Showing posts with label azab selingkuh. Show all posts
Showing posts with label azab selingkuh. Show all posts

Friday, November 16, 2018

Larangan Mengkafirkan Orang Lain dan Hukumnya dalam Islam

Di balik ucapan mengkafirkan orang lain itu sebenarnya tersembunyi perasaan bahwa saya lebih baik dari dia; saya lebih islami, lebih suci, dan lebih benar serta akan masuk surga ketimbang dia. Persoalannya darimana kita tahu bahwa amalan ibadah kita "yang banyak sekali itu" pasti diterima Allah dan dosa mereka "yang begitu banyak itu" tidak akan Allah ampuni?


Seperti pengulangan sejarah kelam umat Islam yang gara-gara persoalan kepemimpinan selepas terbunuhnya Khalifah Utsman bin Affan kemudian terjadi perang antara pasukan Ali bin Abi Thalib dan Mu'awiyah. Keduanya adalah sahabat Nabi yang harus kita hormati, namun gara-gara perbedaan politik ada sebagian pihak yang mengkafirkan salah satu atau keduanya. Muncul pula sejumlah hadits palsu hanya sekedar untuk mencaci atau mendukung salah satunya. Ayat suci direduksi menjadi alat politik.

Sepanjang sejarah kita saksikan betapa mudahnya sebagian pihak mengkafirkan Muslim lainnya. Seolah mereka tidak takut dengan ancaman dari penggalan Hadits Nabi ini:

‎وَمَنْ دَعَا رَجُلًا بِالْكُفْرِ أَوْ قَالَ عَدُوَّ اللَّهِ وَلَيْسَ كَذَلِكَ إِلَّا حَارَ عَلَيْهِ

"Barangsiapa memanggil dengan sebutan kafir atau musuh Allah padahal yang bersangkutan tidak demikian, maka tuduhan itu akan kembali kepada penuduh" (HR Bukhari-Muslim)

Berdasarkan prinsip kehati-hatian yang terkandung dalam Hadits di atas, maka para ulama berhati-hati untuk menjatuhkan vonis kafir kepada sesama Muslim.

Qadhi Iyad yang bermazhab Maliki menulis kitab yang sangat terkenal, yaitu al-Syifa bi Ta'rif Huquq al-Musthafa. Beliau menukil pendapat para ulama:

‎ونقل القاضي عياض رحمه الله عن العلماء المحققين قولهم:
‎يجب الاحتراز من التكفير في أهل التأويل فإن استباحة دماء المصلين الموحدين خطر، والخطأ في ترك ألف كافر أهون من الخطأ في سفك محجمة من دم مسلم واحد.

"Wajib menahan diri dari mengkafirkan para ahli ta'wil karena sungguh menghalalkan darah orang yang shalat dan bertauhid itu sebuah kekeliruan. Kesalahan dalam membiarkan seribu orang kafir itu lebih ringan dari pada kesalahan dalam membunuh satu nyawa Muslim."

Kitab al-Syifa di atas diberi syarh (penjelasan) salah satunya oleh al-Mulla Ali al-Qari al-Harawi yang bermazhab Hanafi. Beliau memberi penjelasan sebagai berikut:

قال علماؤنا إذا وجد تسعة وتسعون وجها تشير إلى تكفير مسلم ووجه واحد إلى ابقائه على إسلامه فينبغي للمفتي والقاضي أن يعملا بذلك الوجه وهو مستفاد من قوله عليه السلام ادرؤوا الحدود عن المسلمين ما استطعتم فإن وجدتم للمسلم مخرجا فخلوا سبيله فإن الإمام لأن يخطئ في العفو خير له من أن يخطئ في العقوبة رواه الترمذي وغيره والحاكم وصححه

"Berkata para ulama kita jika terdapat 99 hal yg menguatkan kekafiran seorang Muslim, tetapi masih ada satu alasan yang menetapkan keislamannya maka sebaiknya Mufti dan Hakim beramal dengan satu alasan tersebut, dan ini sesuai dengan sabda Nabi Muhammad SAW: 'Hindarkanlah hukuman-hukuman pidana dari kaum Muslimin semampu kalian, jika kalian mendapatkan jalan keluar bagi seorang Muslim, maka pilihlah jalan itu. Karena sesungguhnya seorang pemimpin yang salah dalam memberi maaf itu lebih baik dari pada pemimpin yang salah dalam menghukum,' sebagaimana diriwayatkan Imam Turmudzi dan lainnya dan Imam al-Hakim yang mensahihkannya."

Dari penjelasan di atas terlihat jelas kehati-hatian para ulama. Meskipun ada sekian banyak bukti yang mengarah pada kekafiran saudara kita, namun jikalau masih terlihat satu saja alasan untuk menetapkan keislamannya, para ulama memilih satu alasan tersebut dan menahan diri untuk mengkafirkan orang tersebut. Lebih baik kita keliru menyatakan dia tetap Islam ketimbang kita keliru mengatakan dia kafir. Lebih baik kita keliru memaafkan dia ketimbang kita keliru menghukum orang yang tak bersalah.

Ucapan senada juga sudah disampaikan oleh Hujjatul Islam Imam al-Ghazali yang bermazhab Syafi'i dalam kitab al-Iqtishad fil I'tiqad:

‎وقال أبو حامد الغزالي :
‎"والذي ينبغي الاحتراز منه :"التكفير" ما وجد إليه سبيلا، فإن استباحة الدماء والأموال من المصلين إلى القبلة، المصرحين بقول لا إله إلا الله محمد رسول الله خطأٌ، والخطأ في ترك ألفِ كافر في الحياة أهون من الخطأ في سفك دمٍ لمسلم"

"Agar menjaga diri dari mengkafirkan orang lain sepanjang menemukan jalan untuk itu. Sesungguhnya menghalalkan darah dan harta Muslim yang shalat menghadap qiblat, yang secara jelas mengucapkan dua kalimat syahadat, itu merupakan kekeliruan. Padahal kesalahan dalam membiarkan hidup seribu orang kafir itu lebih ringan dari pada kesalahan dalam membunuh satu nyawa Muslim.”

Rasulullah SAW juga bersabda:

"tiga perkara yang merupakan dasar keimanan: menahan diri dari orang yang mengucapkan La Ilaha illallah, tidak mengkafirkannya karena suatu dosa, dan tidak mengeluarkannya dari keislaman karena sebuah amalan..." (HR Abu Dawud, nomor 2170)

Pengkafiran Hanya Hak Allah dan Rasulullah

Sebelum memahami tentang perbuatan mengkafirkan, kita wajib mengetahui terlebih dahulu mengenai kedudukan kaum muslimin di mata Allah. Kaum muslimin ialah kaum yang paling dilindungi dan diberkahi Allah, kaum muslimin selalu mendapat ridho dalam setiap urusannya jika melakukan segala sesuatu sesuai syariat dan aturan islam serta tidak melanggar perintahNya. keutamaan iman dalam islam akan menjauhkan seorang mukmin dari hawa nafsu yang dapat menuju kepada kafir.

