Social Items

Showing posts with label Pesantren Jawa Barat. Show all posts
Showing posts with label Pesantren Jawa Barat. Show all posts
Kota Bandung merupakan salah satu kota terbesar di Indonesia. Selain memiliki banyak Perguruan tinggi, kota Bandung juga memiliki banyak pondok pesantren, baik Pondok salaf maupun modern.

Berikut ini kami telah merangkum daftar Pondok Pesantren Terkenal dan Terbesar di Kota Bandung :

1. PONDOK PESANTREN NURUL HUDA

Lokasi : RT. 03 / RW. 06, Jl. Rancabentang No.116, Ciumbuleuit, Kec. Cidadap, Kota Bandung, Jawa Barat 40142
www.kuwaluhan.com
Pesantren Nurul Huda  ini berdiri atas prakarsa KHR Memed (alm) beserta istri HJ.SITI Qoeraesyin pada tanggal 03 September 1973. Keberadaan Pesantren Nurul Huda cukup mendapatkan perhatian serta antusias masyarakat sekitar lokasi pesantren khususnya dan masyarakat pada umumnya.

Pondok Pesantren Nurul Huda sejak berdirinya mempunyai 2 harapan untuk mewujudkan 2 pandangan yaitu Pandangan ke Dalam dan Pandangan ke Luar.

Pandangan ke luar di maksudkan untuk penyebaran dan penerapan nilai-nilai Agama Islam mencetak ulama-ulama  dan kader-kader Pemimpin yang Muttaqin. Dengan kata lain pandangan ke dalam ini terfokus dalam tataran penyebaran serta pengalaman ajaran islam bagi para santrinya.
www.kuwaluhan.com
 Sedangkan pandangan ke luar di maksudkan untuk lebih mengharumkan daerah setempat melalui penerapan nilai-nilai agama islam yang sungguh-sungguh, kegiatan peribadahan dan pengajian . pelaksanaan  ritual keagamaan dan penyebaran syiar-syiar Islam.

Sepeninggal Pendiri pada tanggal 17 januari 2003. Pesantren nurul huda di kelola langsung oleh para putra dan menantu beserta sanak saudara yang selanjutnya disebut Dewan Pembina di bawah Pimpinan KHR M.Kholili Yoesni. sebagai figur Ulama Alumni P.P Miftahul Huda Manonjaya Tasik Malaya. Beliau senantiasa berusaha untuk menerapkan ilmu yang dimilikinya untuk kemajuan Pondok Pesantern Nurul Huda.

Tidak mengherankan selain beliau memiliki kedekatan dengan para Ulama Pimpinan Pondok Pesantren yang termasuk anggota FKPP Kota Bandung. Beliau juga dekat dengan para Ulama, Kyai serta Ustadz yang merupakan Alumni Pondok Pesantren Miftahul Huda Manonjaya yang banyak tersebar di Kota Bandung. Dalam Himpunan Alumni Miftahul Huda asal Bandung. Beliau menjabat sebagai Koordinator Bandung Raya. Hingga saat ini Pondok Nurul Huda santri-santrinya semakin bertambah banyak.

2. PONDOK PESANTREN AL FALAH DAGO

Lokasi : Jl. Cisitu Baru, Dago, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, Jawa Barat 40135

Pesantren Al Falah dibangun secara bertahap sejak tahun lima puluh oleh pendirinya, yaitu almarhum Bapak KH, Saefudin Ahmad atau yang lebih dikenal denga panggilan ustadz Idi, Beliau adalah seorang pendidik yang juga aktif di pergerakkan sejak zaman Penjajah Belanda. Jepang bahkan sampai zaman kemerdekaan, Beliau beberapa kali keluar masuk penjara karena perjuangannya yang konsisten untuk menegakkan Syari’at Islam.

Sekolah lanjutan mulai dirintis pada tahun 1964, yaitu dengan didirikannya sekolah Pendidikan Guru Agama (PGA 4 tahun), tetapi kemudian PGA ini dirubah menjadi Tsanawiyyah pada tahun 1974 sesuai dengan ketentuan Departemen Agama, dimana pada waktu itu sekolah PGA swasta jumlahnya dibatasi dengan alasan sudah kelebihan tenaga pengajar agama islam untuk sekolah dasar.

Karena pertimbangan teknis dimana lulusan madrasah tsanawiyyah pada saat itu tidak dapat melanjutkan ke SMA, serta beberapa pertimbangan teknis dan administratif yang kurang kondusif, maka pada tahun 1976 Madrasah Tsanawiyyah (MTs) Al Falah ini dirubah menjadi Sekolah Menengah Pertama (SMP) Al Falah dengan menerapkan kurikulum Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Pada tahun 1976 ini Madrasah Ibtidaiyyah dirubah statusnya menjadi Sekolah Dasar (SD), Dengan demikian sejak tahun ini sekolah-sekolah Al Falah kurikulumnya berorientasi pada Departemen Pendidikan dan Kebudayaan sedangkan pola pengajaran salafiyyah tetap dijalankan secara baik dan konsisten.

Dalam upaya memenuhi harapan para jamaah dan alumni yang telah mukim dan terjun dan mengabdi di masyarakat dengan mendirikan madrasah atau pesantren sendiri, maka pada tahun 1978 didirikan Sekolah Menengah Atas (SMA) Al Falah. Dalam meningkatkan peran Pesantren Al Falah dalam era industrialisasi yang sedang berkembang, maka pada tahun 1984 didirikan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan tiga jurusan, yaitu Jurusan Teknik Listrik, Jurusan Mesin Perkakas dan Mesin Otomotif

3. PONDOK PESANTREN ANNAJIYAH

Lokasi : Perumahan Griya Cempaka Arum, Jl. Utsman bin Affan No. 90, Rancanumpang, Gedebage, Rancanumpang, Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat

Pesantren An Najiyah Bandung merupakan lembaga pendidikan di bawah naungan Yayasan An Najiyah Al Islamiyah Bandung. Pesantren ini berdiri pada tahun 2004 yang berorientasi pada kegiatan da’wah, pendidikan dan sosial yang berlandaskan Al Qur’an dan Sunnah menurut pemahaman Salafush shalih.

Seiring dengan kemajuan yang dicapai Pesantren An Najiyah (Putri), maka dilakukanlah pengembangan dengan membuka kelas baru khusus ikhwan (Putra) dengan nama Pesantren SABILUNNAJAH. Sambil mempersiapkan gedung baru berikut sarana dan prasarananya dilokasi yang baru seluas kurang lebih 1,2 ha, pada bulan Desember 2012 dibukalah pendaftaran santri baru untuk ikhwan dan Alhamdulillah pada bulan Juli 2013 angkatan pertama santri putra Sabilunnajah sudah beroperasi.

4. PONDOK PESANTREN MODERN AL-IHSAN BALEENDAH 

Lokasi : Jl. Adipati Agung No.40, Baleendah, Kec. Baleendah, Bandung, Jawa Barat 40375

Pondok Pesantren Modern Al Ihsan Baleendah adalah salah satu Pondok Pesantren Alumni Gontor Ponorogo yang berada di Kecamatan Baleendah Kabupaten Bandung Jawa Barat. Terletak kurang lebih 15 km arah selatan dari pusat kota Bandung. Didirikan oleh para Alumni Pondok Pesantren Darussalam Gontor Ponorogo yang berdomisili di kota Bandung pada tanggal 17 Juli 1989 di bawah naungan Yayasan Pendidikan Islam Miftahul Jannah.

Pondok Pesantren Modern Al Ihsan Baleendah dipimpin oleh KH.U.Muhammad HM alumni Pondok Modern Gontor tahun 1963. Dalam kepemimpinannya dipimpin oleh dua orang Wakil Pimpinan mereka adalah Drs.H.Mahrus As'ad M.Ag sebagai Wakil Pimpinan I Bidang Pendidikan dan Pengajaran dan H. Uwes Qorni, SSMPd Wakil Pimpinan II Bidang Administrasi Umum dan Keuangan.

Jenjang Pendidikan yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Modern Al Ihsan Baleendah adalah Kuliyatul Mua'llimin Al Islamiyah (KMI) yang berarti Pendidikan calon Guru-Guru Islam. KMI selama 6 tahun bagi para santri lulusan Sekolah Dasar dan KMI 3 tahun bagi para santri lulusan tingkat Menengah Pertama.

KMI ini didalamnya terbagi menjadi dua jenjang pendidikan formal tingkat Madrasah Tsanawiyah setara dengan SMP dan Madrasah Aliyah atau setara dengan SMA. Kurikulum yang digunakan merupakan kurikulum gabungan antara Kurikulum Pesantren Gontor dan Kurikulum Nasional setingkat Mts dan MA

Dengan sistem asrama yang dilaksanakan membuat proses pendidikan dan dilaksanakan selama 24 jam. Akivitas santri dimulai dengan kegiatan pagi hari sejak shalat shubuh berjamaah dan dimulai dengan intensifikasi bahasa arab dan inggris membuat penguasaan bahasa arab dan inggris merupakan persyaratan para santri yang membutuhkan ilmu di pondok pesantren. Selain mendapatkan pelajaran di kelas buku-buku kuning yang merupakan ciri khas pesantren juga ikut.

5. PONDOK PESANTREN AL - BASYARIYAH 2

Lokasi : Jl. Mahmud Cigondewah Hilir, Rahayu, Margaasih, Rahayu, Kec. Margaasih, Bandung, Jawa Barat 40214

Pondok Pesantren Al-Basyariyah didirikan pada tahun 1982 oleh Buya Drs. KH. Saeful Azhar, terletak di perkampungan yang pada zamannya merupakan tempat ulama ‘sohor’ di daerah Bandung Selatan, yaitu Eyang Cimindi keturunan Waliyullah Eyang Mahmud.

Pondok yang didirikan dari nol, kini telah menjelma menjadi sebuah lembaga pendidikan yang memiliki luas tanah sekitar 17 ha. Kamar santri yang asalnya hanyalah gubuk sederhana, kini berubah menjadi puluhan lokal asrama santri untuk kapasitas 2000 orang. Dengan izin Allah, dalam perjalanan perjuangannya pondok pesantren ini telah meluluskan para alumni yang tersebar di seluruh wilayah Jawa Barat khususnya dan wilayah nusantara umumnya.

Pada saat ini Pondok Pesantren Al-Basyariyah telah memiliki empat kampus, yaitu:

- Kampus 1 di Cibaduyut, Kota Bandung
- Kampus 2 di Cigondewah Hilir, Margaasih, Kab. Bandung
- Kampus 3 di Arjasari, Kab. Bandung
- Kampus 4 di Cikungkurak, Caringin, Kota Bandung

Eksistensi Pondok Pesantren Al-Basyariyah sebagai lembaga pendidikan formal telah diakui oleh Negara sesuai dengan keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 2852 Tahun 2015 tentang penetapan status kesetaraan satuan pendidikan mu’adalah pada pondok pesantren dengan Madrasah Tsanawiyah/sederajat dan Madrasah Aliyah/sederajat, serta disetarakannya TMI Pondok Pesantren Al-Basyariyah dengan SMA Negeri sesuai SK MENDIKNAS Nomor 240/C/Kep/2003 dan telah diakreditasi dengan peringkat A berdasarkan SK penetapan hasil akreditasi BAP-S/M Nomor: 02.00/322/BAP-SM/XI/2010 sehingga ijazah yang dikeluarkan TMI Pondok Pesantren Al-Basyariyah sebagai tanda kelulusan bisa digunakan untuk salah satu kelengkapan persyaratan melanjutkan studi ke berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta di dalam maupun luar negeri.

6. PONDOK PESANTREN NURUL IMAN

Lokasi : JL. Cibaduyut, Blok TVRI III, Cibaduyut Wetan, Kec. Bojongloa Kidul, Kota Bandung, Jawa Barat 40235

Pondok pesantren Nurul Iman didirikan pada tahun 1998. Santri di Pondok Pesantren Nurul Iman pada waktu itu hanya berjumlah 10 orang, akan tetapi dalam perjalannanya sampai akhir tahu ajaran bertambah sedikit demi sedikit yang sehingga lulusan pertama berjumlah sekitar 20 orang.

Mts Nurul Iman didirikan Oleh KH. Khoerudin Aly, Drs. Yang didukung oleh tokoh masyarakat seperti RT, RW, Lurah dan Para Ulama setempat, dimana dilokasi tersebut memang belum ada sekolah yang bercorak Agama Islamyang ada sekolah SMP umum yaitu SMP 38 Bandung..
Atas dasar kesadaran untuk membantu masyarakat yang kurang mampu untuk sekolah, sekaligus menciftakan sekolah yang bercorak Islam sekaligus memberikan kesadaran kepada masyarakat tentang pentingnya pendidikan bagi putra-putrinya. Dimana Cibaduyut adalah daerah Industri sepatu, sehingga mereka berpikir asal bias bekerja membuat sepatu sekolah tidak terlalu penting.

Oleh karena itulah pendiri berjuang habis-habisan untuk memberikan asumsi terbalik, yaitu memberikan kejelasan bahwa untuk hidup dizaman ini bukan hanya keterampilan saja tapi juga keilmuan perlu di tuntut, demi menjawab tantangan zaman sekaligus membentengi masyarakat dari pengaruh buruk Globalisasi dengan ilmu agama.

Siswa pertama hanya berjumlah 10 orang, karena memang belum mempunyai bangunan sendiri, bahkan Pondok Pesantren yang menjadi payungnya-pun belum dapat menyediakan kelas karena Aula yang hanya satu-satunya sudah ditempati oleh TKA Nurul Iman, maka terpaksa mereka ditempatkan ruangan belakang Masjid Al-Muhajirin.

Namun hingga saat ini santri yang mondok di Nurul Iman semakin banyak.

