebebasan dan kemerdekaannya itu adalah pertanda akan semakin dekatnya kiamat. Di dalam sebuah keterangan hadist yang diriwayatkan oleh ‘Auf bin Malik ra, Rasulullah SAW bersabda:

“Di antara enam tanda-tanda kiamat adalah dibebaskannya Baitul Maqdis (dari kekuasaan orang-orang Yahudi).”

4. Timbulnya Wabah Penyakit Menular (Tha’um Amwas)

Wabah penyakit menular sejak dahulu hingga kini telah menjadi momok yang menakutkan bagi kehidupan manusia. Bila terjadi penyebarannya dalam jumlah skala besar sampai ke seluruh penjuru dunia, hal itu juga menjadi pertanda dekatnya kiamat, sebagaimana telah disebutkan di dalam sebuah hadis Rasulullah SAW:

“Di antara enam tanda-tanda kiamat adalah timbulnya berbagai penyakit menular yang mengakibatkan banyak di antara kalian meninggal (karenanya) seperti matinya kambing di tempatnya.”

Penyebaran wabah penyakit mematikan dalam skala besar dahulu memang pernah terjadi di daerah ‘Amwas (bagian daerah Palestina) sekitar tahun 18 H. Penyebarannya juga merambat sampai ke seluruh pelosok negeri Syam. Waktu itu tercatat lebih dari 25.000 orang meninggal dunia akibat penyakit menular tersebut, termasuk juga di dalamnya yang ikut menjadi korban adalah segenap para sahabat Nabi Muhammad SAW. Di antara mereka terdapat tokoh sahabat yang cukup terkenal, yaitu Abu Ubaidah Amir bin Al-Jarrah ra.

5. Timbulnya Berbagai Fitnah

Kata ‘fitnah’ adalah yang konotasinya lebih bertendensi kepada berbagai sikap, perilaku dan kejadian yang tidak menyenangkan diri manusia, seperti yang tidak menyenangkan diri manusia, seperti sering terjadinya kasus penyimpangan di bidang sosial, budaya, politik, hukum dan ekonomi. Fitnah juga identik dengan pengertian cobaan dan ujian, seperti telah disinggungkan di dalam firman Allah.

“Innama amwaalukum wa awlaadukum fitnah: sesungguhnya harta dan anak-anakmu adalah fitnah (cobaan).” (QS. At Taghaabun: 15).

Timbulnya berbagai macam bencana juga merupakan bagian dari fitnah. Sedangkan munculnya fitnah-fitnah tersebut merupakan tanda dekatnya kiamat. Secara eksplisit hal ini pun pernah disinggung oleh Nabi Muhammad SAW dalam salah satu hadist yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra berikut ini:

“Segeralah kalian berbuat kebajikan pada hari timbulnya berbagai macam fitnah yang berlalu dengan begitu berbagai macam fitnah yang berlalu dengan begitu cepatnya seperti perubahan malam hari yang gelap gulita (berubah menjadi siang), saat itu ada orang yang pagi harinya masih beriman dan sore harinya berubah menjadi kafir atau (sebaliknya) sore harinya masih beriman lalu pagi harinya berubah menjadi kafir, orang itu berani menjual agamanya dengan keduniaan.” (HR. Muslim).

Dalam riwayat Imam Muslim dijelaskan bahwa berbagai fitnah yang timbul di akhir zaman nanti bersumber dari belahan dunia Timur. Fitnah-fitnah tersebut, oleh Nabi Muhammad SAW dikiaskan dengan istilah “tanduk setan” sebagaimana dijelaskan dalam hadist riwayat dari Ibnu Umar ra berikut ini:

“Ingatlah! Sesungguhnya fitnah akan terjadi disini! Ingatlah sesungguhnya fitnah itu benar-benar akan terjadi disini! Suatu saat nanti akan muncul “tanduk setan” (kekuatan setan dan para pengikutnya).” (HR. Bukhari dan Muslim).

