Tampilkan postingan dengan label peristiwa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label peristiwa. Tampilkan semua postingan
SIDOARJO JATIM - DDJS (26) warga Kecamatan Kalibaru, Banyuwangi gantung diri di Sidoarjo. Pria ini mengakhiri hidup diduga karena cintanya ditolak seorang janda.


Ia gantung diri di sebuah rumah kosong yang berada di Kecamatan Krian. Sebelum nekat mengakhiri hidup, DDJS sempat ke rumah sang wanita idaman untuk menyatakan cintanya.

Kapolsek Krian AKP Mukhlason mengatakan, jenazah DDJS ditemukan tergantung pagi tadi. Lokasinya tidak terlalu jauh dari tempat kos sang perempuan idaman.

"Tempat kejadian perkara tidak sampai 100 meter dari rumah Nur (wanita idaman korban). Ada dua orang saksi yang saat itu melintas. Begitu mengetahui ada orang bunuh diri, mereka melapor ke sekuriti perumahan setempat, dan meneruskan informasi tersebut kepada kami," kata Mukhlason, Selasa (27/10/2020).

Mukhlason menambahkan, berdasarkan pengakuan Nur yang merupakan seorang janda, korban gantung diri karena cintanya ditolak. "Dari pengakuan wanita idaman korban, bahwa korban mengatakan kalau cintaku kamu tolak, aku akan bunuh diri," lanjut Muklason.

Tim Identifikasi Polresta Sidoarjo kemudian mendatangi lokasi kejadian, untuk mengumpulkan bukti-bukti dan mengevakuasi korban. Pada tubuh korban tidak ditemukan adanya indikasi kekerasan.

"Ini murni bunuh diri. Kami telah memeriksa saksi-saksi untuk dimintai keterangan. Kami juga mengamankan satu unit sepeda motor milik korban," jelas Mukhlason.

Sumber : detik.com

Lantaran Cintanya Ditolak Janda, Pria Asal Banyuwangi Bunuh Diri

BLITAR JATIM - Diduga karena sakit asmanya kambuh, MISWAN warga Selorejo Blitar meninggal dunia saat berada di ladang milik Joko Suprayitno warga Desa Sumberagung Kecamatan Selorejo Blitar. Peristiwa ini diketahui sekitar pukul 07.30 WIB pagi tadi.
 
Kasubag Humas Polres Blitar AKP IMAM SUBECHI saat dikonfirmasi mengatakan peristiwa terjadi pukul 06.30 WIB, WISMAN berangkat ke ladang, untuk bekerja membersihkan rumput. Sesampainya di ladang, WISMAN membersihkan rumput bersama 6 orang temannya. 

Sekitar pukul 07.30 WIB, WISMAN tiba-tiba terjatuh terlentang lemas. Salah satu temannya mendekati WISMAN, setelah dilihat kondisinya WISMAN sudah meninggal dunia. 


Melihat kejadian ini temannya langsung melaporkan ke perangkat desa setempat serta dilanjutkan ke Polsek Selorejo Blitar.
 
Petugas dan tim medis yang datang ke lokasi melakukan evakuasi dan pemeriksaan. Dari hasil pemeriksaan luar tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh WISMAN. 

Diduga WISMAN meninggal dunia karena sakit asmanya kambuh. Hal tersebut diperkuat oleh keterangan pihak keluarga, bahwa WISMAN mempunyai riwayat asma kurang lebih 10 tahun. 

Pihak keluarga tidak menginginkan otopsi, jenazah langsung dimakamkan.

Sumber : andikafm.com

Diduga Sakitnya Kambuh, Warga Blitar Meninggal Di Ladang

JOMBANG JATIM - Puluhan warga berunjuk rasa di kantor Desa Sumberagung, Kecamatan Megaluh, Kabupaten Jombang. Mereka menuntut dua perangkat desa setempat dicopot lantaran diduga berzina.

Puluhan warga Desa Sumberagung mengawali aksinya dengan berorasi di depan kantor desa setempat. Massa emak-emak dan kaum pria tersebut juga membentangkan sejumlah poster berisi tuntutan. Seperti 'Turunkan perangkat mesum yang tak bermoral' dan 'Jangan ada perangkat desa yang tak bermoral'.