7. PONDOK PESANTREN MIFTAHUL FALAH 

Lokasi : Jl. Gede Bage Selatan No.115, Derwati, Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat 40295

Pesantren Miftahul Falah merupakan lembaga pendidikan Islam yang dengan segala kelebihan dan kekurangannya selalu mengupayakan agar para santrinya mampu berakhlaqul karimah dan mendapat ilmu yang bermanfa’at yang di tuangkan dalam tiga program pesantren yaitu :
1.    ‘Ulamaul ‘amilin (Ulama yang mampu mengamalkan ilmunya)
2.    Imamal muttaqin (Memimpin Ummat untuk bertaqwa)
3.    Muttaqin ( Manusia yang bertahan dalam ketaqwaan)

Pesantren Miftahul Falah didirikan oleh Al Mukarom KH.Iing Sholihin beserta istri (Hj.Iis Syarifah) dan K.Moch Ii Abdulloh Suja’i pada tanggal 30 Juli 1984 M, dan sekarang di kelola oleh pendiri beserta para putra, Mantu dan di Bantu oleh santri senior. Pondok Pesantren Miftahul Falah adalah merupakan cabang dari pesantren Miftahul Huda Pusat, yang beralamat di Kp. Kalimanggis Manonjaya 46197 Tasikmalaya Jawa Barat.

Pesantren Miftahul Falah merupakan Pesantren salafi yang mengkaji kitab-kitab kuning (klasik) dengan system pendidikan semi formal yang berjenjang dan klasikal di pandu dengan kurikulum dan silabus yang disusun oleh pengasuh pesantren dan disamakan dengan silabus yang berada di pesantren Miftahul huda pusat.

8. PONDOK PESANTREN TERPADU AR-RAAID

Lokasi : Kp. Cisalatri, Jl. A.H. Nasution Jl. Gg. Kujang No.65, RT.04/RW.05, Cipadung, Kec. Cibiru, Kota Bandung, Jawa Barat 40614

Pondok Pesantren Terpadu Ar-Raaid menekankan terhadap Pembinaan Akhlak dan Pembentukan Karakter, terutama bagi mahasiswa agar dapat hidup berdampingan di masyarakat dengan adab, etika dan tutur kata yang sopan Selain itu, Pondok Pesantren Terpadu Ar-Raaid merupakan pondok pesantren yang memadukan sistem salaf (Kitab Kuning) dengan pendidikan Modern (bahasa Arab dan Inggris) dan pendidikan Al-Qur'an sehingga memfasilitasi santri agar mampu berkompetensi dalam berbagai bidang.

Pesantren ini di buat demi cita-cita yang agung, yaitu ikut serta dalam merealisasikan kemajuan Universitas Islam Negeri (UIN) SGD Bandung yang menuntut terciptanya sumber daya mahasiswa yang shaleh serta individu dan sosial, berwawasan luas dalam bidang agama dan pengetahuan, demi meningkatnya kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) generasi muda Indonesia yang dapat mendukung lajunya pembangunan nasional di segala bidang kehidupan, guna mengisi dan meneruskan perjuangan bangsa di masa yang akan datang. Pesantren ini juga berlandaskan Ahlus Sunnah Wal Jamaah Bermadzhab Imam Syafi’i.

Itulah daftar Pondok Pesantren Salaf maupun Modern terbaik di Kota Bandung Jawa Barat.

8 Pondok Pesantren Salaf dan Modern Terbaik Di Kota Bandung

Kabupaten Tasikmalaya adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Barat Indonesia.

Selain memiliki sejumlah perguruan tinggi, Kabupaten Tasikmalaya juga dikenal sebagai pusat keagamaan terbesar di Jawa Barat, karena memiliki lebih dari 800 pesantren tersebar di penjuru wilayah Kabupaten. Namun dari penelusuran kami, ada beberapa Pondok pesantren yang sangat terkenal dan banyak diminati oleh masyarakat untuk mendalami ilmu agama di sini. Berikut daftar Pondok Pesantren Terkenal dan Terbesar di Tasikmalaya Jawa Barat :

1. PONDOK PESANTREN AL-AMIN

Lokasi : Jl. Air Tanjung, Tanjung, Kec. Kawalu, Tasikmalaya, Jawa Barat 46182

Sejarah berdirinya pondok pesantren Al Amin di awali dari kegiatan usaha  Tjiwulan Bordir  yang dimiliki oleh  H. Zarkasyie , pada tahun  2000  dengan  akta pendiriannya nomor 15 tahun 2000 , ia mendirikan  Yayasan Pendidikan Islam Al Amin  dengan tujuan untuk membeli kader-kader Islami yang beretos kerja tinggi, berdisiplin, jujur ​​dan Amanah Jadi Diperlukan Memberikan Nilai Manfaat Untuk Lingkungannya Dan Khusus Mengkhususkan Unit Usaha Tjiwulan Bordir dan Menyempurnakan Aktivitas Pondok Pesantren Al-Amin.

Sesuai dengan namanya, Sumber Daya Manusia yang diwarnai oleh Dienul Islam dapat mendukung produk ke-wilayah-an. Hal tersebut karena  Dienul Islam memiliki tata nilai dan etos kerja yang tinggi, disiplin yang kuat, kejujuran dan nilai  Amanah  serta memiliki nilai  barokah . Dia menyimpulkan bahwa kegiatan usaha dan pendidikan adalah dua hal yang terpisah, akan tetapi satu sama lain harus terkait erat dan simultan sehingga membuat  Tautan  dan  Pertandingan  antara dunia pendidikan dan dunia usaha.

Lebih jauh, dia meyakini bahwa tatanan SDM yang Islami akan mampu membawa perubahan yang positif di masyarakat serta akan mampu mewujudkan Islam sebagai  Rahmatan Lil'alamin.

2. PONDOK PESANTREN CONDONG RIYADLUL ULUM WADDA'WAH

Lokasi : Kampung Condong, RT 01 RW 04, Kel.Setianegara, Cibeureum, Setianagara, Tasikmalaya, Jawa Barat 46196

Pondok Pesantren Condong  merupakan pondok pesantren yang berlokasi di kawasan Condong, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Saat ini, Pondok Pesantren Condong menyelenggarakan pendidikan untuk jenjang MI, SMP (putra dan putri), SMA (putra dan putri), serta STIABI dengan biaya yang terdiri dari beberapa komponen, seperti infak, dana kesehatan, seragam, dan lain-lain.

Lembaga pendidikan berbasis agama Islam ini memiliki nama resmi Pondok Pesantren Riyadlul Ulum Wadda’wah. Karena berlokasi di Condong, maka pondok pesantren tersebut lebih populer dengan sebutan Pondok Pesantren Condong. Di Indonesia, pondok pesantren ini termasuk tua karena kabarnya telah didirikan sejak tahun 1864 silam.

Pada awalnya, Pondok Pesantren Condong hanya mengajarkan kitab kuning. Kemudian, sejak tahun 1985, pondok pesantren ini sudah mulai memadukan kurikulum pondok pesantren dengan kurikulum Pesantren Gontor. Lalu, di tahun 2001, dikombinasikan dengan kurikulum nasional dengan berdirinya SMP Terpadu.

Pada tahun akademik 2003/2004, dibuka SMA Terpadu dengan program lanjutan dari SMA dan program intensif (SMP dari luar). Sama seperti SMP Terpadu, SMA Terpadu di Pondok Pesantren Condong juga mengombinasikan kurikulum pendidikan nasional, kurikulum pesantren, dan kurikulum Gontor.

Layaknya pondok pesantren lainnya, Pondok Pesantren Condong juga telah dilengkapi dengan fasilitas mahad atau asrama khusus santri. Ada lima asrama yang disediakan di tempat ini, yaitu masing-masing dua untuk santri putra (Asrama Putra 1 Safinatun Najah dan Asrama Putra 2 Riyadul Badiah) dan tiga asrama untuk santri putri (Asrama Putri 1 Sulamut Taufiq, Asrama Putri 2 Fathul Qorib, dan Asrama Putri 3 Raudlatul Banat).

Di samping itu, Pondok Pesantren Condong juga didukung fasilitas belajar dan mengajar yang memadai. Di tempat ini, sudah tersedia ruang belajar atau kelas yang representatif dan terpisah antara putra dan putri, laboratorium IPA (Fisika, Kimia, Biologi), laboratorium komputer, area hotspot atau Wi-Fi, laboratorium bahasa, hingga aula dan perpustakaan.

3. PONDOK PESANTREN MANARUL HUDA

Lokasi : Kampung Sukasirna, Po Box 5SPA, Wargakerta, Sukarame, Tasikmalaya, Jawa Barat 46461

Pondok pesantren Salafiyah ini didirikan oleh KH. Endin Saepudin pada tahun 1978. Kemudian pada tahun 1996 pesantren ini mendirikan Yayasan Manarul Huda, yayasan tersebut mengembangkan pesantren dengan membangun MTs Manarul Huda, MA Manarul Huda dan Koperasi Pontren Manarul Huda.

Sekretaris Yayasan Pesantren Manarul Huda KH Cecep Ilman Fahmi menyatakan, pesantren yang dikelolanya harus tetap mempertahankan tradisi sorogan. Sekalipun ada pendidikan formal, aktivitas ngaji tak boleh diabaikan santri.

Santri membaca buku kuning dan memahami ilmu-ilmu yang ada di dalamnya.

Kitab kuning yang dibahas berkaitan dengan tradisi gramatika bahasa Arab, yaitu nahwu dan sharaf. Ada juga yang mengajarkan akidah atau tauhid. Kitab lainnya tentang fikih dan akhlak.

Dari tahun ke tahun santri di pesantren ini bertambah. Lebih dari 150 orang. Pada 1997 pesantren itu kemudian membangun yayasan. Maka, berdirilah MTs dan MA.

Hingga saat ini santri yang mondok di Manarul Huda semakin banyak dan terus bertambah dari tahun ke tahun.

4. PONDOK PESANTREN CIPASUNG

Lokasi : Komplek Pondok Pesantren, Jl. K.H. Ruhiat, RT.02/RW.7, Cipakat, Kec. Singaparna, Tasikmalaya, Jawa Barat 46417

Pondok Pesantren Cipasung merupakan lembaga pendidikan berbasis Islam yang berlokasi di Desa Cipakat, Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya. Pondok pesantren ini ternyata sudah berusia cukup lama karena telah eksis sejak tahun 1931 silam, yang kala itu didirikan oleh almarhum KH Ruhiat. Pesantren Cipasung merupakan salah satu pondok pesantren yang berciri khas ‘Salafy’ (memperdalam kitab kuning), selain juga melaksanakan pendidikan formal mulai jenjang PAUD, TK Islam, Madrasah Diniyah, MI, MTs, SMP Islam, SMA Islam, SMK Islam, MAN, hingga perguruan tinggi seperti IAIC, STTC, STIEC, dan Pascasarjana IAIC.

Secara umum, Pondok Pesantren Cipasung memiliki tujuan membina warga negara Indonesia yang memiliki kepribadian muslim dan menanamkan rasa keagamaan dalam semua aspek kehidupan dalam rangka berkhidmat untuk agama, nusa, dan bangsa. Sementara, secara khusus, pondok ini bertujuan mendidik santri atau siswa menjadi seorang muslim yang memiliki akhlak karimah, memiliki kecerdasan, serta sehat lahir dan batin.

Layaknya pondok pesantren pada umumnya, Pondok Pesantren Cipasung juga mewajibkan para santri untuk tidur di asrama. Memiliki 19 unit, asrama di pondok ini terbagi menjadi dua, yaitu untuk santri putri dan untuk santi putra.

Pondok Pesantren Cipasung juga menyelenggarakan pendidikan setingkat SMP, SMA, dan bahkan perguruan tinggi. Akan tetapi, ketika dikonfirmasi rupanya biaya pendidikan di Pondok Pesantren Cipasung untuk masing-masing jenjang tersebut untuk tahun ini masih belum diumumkan. Sebagai gambaran, berikut informasi biaya pendidikan di Ponpes Cipasung untuk tahun sebelumnya.

5. PONDOK PESANTREN DARUSSALAM TASIKMALAYA

Lokasi : Tanjungpura, Kec. Rajapolah, Tasikmalaya, Jawa Barat 46155

Pendirian Pondok Pesantren Darussalam pada dasarnya berbarengan sejalan dengan proses pendirian Pendidikan Formal Menengah SMP Terpadu Darussalam, Dengan berpijak kepada Pokok Ajaran Islam dan Ukhuwah Islamiyah dengan pola keterpaduan kurikulum antara kurikulum KMI Gontor, Salafiyah dan Pendidikan Formal Menengah Depdiknas, dengan system Boarding School yang mengonsetrasikan belajar 24 jam di asrama.

Bermula dari sebuah Kandang Ayam yang berkapasitas 3000-3500 ekor ayam potong, kurang lebih tiga tahun dengan izin Allah dan dukungan kuat dari masyarakat di samping itu juga, cita – cita tinggi dari Pendiri Pondok Pesantren dalam waktu yang relatif sangat singkat kira-kira empat bulan masyarakat berjibaku membangun dengan tanpa upah gaji. Kandang ayam tersebut menjelma menjadi sebuah Pesantren dan lembaga Pendidikan Formal Menengah SMP Terpadu Darussalam harapan masyarakat.

Kata Darussalam bagi nama Pesantren diambil dari sebuah harapan besar Pendiri Pondok bahwa kelak Pesantren tersebut menjadi pesantren kebanggaan layaknya Pondok Modern Darussalam Gontor Jawa Timur yang menjadi almamaternya. di samping salah-satu pendirinya alumni Gontor.  Kedua, makna dari Darussalam berarti Kampung Damai diharapkan Pesantren Darussalam mempunyai peran besar dalam kehidupan masyarakat di Indonesia yang membawa kedamaian, dan Ketiga, dengan tidak merendahkan bahwa nama Darussalam diambil dari kata yang mudah dicerna oleh masyarakat. Sesuai dengan asal mulanya tempat dari kandang ayam, Darul Ayam menjadi Darussalam Kampung Damai.

