Showing posts with label Nama Pahlawan Bangsa. Show all posts
Showing posts with label Nama Pahlawan Bangsa. Show all posts

Saturday, October 27, 2018

Kisah Cerita Sarep Tambak Oso Yang Mati Hidup Lagi

Sarip Tambak Oso merupakan sebuah legenda populer di Jawa Timur yang sering dipentaskan dalam pertunjukan Ludruk, terutama di daerah Surabaya dan Sidoarjo. Kisahnya tentang seorang pencuri budiman bernama Sarip yang berani menentang pemerintahan kolonial Hindia Belanda di daerahnya.

SARIP TAMBAK OSO adalah nama pemuda kampung yang tinggal di wetan (timur) sungai Sedati Sidoarjo. Dia dikenal sebagai seorang pendekar yang bertemperamen kasar tetapi sangat perhatian pada penderitaan orang-orang miskin yang menjadi korban pemungutan pajak oleh Belanda.

Sarip Tambak Oso memiliki ikatan batin dengan ibunya, seorang janda tua yang miskin. Ketika masih kecil Sarip Tambak Oso memakan “lemah abang” (Tanah Merah) bersama ibunya. Lemah Abang tersebut adalah pemberian ayahnya, ” selama ibunya masih hidup, Sarip tidak akan pernah bisa mati meski dia terbunuh 1000x dalam sehari “.

Sarip  memiliki paman dari jalur ayahnya, dimana dia telah mengambil harta warisan berupa tambak peninggalan ayah Sarip untuk dimanfaatkan sendiri.

BERIKUT KISAHNYA SAREP TAMBAK OSO


Suatu hari datang lurah Gedangan dan kompeni Belanda kerumah Sarip dengan maksud ingin menarik pajak tambak pada ibunya Sarip. Karena tambak yang dikelolah paman Sarip adalah atas nama Ayahnya Sarip. Sarip ketika itu tidak ada dirumah sehingga tidak mengetahui peristiwa tersebut. Lurah Gedangan dibantu kompeni Belanda meminta paksa pajak tanah pada ibunya Sarip yang tidak mampu membayarnya.

Ibunya Sarip dihajar, dipukul dan ditendang oleh lurah Gedangan dibantu oleh kompeni Belanda. Ibunya Sarip yang sudah tua rentah menangis dan merintih memanggil-manggil Sarip yang tidak ada di rumah waktu itu ” Sariip reneoh leh..mbokmu dihajar londo le..Sarriiipp ”  (terjm. ” Sariip…kesinilah nak..ibumu sedang dipukuli Belanda”). Sarip yang ketika itu tidak berada dirumah seolah mendengar rintihan ibunya dan dengan ilmu kesaktiannya segera kembali kerumahnya dan menemukan Ibunya sedang dianiaya oleh lurah Gedangan dan kompeni Belanda.

Segera dicabutnya pisau yang selalu terselip dipinggang dan dibunuhnya lurah Gedangan dan sebagian kompeni Belanda,sisanya melarikan diri. Sejak saat itu Sarip Tambak Oso menjadi buronan kompeni Belanda. Suatu hari Sarip mendatangi pamannya yang telah mengambil tanah tambak peninggalan orang tuanya, tetapi tidak diberikan oleh pamannya sehingga terjadi perkelahian antara Sarip dengan Pamannya.

Karena merasa terdesak dan kalah, pamannya melarikan diri menuju kulon kali Sedati menemui salah satu pendekar yang bernama Paidi. Paidi adalah pendekar kulon (Barat) kali Sedati yang mempunyai senjata andalan berupa Jagang karena ia berprofesi sebagai kusir delman. Paidi senang pada putri pamannya Sarip yang bernama Saropah sehingga ia mau membantu pamannya Sarip.

Paidi akhirnya pergi mendatangi Sarip dengan maksud untuk menuntut balas perlakuan Sarip pada pamannnya. Sarip dan Paidi akhirnya bertemu ditepi sungai Sedati, mereka akhirnya berkelahi dengan ilmu kesaktiannya. Sarip kalah dan terbunuh, jasadnya dibuang oleh Paidi ke sungai Sedati.

Ketika itu ibunya Sarip sedang mencuci pakaian di sungai Sedati, melihat air sungai berwarna merah darah maka ibunya Sarip mencari sumbernya dan betapa terkejutnya karena ternyata sumber warna merah sungai Sedati adalah warna darah dari darah anaknya dan seketika itu juga ibunya menjerit ” Sariiip..tangio leh..durung wayahe awakmu mati..” (Sariip bangun nak! belum waktunya kamu meninggal) dan seketika itu juga Sarip bangkit dari kematiannya seperti orang bangun dari tidur.

Oleh ibunya, Sarip diperintahkan untuk sementara waktu menyingkir dari kampungnya dan tinggal diujung kampung. Sarip pun mencari Paidi kembali dan bertarung dimana kali ini Paidi kalah dan terbunuh oleh Sarip. Sebagai buronan Belanda, Sarip sering merampok rumah-rumah tuan tanah Belanda dan orang kaya yang menjadi antek-antek Belanda, dimana hasil rampokannya ia bagikan pada rakyat miskin yang ada didaerahnya.