Allah selalu memerintahkan hambaNya untuk tolong menolong dan saling mengingatkan dalam kebaikan, jika sesama muslim saling mengkafirkan atau saling berkhianat tentu tidak akan ada kerukunan dan kedamaian dalam beragama. Contohnya ialah saing tuduh menuduh dan mengkafirkan. “Pengkafiran itu adalah hak Allah dan RasulNya, oleh karena itu tidaklah seseorang itu kafir kecuali yang dikafirkan oleh Allah dan RasulNya”. (Irsyad Ulil Abshar wal Albab linail Fiqh hal 198).

Pengkafiran hanya menjadi hak Allah dan RasulNya yang mengetahui isi hati manusia, sesama manusia tidak diperbolehkan mengkafirkan orang lain baik yang berhubungan dengan ajakan atau menuduh. Hal tersebut akan merusak kedudukan kaum muslimin di mata Allah dan mendapat berbagai azab baik di dunia maupun di akherat dimana seharusnya sesama muslim saling menjaga akhlak agar sama sama menjauhi godaan syetan yang terkutuk sehingga akan terkena azab menghina islam.

HUKUM MENGKAFIRKAN SESAMA MUSLIM

Hukum mengkafirkan orang lain ialah haram, tidak pernah ada perintah atau teladan Rasulullah dalam hal tersebut manusia tidak berhak memastikan hati dan amalan orang lain, sebab merupakan kuasa Allah semata. Bagaimana mungkin mengajak kepada kemungkaran sementara dia tahu bahwa hidup di  dunia menurut islam hnayaah sementara? Haramnya mengkafirkan orang lain sesuai dengan berbagai hadist dan firman Allah berikut

Kekafiran Kembali Kepada Orang yang Melakukan

“Siapa saja yang berkata pada saudaranya : hai kafir, maka akan terkena salah satunya jika yang vonisnya itu benar, dan jika tidak maka akan kembali kepada orang yang mengucapkannya”. (HR Bukhari). Penjelasan dari hadist tersebut ialah seseorang yang mengkafirkan orang lain sekalipun dengan ucapan, hal tersebut akan kembali kepada dirinya sendiri. artinya orang tersebut juga dianggap kafir sebab telah berkata demikian pada sesama muslim yang seharusnya saling mencegah maksiat satu sama lain.

Contoh yang demikian tidak wajib dihindari, tidak diperbolehkan mengkafirkan orang lain walaupun hanya dengan kata kata yang tidak sengaja seperti ucapan yang bercanda. Hal demikian termasuk haram. Agama islam bukan sebagai bahan untuk bercanda, sebab akhlak dan syariat islam adalah bagian yang terdalam dari hati manusia dan menjadi panduan dalam kehidupan sehari hari. menjadikannya sebagai bahan gurauan sama saja seperti mengkafirkan orang lain.

Termasuk Dosa Besar

“Dan melaknat seorang mukmin sama dengan membunuhnya, dan menuduh seorang mukmin dengan kekafiran adalah sama dengan membunuhnya”. (HR Bukhari). Mengkafirkan walaupun hanya dengan menuduh termasuk dosa besar yang hukumannya sama dengan membunuh sebab mengkafirkan telah menjauhkan orang dari jalan Allah yang lurus dan menjerumuskan orang lain kepada jalan yang sesat.

Contoh nyata mengkafirkan orang lain ialah adanya aliran yang mengaku mengikuti syariat islam tetapi dalam segala urusannya sama sekali tidak mengikuti perintah Allah dan RasulNya. Seperti yang dilakukan oleh para teroris yang melakukan pembunuhan dan pengeboman di berbagai tempat yang berawal dari pengaruh bahwa hal tersebut akan membawanya ke surga. Padahal justru hal sebaliknya yang terjadi sebab dia telah menghilangkan nyawa orang banyak.

Larangan Rasulullah

“Tidaklah seorang memvonis orang lain sebagai fasiq atau kafir maka akan kembali kepadanya jika yang divonis tidak demikian”. (HR Bukhari). Penjelasan tersebut ialah larangan untuk mengkafirkan seseorang yang muslim atau memiliki akhlak islam yang baik sebab kekafiran tersebut justru akan kembali kepada dirinya sendiri. contohnya ialah tindakan yang menuduh orang alim atau ulama dengan sesuatu yang buruk.

Hukum mengkafirkan orang lain jelas haram sesuuai sabda Rasulullah walaupun hanya berupa vonis atau tuduhan semata. Setiap manusia wajib menghormati sesama muslim dan mencegah keburukan serta kemaksiatan satu sama lain. jika melakukan kekafiran maka orang tersebut telah melakukan hal yang sebaliknya, yaitu mengarahkan orang lain kepada kemaksiatan.

Mengingkari Ayat Ayat Allah

“ Dan tiadalah yang mengingkari ayat ayat kami selain orang orang kafir”. (QS Al Ankabut : 47 ). Mengkafirkan orang lain sama saja dengan mengingkari ayat ayat Allah sebab mengingkari perintah yang terdapat dalam firmanNya. Jelas dalam firman Allah diperintahkan untuk mengasihi sesama dan mengajak sesama muslim untuk berbuat kebaikan. Jika ada seseorang yang tidak mengikuti syariat islam, maka bukan menjadi hak manusia untuk menghakimi atau mengakfirkan melainkan hanya Allah yang berhak menilainya.

Rasulullah dan para sahabat sejak jaman terdahulu ketika islam telah disebarkan tidak pernah mengingkari atau meragukan ayat ayat Allah. Rasulullah juga tetap bersikap baik pada setiap orang walaupun orang tersebut bukan pengikutnya atau menjalankan perintah islam. Tetapi rasulullah tidak semata menganggap orang tersebut akan kafir untuk seterusnya sebab beliau menyadari bahwa Allah bisa kapan saja membolak balikkan hati umatNya.

