Social Items

Kawah Ijen (Ijen crater) merupakan sebuah danau terbesar di dunia dengan derajat keasaman yang sangat tinggi (pH <0,5) dan juga terisi air yang telah mengalami mineralisasi volkanik.

Di sini Juga terdapat sebuah solfatara permanen di tepi danau, yang terus-menerus menghasilkan belerang murni. Belerang ini ditambang oleh pekerja lokal.

Sesekali juga terjadi ledakan akibat adanya kegiatan freatik, yang terjadi ditengah danau. Aktifitas freaktik ini ditengarai sebagai indikasi ancaman utama dan telah terjadi beberapa kali.

Yang ditulis tentang Kawah Ijen ini merupakan sebuah terjemahan yang dibuat oleh Commission of Volcanic Lakes (Komisi danau Vulkanik) yaitu sebuah komisi dari organisasi dunia IAVCEI (International Association of Volcanology and Chemistry of the Earth’s Interior).

TERBENTUKNYA KALDERA IJEN.


Genesa Kaldera Gunung Ijen ini dibuat pertama kali oleh Van Bammelen tahun 1941. Kemudian disempurnakan oleh beberapa penulis berikutnya. Dibawah ini gambaran terbentuknya Kawah dan Kaldera Ijen.

Kondisi pada Pra-kaldera (sebelum terbentuk kaldera),  tidak diketahui apa yang terjadi sebelum 300.000 tahun lalu, namun diperkirakan sudah terbentuk  Stratovolcano tunggal (Paleo Ijen) dengan perkiraan ketinggian 3500 m.  Gunung yang berisi lava dan pyroclastics ini berada diatas endapan berumur Miosen (12.5 juta tahun) yang berupa batu gamping.

Pembentukan kaldera diperkirakan terkait dengan letusan dengan volume besar yang menghasilkan (~ 80 km3) endapan aliran piroklastik, yang mencapai ketebalan 100-150 m. Yang paling luas berada di bagian utara lereng  kompleks gunungapi ini.

Peristiwa ini diperkirakan terjadi beberapa waktu sebelum 50.000 tahun lalu, Ini disimpulkan berdasarkan pada analisa umur dari K-Ar (50 ± 20 ka) dari aliran lava dari Gunung  Blau yang dianggap menjadi unit pasca-kaldera tertua.

Pada saat itu juga diperkirakan terjadi  pembentukan danau di lantai kaldera. Danau sedimen yang terdiri dari serpih, pasir dan saluran sungai endapan yang terkena di daerah utara dekat Blawan.

Kegiatan vulkanik pasca pembentukan kaldera diantaranya  fase letupan phreatomagmatic, freatik, strombolian dan Plinian yang menghasilkan kerucut lingkaran, yang umumnya berupa bangunan-bangunan komposit, dan kerucut dalam, yang sebagian besar adalah dibangun oleh material abu vulkanik.

Gunung berapi ini menghasilkan abu vulkanik muda dan kerucut scoria (batu apung), serta lava, endapan aliran piroklastik dan endapan material hasil longsoran dan puing-puing yang sekarang mencakup aliran kaldera.

Menurut Sitorus (1990) penanggalan radiokarbon dari endapan aliran piroklastik menghasilkan umur> 45.000  BP (di Jampit) 37.900 ± 1850 (di Suket), 29.800 ± 700 (di Ringgih), 24.400 ± 460 (di Pawenen Tua), 21.100 ± 310 (di Malang) dan 2.590 ± 60 (di Ijen).

Kegiatan vulkanik yang tercatat ini adalah terbatas pada gunung berapi Ijen, yang memiliki kandungan asam di kawah danaunya,  setidaknya merupakan catatan dalam 200 tahun terakhir. Letusan bersejarah yang terdokumentasi ini tidak mencacat munculnya anak-anak produk magmatik tetapi terutama hanya freatik.

DANAU KAWAH IJEN


Danau Kawah berada pada ketinggian (2200 m dpl) memiliki bentuk oval yang teratur (600 x 1000 m), luas permukaan 41 x 106 m2 dan volumenya diperkirakan antara 32 dan 36 x 106 m3. Pada tahun 1921 dibangun bendungan oleh Belanda untuk mengatur tingkat air dan mencegah melimpah bencana selama musim hujan.