Kurikulum yang diterapkan di Pondok Pesantren Darussalam adalah dengan memadukan tiga kurikulum :

1. KMI Gontor Ponoroga Jawa Timur,
2. Salafiyah, serta menghafal Al-Quran yang berorientasi ke arah pendidikan modern.
3. SMP/SMA Terpadu Darussalam dari Kemendikbud.

6. PONDOK PESANTREN MODERN AL FURQON

Lokasi : JL. Raya Barat, No. 21 A, Singaparna, Cikunten, Kec. Singaparna, Tasikmalaya, Jawa Barat 46414

Pondok Pesantren Al-Furqon didirikan oleh KH. Taufik Ali Daud dan saat ini Pondok Pesantren Al-Furqon diasuh oleh KH Asep Hidayat, Lc. Pondok Pesantren Al-Furqon dengan sejarah panjang yang tidak bisa terpisahkan. Hadir dari keyakinan dan rasa tanggung jawab akan tuntunan ummat terhadap pejuang dan penerus amanat nubuwat (warasatul anbiyya).

 Dari sebuah nama Al-Furqon, masjid yang senantiasa mengadakan pengajian rutin dan pendidikan RA ( Raudatul Athfal) di awal tahun 1980. Akhirnya di tahun 1992, dengan izin Allah SWT, Pondok Pesantren didirikan. Hingga saat ini telah melahirkan 21 angkatan. Merupakan sebuah kebanggaan dan wujud tasyakur Pondok Pesantren Al-Furqon terus berkembang melaksanakan fungsinya sebagai lembaga pendidikan pencetak kader-kader pemimpin umat.

Pondok Pesantren Al-Furqon menghadirkan suasana pendidikan dan pembinaan terhadap Santri (anak didik) dengan mengupayakan Pesantren sebagai tempat ibadah thalab al-ilmi dan menjadi sumber pengetahuan Islam, bahasa Al-Quran dan ilmu pengetahuan umum. Santri pada akhirnya diharapkan memiliki kemampuan dan penguasaan terhadap seluruh cabang keilmuan, baik pengetahuan agama maupun pengetahuan umum dengan tetap berjiwa pesantren.

Lingkaran pendidikan dan Pembinaan yang dilaksanakan Pondok Pesantren Al-Furqon bermuara pada terwujudnya generasi yang unggul menuju terbentuknya khairo ummah, mukmin-muslim yang berbudi tinggi, berpengetahuan luas dan bebas, serta berkhidmat kepada masyarakat. Kaum intelek yang memiliki keseimbangan dzikir dan pikir.

Kurikulum yang digunakan adalah perpaduan antara Kurikulum Standar Pendidikan Nasional dan Kurikulum Pondok Modern Gontor, dengan masing-masing komposisi 100%. Yang berarti tidak ada pemilahan antara komponen umum dan agama, tradisional dan modern. Karena pada dasarnya inti dari kesemuanya adalah Ilmu. Lama pendidikan di Pondok Pesantren Al-Furqon selama 6 (enam) tahun.

Tiga tahun pertama setingkat MTs (Madrasah Tsanawiyah) dan tiga tahun berikutnya setingkat MA (Madrasah Aliyah). Santri Lulusan Pondok Pesantren Al-Furqon akan memiliki sekaligus 3 Ijazah. (Ijazah Pondok Pesantren, Ijazah MTs, Ijazah MA yang sudah TERAKREDITASI). Alumni dapat melanjutkan pendidikan ke Perguruan TInggi dalam Negeri (PTN maupun PTS) maupun Luar Negeri.

7. PONDOK PESANTREN NURUL WAFA

Lokasi : Gunung Hideung, Sukarame, Tasikmalaya, Jawa Barat 46461

Pondok pesantren Nurul Wafa Gununghideung merupakan salah satu lembaga yang turut berperan aktif dalam pengembangan ilmu pengetahuan baik agama maupun dari luar agama. Pondok yang berdiri pada tahun 1977 semula hanya terdiri dari asrama putra yang berjumlah 12 ruangan/kobong (saat ini menjadi asrama pusaka), masjid kecil, dan madrasah.

Ketiga bangunan ini merupakan jerih payah dua ulama besar pendiri sekaligus pemilik Pondok pesantren yaitu  Al-magfurlah Syekhuna KH. Moch. Idris dan Syekhuna Al- Mukarrom KH. Asep Moch. Saefulloh. Semenjak tahun 1977, beliau pendiri dan pemilik Pondok Pesantren Nurul Wafa telah berhasil mencetak kader-kader Ulama yang telah tersebar di berbagai daerah. Selama memimpin Pondok, berbagai cobaan dan rintangan dating silih berganti. Namun berkat kesungguhan Syekhuna Al-Mukarrom KH. Asep Moch. Saefulloh, pondok berhasil bertahan hingga saat ini, bahkan santrinya semakin banyak dan terus bertambah.

8. PONDOK PESANTREN SUKAHIDENG

Lokasi : Bageur, Rt. 16/04, Sukarapih, Sukarame, Sukarapih, Sukarame, Tasikmalaya, Jawa Barat 46461

Pesantren ini bernama lengkap “Pondok Pesantren Perguruan KHZ. Musthafa Sukahideng” didirikan pada masa penjajahan Belanda tahun 1341 H bertepatan dengan tahun 1922 M.

Pendirinya adalah M. KHZ. Muhsin. Sepulangnya dari menuntut ilmu, pada tahun 1922 M. KHZ. Muhsin mendirikan Pesantren di Kampung Bageur yang bernama Pesantren Sukahideng. Tanah yang ditempati Pesantren meruapakan wakaf untuk dijadikan Masjid dan sarana berdakwah.

Selain belau menjadi pengasuh pesantren di tempatnya, ia juga rajin memberi pengajian ke kampung-kampung sekitar, seperti desa Sukarapih maupun di luar desa.

KH. Zenal Muhsin Wafat pada tahun 1938. Karena putra pertama beliau yaitu KH.A. Wahab Muhsin masih 17 tahun, maka kepengurusan Pesantren dipimpin oleh salah seorang menantu KH. Zenal Muhsin yaitu KH. Yahya Bahtiar Afandi sampai dengan tahun 1945.

Dan dari tahun 1945 sampai dengan 2000 M. yang memimpin Pusaka peninggalan ini adalah putra sulungnya yaitu KH.A. Wahab Muhsin Rohimahulloh.

9. PONDOK PESANTREN BAHRUL ULUM K.H. BUSTHOMI

Lokasi : Jl. K.H. Busthomi No.Kel, Awipari, Kec. Cibeureum, Tasikmalaya, Jawa Barat 46196

Pondok pesantren pertama di wilayah Kecamatan Cibeureum ini berdiri sekitar 1920 dengan nama pondok pesantren Awipari. Pendirinya adalah KH. Masduki (Alm). Beliau merupakan putra KH. Husen, dari Tonjong, Kecamatan Cikatomas, Kabupaten Tasikmalaya, yang merupakan cucu dari salah seorang keluarga Syekh Abdul Muhyi Pamijahan. “Kalau dulu penamaan pesantren itu langsung dengan menyebut tempat di mana pesantren itu berada,” kata KH. Cecep Ridwan Busthomi, pimpinan pondok pesantren Bahrul Ulum KH. Busthomi, Awipari, Kecamatan Cibeureum, Kota Tasikmalaya.

Dalam penyelenggaraan pengajian, dikarenakan KH. Masduki sering melaksanakan ibadah haji dan pernah bermukim di Mekkah, maka di bantu oleh keluarganya KH. Ahmad (Alm). KH. Masduki memiliki empat putra, yaitu KH. Busthomi (Alm), KH. Tijani (Alm), KH. Syail Mawardhi (Alm), dan Hj. Ai (Alm). Sekitar 1940 KH. Busthomi bersama KH. Ruhiat, Pondok Pesantren Cipasung, pernah menawarkan diri untuk ikut ke medan perang.

Tapi oleh KH. Zaenal Musthofa dilarang ikut, malah disuruh pulang untuk membina umat. Berbeda dengan KH. Ruhiat yang ikut ke medan perang. Kepemimpinan KH. Masduki berakhir hingga 1942, kemudian diteruskan putra sulungnya. Semasa kepemimpinan KH. Busthomi, perkembangan pesantren cukup pesat dengan banyaknya santri yang bermukim. “Puncak kejayaannya tahun 1965 sekitar 3000-an santri. Bangunan pesantrennya tidak seperti sekarang. Hanya pakai bedeng-bedeng, semisal tenda darurat. Ini dikatakan oleh seorang alumni yang masih hidup,” ungkap putra bungsu KH. Busthomi itu.

Sekitar 1970, pesantren berganti nama menjadi pondok pesantren Bahrul Ulum. Seiring perkembangan, sistem pengajarannya, selain Salafiyah sekarang menggunakan sistem kholafiyah. Selanjutnya kepemimpinan pesantren diteruskan putra dan menantunya, yaitu KH. Abdullah Muhaemin (Alm) dan KH. Ma’sum Suhaemi (Alm). “Kholafiyah diperuntukkan bagi santri yang sekaligus bersekolah, dan Salafiyah dikhususkan bagi santri khusus tidak sekolah (Takhosus). Klasifikasinya, yaitu I’dad, Ula, Tsanawiyah, Wustho, ‘Ali dan Takhosus. Sekarang ada delapan asrama, tiga asrama perempuan dan empat asrama laki-laki."

10. PONDOK PESANTREN MIFTAHUL HUDA

Lokasi : Jl. Miftahul Huda, RT.05 / RW.02, Pasir Panjang, Kalimanggis, Manonjaya, Kalimanggis, Kec. Manonjaya, Tasikmalaya, Jawa Barat 46197

Pondok Pesantren Miftahul Huda didirikan oleh almarhum KH. Choer Affandi (dikenal dengan julukan UWA Ajengan) beserta istri (Hj. Siti Shofiyyah) pada tanggal 7 Agustus 1967.

Berlokasi di Kedusunan Pasirpanjang, Desa Kalimanggis, Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya, Propinsi Jawa Barat, jarak dari Kota Tasikmalaya 13 km. ke arah Timur, dari ibu kota Kecamatan 1 km. ke arah Tenggara dan 8 km. dari ibu kota Ciamis ke arah Barat Daya.

Dan telah mencatatkan diri sebagai Yayasan dengan nama Yayasan Pesantren Miftahul Huda (YAMIDA) dengan akta notaris Ryono Roeslam NO.34/PN/76/AN. Berhubung banyak pendirinya yang telah meninggalkan Pesantren (waktu itu pengurusnya ada dari kalangan santri senior) maka akta notaris ini diperbaharui pada tanggal 20 Juni 1987 di hadapan notaris Tuti Asijati Abdul Ghani SH.

Cikal bakalnya adalah Pondok Pesantren Wanasuka di kampung Cigugur Ciamis, kemudian karena pergolakan perjuangan pada saat itu Pondok Pesantren Wanasuka tidak dapat dilanjutkan. Beberapa tahun kemudian KH. Choer Affandi mendirikan lagi Pondok Pesantren dengan nama Pesantren Gombongsari di kampung Cisitukaler desa Pasirpanjang, kemudian karena di lokasi ini tidak memungkinkan untuk diperluas lokasinya, sementara Santri bertambah terus, atas dukungan masyarakat lokasinya dipindah ke lokasi sekarang, dibangun di atas tanah waqaf dari Raden Hj. Mardiyah seorang aghniya di Manonjaya.

Itulah beberapa daftar Pondok Pesantren Terbesar Dan Terkenal di Tasikmalaya Jawa Barat Indonesia.

Inilah 10 Pondok Pesantren Salaf dan Modern Terbaik di Tasikmalaya

Kabupaten Sumedang  adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Ibukotanya adalah kecamatan Sumedang Utara, sekitar 45 km Timur Laut Kota Bandung.

Di wilayah ini terdapat Pondok Pesantren Salafiyah maupun Modern, yang digunakan masyarakat untuk mendalami ilmu agama dalam menghadapi tantangan zaman. Dari pantauan tim kami kuwaluhan.com ada beberapa Pondok pesantren Terbesar Dan Terkenal di Sumedang yang sangat diminati oleh masyarakat, baik masyarakat sekitar maupun masyarakat luar daerah. Berikut daftarnya :

1. PONDOK PESANTREN AL-MA'SOEM 

Lokasi : Jalan Raya Cipacing No. 22, Jatinangor, Cipacing, Sumedang, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat 45363

Pesantren Siswa Al Ma’soem semula bernama Pesantren Pendidikan Formal, mulai dibangun pada tahun 2000. Berada dibawah naungan badan hukum Yayasan Pendidikan Al ma’soem yang beralamat di Jln. Raya Cipacing No. 22 RT 01 RW 05 Desa Cipacing Kecamatan Jatinangor Sumedang.

Komplek yayasan seluas ± 4 hektar yang merupakan jariyah dari almarhum Bapak H. Ma’soem (wafat Syawal 2001), seorang pengusaha muslim sukses asli Jawa Barat, yang didukung sepenuhnya oleh istri dan putera-puterinya. Pada saat itu putera tertua beliau yaitu almarhum Bapa H. Nanang Iskandar Ma’soem (wafat Ramadhan 2014) yang mewakili adik-adiknya merespon dan berjibaku membangun serta membesarkan yayasan sebagai ladang amal.

Pembangunan pesantren jauh setelah SMA dan SMP Al Ma’soem. Dimana SMA didirikan tahun 1987, SMP 1988. Adapun biayanya adalah dari dari hasil perusahaan (PT Ma’soem) yang sudah dijalankannya sejak 1971, tanpa ada bantuan dari pihak luar.

