Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
KEDIRI JATIM - Kecamatan Plosoklaten hari ini mencatatkan kasus pertama positif Covid-19. Padahal sebelumnya, wilayah ini dinyatakan sebagai zona hijau atau bebas dari virus corona di Kabupaten Kediri.

Satu kasus dari  Plosoklaten ini termasuk dalam tambahan 15 pasien terkonfirmasi Covid-19 yang dirilis Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Kediri hari ini.

Juru Bicara Percepatan Penanganan Covid 19 Kabupaten Kediri, dr. Ahmad Khotib ketika dikonfirmasi mengatakan kasus positif dari Desa Sumberagung Kecamatan Plosoklaten termasuk pasien tanpa gejala dan berasal dari klaster baru yang belum diketahui sumber penyebarannya.

Menurut KHOTIB, pasien tanpa gejala saat ini sudah merata di Kabupaten Kediri. Hal ini terjadi karena mobilitas masyarakat yang tinggi.

Sementara 14 pasien lainnya yang dinyatakan positif Covid-19 masing-masing tiga pasien dari klaster Sidoarjo, satu pasien dari klaster Surabaya, dua pasien klaster Desa Tertek, satu pasien klaster Desa Kandangan, dua pasien klaster Desa Pelem dan enam pasien berasal dari klaster baru yang belum diketahui sumber penyebarannya.

Masing masing satu pasien asal Desa Damarwulan dan Desa Kepung Kecamatan Kepung, warga Desa Sumberejo Kecamatan Ngasem, warga Desa Pare Kecamatan Pare dan warga Desa Sidomulyo Kecamatan Puncu.

Dari 15 pasien tersebut, dua di antaranya menjalani perawatan di RSUD SLG dan RS HVA Toeloengrejo, Pare. Sementara 13 lainnnya menjalani isolasi mandiri. AHMAD KHOTIB mengatakan, saat ini total terdapat 377 kasus positif Covid-19 di Kabupaten Kediri. Rinciannya, 161 orang dirawat, 197 orang sembuh dan 19 orang meninggal dunia.

Sumber : andikafm.com

Plosoklaten Sumbang 1 Pasien Positif Covid-19 di Kediri

TULUNGAGUNG JATIM - Pemerintah Kabupaten Tulungagung mengizinkan masyarakat menggelar hajatan pernikahan mulai 1 Agustus 2020. Tetapi, hajatan yang digelar harus patuh terhadap pedoman dan protokol kesehatan dari Pemkab Tulungagung. Hajatan boleh digelar setelah masa darurat Covid-19 di Tulungagung dicabut sekitar tanggal 31 Juli 2020 nanti.

Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Pemkab Tulungagung, Galih Nusantoro saat dikonfirmasi mengatakan, Pemkab Tulungagung sudah menggelar simulasi hajatan pernikahan sesuai protokol kesehatan, kemarin.

Simulasi ini sebagai panduan pelaksanaan hajatan sesuai SOP protokol kesehatan. Simulasi yang dilakukan tersebut mulai dari tata cara parkir, masuk hajatan, mengisi buku tamu, makan, hingga berfoto bersama pengantin.

GALIH menambahkan, sesuai protokol kesehatan, masyarakat yang akan masuk ke tempat hajatan harus memakai masker atau face shield, mencuci tangan, diperiksa suhu tubuhnya dan senantiasa menerapkan physical distancing.

GALIH menegaskan, apabila dalam pelaksanaan hajatan diketahui melanggar SOP protokol kesehatan, maka akan ada sanksi berupa teguran atau bahkan hajatan akan dibubarkan. Untuk teknis pelaksanaan hajatan, penyelenggara harus meminta ijin kepolisian, Tim Satgas serta pemerintah desa masing-masing.

Sumber : andikafm.com

Mulai 1 Agustus, Pemkab Tulungagung Izinkan Hajatan Pernikahan

KEBUMEN JATENG - Seorang pria di Kebumen, Jawa Tengah tega menyetubuhi anak di bawah umur. Kini tersangka telah diamankan di Mapolres Kebumen.

