Social Items

Showing posts with label penciptaan langit dan bumi. Show all posts
Showing posts with label penciptaan langit dan bumi. Show all posts
Al-Qur’an menyebutkan dalam sittati ayyaamin yang bererti enam masa yang panjang.


Sebagaimana dalam al-qur’an   (Q.S. Al-Sajdah [32] :4 ):

اللَّهُالَّذِيخَلَقَالسَّمَاوَاتِوَالْأَرْضَوَمَابَيْنَهُمَافِيسِتَّةِأَيَّامٍثُمَّاسْتَوَىعَلَىالْعَرْشِمَالَكُمْمِنْدُونِهِمِنْوَلِيٍّوَلَاشَفِيعٍأَفَلَاتَتَذَكَّرُونَ

Artinya : “Allah-lah yang telah menciptakan langit dan bumi dan segala yang ada diantara keduanya dalam waktu enam hari, kemudian dia bersemayam di atas Arsy. Kamu semua tidak memiliki seorang penolong dan pemberi syafaat pun selain diri-Nya. Lalu, apakah kamu tidak memperhatikannya ?”

Dari ayat di atas Allah SWT menyebutkan penciptaan langit dan bumi dalam enam masa (sittati ayyaamin) selanjutnya para mufasir bersepakat dalam menafsirkan ayat ini, bahwa yang disebut dengan  (sittati ayyaamin) adalah enam tahapan atau proses bukan enam hari sebagaimana mengartikan kata ayyaamin.

Adapun kronologis penciptaan dalam Al-Qur’an adalah :

MASA PERTAMA

َوَلَمْيَرَالَّذِينَكَفَرُواأَنَّالسَّمَاوَاتِوَالْأَرْضَكَانَتَارَتْقًافَفَتَقْنَاهُمَاوَجَعَلْنَامِنَالْمَاءِكُلَّشَيْءٍحَيٍّأَفَلَايُؤْمِنُون

Artinya: “Dan apakah orang-orang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya…”(Q.S. AlAnbiya [21] :30)

Ini dimulai dengan sebuah ledakan besar (bigbang) sekitar 12-20 miliar tahun lalu. Inilah awal terciptanya matahari, tenaga, dan waktu. “Ledakan” pada hakikatnya adalah pengembangan ruang.

Matahari yang mula-mula terbentuk adalah hydrogen yang menjadi bahan dasar bagi bintang-bintang generasi pertama. Hasil dari nuklir antara gas-gas hydrogen, meghasilkan unsur-unsur yang lebih berat, seperti karbon, oksigen, sampai besi atau disebut juga Nukleosintesis Big Bang.

Nukleosintesis Big Bang terjadi pada tiga minit pertama penciptaan alam semesta dan bertanggung jawab atas banyak perbandingan kelimpahan 1H (protium), 2H (deuterium), 3He (helium-3), dan 4He (helium-4), di alam semesta. Meskipun 4He terus saja dihasilkan oleh mekanisma lainnya (seperti fusi bintang dan peluruhan alfa) dan jumlah jejak 1H terus saja dihasilkan oleh spalasi dan jenis-jenis khusus peluruhan radioaktif (pelepasan proton dan pelepasan neutron), sebagian besar masa ‘isotop-isotop’ ini di alam semesta, dan semua kecuali jejak-jejak yang tidak signifikan dari 3He dan deuterium di alam semesta yang dihasilkan oleh proses langka seperti peluruhan kluster, dianggap dihasilkan di dalam proses Big Bang.

Inti atom unsur-unsur ini, bersama-sama 7Li, dan 7Be diyakini terbentuk ketika alam semesta berumur 100 sampai 300 detik, setelah plasma kuark–gluon primordial membeku untuk membentuk proton dan neutron. Karena periode nukleosintesis Big Bang sangat singkat sebelum terhentikan oleh pengembangan dan pendinginan, tidak ada unsur yang lebih berat daripada litium yang dapat dibentuk.(Unsur-unsur terbentuk pada waktu ini adalah dalam keadaan plasma, dan tidak mendingin ke keadaan atom-atom netral hingga waktu yang lama).

 MASA KEDUA

هُوَالَّذِيخَلَقَلَكُمْمَافِيالْأَرْضِجَمِيعًاثُمَّاسْتَوَىإِلَىالسَّمَاءِفَسَوَّاهُنَّسَبْعَسَمَاوَاتٍوَهُوَبِكُلِّشَيْءٍعَلِيمٌ

Artinya : “Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak (menciptakan) langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. dan Dia Maha mengetahui segala sesuatu” (Q.S. Al-Baqarah [2] : 29)

Masa ini adalah pembentukan langit. Pengetahuan saat ini menunjukan bahwa langit biru hanyalah disebabkan hamburan cahaya matahari oleh partikel-partikel atmosfera. Di luar atmosfera langit biru tidak ada lagi, yang ada hanyalah titik cahaya bintang , galaksi, dan benda-benda langit lainnya.

Jadi, langit bukanlah hanya kubah biru yang ada di atas sana, melainkan keseluruhan yang ada di atas sana (bintang-bintang, galaxy, dan benda-benda langit lainnya), maka itulah hakikat langit yang sesungguhnya. Adapun dalam fasa ini, pembentukan bintang-bintang di dalam galaksi yang masih berlangsung hingga saat ini.

MASA KETIGA

Pada masa ini dalam penciptaan alam semesta adalah proses penciptaan tata surya, termasuk bumi. Selain itu pada masa ini juga terjadi proses pembentukan matahari sekitar 4,6 juta tahun lalu dan mulai di pancarkannya cahaya dan angin matahari. Proto-bumi (bayi bumi) yang telah terbentuk terus berotasi menghasilkan fenomena siang dan malam di bumi sebagaimana yang Allah SWT firmankan dengan indah :

وَأَغْطَشَلَيْلَهَاوَأَخْرَجَضُحَاهَا

Artinya : “dan Dia menjadikan malamnya gelap gelita, dan menjadikan siangnya terang benderang.” Q.S An-Nazi’at [79] : 29

MASA KEEMPAT 

Bumi yang terbentuk dari debu-debu antara bintang yang dingin mulai menghangat dengan pemanasan sinar matahari dan pemanasan dari dalam (endogenik) dari peluruhan unsur-unsur radioaktif di bawah kulit bumi.