Ikut Menjadi Golongan Kafir

“ Barang siapa mencari agama selain agama islam, maka sekali kali tidaklah akan diterima agama itu daripadanya dan dia di akherat termasuk orang orang yang rugi”. (Kasfu Al Qana ). Mengkafirkan orang lain termasuk tindakan mencari agama selain islam, hal tersebut ialah sebuah kerugian dan tidak akan diterima amal kebaikannya di dunia dan di akherat.

contoh dalam masa sekarang ialah seseorang yang mempegaruhi sesama muslim untuk tidak menjalankan kewajiban sebagai umat muslim.
Walaupun hanya sebuah tindakan sepele, tetapi termasuk mengkafirkan sebab menjadi umat muslim ialah berarti keseluruhan dan kesempurnaan amal ibadah seperti menjalankan segala perintah dan menjauhi laranganNya.

Dosa orang yang dikafirkan akan ditanggug oleh orang yang mengkafirkan dan keduanya sama sama mendapat azab dari Allah dan menjadi golongan kafir.

Hati Dikunci oleh Allah

“ Dan diantara mereka ada yang mendengar perkataanmu sehingga apabla mereka keluar dari sisimu orang orang berkata kepada orang yang telah diberi ilmu pengetahuan: apakah yang dikatakan tadi? Mereka itulah orang orang yang hatinya dikunci oleh Allah”. (QS Muhammad : 16 ). Hukum mengkafirkan orang lain yang jelas haram membuat orang yang melakukannya sennatiasa berada dalam jalan yang sesat, sulit menerima hidayah karena hatinya telah dikunci oleh Allah.

Wallohua'lam Bisshowab

Semoga tulisan di atas bisa bermanfaat bagi kita semua.

Sumber : www.dalamislam.com & www.NU.or.id

Sunday, January 7, 2018

Dosa Besar Syirik (Menyekutukan) Alloh SWT dan Hukumnya dalam Islam

Apabila Seseorang telah berbuat syirik dan tidak segera bertaubatan Nasukha sebelum mati, maka dosa orang itu tidak akan diampuni. Hal ini berbeda dengan seseorang yang melakukan dosa besar di bawah kesyirikan seperti korupsi, zina dan minum minuman keras (Mendem).


Alloh Ta'ala telah berfirman,

إن الله لا يغفر أن يشرك به ويغفر ما دون ذلك لمن يشاء

" Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. "(QS An Nisa ': 48).

DOSA SYIRIK YANG DIBAWA MATI


Ibnu Katsir dalam kitab tafsirnya mengatakan,:
"Allah Ta'ala tidak akan mengampuni dosa syirik yaitu saat seorang hamba bertemu Allah dalam keadaan bersama syirik."
(Tafsir Al Qur'an Al 'Azhim, terbitan Dar Ibnul Jauzi, 3: 129).

Maksud ayat ini adalah Ibnuul Jauzi yaitu Allah tidak akan mengampuni pelaku syirik (musyrik) yang ia mati dalam kesyirikan.

Ini berarti jika sebelum dunia meninggal, ia sudah bertaubat dan menyesali kesyirikan yang ia perbuat, maka dia selamat.

Yang dimaksud dengan " mengampuni " dalam ayat di atas, Allah akan menutup dan memaafkan. Jika dikatakan bahwa Allah tidak akan mengampuni dosa syirik berarti Allah tidak akan memaafkan dan orang yang digaji syirik pada-Nya.

Syirik yang ada di sini adalah syirik dalam rububiyah, uluhiyah, dan asma 'wa shifat. Karena mentauhidkan Allah adalah seutama-kaki kewajiban. Jika ada yang sama syirik (sebagai lawan dari tauhid), maka Allah tidak akan mengampuninya berbeda dengan perbuatan maksiat lainnya yang berada di bawah syirik atau selain syirik.

YANG TERMASUK BENTUK SYIRIK:

1 - Jika ada yang saya percaya adalah langit itu Allah dan penguasa bumi adalah selain Allah, atau meyakini langit langit adalah berserikat antara Allah dan makhluk, atau meyakini bahwa Allah itu memiliki penolong dalam pengertian langit dan bumi, maka ia musyrik. Ini syirik dalam rububiyah.

2 - Sujud untuk selain Allah, nadzar kepada selain Allah, menyembelih tumbal di selain Allah, beribadah hanya untuk mencari muka atau pujian (riya '), maka itu termasuk syirik. Riya 'termasuk syirik sewa tekstual hadits. Ini syirik dalam uluhiyah.

3 - Meyakini ada yang semisal Allah dalam nama dan sifat, atau kata yang menetapnya Allah di atas 'Arsy seperti menetapnya makhluk di atas ranjang, atau kata yang turunnya Allah ke langit dunia seperti turunnya makhluk, maka ini pun syirik. Demikian keterangan dari Syaikh Muhammad bin Sholih Al 'Utsaimin rahimahullah dalam Tafsir Surat An Nisa'.

DOSA DI BAWAH SYIRIK

Allah SWT telah berfirman :

ويغفر ما دون ذلك لمن يشاء

" Dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya ".

Ayat ini bisa berarti Allah mengampuni dosa selain syirik atau di bawah syirik.

Kalau seandainya ayat tersebut ditafsirkan dengan " selain syirik ", maka kufur juhud (karena penentangan), umpamanya karena wajib shalat tidak termasuk syirik, maka diampuni. Lepas dosa kufur juhud ini sejajar syirik.

Atau kufur juhud lain seperti meyakini bahwa Allah tidak mengutus Rasul Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam . Jika ditafsirikan 'selain syirik' berarti juga diampuni. . Kamu lebih tepat, kita artikan dengan " di bawah syirik ", makna lengkapnya: " Dan Allah mengampuni segala dosa di bawah syirik, bagi siapa yang dikehendaki-Nya".

Ini berarti dosa-dosa yang sejajar syirik seperti kufur juhud sama-sama tidak diampuni jika dibawa mati. Sementara dosa di bawah syirik seperti zina, minum khomr, maka masih di bawah masyi'ah yaitu kehendak Allah.

Jika Allah menghendaki, maka akan dimaafkan. Jika Allah menghendaki, maka akan disiksa. Lihat keterangan Syaikh Muhammad bin Sholih Al 'Utsaimin dalam Tafsir Surat An Nisa', 1: 388-389.

TAKUTLAH PADA SYIRIK

Syaikh 'Abdurrahman bin Qosim rahimahullah mengatakan , "Jika seseorang mati dalam keadaan sama syirik tidak akan diampuni, maka tentu saja ini menunjukkan kita mesti sangat peduli terhadap syirik karena begitu besarnya dosa tersebut di sisi Allah. (Hasyiyah Kitab Tauhid, hal. 48).

Syaikh 'Abdurrahman bin Hasan Alu Syaikh rahimahullah mengatakan , "Syirik adalah dosa yang amat besar karena Allah sampai mengatakan bahwa Dia tidak akan mengampuninya bagi siapa yang tidak bertaubat dari dosa syirik tersebut.