Tersangka adalah Entus Tiswanto (67) warga Karangsambung, Kebumen. Pria yang sudah menikah itu tega menyetubuhi korban yang masih duduk di sebuah SMP di Kebumen.

"Korban sendiri masih di bawah umur karena masih pelajar SMP dan umurnya baru 14 tahun," kata Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan saat menggelar pers rilis di Mapolres Kebumen, Sabtu (25/7/2020).

Rudy menjelaskan, korban sering main ke rumah tersangka yang merupakan tetangga korban. Tersangka sendiri sudah menikah puluhan tahun namun belum dikaruniai anak.

Perbuatan bejat tersangka dilakukan pada bulan Mei 2020 lalu di rumah korban, saat rumah korban dalam keadaan sepi. Sebelum menyetubuhi korban, tersangka memaksa dan mengancam, bahkan mengikat dan menyumpal korban.

"Korban dianggap seperti anak sendiri karena tersangka yang sudah lama menikah belum punya anak, namun akhirnya malah jadi korban. Aksinya dilakukan saat semua orang tidak ada di rumah," lanjutnya.

Kasus itu terbongkar setelah korban mengadukan ke orang tuanya tentang apa yang dialaminya. Orang tua korban pun kemudian melaporkan tersangka ke polisi. Tersangka akhirnya dibekuk polisi di rumahnya pada tanggal 16 Juli 2020.

Sementara itu, tersangka menuturkan telah melakukan aksi bejatnya karena terdorong nafsu. Bahkan, ia mengaku telah lima kali menyetubuhi korban.

"Ya karena nafsu, sudah lima kali," jawabnya singkat.

Dari kasus tersebut, petugas mengamankan barang bukti berupa pakaian korban. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kini tersangka mendekam di sel tahanan Mapolres Kebumen. Tersangka dijerat Pasal 81 UU Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah pengganti Undang-Undang Nomor 1 tahun 2016 tentang Perubahan kedua atas Undang-undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman paling lama 15 tahun penjara.

Sumber : m.detik.com

Keji, Kakek Di Kebumen Setubuhi Gadis Dibawah Umur

NGANJUK JATIM - Seorang guru PNS di Nganjuk menipu bidan dengan dalih bisa menjadikan Pegawai Negeri Sipil (PNS), asalkan membayar Rp. 270 juta.

Guru berinisial PH, warga Jalan Letjen Suprapto Nganjuk, ditangkap polisi atas kasus tindak pidana penipuan dan penggelapan.

Korbannya bernama NOVI warga Desa Balongrejo Kecamatan Bagor, Nganjuk.

Kasubag Humas Polres Nganjuk, IPTU Roni Yunimantara yang dikonfirmasi mengatakan, pada Mei 2015, PH datang ke rumah NOVI untuk menawarkan bisa memasukkan menjadi PNS tanpa melalui tes.

NOVI harus menyiapkan Ijazah, KK, KTP dan membayarkan uang sebanyak Rp. 270 juta. Sesuai kesepakatan, uang Rp. 270 juta tersebut dibayar secara bertahap. Namun setelah syarat dan uang diserahkan, ternyata NOVI tidak kunjung menjadi PNS. Akhirnya, NOVI melaporkan PH ke Polres Nganjuk.

IPTU Roni Yunimantara menambahkan, PH sudah ditahan di Mako Polres Nganjuk kemarin. Polisi juga menyita barang bukti berupa kuitansi penyerahan uang, surat perjanjian, dan surat pernyataan.

Atas perbuatannya, tersangka PH dikenakan pasal 378 KUHP dan atau 372 KUHP tentang penipuan dan atau penggelapan.

Guru PNS Di Nganjuk Tipu Bidan 270 Juta

SIDOARJO JATIM - Seorang perempuan ditemukan tewas di rumahnya di Desa Kedungrejo, Waru, Sidoarjo. Korban ditemukan dengan sejumlah luka tusuk di tubuhnya.

Korban adalah Mahdalena Tin Kartini (66). Korban ditemukan tewas Jumat (24/7) sekitar pukul 20.00 WIB di lantai dua rumahnya yang juga digunakan sebagai panti pijat.

