Social Items

Nabi Adam memiliki umur yang panjang, bahkan beliau hidup selama kurang lebih 1000 tahun dan telah memiliki keturunan yang banyak. Sehingga tibalah saat nya ia untuk bertemu kembali dengan sang Penciptanya, yaitu Allah SWT.

Kuwaluhan.com

Disebutkan dalam buku Imam Ibnu Katsir bahwa para ulama berbeda-beda dalam meriwayatkan usia nabi Adam, Dalam sebuah riwayat dari Ibnu Abbas dan Abu Hurairah secara Marfu' Bahwa usia Adam yang termaktub dalam Lauhul mahfuza adalah seribu tahun.

Dalam kitab Taurat juga menyebutkan bahwa Adam hidupselama 930 tahun. Jika keterangan dalam taurat ini benar dan terjaga dari tangan-tangan yang merubah kitab suci ini, maka bisa jadi keterangan ini benar adanya dan hampir sama dengan hadits nabi saw. yakni keterangan mereka yang menyebutkannabi Adam hidupselama 930 tahun adalah perhitungan menurut berputarnya matahari (kalender Syamsiyah), yang sekarang dikenal dengan tahun masehi, dan jika di hitung menurut berputanya bulan (kalender qomariyah) yang sekarang dikenal dengan tahun hijriyah maka menjadi 957 tahun dan itu adalah masa yang dihabiskan Adam selama tinggal di bumi setelah turun dari surga,lalu masa itu ditambah dengan masa yang dihabiskan Adam di surga selama 43 tahun.

Sebagaimana diriwayatkan dari Ibnu Katsir bahwa, "Para ahli sejarah mengungkapkan bahwa Nabi Adam tidak akan meninggal terkecuali ia telah melihat keturunannya, dari anak cucunya, cicit dan terus kebawah hingga jumlah mencapai 400rb jiwa."

Kemudian dalam Al-Qur'an, Allah SWT berfirman, :

"Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya, dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu." (QS. An-Nisa : 1)

Disebutkan bahwa Nabi Adam menderita sakit beberapa hari hingga pada hari Jumat, kemudian datanglah malaikat untuk mencabut nyawanya sekaligus mengungkapkan bela sungkawa kepada pemegang wasiat yaitu Syits.

Dari Uttiy bin Dhamurah As-Sa'di, ia berkata bahwa "Aku melihat seorang syeikh di Madinah sedang berbicara. Lalu aku bertanya tentangnya." Kemudian mereka menjawab, 'Itu adalah Ubay bin Ka'ab." Ketika itu Ubay berkata, "Saat maut datang menjemput Adam, ia berkata kepada anak-anaknya, "Wahai anak-anakku, aku ingin memakan buah surga." Maka anak-anaknya pun pergi mencarikan buah tersebut.

Namun di tengah perjalanan, mereka disambut oleh para malaikat yang membawa kain kafan, dan wewangian. Selain itu mereka juga membawa sejenis kapak, skop dan cangkul.

Para malaikat pun bertanya, "Wahai anak-anak Adam, apa yang kalian cari ? atau apa yang kalian mau ? Dan kemana kalian pergi ?" Mereka kemudian menjawab, "Bapak kami sakit, dan dia ingin makan buah dari surga." Lalu para malaikat berkata, "Pulanglah, karena ketetapan untuk bapak kalian telah tiba." Lalu para malaikat mendatangi rumah Adam, Hawa yang melihat dan mengenali mereka, berlindung kepada Adam. Namun Adam berkata, "Pergilah engkau dariku, sungguh aku diciptakan sebelummu. Biarkan nyawaku dicabut oleh para malaikat Rabb-ku."

Lalu para malaikat mencabut nyawa Adam pada hari Jumat. Mereka memandikannya, mengkafaninya, memberinya wewangian, menyiapkan kuburnya dengan membuat liang lahat di kuburnya, menshalatinya. Lalu mereka masuk ke kuburnya dan meletakkan Adam di dalamnya, lalu meletakkan bata diatasnya.