Akibat pemanasan endogenik itu materi di bawahkulit bumi menjadi lebu,antara lain muncul sebagai lava dari gunung api. Batuan basalt yang menjadi  dasar lautan dan granit yang menjadi batuan utama di daratan merupakan hasil pembekuan materi leburan tersebut. Pemadatan kulit bumi yang menjadi dasar lautan dan daratan itulah yang tampaknya dimaksudkan “penghamparan bumi” .sebagaimana Allah SWT berfirman :

وَالْأَرْضَبَعْدَذَلِكَدَحَاهَا

Artinya :“dan bumi sesudah itu dihamparkan-Nya.”(Q.S. an-Naziat [79] :30)

MASA KELIMA

Hadirnya air dan atmosfer di bumi menjadi prasyarat terciptanya kehidupan di bumi. Sebagaimana firmanAllah SWT :

وَجَعَلْنَامِنَالْمَاءِكُلَّشَيْءٍحَيٍّأَفَلَايُؤْمِنُونَ

Artinya :“…dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup… “ (Q.S. al-anbiya [21] : 30

Selain itu, pemanasan matahari menimbulkan fenomena cuaca dibumi, yakni awan dan halilintar. Melimpahnya air laut dan kondisi atmosfer purba yang kaya akan gas metan (CH4)dan ammonia (NH3) serta sama sekali tidak mengandung oksigenbebas dengan bantuan energy listrik dan halilintar diduga menjadi awal kelahiran senyawa organic.

Senyawa organic yang mengikuti aliran air akhirnya bertumpu di laut. Kehidupan diperkirakan bermula dari laut yang hangat sekitar 3,5 miliar tahun lalu berdasarkan fosil tertua yang pernah ditemukan. Sebagaimana dikembalikan pada surat Al Anbiya [21] ayat 30 yang telah menyebutkan bahwasannya semua makhluk hidup berasal dari air.

 MASA KEENAM

Masa keenam dalam proses penciptaan ala mini adalah dengan lahirnya kehidupan di bumi yang dimulai dari makhluk bersel tunggal dan tumbuh-tumbuhan. Hadirnya tumbuhan dan proses fotosintesis sekitar 2 miliar tahun lalu menyebabkan atmosfer mulai terisi dengan oksigen bebas. Pada masa ini pula proses geologis yang menyebabkan pergeseran lempengan tektonik dan lahirnya rantai pegunungan di bumi terus berlanjut.

Setelah mengkaji cara Al-Quran menjelaskan tentang penciptaan alam semesta. Penulis menyadari bahwa ilmu pengetahuan dan Al-Qur’an adalah bagaikan dua sisi mata yang tak bisa dipisahkan antara satu sama lainnya. Seperti yang dikatakan oleh saintis Albert Einsten: ”religion without science is blind and science without religion is damage.” (Albert Einstein, 1960)

PENJELASAN

Allah menciptakan bumi dalam 2 hari, kemudian Dia menciptakan langit. Kemudian dia beristiwa ke atas langit, lalu Allah sempurnakan langit dalam 2 hari yang lain. Kemudian Allah daha al-Ardha (menyempurnakan bumi).

Bentuk penyempurnaan bumi adalah dengan Dia keluarkan dari bumi mata air, tumbuh-tumbuhan, Allah ciptakan gunung, benda mati, dataran tinggi, dan segala yang ada di antara langit dan bumi, dalam 2 hari. Itulah makna firman Allah, “Bumi dihamparkannya.” Sementara firman Allah, “Dia menciptakan bumi dalam 2 hari.” Diciptakanlah bumi dan segala isinya dalam 4 hari dan diciptakan semua langit dalam 2 hari. (HR. Bukhari secara Muallaq sampai al-Minhal, 16/85).

Kesimpulanya

Sesungguhnyaya Allah maha pencipta dan maha berkuasa. Dengan rasa ingin tahu yang tinggi, manusia berlumba untuk mencari dan menkaji alam semesta pada  hakikat pada saat terciptanya alam semesta ini sudah tercatatnya dalam Al-quran.

Pada abad 19 ~20 teori telah pun dikaji dan disampaikan kepada yang lain, mulai dari yang diakui hingga yang ditolak. Padahal  sudah 14 abad yang lalu Al-quran telah memberikan isyarat tentang penciptaan alam semesta ini.

Ilmu dan Agama pada hakikatnya akan selalu selaras. Ilmu yang tidak dilandasi agama maka ia akan runtuh karena tidak ada keimanan di dalamnya. Begitu pula dalam  ilmu-ilmu pengetahuan umum, sesungguhnya Allah SWT telah lebih dahulu memberitahukannya di dalam Al-quran.

WALLOHUA'LAM BISSHOWAB

Sumber : muhamadfaqih96.blogspot.co.id

Proses Penciptaan Langit dan Bumi Dalam Al-Qur'an

Kehidupan Dunia adalah alam yang kita tempati saat ini, alam yang telah disiapkan oleh Allah Swt sebagai tempat untuk manusia beribadah kepada-Nya.


Alam dunia adalah alam ujian bagi manusia untuk membuktikan perkataannya ketika berada di alam ruh (Al- A’raaf : 172) apakah mereka masih beriman ataukah malah berkhianat.

Alam ini pun sebagai alam perlombaan manusia untuk menunjukan tingkat derajat keimanan dan ketakwaannya serta berlomba untuk berbuat amal baik kepala Sang Pencipta.

Namun halnya, bahwa manusia adalah makhluk yang tidak akan pernah luput dari khilap atau salah maka Allah Berfirman dalam surah Al- Mulk ayat 2:

Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.”


Allah Maha Perkasa dan Maha Pengampun, kedua sifat Allah Swt ini menekankan bahwa Allah Swt lah yang bisa menjadikan seseorang mati dan Allah lah yang akan menghidupkannya, seperti halnya janin yang sebelum berumur 40 hari, maka ketika berumur 40 hari Allah menghidupkan janin itu dengan meniupkannya ruh dan ketika Alam akhirat tiba Allah akan membangkitkan manusia dari kuburnya.