Adalah anak korban yang melapor ke perangkat desa. Kepala Desa Kedungrejo Nico Octavian mengatakan pihaknya yang mendapat laporan dari anak korban langsung ke lokasi kejadian.

"Anak korban lapor, kami mendobrak pintu kamar korban. Setelah pintu didobrak, korban terlihat tergeletak di kamarnya dan sudah meninggal," kata Nico kepada wartawan di lokasi kejadian, Sabtu (25/7/2020).

Kanit Reskrim Polsek Waru Iptu Untoro membenarkan telah ditemukan jenazah seorang perempuan di kamar rumahnya. Kondisinya sudah tewas. Korban mengalami beberapa luka tusuk di tubuhnya.

"Korban ini diduga menjadi korban pembunuhan," kata Untoro.

Untoro menjelaskan awal peristiwa itu diketahui dari kecurigaan beberapa saksi. Kemudian saksi memberitahukan ke anak korban. Saksi dan anaknya merasa curiga pintu ruang keluarga terkunci dan korban sejak pagi tidak terlihat keluar.

"Anak korban bersama saksi membuka paksa pintu ruang keluarga yang terkunci lalu masuk melihat korban posisi telungkup di sebelah timur ranjang dalam keadaan meninggal dengan luka parah di punggung dan kepala belakang. Saat ini kami sedang menyelidiki dan meminta keterangan saksi-saksi," pungkas Untoro.

Pemilik Panti Pijat Di Sidoarjo Tewas Dengan Luka Tusuk

BLITAR JATIM - Kasus Persebaran Virus corona di Kota Blitar belum usai dan terus bertambah. Penambahan ini bermula dari hasil tracing klaster lama, yang dilakukan Gugus tugas percepatan penanganan covid 19 Kota Blitar. Pasien terkonfirmasi positif covid-19 di Kota Blitar bertambah 7 orang sabtu kemarin.

Enam dari tujuh kasus baru positif itu berasal dari penyebaran virus covid-19 di jalan Waru, Kelurahan Rembang, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar.

Ketua Harian Satgas Kesehatan Kota Blitar Didik Jumianto saat dikonfirmasi mengatakan, 7 orang itu dengan rincian 6 orang merupakan kontak erat dari kasus konfirmasi positif Covid-19 Kelurahan Rembang Sananwetan Kota Blitar, yaitu 2 anak perempuan 9 tahun yang dinyatakan positif Covid-19 pada 8 Juli 2020 lalu.

DIDIK menjelaskan ke 6 orang itu semuanya laki-laki, di antaranya usia 59 tahun, 46 tahun, 20 tahun, 19 tahun, 18 tahun dan 15 tahun. Hasil swab ke 6 orang itu keluar Sabtu 18 Juli 2020 siang kemarin.

Sedangkan tambahan 1 orang lainnya, laki-laki usia 33 tahun dari Kelurahan Bendogerit Sananwetan Kota Blitar. Sebelumnya yang bersangkutan 8 Juli 2020 lalu melakukan rapid test mandiri di salah satu rumah sakit swasta di Kota Blitar sebagai persyaratan perjalanan ke Jakarta dengan hasil reaktif. Sehingga langsung dilakukan pengambilan swab tenggorokan.

Kemudian Sabtu 18 Juli 2020 siang hasil swab keluar dinyatakan positif corona. DIDIK menambahkan ke tujuh orang itu termasuk kasus konfirmasi tanpa gejala dan saat ini melakukan isolasi mandiri di rumah.

DIDIK menghimbau masyarakat untuk terus meningkatkan kedisiplinan dalam menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

Sumber : andikafm.com

Kasus Covid-19 di Blitar Masih Terus Bertambah

JOMBANG JATIM - Seorang pria bernama Widyanto, warga Perumahan Candi Indah, Desa Candimulyo, Kecamatan Plandaan Kabupaten Jombang meninggal dunia setelah terjatuh dari jembatan Kedung Cinet Desa Klitih Kecamatan Plandaan Kabupaten Jombang, Minggu 19/07/2020 siang tadi.