6. Munculnya Nabi-Nabi Palsu

Sebagaimana telah diterangkan dalam pembahasan yang lalu, dikatakan bahwa Muhammad SAW itu adalah Nabi dan Rasul terakhir. Eksistensi kenabian dan kerasulannya diakui dan dibenarkan dalam nash Al-Qur’an dan kitab-kitab para nabi terdahulu. Saat ini banyak bermunculan manusia arogan yang mengklaim dirinya sebagai seorang utusan (nabi), kendati tidak ada satu nash pun yang membenarkan akan kenabian tersebut. Kemunculan nabi-nabi palsu itu menjadi bagian dari tanda-tanda kiamat, seperti dijelaskan dalam hadist Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra berikut ini:

“Kiamat itu akan terjadi bila sudah muncul para Dajjal pendusta besar yang jumlahnya (hampir) mendekati tiga puluh orang, mereka semua mengaku dirinya sebagai Rasul Allah.” (HR. Bukhari).

Dalam kandungan hadist yang hampir senada diriwayatkan oleh Tsauban, Rasulullah SAW bersabda:

“Kiamat akan tiba-tiba terjadinya pertemuan antara beberapa kabilah dari umatku dengan kaum Musyrikin sehingga mereka semua  (pada akhirnya) menjadi penyembahan berhala. Dan suatu ketika nanti akan muncul di tengah-tengah umatku ini tiga puluh orang para pendusta besar, mereka seluruhnya mengklaim dirinya sebagai nabi, sedangkan sesungguhnya akulah (satu-satunya) penutup para Nabi. Tidak akan pernah ada nabi setelahku nanti.” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi).

7. Munculnya Api di Tanah Hijaz

Diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra, Rasulullah bersabda:

“Kiamat akan terjadi bila telah muncul api dari Tanah Hijaz yang cahayanya menyinari binatang-binatang ternak yang berada di Bushra.” (HR. Bukhari Muslim).

Timbulnya api dari dalam bumi merupakan pertanda dekatnya kejadian kiamat, sebagaimana yang telah disinggung dalam hadist tersebut. Sekitar pertengahan abad ke-7 H tahun 654 H yang lalu, api itu pernah muncul di tanah Hijaz (Mekkah). Kemunculan api tersebut bukanlah semata-mata menjadi bahan prediksi hadist, akan tetapi relevansinya telah menghantarkan kepada kebenaran fakta yang tidak dapat dipungkiri.

8. Langkanya Nilai-Nilai Kejujuran

Kejujuran adalah sifat apa adanya, transparan dalam bersikap dan bijaksana dalam menentukan arah kebijakan, dengan selalu berpijak pada orisibalitas kebijakan, dengan selalu berpijak pada orisinalitas kebenaran dan menyingkirkan manipulasi fakta yang dapat merugikan pihak lain. Bila kebijakan sikap ini tidak ada lagi pada kebanyakan orang, maka akan berakses kepada timbulnya kesemrawutan di berbagai aspek kehidupan. Kalau memang benar-benar telah terjadi demikian, maka hal tersebut menjadi tanda akan semakin dekatnya kiamat. Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, Rasulullah SAW bersabda:

“Apabila telah hilang sifat kejujuran maka tinggal tunggulah saatnya kiamat.”

9. Allah Menghilangkan Ilmu Pengetahuan

Diangkat dan dicabutnya ilmu pengetahuan di kala dunia mengalami masa keemasannya adalah bagian dari tanda-tanda kiamat. Hilangnya ilmu pengetahuan tersebut bukanlah berarti hilangnya dengan begitu saja, akan tetapi hal itu dapat terjadi dengan cara Allah mematikan orang-orang berilmu tersebut. Apabila mereka semua itu tiada, maka yang tinggal di dunia ini adalah kebanyakan orang-orang bodoh. Kalau keadaannya sudah demikian buruknya, maka dunia keadaannya akan kembali kepada masa kemundurannya yang teramat jauh, seperti masa-masa prasejarah dahulu. Sinyalemen tersebut sangat selaras dengan hadist Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik ra, Rasulullah SAW bersabda:

“Di antara tanda-tanda kiamat yaitu diangkatnya ilmu dan tetapnya kebodohan.” (HR. Bukhari)