2. PONDOK PESANTREN MIFTAHUL HASANAH 

Lokasi : Sukarapih, Sukasari, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat 45366

Pondok pesantren Salafiyah Miftahul Hasanah, pesantren militan yang sangat luar biasa ini persisnya berada di Jalan genteng no 7 desa sukarapih kecamatan sukasari, santri salafi 200, santri khalaf 67, tanfidz 17 orang, Diniyah 300 orang. Dengan santri sebanyak itu pesantren ini tidak bisa dikatakan pesantren kecil, jika diukur dengan eksistensi yang ada sekarang ini.

Selanjutnya dalam melayani masyarakat akan kebutuhan pendidikan bagi pesantren ini merupakan tuntutan yang  tidak bisa dinafikan begitu saja, meski saat ini Miftahul Hasanah tetap istiqamah dengan pesantren salafiahnya, hal ini dapat dibuktikan bahwa saat ini masih tetap melayani santri yang mondok sambil sekolah, meski tidak banyak dan sisanya tetap mengikuti kegiatan pondok salafiyah seusai bersekolah umum.

3. PONDOK PESANTREN DARUL HIKMAH

Lokasi : Sukawangi, Tanjungmekar, Tanjungkerta, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat 45354

Pondok Pesantren Darul Hikmah merupakan sebuah Lembaga Pendidikan yang berada dibawah naungan Yayasan Kyai Demang Cipaku (YKDC). Pondok Pesantren Darul Hikmah didirikan oleh K.H. Nata M. Noor pada tahun 1969 atas dorongan orang tua yang menitipkan putera-puterinya yang kurang mampu untuk menyekolahkan anaknya kelembaga pendidikan lain yang berada di kota Kabupaten Sumedang atau daerah-daerah lainnya.

Dengan adanya tuntutan tersebut, maka merasa terpanggil, bahkan berkewajiban membantu pemerintah untuk menyediakan sarana pendidikan bagi masyarakat, terutama yang  tidak mampu.Walau dengan  keterbatasan kemampuan yang dimiliki.

Tahun demi tahun Pondok Pesantren Darul Hikmah mampu memenuhi satu demi satu kebutuhan penunjang lembaga pendidikan dalam rangka memaksimalkan kegiatan belajar mengajar di Pondok Pesantren Darul Hikmah.

4. PONDOK PESANTREN AL MAJIDIYAH

Lokasi : Jl. Manglayang, Mekarsari, Sukasari, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat 45366

Pesantren Al-Majidiyah, berdiri pada tahun 1925, Pondok Pesantren Al-Majidiyah beralamat di Nyalindung RT 01/02 Desa mekarsari, Sukasari, Kabupaten Sumedang.

Berawal didirikan Mesjid Al-Majidiyah Nyalindung didirikan pada Tahun 1925 oleh K.H Abdul Majid (K.H. Hujaemi). nama asal mesjid ini adalah Mesjid Nyalindung, sesuai dengan tempat atau nama dari dusun tempat didirikannya mesjid tersebut. Namun setelah K.H. Abdul Majid (K.H. Hujaemi) meninggal dan diteruskan oleh menantunya K.H. Sulaeman, ketika renovasi mesjid K.H. Sulaeman beserta warga masyarakat dan santri-santrinya sepakat mengganti nama mesjid tersebut menjadi Mesjid Al-Majidiyah. nama mesjid tersebut diajukan sebagai pengingat atas jasa-jasa KH. Abdul Majid sebagai orang pertama yang mendirikan dan merintis Pondok Pesantren di Daerah Nyalindung, Mekarsari, Sukasari, Sumedang.

5. PONDOK PESANTREN MODERN AL AQSHA

Lokasi : No.2, Jalan Raya Bandung - Sumedang, Cibeusi, Jatinangor, Cibeusi, Kec. Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat 45363

Pendirian Pondok Modern Al-Aqsha dilatarbelakangi oleh kehendak yang tinggi dari para pengurus Yayasan akan adanya lembaga pendidikan yang mampu melahirkan generasi ummat Islam yang berkualitas baik dalam ilmu agama maupun ilmu umum. Untuk tujuan dimaksud Pondok Modern Al-Aqsha sejak awal pendiriannya hingga kini (1994-2010) membawahi dua lembaga pendidikan formal, yaitu Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Kulliyatul al-Muallimin wa al-Muallimat al-Islamiyah (KMMI).

 Secara operasional kedua lembaga di atas tidak dapat dipisahkan satu sama lain, karena keduanya dipadukan dalam sebuah wadah pendidikan yang disebut dengan SMP Plus Pondok Modern Al-Aqsha. SMP Plus ini kemudian dikenal secara administratif dengan nama SMP Plus Al-Aqsha. Melalui rapat badan pendirinya, Yayasan Al-Aqsha membentuk sebuah lembaga pendidikan pondok pesantren yang dinamakan Pondok Modern Al-Aqsha dan menunjuk Bapak Drs. Kyai Mukhlis Aliyudin, M.Ag sebagai penanggung jawab sekaligus sebagai pengasuh pondok.

SMP Plus Al-Aqsha didirikan pada tanggal 21 Rajab 1414 H atau 2 Februari 1994 M. yang operasionalnya dimulai pada tahun pelajaran 1994/1995. secara kelembagaan, SMP Plus Al-Aqsha berada di dalam sebuah Yayasan Al-Aqsha yang didirikan pada tahun yang sama. Kemudian secara yuridis Yayasan ini dilegalkan pada tanggal 27 Agustus 1996 dengan akta notaris No. 10 Tahun 1996 oleh notaris Anita Sukarna Takariawan, SH.

Sesuai dengan akta notaris tersebut, badan pendiri Yayasan Al-Aqsha ini adalah KH. Hasan Abdullah Muhyi, Bapak Abo Hidayat, dan Bapak Drs. Mukhlis Aliyudin M.Ag. Kurikulum yang digunakan di SMP Plus Al-Aqsha mengacu pada kurikulum Pendidikan Nasional dan kurikulum Pondok Modern Gontor yang dipadukan dengan kurikulum pesantren salafi.

Kurikulum Depdiknas digunakan sebagai kurikulum formal SMP Plus Al-Aqsha, sedangkan kurikulum Pondok Modern Gontor dan kurikulum salafi digunakan sebagai kurikulum plus atau muatan lokalnya. Perpaduan kurikulum di atas diharapkan menjadi ciri khas SMP Plus Al-Aqsha yang didedikasikan untuk mencetak para santri/siswi agar memiliki kompetensi baik di bidang pengetahuan umum maupun di bidang pengetahuan agama.

6. PONDOK PESANTREN ASYROFUDDIN

Lokasi : Cipicung, RT.12/RW.03, Conggeang Wetan, Conggeang, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat 45391

Pondok Pesantren Asyrofuddin didirikan tahun 1846 oleh Hadratusyekh K. R. Asyrofuddin yang masih keturunan Pangeran Syamsuddin I dari Keraton Kasepuhan Cirebon. Pesantren ini didirikan bukan sebagai bagian dari proses penyebaran agama Islam, melainkan sebagai reaksi terhadap politik kolonial Belanda di Cirebon sekitar abad ke-18. Dikisahkan dalam sebuah sumber, ketika Sultan Sepuh usianya telah uzur, ia memanggil Asyrofuddin untuk diserahi jabatan sebagai sultan menggantikan dirinya.

Dalam pertemuan itu, Asyrofuddin bersedia memangku jabatan sebagai sultan dengan syarat orang Belanda tidak boleh mencampuri urusan pemerintahan di daerah Cirebon. Syarat yang diajukan oleh Asyrofuddin itu tidak bisa dipenuhi ayahnya karena terikat kontrak politik warisan sultan sebelumnya. Pertentangan itu mendorong terjadinya konflik antara ayah dan anaknya karena masing-masing pihak mempertahankan keinginannya. Konflik itu berakhir dengan diusirnya Asyrofuddin dari Cirebon dan ia meninggalkan kampung halamannya menuju Kampung Cikuleu di Ujung Jaya yaitu perbatasan antara Sumedang dan Majalengka.

Hingga saat ini Pondok pesantren Asyrofudin semakin berkembang pesat, banyak santri dari luar kota yang menuntut ilmu ke pondok ini.

7. PONDOK PESANTREN AL HIKAMUSSALAFIYYAH

Lokasi : Sukamantri, Tanjungkerta, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat 45354

Ponpes Al-hikamussalafiyyah terletak di sebelah Barat Kota Kabupaten Sumedang kurang lebih 11 km dari pusat kota Sumedang. Lingkungan masyarakat disekitar pondok pesantren terdiri dari kaum petani dan sebagian pegawai negeri. Keadaan ekonomi masyarakat sekitar adalah kelas menengah ke bawah bahkan masih banyak masyarakat yang hidup di bawah garis kemiskinan.

Pada pertengahan tahun 2002 salah satu putra pimpinan pesantren yaitu H. Sa’dulloh, SQ kembali ke kampung halamannya setelah melakukan pengembaraan ke berbagai tempat untuk mencari ilmu dan pengalaman. Sejak kedatangan beliau maka modernisasi pesantren mulai dilakukan. H. Sa’dulloh, SQ mulai melakukan pembenahan baik dari sisi manajemen pesantren maupun dari peningkatan kualitas  dan kuantitas lembaga pendidikannya, dengan tidak meninggalkan kekhasan pesantren yaitu mencetak santri-santri yang hafal Al-Qur’an.

Di bawah naungan yayasan yang didirikannya pada tahun 2003 H. Sa’dulloh, SQ dibantu oleh saudara-saudaranya yang lain mendirikan MTs Plus Al-Hikam. Seluruh lembaga pendidikan formal ini memadukan system pendidikan nasional dengan pesantren dengan kekhasan Tahfidz Al-Qur’an. Disamping itu kemudian didirikan pula lembaga-lembaga ekonomi seperti Koppontren Al-Hikamussalafiyyah, Tempat Praktek Usaha Santri Al-Hikamussalafiyyah dan Usaha Ekonomi Produktif Pesantren.

 Berkat pengembangan program tersebut animo masyarakat untuk menitipkan putera-puterinya di MTs Plus Al-Hikam semakin meningkat. Hal ini dapat dilihat dari semakin bertambahnya jumlah santri yang mencapai lebih dari 350 orang.

Dengan semakin berkembangnya sarana dan prasarana pendidiikan di Pondok Pesantren Al-Hikamusalafiyyah berdampak pada prestasi yang diraih para santri dan alumninya. Beberapa alumni telah mendirikan lembaga pendidikan Al-Qura’an baik formal maupun non formal di beberapa daerah. Disamping itu prestasi santri MTs Plus Al-Hikam dapat dilihat dari keikutsertaan para santri dalam even MTQ mulai dari tingkat kecamatan, kabupaten, propinsi, nasional dan internasional. Bahkan H. Sa’dulloh, SQ dan Hj. Mutmainnah, S.Th.I adalah juara-juara MHQ 30 Juz tingkat Internasional di Saudi Arabia dan Libia.

Selain mencetak prestasi di bidang Al-Qur’an, santri pesantren ini juga berhasil mencetak prestasi dibidang lomba pidato bhs Arab, bhs Inggris dan bhs Indonesia, lomba solawat dan barjanji dalam perlombaan tingkat kabupaten Sumedang.

Itulah beberapa Pondok pesantren terbaik di kabupaten Sumedang Jawa Barat.

7 Pondok Pesantren Salafiyah Dan Modern Terbaik Di Sumedang

Kabupaten Sukabumi merupakan kabupaten di Tatar Pasundan, Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Ibu kotanya adalah Kota Palabuhanratu. Kabupaten Sukabumi juga merupakan kabupaten terluas kedua di Pulau Jawa setelah Kabupaten Banyuwangi di Provinsi Jawa Timur.

Pendidikan Pondok Pesantren di Sukabumi cukup banyak. Baik Pondok pesantren modern maupun salafiyah ada di sini. Dari penelusuran tim kami kuwaluhan.com, ada beberapa Pondok populer yang diminati oleh para penduduk sekitar dan dari luar daerah.

Berikut daftar Pondok Terbaik dan Terkenal di Sukabumi Jawa Barat :

1. PONDOK PESANTREN AR-RAHMAN 

Lokasi : Jl. Mohammad Amir KM. 9, Bojong Genteng, Sukabumi Regency, Jawa Barat 43353

Pondok Pesantren Ar-Rahman merupakan salah satu lembaga pendidikan berbasis Islam yang berlokasi di Sukabumi, yang menyelenggarakan pendidikan untuk jenjang SMP dan SMA. Seperti kebanyakan pondok pesantren, lembaga yang satu ini juga menerima siswa atau santri baru dengan kuota yang terbatas, dengan biaya pendidikan berkisar Rp23 juta sampai Rp245 jutaan.

Pondok Pesantren Ar-Rahman menerima siswa atau santri baru melalui dua jalur seleksi, yaitu jalur prestasi dan non-akademik serta melalui jalur tes. Sebanyak 20 persen siswa diterima dari jalur prestasi dan non-akademik, sedangkan 80 persen lainnya bakal ditampung melalui jalur tes.

Peserta jalur prestasi nantinya akan diseleksi berdasarkan hasil psikotes, seleksi nilai rapor, dan juga dokumentasi prestasi (medali, sertifikat, dan piagam penghargaan). Sementara, peserta jalur tes harus mengikuti dan lulus tes tertulis pelajaran matematika, bahasa Inggris, IPA terpadu, IPS terpadu (khusus pendaftar SMA), pengetahuan agama Islam, serta psikotes.

Selain dari sisi akademik, Pesantren Ar-Rahman juga memiliki prestasi di luar akademik. Banyak kegiatan ekstrakurikuler yang diselenggarakan lembaga ini yang mampu meraih prestasi, baik di tingkat lokal maupun nasional. Pada tahun 2018 misalnya, SMA Unggulan Ar-Rahman mampu keluar sebagai lomba memanah dengan meraih medali emas dan perak pada kategori SMA Pemula di gelaran Fathan Mubina Talent Festival kelima.