Sedangkan dosa di bawah syirik, maka itu masih di bawah kehendak Allah. Jika Allah kehendaki saat ia berjumpa dengan Allah, maka bisa diampuni. Jika tidak, maka ia akan disiksa. Jika demikian seseorang yang sangat takut terhadap syirik karena besarnya dosa tersebut di sisi Allah. "(Fathul Majid, hal 85).

Ayat di atas berisi pelajaran penting, yaitu agar kita waspada terhadap kesyirikan. Namun anehnya saat ini, banyak yang tidak tahu satu hal itu syirik. Sampai disangka jimat itu sebagai penolong, Pak Kyai-lah yang berkah, do'a lebih baik dengan tawassul melalui wali yang sudah mati, sedekah laut itu ada tradisi untuk menghilangkan musibah, semua ini malah disangka sebagai hal biasa dan bukan dosa.

Namun, syirik bukan sesuatu yang ditakuti dan dikhawatirkan lagi. Bahkan dosa korupsi dianggap sebagai perkara yang lebih besar bahayanya dibandingkan dengan berbagai macam klenik, jimat, dan bentuk syirik lainnya.

Syirik begitu besar dosanya dalam ayat-ayat lainnya :

ولو أشركوا لحبط عنهم ما كانوا يعملون

" Seandainya mereka mempersekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan." (QS Al An'am: 88).

ولقد أوحي إليك وإلى الذين من قبلك لئن أشركت ليحبطن عملك ولتكونن من الخاسرين

" Dan sesungguhnya sudah diwahyukan dan bukan (nabi-nabi) yang sebelummu. "Jika kamu mempersekutukan (Allah), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi ." (QS. Az Zumar: 65).

Dalam hadits dari Jabir, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

من مات لا يشرك بالله شيئا دخل الجنة ومن مات يشرك بالله شيئا دخل النار

" Barangsiapa yang mati dalama keadaan tidak sama syirik pada Allah dengan sesuatu apa pun, maka ia akan masuk surga. Barangsiapa yang mati dalam keadaan bersama syirik pada Allah, maka ia akan masuk neraka "(HR Muslim no 93).

AZAB DOSA SYIRIK (MUSRYIK)

Islam berpendapat bahwa meng-esa-kan Tuhan adalah merupakan salah satu rukun iman. Dan menduakan Tuhan, berarti perbuatan syirik (Berbuat syirik terhadap Allah ialah menyekutukan Allah dengan makhluk-Nya baik para Nabi atau para Auliya’ atau para Malaikat atau batu, kayu dan lain sebagainya.) yang merupakan dosa paling besar dan tidak diampuni.

Allah berfirman : “Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barang siapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar”. (Q.S. 4 : 48).

Al-Qur’an juga memberikan gambaran kepada kita mengenai akibat perbuatan syirik dengan gambaran yang sangat mengerikan :

“Barang siapa mempersekutukan sesuatu dengan Allah, maka adalah ia seolah-olah jatuh dari langit lalu disambar oleh burung, atau diterbangkan angin ke tempat yang amat jauh”. (Q.S. 22 : 30).

Rasulullah juga mengatakan bahwa perbuatan syirik merupakan dosa yang berada di atas dosa-dosa besar lainnya:

أَلاَاُنَبِّئُكُمْ بِاَكْبَرِالْكَبَائِرِ ثَلاَثًا: اَلإِشْرَاكُ بِا اللهِ، وَعُقُوْقُ الْوَالِدَيْنِ، وَشَهَادَةُ الزُّوْرِ (رواه المسل

“Ingatlah, aku hendak menceritakan kepada kalian tentang dosa-dosa yang paling besar – beliau mengulanginya tiga kali – yaitu syirik (menyekutukan Allah), menyakiti kedua orang tua, dan membuat kesaksian palsu atau perkataan palsu (Hadits riwayat Muslim)”.

Rasulullah juga memperingatkan umatnya untuk jangan sampai terperosok ke dalam tujuh macam perbuatan dosa yang menghancurkan, terutama perbuatan menduakan Allah.

Sebab, syirik adalah dosa yang paling besar, dan perbuatan syirik ibarat menghina Allah Maha Pencipta dan Maha Pengatur seluruh alam ini. Apabila seseorang menjadikan Tuhan selain Allah, berarti ia menganggap Allah itu lemah, yang sudah barang tentu merupakan perbuatan kurang ajar terhadap kekuasaan Allah yang Maha Agung.

Di dalam Al-Qur’an dikatakan :

 “Maha Suci Allah dari segala apa yang mereka sekutukan”. (Q.S. 7 : 190)

Wallohua'lam Bisshowab

Semoga kita dihindarkan dari dosa-dosa besar seperti Dosa yg kita bahas di atas ini yaitu perbuatan Syirik (Menyekutukan Alloh).


Friday, January 5, 2018

Azab Orang Berzina dalam Islam dan Hukumnya Menurut Al-Qur'an dan Hadits

Dalam Agama Islam, Zina adalah perbuatan yang keji dan buruk yang termasuk dalam salah satu Dosa Besar karna melakukan Hubungan Sek-sual (Jima’), Dan juga melakukan kegiatan sek-sual (Maksiat) antara lelaki/perempuan yang telah menikah dengan lelaki/perempuan yang bukan suami/istri sahnya, termasuk Perzinaan.


Dalam Al-quran, dikatakan bahwa semua orang Muslim percaya bahwa berzina adalah dosa besar dan dilarang oleh Allah SWT.

Dalam hadits, Rasulullah SAW juga mengharamkan Zina. Dari ‘Abdullah bin Mas’ud ra berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
Artinya:
Tidak halal (ditumpahkan) darah seorang muslim melainkan karena salah satu dari tiga sebab; Orang tua (muhshon/pernah menikah) yang berzina, jiwa dengan jiwa (qishash/hukum bunuh bagi pembunuh), dan orang yang meninggalkan agama yang memisahkan diri dari kelompoknya (maksudnya murtad dari Islam).” (HR. Muttafaq ‘alaih)

Maka wahai hamba Allah, masalah ini adalah masalah yang berbahaya. Dan telah datang hadits dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah saw bersabda:
Artinya:
Tidaklah berzina seorang pezina ketika dia melakukan zina sedangkan dia dalam keadaan beriman (iman yang sempurna), tidaklah mencuri ketika mencuri sedangkan dia dalam keadaan beriman, dan tidaklah meminum khomr (minuman keras) sedangkan dia dalam keadaan beriman. Dan taubat terbuka (bagi pelakunya) setelah itu.” (HR. Muttafaq ‘alaih)