Kemudian mereka keluar dari kuburnya, mereka menimbunnya dengan batu. Kemudian mereka keluar dari kubur, lalu menimbunnya dengan tanah. Lalu mereka berkata, "Wahai Bani Adam, ini adalah tuntunan bagi kalian pada orang mati diantara kalian." (Diriwayatkan oleh Abdullah bin Imam Ahmad dalam Zawaidul Musnad, 5/ 136)

Ibnu Katsir menyebutkan bahwa "Hadits ini sanadnya shahih kepadanya, yakni kepada Ubay bin Ka'ab."  (Al-Bidayah wan Nihayah, 1/98)

Kemudian Al-Haitsami berkata, "Diriwayatkan oleh Abdullah bin Ahmad, Rawinya adalah rawi-rawi hadits shahih, kecuali Uttiy bin Dhamurah. Dia adalah rawi tsiqah." (Majmauz Zawaid, 8/199)

Dari hadits ini diketahui bahwa saat malaikat maut akan menjemputnya, tiba-tiba Adam sangat merindukan buah surga. Hal ini menunjukkan betapa cintanya ia kepada surga dan kerinduannya untuk kembali kepadanya. Selain itu bisa jadi keinginannya untuk makan buah surga merupakan tanda dekatnya ajal.

Sebagian hadits menyebutkan bahwa Adam mengetahui hitungan tahun-tahun umurnya. Ia menghitung umurnya yang telah berlalu. Dan nampaknya ia mengetahui bahwa tahun-tahun umurnya telah habis.

Para malaikat diutus Allah untuk mengurus jenazah Adam. Setelah nyawa Adam dicabut, mereka kemudian memandikannya, mengkafankannya, memberinya wangi wangian lalu menggali kuburnya, menshalatinya, memasukkannya ke kuburnya dan menutupnya dengan bata. Kemudian mereka keluar dari kubur dan menimbunkan tanah kepadanya. Para malaikat mengajarkan semua itu kepada anak-anak dan cucu nabi Adam.

Wallohua'lam Bisshowab

Inilah Kisah Wafatnya Nabi Adam As

Nabi Adam a.s. memiliki putra-putri sebanyak 40 orang (20 pasang). Beberapa sumber riwayat yang lain mengungkapkan bahwa Nabi Adam as mempunyai 25 orang anak, 24 orang lahir berpasangan yaitu lak-laki dan perempuan,kecuali nabi Syits as sebagai anak ke 5, dilahir dengan sangat istimewa tanpa tanpa ada pasangannya, bahkan tanpa sel telur Siti Hawa dalam sebuah riwayat yang lain.


Jadi menurut riwayat ini ada 13 orang putra laki-laki nabi Adam dan ada 12 orang perempuan. Putra-putri Nabi Adam as konon menurut sebuah riwayat dilahirkan berurutan :

laki-laki,perempuan,perempuan,laki-laki ,laki-laki,perempuan, perempuan, laki-laki, laki-laki, perempuan, perempuan,laki-laki, begitu seterusnya.


  • Cayin dan saudara perempuannya,
  • Qobil dan Iqlima,
  • Ashut dan saudara perempuannya.
  • Habil (Abel) dan Labuda,
  • Syits dan Hazura,
  • Balagh dan saudara perempuannya,
  • Athati dan saudara perempuannya,
  • Tawbah dan saudara perempuannya,
  • Darabi dan saudara perempuannya,
  • Hadaz dan saudara perempuannya,
  • Yahus dan saudara perempuannya,
  • Sandal dan saudara perempuannya,
  • Baraq dan saudara perempuannya.
  • Wadd dan dan saudara perempuannya,
  • Suwa dan saudara perempuannya,
  • Yaghuth dan saudara perempuannya,
  • Ya’uq dan saudara perempuannya
  • Nasr dan saudara perempuannya

Urutan putra-putri Nabi Adam ini masih belum dipastikan dengan baik. Hanya ada riwayat yang mengatakan bahwa Habil adalah putra ke-empat, Dan Nabi Syits adalah putra ke-5 yang menikah dengan adiknya Hazura putra/putri ke-enam nabi Adam a.s.).

Qobil Dan Habil adalah dua putra Nabi Adam yang namanya disebut-sebut dalam Al Qur’an. Qobil menolak menikah Labudza, dan membunuh Habil. Inilah yang disebutkan sebagai peristiwa pembunuhan manusia yang pertama kalinya.