Perwakilan Warga Desa Sumberagung Pambudi (38) mengatakan, warga mendesak Kepala Desa Sumberagung mencopot dua perangkatnya. Yakni Kaur Umum Supaji dan Kasi Pemerintahan Ernawati.

"Warga Sumberagung menuntut kedua perangkat itu diberhentikan secara hukum. Yang mereka lakukan adalah perzinaan," kata Pambudi kepada wartawan di lokasi unjuk rasa, Senin (19/10/2020).

Pambudi menjelaskan Ernawati pernah ketahuan warga berselingkuh dengan pria idaman lain. Kasi Pemerintahan Desa Sumberagung itu membuat pernyataan tidak akan mengulangi perbuatannya. Namun, Ernawati justru diduga berselingkuh dengan Supaji. Padahal keduanya sudah berkeluarga.

"Kami akan demo dengan massa lebih besar kalau tuntutan warga tidak dikabulkan," tegasnya.

Dibantu polisi dan TNI, Pemerintah Desa Sumberagung menggelar audiensi dengan perwakilan warga. Pemdes meminta lima ketua RW di desa ini menyampaikan tuntutannya secara tertulis.

Kepala Desa Sumberagung Indarto menjelaskan, tuntutan warga dari 5 RW ternyata sama. Yakni meminta Supaji dan Ernawati dicopot dari jabatan mereka. Dia membenarkan kedua perangkatnya itu menjalin hubungan terlarang.

"Sudah ada pernyataan tertulis dari masing-masing oknum, dia mengakui perbuatannya," ungkapnya.

Indarto menambahkan, pihaknya tidak bisa serta merta mencopot kedua perangkat Desa Sumberagung. Karena kewenangan pemberhentian perangkat desa di tangan Camat Megaluh.

"Kami tetap akan menerima tuntutan warga yang meminta kedua perangkat ini dilepas dari jabatannya. Namun, keputusan nanti ada di tingkat kecamatan," tandasnya

Sumber : detik.com

Gegara ada Perangkat Desa Yang Zina, Warga Jombang Demo

PROBOLINGGO JATIM - Sesosok bayi ditemukan di kebun kopi di Dusun Bremi Tengah, Desa Bremi, Krucil, Probolinggo. Kondisi bayi tersebut masih hidup.

Bayi tersebut ditemukan pertama kali oleh Mustakim (19) saat mencari kayu bakar di kebun kopi di belakang rumahnya.

"Saya mau cari kayu bakar untuk masak. Saya mendengar suara bayi menangis, saya cari sumber suara. Ternyata ada bayi telanjang. Tidak ada ari-arinya dan tali pusar sudah terpotong," ujar Mustakim saat dimintai keterangan anggota Polsek Krucil, Senin (19/10/2020).

Mustakim langsung membawa bayi tersebut pulang dan diterima oleh ibunya, Satuni (41). Selanjutnya penemuan bayi itu diteruskan ke polisi. Polisi yang datang segera membawa bayi ke bidan setempat.

Kapolsek Krucil Iptu Agus Supriyanto mengatakan sudah menindaklanjuti penemuan bayi itu. Pihaknya sudah melakukan olah TKP.

"Benar, warga Dusun Bremi Tengah menemukan bayi di kebun kopi saat mencari kayu bakar. Kita lakukan olah TKP dan melakukan penyelidikan untuk mengungkap siapa kedua orang tua yang tega membuang buah hatinya sendiri," kata Agus.

Agus meminta semua kepala desa di area lereng Gunung Argopuro yang merasa ada warganya hamil dan bayinya tidak ada segera melaporkan ke kantor polisi terdekat.

Sumber : detik.com

Miris, Bayi Baru Lahir di Probolinggo Dibuang Ibunya Di Kebun Kopi

KEDIRI JATIM - Wakinem, usia 68 tahun, warga Dusun Wates Desa Tarokan Kecamatan Tarokan Kabupaten Kediri ditemukan gantung diri di pohon mangga dekat rumah tinggal. Diduga WAKINEM gantung diri karena depresi. 