HAL YANG (MENDEKATI) ZINA


Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam Al-Qur'an:

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا ۖ إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا

Artinya:
“...Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” (QS. Al-Israa’ : 32)

Sebuah hadits dari Abu Hurairah r.a. Bahwa Rasulullah SAW telah bersabda:
Artinya:
"Kedua mata itu bisa melakukan zina, kedua tangan itu (bisa) melakukan zina, kedua kaki itu (bisa) melakukan zina. Dan kesemuanya itu akan dibenarkan atau diingkari oleh alat kelamin."
(HR. Bukhari dan Muslim dari Ibnu Abbas dan Abu Hurairah).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
Artinya:
Sesungguhnya Allah telah menetapkan bagi Bagi Adam bagian mereka dari zina, mau tidak mau (dia pasti mengalaminya). Kedua mata bisa berzina, dan zina keduanya adalah dengan memandang (melihat). Kedua telinga bisa berzina dan zinanya mendengar. Lidah juga bisa berzina dan zina lidah adalah dengan bicara. Kaki juga bisa berzina dan zina kaki adalah langkahnya (berjalan menuju kemaksiatan). Tangan juga bisa berzina, dan zina tangan adalah dengan memegang. Hati bisa berhasrat dan berangan-anagan (berharap); Kamaluan yang akan membuaktikan zina itu kenyataan atau tidak (semua itu direalisasi oleh kelamin atau digagalkannya).” (HR. Bukhri dan Muslim)

Demikian pula bahwa barangsiapa meletakkan Tangannya pada Seorang Wanita dengan disertai Syahwat, pada hari kiamat nanti akan datang dengan Tangan Terbelenggu di Leher. Jika ia Menciumnya, Kedua Mulutnya akan Digadaikan di Neraka. Dan jika dengannya Pahanya akan berbicara dan bersaksi pada hari Kiamat nanti.

Ia akan berkata, “Aku telah berbuat sesuatu yang haram.” Maka Allah akan memandang dengan pandangan yang murka. Pandangan Allah ini mengenai wajah orang itu dan ia pun mengingkarinya. malah bertanya, “Apa yang telah aku lakukan?” Tiba-tiba seraya bersaksi lidahnya berkata, “Aku telah mengucapkan kata-kata yang haram.” Kedua tangannya bersaksi, “Aku telah memegang sesuatu yang haram.” Kedua matanya juga bersaksi, “Aku telah melihat yang diharamkan.”Kedua kakinya juga bersaksi, “Aku telah berjalan menuju kepada yang haram.” Kemaluannya berkata, “Aku telah melakukannya.” Malaikat penjaga berkata, “Aku telah mendengarnya,” Yang satu lagi berkata, “Aku telah melihatnya.”

Dan Akhirnya Allah SWT berfirman:

Wahai para malaikat-Ku, bawa orang itu dan timpakan kepadanya adzab-Ku. Aku sudah teramat murka kepada seseorang yang tidak punya malu kepada-Ku.”

Riwayat ini sesuai dengan firman Allah SWT dalam Al-Qur’an:
Artinya:
pada hari (ketika), lidah, tangan dan kaki mereka menjadi saksi atas mereka terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan.” (QS. An-Nuur : 24)

HUKUMAN BAGI YANG BERZINA


Zina atau pelaku perzinaan dibedakan menjadi dua, yaitu pezina 'Muhshan' dan 'Ghayru Muhshan'. Pezina Muhshan adalah pezina yang Sudah Memiliki Pasangan sah atau Sudah Menikah, sedangkan pezina Ghayru Muhshan adalah Pelaku Pezina yang Belum Pernah Menikah dan Tidak Memiliki Pasangan Sah.

Pelakunya mendapatkan Hukuman Khusus di Dunia. Yaitu; Cambuk 100 kali (bagi pezina ghairu Muhshon, yang belum menikah), dan Rajam (bagi pezina Muhshon -yang sudah menikah).

Hukuman Pezina diawal Islam adalah berupa 'Kurungan bagi yang Telah Menikah' dan 'Ucapan Kasar dan Penghinaan kepada Pezina yang Belum Menikah'.

Allah Azza wa Jalla berfirman:

Artinya:
"Dan (terhadap) para wanita yang mengerjakan perbuatan keji, hendaklah ada empat orang saksi diantara kamu (yang menyaksikannya). Kemudian apabila mereka telah memberi persaksian, maka kurunglah mereka (wanita-wanita itu) dalam rumah sampai mereka menemui ajalnya, atau sampai Allah memberi jalan lain kepadanya.. Dan terhadap dua orang yang melakukan perbuatan keji di antara kamu, maka berilah hukuman kepada keduanya, kemudian jika keduanya bertaubat dan memperbaiki diri, maka biarkanlah mereka. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.." (QS. An Nisaa : 15-16)

Kemudian sanksi Hukuman untuk para pezina itu diganti dengan:
1-  Jika pelakunya Telah/Sudah Menikah melakukannya secara sukarela (tidak dipaksa atau tidak diperkosa), mereka 'Dicambuk 100 kali', kemudian di 'Rajam' (dilempar batu).
2- Jika pelakunya Belum Menikah, maka mereka 'Didera (dicambuk) 100 kali'. Kemudian diasingkan selama setahun (Pengasingan Setahun).

Hukum di atas berdasarkan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
Artinya:
"Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka hendaklah kalian dera tiap-tiap seorang dari keduanya seratus kali dera, dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah, jika kamu beriman kepada Allah, dan hari akhirat, dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan orang-orang yang beriman." (QS. An-Nuur : 2)

Artinya, jangan sampai kalian tidak melaksanakan hukum Allah dengan alasan kasihan dan perasaan iba, karena perasaan kasihan seperti itu adalah perasaan yang Bodoh. Dan jika tidak melaksanakan hukuman maka keimanan kepada Allah dan hari kiamat diragukan.