Di dalam riwayat Abdullah bin ‘Ash ra pun dikatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda:

“Sesungguhnya Allah tidak mencabut ilmu dari hambanya (para ulama) dengan secara langsung. Akan tetapi Allah mencabutnya dengan cara mematikan para ulama, sehingga apabila sudah tidak ada lagi seorang pun yang alim maka banyak orang akan mengangkat pemimpin dari kalangan orang-orang bodoh. Tatkala para pemimpin (bodoh) itu ditanya, mereka menjawab dengan memberikan fatwa tanpa dilandasi dasar ilmu, mereka menjadi sesat dan menyesatkan.” (HR. Bukhari)

10. Prostitusi Merajalela

Prostitusi perzinaan yang banyak merebak di masyarakat kita dewasa ini, tanpa disadari juga menjadi tanda-tanda dekatnya kiamat. Kenyataan tersebut sebagaimana telah disitir di dalam hadist Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik ra:

“Sesungguhnya di antara tanda-tanda kiamat adalah terbukanya perzinaan secara bebas.” (HR. Bukhari)

Mengenai hal serupa, disebutkan pula dalam riwayat Abu Hurairah ra, Rasulullah bersabda:

“Demi zat yang menguasai jiwaku, tidak akan musnah umat ini sampai terjadinya seorang laki-laki mendekati wanita, kemudian menidurinya di pinggir jalan. Orang yang paling baik pada saat itu menasihatinya dengan berkata: seandainya engkau dapat menyembunyikan wanita ini dibalik dinding, maka hal itu lebih baik.”

11. Merebaknya Pecandu Minuman Keras dan Narkoba

Di akhir zaman ini, minuman keras tidak lagi diperjualbelikan secara sembunyi-sembunyi. Di era abad modern ini, minuman-minuman tersebut telah menjadi pelengkap kebahagiaan menurut versi para pecandunya. Karenanya kalau tidak minum, tidaklah modernis, kilah sebagian kalangan remaja.

Persepsi salah tersebut oleh banyak orang, walaupun sebenarnya kalaulah setiap kita merujuk kepada hadist Nabi Muhammad SAW maka akan kita dapati pola sikap tersebut menunjukkan gejala semakin dekatnya kiamat. Hal tersebut seperti yang dijelaskan dalam sabda Nabi Muhammad SAW sebagai berikut, diriwayatkan dari Anas bin Malik ra, ia berkata aku telah mendengar Rasulullah SAW bersabda:

“Di antara tanda-tanda kiamat adalah banyaknya para pecandu minuman keras.” (HR. Muslim)

Dalam riwayat Ubadah bin Shamit dijelaskan bahwa Rasulullah SAW bersabda:

“Sesungguhnya suatu ketika nanti akan ada sekelompok dari umatku yang menghalalkan khamar (minuman keras) dengan menggunakan label yang mereka buat sendiri.” (HR. Imam Ahmad dan Ibnu Majah).

12. Banyaknya Gedung-Gedung Pencakar Langit

Pembangunan gedung-gedung menjulang tinggi dan kerasnya persaingan dalam pelaksanaan proyek adalah suatu pertanda adanya kemajuan dunia modern. Mungkin untuk hal tersebut sementara kita boleh berbangga dan bergembira sejenak. Akan tetapi, apabila kita merujuk kepada sabda Nabi Muhammad SAW berikut ini, kita dapati hal tersebut adalah bagian dari tanda-tanda kiamat. Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, Rasulullah SAW bersabda:

“Kiamat akan terjadi bila banyak orang berlomba-lomba bersaing membuat gedung-gedung menjulang tinggi.” (HR. Bukhari).