Nabi Syits as menikah dengan adik nya yang nomor enam yaitu Hazurah yang pasangannya meninggal sewaktu dilahirkan,nabi Syits as mempunyai anak setelah berumur 105 tahun,dan usianya mencapai 1402 tahun.

Nabi Syits as lahir 5 tahun setelah Habil, Habil anak nomor 4. Riwayat lain mengatakan bahwa adik Nabi Syits yang dilahirkan tidak berpasangan hanya wanita saja adalah Siti Hunun.

Inilah Nama Garis Keturunan Dan Silsilah Nabi Adam As

Nabi Adam adalah manusia pertama dan menurut agama samawi pula merekalah orang tua dari semua manusia yang ada di dunia.


Rincian kisah mengenai Adam dan Hawa berbeda-beda antara agama Islam, Yahudi, Kristen maupun agama lain yang berkembang dari ketiga agama Abrahamik ini.

Al-Quran memuat kisah Adam dalam beberapa surat, di antaranya Al-Baqarah :30-38 dan Al-A’raaf :11-25.

Menurut ajaran agama Abrahamik, anak-anak Adam dan Hawa dilahirkan secara kembar, yaitu, setiap bayi lelaki dilahirkan bersamaan dengan seorang bayi perempuan. Adam menikahkan anak lelakinya dengan anak gadisnya yang tidak sekembar dengannya.

Menurut hadits Muhammad yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari, Adam memiliki postur badan dengan ketinggian 60 hasta (kurang lebih 27,432 meter). Hadits mengenai ini pula ditemukan dalam riwayat Imam Muslim dan Imam Ahmad, namun dalam sanad yang berbeda.

Sosok Adam digambarkan sangat beradab sekali, memiliki ilmu yang tinggi dan ia bukan makhluk purba. Ia berasal dari surga yang berperadaban maju. Turun ke muka bumi bisa sebagai makhluk asing dari sebuah peradaban yang jauh lebih maju dan cerdas, dari peradaban di bumi sampai kapanpun, oleh karena itulah Allah menunjuknya sebagai khalifah (pemimpin) di muka bumi.

Nabi Adam mempunyai Mukjizat diantaranya yaitu :


  • Sebagai Manusia Pertama di Bumi
Nabi Adam Alaihissalam adalah manusia serta khalifah pertama yang diciptakan Allah SWT dari segumpal tanah. Allah SWT berfirman :

و اذ قال ربک للملئکة انی جاعل فی الارض خلیفة قالوا اتجعل فیها من ‏یفسد فیها و یسفک الدماء ونحن نسبح بحمدک ونقدس لک قال انی ‏اعلم ما لا تعلمون

Artinya:
Dan ingatlah ketika Tuhanmu berkata kepada para Malaikat: “Aku akan ‎menciptakan seorang khalifah di bumi”. Para Malaikat berkata: “Apakah ‎Engkau akan menciptakan orang yang akan membuat kerusakan di dalamnya ‎dan mengalirkan darah, sementara kami selalu bertasbih dengan memuji-Mu ‎serta mengagungkan-Mu. Allah berkata: “Aku mengetahui apa yang tidak ‎kalian ketahui.” (QS. Al- Baqarah ayat 30)

  • Memiliki Kemampuan yang tidak dimiliki Mahkluk Lain

Allah SWT telah melengkapi penciptaan nabi Adam Alaihissalam dengan rahasia ma’rifat ketuhanan yang tidak ada makhluk lain serta para malaikat yang mampu menandingi hal tersebut. Allah SWT berfirman :

وَعَلَّمَ آدَمَ الْأَسْمَاءَ كُلَّهَا ثُمَّ عَرَضَهُمْ عَلَى الْمَلَائِكَةِ فَقَالَ أَنْبِئُونِي بِأَسْمَاءِ هَٰؤُلَاءِ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ

قَالُوا سُبْحَانَكَ لَا عِلْمَ لَنَا إِلَّا مَا عَلَّمْتَنَا ۖ إِنَّكَ أَنْتَ الْعَلِيمُ الْحَكِيم

Artinya
Dan telah diajarkan Nya kepada Adam nama-nama semuanya, kemudian Dia kemukakan semua kepada Malaikat, lalu Dia berfirman : Beritakanlah kepada Ku nama-nama itu semua, jika kamu adalah makhluk-makhluk yang benar. Mereka menjawab : Maha suci Engkau ! Tidak ada pengetahuan bagi kami, kecuali yang Engkau ajarkan kepada kami. Karena sesungguhnya Engkaulah yang Maha Tahu lagi Maha Bijaksana.” (QS. Al- Baqarah ayat 31-32)

Wallohua'lam Bisshowab

Itulah beberapa Mukjizat Nabi Adam As, semoga bermanfaat.