Allah pun maha perkasa dengan bisa membuat orang mati, yaitu ketika kiamat terjadi, manusia meninggal dan sebagainya. Allah Maha Pengampun, Manusia tempatnya dosa dan salah sehingga jika manusia bertobat dengan sungguh-sungguh dan mengakui kesalahan, maka Allah akan menghapus kesalahannya dan menjadikan amal baik baginya.

Dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan.”

Yang dimaksud dengan dua jalan ialah jalan kebajikan dan jalan kejahatan. Jalan yang bisa dilakukan manusia di dunia, jalan yang menentukan akhir dari perjalan hidup manusia, jalan yang menentukan Surga atau Neraka.

Hai manusia, Sesungguhnya kamu telah bekerja dengan sungguh-sungguh menuju Tuhanmu, Maka pasti kamu akan menemui-Nya.”

Maksud dari firman Allah Swt dalam surah Al Insyiqaaq ayat 6 di atas adalah manusia di dunia itu baik disadarinya atau tidak akan dalam perjalanan kepada Tuhannya.

Dan tidak dapat tidak dia akan menemui Tuhannya untuk menerima pembalasan-Nya dari perbuatannya yang buruk maupun yang baik dalam menjalankan hidupnya di dunia. Yakinlah jika di hari Pembalasan nanti manusia akan bertemu Zat Allah Yang Maha Raja, Raja yang menguasai hari Akhir.

Sehingga sadarlah dan berbuat baiklah dari sekarang jangan sampai terus-terusan berbuat dosa dan mungkar. Allah adalah zat Yang Maha Pengampun, maka mohon ampunlah dari saat ini dan kedepan.

Dan ingatlah bahwa kesenangan dunia itu adalah sementara, jangan sampai terbuai oleh kesenangan dunia yang maya dan sesaat ini. Namun bukan berarti manusia tidak boleh menikmati hidup dunia dan mengejar dunia.

Manusia juga harus mengejar hidupnya di dunia agar bahagia, karena yang mendorong manusia dapat beriman dan bertakwa ternyata adalah kehidupan dunianya, seperti harta, pekerjaan dan sebagainya.

Seperti yang sering manusia do’a kan, yaitu doa sapu jagad, yang maknanya kurang lebih begini ‘ Ya Rabb berikanlah kehidupan yang baik di dunia ini dan kehidupan akhirat pun berikan yang terbaik dan jauhkanlah aku dari neraka yang pedih.’

Firman Allah Swt dalah surah Al- Hadid ayat: 20

Ketahuilah, bahwa Sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah- megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan Para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu Lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.” 

Wallohua'lam Bisshowab

Kehidupan Manusia di Alam Dunia Sebelum Ke Alam Barzah

Alam Arham adalah ketika manusia berada di Rahim ibunya. Arham adalah bentuk jamak dari kata “rahim”. Rahim berarti kasih sayang. Alam arham adalah suatu alam di mana manusia dibentuk atas dasar kasih sayang Allah kepada hamba-Nya. Saat di alam arham ini, sejak itulah terjalin kasih sayang yang disebut silaturahim.


Sebelum rahim itu ditempelkan kepada manusia, sebelum ditempelkan kepada manusia rasa kasih sayang Allah itu di sifat rahim tersebut, maka dia (rahim) berbicara kepada Allah:
 “Tuhan, inilah saatnya aku berlindung kepada-Mu dari putusnya tali kasih sayang.

Dijawab oleh Allah,
Ketahuilah wahai rahim, Aku akan terhubungkan dengan orang yang menghubungkan denganmu, dan Aku akan memutuskan hubungan dengan orang yang memutuskanmu.” (Hadits Qudsi)

Ketika durhaka terhadap ibu kita, maka berarti kita putus dari rahmat Allah. Ketika bermusuhan dengan saudara kita, berarti kita putus dengan rahmat Allah. Karena itulah, seperti diinformasikan Alquran, bahwa dosa kedua sesudah durhaka kepada Allah adalah dosa memutuskan silaturahim.

"(yaitu) orang-orang yang melanggar perjanjian Allah sesudah perjanjian itu teguh, dan memutuskan apa yang diperintahkan Allah (kepada mereka) untuk menghubungkannya dan membuat kerusakan di muka bumi. Mereka itulah orang-orang yang rugi". (Q.S. Al-Baqarah: 27)

Dosa pertama manusia adalah mengingkari janji dengan Allah. Jika orang tersebut mulanya bertauhid tapi kemudian syirik, maka itu berarti dia melanggar janji dengan Allah. Semua ibadah yang dia lakukan menjadi tidak berarti. Dosa kedua adalah memutuskan apa yang diperintahkan oelh Allah untuk dihubungkan, yaitu silaturahim.

Informasi dari Alquran mengenai alam rahim adalah sebagai berikut:

"Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha Sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik." (Q.S. Al-Mu’minun: 12-14)

Ketika di dalam rahim ibu, jasad kita diciptakan dalam 7 tahap.
Pertama, saripati tanah.
Kedua, nuthfah (air mani yang bercampur dengan telur).
Ketiga, ‘alaqah (segumpal darah yang melekat pada dinding rahim).
Keempat, mudgah (segumpla daging yang warnanya merah kehitam-hitaman).
Kelima, tulang-belulang.
Keenam, tulang itu dibungkus oleh daging. Ketujuh, diberi bentuk lain, maksudnya dia tidak sama dengan bapaknya, tidak sama dengan ibunya, tidak sama dengan orang yang lain, sehingga tak ada manusia yang sama. Jangankan wajahnya, jangankan organ tubuhnya, bahkan sidik jarinya pun berbeda.

Dalam suatu buku berjudul “Al-Arqam wa Tarqim fil Qur’anil Karim (Angka dan Bilangan dalam Al-Qur’an)” diuraikan, bahwa al-insaan (dalam bahasa Arab) yang artinya adalah manusia jumlah hurufnya adalah 7 (alif, lam, alif, nun, sin, alif, nun). Mengapa al-insan itu terdiri dari 7 huruf? Karena manusia diciptakan dalam rahim melalui 7 tahap. Kemudian dia hidup di alam dunia 7 hari dalam sepekan.