Dan berdasarkan hadis, dari Ubadah bin Samit:

"Ambillah dariku! Ambillah dariku! Sungguh Allah telah memberi jalan kepada mereka. Jejaka yang berzina dengan gadis didera seratus kali dan diasingkan selama satu tahun. Dan orang yang telah menikah melakukan zina didera seratus kali dan dirajam." (HR. Muslim)

Ayat yang menjelaskan tentang Hukuman Rajam dalam al-Qur`an meski telah dihapus Lafadznya namun hukumnya masih tetap diberlakukan. Umar bin Khatthab Radhiyallahu ‘anh menjelaskan dalam khuthbahnya:

إِنَّ اللهَ أَنْزَلَ عَلَى نَبِيِّهِ الْقُرْآنَ وَكَانَ فِيْمَا أُنْزِلَ عَلَيْهِ آيَةُ الرَّجْمِ فَقَرَأْنَاهَا وَوَعَيْنَاهَا وَعَقَلْنَاهَا وَرَجَمَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم وَرَجَمْنَا بَعْدَهُ وَ أَخْشَى إِنْ طَالَ بِالنَّاسِ زَمَانٌ أَنْ يَقُوْلُوْا : لاَ نَجِدُ الرَّجْمَ فِيْ كِتَابِ الله فَيَضِلُّوْا بِتَرْكِ فَرِيْضَةٍ أَنْزَلَهَا اللهُ وَ ِإِنَّ الرَّجْمَ حَقٌّ ثَابِتٌ فِيْ كِتَابِ اللهِ عَلَى مَنْ زَنَا إِذَا أَحْصَنَ إِذَا قَامَتِ الْبَيِّنَةُ أَوْ كَانَ الْحَبَل أَوْ الإِعْتِرَاف.

Artinya:
Sesungguhnya Allah telah menurunkan al-Qur`an kepada Nabi-Nya dan diantara yang diturunkan kepada beliau adalah ayat Rajam. Kami telah membaca, memahami dan mengetahui ayat itu. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah melaksanakan hukuman rajam dan kamipun telah melaksanakannya setelah beliau. Aku khawatir apabila zaman telah berlalu lama, akan ada orang-orang yang mengatakan: “Kami tidak mendapatkan hukuman rajam dalam kitab Allah!” sehingga mereka sesat lantaran meninggalkan kewajiban yang Allah Azza wa Jalla telah turunkan. Sungguh (hukuman) rajam adalah benar dan ada dalam kitab Allah untuk orang yang berzina apabila telah pernah menikah (al-Muhshân), bila telah terbukti dengan pesaksian atau kehamilan atau pengakuan sendiri.”

Ini adalah persaksian Khalifah Umar bin al-Khatthâb Radhiyallahu ‘anhu diatas mimbar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang dihadiri para sahabat sementara itu tidak ada seorangpun yang mengingkarinya.

Sedangkan Lafadz Ayat Rajam tersebut diriwayatkan dalam Sunan Ibnu Mâjah berbunyi:

وَالشَّيْخُ وَالشَّيْخَةُ إِذَا زَنَيَا فَارْجُمُوْهُمَا الْبَتَهْ نَكَلاً مِنَ اللهِ وَ اللهُ عَزِيْزٌ حَكِيْمٌ

Artinya:
Syaikh lelaki dan perempuan apabila keduanya berzina maka rajamlah keduanya sebagai balasan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Allah maha perkasa lagi maha bijaksana..”

Diriwayatkan dalam Hadis dari Abu Hurairah:

Artinya:
"Ada seorang laki-laki yang datang kepada rasulullah S.A.W. Ketika dia sedang berada di dalam masjid. Laki-laki itu memanggil-manggil rasulullah seraya mengatakan, "Hai rasulullah aku telah berbuat zina, tapi aku menyesal." Ucapan itu diulanginya sampai empat kali. Setelah rasulullah mendengar pernyataan yang sudah empat kali diulangi itu, lalu dia pun memanggilnya, seraya berkata, "Apakah engkau ini gila?" "Tidak.", jawab laki-laki itu. Nabi bertanya lagi, "Adakah engkau ini orang yang muhsan?" "Ya.", jawabnya. Kemudian, rasulullah bersabda lagi, "Bawalah laki-laki ini dan langsung rajam oleh kamu sekalian." (HR. Bukhari dan Muslim)

DOSA BALASAN SIKSA BAGI YANG BERZINA


Di antara dalil yang menunjukkan betapa buruknya perbuatan maksiat ini adalah bahwa ia digandengkan dengan dosa murtad dan membunuh. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam Al-Qur'an:

Artinya:
"Dan orang-orang yang menyembah tuhan-tuhan selain Allah. dan orang-orang tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan orang-orang itu tidak berzina. Barang siapa yang melakukan yang demikian itu (yang berzina atau membunuh dengan cara melanggar syariat), niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa(nya) adzab yang berat,, (yakni) akan dilipat gandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina,," (QS. Al Furqaan : 68-69)

Adzab di Neraka dengan Cambuk Api


Para ulama berkata,
“Ini adalah hukuman bagi pezina perempuan dan laki-laki yang berzina, yang masih belum menikah di dunia. Jika sudah menikah walaupun baru sekali seumur hidup, maka hukuman bagi keduanya adalah di rajam dengan bebatuan sampai mati. Demikian pula telah disebutkan dalam hadis dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bahwasanya jika hukuman qishash ini belum di laksanakan bagi keduanya di dunia dan keduanya mati dalam keadaan tidak bertaubat dari dosa-dosa zina itu niscaya keduanya akan di adzab di neraka dengan cambuk api."

Dalam kitab zabur tertulis,
“Sesungguhnya para pezina itu akan di gantung pada kemaluan mereka dineraka dan akan disiksa dengan cambuk besi. Maka jika mereka melolong karena pedihnya cambukan," malaikat Zabaniyah berkata, “Kemana suara ini ketika kamu tertawa-tawa, bersuka ria dan tidak merasa di awasi oleh Allah serta tidak malu kepada-Nya"."

1- Berteriak Tela-njang Bulat Di Tungku Pembakaran Neraka

Dan dari Samurah bin Jundab radhiyallahu ‘anhu berkata dalam hadits yang panjang, di mana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
Artinya:
Sesungguhnya semalam datang kepadaku dua malaikat. (Dalam mimpi) keduanya membangunkanku. Lalu keduanya berkata kepadaku: "Berangkatlah!” Lalu aku berangkat bersama keduanya.”… sampai sabda beliaus SAW: "Lalu kami berangkat lagi. Lalu kami mendatangi sesuatu yang (bentuknya) seperti tungku pembakaran.” (Perawi berkata: Saya kira bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sabda: "Ternyata di dalamnya ada hiruk pikuk teriakan dan suara-suara.”). Beliau bersabda: "Maka kami melihat ke dalamnya. Ternyata di dalamnya ada kaum laki-laki dan kaum perempuan yang semuanya bertela-njang bulat. Tiba-tiba mereka diterpa jilatan api yang datang dari sebelah bawah mereka. Ketika jilatan api itu datang menerpa, mereka berteriak-teriak.” Aku berkata kepada keduanya: "Siapa mereka.” Keduanya berkata kepadaku: "Pergilah, pergilah!.” hingga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:” Dan adapun para lelaki dan para kaum wanita yang sama-sama tela-njang bulat di suatu tempat yang mirip tungku pembakaran adalah para pezina." (HR. Bukhari)