13. Pembantu Melahirkan Anak Majikan

Di abad modern saat ini, kasus pembantu melahirkan anak majikannya bukanlah suatu hal yang aneh. Gaya hidup bebas dan materialistis kerap kali mengundang orang berbuat yang tidak sepatutnya. Realita seperti ini tidaklah hanya sesekali saja terjadi, melainkan telah seringkali mengemuka dalam kehidupan sosial masyarakat akhir zaman. Perlu disadari bahwa fenomena ini ternyata telah jauh terprediksi sejak berabad-abad yang silam sebagai ytanda-tanda kiamat dalam sabda Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam berikut ini:

“Jibril berkata kepada Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam: “Aku akan mengabarkan kepadamu bahwa di antara tanda-tanda kiamat itu adalah apabila seorang budak telah melahirkan anak majikannya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

14. Perbuatan Klenik Membudaya

Perbuatan yang sangat dibenci oleh Allah di antaranya adalah perbuatan zalim. Baik itu zalim kepada pribadi, sesama, maupun kepada Tuhan. Sedangkan bentuk kezaliman yang paling besar adalah praktek perbuatan syirik (klenik) seperti yang telah disinyalir dalam firman Allah SWT:

“Innas-Syirka Lazhulmun ‘Azhiim: Sesungguhnya perbuatan syirik itu adalah kezaliman yang besar.”

Syirik besar itu menyembah kepada yang tidak semestinya disembah dan beribadah terhadap apa yang tidak patut diibadahi, apa pun bentuk dan kreasinya. Bila praktek-praktek perbuatan klenik ini telah banyak mengemuka dan membudaya, maka hal itu akan menjadi bagian dari tanda-tanda kiamat, seperti yang telah dijelaskan di dalam hadist riwayat Tsauban ra berikut ini:

“Apabila telah ditancapkan sebilah pedang di tengah-tengah umatku ini, niscaya pedang itu tidak akan pernah terangkat hingga datangnya hari kiamat. Kiamat akan terjadi bila beberapa golongan dari umatku bertemu dengan orang-orang musyrik dan mereka ikut menjadi penyembah berhala.” (HR. Abu Daud).

15. Banyaknya Orang-Orang Kikir

Tidak mau peduli terhadap sesama, hidup eksklusif dengan hanya mementingkan diri sendiri dan tidak mau berbagi rasa dengan sesama adalah bagian mendasar dari karakteristiknya orang-orang kikir. Fenomena meruaknya sifat kikir pada indinvidu-individu manusia akhir zaman juga merupakan bagian dari tanda kiamat, dalam riwayat Abu Hurairah ra dikatakan bahwa Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

“Di antara tanda-tanda kiamat adalah membudayanya sifat kikir.” (HR. Bukhari)

16. Gempa Bumi Sering Terjadi

Kejadian-kejadian gempa bumi yang kerap kali terjadi di bumi kita merupakan peringatan-peringatan Allah dan juga sebagai tanda-tanda akan terjadinya kiamat, baik hal itu disadari ataupun tidak. Sinyalemen kiamat tersebut telah diungkap melalui hadits riwayat Abu Hurairah ra:

“Tidak akan terjadi kiamat sampai sering terjadinya bencana gempa bumi dimana-mana.” (HR. Bukhari).

17. Orang-Orang Saleh Meninggal Dunia

Wafatnya orang-orang alim merupakan bagian dari tanda-tanda akan berakhirnya kehidupan (kiamat), karena apabila orang saleh tersebut tidak ada lagi, tentu tidak ada lagi orang yang menyuruh berbuat amal ma’ruf dan mencegah perbuatan munkar. Sedangkan Allah tidak akan menurunkan azab/kiamat selama masih banyak hamba-hamba-Nya yang berzikir kepada-Nya, dalam kaitannya dengan hal ini Nabi Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda.  Diriwayatkan dari Abdullah bin Amr ra, Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

“Kiamat akan terjadi bila Allah telah banyak mengambil (mematikan) orang-orang saleh yang ada di bumi sehingga yang tersisa hanyalah kebanyakan rakyat jelata yang pandir yang tidak mengenal nilai-nilai amal ma’ruf dan tidak mengingkari perbuatan munkar.” (HR. Imam Ahmad).