AKP Akwan M.Hum Kapolsek Plandaan Polres Jombang saat dikonfirmasi mengatakan, kejadian tersebut bermula saat WIDYANTO bersama 22 temannya berangkat gowes dari rumah menuju tempat wisata Kedung Cinet Desa Klitih Kecamatan Plandaan Kabupaten Jombang.

Saat melintas di Jembatan Kedung Cinet Widyanto tiba-tiba terpeleset dan jatuh ke dalam Sungai Kedung Cinet dari ketinggian 15 meter. Korban saat terjatuh di sungai, masih bisa berenang dan menepi di pinggir sungai.

Teman-teman korban yang mengetahui kondisi tersebut, langsung memberikan pertolongan dengan cara diangkat ke atas. Widyanto langsung dilarikan ke rumah sakit, tetapi saat perjalanan menuju rumah sakit korban meninggal dunia.

Warga dan teman korban melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Plandaan. Petugas dan tim medis yang datang ke lokasi langsung melakukan evakuasi dan olah TKP di lokasi kejadian.

Dari pemeriksaan tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. WIDYANTO meninggal dunia murni karena terpeleset dan terjatuh dari Jembatan Kedung Cinet.

Sumber : andikafm.com

Terpeleset dan Jatuh Ke Jembatan, Pria Di Jombang Meninggal Dunia

SURABAYA - Penemuan Mayat bayi perempuan ditemukan di dekat sebuah pintu air di Surabaya. Bayi tersebut dibungkus plastik warna hitam dalam sebuah kardus.

Selain itu, di bagian leher mayat bayi tersebut juga ditemukan tali plastik. Bayi tak bernyawa itu ditemukan di Jalan Menur Pumpungan, Kelurahan Klampis Ngasem, Kecamatan Sukolilo.

Salah seorang saksi yang merupakan Ketua RW 03, Abudin Salim mengatakan, pihaknya menerima informasi penemuan bayi tersebut dari warga, sekitar pukul 12.00 WIB.

"Ditemukan di bawah pagupon (rumah burung dara), pertama kali yang menemukan anak kecil, terus mau dibuang ke sungai. Kemudian diketahui oleh warga. Kemudian lapor ke saya. Kemudian kami laporkan ke tim keamanan dan lapor polisi," kata Abudin kepada wartawan, Minggu (19/7/2020).

Abudin menambahkan, ia kemudian ke lokasi dengan petugas. Lalu pihaknya memastikan bahwa bayi tersebut telah meninggal.

"Ditemukan dalam kardus dalam kondisi meninggal. Kayaknya umurnya sudah 2 minggu. Kayaknya ada sisa perawatan ada beda gitu. Berarti kan sudah dirawat bayi itu," Ungkap Abudin.

Polisi kemudian melakukan olah TKP dan mengevakuasi jasad bayi tersebut dengan mobil ambulans milik PMI Kota Surabaya, yang petugasnya menggunakan APD.

"Dievakuasi sekitar pukul 13.30 WIB. Tapi belum tahu dibawa ke mana," lanjut Abudin.

Menurutnya, berdasarkan informasi dari warga sekitar pukul 11.00 WIB, ada yang melihat seorang perempuan membuang jasad bayi tersebut di lokasi. "Kemungkinan cewek itu. Tapi kalau melihat dari ciri-cirinya kemungkinan bukan warga kita," terang Abudin.

Sementara pemilik rumah burung dara, Koisor (25) mengatakan, awalnya dirinya mengetahui dari anak-anak yang sedang mandi di pintu air. Mereka menemukan kardus kemudian mau dibuang ke sungai.

"Sekitar pukul 12.30 WIB anak kecil-kecil mandi di sini. Menemukan langsung dibuang ke sungai dikirain nggak ada apa-apanya. Waktu saya angkat, anak-anak bilang seperti melihat tangan. Kemudian saya lari ke tukang las dan laporan ke Pam Swadaya. Akhirnya lapor Pak RW," ujar Koisor.

"Lehernya (bayi) ditali, dikasih kresek, dibungkus gombal (handuk) atau apa gitu. Meninggal," pungkasnya.

Sumber : m.detik.com

Penemuan Mayat Bayi Di Dalam Kardus Gegerkan Warga Surabaya