Awalnya pintu air yang digunakan tetapi ini konstruksi tetapi sekarang tidak dapat dioperasionalkan lagi karena danau ini bocor !. Kesamaan antara peta topografi 1920 (Kemmerling, 1921) dan 1994 (VSI) menunjukkan bahwa morfologi kawah tidak banyak berubah di terakhir meskipun sejarah peristiwa letusan freatik telah terjadi berulang-ulang.

Sebaliknya, morfologi dasar danau kawah telah mengalami perubahan yang signifikan. Kedalaman soundingpada tahun 1925 mencatat kedalaman maksimum 198 meter pada titik terdalam, yang kemudian berada di sebelah timur dari pusat.

Pada tahun 1938 titik terdalam telah bergerak ke barat dengan hasil bahwa danau lebih dalam di pusat (~ 200 m) dan di beberapa titik di bagian barat. Pengukuran kedalaman terbaru yang dilakukan pada tahun 1996 (Takano, data tidak dipublikasikan) menunjukkan bahwa kedalaman maksimum sedikit ber kurang.


Berikut ringkasan didasarkan pada Laporan Kegiatan Vulkanik dari Smithsonian Institution Program Global Vulkanisme:


  1. Tahun 1796 : terjadi letusan freatik T
  2. Tahun1817 15-16 Januari: Letusan freatik (banjir lumpur menuju Banyuwangi, cukup besar volume air danau dibuang ke Sungai Banyupahit)
  3. Tahun 1917 25 Februari – 14 Maret: danau tampak mendidih; letusan freatik berulang, lumpur dilemparkan hingga 8-10 m di atas permukaan danau.
  4. Tahun 1921-1923 Peningkatan suhu air danau; uap gas di atas permukaan air danau.
  5. Tahun 1936 5-25 November 1936: Letusan freatik lahar memproduksi mirip dengan 1796 dan 1817
  6. Tahun 1952 22 April 1952: letusan uap sampai 1 km tinggi, lumpur dilemparkan hingga 7 m di atas permukaan danau
  7. Tahun 1962 13 April 1962 : 7 m erupsi tinggi; gas gelembung di permukaan danau, sekitar 10 m dengan diameter 18 April: gelembung air hingga 10 m tinggi, perubahan cat air.1
  8. Tahun 1976 30 Oktober: air mendidih pada Silenong selama 30 menit
  9. Tahun 1991 15,21,22 Maret: gelembung air dan mengubah warna air, gas yang tinggi 25-50 m pencurahan pada kecepatan tinggi; kegiatan ini tercatat sebagai gempa seismik antara 16 dan 28 Maret. 
  10. Tahun 1993 3,4,7 Juli dan 1 Agustus: letusan freatik, perubahan warna air danau, Pencurahan, kebisingan booming, uap menggumpal, semua terpusat di tengah danau
  11. Tahun 1994 Februari 3: letusan freatik kecil dari bagian selatan danau. Bersamaan dengan letusan, tingkat danau naik ~ 1 m. 
  12. Tahun 1977 Akhir Juni 1997: periode aktivitas seismik meningkat, perubahan warna air danau; gas gelembung dan daerah sampai dipipinya; kuat bau belerang; burung terlihat jatuh ke air, satu atau lebih pekerja belerang dekat puncak melaporkan pusing dan sakit kepala. 
  13. Tahun 1999 28 Juni: letusan freatik di dua lokasi. Sebuah ledakan yang menyertainya terdengar di pertambangan belerang km 2 situs dari puncak dan tremor vulkanik direkam dengan amplitudo 0.5-1 mm. Minggu berikutnya, 06-12 Juli, kuning abu-abu emisi sulfur yang diamati dari kawah dan keras “jagoan” terdengar suara. Air danau kawah adalah putih kecoklatan dan telah mengambang menggumpalkan belerang pada permukaan. Kegempaan meningkat dimulai pada awal April. Jumlah tipe B acara tetap tinggi (lebih dari 34/week) untuk sebagian periode melalui pertengahan Juni. Kemudian secara bertahap menurun kegempaan sampai pertengahan Juli, setelah mana jumlah mingguan B-jenis acara tetap stabil pada rata-rata 9/week. Selama periode 18 Mei sampai pekan yang berakhir pada tanggal 21 Juni sebuah “abu membanggakan putih” naik 50-100 m.