Gantung diri ini diketahui sekitar jam 13.00 WIB, siang tadi.

Kapolsek Tarokan Polres Kediri Kota, IPTU Karyawan Hadi, yang dikonfirmasi menjelaskan kejadian pertama kali diketahui MARTI, warga setempat. Pada saat mencari kayu bakar di perkebunan mangga, MARTI melihat WAKINEM sudah dalam keadaan tergantung di pohon mangga kurang lebih 4 meter. 

Melihat kejadian tersebut, MARTI langsung melaporkan ke perangkat desa dan diteruskan ke Polsek Tarokan Polres Kediri Kota. 

Dari hasil pemeriksaan petugas yang datang ke lokasi, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Berdasarkan keterangan keluarga, diduga WAKINEM gantung diri karena depresi. 

Sesuai permintaan keluarga, jenazah WAKINEM langsung dibawa ke rumah duka.

Sumber : andikafm.com

Depresi, Nenek Di Kediri Tewas Gantung Diri

BLITAR JATIM - Aplikasi TikTok mempertemukan si kembar Trena Treni yang 20 tahun terpisah. Mereka terpisah akibat adanya konflik Ambon pada 1999.

Pertemuan mereka berawal dari posting-an Treni Fitri Yana warga Kademangan, Kabupaten Blitar yang menarik perhatian warga Tasikmalaya, Jawa Barat. Mereka menyangka tetangganya yang bernama Trena Mustika, yang lihai membuat konten TikTok itu.

Namun setelah ditanyakan kepada Trena, dia mengaku bukan pengisi konten itu. Yang membuat Trena ikut penasaran, bagaimana mungkin wajah Treni sangat mirip dengannya. Trena pun kemudian menelusuri akun media sosial Treni lainnya. Lalu ia mencoba berkomunikasi dengan berkomentar di tiap posting-an Treni.

"Awalnya saya gak begitu respons. Karena saya juga berdagang online. Tapi yang ditanyakan bukan dagangan saya. Malah lebih ke pribadi saya," tutur Treni kepada wartawan, Senin (19/10/2020).

Lama kelamaan, Treni penasaran juga. Karena beberapa orang yang belakangan diketahui kakak-kakak kandungnya, mengirimkan foto Trena Mustika. Mereka juga menyebutkan nama wanita yang selama ini mengasuh Treni di Blitar.

"Baru pada 14 Oktober lalu, mereka video call sama saya. Dan ya ampun, gak nyangka. Ternyata saya punya kembaran. Identik banget, cara berpakaian kami, cara bicara kami. Selama ini ibu saya gak pernah ngasih tahu kalau saya kembar," ungkapnya.

Fakta di depan mata membuat perasaan Treni tak karuan. Antara senang, sedih, tak percaya bahkan sampai syok mendapati kenyataan bahwa ada wanita lain yang serupa dan sedarah dengannya. Awalnya, Treni tidak mampu menanyakan fakta itu kepada ibunya. Namun sang ayah kandung akhirnya menghubungi sendiri ibu yang mengasuhnya selama ini.

Rabu (21/10), Treni berencana menemui keluarga aslinya dan saudara kembarnya di Tasikmalaya. Mereka yang terpisah sejak usia sekitar 2 tahun itu, akan kembali bertemu berkat aplikasi TikTok.

Dari ayahnya di Tasikmalaya, Treni mendapat cerita jika dia terpisah dengan saudara kembarnya akibat konflik Ambon pada 1999. Ayahnya yang sibuk mengurusi ibu mereka di rumah sakit, terpaksa menitipkan anak kembar ke tetangga yang sesama transmigran dari Jawa.

Ketika Ambon berkecamuk, ayah mereka hanya menemukan Trena. Sementara Treni kabarnya sudah dibawa tetangga pulang ke Jawa. Namun posisi Jawa bagian mana, keluarga ini kehilangan jejak. Treni pun bak hilang ditelan bumi.

"Soal cerita ini nanti saja kalau saya sudah bertemu mereka. Bagaimana saya bisa terpisah dari keluarga dan kembaran saya," pungkasnya.