18. Wanita Berpakaian Telanjang

Saat ini, wanita-wanita berpakaian yang menampakkan lekukan dan keindahan tubuhnya adalah fenomena yang ‘biasa’  dalam pola kehidupan modern. Tanpa disadari hal demikian sebenarnya adalah tanda-tanda kehancuran (kiamat) yang telah melanda dunia ini. Dalam sabda Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam dikatakan:

“Akan ada pada akhir zaman dari umat ini kaum lelaki yang berkendaraan mewah, mereka mendatangi pintu-pintu masjid sedangkan kaum wanitanya berpakaian seperti telanjang.” (HR. Hakim)

Dalam hadist lain riwayat Abu Hurairah ra, Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

 “Ada dua golongan  yang akan menjadi penduduk mereka, pertama, kaum yang di tangan mereka terdapat cemeti, dan dengan cemeti itu mereka menyiksa banyak orang. Kedua, wanita-wanita yang berpakaian seperti telanjang mereka berjalan melenggak-lenggokkan tubuhnya karena ingin memperlihatkan keindahan tubuh dan hiasan-hiasannya. Sedangkan gerak lenggak-lenggok mereka laksana bergeraknya punggung unta. Mereka tidak akan masuk surga sebagaimana mereka tidak pernah mencium wangi dan harumnya.” (HR. Muslim)

19. Jumlah Wanita lebih Banyak daripada Laki-Laki

Pada bagian ini tanda kiamat sughra ditunjukkan dengan fenomena sedikitnya jumlah laki-laki dibanding dengan kaum hawa sampai perbandingannya mencapai 50 wanita dibanding 1 orang pria, dalam sabda Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam dijelaskan.

“Di antara tanda-tanda kiamat itu adalah semakin berkurangnya ilmu agama dan munculnya kebodohan, membudayanya prostitusi, dominasi jumlah wanita dan sedikitnya kaum pria hingga perbandingannya mencapai lima puluh wanita dan satu pria.” (HR. Bukhari).

20. Terjadinya Banyak Kasus Meninggal Mendadak

Tanda kiamat sughra lainnya adalah banyaknya kematian yang tiba-tiba dengan segala sebab. Hal tersebut seperti apa yang telah dijelaskan oleh Nabi Muhammad dalam sabdanya:

“Sesungguhnya di antara tanda-tanda kiamat itu ialah banyaknya kejadian mati mendadak.” (HR. Thabrani)

21. Musim Hujan yang Panjang Tetapi Tidak Menyuburkan

Musim hujan yang terus-menerus tetapi tidak menyuburkan tanah dan berbagai tanaman tidak kunjung tumbuh, hal ini merupakan tanda-tanda kiamat. Dalam riwayat Anas bin Malik ra, Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

“Kiamat akan terjadi bila manusia terus-menerus di hujani sepanjang tahun, sedangkan tanah tidak menumbuhkan sedikit pun tumbuhan.” (HR. Ahmad)

22. Manusia Bersifat Apatis Karena Tidak Tahan Ujian

Persaingan hidup yang semakin keras dan ujian Allah yang datang silih berganti seringkali menyebabkan manusia tidak tahan ujian, sehingga mereka menjadi bersifat apatis. Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam dalam sabdanya yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra mengatakan:

“Tidaklah akan terjadi kiamat hingga ada seorang laki-laki yang melewati kuburan, kemudian ia berkata: alangkah baiknya sandainya (sekarang ini) aku menempati tempatnya (kuburnya).” (HR. Bukhari).

23. AL QURAN DIANGKAT KE LANGIT

Dari Huzaifah bin al-Yaman r.a. berkata: Rasulullah s.a.w bersabda; "Islam akan luntur (lusuh) seperti lusuhnya corak (warna-warni) pakaian (bila ia telah lama dipakai), sehingga (sampai suatu masa nanti) orang sudah tidak mengerti apa yang dimaksudkan dengan puasa, dan apa yang dimaksudkan dengan sembahyang dan apa yang dimaksudkan dengan nusuk (ibadat) dan apa yang dimaksudkan dengan sedekah. Dan al-Quran akan dihilangkan kesemuanya pada suatu malam sahaja, maka (pada esok harinya) tidak tinggal dipermukaan bumi daripadanya walau pun satu ayat. Maka yang tinggal hanya beberapa kelompok daripada manusia, diantaranya orang-orang tua, laki-laki dan perempuan. Mereka hanya mampu berkata, "Kami sempat menemui nenek moyang kami memperkatakan kalimat "La ilaha illallah", lalu kami pun mengatakannya juga". Maka berkata Shilah (perawi hadis daripada Huzaifah), "Apa yang dapat dibuat oleh La ilaha illallah (apa gunanya La ilaha illallah) terhadap mereka, sedangkan mereka sudah tidak memahami apa yang dimaksudkan dengan sembahyang, puasa, nusuk, dan sedekah"? Maka Huzaifah memalingkan muka daripadanya (Shilah yang bertanya). Kemudian Shilah mengulangi pertanyaan itu tiga kali. Maka Huzaifah memalingkan mukanya pada setiap kali pertanyaan Shilah itu. Kemudian Shilah bertanya lagi sehingga akhirnya Huzaifah menjawab, "Kalimat itu dapat menyelamatkan mereka daripada api neraka" (Huzaifah memperkatakan jawapan itu tiga kali). H.R Ibnu Majah.