Selain itu, sekolah ini juga sempat menyabet Juara Umum kedua dalam kejuaraan taekwondo di gelaran Sukabumi Open Taekwondo Championship 2 yang berlangsung dri GOR Surya Kencana Pabuaran, Sukabumi pada Maret 2018 lalu. Prestasi lainnya termasuk juara mural SMA, duet storytelling, dan badminton single putra dalam kegiatan SPARTCOM V, ajang kompetisi tahunan se-wilayah Bogor, Sukabumi, dan sekitarnya yang diadakan OSIS SMP-SMA Darul Ulum Lido.

2. PONDOK PESANTREN DARUL HABIB

Lokasi : Jalan Raya Parungkuda Gg. Ojek Ciambar Kp., Ginanjar, Kec. Ciambar, Sukabumi Regency, Jawa Barat 43356

Pondok Pesantren Darul Habib adalah sebuah lembaga pendidikan yang berakidah
ahlussunnah wal jama'ah dengan berpegang teguh pada al-Qur'an dan al-Hadits, mengakui
adanya ijma' para Ulama dan kias, menjunjung tinggi norma-norma agama, melaksanakan
ajaran-ajaran islam dengan baik dan ber-akhlakul karimah.

Pesantren Darul Habib dibangun di atas tanah seluas + 1,5 hektar dan didirikan pada tahun 1998 M. oleh Al-Ustadz Nopel Abdullah al-Kaff namun baru diresmikan pada tahun 2000
M.

Dalam perjalanannya selama + 1 dekade, Pesantren Darul Habib telah
menampung sekitar 500 santri, terdiri dari 300 santri aktif putra dan putri serta santri non aktif
(alumni) sebanyak 200 santri.

Adapun pendidikan yang diformulasikan untuk para santri dan sangat diprioritaskan
antara lain meliputi Al-Qur’an, Al-Hadits, Bahasa Arab, Akhlaq, Fiqh, Nahwu, Sharaf, Balaghah,Tauhid dan lain sebagainya baik secara klasikal maupun fakultatif. Di samping itu kami juga
memberikan kegiatan penunjang seperti latihan pidato, membaca maulid, hadrah, burdah dan
masih banyak kegiatan-kegiatan yang lain.

Sistem pengajaran yang diterapkan di pondok ini adalah berbasis Al-Quran dan Hadits. Para guru akan membina dan membekali para santri dengan berbagai macam metode pendidikan, antara lain “Latihan Pidato dan Da’wah, serta ditambah dengan menghafal Al-Quran dan Hadist Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, dan masih banyak lagi.

3. PONDOK PESANTREN MODERN MADINATUL ULUM SUKABUMI

Lokasi : Jl. raya Cimuncang, batas, Pasirhalang, Kec. Sukaraja, Sukabumi Regency, Jawa Barat 43192

Pondok ini berdiri pada bulan juli tahun 2011 oleh seorang kyai bernama: Drs. KH Asep Arwandi Yusuf, MAG dan beberapa orang kyai lainnya yaitu kyai Cecep Saepuzzaman S,Ag dan Robi Maulana Yusuf S.Pd.i . Pondok pesantren ini berada dibawah naungan yayasan Al-Jauharul ‘ulum Al-Islamiyyah dimana yayasan ini berdiri pada tanggal 01 Januari 2011

Pondok Ini perpanduan antara pondok salafi dan pondok modern, dimana dipondok ini program pendidikanya bersumber kepada kitab kuning dengan tujuan para santrinya di gembleng untuk menjadi kader-kader ulama yang handal dan menguasai berbagai cabang disiplin ilmu keislaman seperti: Ilmu Nahwu, Ilmu Shorof, Ilmu Mantiq, Ilmu bayan, Ilmu ma’ani, Ilmu badi, Ilmu Tauhid, Ilmu Fiqih, Ilmu Usul fiqh, Ilmu tasawuf, Ilmu qur’an, Ilmu tafsir, Ilmu hadist, Ilmu musthola hadist, DLL.

Demikian pula pondok ini disebut pondok modern karena dipondok ini para santri wajib berkomunikasi setiap hari dalam bahasa arab satu minggu dan bahasa inggris satu minggu. Demikian pula para santri diwajibkan menerjemahkan Qur’an dan Hadist dengan bahasa inggris dan harus menguasai pidato 4 bahasa yaitu bahasa Arab, bahasa Inggris, bahasa Indonesia, dan bahasa Sunda.

Adapun kelebihan PonPes ini yaitu :

- Wajib menghafal Al Qur’an 1 Juz Per- Semester
- Wajib menghafal hadist 40 per- Semester
- Wajib menguasai Tahfidz ‘am dengan 4 bahasa ( Tahfidz ‘am yaitu hafalilmu ilmu keislaman seperti ilmu tauhid, ilmu fiqih, ilmu tasawuf, ilmu mushola hadist)
- Santri dituntut mampu berpidato 4bahasa (Arab, Ingrris, Indonesia, Sunda)
- Setiap santri dituntut mahir kitab kuning.
- Setiap santri dituntut mahir tilawah Al Quran dengan Qiroat Sab’ah
- Setiap santri dituntut kesenian islam seperti, hadroh dan qosidah.
- Setiap santri dituntut mahir kaligrafi Al Quran

4. PONDOK PESANTREN TERPADU AL-ISTIQOMAH

Lokasi : Jl. Pelabuhan II KM.10, Sirnaresmi, Kec. Gn. Guruh, Sukabumi Regency, Jawa Barat 43156

Pondok Pesantren Terpadu Al Istiqomah dirintis dan didirikan oleh beberapa orang tokoh yang notabene adalah para aktivis dakwah, alumni beberapa pondok pesantren dan perguruan tinggi. Hal inilah yang menjadi sedikit pembeda dengan pesantren lainya yang umumnya didirikan oleh seorang figur sentral, yang pengelolaan dan kepemilikan selanjutnya dikuasai oleh seorang kiai dan bersifat turun temurun.

Para perintis dan pendiri Pondok Pesantren Terpadu Al Istiqomah ini dikomandani oleh seorang Kiayi yang berwawasan kosmopolit dan mondial, bersikap elegan dan egaliter. Seorang alumni IAIN syarief Hidayatullah, yaitu KH Royanuddin AS yang akrab disapa ‘Buya’. Beliau adalah murid langsung dari seorang ulama karismatik dan eksentrik Mama Ajengan Badri Sanusi yakni putra dari ulama besar Mama Ajengan Ahmad Sanusi Sukabumi.

Beliau juga adalah murid ‘khusus’ langsung dari ulama besar Tasikmalaya Mama Ajengan Khoer Affandi. Ketika mahasiswa beliau adalah aktivis pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Bahkan saat masih duduk di bangku SLTP beliau sudah menjadi aktivis yang cukup progress dan mobile pada salah satu organisasi pelajar yaitu Pelajar Islam Isndonesia (PII).

Pondok pesantren ini juga merupakan pesantren yang masih mempertahankan pengajaran kitab-kitab Islam klasik, meskipun di daerah Babakan itu sendiri telah banyak berdiri pondok pesantren lain. Akan tetapi santrinya tidak kalah banyak dengan pondok pesantren yang ada di sekitarnya. Selain itu, pondok ini juga memiliki program bagi masyarakat sekitar yaitu Majlis Ta’lim sabtunan (bapak-bapak), selasanan (ibu-ibu) dan sebagainya.

5. PONDOK PESANTREN MODERN ASSALAM

Lokasi : Cibodas, Bojong Genteng, Sukabumi Regency, Jawa Barat 43355

Pondok Modern Assalam Adalah lembaga pendidikan Islam yang dirintis sejak tahun 1968 oleh K. Ir. Lukman Herawan dan KH. Abdurrahman (Ayahanda). Pada tahun 1983 berdiri di atas tanah wakaf KH. Abdurrahman beserta para isterinya yang berlokasi di Kampung Situ Assalam Desa Cibodas Kecamatan Bojonggenteng Kabupaten Sukabumi, mengembangkan ilmu pengetahuan dalam aspek pendidikan yang menekankan pembentukan generasi muda Islam yang handal dan berkualitas. Pada tahun 2011 dibuka Pondok Modern Assalam 2 Khusus Putri di atas tanah wakaf seluas 14 Hektar yang berlokasi di Desa Sukaharja Kecamatan Warungkiara Kabupaten Sukabumi Jawa Barat.

Berdirinya Pondok ini bertujuan untuk membentuk dan mengembangkan generasi Islam yang cerdas secara emosional, intelektual dan spiritual dengan berjiwakan Pondok Modern serta selalu ta'at dan tunduk pada ajaran agama Islam.

KH.Abdurrahman adalah salah seorang pendiri Pondok Modern Assalam Sukabumi, lahir di sebuah desa Kalapa Carang, Bojonggenteng, Sukabumi, tahun 1904 dari pasangan bpk.Suhli dan ibundan Sutijah, beliau adalah seorang petani yang kaya raya namun kehidupannya penuh dengan kesederhanaan, hal ini dapat kita lihat dari kehidupan sehari-harinya; beliau meskipun seorang kiyai pendiri pondok Modern Assalam Sukabumi tapi dalam kesehariannya tidak terlihat sebagai seorang kiyai pendiri karna hal ini terlihat daripada sebuah kesederhanaan yang beliu miliki. Jadi pada dasarnya apa yang beliau katakan itu sesuai dengan apa yang beliau perbuat.

pondok pesantren modern Assalam merupakan pondok pesantren yang memiliki basis yang sama dengan pondok modern Gontor karena pendirinya juga merupakan salah satu alumni Gontor – Ponorogo – Jawa Timur.

6. PONDOK PESANTREN ASSALAFIYAH

Lokasi : Babakan Pesantren BWI Pelabuhan Ratu, Babakan, Kec. Cibeureum, Kota Sukabumi, Jawa Barat 43142

Pesantren ini didirikan oleh KH. Abdullah Mahfudz, lahir pada tahun 1914 Masehi atau 1335 Hijriah di kampung Babakan Tipar Desa Cimahi Kecamatan Cantayan Kabupaten Sukabumi, ia lahir dari pasangan H. Didi (alm) dengan Hj. Ruqiyah bin KH. Abdurrohim (alm), pasangan ini di karuniai 9 anak, 4 laki-laki dan 5 perempuan, sedangkan KH. Abdullah Mahfudz sendiri anak yang ke 3 dari 9 bersaudara tersebut.

Pada Tahun 1977 Pesantren Babakan Tipar oleh KH. Ahmad Makki (putera ke empat) dirubah namanya menjadi Pesantren Assalafiyah yang didasarkan pada pendapat para ulama yang dimuat dalam kitab Jauharut Tauhid. Dan selanjutnya Pesantren ini dipimpin oleh KH. Ahmad Makki dengan didukung saudaranya yang lain, di bawah kepemimpinannya inilah Pesantren Assalafiyah menghasilkan karya terjemahan karya bahasa kuning serta bahasa Sunda dan di Produksi oleh Percetakan Kitab milik Pesantren Assalafiyah sendiri.

Dengan kemandiriannya ini pulalah Assalafiyah menjadi pesantren yang ditaklukkan mendapat bantuan dari pemerintah, dilahan seluas 17 hektar pesantren ini mampu mencukupi semua kebutuhannya, menabung dengan bantuan dari luar, sesuatau yang ditiru oleh pesantren lain, kemandirian dibidang, akan terlihat jati diri dan percintaan Keislaman yang baik, karena tidak perlu menerima pihak luar yang biasanya beriming-iming sesuatu, atau dengan sayarat tertentu, jika saja semua pondok pesantren memiliki kemandirian dibidang yang sesuai dengan kepesantrenan maka dapat dipastikan wajah dunia Islam akan semakin baik.

7. PONDOK PESANTREN YASPIDA

Lokasi : Jl. Parungseah No.KM. 4, No. 43, Cipetir, Kadudampit, Sukabumi Regency, Jawa Barat 43152

Pondok pesantren YASPIDA didirikan pada hari Jumat tanggal 04 Juni 1999 di kampung Renged RT 19/04 Desa Cipetir Kecamatan Kadudampit Kabupaten Sukabumi Jawa Barat. Dalam perjalanannya, Melalui peraturan pemerintah tentang keyayasanan, maka YASPIDA melakukan perombakan kenyamanan dengan paradigma baru Dewan Penbina, dewan pengawas dan dewan pengurus, melalui Akta Notaris NY. ELLY HERYATI, SH. 01.- Tanggal 25 Pebruari tahun 2005 dengan nama YAYASAN SOSIAL DAN PENDIDIKAN ISLAM DARUSSYIFA AL-FITRAT SUKABUMI.

Pendirian Yayasan Sosial dan Pendidikan Islam Darussyifa Al-Fitrat didasari oleh suatu keinginan memadukan sistiem pendidikan pesantren yang berorientasi pada pengembangan potensi-potensi ruhaniah manusia dengan pendidikan umum yang berorientasi pada pengembangan pemikiran dan kemampuan berpikir.

Kurukulum yang digunakan SD IT, SMP IT, SMK Terpadu (Teknologi & RPL, Bisnis & Manajemen, Teknologi Informatika, Kesehatan dan Teknologi Pertanian) dan SMA Plus, MTs Plus, MA Plus Yaspida adalah birokrasi Pendidikan Kebudayaan dan Kurikulum Kementerian Agama yang dipadukan dengan Kurikulum Pondok Pesantren Darussyifa Al-Fithroh Perguruan Yaspida Sukabumi yang berbasis Kurikulum Keterpaduan, Kemasyarakat dan Kompetensi, Tahfidz Al-Qur'an , target hafalan 30 Juz, Mufradat / Kosakata , Muhadatsah / Percakapan , Muhadlarah . Monitoring Pidato , program pendampingan anak khusus oleh guru dalam pembinaan Akhlak, Ibadah, dan Muamalah.