Kumpulan Mukjizat Nabi Adam As dalam Islam


Penciptaan Nabi Adam a.s. adalah kisah penciptaan manusia yang pertama. Peristiwa tersebut disebut dalam al-Qur’an dan hadits Rasulullah Muhammad saw.

Ketika Allah berfirman kepada malaikat:

Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.” . (Surat Al Baqarah [2]: 30)

PENGAMBILAN TANAH DI BUMI

Allah telah memerintahkan Malaikat Jibril turun ke Bumi untuk mengambil sebagian kecil tanah sebagai bahan untuk menjadikan Adam, manusia pertama di Bumi.

Walau bagaimanapun, Bumi enggan membenarkan tanahnya diambil, malah Bumi bersumpah dengan nama Allah bahwa Bumi tidak rela untuk menyerahkannya kerena kebimbangannya, mirip seperti yang dibimbangkan oleh para malaikat. Ternyata, Bumi tak mau memberikan tanahnya, maka Jibril kembali ke hadapan Allah setelah mendengar sumpah Bumi tersebut.

Lalu Allah mengutuskan malaikat kedua, yaitu Malaikat Izrafil. Maka Izrafil pun turun ke Bumi untuk mengambil sedikit tanah guna penciptaan Adam, sebagai manusia pertama di Bumi.

Tapi ternyata Malaikat Izrafil juga kembali ke hadapan Allah, karena juga tidak diberikan oleh Bumi, ia tak berdaya dan tak bisa berbuat apa-apa akibat sumpah demi Allah yang dibuat oleh Bumi.

Maka, Allah memerintahkan malaikat ketiga, yaitu Malaikat Izrail untuk melakukan tugas tersebut, dan Allah menugaskan Izrail mendesak Bumi agar tidak menolak walaupun Bumi bersumpah, karena tugas tersebut dijalankan atas perintah dan nama Allah.

Maka, Izrail turun ke Bumi dan mengatakan bahwa kedatangannya adalah atas perintah Allah dan memberi amanat kepada Bumi untuk tidak membantah, yang memungkinkan Bumi mendurhakai Allah.

Menurut Ibnu Abbas, tanah bumi dan syurga, digunakan untuk dijadikan bahan mencipta Adam. Berikut adalah tanah-tanah yang sebagian wilayahnya disebut sebagai bagian dari negara atau wilayah Bumi pada masa kini. Tanah tersebut adalah:

Tanah Baitulmuqaddis (Palestina) – kepala sebagai tempat kemuliaan untuk diletakkan otak dan akal.
Tanah Bukit Tursina (Mesir) – telingasebagai tempat mendengar dan menerima nasihat.
Tanah Iraq – dahi sebagai tempat sujud kepada Allah.
Tanah Aden (Yaman) – muka sebagai tempat berhias dan kecantikan.
Tanah telaga Al-Kautsar – mata sebagai tempat menarik perhatian.
Tanah Al-Kautsar – gigi sebagai tempat memanis-manis.
Tanah Kaabah (Makkah) – tangan kanan sebagai tempat mencari nafkah dan bekerjasama.
Tanah Paris (Perancis) – tangan kiri sebagai anggota untuk melakukan istinjak.
Tanah Khurasan (Iran) – perut sebagai tempat berlapar.
Tanah Babilon (Iraq) – kelamin sebagai organ seks dan tempat bernafsu serta godaan syaitan.
Tanah Tursina (Mesir) – tulang sebagai peneguh manusia.
Tanah India – kaki sebagai anggota tubuh untuk berdiri dan berjalan.
Tanah Firdaus (Syurga) – hati sebagai tempat keyakinan, keimanan, dan kemahuan.
Tanah Taif (Arab Saudi) – lidah sebagai tempat untuk mengucapkan syahadah, syukur dan do’a.