Sejarah Asal usul Terbentuknya Gunung Dan Kawah Ijen Jawa Timur

Pulau Jawa memiliki banyak gunung berapi yang masih aktif hingga saat ini. Beberapa diantaranya sering dijadikan sebagai tujuan wisata dan pendakian. Namun beberapa di antaranya juga ada yang kurang terkenal atau sangat asing ditelinga kita. Dari sekian gunung yang ada di Jawa, berikut adalah daftar gunung yang masih aktif di pulau Jawa :

1. GUNUNG SEMERU JAWA TIMUR


Gunung ini berada di Jawa Timur memiliki ketinggian 3.676 meter diatas permukaan laut merupakan salah satu gunung paling menantang untuk didaki.

2. GUNUNG KELUD KEDIRI JAWA TIMUR


Gunung Kelud adalah gunung lain yang masih aktif dan berada di perbatasan antara Blitar dan Kediri. Gunung ini memiliki ketinggian 1.731 meter diatas permukaan laut.

3. GUNUNG BROMO JAWA TIMUR


Gunung Bromo adalah gunung yang masih aktif hingga saat ini dan sekaligus gunung yang paling sering dikunjungi oleh wisatawan karena mudahnya lokasi pendakian. Gunung Bromo memiliki ketinggian 2.392 meter diatas permukaan laut. Gunung ini berlokasi di 3 kabupaten yaitu, Kabupaten Pasuruan, Probolinggo dan Lumajang. Salah satu yang menjadi daya tarik wisata di tempat ini adalah puncak Bromo sekaligus kawah yang memiliki diameter 800 meter.

4. GUNUNG MERAPI DI YOGYAKARTA


Gunung Merapi yang ada di Yogyakarta merupakan salah satu ikon wisata Jogja. Gunung ini dikenal karena beberapa kali memuntahkan lahar atau semburan abu. Salah satu yang membuat Gunung ini begitu terkenal adalah karena dahulu, juru kunci Gunung Merapi yang bernama Mbah Marijan. Beliau adalah salah satu juru kunci gunung berapi di Indonesia yang paling eksentrik. Gunung Merapi di Jogja tingginya sekitar 2.914 meter di atas permukaan laut berlokasi di antara Perbatasan Jawa Tengah dan DKI Yogyakarta.

5  GUNUNG KRAKATAU SELAT SUNDA


Pada zaman dahulu, Gunung Krakatau pernah meletus dan menyebabkan ratusan ribu korban jiwa. Bahkan bunyi letusannya terdengar hingga ke Australia. Letusan tersebut terjadi pada tahun 1883. Gunung ini tingginya sekitar 813 meter diatas permukaan laut.

6. GUNUNG TANGKUBAN PERAHU JAWA BARAT

Gunung Tangkuban Perahu yang ada di Bandung juga merupakan satu dari sekian gunung yang banyak dikunjungi oleh wisatawan.


Gunung ini sendiri sebenarnya sangat terkenal karena adanya legenda rakyat setempat. Legenda tersebut adalah legenda Sangkuriang yang tentu sudah tidak asing di telinga kita.

7. GUNUNG SLAMET JAWA TENGAH


Gunung Slamet (3.428 meter dpl.) adalah sebuah gunung berapi kerucut yang terdapat di Pulau Jawa, Indonesia. Gunung Slamet terletak di antara 5 kabupaten, yaitu Kabupaten Brebes, Kabupaten Banyumas, Kabupaten Purbalingga, Kabupaten Tegal, dan Kabupaten Pemalang, Provinsi Jawa Tengah. Gunung Slamet merupakan gunung tertinggi di Jawa Tengah serta kedua tertinggi di Pulau Jawa setelah Gunung Semeru. Kawah IV merupakan kawah yang masih aktif sampai sekarang.

8. GUNUNG RAUNG JAWA TIMUR


Gunung Raung adalah gunung berapi kerucut yang terletak di ujung timur Pulau Jawa, Indonesia. Secara administratif, kawasan gunung ini termasuk dalam wilayah tiga kabupaten di wilayah Besuki, Jawa Timur, yaitu Banyuwangi, Bondowoso, dan Jember.