Merasakan Pedih Sakitnya Sengatan Kalajengking Selama 1000 Tahun


Rasulullah SAW juga bersabda:

Artinya:
“Di Jahanam ada sebuah lembah yang dipenuhi oleh ular berbisa. Ukurannya sebesar leher unta. Ukurannya sebesar leher unta. Ular-ular ini akan mematuk orang yang meninggalkan shalat dan bisanya akan menggerogoti tubuhnya selama 70 tahun, lalu terkelupaslah daging-dagingnya. Di sana juga ada lembah yang namanya Jubb al-Huzn. Ia dipenuhi ular dan kalajengking. Ukuran kalajengkinya sebesar bighal (peranakan kuda dan keledai). Ia memiliki 70 sengat. Masing-masingnya memiliki kantung bisa. Ia akan menyengat pezina dan memasukkan isi kantung bisanya ke dalam tubuh pezina itu. Ia akan merasakan pedih sakitnya selama 1000 tahun. Lalu terkelupaslah daging-dagingnya dan akan mengalir dari kemaluannya nanah dan darah busuk."

2- Neraka Jahanam Paling Panas dan Paling Busuk Baunya

Jahannam itu mempunyai tujuh pintu. Tiap-tiap pintu (telah ditetapkan) untuk golongan yang tertentu dari mereka." (QS. Al-Hijr 44).

Atha’ berkata:

Artinya:
“Pintu yang paling hebat panas dan sengatannya dan yang paling busuk baunya adalah pintu yang diperuntukkan bagi para pezina yang berzina setelah mereka tahu keharamannya."

3- Berzina Sekali Dengan Tetangga Lebih Buruk Dari Berzina Dengan 10 Perempuan

Dan berzina akan lebih besar lagi Dosa dan Kukumannya jika dilakukan dengan "Tetangganya".

سَأَلْتُ رَسُوْلَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : أَيُّ الذَّنْبِ أَعْظَمُ ؟، قَالَ: أَنْ تَجْعَلَ للَِّهِ نِداً وَهُوَ خَلَقَكَ ، قُلْتُ:ثُمَّ أَيُّ ؟ قَالَ: أَنْ تَقْتُلَ وَلَدَكَ خَشْيَةَ أَنْ يَطْعَمَ مَعَكَ ، قُلْتُ:ثُمَّ أَيُّ ؟ قَالَ: أَنْ تُزَانِيَ حَلِيْلَةَ جَارِكَ

Artinya:
Dari ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata:
"Aku telah bertanya kepada Rasulullah:.. “Wahai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam! Dosa apa yang paling besar?” Beliau menjawab: “Engkau menjadikan tandingan atau sekutu bagi Allah (berbuat syirik), padahal Allah Azza wa Jalla lah yang menciptakanmu.” Aku bertanya lagi: “Kemudian apa lagi?” Beliau bersabda: “Engkau membunuh anakmu karena khawatir dia makan bersamamu.” Aku bertanya lagi: “Kemudian apa lagi?” Beliau bersabda lagi: “Engkau berzina dengan isteri tetanggamu.”

Dari Shahabat al-Miqdad bin al-Aswad radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata kepada para Shahabatnya:

Artinya:
Apa yang kalian katakan pada masalah zina?” Mereka menjawab: “Ia telah diharamkan oleh Allah dan rasul-Nya, maka ia haram sampai hari kiamat.” Maka Rasulullah bersabda kepada para Sahabatnya: “Sungguh, seseorang berzina dengan sepuluh perempuan, adalah lebih ringan (dosanya) daripada ia berzina (sekali) dengan istri tetangganya.” (HR. Ahmad)

4- Zina Dilakukan Orang yg Sudah Tua Lebih Buruk & Jelek Daripada yg Dilakukan Anak Muda

Dan kejahatan zina yang dilakukan oleh Orang yang Sudah Tua Lebih Buruk dan Jelek dibandingkan yang dilakukan oleh Anak Muda (walaupun keduanya sama-sama Buruk)..
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

Artinya:
Tiga (golongan manusia) yang tidak akan diajak bicara oleh Allah pada Hari Kiamat, tidak dilihat oleh-Nya (dengan pandangan kasih), tidak disucikan oleh-Nya dan bagi mereka siksa yang pedih, yaitu; Laki-laki tua yang berzina, Raja yang suka berbohong dan orang miskin yang berlagak sombong.” (HR. Ahmad & Muslim)

Diriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda:

Artinya:
Wahai sekalian orang-orang Islam, takutlah kalian dari melakukan zina. Sungguh padanya ada enam azab; tiga di dunia dan tiga di akhirat. Yang di dunia adalah hilangnya kharisma wajah, pendeknya umur, dan kefakiran yang berkepanjangan. Adapun yang di akhirat adalah kemurkaan Allah, buruknya hisab dan adzab neraka.”

Tetapi jika mereka (kita) bertobat beriman dan beramal shalih, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya..
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam Al-Qur'an:

Artinya:
"Kecuali ia (orang-orang) yang bertaubat, beriman dan beramal shalih. Maka dosa-dosa (kejahatan) mereka akan Allah tukar dengan pahala (kebajikan). Allah senantiasa Maha Pengampun lagi Maha Penyayang kepada semua makhluk-Nya. (QS. Al-Furqan : 70)

Itulah sedikit gambaran tentang Pengertian Zina dan Hukum Berzina Dalam Islam menurut Al Qur'an dan Hadits Rasulullah yang insya Allah bisa menambah pengetahuan bagi kita semua.
Dan semoga atas Perlindungan Alloh SWT kita dijauhkan dari dosa-dosa besar salah satunya seperti Zina tersebut.

AMIN YA ROBBAL AL-AMIN

SUMBER : ariepinoci.web.id

Tuesday, March 21, 2017

KISAH Nyata...! Seorang Istri yang Durhaka kepada Suaminya

Ini adalah kisah nyata dari seseorang yang namanya disamarkan.




  "Lama benar saya tidak berjumpa dengan Ariffin. Rasanya sudah lebih tujuh tahun. mulai sejak kawan lama saya ini di tujukan mengajar di Johor. Oleh karena itu, saat dia datang ke kantor saya pagi ini, saya Terasa terlalu heran. " Eh, makin kurus tampak. Diet? " Kata saya setelah mempersilakannya duduk. 

Arifin menjawab pertanyaan ini dengan menjelaskan kabarnya, dirinya memanglah semakin kurus, dia anggap ini efek dari aktivitas kerja. 

Setelah bertukar basa basi. Arifin menyampaikan hajat pertemuannya pada Ustaz. " Orang tempat tinggal saya sakit, ustaz " kata Arifin. 