Sesungguhnya tanah yang akan dijadikan “tubuh Adam” adalah tanah pilihan. Maka sebelum dijadikan patung, tanah itu dicampurkan dengan rempah-rempah dan wangi-wangian dari sifat Nur sifat Allah, dan diresmikan dengan air hujan “Barul Uluhiyah”.

PENYEMPURNAAN WUJUD ADAM

Tubuh Adam mempunyai sembilan rongga atau liang. Tujuh liang di kepala dan dua dibawah badan yaitu dua mata, dua telinga, dua hidung, satu mulut, satu dubur dan satu uretra.

Lima panca indera dilengkapi dengan anggota tertentu seperti mata untuk penglihatan, telinga untuk pendengaran, hidung untuk pengesanan bauan, lidah untuk perasa seperti asam, asin, manis dan pahit dan kulit untuk sentuhan bagi panas, dingin, tekanan, viskositas dan sakit.

Ketika Allah menjadikan tubuh Adam, tanah dicampurkan dengan air tawar, asin dan anyir beserta api dan angin.

Kemudian Allah resapkan Nur ke dalam tubuh Adam dengan berbagai “sifat”. Lalu tubuh Adam digenggam dengan genggaman Jabarut dan diletakkan di dalam Alam Malakut.

Tanah itu dicampurkan lagi dengan istilah wewangian dan ramuan dari Nur-Sifat Allah dan dirasmi dengan “Bahrul Uluhiyah“.

Kemudian, tubuh tersebut dibenamkan dalam “Kudral ‘Izzah” yaitu sifat “Jalan dan Jammal” lalu disempurnakan tubuh tersebut.

Waktu kejadian, manusia belum disebut, berapa lama masanya, melalui cara apa, seperti dalam al-Quran suraj Al Insaan (manusia):

Bukankah telah datang atas manusia satu waktu dari masa, sedang dia ketika itu belum merupakan sesuatu yang dapat disebut?” (Surat Al Insaan [76]:1)

Menurut keterangan ulama, tubuh Adam diselubungi dalam tempo 120 tahun, 40 tahun di tanah yang kering, 40 tahun di tanah yang basah dan 40 tahun di tanah yang hitam dan berbau.

Dari situ, Allah ubah tubuh Adam dengan rupa kemuliaan dan tertutuplah dari rupa hakikatnya. Karena proses kejadian itu melalui peringkat yang “kotor”, tidak heran Malaikat dan Iblis memandang rendah akan kejadian manusia yang diciptakan dari tanah.

Izrail yang mengambil tanah, maka Izrail pula yang akan mencabut Rohnya

Ketika Izrail berhasil mengambil tanah dari Bumi, lalu Israil kembali mengadap Allah.

Allah berfirman: “Wahai Israil! Engkau yang Ku-tugaskan untuk mengambil tanah, dan kelak engkau pula yang Aku tugaskan untuk mencabut nyawa manusia”.

Lalu Israil berkata: ”Wahai Tuhanku! Hamba takut akan dibenci oleh seluruh anak Adam!”

Allah menjawab melalui firman-Nya: ”Tidak!, Mereka (manusia) tidak akan memushi engkau”. Aku yang mengaturnya. Lalu Aku jadikan ada sebab untuk mendatangkan kematian mereka seperti terbunuh, terbakar dan sebagainya”.

MASUKNYA ROH ADAM

Roh diperintah Allah untuk memasuki jasad Adam, tetapi seperti makhluk lain, roh itu enggan, malas dan segan karena jasad yang seperti batu. Dikatakan ruh berputar mengelilingi jasad Adam sambil disaksikan malaikat.

Kemudian, Allah memerintahkan Malaikat Izrail untuk memaksa roh memasuki ke dalam tubuh Adam tersebut. Ia memasukkannya ke dalam tubuh dan roh secara perlahan-lahan masuk hingga ke kepalanya yang mengambil masa 200 tahun.

Setelah meresapi ke kepala Adam, maka berfungsilah otak dan tersusunlah urat saraf dengan sempurna. Lalu, terbukalah mata dan  melihat tubuhnya yang masih keras dan juga melihat malaikat di sekelilingnya.