Laporan mengenai peningkatan aktivitas diberikan sejak tanggal 21 Juni 2015. Satelit Landsat 8 NASA mendeteksi adanya dua lubang magma sehingga diperkirakan tidak akan terjadi letusan besar.

9. GUNUNG IJEN JAWA TIMUR


Gunung Ijen adalah sebuah gunung berapi aktif yang terletak di perbatasan antara Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, Indonesia. Gunung ini memiliki ketinggian 2.443 mdpl dan terletak berdampingan dengan Gunung Merapi. Gunung Ijen terakhir meletus pada tahun 1999.

10. GUNUNG GALUNGGUNG TASIKMALAYA


Gunung Galunggung merupakan gunung berapi dengan ketinggian 2.167 meter di atas permukaan laut, terletak sekitar 17 km dari pusat kota Tasikmalaya Jawa Barat. Untuk mencapai puncak Galunggung, dibangun sebuah tangga yang memiliki 620 anak tangga. Di wilayah ini terdapat beberapa daya tarik wisata yang ditawarkan antara lain objek wisata dan daya tarik wanawisata dengan areal seluas kurang lebih 120 hektare di bawah pengelolaan Perum Perhutani.


Itulah beberapa daftar gunung berapi aktif yang berada di pulau Jawa, semoga bisa  bermanfaat.

Daftar Gunung Berapi yang masih Aktif di Pulau Jawa, Indonesia

Gunung di Indonesia yang masih aktif dan mengalami letusan yang dahsyat adalah gunung Krakatau yang berada di selat Sunda. Letusan gunung Krakatau yang paling besar dan mengakibatkan runtuhnya kaldera terjadi pada tahun 1884, letusan itu juga melenyapkan pulau-pulau di sekitarnya.

Letusan ini adalah salah satu letusan gunung api paling mematikan dan paling merusak dalam sejarah. Akibat dari letusan ini setidaknya terdapat 36.417 korban jiwa akibat letusan dan tsunami yang dihasilkannya.

Efek dari letusan gunung Krakatau juga bisa dirasakan di seluruh penjuru dunia karena pasca letusan bertahun-tahun suhu di dunia rata-rata mengalami penurunan 1,2 derajat celcius dan baru bisa kembali normal lagi setelah 4 tahun kemudian.

Beberapa gunung di Indonesia yang pernah aktif dan mengalami aktifitas vulcanik seringkali meninggalkan sisa letusan yang bisa kita jumpai sampai saat ini, sebut saja danau Toba di pulau Sumatera. Danau Toba itu sebenarnya berasal dari letusan Gunung Toba yang meletus sekitar 800 ribu tahun lalu. Letusan ini menghasilkan kaldera di selatan Danau Toba, meliputi daerah Prapat dan Porsea.

Berikut kami akan menulis Daftar Gunung di Indonesia yang masih Aktif untuk saat ini :

1. GUNUNG SEMERU PROPINSI JAWA TIMUR


Keindahan gunung Semeru yang berada di Jawa Timur ini banyak mengundang kedatangan para pendaki dari berbagai tempat. Karena Mendaki di Gunung Semeru bagi sebagian pendaki merupakan suatu impian. Gunung yang terkenal dengan adanya danau alaminya ini juga termasuk gunung yang aktif mengeluarkan meterial dan gas beracun dari kawah Jonggring Saloka.

Gunung Semeru seolah menjadi magnet bagi sebagian pendaki baik itu di wilayah Jawa maupun bagi pendaki yang berasal dari luar Pulau Jawa. Beberapa kali gunung ini mengalami buka tutup jalur pendakian dikarenakan aktifitas vulcanik gunung ini dirasa cukup membahayakan para pendaki yang nekad mendaki sampai wilayah Kalimati.

2. GUNUNG KELUD KEDIRI DI JAWA TIMUR


Pada tahun 2014 lalu, masyarakat khususnya di Jawa Timur dihebohkan dengan adanya hujan abu vulcanik yang mengharuskan aktifitas masyarakat terhenti untuk beberapa hari. Hujan abu vulcanik tersebut berasal dari erupsi gunung Kelud yang secara administratif berada di perbatasan antara Kabupaten Blitar dan Kabupaten Kediri Propinsi Jawa Timur.