8. PONDOK PESANTREN AL-MA’TUQ SUKABUMI

Lokasi : Jl. Kadudampit KM. 3, RT.16/RW.03, Gunungjaya, Kec. Cisaat, Sukabumi Regency, Jawa Barat 43152

Pondok Pesantren Al-Ma'tuq adalah Pesantren yang menghasilkan generasi yang menguasai berbagai bidang ilmu Aqidah dan Syari'ah sesuai pemahaman salafus Shalih. Al-Ma'tuq merupakan Pesantren Salafi yang melakukan proses pendidikan Islam secara optimal, untuk menghasilkan generasi yang unggul dalam Aqidah, Ibadah dan Akhlak secara integral, memiliki wawasan internasional dan mampu menghadapi tantangan global.

Pondok Pesantren adalah salah satu dari sekian banyak lembaga pendidikan yang memiliki akar yang kuat pada masyarakat muslim Indonesia, dalam perjalanannya pondok pesantren selalu mampu mendukung dan mempertahankan keberlangsungan hidup sendiri. Tidak seperti itu, Pesantren memiliki model pendidikan yang multi aspek. Santri tidak hanya belajar agama yang mengerti, tetapi juga mendapat tempaan kepemimpinan yang alami, kemandirian, kesederhanaan, ketekunan, kebersamaan, kesetaraan serta sikap positif lainnya yang ditanamkan tidak disadari. Modal inilah yang diharapkan dapat diperoleh masyarakat yang berkualitas dan mandiri.

Pondok Pesantren Al-Ma'tuq masih tetap menyelenggarakan pendidikan dan kepesantrenan untuk anak-anak yatim, baik untuk anak-anak yatim yang ada di pesantren mapun dari sumber lokal ada di Indonesia.

Di bawah Pimpinan oleh Dr. Ade Hermansyah Lc, M.Pd.I, Pondok Pesantren modern ini berkembang pesat dengan mengembangkan minat masyarakat untuk mendidik anak-anak di sini cukup tinggi untuk meningkatkan pembiayaannya sebagai Sistem Pendidikan yang cukup mahal, hal ini terbukti dari sponsor santri baru yang terus bertambah setiap tahunnya, sekarang dibuka ekstra ketat diberlakukan untuk dapat menyaring calon santri yang siap menerima tempaan berat dari kurikulum yang diberlakukan di sini.

Santri Al-Ma'tuq memang dipersiapkan agar menjadi kader-kader muslim tangguh yang siap diterjunkan diberbagai lingkungan dimasyarakat, selain memang dipersiapkan untuk mampu mengakses pendidikan di luar negeri seperti timur tengah dan sebagainya.

9. PONDOK PESANTREN ANNIDZOM

Lokasi : Jl. Selabintana No.,17a, Warnasari, Kec. Sukabumi, Sukabumi Regency, Jawa Barat 43151

Pondok pesantren Annidzom adalah pondok pesantren murni salafi, dengan mengajarkan kitab-kitab salaf, pesantren ini dipimpin oleh seorang ulama kharismatik yakni abuya KH.Abdulloh Muchtar.

Di pondok inilah banyak lahir kyai besar Jawa barat, hingga sekarang banyak santri yang mendalami ilmu agama di pondok Annidzom. Karena sistem pendidikan di sini masih murni salafi, yakni menjadi pengikut ulama jaman dulu,
Gurunya Mursyid, sanad keilmuanya nyampe ke Rasulullah.

10. PONDOK PESANTREN MODERN AL UMANAA

Lokasi : Jl. Pelabuhan II Km 10, Kp. Cikaret RT. 002 / RW 014, Kebonmanggu, Gunung Guruh, Sukabumi City, West Java 43156

Pondok pesantren Al Umanaa adalah yayasan yang bergerak dalam bidang sosial, keagamaan, dan kemanusiaan. Yayasan ini beralamat di Jl. Pelabuhan II KM 10 Pasirmalang Rt 001 Rw 14 Desa Kebonmanggu Kecamatan Gunungguruh Kabupaten Sukabumi Jawa Barat. Yayasan Al Umanaa diprakarsai oleh beberapa orang yang mempunyai kesamaan cita-cita, yaitu ingin mencerdaskan, mensejahterakan, dan mendidik generasi penerus agar kelak mampu mengemban amanah Allah SWT sebagai khalifah-Nya di muka bumi. Yayasan ini berpedoman kepada Diin al-Islam yang bersumber kepada Kitab Allah dan Sunnah Rasul-Nya, bukan organisasi kekuatan sosial politik, dan bukan pula bagian dari salah satu organisasi kekuatan politik manapun juga. Yayasan Al Umanaa merupakan organisasi non profit.

Dalam bidang sosial, Yayasan  Al Umanaa memprogramkan: 1) Dalam jangka pendek mendirikan lembaga pendidikan PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini), SD, SMP, SMA, dan sederajat. 2) Dalam jangka panjang mendirikan Perguruan Tinggi. 3) Mendirikan dan menyelenggarakan kursus-kursus keterampilan sebagai upaya untuk memberdayakan generasi muda. 4) Memberikan beasiswa pendidikan kepada peserta didik yang berprestasi dan tidak mampu secara ekonomi. 5) Dalam jangka panjang mendirikan Poliklinik (Rumah Sehat) untuk memenuhi hajat masyarakat, terutama kaum dhuafa.

Itulah daftar Pondok Pesantren Terbaik di Sukabumi Jawa Barat.

10 Pondok Pesantren Salaf dan Modern Terbaik Di Sukabumi

Kabupaten Subang adalah sebuah kabupaten di Tatar Pasundan provinsi Jawa Barat, Indonesia. Ibu kotanya adalah Subang.

Pendidikan Agama di Kabupaten Subang terbilang sangat baik, karena begitu banyak Pondok Pesantren yang berdiri di wilayah ini. Dari penelusuran tim kami kuwaluhan.com di Subang terdapat beberapa ponpes yang menurut kami sangat cocok untuk putra-putri kita menuntut ilmu agama di pondok berikut ini :

1. PONDOK PESANTREN PAGELARAN 3

Lokasi : Gardusayang, Cisalak, Kabupaten Subang, Jawa Barat 41283

Sepeninggal K.H. Muhyiddin, kepemimpinan Pondok Pesantren Pagelaran III dilanjutkan oleh salah seorang puteranya yaitu Abdul Qoyum yang dikenal dengan K.H. Oom Muhyiddin. Pada periode ini adalah terjadi perkembangan yang sangat pesat,  terutama  adalah besarnya fungsi pesantren sebagai lembaga pendidikan yang menyelenggaran berbagai pelayanan kepada umat seperti kegiatan majelis ta’lim, pendidikan pesantren salafiyah, madrasah diniyah, TK, penyelenggara program wajar dikdas,  serta pendidikan sekolah formal SMP dan SMA.

Selain itu, menjadi lembaga sosial melalui  penyelenggaraan berbagai kegiatan sosial seperti penyantunan anak yatim, penyantunan fakir miskin, penyelenggaraan poskestren, dll.

2. PONDOK PESANTREN DARUL FALAH SUBANG

Lokasi : Cimanggu, Cisalak, Kabupaten Subang, Jawa Barat 41283

Pesantren Darul Falah merupakan lembaga pendidikan berbasis agama Islam yang berlokasi di Kabupaten Subang, Jawa Barat. Menyelenggarakan pendidikan untuk jenjang SMP dan SMA, pondok pesantren ini menerapkan sistem Islamic & Cultural Boarding School dan mematok tarif pendidikan yang terbilang cukup terjangkau.

Lembaga ini menyelenggarakan program pendidikan untuk jenjang SMP dan SMA (tepatnya SMK) yang telah memiliki Akreditasi B.

SMP dan SMK Darul Falah, yang berdiri pada tahun 2008 lalu, dikatakan sebagai sekolah berbasis pesantren yang menggunakan prinsip dasar kepesantrenan yang dengan mazhab Imam Syafi’i. Berbasis pondok pesantren atau dikenal dengan Islamic & Cultural Boarding School, lembaga ini memiliki moto ‘Cerdas dan Berakhlak Karimah’.

Pondok pesantren Darul Falah menerapkan system pendidikan terpadu antara kepesantrenan Salafiyah berbasis ke-NU-an dan sistem pendidikan modern di dalam dan di luar kelas yang mengandung pendidikan karakter dan leadership. Sekolah ini mengadopsi kurikulum pendidikan nasional untuk mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan, bahasa Indonesia, bahasa Inggris, IPA, matematika, IPS, teknologi informasi, dan pendidikan olahraga. Sementara, untuk pelajaran baca tulis Al Quran, tahfidhul Al Quran, hadis, kitab kuning, bahasa Arab, nabawiyah, dan sejarah kebudayaan Islam, mengadopsi kurikulum pesantren.

Untuk menunjang proses kegiatan belajar dan mengajar, Pondok Pesantren Darul Falah juga telah didukung dengan fasilitas yang memadai. Di sekolah ini, sudah terdapat ruang kelas belajar yang representatif, laboratorium komputer, laboratorium IPA, perpustakaan, kantin sekolah, asrama santri, layanan laundry, sarana olahraga, hingga masjid.

Tidak mau kalah dengan sekolah ‘konvensional’ pada umumnya, Pondok Pesantren Darul Falah pun menyelenggarakan berbagai kegiatan ekstrakurikuler yang bisa diikuti oleh siswa atau santri untuk menyalurkan bakat dan minat mereka. Kegiatan ekstrakurikuler di sekolah ini antara lain, kegiatan outbound, pentas seni budaya, latihan dasar kepemimpinan, English Club, pramuka, Palang Merah Remaja (PMR), Gerakan Cinta Masjid (GCM), OSIS, Paskibra, dan latihan dasar ke-taruna-an. Selain itu, pondok ini juga mengadakan kegiatan belajar bahasa Inggris di Kampung Inggris Pare, Kabupaten Kediri.

3. PONDOK PESANTREN RAHMATIKA AL-ATSARI

Lokasi : Jalan Raya Dayeuhkolot, Sagalaherang, Dayeuhkolot, Sagalaherang, Kabupaten Subang, Jawa Barat 41282

Pondok pesantren Rahmatika Al-Atsari, dalam bantuan ikut serta mengembangkan pendidikan dan dakwah salafiyah ahlus sunnah waljamaa'ah berdasar Al-Qur'an dan As-Sunnah dengan membantu Salaful Ummah, menerima sambutan Santri Baru (PSB) tingkat SD, SMP , SMA dengan kurikulum: Kemendikbud terpadu dengan Kurikulum Kepesantrenan; Tahfizh Al-Qur'an, Bahasa Arab, Aqidah, Akhlak, Fiqih, Hadits, Manhaj, Siroh Nabawiyah dan Keterampilan Hidup. Mendapat negara dan pesantren untuk dapat melanjutkan pendidikan jenjang yang lebih tinggi.

Jenjang Pendidikan :

1. SD ISLAM AL-ATSARI, Terakreditasi, (Menerima Pindahan Kelas 4 dan 5)
NSS: 102021901025, NPSN: 69725653
2. SMP TERPADU RAHMATIKA, Terakreditasi, UJian Mandiri
NSS: 202021901115, NPSN: 20233640
3. SMA TERPADU RAHMATIKA, Terakreditasi, Ujian Mandiri
NSS: 302021901055, NPSN: 20244792

4. PONDOK PESANTREN RIYADHUL JANNAH ISLAMIC MODERN

Lokasi : Jl. Raya Prapatan Bandung, Jalancagak, Curugrendeng, Kec. Jalancagak, Kabupaten Subang, Jawa Barat 40115

Pondok Pesantren Riyadhul Jannah merupakan salah satu pondok pesantren modern (boarding school) yang berlokasi di Kabupaten Subang, Jawa Barat. Pondok pesantren ini sekarang menyelenggarakan beragam pendidikan mulai jenjang SMP, SMA, MA, SMK, hingga Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) dengan biaya bervariasi.

Pondok Pesantren Riyadhul Jannah diketahui sebagai perwujudan cita-cita Dr. KH Moch. Ujang Saefullah, yang merupakan sekaligus pimpinan lembaga ini. Pondok ini adalah lembaga pendidikan Islam yang senantiasa meningkatkan kiprah dalam mendidik generasi yang beriman, cerdas, berilmu, terampil, memiliki wawasan yang luas, berakhlak baik, serta menguasai teknologi sehingga menjadikan peserta didik yang dinamis dan mampu menjawab dinamika zaman.

Program pembelajaran yang dilaksanakan di tempat ini adalah kombinasi dari kurikulum Kementerian Pendidikan Nasional, Kementerian Agama, dan Mahad Modern Riyadhul Jannah, dan dalam proses pembelajaran menggunakan tiga bahasa, yaitu bahasa Indonesia, bahasa Inggris, dan bahasa Arab. Kurikulum di sekolah ini berorientasi pada pemahaman Al Quran, kitab kuning, bahasa Arab, dan bahasa Inggris, sehingga siswa dan santri diwajibkan menggunakan bahasa Arab dan bahasa Inggris ketika berada di asrama.

Pondok Pesantren Riyadhul Jannah memiliki tiga program basic yang merupakan program pembelajaran tiga pengetahuan dasar yang menjadi unggulan sekolah tersebut. Program ini mencakup basic English, basic Arabic, dan basic Sains yang difasilitasi oleh SDM yang profesional di bidangnya. Selain tiga program basic itu, setiap siswa pun dibekali dengan pembelajaran kitab kuning untuk memperkuat ilmu agama.