Telinga mulai berfungsi dan didengarnya kalimah tasbih para malaikat. Apabila roh tiba ke hidung, lalu ia bersin dan mulutnya juga terbuka. Allah mengajarkan kalimah “Alhamdulillah” yang merupakan kalimah pertama yang diucapkan Adam, dan Allah sendiri yang membalasnya.

Kemudian, roh tiba ke dadanya, lalu Adam berkeinginan untuk bangun padahal tubuhnya yang bawah masih keras membatu. Ketika itu ditunjukkan sifat manusia yang terburu-buru.

Dan manusia mendo’a untuk kejahatan sebagaimana ia mendo’a untuk kebaikan. Dan adalah manusia bersifat tergesa-gesa”. (Al-Israa’ [17]:11)

Ketika roh sampai di perut, maka organ dalam dan perut tersusun sempurna dan saat itu Adam mula merasakan lapar. Akhirnya, roh meresap ke seluruh tubuh Adam, tangan dan kaki dan berfungsilah dengan sempurna segala darah, daging, tulang, urat saraf dan kulit. Urat-urat berkulit dengan sempurna, yang mana kulit itu kian lama kian cantik dan halus.

Menurut riwayat, kulit Adam sangat baik ketika itu, jika berbanding kulit manusia pada masa kini. Kerena Adam telah diturunkan ke dunia, terjadilah perubahan pada warna kulitnya.

Sebagai peringatan, yang masih tertinggal warnanya hanyalah pada kuku manusia. Oleh karena itu, meskipun orang kulitnya hitam, tetapi warna kukunya adalah sama, ialah putih kemerah-merahan.

Dengan itu, sempurnalah sudah kejadian manusia pertama, dan Adam digelar sebagai “Abul Basyar” yaitu Bapak Manusia. Walau bagaimanapun, hanya Nabi Muhammad s.a.w. mendapat gelaran “Abul Ruh” atau “Abul Arwah” iaitu Bapak segala Roh.

Wajahnya Nabi Adam a.s. cukup cantik rupawan, semua malaikat berasa kagum melihat Adam yang begitu menawan. Kemudian Adam diarak oleh malaikat-malaikat selama 100 tahun lalu diperkenalkan kepada seluruh penghuni jagat raya, dari langit pertama hingga ke langit ketujuh, sebelum dibawa kembali ke syurga tempat awalnya Adam diciptakan.

Wallohua'lam Bisshowab

Kisah Penciptaan Adam, Pengambilan Tanah Oleh Para Malaikat

Penciptaan Nabi Adam as dan Siti Hawa menjadi sejarah nyata bagi kehidupan seluruh umat di dunia. Jejak-jejak keberadaan dua makhluk pertama di dunia ini dapat kita jumpai di beberapa tempat. Salah satunya di Jabal Rahmah. berjarak 12 Km dari Masjidil Haram di Kota Makkah itu.


Jabal Rahmah berada di bagian timur Padang Arafah di kota Makkah Arab Saudi. Sesuai dengan namanya, Jabal berarti sebuah bukit atau gunung, sementara Rahmah adalah kasih sayang.

Sesuai dengan namanya, bukit ini di yakini sebagai pertemuan antara Nabi Adam as dan Siti Hawa setelah mereka dipisahkan dan diturunkan dari surga oleh Allah SWT selama bertahun-tahun setelah melakukan kesalahan dengan memakan buah khuldi yang terlarang.

Konon berdasarkan cerita ahli sejarah, Nabi Adam as diturunkan di negeri India, sedangkan Siti Hawa diturunkan di Irak. Setelah keduanya bertaubat untuk memohon ampun, akhirnya atas ijin Allah SWT mereka dipertemukan di bukit ini. Setelah ratusan tahun terpisah akibat melanggar larangan Allah SWT sehingga diturunkan ke dunia dari surga.

Doa Nabi Adam as diabadikan dalam Al Quran Surah Al-A'raaf.
Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi”. (QS. Al-A'raaf.:23)

Pertemuan Nabi Adam as dan Siti Hawa di Padang Arafah ini dapat disebut sebuah kisah cinta abadi, kisah pencarian kasih sayang yang berujung pada kebahagiaan. Padang Arafah menjadi saksi sejarah bagaimana Nabi Adam as selama ratusan tahun mencari isterinya setelah diusir dari Surga.