Hujan abu vulcanik yang dihasilkan oleh letusan gunung Kelud tidak hanya dirasakan masyarakat Jawa Timur saja, melainkan juga dirasakan oleh masyarakat di Yogyakarta. Pasalnya akibat erupsi gunung Kelud, ribuan ton abu vulcanik terlempar membumbung tinggi ke angkasa dan menyebar ke berbagai wilayah yang berjarak ratusan kilometer dari Kota Kediri termasuk di Kota Yogyakarta yang jaraknya ratusan kilometer dari kota Kediri.

Gunung Kelud termasuk gunung aktif yang jarang meletus, namun setiap kali meletus kekuatan yang dihasilkan cukup besar yakni 5 Volcanix Explosif Index ( VEI ).

3. GUNUNG MERAPI PERBATASAN JAWA TENGAH DAN YOGYAKARTA


Gunung Merapi merupakan salah satu gunung di Indonesia yang masih aktif dan memiliki siklus erupsi yang cukup teratur yakni 2-5 tahun untuk siklus pendek dan 5-7 tahun untuk siklus erupsi yang panjang. Karena seringkali mengalami aktifitas vulcanik dan sering meletus, menyebabkan gunung Merapi mendapat julukan sebagai gunung teraktif di dunia.

Beberapa sumber menyebutkan bahwa gunung Merapi setidaknya pernah mengalami erupsi sebanyak 100 x. Gunung Merapi memang menjadi salah satu gunung di Indonesia yang masih aktif dan sering mengalami letusan yang cukup dahsyat, namun letusan gunung Merapi merupakan letusan yang berada di tingkat sedang saja, bukan letusan yang bersifat katastrofik ( letusan yang dapat menghanjurkan dirinya sendiri ) seperti yang dialami oleh gunung Krakatau di selat sunda.

4. GUNUNG SINABUNG DI DATARAN TINGGI KARO SUMATERA


Tidak lengkap rasanya jika tidak memasukkan gunung Sinabung yang berada di Dataran Tinggi Karo ke dalam daftar gunung di Indonesia yang masih dan paling aktif. Gunung Sinabung dalam beberapa tahun ini menjadi pusat perhatian terutama bagi ahli geologi, pasalnya gunung Sinabung sudah lama tidak ada aktifitas vulcanik namun dalam beberapa tahun lalu gunung ini mengalami erupsi terlama di Indonesia yang sebelumnya dipegang oleh gunung Bromo.

Selama tujuh bulan lebih gunung ini mengalami erupsi, sedangkan erupsi terakhir tercatat sekitar 800 tahun yang lalu. Siapa sangka, justru gunung ini mengeluarkan letusan yang dahsyat. Peristiwa 800 tahun lalu tetap menjadi misteri yang pelan-pelan dikupas menjadi fakta.

5. ANAK GUNUNG KRAKATAU DI SELAT SUNDA


Keberadaan anak Gunung Krakatau tidak lepas dari sejarah Gunung Krakatau Purba yang tercatat pernah meletus dengan tipe letusan katastrofik pada tahun 1883 dan mengakibatkan tsunami, serta menewaskan setidaknya 36.000 jiwa. Bahkan suara letusan gunung ini sampai terdengar di Alice Spring Australia serta pulau Rodrigues Afrika 4.653 km dari lokasi letusan.

Krakatau mencetak sejarah sebagai gunung aktif di Indonesia yang letusannya bardampak pada perubahan iklim dunia. Bumi ini pernah mengalami kegelapan selama setidaknya dua hari karena material dan debu vulcanik dari letusan krakatau menutupi atmosfer bumi pada masa itu. Kini gunung Krakatau purba telah tergantikan dengan anak gunung Krakatau yang muncul 40 tahun setelah letusan dahsyat.

Anak gunung Krakatau muncul sebagai sebuah gunung muda yang aktif mengeluarkan material dan memiliki pertumbuhan ketinggian setidaknya 0,5 meter dalam satu bulan. Menurut beberapa riset yang dilakukan oleh beberapa ilmuwan dari negera Jepang, gunung Krakatau memungkinkan akan mengalami erupsi yang besar pada rentang tahun 2030-2050.