Nanti setelah meninggal dunia, maka 7 alam lagi yang akan dijalani manusia, yaitu sakaratul maut, alam barzah, kiamat, yaumul ba’ats, yaumul mahsyar, neraka, dan, surga.

Karena itulah, ibadah haji itu serba tujuh: thawaf 7 putaran, sa’i 7 kali bolak-balik antara Shafa dan Marwa, melontar Jamrah 7 kali. Jadi semua ini sudah diatur secara sistematis oleh Allah.

Disebutkan juga di buku tersebut, bahwa manusia berada di antara pengaruh dua makhluk, sebelah kanannya malaikat, sebelah kirinya setan. Setan di dalam bahasa Arab adalah asy-syaithaanu. Malaikat bahasa Arabnya adalah al-malaaikatu. Jumlah huruf kedua-duanya sama-sama 7 huruf. Al-malaaikatu (alif, lam, mim alif hamzah, kaf, ta) dan Asy-syaithaanu (alif, lam, syin, ya, tha, alif, nun).

Selanjutnya dalam buku itu juga disebutkan, bahwa kata-kata al-malaaikat dan kata-kata asy-syaithaan itu di Alquran terulang sama banyaknya, yaitu sama-sama 89 kali. Selanjutnya, masing-masing mempengaruhi manusia dengan 7 cara pula. Malaikat mempengaruhi manusia melalui 7 cara, dan setan pun menyesatkan manusia melalui 7 cara.

Setelah bentuk lain sempurna (seluruh organ tubuh manusia sempurna), disebutkan di dalam Alquran:

"Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniupkan ke dalamnya ruh (ciptaan) Ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud". (Q.S. Al-Hijr: 29)

Pada usia berapakah ruh tersebut ditiupkan? Di Alquran memang tidak disebutkan, tetapi di hadis disebutkan, yaitu pada usia 4 bulan (120 hari). Karena itulah, ibu-ibu yang hamil ketika 4 bulan mulai terasa di perutnya. Ketika itulah baru disebut manusia.

Jadi, penggabungan ruh dan jasad itu terjadi di alam rahim. Karena manusia itu diciptakan dari dua komponen super, yaitu ruhnya dari Allah dan jasadnya dari tanah, maka manusia terikat dengan pemenuhan kebutuhan ruhani dan jasmani.

Perkembangan kejadian jasad 7 tahap menjadi sempurna sesudah 4 bulan Allah meniupkan ruh-Nya, maka jadilah manusia sebagai makhluk yang mono-dualistik (dua komponen dalam satu diri), yaitu komponen Ilahiah berupa ruh dan komponen benda berupa jasad.

Manusia menjadi hidup karena bergabungnya ruh dengan jasad. Begitu ruh keluar dari jasad, berarti manusia mati. Jasmani manusia asalnya tanah, jenisnya materi, sifatnya syahadah, kondisinya berubah dan rusak, masanya di dunia saja, kebutuhannya santapan jasmani, nilai ukuran santapan jasmani adalah uang. Ruhani manusia asalnya dari cahaya Allah, jenisnya immateri (bukan benda), sifatnya gaib, kondisinya kekal, masa hidupnya dunia sampai akhirat, kebutuhannya santapan ruhani, nilai ukurannya adalah pahala.

Semakin banyak pahala yang diproduksi dari iman dan amal shalaeh, maka akan semakin bahagia ruhnya. Semakin mampu manusia memproduksi uang, maka semakin terpenuhi kesempurnaan kebutuhan jasmaninya, sehingga semakin bahagia jasadnya. Tapi yang patut diingat, uang itu berguna untuk jasad yaitu selama jasad itu hidup, sedangkan jasad itu hanya hidup di dunia. Jadi, yang banyak uangnya bisa bahagia, namun hanya di dunia. Baru bahagia akhiratnya jika uangnya diubah menjadi pahala, seperti diinfakkan, dizakatkan, dan disedekahkan.

Sesudah digabungkan ruh dan jasad di alam rahim, lalu oleh Allah diberi hidayah (petunjuk). Di dalam Alquran disebutkan, bahwa Allah menciptakan manusia untuk mengujinya:

"Bukankah telah datang atas manusia satu waktu dari masa, sedang dia ketika itu belum merupakan sesuatu yang dapat disebut? Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur yang Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan), karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat. Sesungguhnya Kami telah menunjukinya jalan yang lurus; ada yang bersyukur dan ada pula yang kafir. (Q.S. Al-Insaan: 1-3)

Maka Allah memberikan petunjuk kepada manusia, yaitu: Pertama, hidayatul wujdan (naluri). Kedua, hidayatul hawaas (indera). Ketiga, hidayatul ‘aqli (akal atau logika). Keempat, hidayatud-diin (petunjuk agama atau iman).

Binatang diberikan petunjuk oleh Allah berupa hidayatul wujdan (naluri). Binatang tergerak mencari makan melalui nalurinya. Dia merasa ada bahaya, dia harus menghindar dari bahaya tersebut karena nalurinya. Hidayatul wujdan ini diberikan kepada binatang, tumbuh-tumbuhan, dan manusia.

Kemudian disempurnakan lagi dengan hidayatul hawaas (indera), yaitu berupa pendengaran, penglihatan, perabaan, pencicipan, dan penciuman. Indera ini diberikan kepada binatang dan manusia, sedangkan tumbuh-tumbuhan tidak.

Kemudian disempurnakan lagi dengan hidayatul ‘aqli (logika/akal). Di sini berlaku hukum sebab-akibat. Indera begitu terbatas, sehingga akal menyempurnakannya. Misalkan, mata kita bisa saja melihat sesuatu yang itu bukanlah realitas sebenarnya.

Alam ini bukan yang nyata saja, melainkan juga ada yang gaib. Untuk yang gaib, maka turunlah wahyu dari Allah kepada para Rasul, yaitu disampaikan bahwa di balik alam yang nyata dan tampak ini, maka Yang Gaib dan Yang Menciptakannya adalah Allah. Maka, orang yang menerima petunjuk itu disebut hidayatud-diin (petunjuk agama), yang kemudian jadilah iman.