 " Patutlah saya lihat anda lain seperti tadi. Ketawa juga tidak. Sakit apa? " ustaz Budiman utarakan pertanyaan. namun agak lambat Arifin menjawab. Dia menarik nafas, lalu meraup muka dan sebagainya bersandar di kursi. 

Lalu disorotnya mata sang Ustaz dalam-dalam. " Entahlah... " Ujarnya perlahan-lahan, " Lima tahun. lantas mendadak saja tubuh dia melepuh-lepuh. Di kaki, paha, perut, dibelakang. penuh dengan lecet jenis orang di serang air panas, " jelas Arifin. 

Arifin juga telah membawa istrinya, Niza, ke semua rumah sakit dan klinik. Sayangnya, obat yang didapatkan dari dokter tidak bisa meredakan penyakitnya. " Masalah sakit apa, dokter juga tidak tau, " ujarnya. 

Parahnya, Arifin meneruskan, lepuh-lepuh di tubuhnya makin bertambah hingga tubuh istrinya yang dulu langsing sekarang ini jadi lembab. Wajahnya yang Cantik juga beralih murung, kusut. " Ini masih tetap tidak mengapa, ustaz. Yang menaikkan kecemasan saya, setelah beberapa lama, lepuh-lepuh ini beralih jadi gerutu serta berbintik-bintik seperti katak puru, " tambah Arifin. 

Rambut yang lembut mengurai saat ini tidak terlalu sering hingga menunjukkan kulit kepalanya yang putih. Kondisinya ini sangatlah menyedihkan dikarenakan usia Niza masih tetap 30an, tetapi rambutnya seperti wanita yang telah berumur 90an th.. Seperti daun karet gugur di musim panas, semakin hari semakin banyak rambut Niza yang gugur. Dalam waktu yang sama, kuku tangan dan kakinya juga jadi lebam. 

Ustad Budiman juga datang berkunjung ke Niza dan lihat langsung keadaannya. Kondisi Niza betul-betul sangatlah parah. Ustaz Budiman cobalah mencari tahu tentang apa yang telah berlangsung, namun ia selalu hati-hati agar pihak keluarga tidak tersinggung. 

Ustad Budiman berikan saran bahwa kadang-kadang seseorang ditimpa penyakit seperti itu karena balasan oleh Allah untuk orang yang lakukan dosa atau durhaka pada orang-tua. " Apakah Niza sudah meminta ampun dari orang tuanya. " bertanya Ustaz Budiman. 

 " Sudah ustadz. Dengan emak dan ayah nya juga telah. " Jawab Arifin. 

 " Apabila demikian, baguslah, " kata ustaz Budiman. Setelah melindungi Niza dengan doa dan ayat yang di ambil dari Al - Quran, saya meminta diri. Sebelumnya ini Arifin dan Niza serta keluarga mereka dianjurkan agar bersabar dengan ujian Allah. 

Beberapa hari berselang, selanjutnya Arifin menghubungi sang Ustaz kembali. Kesempatan itu suaranya lebih sedih, seperti bakal menangis. " Ustaz, " katanya,  " Sekarang ini barulah saya tau kenapa dia jadi seperti ini ustaz " " Mengapa? " Saya ajukan pertanyaan... " Mulai sejak dua tiga malam lalu, dia minta ampun dari saya dan katakan seluruhnya " . Arifin meneruskan ceritanya ; Malam ini saya terkejut karena saat mengigau istri saya minta ampun karena sudah mengambil keputusan pengetahuan kotor pada saya. Kata Niza, dia telah memasukkan darah m3nstru4si dan air m4n*nya ke makanan saya. Saya menanyakan " Mengapa? " Dia jawab, supaya nurut - ujarnya dan tidak mencari wanita lain. " Saya sangatlah kesal, lalu dia meminta ampun karena telah berlaku curang pada saya. Kata Niza, dia lakukan perbuatan ini setelah saya ditundukkan dengan ilmu hitam. " Saya menanyakan, kapan saat kau buat? Dia jawab selama ketidak hadiran saya, kira saat saya bertugas di luar daerah. Saat keluar seorang diri, dia telah melakuakn hubungan dengan sebagian pria. " Niza katakan nama pria - pria ini, tetapi saya tidak kenal. Kata Niza, hubungan mereka tidak cuma kawan saja, bahkan sudah ke tingkat z*n4. Karena itu dia minta berbanyak - banyak ampun dari saya. Dia minta saya maafkan. " Saya tidak meyangka benar, ustaz. Madu yang saya beri, racun yang dibalasnya. 



Mungkin saja saja dia terkejut. " Ya. dia pergi dengan aman dan awak dapat juga pahala, " jelas saya. Saya selalu membujuknya supaya mengalah untuk kebaikan istrinya. Saya katakan, waktu lalu lepaslah. Lagi juga Niza sudah mengaku dosanya, jadi yaitu lebih baik Arifin memaafkannya. Mungkin saja melalui cara tersebut Niza akan insaf dan wafat dengan gampang. " Takkan awak nak biarlah dia menanggung derita? Kau mau pukul dia? Maki dia? Tak ada gunanya. Maafkan saja dia dengan hati yang benar - benar ikhlas, " terang saya. Setelah senang membujuk, pada akhirnya Arifin mengalah juga. 

Setelah itu saya nasehatkan supaya dia bacakan surat Yasin tiga kali dan ulangkan ibu Yasin (salaamun qaulam mirrabir rahim) sejumlah tujuh kali. " Buat malam ini dapat. Lantas tunaikan shalat, " kata saya. 1 minggu lalu Arifin menelepon saya. Dengan sedih ia memberitahu istrinya sudah meninggal dunia. Tambahkan teman saya ini, Niza pergi tanpa siapapun sadari karena waktu ini dia tengah menunaikan shalat Isya. saat kembali, dia lihat istrinya tidak bernyawa lagi. " Tetapi Alhamdulillah, sebelumnya pergi dia pernah minta ampun dari saya sekali lagi karena memberontak. Marah, benar-benar geram, tetapi jika dia pegang tangan saya sambil menangis dan lalu minta ampun, tidak sanggup juga rasanya untuk membiarkan dia pergi dalam kondisi tanpa ada kemaafan dari saya. Ustaz, saya sudah maafkan dia. " Akan tetapi, kata Arifin, l3nd*r dan nanah busuk tetap masih mengalir dari alat k3lam*n almarhum istrinya ini sampai mayatnya dimakamkan. 


Semoga kita selalu dilindungi Alloh SWT dari godaan Syaitan yang terkutuk.AMIN