Belanda merasa kewalahan dengan sepak terjang Sarip yang semakin berani melawan Belanda. Belanda pun menyewa pendekar-pendekar untuk melawan Sarip, tapi tidak ada yang bisa mengalahkannya karena setiap Sarip mati pasti dia akan hidup kembali dan berulang-ulang terjadi. Belanda pun mencar tahu apa gerangan yang menjadi rahasia kehebatan Sarip sehingga bisa hidup berulang-ulang setiap dia mati.

Akhirnya Belanda dapat mengetahui rahasia kelemahan Sarip dari pamannya yang merupakan saudara seperguruan ayahnya Sarip bahwa letak kesaktiannya Sarip ada di ibunya. Belanda akhirnya menangkap ibunya Sarip dan menembaknya.

Sarip pun terdesak dan akhirnya tertangkap oleh Belanda. Oleh Belanda Sarip dijatuhi hukuman mati dengan dikubur hidup-hidup dalam sumur dan ditutupi batu dan tanah oleh Belanda. Begitulah kisah Sarip Tambak Oso seorang pemuda pendekar Sidoarjo yang gugur melawan Belanda.

Itulah sedikit kisah Sarep Tambak Oso pahlawan yang berasal dari Jawa Timur, jika ada kesalahan dalam penulisan cerita, mohon berikan masukan dengan berkomentar di bawah.

Wednesday, June 28, 2017

Nama Pahlawan Nasional Indonesia, yang berperan besar pada Nusantara


Tak sekadar mengenang, pemikiran dan aksi para pahlawan pun memberi inspirasi tersendiri bagi generasi setelah mereka. Berikut 10 pahlawan paling menginspirasi hasil jajak pendapat KORAN SINDO.

1. IR.SOEKARNO


Soekarno mengusulkan dasar Negara RI, yakni Pancasila. Hal itu disampaikannya dalam pidato di depan Sidang BPUPKI, 1 Juni 1945. Rumusan Pancasila kemudian diterima sebagai dasar negara dan dicantumkan dalam Pembukaan UUD. Soekarno dikenal sebagai seorang orator yang handal. Ketika berpidato beliau mampu menggetarkan hati para pendengarnya. Selain memiliki jiwa patriotik, Soekarno juga seorang politikus yang cerdas. Beliau menguasai delapan bahasa.

Nama : Soekarno
Lahir : Surabaya, 6 Juni 1901
Pendidikan :
-Pendidikan Sekolah Dasar Eerste Inlandse School, Mojokerto
-Pendidikan Sekolah Dasar Europeesche Lagere School,Mojokerto
-Hoogere Burger School, Mojokerto (1911-1915)
-Technische Hoge School (sekarang ITB) (1920)
Penghargaan :
-Gelar Doktor Honoris Causa dari berbagai universitas di dalam maupun luar negeri
-Penghargaan bintang kelas satu The Order of The Supreme Companions of or Tambo

2. KARTINI


Kartini merupakan perempuan ningrat yang memiliki pemikiran moderat. Sebagian besar hidupnya beliau habiskan untuk memperjuangkan kesetaraan hak kaum wanita. Kartini mendirikan sekolah yang bernama Sekolah Kartini pada 1912 di Semarang. Perjuangan Kartini mengubah paradigma masyarakat Indonesia terhadap gender. Partisipasi perempuan di sektor publik saat ini juga tak lepas dari berbagai pemikiran Kartini dalam surat-surat yang dikirim kepada temannya.

Nama : Raden Adjeng Kartini
Lahir : Jepara, 21 April 1879
Pendidikan : Menimba ilmu hanya sampai Sekolah Dasar
Penghargaan :
-Setiap tanggal 21 April diperingati sebagai Hari Kartini
-Namanya dijadikan sebagai nama jalan di Belanda

3. SOEDIRMAN


Soedirman diangkat sebagai panglima besar pada 18 Desember 1948. Pada 19 Desember 1948, Belanda melancarkan Agresi Militer II untuk menduduki Yogyakarta. Soedirman, beserta sekelompok kecil tentara dan dokter pribadinya, melakukan perjalanan ke arah selatan dan memulai perlawanan gerilya selama tujuh bulan. Beliau mengomandoi kegiatan militer di Pulau Jawa, termasuk Serangan Umum 1 Maret 1949 di Yogyakarta, yang dipimpin oleh Letnan Kolonel Soeharto.