Ketika Allah memberikan akal, maka kepada orang kafir juga diberikan. Tetapi hidayatud-diin (petunjuk agama) hanya diberikan kepada orang yang beriman.

Ketika di alam rahim itu ditetapkan oleh Allah qadar (ukuran), yaitu rencana Allah kepada manusia. Ada empat qadar yang ditetapkan oleh Allah, yaitu: umur, rezeki, bahagia, dan sengsara. Hal ini termaktub di dalam Alquran:

"Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki) Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu". (Q.S. 65 Ath-Thalaaq: 3)

"Tidak ada suatu keberatanpun atas Nabi tentang apa yang telah ditetapkan Allah baginya. (Allah telah menetapkan yang demikian) sebagai sunnah-Nya pada nabi-nabi yang telah berlalu dahulu. Dan adalah ketetapan Allah itu suatu ketetapan yang pasti berlaku", (Q.S. 33 Al-Ahzaab: 38)

"Tidak ada suatu keberatanpun atas Nabi tentang apa yang telah ditetapkan Allah baginya. (Allah telah menetapkan yang demikian) sebagai sunnah-Nya pada nabi-nabi yang telah berlalu dahulu. Dan adalah ketetapan Allah itu suatu ketetapan yang pasti berlaku, (Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri". (Q.S. 57 Al-Hadiid: 22-23)

Qadar manusia itu ada dua macam, yaitu ada khair (baik) dan syar (buruk). Baik dan buruk dalam qadar tersebut berdasarkan pandangan dan ukuran manusia. Contohnya yang baik adalah kaya, sedangkan yang buruk itu adalah miskin. Yang baik itu pintar, yang buruk itu bodoh, dan sebagainya. Jadi, semuanya sudah direncanakan oleh Allah bagi masing-masing manusia, yaitu sakitnya kapan, sehatnya kapan, kayanya berapa, miskinnya berapa, dan sebagainya. Inilah program dari Allah.

Dalam hal ini, kepada manusia diperintahkan untuk berusaha dan berdoa. Allah berfirman:

"Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdo`a): “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri ma`aflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir”. (Q.S. Al-Baqarah: 286)

Wallohua'lam Bisshowab

Kehidupan Manusia di Alam Rahim (Kandungan) sebelum ke Alam Dunia


Penciptaan Nabi Adam a.s. adalah kisah penciptaan manusia yang pertama. Peristiwa tersebut disebut dalam al-Qur’an dan hadits Rasulullah Muhammad saw.

Ketika Allah berfirman kepada malaikat:

Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.” . (Surat Al Baqarah [2]: 30)

PENGAMBILAN TANAH DI BUMI

Allah telah memerintahkan Malaikat Jibril turun ke Bumi untuk mengambil sebagian kecil tanah sebagai bahan untuk menjadikan Adam, manusia pertama di Bumi.

Walau bagaimanapun, Bumi enggan membenarkan tanahnya diambil, malah Bumi bersumpah dengan nama Allah bahwa Bumi tidak rela untuk menyerahkannya kerena kebimbangannya, mirip seperti yang dibimbangkan oleh para malaikat. Ternyata, Bumi tak mau memberikan tanahnya, maka Jibril kembali ke hadapan Allah setelah mendengar sumpah Bumi tersebut.

Lalu Allah mengutuskan malaikat kedua, yaitu Malaikat Izrafil. Maka Izrafil pun turun ke Bumi untuk mengambil sedikit tanah guna penciptaan Adam, sebagai manusia pertama di Bumi.

Tapi ternyata Malaikat Izrafil juga kembali ke hadapan Allah, karena juga tidak diberikan oleh Bumi, ia tak berdaya dan tak bisa berbuat apa-apa akibat sumpah demi Allah yang dibuat oleh Bumi.

Maka, Allah memerintahkan malaikat ketiga, yaitu Malaikat Izrail untuk melakukan tugas tersebut, dan Allah menugaskan Izrail mendesak Bumi agar tidak menolak walaupun Bumi bersumpah, karena tugas tersebut dijalankan atas perintah dan nama Allah.

Maka, Izrail turun ke Bumi dan mengatakan bahwa kedatangannya adalah atas perintah Allah dan memberi amanat kepada Bumi untuk tidak membantah, yang memungkinkan Bumi mendurhakai Allah.

Menurut Ibnu Abbas, tanah bumi dan syurga, digunakan untuk dijadikan bahan mencipta Adam. Berikut adalah tanah-tanah yang sebagian wilayahnya disebut sebagai bagian dari negara atau wilayah Bumi pada masa kini. Tanah tersebut adalah:

Tanah Baitulmuqaddis (Palestina) – kepala sebagai tempat kemuliaan untuk diletakkan otak dan akal.
Tanah Bukit Tursina (Mesir) – telingasebagai tempat mendengar dan menerima nasihat.
Tanah Iraq – dahi sebagai tempat sujud kepada Allah.
Tanah Aden (Yaman) – muka sebagai tempat berhias dan kecantikan.
Tanah telaga Al-Kautsar – mata sebagai tempat menarik perhatian.
Tanah Al-Kautsar – gigi sebagai tempat memanis-manis.
Tanah Kaabah (Makkah) – tangan kanan sebagai tempat mencari nafkah dan bekerjasama.
Tanah Paris (Perancis) – tangan kiri sebagai anggota untuk melakukan istinjak.
Tanah Khurasan (Iran) – perut sebagai tempat berlapar.
Tanah Babilon (Iraq) – kelamin sebagai organ seks dan tempat bernafsu serta godaan syaitan.
Tanah Tursina (Mesir) – tulang sebagai peneguh manusia.
Tanah India – kaki sebagai anggota tubuh untuk berdiri dan berjalan.
Tanah Firdaus (Syurga) – hati sebagai tempat keyakinan, keimanan, dan kemahuan.
Tanah Taif (Arab Saudi) – lidah sebagai tempat untuk mengucapkan syahadah, syukur dan do’a.