Diriwayatkan oleh Abu Hurairah dan Hudzaifah ra, Rasulullah SAW bersabda, “ Al Quran diperjalankan pada suatu malam. Pada pagi harinya, dalam ingatan manusia sama sekali tidak ada lagi satu ayat satu huruf Al Qur’an pun, semuanya telah terhapus.” (HR Ad dailami).

Diriwayatkan oleh Ibnu Umar ra. Rasulullah SAW bersabda ,”Hari kiamat tidak akan terjadi sebelum Al Qur’an pulang kembali ke asalnya sehingga gema al Quran  berdengung di sekitar ‘Arasy’ seperti dengungan lebah. Kemudian Allah SWT bertanya, “Ada apa denganmu? Al Quran menjawab,”Dari-Mu aku keluar dan kepada-Mu aku kembali. Aku dibaca, tetapi tidak diamalkan,’pada ketika itulah Al Quran diangkat ke haribaan Allah.” (HR ad Dailami).

24. Terbunuhnya Orang-Orang Yahudi

Sebagai tanda kiamat sughra, suatu saat orang-orang Yahudi akan banyak yang mati terbunuh dan terus diburu oleh orang-orang Muslim sampai tidak lagi mereka bisa bersembunyi dari kejaran kaum Muslimin. Dalam riwayat Abu Hurairah ra, Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

“Kiamat akan terjadi bila banyak orang-orang Muslim membunuhi orang-orang Yahudi. Segenap kaum Muslimin itu akan terus memburu mereka sampai ketika mereka bersembunyi dibalik batu dan pohon, lalu batu dan pohon itu berkata: “Wahai orang Muslim! Wahai hamba Allah! Inilah orang Yahudi sedang bersembunyi di belakangku. Kemarilah, bunuhlah dia. Semua pohon ketika itu dapat berkata-kata memberitahukan dimana orang-orang Yahudi itu bersembunyi kecuali pohon Gharqad, karena sesungguhnya pohon Gharqad itu adalah pohonnya orang-orang Yahudi.” (HR. Bukhari).

Mengenai hal ini, Imam Nawawi berkata: “Gharqad adalah sejenis pohon berduri yang cukup terkenal di Paletina. Disanalah nanti tempat Dajjal dan orang-orang Yahudi akan dibunuh oleh orang-orang Islam. Batu-batu dan pohon-pohon di akhir zaman dapat berkata-kata dan memberitahukan dimana orang-orang Yahudi itu berada. Kejadian tersebut tidaklah mustahil. Kebencian orang Mukmin orang-orang Yahudi sampai pula mengundang kebencian makhluk-makhluk Allah yang lain seperti batu dan pohon-pohon.”

25. Masjid Baitul Haram akan Dihancurkan

Dan tanda-tanda kiamat sughra yang terakhir adalah adanya ancaman dari orang Habasyah yang akan menghancurkan Baitul Haram (Ka’bah) seperti yang dijelaskan dalam sabda Nabi Muhammad SAW melalui riwayat Abu Hurairah ra, Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

“Suatu saat nanti Ka’bah akan dihancurkan oleh kalangan orang-orang Habasyah.” (HR. Ahmad).

Wallohua'lam Bisshowab