5. PONDOK PESANTREN MODERN ASSALAM

Lokasi : Kalijati Tim., Kec. Kalijati, Kabupaten Subang, Jawa Barat 41271

Pesantren Assalaam didirikan oleh Al Mukarrom KH. Khoer Affandi (Alm), KH. Dadang Daman Huri (Alm), KH. Uci Sanusi (Alm), H. Sulaeman (H. Elin) Alm. Pada Tanggal 23 Juni 1989 M, terletak di arial tanah seluas 3 Ha, dihuni lebih dari 300 santri dan memiliki 13 cabang pesantren yang terletak didaerah Jawa dan Luar Jawa, merupakan Lembaga Pendidikan Islam yang dengan segala kelebihan dan kekurangannya selalu mengupayakan agar para santrinya mampu "Berakhlakul Karimah" dan mendapat ilmu yang bermanfaat yang dituangkan dalam Tiga Program Pesantren yaitu:

1. 'Ulama Al 'Amilin (Ulama yang mampu mengamalkan ilmunya)
2. Imamal Mutaqin (Pemimpin Umat untuk Bertaqwa)
3. Mutaqin (Manusia yang bertahan dan bertaqwa)

Pondok Pesantren Assalaam dikelola langsung oleh para murid dibawah Pimpinan Umum KH. Ma'mun Murod Al-Bishri dan dibantu oleh KH. Abu Zaen Syamsudin dan KH. Zezen Zaenal Mutaqin.

Pondok Pesantren assalaam merupakan Pesantren Salafiyah yang mengkaji Kitab-Kitab Kuning (Klasik) dengan Sistem Pendidikan Semi Formal yang berjenjang dan Klasikal dipandu dengan Kurikulum dan Silabus yang disusun Pendiri.

6. PONDOK PESANTREN DARUSSALAM KASOMALANG SUBANG

Lokasi : Jl. Raya Kasomalang Desa No.2, Kasomalang Wetan, Kasomalang, Kabupaten Subang, Jawa Barat 41281

Pondok Pesantren Darussalam Kasomalang didirikan pada tanggal 20 April 1983. Didirikan oleh 3 (tiga) orang senasab yakni : pertama; Embah Ma’sum yang lebih dikenal dengan sebutan Ajengan Cikupa, kedua; Bapak Kyai H. Mu’alim Uli Hidayat dan ketiga KH. Ahmad Djuanda, M.H. Ketiganya adalah Kakek, Ayah, dan Anak. Pada awal berdirinya, Pondok Pesantren Darussalam hanya memiliki areal tanah dari wakaf keluarga seluas 120 M2 dengan jumlah santri angkatan pertama sebanyak 16 orang, terdiri dari 15 orang laki-laki dan 1 orang perempuan.

Pondok Pesantren Darussalam Kasomalang merupakan salah satu pesantren alumni Gontor yang mempersatukan secara utuh sistem dan metodologi kepesantrenan dengan pendidikan modern.

Program pendidikan dan pengajaran untuk mencetak santri yang berilmu tinggi dan berakhlak mulia, diaktualisasikan melalui lingkungan yang berdisiplin dan penyelenggaraan Kulliyatul 'Ulum al-Islamiyah yang terdiri dari dua tingkat, yaitu :

1. Tingkat Tsanawiyah selama 3 (tiga) tahun,
2. tingkat Aliyah selama 3 (tiga) tahun. Adapun

materi pelajaran yang menjadi prioritas adalah Bahasa Arab, Bahasa Inggris (sebagai bahasa resmi), Ekonomi Akuntansi, Matematika dan Kitab Kuning (keagamaan).

Sampai tahun ajaran 2007-2008 santri Pondok Pesantren Darussalam berjumlah 1.230 orang. Didasarkan atas keinginan untuk tafaqquh fiddin mencetak kader pemimpin umat yang berakhlaqul karimah, berilmu tinggi, dan berwawasan luas, Pondok Pesantren Darussalam terus berpacu dan berkembang seiring dengan perkembangan dunia pendidikan dan kemajuan ilmu pengetahuan dewasa ini.

Selaras dengan eksistensinya sebagai lembaga tafaquh fi din, lembaga yang berdiri di atas dan untuk semua golongan.

7. PONDOK PESANTREN AT TAWAZUN

Lokasi : Jl. Raya Kalijati Timur No.280, Kalijati Bar., Kec. Kalijati, Kabupaten Subang, Jawa Barat 41271

Pesantren At-Tawazun yang terletak di Kecamatan Kalijati, Kabupaten Subang,  berupaya mengarahkan santri untuk seimbang dalam menguasai ilmu dunia dan ilmu akhirat sebagai bekal hidup di masyarakat.

Menurut pengasuh pesantren yang didirikan tahun 2001 tersebut, KH Musyfiq Amrullah, penamaan At-Tawazun terinspirasi dari salah satu prinsip Nahdlatul Ulama (NU), yaitu tawazun, artinya seimbang.

Pondok pesantren At-Tawazun merupakan sebuah pesantren yang belumlah dikenal jatidirinya secara utuh, bukan berarti At-Tawazun tidak mempunyai pola pendidikan yang baku.

Sesungguhnya pola itu sudah dan sedang berproses berjalan dan dirintis pola pendidikan tersebut oleh para pendiri pondok, hanya umur yang masih terlalu muda bagi sebuah pendidikan disamping alumni yang baru satu generasi yang kita keluarkan yang belum berkiprah di masyarakat sehingga timbullah pertanyaan tersebut. Juga belum tersosialisaikan pola ini secara utuh kepada aktifis pondok pesantren At-Tawazun terlebih kepada masyarakat.

Itulah beberapa daftar Pondok Pesantren terbaik dan terbesar di Subang Jawa Barat.

7 Pondok Pesantren Terbaik dan Terbesar Di Subang Jawa Barat

Kabupaten Purwakarta adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Ibu kota Kabupaten Purwakarta terletak di Kec. Purwakarta dan berjarak kurang lebih 80 km sebelah tenggara Jakarta.

Pendidikan Agama Pondok Pesantren di wilayah ini terbilang cukup banyak, hal ini terbukti dengan banyaknya jumlah Pondok pesantren yang didirikan di sini. Mengambil dari berbagai sumber, tim kami kuwaluhan.com telah merangkum deretan Pondok Pesantren Terbaik dan Terbesar di Purwakarta Jawa Barat :

1. PONDOK PESANTREN ASSYAFE’IYAH

Lokasi : Jl Cikeris RT 02/01, Cikeris, Kecamatan Bojong, Purwakarta, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat 41164

Sebagai sebuah lembaga pendidikan non formal pondok pesantren Assyfe’iyah memiliki Visi, indicator pencapaian,Misi, Tujuan sebagai pedoman pelaksanaan pendidikan, bahan evaluasi perkembangannya.

Pondok Pesantren Assyafeiyah berciri salaf (klasik/tradisional), konsisten menjaga risalah Islam dengan hati-hati dan tidak spekulatif (jamaknya paparan ulama kontemporer). Risalah yang dicurahkan terhubung pada mata rantai ilmu yang tak pernah putus, obor yang tidak pernah padam selama berabad-abad diwariskan dari para ulama salaf, dari para Tabiin at Tabiin, dari para Tabiin, dari para Shahabat Ra, yang langsung dari Rasulullah Saw.

2. PONDOK PESANTREN BAITUL QUR'AN CIRATA

Lokasi : Karoya, Tegal Waru, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat 41165

Pondok pesantren Baitul Quran Cirata merupakan sebuah lembaga yang bergerak di bidang pendidikan, sosial dan dakwah, lembaga ini berusaha untuk mengkader penghafal Al Qur’an yang sekaligus juga memahaminya. Peserta didik BQ Cirata adalah terdiri dari peserta didik reguler dan ber-beasiswa untuk siswa-siswi yatim dan dhuafa yang lulus seleksi, mereka diberikan beasiswa full 100% dan seluruh fasilitas disamakan dengan siswa-siswi regular.

Adapun program pendidikan yang dilaksanakan antara lain:

1. Pesantren Gratis Bagi anak- anak yatim dan dhuafa’ maupun reguler (berbayar).
2. Tahfidz Al Qur’an 30 juz.
3. Program sekolah gratis (SMP) bagi anak anak yatim dan dhua’afa yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia.
4. Pelatihan kemandirian dan life skill.

3. PONDOK PESANTREN PERSIS 33 AL-MANAAR

Lokasi : Jalan Purnawarman Barat No.71, 15/03, Sindangkasih, Kecamatan Purwakarta, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat 41112

Pondok Pesantren persatuan Islam Al manar, adalah pesantren yang di kelola oleh organisasi islam yang bernama Persatuan Islam (PERSIS), di sekolah ini terdapat perbedaan di bandingkan dengan sekolah-sekolah pada umumnya di daerah tersebut, perbedaan nya terdapat pada segi Akademik, jumlah mata pelajaran di sekolah tersebut berjumlah lebih 30 pelajaran, dan salah satunya terdapat pelajaran Psikologi, karya tulis ilmiah (di ajarkan pada kelas 3) dan keguruan, dari pelajaran tersebut yang menjadikan keunikan dari sekolah-sekolah pada umum nya.

4. PONDOK PESANTREN ISLAM USWATUN HASANAH PURWAKARTA

Lokasi : Jalan Jend. A. Yani Gg. Sukarata, RT.14/RW.06, Cipaisan, Kec. Purwakarta, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat 41113

Pondok pesantren ini didirikan oleh seorang al- Mukarom KH. Mohammad Fadli Soelaiman Syuja'i beserta saudara dan sahabatnya membentuk lembaga pendidikan Islam yang diberi nama Pondok Pesantren Islam Uswatun Hasanah.

Pondok Pesantren Islam Uswatun Hasanah Purwakarta menggunakan program pendidikan berbasis Kuliyyatul Mu’allimin wal Mu’allimat (KMI/A) al- Islamiyyah. KMI/A merupakan program pendidikan intensif untuk lulusan SD/MI, dengan masa pendidikan selama tujuh tahun. Terdiri dari masa pendidikan selama 6 tahun dan masa pengabdian/ khidmat selama 1 tahun.

Seluruh lulusan santri mendapatkan ijazah pondok pesantren dan ijazah negara (MTs dan MA). Adapun disiplin ilmu yang ditanamkan kepada para santri dititikbertakan pada:

- Al – Ulum Ad-Diniyah (Ilmu-Ilmu Agama)
- Al – Ulum
- Al-Lughowiyah (Ilmu-Ilmu Bahasa)
- Al – Ulum Al-Kauniyah (Ilmu-Ilmu Alam)
- Al – Ulum At-Tarbiyyah (Ilmu-Ilmu Keguruan)

5. PONDOK PESANTREN AL MUHAJIRIN

Lokasi : Jalan Veteran 155, RT.41/RW.05, Nagri Kaler, Kec. Purwakarta, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat 41115

Pondok Pesantren Al-Muhajirin adalah lembaga pendidikan Islam yang telah didirikan sejak tahun 1993. Pembelajaran dilakukan dengan mengintegrasikan kurikulum pesantren berbasis kitab kuning dan bahasa dengan kurikulum sekolah berbasis standar nasional. Semua santri diwarnai tinggal di asrama dengan program pembinaan berupa pembiasaan shalat berjamaah, shalat dhuha, puasa sunah, dzikir pagi dan sore, kajian kitab kuning, perbincangan bahasa Arab dan Inggris, tahsin dan tahfidz Al-Qur'an.

Pesantren Al-Muhajirin yang memiliki motto Berpikir Dinamis, Berakhlak Salaf. Berakidah Ahli Sunah wal Jamaah, dan memiliki visi Terwujudnya komunitas umat yang sholeh, cerdas, terlatih, dan mandiri serta misi untuk mencetak mukmin sholihin. imam al-muttaqin, dan ulama al-amilin tentu tidak lepas dari sejarah.

Nama Al-Muhajirin diberikan, karena pembangunan pondok pesantren ini merupakan kelanjutan dari pembangunan masjid jami yang bertempat di komplek Perumahan Oesman Singawinata yang diberi nama Al-Muhajirin.

Dalam pembangunan masjid itu KH Abun Bunyamin sebagai ketua panitia merangkap Ketua RW 11 Kelurahan Nagrikaler pada waktu itu. Sebagai Pengurus Yayasan Al-Wathon, KH. Abun Bunyamin bersama-sama para tokoh lainnya merencanakan pembelian sebidang tanah seluas 3,100 meter persegi. kemudian membentuk panitia penerimaan wakaf yang diketuai Bambang Sutaryono yang kemudian pindah mencari dana dan bisa membangun gedung TKA / TPA berlantai dua.

Semua santri diwajibkan
tinggal di asrama dengan program pembinaan berupa pembiasaan shalat berjamaah,
shalat dhuha, puasa sunat, dzikir pagi dan sore, kajian kitab kuning,
percakapan bahasa Arab dan Inggris, tahsin dan tahfidz al-Qur’an.

Hingga sekarang Pondok pesantren Muhajirin memiliki sekitar 4.500 santri. Salah satu dari tiga pesantrennya menjadi lembaga pendidikan Islam favorit di Purwakarta. Visi bilingual pesantren yang menekankan santri mahir Bahasa Arab dan Bahasa Inggris agar mereka mampu menyesuaikan kondisi dan kesulitan zaman milenial.

6. PONDOK PESANTREN AL-HIKAMUSSALAFIYAH

Lokasi : Jl. Pesantren, Cipulus, RT. 7 /RW. 3, Nagrog, Wanayasa, Nagrog, Wanayasa, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat 41174

Pondok Pesantren Al-Hikamussalafiyah Cipulus merupakan salah satu lembaga pendidikan berbasis agama Islam yang berlokasi di Nagrog, Wanayasa, Purwakarta, Jawa Barat. Berdiri sejak tahun 1840 silam, lembaga pendidikan yang lebih dikenal dengan nama Pondok Pesantren Cipulus tersebut menyelenggarakan studi untuk jenjang SD/MI, SMP, hingga SMA.

Pondok Pesantren Cipulus pertama kali didirikan pada tahun 1840 silam, dan kala itu dibangun oleh KH Muhammad/Ahmad bin Kiai Nurkoyyim, yang akrab disapa dengan panggilan Ajengan Emed. Ajengan Emed sendiri merupakan salah satu santri kesayangan Syeikh Maulana Yusuf Purwakarta, pahlawan besar Jawa Barat di abad ke-19.