Sesungguhnya tanah yang akan dijadikan “tubuh Adam” adalah tanah pilihan. Maka sebelum dijadikan patung, tanah itu dicampurkan dengan rempah-rempah dan wangi-wangian dari sifat Nur sifat Allah, dan diresmikan dengan air hujan “Barul Uluhiyah”.

PENYEMPURNAAN WUJUD ADAM

Tubuh Adam mempunyai sembilan rongga atau liang. Tujuh liang di kepala dan dua dibawah badan yaitu dua mata, dua telinga, dua hidung, satu mulut, satu dubur dan satu uretra.

Lima panca indera dilengkapi dengan anggota tertentu seperti mata untuk penglihatan, telinga untuk pendengaran, hidung untuk pengesanan bauan, lidah untuk perasa seperti asam, asin, manis dan pahit dan kulit untuk sentuhan bagi panas, dingin, tekanan, viskositas dan sakit.

Ketika Allah menjadikan tubuh Adam, tanah dicampurkan dengan air tawar, asin dan anyir beserta api dan angin.

Kemudian Allah resapkan Nur ke dalam tubuh Adam dengan berbagai “sifat”. Lalu tubuh Adam digenggam dengan genggaman Jabarut dan diletakkan di dalam Alam Malakut.

Tanah itu dicampurkan lagi dengan istilah wewangian dan ramuan dari Nur-Sifat Allah dan dirasmi dengan “Bahrul Uluhiyah“.

Kemudian, tubuh tersebut dibenamkan dalam “Kudral ‘Izzah” yaitu sifat “Jalan dan Jammal” lalu disempurnakan tubuh tersebut.

Waktu kejadian, manusia belum disebut, berapa lama masanya, melalui cara apa, seperti dalam al-Quran suraj Al Insaan (manusia):

Bukankah telah datang atas manusia satu waktu dari masa, sedang dia ketika itu belum merupakan sesuatu yang dapat disebut?” (Surat Al Insaan [76]:1)

Menurut keterangan ulama, tubuh Adam diselubungi dalam tempo 120 tahun, 40 tahun di tanah yang kering, 40 tahun di tanah yang basah dan 40 tahun di tanah yang hitam dan berbau.

Dari situ, Allah ubah tubuh Adam dengan rupa kemuliaan dan tertutuplah dari rupa hakikatnya. Karena proses kejadian itu melalui peringkat yang “kotor”, tidak heran Malaikat dan Iblis memandang rendah akan kejadian manusia yang diciptakan dari tanah.

Izrail yang mengambil tanah, maka Izrail pula yang akan mencabut Rohnya

Ketika Izrail berhasil mengambil tanah dari Bumi, lalu Israil kembali mengadap Allah.

Allah berfirman: “Wahai Israil! Engkau yang Ku-tugaskan untuk mengambil tanah, dan kelak engkau pula yang Aku tugaskan untuk mencabut nyawa manusia”.

Lalu Israil berkata: ”Wahai Tuhanku! Hamba takut akan dibenci oleh seluruh anak Adam!”

Allah menjawab melalui firman-Nya: ”Tidak!, Mereka (manusia) tidak akan memushi engkau”. Aku yang mengaturnya. Lalu Aku jadikan ada sebab untuk mendatangkan kematian mereka seperti terbunuh, terbakar dan sebagainya”.

MASUKNYA ROH ADAM

Roh diperintah Allah untuk memasuki jasad Adam, tetapi seperti makhluk lain, roh itu enggan, malas dan segan karena jasad yang seperti batu. Dikatakan ruh berputar mengelilingi jasad Adam sambil disaksikan malaikat.

Kemudian, Allah memerintahkan Malaikat Izrail untuk memaksa roh memasuki ke dalam tubuh Adam tersebut. Ia memasukkannya ke dalam tubuh dan roh secara perlahan-lahan masuk hingga ke kepalanya yang mengambil masa 200 tahun.

Setelah meresapi ke kepala Adam, maka berfungsilah otak dan tersusunlah urat saraf dengan sempurna. Lalu, terbukalah mata dan  melihat tubuhnya yang masih keras dan juga melihat malaikat di sekelilingnya.

Telinga mulai berfungsi dan didengarnya kalimah tasbih para malaikat. Apabila roh tiba ke hidung, lalu ia bersin dan mulutnya juga terbuka. Allah mengajarkan kalimah “Alhamdulillah” yang merupakan kalimah pertama yang diucapkan Adam, dan Allah sendiri yang membalasnya.

Kemudian, roh tiba ke dadanya, lalu Adam berkeinginan untuk bangun padahal tubuhnya yang bawah masih keras membatu. Ketika itu ditunjukkan sifat manusia yang terburu-buru.

Dan manusia mendo’a untuk kejahatan sebagaimana ia mendo’a untuk kebaikan. Dan adalah manusia bersifat tergesa-gesa”. (Al-Israa’ [17]:11)

Ketika roh sampai di perut, maka organ dalam dan perut tersusun sempurna dan saat itu Adam mula merasakan lapar. Akhirnya, roh meresap ke seluruh tubuh Adam, tangan dan kaki dan berfungsilah dengan sempurna segala darah, daging, tulang, urat saraf dan kulit. Urat-urat berkulit dengan sempurna, yang mana kulit itu kian lama kian cantik dan halus.

Menurut riwayat, kulit Adam sangat baik ketika itu, jika berbanding kulit manusia pada masa kini. Kerena Adam telah diturunkan ke dunia, terjadilah perubahan pada warna kulitnya.

Sebagai peringatan, yang masih tertinggal warnanya hanyalah pada kuku manusia. Oleh karena itu, meskipun orang kulitnya hitam, tetapi warna kukunya adalah sama, ialah putih kemerah-merahan.

Dengan itu, sempurnalah sudah kejadian manusia pertama, dan Adam digelar sebagai “Abul Basyar” yaitu Bapak Manusia. Walau bagaimanapun, hanya Nabi Muhammad s.a.w. mendapat gelaran “Abul Ruh” atau “Abul Arwah” iaitu Bapak segala Roh.