Dalam penyesalan Nabi Adam ketika ia diturunkan ke bumi, di tempat yang terpisah dengan istri tercinta, Hawa. Terpisah oleh tempat yang sangat jauh. Rasa sepi dan rindu yang begitu luar biasa. Mereka terpisah cukup lama. Sebuah riwayat menyebutkan bahwa mereka terpisah selama 500 tahun, dan ada yang menyebut 300 tahun. Namun, ada juga yang menyatakan bahwa mereka terpisah selama 40 tahun.

Setelah saling mencari sekian lama, dengan petunjuk Allah Swt. dan bimbingan dari Malaikat Jibril, Nabi Adam dan Hawa akhirnya dipertemukan di Jabal Rahmah, di Padang Arafah. Jabal Rahmah terletak di sebelah timur Padang Arafah, sekitar 20 km dari pusat kota Makkah. Sesuai dengan namanya, "jabal" berarti bukit atau gunung, sedangkan "rahmah" berarti kasih sayang. Dengan kata lain, Jabal Rahmah adalah gunung kasih sayang yang menjadi tempat dipertemukannya kembali nenek moyang manusia di bumi.

Pertemuan Nabi Adam dan Siti Hawa di Padang Arafah bisa dikatakan sebuah kisah cinta abadi, kisah pencarian kasih sayang yang berujung pada kebahagiaan. Padang Arafah menjadi saksi sejarah bagaimana Nabi Adam selama ratusan tahun mencari istrinya setelah diusir dari surga.

Itulah monumen cinta pertama peradaban kemanusiaan yang disimbolkan dengan sebuah tugu di Padang Arafah. Pertemuan mereka di Padang Arafah ini kemudian menjadi puncak ibadah haji, seluruh umat muslim berkumpul dan berdiam diri di sana pada tanggal 9 Dzulhijjah. Arafah adalah simbol suci sebuah ritual perjalanan rohani kepada Allah Swt. yang menggenapkan rukun Islam.

Berkumpulnya jamaah haji di Jabal Rahmah juga bisa menjadi sebuah perenungan untuk mengingat kembali bagaimana Nabi Adam bersuka cinta dalam pertemuan dengan istrinya setelah lama terpisah. Inilah sebuah kisah romantisme monumental dalam perjalanan hidup manusia di dunia saat.

Selain itu, umat Islam bisa merenungkan betapa besar dan luar biasa kasih sayang Allah Swt. kepada umat manusia. Jabal Rahmah menjadi saksi betapa kasih sayang Allah tak terhitung. Bahkan, ketika Nabi Adam melanggar larangan-Nya setelah bertaubat dan diampuni. Ini dinyatakan dalam firman-Nya berikut:

"Keduanya berkata, 'Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi." (QS. al-A'raaf [7]: 23).

Setelah dipertemukan kembali dengan istrinya, Hawa, di Jabal Rahman, Nabi Adam membina keluarga dan melahirkan 20 pasang kembar putra-putri. Anak Nabi Adam yang sering disebut di antaranya ialah Qabil dan Iqlima serta Habil dan Labuda. Saat keempat anaknya ini dewasa, Nabi Adam mendapat petunjuk dari Allah Swt. untuk menikahkan anak-anaknya ini secara bersilangan, yaitu Qabil dengan Labuda dan Habil dengan Iqlima. Namun, Qabil menolak karena Iqlima lebih rupawan dibanding Labuda.

Atas petunjuk Allah Swt, Nabi Adam menyuruh kedua putranya untuk berkurban. Dan, barang siapa kurbannya diterima, maka dialah yang berhak memilih jodohnya. Habil kemudian mempersembahkan kambing kesayangannya, sedangkan Qabil menyerahkan sekarung gandum yang paling jelek yang dimiliki. Maka, Allah Swt. menerima kurban Habil. Namun, Qabil "berontak", dan malah membunuh saudaranya, Habil. Inilah peristiwa pembunuhan pertama yang terjadi di bumi. 3 Peristiwa ini dikisahkan dalam ayat berikut:

"Ceritakanlah kepada mereka kisah kedua putra Adam (Habil dan Qabil) menurut yang sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan kurban. Maka, diterima dari salah seorang dan mereka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Qabil). la (Qabil) berkata, 'Aku pasti membunuhmu!' Berkata Habil, 'Sesungguhnya, Allah hanya menerima (kurban) dari orang-orang yang bertakwa." (QS. al-Maa'idah [5]: 27)

Nabi Adam diperkirakan hidup selama 930 tahun setelah penciptaan (sekitar 3760-2830 SM). Namun, riwayat yang mengatakan bahwa ia berusia 1.000 tahun. Sebuah hadits menyebutkan, pada akhir hidupnya, Nabi Adam merindukan untuk memakan buah surga. Setelah wafat, ia dimakamkan India, menurut pendapat yang lain di Makkah. Namun, ada juga yang berpendapat bahwa ia dimakamkan di Baitul Maqdis.

Itulah monumen cinta pertama peradaban kemanusiaan yang disimbolkan sebuah tugu di Padang Arafah. Setelah pertemuan ini, Nabi Adam as dan Siti Hawa melanjutkan hidup mereka dan melahirkan anak-anak keturunanya sampai sekarang.

Untuk menuju puncak tempat ini, kita bisa menempuhnya sekitar 15 menit dari dasar bukit. Bukit batu ini berada pada ketinggian kurang lebih enam puluh lima meter yang puncaknya menjulang. Di bukit ini terdapat sebuah monumen yang terbuat dari beton persegi empat dengan lebar kurang lebih 1,8 meter dan tingginya 8 meter.

Menuju puncak bukit ini pemerintah setempat telah membangun infrastruktur yang memadai sehingga memudahkan bagi pengunjung untuk menikmatinya. Infrastruktur ini berupa jalanan berbentuk tangga dengan 168 undakan menuju puncak tugu.

Untuk dapat mencapai tugu di Jabal Rahmah, seseorang harus bersedia untuk naik ke puncak dengan cara menaiki tangga sedikit melingkar yang cukup panjang. Oleh Pemerintah Arab Saudi tangga tersebut sengaja dibuat untuk memudahkan jamaah naik menuju tugu yang berbentuk kerucut dengan di cat sebagian warna hitam sebelah bawah dan sebagian warna putih sebelah atas.

“Dengan adanya tangga tersebut akan sangat memudahkan bisa menapak sampai bukit untuk berdoa dan memegang tugu tersebut,” katanya. Kondisi tugu itu sendiri, khususnya yang dicat hitam penuh dengan coretan nama-nama orang.

Dari bukit ini kita bisa menyaksikan hamparan padang Arafah yang setiap tahunnya dipadati oleh jamaah dari seluruh penjuru dunia ketika musim haji tiba. Juga dapat menyaksikan matahari yang terbit atau juga sinar jingga yang mengiringi saat menjelang terbenamnya matahari.

Jabal Rahmah juga merupakan tempat wahyu terakhir kepada Nabi Muhammad saw tatkala melakukan wukuf. Wahyu tersebut termuat dalam surah Al-Maidah:

Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Ku sempurnakan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku ridhai Islam itu jadi agama bagimu."(QS. Al-Maidah : 3)

Turunnya ayat ini membuat para sahabat bersedih, sebab mereka merasa akan kehilangan Rasulullah dan tak berapa lama kemudian, Rasulullah saw dipanggil menghadap oleh Allah SWT.

TEMPAT BERDOA

Salah satu bukit bersejarah ini tak pernah dilewatkan oleh jama’ah haji atau umrah dari seluruh penjuru dunia. Mereka selalu menyempatkan diri untuk shalat dan memanjatkan doa ketika sudah sampai disana.

Mereka meyakini, tempat ini sebagai tempat suci untuk menungkapkan keinginan dan hajat mereka terkait dengan keluarga. Misalnya ingin mendapat jodoh, dikarunia anak yang sholeh dan sholehah, atau berdoa agar keluarga yang dibangun Sakinah Mawaddah Warahmah.

Pada saat musim haji tempat ini tidak pernah sepi dikunjungi seluruh jamaah untuk memanjatkan doa kepada Allah SWT.

Kisah Pertemuan Nabi Adam dengan Hawa, Menurut Islam

Subscribe Our Newsletter