6. GUNUNG GALUNGGUNG DI JAWA BARAT


Gunung Galunggung merupakan salah satu gunung yang masih aktif dan terletak di Kabupaten Tasikmalaya Jawa Barat. Gunung yang memiliki ketinggian 2.176 meter ini tercatat pernah mengalami letusan hebat yakni di tahun 1822.

Setelah itu gunung ini seringkali mengalami erupsi yang menyebabkan hujan pasir panas serta meluncurkan awan panas yang mengakibatkan setidaknya 4.011 jiwa melayang dan menyebabkan setidaknya 122 desa harus hancur.

Tidak hanya awan panas dan hujan abu vulkanik saja, ancaman banjir lahar dingin juga  mengakibatkan terputusnya jaringan jalan dan aliran sungai serta areal perkampungan akibat melimpahnya aliran lava dingin berupa material batuan-kerikil-pasir.

7. GUNUNG BROMO DI JAWA TIMUR


Siapa yang tidak kenal dengan gunung Bromo di Jawa Timur. Keindahan kawasan gunung ini tidak hanya terkenal di Indonesia saja melainkan juga di mancanegara. Hal itu dibuktikan dengan banyaknya kunjungan turis mancanegara ke gunung yang memiliki ketinggian 2.329 MDPL ini.

Gunung Bromo secara administratif masuk dalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru dan wilayahnya masuk ke dalam empat wilayah Kabupaten sekaligus yakni Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang. Gunung Bromo menjadi sangat menarik karena gunung ini termasuk gunung yang masih aktif serta pengunjung dapat melihat dengan jelas lembah serta kalderanya yang seringkali mengeluarkan asap putih.

Dalam catatannya gunung ini pernah mengalami setidaknya 4 x erupsi dengan interval yang cukup teratur yakni 30 tahun. Letusan gunung Bromo yang terbesar tercatat pada tahun 1974 sedangkan letusan terakhir tercatat pada tahun 2015.

8. GUNUNG LOKON SULAWESI UTARA


Siapa yang menyangka gunung yang hanya memiliki ketinggian 1.580 MDPL ini masuk dalam 15 gunung di Indonesia yang masih aktif. Gunung yang lebih rendah dibandingkan dengan gunung Andong di Kabupaten Magelang Jawa Tengah ini tercatat mengalami letusan sebanyak 5 x terhitung sejak tahun 1941.

Letusan terbesar tercatat pada tahun 1991 yang berakibat menimbulkan kerugian hingga milyaran rupiah serta menewaskan korban jiwa karena longsoran material vulcanik.

9. GUNUNG KERINCI DI PROPINSI JAMBI


Gunung Kerinci selain terkenal dengan alamnya yang masih perawan, juga terkenal sebagai salah satu gunung yang masih aktif mengalami aktifitas vulcanik. Gunung yang memiliki puncak tertinggi di Pulau Sumatera ini memiliki sebuah kawah aktif selebar 400 x 120 meter di bagian puncaknya dan berisi air berwarna hijau. Gunung Kerinci tercatat mengalami erupsi terakhir pada tahun 2009.

Gunung Kerinci seakan menjadi magnet tersendiri bagi kalangan pendaki gunung karena alamnya yang masih sangat alami. Kawasan lereng gunung menjadi habitat alami harimau Sumatera, Gajah, Babi hutan serta hewan liar lainnya.

10. GUNUNG EGON PULAU FLORES NUSA TENGGARA TIMUR


Mungkin belum banyak yang mendengar gunung aktif yang satu ini. Gunung Egon merupakan gunung berapi dan masih aktif yang terletak di Pulau Flores. Gunung Egon sendiri berada di wilayah timur dari Maumere atau sekitar tiga puluh kilometer dari ibu kota Kabupaten Sikka. Gunung yang memiliki ketinggian 1703 ini pernah mengalami erupsi dahsyat pada tahun 1925.

Setelah vakum sekian puluh tahun, pada tahun 2006 lalu status gunung ini dinaikkan menjadi siaga. akibat dari aktivitas vulkanik yang meningkat pada saat itu. Gunung Egon layaknya gunung yang cantik untuk di jawamah terutama di  kalangan pendaki, pasalnya kawasan ini menawarkan panorama yang eksotis.