Wajahnya Nabi Adam a.s. cukup cantik rupawan, semua malaikat berasa kagum melihat Adam yang begitu menawan. Kemudian Adam diarak oleh malaikat-malaikat selama 100 tahun lalu diperkenalkan kepada seluruh penghuni jagat raya, dari langit pertama hingga ke langit ketujuh, sebelum dibawa kembali ke syurga tempat awalnya Adam diciptakan.

Wallohua'lam Bisshowab

Kisah Penciptaan Adam, Pengambilan Tanah Oleh Para Malaikat

Allah menciptakan hari-hari dalam seminggu, yaitu: Minggu, Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jum'at, dan Sabtu.



Jika seseorang yang berakal merenungkan hal-hal yang serba tujuh ini, langit yang lantai tujuh, bumi yang sap tujuh, lautan yang tujuh, neraka yang tujuh, tujuh lubang indera, tujuh anggota badan, maka makin yakinlah kita bahwa Penciptanya Allah memiliki kekuasaan dan rahasia yang sangat sulit dijangkau oleh setiap makhluk ciptaan dimuka bumi ini. Dia bukan tujuh pula, atau berada diatas yang tujuh. Namun Dia adalah Pencipta yang serba tujuh, Yang memberikan rezki kepada yang serba tujuh itu, Yang menghidupkan bagi yang tujuh, dan Yang mematikan bagi yang serba tujuh itu.

Sebagian ulama 'mengatakan: "Sesungguhnya Allah telah mencipakan langit dan bumi pada hari ahad. Maka barang siapa yang akan membangun dan menanam, hendaklah ia memulainya pada hari ahad ".

Dan Allah telah menciptakan matahari dan bulan serta bintang gemintang pada hari senin, sedang sifatnya adalah bergerak, karena itu barangsiapa akan berlayar harus ia memulainya pada hari itu.

Dan binatang-binaang diciptakan Allah pada hari selasa, dan Ia bolehkan untuk menyembelih dan menumpahkan darahnya, maka barang siapa akan berbekam, hendaklah ia lakukan pada hari selasa.

Samudera dan sungai-sungai diciptakan Allah pada hari Rabu, dan Ia bolehkan meminum airnya, barang siapa akan meminum obat, hendaklah ia meminumnya pada hari Rabu.

Penciptaan Neraka dan surga pada hari kamis, dan ia jadikan manusia membutuhkan akan masuk surga serta bebas dari neraka, maka barangsiapa yang berhajat kepada manusia, hendaklah ia memintanya pada hari kamis.

Pada hari Jum'at Allah menciptakan Adam dan Hawa dan dikawinkan-Nya pada hari yang sama, maka barangsiapa yang akan mengadakan akad nikah, harus dilakukan pada hari Jum'at.

Uraian singkat dalam Kitab tersebut sebagai berikut:


HARI AHAD

Diriwayatkan oleh Anas bin Malik ra, ia mengatakan: "Rasululloh saw, ditanyakan tentang hari ahad, maka beliau menjawab:" Hari ahad adalah hari menanam dan membangun! "

Para sahabat bertanya: "Apa sebab demikian Ya Rasulullah?
Rasulullah menjawab: "Karena pada hari itulah Allah mulai menciptakan dunia dan memakmurkannya".

(Uraian): Sebagian ulama mengatakan bahwa Pencipta Yang Maha Kuasa telah menciptakan tujuh macam benda di antara makhluk-makhluk, dan setiap satu diantaranya, dipecah lagi menjadi tujuh.


HARI SENIN

Anas bin Malik ra, berkata: "Rasulullah saw telah ditanya tenang hari senin?" Beliau menjawab: "Hari senin adalah hari Pelayaran dan Bisnis".
Sahabat bertanya: "Kenapa bisa demikian itu, Ya Rasulullah?"
Jawab: "Karena Nabi Syits alaihissalam telah berlayar pada hari senin untuk berbisnis dan dia mendapatkan keuntungan yang besar dalam bisnisnya itu."

Uraian: Sebagaian ulama 'telah mengatakan: Alah SWT telah menentukan hari senin itu dengan tujuh kelebihan:
Nabi Idris as, telah naik ke langit pada hari senin.
Nabi Musa as, pergi ke gunung Thursina pada hari senin.
Turun dalil tentang ke-Esa-an Allah pada hari senin.
Rasulullah saw, lahir pada hari senin.
Jibril as, turun untuk pertama kalinya menjumpai Rasulullah, pada hari senin.
Semua amal umat Muhammad diperlihatkan kepada Rasulullah pada hari senin.
Rasulullah saw, wafat pada hari senin.

HARI SELASA.

Anas bin Malik ra, meriwayatkan, ia berkata: "Rasulullah saw, ditanya tentang hari Selasa?" Maka Rasulullah menjawab: "Hari Selasa adalah hari berdarah!"
Sahabat bertanya: "Kenapa bisa demikian, Ya Rasulullah?".
Jawab: "Karena pada hari itulah Siti Hawa haid dan putera Adam membunuh saudaranya sendiri".
Uraian: Sebagaian ulama 'mengatakan: Pada hari selasa tujuh jiwa tewas, yaitu:
Nabi Jurjais alaihissalam.
Nabi Yahya as.
Nabi Zakariya as.
Tukang sihir Fir'aun.
Asiah binti Muzahim, istri Fir'aun.
Sahib sapi Bani Israil.
Habil, putra Nabi Adam alaihissalam.

HARI RABU 

Allah menciptakan cahaya pada hari Rabu
Rabu (Bahasa Arab: Arbaa)= Empat / Keempat. Hari Rabu adalah hari kebinasaan yang berkekalan, kerana pada hari itu Allah SWT menenggelamkan Fir’aun bersama kaumnya. Kaum Samud dan kaum ‘Ad yang mereka itu adalah kaum Nabi Saleh, juga di binasakan oleh Allah pada hari Rabu

Dari riwayat Anas bin Malik, Rasulullah SAW berkata: “Hari Rabu adalah hari yang selalu na’as. Allah SWT menenggelamkan Fira’un dan hampir seluruh bala tentaranya: Allah pula membinasakan Kaum ‘Ad dan Kaum Thamud [kaumnya Nabi Shalih AS] pada hari Rabu.
Beberapa kisah Allah SWT melaknat orang/ kaum yang mengingkarinya pada Hari Rabu:

1.  ‘Auj bin ‘Unuq yang bermaksud menghancurkan Nabi Musa dan kaumnya di hutanbelantara.
Tapi malah dia yang tewas oleh burung Hud Hud, yang membunuhnya dengan batu intan yang menembus tengkuk ‘Auj bin ‘Unuq

2. Qarun – seorang kaya raya yang hidup di zaman Nabi Musa – yang menentang kekuasaan Allah: dibenamkan Allah SWT bersama harta bendanya kedalam perut bumi hingga tewas. [Makanya banyak orang muslim mengenal sebutan harta karun: sebutan untuk harta yang terpendam dalam tanah]

3. Firaun dan tentaranya tenggelam di Laut Nil

4. Namrud dan tentaranya dibunuh oleh gerombolan nyamuk.Allah berfirman: “Hari ini kujadikan daging-daging tentara Namrud sebagai rezekimu, maka berpencarlah kamu mencari rezeki!”

5. Kehancuran Kaum Saleh melalui Malaikat Jibril yang menggoncangkan bangunan atau tugu-tugu yang tinggi

6. Syaddad bin ‘Ad dihancurkan dengan teriakan Jibril karena kesombongannya dan kaumnya ingin membangun ‘seperti syurga’ di dunia

7. Kaum Hud dihancurkan dengan angin topan.

HARI KAMIS.

Diriwayatkan oleh Anas bin Malik ra, ia berkata: "Rasulullah saw, telah ditanya tentang hari Kamis, maka beliau menjawab:" Hari Kamis adalah hari pencapaian hajat. "

Lalu ditanyakan kembali: "Kenapa bisa demikian Ya Rasulullah? '. Jawab: "Karena Ibrahim Al-Kholil as, masuk menghadap raja Mesir pada hari tersebut, maka ia mendapatkan hajatnya dan ia diberi hajar".

Uraian: Para ulama yang ahli dalam kisah-kisah telah mengatakan: Ada tujuh Nabi dan Wali yang mendapatkan sesuatu pada hari Kamis, yaitu:

Nabi Ibrahim as, masuk menghadap raja Mesir pada hari Kamis, maka ia mendapatkan istri yaitu Siti Hajar.
Tukang minum Raja Mesir keluar pada hari Kamis, maka ia mendapatkan kebebasan dari penjara.
Saudara Yusuf masuk menemui Yusuf, pada hari kamis, maka mereka mendapatkan kenikmatan.
Benyamin masuk ke negeri Mesir pada hari kamis, maka ia bertemu dengan kakaknya Yusuf alaihissalam.
Nabi Ya'qub alaihissalam masuk negeri Mesir pada hari kamis, maka ia mendapatkan keamanan.
Nabi Musa alaihissalam masuk ke Mesir, pada hari kamis maka ia mendapatkan Qibti.
Nabi Muhammad saw, memasuki kota Mekkah pada hari kamis, maka ia mendapatkan kemenangan.

HARI JUM'AT.
       
Telah diriwayatkan oleh Anas bin Malik ra, dengan sanad yang sama, ia berkata: Rasulullah saw, ditanya tentang hari Jum'at. Maka Beliau menjawab: "Hari Jum'at adalah hari silaturohmi dan pernikahan".
       
Para penanya itu menanyakan kembali: "Apa sebab demikian, Ya Rasulullah saw". Jawab: "Karena para Anbiya 'alaihissalam dahulu melakukan pernikahan pada hari itu".
       
Uraian: Berkata sebagian ulama ': Telah terjadi tujuh pernikahan antara para Anbiya' dan antara para Auliya 'pada hari jum'at, yaitu;
Pernikahan antara Nabi Adam as. dan ibu Hawa.
Pernikahan antara Nabi Yusuf as. dan Zulaikhah.
Pernkahan antara Musa as, dan Shofwaro.
Pernikahan antara Nabi Sulaiman as, dan Ratu Balqis.
Pernikahan antara Nabi Muhammad saw, dengan Siti Khotijah.
Pernikahan Nabi Muhammad saw, dengan Siti Aisyah.
Pernikahan Sayyidina Ali bin Abi Tholib dengan Siti Fathimah.

HARI SABTU

Dari Muslim bin Abdullah dari Sa'id bin Jubair dari Anas bin Malik ra, ia berkata: Rasulullah saw, ditanya tentang hari yang ke tujuh (Sabtu). Maka Rasulullah saw, menjawab: "Hari Sabtu adalah hari Makar dan tipu daya". Para sahabat bertanya: "Bagaimana bisa demikian, Ya Rasulullah?". Jawab: "Karena bangsa Quraisy telah melakukan makar di Darunnadwah".

Pada hari sabtu terjadi tujuh peristiwa makar dan penipuan terhadap tujuh orang oleh tujuh kaum, yaitu;
Kaum Nuh melakukan makar dan tipu daya terhadap Nuh as. Akhirnya mereka dibinasakan oleh Allah dengan Banjir.
Kaum Nabi Sholeh melakukan makar dan tipu daya, yang akhirnya oleh mereka mendapatkan kebinasaan dan kehancuran.
Saudara-saudara Nabi Yusuf melakukan makar dan tipudaya kepada Nabi Yusuf as, karena merasa dengki dan iri kepada Nabi Yusuf.


Kaum Nabi Musa melakukan makar dan tipu daya kepada Nabi Musa dengan menggunakan sihir, yang akhirnya oleh Allah mereka dihinakan.
Kaum Nabi Isa melakukan makar dan tipu daya kepada Nabi Isa, yang kemudian mereka mendapat penghinaan dan pengusiran.

Gembong-gembong Quraisy melakukan makar dan tipu daya terhadap Nabi Muhamad saw, yang akhirnya mereka mendapatkan azab dan siksa
Kaum Bani Israil melakukan makar dan tipu daya atas larangan Allah, yaitu meninggalkan ibadah wajib hari sabtu dengan mencari ikan di laut yang akhirnya mereka mendapatkan kutukan menjadi kera.

Wallohua'lam Bisshowab, kebenaran hanya Milik Alloh SWT.

Alloh SWT menciptakan Alam Semesta berdasarkan Hari