Sumber : detik.com

Berkat Tiktok, Dua Cewek Kembar Ini Dipertemukan Lagi Usai Pisah 20 Tahun

BLORA JATENG - Jebakan tikus beraliran listrik kembali menelan korban jiwa. Kali ini sepasang suami istri di Dukuh Peting, Desa Kutukan, Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, tewas akibat tersetrum listrik jebakan tikus di sawah miliknya.

Komandan Koramil Randublatung Kapten Inf Suahmad mengatakan, kedua korban pasutri itu bernama Jamal (60) dan Lani (55). Keduanya ditemukan meninggal oleh menantunya.

"Keduanya ditemukan meninggal dunia pada malam hari dengan luka bakar di tangan akibat tersetrum," kata Suahmad saat dihubungi wartawan, Sabtu (17/10/2020).

Suahmad menceritakan, pada Jumat (16/10) sore sekitar pukul 15. 15 WIB, kedua korban berpamitan kepada keluarga menuju ke sawah. Namun hingga malam hari keduanya tak kunjung pulang ke rumah.

"Karena sudah malam dan tak kunjung pulang. Akhirnya si menantu bernama Susanto mencari ke sawah," terangnya.

Sesampainya di sawah, menantunya kaget melihat tubuh kedua korban sudah membujur kaku tergeletak di pinggir sawah dengan luka bakar di telapak tangan. Kejadian tersebut langsung dilaporkan ke Babinsa dan petugas kepolisian.

"Setelah dilakukan olah TKP oleh polisi, ditemukan luka bakar di tangan korban, yang diduga akibat memegang kabel kawat beraliran listrik untuk menjebak tikus," jelas Suahmad.

Untuk korban Jamal mengalami luka-luka di semua jari telapak tangan kanan mengelupas akibat luka bakar, sedangkan korban Lani kulit telapak tangan kanan robek dan melepuh akibat luka bakar.

"Pada tubuh kedua korban tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan. Murni kecelakaan akibat memegang kawat beraliran listrik," ujar Suahmad.

Jasad keduanya langsung dievakuasi dan diserahkan ke keluarga. "Pagi ini langsung dimakamkan," sambungnya.

Suahmad mengimbau agar warga tak lagi memasang jebakan tikus beraliran listrik, mengingat sudah banyaknya korban jiwa akibat tersetrum.

"Cara ini tidak aman dan membahayakan nyawa. Kami imbau kepada warga tidak lagi menggunakan cara seperti ini untuk membasmi hama tikus," pesan Suahmad.

Sumber : detik.com

Pasutri Di Blora Tewas Tersetrum Listrik Jebakan Tikus

TULUNGAGUNG JATIM - AS seorang guru PNS warga Desa Dono Kecamatan Sendang Kabupaten Tulungagung ditemukan meninggal dunia setelah melakukan bunuh diri di bangunan kandang ayam dekat rumahnya.

Menurut AIPDA M. Sunaryo Kasi Humas Polsek Sendang Polres Tulungagung saat dikonfirmasi mengatakan, peristiwa bunuh diri ini diketahui warga sekitar jam 12.30 WIB. Korban pertama kali diketahui meninggal oleh Suryono adik ipar korban. Sejumlah saksi sebelumnya melihat korban berjalan sendirian menuju barat rumahnya sekitar jam 11.00 WIB. Namun sampai jam 12.00 WIB jelang sholat Jumat, korban tidak kunjung pulang ke rumah.

Suryono kemudian mencari disekitar kandang ayam dan menemukan korban sudah meninggal dunia dalam kondisi tergantung menggunakan seutas tali plastik. 

Kejadian ini kemudian dilaporkan warga dan perangkat desa ke Mapolsek Sendang.

AIPDA M. Sunaryo menambahkan, sebelum kejadian korban sempat ke sekolah tempatnya mengajar sekitar jam 07.00 WIB dan pulang ke rumah sekitar jam 11.00 WIB. Pihak keluarga juga menceritakan bahwa korban menderita linglung dan pernah menjalani pemeriksaan di salah satu rumah sakit swasta di Kediri. 

Dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Keluarga juga menerima keadaan tersebut dengan ikhlas.

Sumber : andikafm.com

Depresi, Seorang PNS di Tulungagung Tewas Bunuh Diri