Pendaki dapat melihat kawah yang seringkali menyemburkan asap putih sebagai tanda bahwa gunung ini masih memiliki aktifitas vulcanik di dalamnya.

11. GUNUNG AWU DI KEPULAUAN SANGIHE


Jauh di Propsnsi Sulawesi utara terdapat sebuah gunung dengan ketinggian 1.320 MDPL yang masih aktif. Gunung yang dimaksud adalah gunung Awu. Dari catatan sejarah diketahui, dari tahun 1640 sampai dengan 1966 telah terjadi 5 kali erupsi yang menelan korban serta kerugian yang cukup besar.

Korban manusia yang tewas akibat letusan  Gunung Awu sebelum tahun 1711 tidak diketahui, namun yang tercatat sejak tahun 1711 sampai dengan erupsi 1966 adalah 7.377 orang ( tahun 1966 korban tewas 39 orang, lebih dari 1.000 orang luka-luka ringan ).

12. GUNUNG KARANGETAN KABUPATEN SIAU


Gunung Karangetang yang terletak di Kepulauan Siau, Sulawesi Utara. Gunung ini merupakan salah satu gunung api yang cukup aktif di Indonesia. Gunung Karangetan merupakan gunung yang bertipe stratovolcano yang hampir setiap tahunnya meletus. Terbentuknya gunung ini mirip dengan gunung api Krakatau yang telah tenggelam akibat erupsi hebat.

Karena adanya zona subduksi dan tumbukan maka magma yang terdapat di perut bumi naik melalui celah subduksi sehingga terbentuklah gunung api ini. Letusan yang cukup besar tercatat pada tahun 2011 dimana gunung ini meluncurkan awan panas yang merusak pemukiman warga sekitarnya.

13. GUNUNG SOPUTAN SULAWESI UTARA


Gunung Soputan merupakan gunung aktif yang terletak di Propinsi Sulawesi Utara dan berjarak kurang lebih 50 km di sebelah barat daya Kota Manado. Gunung Soputan akhir-akhir ini juga menjadi perhatian ahli kegunung apian karena dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan adanya peningkatan kegiatan vulcanik.

Gunung yang memiliki ketinggian 1.784 MDPL ini tercatat mengalami erupsi pada tanggal 7 maret tahun 2015 dan menyemburkan awan panas yang membumbung tinggi sejauh 2.500 meter dan menyebabkan hujan debu di Kecamatan Touluaan, Kecamatan Tombatu, dan Kecamatan Ratahan di Kabupaten Mihanasa Tenggara.

14. GUNUNG AGUNG DI PROPINSI BALI


Gunung agung merupakan gunung tertinggi di Bali dan memiliki ketinggian  3.031 mdpl. Gunung ini termasuk gunung yang masih aktif ditandai dengan adanya asap yang keluar dari kawahnya yang sangat besar dan dalam, Bagi masyarakat Bali gunung Agung merupakan tempat bersemayam para dewa dan tempat bersemayamnya Dewata.

Dari atas ketinggian di gunung Agung dalam kondisi yang cukup cerah kita dapat melihat puncak gunung-gunung lainnya di pulau seberang yakni gunung Rinjani di pulau Lombok. Gunung Agung tercatat mengalami letusan terakhir pada tahun 1963 dimana erupsi yang terjadi meluncurkan lahar sejauh 7 km selama 20 hari.

15. GUNUNG TALANG PROPINSI SUMATERA BARAT


Gunung yang memiliki ketinggian 2.957 mdpl ini berjarak 40 km dari kota Padang. Gunung ini menjadi surganya pendaki di Sumatera Barat berkat adanya hamparan kebun teh di awal pendakian, serta terdapat hutan Mati yang eksotis, Di bagian puncak gunung, pendaki akan menyaksikan indahnya 3 danau dari ketinggian 2.597 mdpl. Danau yang ada sebenarnya merupakan bekas dari kawah  gunung Talang.

Itulah beberapa daftar gunung di Indonesia yang masih Aktif sampai saat ini.

Inilah Daftar Gunung Berapi Di Indonesia yang Masih Aktif dan Berbahaya

Subscribe Our Newsletter