Layaknya pondok pesantren lainnya, mata pelajaran di Pondok Pesantren Cipulus juga didominasi dengan pengetahuan agama Islam. Materi pokok yang diajarkan di antaranya Al Quran, kitab-kitab kuning yang meliputi tauhid, fiqih, tata bahasa Arab, tasawuf, serta metode praktis dalam mendalami Al Quran dan kitab kuning.

Pondok Pesantren Cipulus juga mengajarkan materi yang lain seperti Tijan, Kifayatul Awam, Safinah, Taqrib, Riyadhul Badi’ah, Sulam Taufiq, Jurumiyah, Mutammimah, ‘Imrithi, Kailani, dan Nadzmul Maqshud. Santri pun diperkenankan mengikuti serangkaian ekstrakurikuler seperti muhadhoroh, pengajian tilawatil Al Quran, seni marawis dan hadrah, Bahasa Arab, dan lain-lain.

Itulah daftar Pondok pesantren terbaik dan Terkenal di Purwakarta Jawa Barat.

Inilah 6 Pondok Pesantren Terbaik dan Terbesar Di Purwakarta Jawa Barat

Kabupaten Majalengka  merupakan sebuah kabupaten di Tatar Pasundan Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Ibu kotanya adalah Majalengka.

Pendidikan Pondok Pesantren di Majalengka tidak terlalu banyak dibanding dengan Cirebon. Namun ada beberapa ponpes yang cukup populer dan terkenal di wilayah Majalengka. Berikut ini tim kami kuwaluhan.com telah merangkum deretan Pondok Pesantren Terbaik dan Terbesar di kabupaten Majalengka :

1. PONDOK PESANTREN DAARUL ULUUM PUI MAJALENGKA

Lokasi : Jalan Siti Armidah No.9, Majalengka Wetan, Majalengka Kulon, Kec. Majalengka, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat 45418

Pondok Pesantren Daarul Uluum merupakan lembaga pendidikan Islam rintisan K.H. Abdul Halim.  Pada tahun 1909 beliau mendirikan sebuah Majlis Ta’lim yang bernama “Hayatul Qulub”. Murid pertama hanya 6 orang pemuda, namun seiring berjalannya waktu jumlah santri semakin bertambah.

Dengan bertambahnya jumlah murid maka didirikanlah sebuah sekolah/madrasah setingkat SLTA yaitu SGI (Sekolah Guru Islam) Daarul Uluum atau dalam bahasa Arabnya Mu’alimin. SGI merupakan sekolah yang ditujukan untuk mencetak calon-calon guru yang profesional.

Dari tahun ke tahun perkembangan SGI begitu pesat, siswa-siswanya tidak hanya berasal dari dalam kabupaten Majalengka, tetapi juga banyak yang berasal dari luar kabupaten bahkan dari luar provinsi dengan jumlah murid/alumni SGI mencapai ribuan.

Pada perkembangan selanjutnya SGI bermetamorfose menjadi MTs Daarul Uluum, MA Daarul Uluum, dan Pondok Pesantren Daarul Uluum.

Pondok Pesantren ini menjadi “the central of excellence” yang mengajarkan keislaman, kemasyarakatan dan kebahasaan yaitu bahasa Arab dan Inggris.

2. PONDOK PESANTREN MODERN NURUL FAJRI

Lokasi : Jalan Lapang Raya Weragati, Palasah, Weragati, Majalengka, Weragati, Majalengka, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat 45475

Pondok Pesantren Nurul Fajri, dibawah naungan Yayasan Nurul Fajri dan berdiri pada tahun 2011. Pondok Pesantren Nurul Fajri beralamat di Blok Dalem RT/RW. 02/04, Palasah , Kabupaten Majalengka, Propinsi Jawa Barat. Pondok Pesantren Nurul Fajri mempunyai potensi di bidang ekonomi yaitu Peternakan. Program pendidikan dan pengajaran di Pondok Pesantren mencakup 24 jam; pendidikan nilai-nilai kebersamaan, tolong menolong, pengorbanan, tanggung jawab, kejujuran, bahasa, kreativitas, organisasi, kepemimpinan dan nilai-nilai sosial lainnya diselenggarakan dalam kehidupan bersama.

KURIKULUM PENDIDIKAN

Kurikulum yang ada di Pondok Pesantren merupakan segala gerak langkah, napas, kegiatan  jam yang terintegrasi antara sekolah dan pesantren  dengan bimbingan dan arahan dari para guru dan pengasuh selama 24 jam. Berbagai program unggulan telah direncanakan pondok diantaranya adalah sebagai berikut: 

Integrasi keilmuwan

  Pondok Pesantren memiliki sistem pendidikan terpadu antara sistem sekolah dan pesantren, antara ayat-ayat Qur’aniyyah dan Kauniyyah. Hal ini dimaksudkan untuk menghilangkan dikotomi keilmuan, sehingga para santri diharapkan selain melek dalam memahami ilmu agama (tafaqquh fid din) tetapi juga bisa berkreasi dan berinovasi dalam ilmu pengetahuan dan teknologi.

Penguasaan Bahasa Arab – Inggris

Progam unggulan lainnya adalah diharapkan para santri mempunyai kemampuan berbahasa Arab – Inggris baik aktif maupun pasif. Peribahasa mengatakan manusia adalah budak daripada kebiasaannya. Oleh karena itu, seluruh santri pondok dibiasakan untuk menggunakan bahasa Arab – Inggris dalam percakapan sehari-hari. Penerapan bahasa ini tidak hanya untuk para santri tetapi juga untuk guru-guru dan seluruh civitas akademika pesantren, sehingga seluruhnya dibiasakan dengan kebiasaan berbahasa Arab – Inggris, dengan pengarahan dan bimbingan dari para ahli.

Kajian Kitab Kuning

Pondok Pesantrenmenyadari bahwa para ulama salaf memiliki kontribusi yang berharga dalam mengembangkan dan memajukan khazanah keilmuan. Berbagai macam kitab keilmuan telah ditulis oleh ulama-ulama terdahulu yang sebagian besar ditulis dalam berbahasa arab gundul/tanpa harakat. Oleh karena itu, untuk mengetahui  dan memahami buah pikiran mereka yang dituangkan dalam bentuk tulisan berbahasa arab atau disebut dengan kitab kuning, maka Pondok Pesantren Modern Nurul Fajri memprogramkan kajian kitab kuning. Diharapkan dengan adanya program ini, para santri dapat membaca dan memahami kitab kuning sehingga dapat melestarikan peninggalan-peninggalan keilmuan para ulama salaf.

Program Khusus Tahfidz Qur`an dan Tilawah

Dengan adanya program ini, diharapkan dapat menghasilkan para santri yang bukan saja pandai dalam membaca dan memahami al-Qur`an tetapi juga dapat menghafalkannya.

3. PONDOK PESANTREN SANTI ASROMO

Lokasi : Pasirayu, Sindang, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat 45471

Pondok Mufidah Santi Asromo merupakan salah satu pesantren tertua di Jawa Barat didirikan oleh KH. Abdul Halim yang merupakan Pahlawan Nasional pada tahun 1982. Kini diusianya yang lebih dari 85 tahun Pondok Mufidah Santi Asromo terus berkembang dan berbenah untuk menjadi salah satu institusi Islam, pembina umat dan pelopor peradaban.

Selain membuka sekolah dari jenjang RA/TK hingga jenjang SMA, Pondok Mufidah Santi Asromo juga sekaligus merupakan pondok pesantren yang semuanya terintegrasi dalam sistem pengelolaan  "boarding school" dibawah naungan Yayasan KH. Abdul Halim.

Sebagai institusi pendidikan dengan nilai akreditasi A. Pondok Mufidah Santi Asromo memiliki program unggulan yang bisa didapat oleh para santri/siswa, diantaranya: Kurikulum kekhasan Asromo meliputi pengkayaan kajian keagamaan dengan berbasis kitab. Tahsin Qur'an (metode UMMI). Tahfiz Quran (target 2 juz). Beasiswa tahfidz (cash back bagi yang hapal mencapai 15juz dalam 3tahun). Publik speaking. Keprakaryaan dan ke-PUI-an.

Sementara untuk kegiatan pembelajaran meliputi : Kegiatan utama yaitu, kegiatan akademik, tahsin dan tahfidz Qur'an, pembiasaan cara hidup islami dan pembinaan kemandirian dan karakter.

4. PONDOK PESANTREN SALAF AL-KHUDLARY

Lokasi : Lingkungan Pakuwon, RT.08/RW.02, Cigasong, Kec. Cigasong, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat 45423

Pondok Pesantren Mursyidul Falaah adalah pondok pesantren salaf yang telah terakreditasi pada Departemen Agama. Didirikan pada tahun 1991 Masehi / 1411 Hijriyah oleh Nyai Siti Khodijah dan puteranya Kiyai Jaja Jamaluddin yang menjadi pengasuh sampai sekarang. Dalam kegiatan pengajian sehari-hari Pengasuh dibantu oleh para ustadz dan ustadzah dari kalangan keluarga, alumni dan santri senior.

KURIKULUM PENDIDIKAN

Pondok Pesantren Mursyidul Falaah menyelenggarakan pengajian klasikal dengan literatur kutub as salaf al mu’tabaroh dengan kurikulum sebagai berikut:

Tahun Pertama (Kelas I):
Al Qur’an al Karim Juz ‘Amma, Adzkar as Sholat, Risalah al Bajuri/ Matan Tijan ad Darori (Tauhid), Safinah an Naja (Fiqh), al Ajurumiyah (Nahw), dan Qowa’id at Tashrif (Shorf).
Tahun Kedua (Kelas II):

Al Qur’an al Karim, as Sanusiyah (Tauhid), Riyadh al Badi’ah dan Sullam at Taufiq (Fiqh), Nazhm al ‘Imrithi (Nahw), dan Tashrif al ‘Izzi/ Matan al Kailani (Shorf).

Tahun Ketiga (Kelas III):

Al Qur’an al Karim/ Lanjutan, Kifayah al ‘Awwam (Tauhid), Fath al Qorib (Fiqh), Mutammimah al Ajurumiyah (Nahw), dan Nazhm al Maqshud (Shorf).
Tahun Keempat (Kelas IV) dan selanjutnya:
Al Qur’an al Karim/ Lanjutan, Tafsir al Jalalain (Tafsir al Qur’an), Riyadh ash Sholihin (Hadits) Umm al Barohin (Tauhid), Fath al Mu’in (Fiqh), al Waroqot, Jam’ al Jawami’ (Ushul Fiqh), Alfiyah Ibn Malik (Nahw dan Shorf), Nazhm Nasta’in, Risalah as Samarqondiyah, Jauhar al Maknun, ‘Uqud al Juman (Balaghoh), Sullam al Munawwaroq, Isa Ghoji, Risalah asy Syamsiyah (Manthiq).

Selain kitab-kitab tersebut, dipelajari juga kitab-kitab tambahan sebagai pelengkap pada waktu-waktu tertentu, terutama pada pasaran bulan Romadhon. Kitab-kitab tambahan ini disesuaikan dengan jenjang di atas.

Pengajian dilakukan secara sorogan, bandungan, hapalan, dan musyawaroh pada setiap ba’da sholat fardhu dan pukul sembilan pagi selama enam hari dalam seminggu dengan libur malam dan hari jum’at. Pada setiap malam jum’at diadakan kegiatan Qiro’at Qishshoh Maulid an Nabi Muhammad shollallohu ‘alaihi wa sallam dan Tamrin al Khithobah.

Pondok Pesantren Mursyidul Falaah juga menyelenggarakan Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Kelompok Belajar Paket C setara Sekolah Menengah Atas (SMA) di bawah Departemen Pendidikan Nasional yang dikelola oleh guru-guru profesional.
Untuk melayani alumni dan masyarakat diselenggarakan Majlis Ta’lim Mingguan pada setiap hari senin pukul delapan sampai sepuluh pagi dan Jama’ah Istighotsah Sholawat Nariyah Bulanan pada setiap malam senin minggu terakhir bulan masehi pukul delapan sampai sepuluh malam.

5. PONDOK PESANTREN AL - MIZAN

Lokasi : Jl. Raya Timur, No. 456, Ciborelang, Jatiwangi, Loji, Majalengka, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat 45454

AL-MIZAN yang diambil dari salah satu nama Al-Quran mempunyai arti: timbangan, keadilan, atau keseimbangan (QS.55:7), direfleksikan sebagai ikhtiar dalam membangun tradisi keilmuan dengan meletakkan pengetahuan agama sebagai mainstream serta menyusun strategi budaya yang adiluhung. Sehingga kreativitas dalam budaya dan tradisi masyarakat mampu menjadi kekuatan untuk mencerdaskan dan memberdayakan masyarakat dalam melakukan perubahan (change) yang ada dalam struktur masyarakat yang pluralisme (beragam), dengan mengusung gagasan-gagasan strategis, yaitu:

1) mempertemukan sejumlah pemikiran kritis yang emansipatoris dan ekploratif,
2) merekonstruksi nilai-nilai keberagamaan dan keberimanan dalam konteks yang lebih luas dan majemuk.
3) menjalin kerja sama yang sinergis antar komponen masyarakat dengan semangat saling mencintai, menghargai, dan menguntungkan (simbiosis mutualisme).

Untuk memenuhi legalitas formal, maka pada tahun 2000 dihadapan Notaries Nono Subarno, SH dibentuklah Badan Penyelenggara Pendidikan di Al-Mizan dengan nama YAYASAN AL-MIZAN dengan moto: “Mengibarkan Panji Cinta Sejati dan Persaudaraan Abadi.”

Itulah beberapa daftar Pondok Pesantren terbaik dan terbesar di kabupaten Majalengka.

5 Pondok Pesantren Terbaik dan Terbesar di Kabupaten Majalengka