Nama : Jenderal Besar Raden Soedirman
Lahir : Purbalingga, 24 Januari 1916
Jabatan : Panglima Besar TKR/TNI
Pendidikan Fomal :
-Sekolah Taman Siswa
-HIK Muhammadiyah, Solo (tidak tamat)
Pendidikan Tentara : Pembela Tanah Air (Peta) di Bogor
Pengalaman Pekerjaan sebelum masuk militer: Guru di HIS Muhammadiyah di Cilacap

4.TJUT NYAK DHIEN


Tjut Njak Dhien memimpin perlawanan terjadap Belanda pada masa Perang Aceh. Setelah suaminya, Ibrahim Lamnga, gugur saat bertempur melawan Belanda, Tjut Njak Dhien sangat marah dan bersumpah hendak menghancurkan Belanda. Beliau kemudian menikah dengan Teuku Umar dan keduanya bertempur bersama-bersama melawan Belanda. Namun, Teuku Umar gugur saat menyerang Meulaboh pada 11 Februari 1899. Tjut Njak Dhien kembali berjuang sendirian di pedalaman Meulaboh bersama pasukan kecilnya.

Nama : Tjut Nyak Dhien
Lahir : Aceh 1848
Peran : Pemimpin Perang Melawan Belanda di Perang Aceh

5. PANGERAN DIPONEGORO


Pangeran Diponegoro dikenal karena memimpin Perang Diponegoro (Perang Jawa) pada tahun 1825-1830 melawan pemerintahan Hindia Belanda. Perang tersebut tercatat sebagai Perang Terbesar dan memakan paling banyak korban dalam Sejarah Nusantara. Tercatat ribuan serdadu Belanda tewas dalam peristiwa ini, dan Belanda mengalami kerugian materi hingga 20 juta Gulden.

Nama : Mustahar
Lahir : Yogyakarta, 11 November 1785
Peran : Pemimpin Perang Jawa Melawan pemerintahan Hindia Belanda 1825-1830.

6. KI HAJAR DEWANTARA


Nama asli Raden Mas Soewardi Soerjaningrat adalah Pendiri Taman Siswa. Didirikan untuk mendidik rakyat Pribumi yang masih jelata. Ajarannya dikenal sebagai Tut Wuri Handayani, ing madyo mangun Karso, ing ngarso sungtulodo.
Pendidikan ini berperan besar dalam memberantas buta huruf di Nusantara. Atas jasa Ki Hajar Dewantara ini maka setiap tanggal 2 Mei diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional.

Nama : Ki Hajar Dewantoro
Lahir : Yogyakarta,2 Mey 1889
Pendidikan : ELS dan STOVIA
Penghargaan : Bapak Pendidikan Nasional dan Tanggal lahirnya diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional.

7. MUHAMMAD HATTA

Bung Hatta ini dikenal sebagai tokoh Proklamator, aktivis sejak berusia muda dan negarawan. Bung Hatta sering mendampingi Presiden Soekarno dan juga termasuk ikut merancang Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.
Selama menjadi wakil presiden Indonesia, Bung Hatta juga sering menulis berbagai Ilmu koprasi. Peran tersebut menjadikan Bung Hatta sebagai Bapak Koperasi.

Nama : Muhammad Hatta
Lahir : Bukittinggi, 12 Agustus 1902
Penghargaan : Bapak Koperasi, Proklamator Indonesia dan Doktor Honoris Causa dari UGM

8. BUNG TOMO

Bung Tomo merupakan Tokoh Jurnalis sekaligus berasal dari Surabaya. Dengan lantang Beliau Berteriak "Merdeka atau Mati" dalam mengobarkan semangat juang untuk masyarakat Surabaya. Pertempuran besar pun terjadi di Surabaya, dan hingga kini disebut sebagai Hari Pahlawan.

Nama : Soetomo
Lahir : Surabaya, 3 Oktober 1920
Peran :
-Menteri Negara Urusan Pejuang Bersenjata
- Menteri Sosial AD Interim pada tahun 1955-1956 diera Perdana Menteri Burhanuddin Harahap
- Anggota DPRD 1956-1959, dan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Rakyat Indonesia pada tahun 1964-1966.

9. IMAM BONJOL


Perlawanan IMAM BONJOL dalam Perang Padri bersama dengan kaum PADRI yang terjadi pada tahun 1803 terhadap Belanda membuat Beliau menjadi Pahlawan Nasional. Dahsyatnya perang ini diabadikan dalam bentuk Museum dan Monumen IMAM BONJOL yang terletak di Minangkabau Sumatera Barat.

Nama : Tuanku Imam Bonjol
Lahir : BONJOL Pasaman Sumatera Barat 1772
Peran : Memimpin PERANG PADRI melawan Belanda 1803-1838
Penghargaan : Namanya dijadikan Nama jalan, Stadion dan Universitas

10. PATTIMURA


Pattimura adalah Panglima Perang Melawan VOC Belanda di Tanah Maluku. Di bawah komando Pattimura Kerajaan di Nusantara seperti Ternate,Tidore,Bali, Jawa dan Sumatera bersatu untuk melawan Kolonial Belanda. Pattimura memilih gugur dengan kepala dipenggal dan digantung daripada harus menjadi penghianat bangsa.

Nama : Thomas Matulessy ( Kapiten Pattimura)
Lahir : 8 Juni 1783
Peran : Pemimpin Perang Melawan Belanda yang dikenal sebagai Perlawanan Pattimura 1817
Penghargaan : Nama beliau dijadikan sebagai Nama Jalan, Stadion dan Universitas