Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
TRENGGALEK JATIM - Bocah laki-laki (8) warga Desa / Kecamatan Gandusari Kabupaten Trenggalek, meninggal dunia karena tenggelam di Sungai Tawing Dusun Pucung Desa / Kecamatan Gandusari Kabupaten Trenggalek.

AKP Rohadi, Kapolsek Gandusari Polres Trenggalek mengatakan, korban berinisal AL (8), pada Selasa 2 Juni 2020 sekitar jam 08.00 WIB, korban bersama 6 teman lainnya berangkat memancing di sungai Tawing.

Sambil memancing, mereka juga mandi di sungai. Pada saat bersamaan, ada seorang warga yang sudah diundang tidak mandi di sungai karena arus deras dan dangkal saat itu.

Tiba-tiba salah seorang teman korban bernama AGIM, berteriak minta tolong saat melihat korban terseret arus sungai. Kemudian warga sekitar bersama teman-teman korban berusaha menolong tetapi tidak membuahkan hasil.

Oleh warga sekitar, kejadian ini langsung dilaporkan ke Polsek Gandusari dan ke perangkat desa lokal. Tim SAR Trenggalek yang mendapat laporan dari Polsek Gandusari, langsung menuju lokasi dan melakukan pencarian.

Tidak lama kemudian ditemukan ditemukan oleh petugas SAR Trenggalek dalam keadaan meninggal dunia, dengan posisi tersangkut bambu di tepi sungai Tawing.

Bocah SD Di Trenggalek Tewas Hanyut Ke Sungai

JOMBANG JATIM - Seorang pria bernama Suliono, 60 tahun seorang tukang parkir warga Desa Tugusumberjo Kecamatan Peterongan Kabupaten Jombang,  ditemukan meninggal dunia di depan pertokoan jalan Ahmad Yani, Jombang. Kejadian selasa 02/06/2020 sekitar jam 19.45 WIB.

Kapolsek Jombang Kota, AKP Wilono yang dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Menurut keterangan warga sekitar, SULIONO sehari-hari memang bekerja sebagai tukang parkir. Saat mengatur kendaraan untuk parkir, Suliono tiba-tiba jatuh tergeletak dan pingsan. Warga yang mengetahui kejadian ini langsung melapor ke Polsek Jombang Kota dan Puskesmas setempat. Saat diperiksa petugas, SULIONO sudah dalam keadaan meninggal dunia.


Jenazah SULIONO langsung dibawa ke RSUD Jombang untuk dilakukan pemeriksaan luar. Menurut keterangan keluarga, SULIONO tidak mempunyai riwayat penyakit. Keterangan dari petugas kesehatan, SULIONO diduga meninggal dunia karena kelelahan saat bekerja.

Usai Mengatur Kendaraan, Tukang Parkir Di Jombang Meninggal Mendadak

BLITAR JATIM - Nasib Nahas menimpa remaja bernama Efendi Luki (16) warga Dusun Sidorejo, Desa Plandirejo, Kecamatan Bakung, Kabupaten Blitar. Bermaksud membenahi alat pertukangan yakni profil, ia malah tersengat arus listrik dan meningal dunia, Selasa (2/5/2019) siang.

Kapolres Blitar AKBP Ahmad Fanani Eko Prasetyo melalui Paur Humas Didik Dwi Wahyudi mengatakan, insiden berujung maut tersebut terjadi pukul 11.30 WIB. Saat itu korban hendak menggunakan alat profil.

Setelah alat profil disambungkan ke listrik, korban tiba-tiba tersengat aliran listrik. Seketika itu, korban terjatuh ke tanah dan tak sadarkan diri.

Rekan korban, Yoga, yang mengetahui hal itu, berusaha menyelamatkan korban. Namun, Yoga ikutan tersengat listrik. Mendengar teriakan Yoga, saksi Misundoko datang menolong dan melepas saklar alat propil tersebut.

“Jadi begitu memegang profil kayu itu, korban langsung jatuh ke tanah. Sedangkan rekan korban yang mau menolong juga tersengat. Beruntung ada warga yang mendengar, lalu tersebut mencabut stopkontak listrik tersebut,” terang Didik Dwi Wahyudi.

Korban yang tak sadarkan diri, kemudian dilarikan ke Puskesmas Puser Tulungagung untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun nasib berkata lain, korban menghembuskan nyawa saat perjalanan ke Puskesmas.

“Pihak keluarga korban menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak untuk dilakukan autopsi. Jenazah korban kemudian diserahkan pihak Polsek Bakung untuk dimakamkan,” pungkasnya.

Tersengat Listrik, Remaja di Blitar Tewas Seketika

JEMBER JATIM - Kasus Positif Corona Di kabupaten Jember Kembali bertambah. Tambahan Positif yaitu pasangan suami istri setelah menjenguk orang tua Terkonfirmasi positif yang dirawat di Surabaya.

“Mereka warga Kelurahan Tegal Besar, Kecamatan Kaliwates,” kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Jember Gatot Triyono, Rabu (3/6/2020). Sang suami berusia 38 tahun dan sang istri berusia 29 tahun.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh Pemkab Jember, suami istri tersebut pergi ke Surabaya pada 14 Mei 2020. “Mereka menengok orang tua yang sakit dan mengantarkan ke rumah sakit untuk kontrol atau berobat,” kata Gatot.

Keduanya pulang ke Jember tiga hari kemudian, dan menerima kabar bahwa hasil swab orang tua mereka positif Covid-19. Tanggal 27 mei, mereka melakukan tes swab di rumah sakit dan pada 2 Juni dinyatakan positif.

Sementara itu, secara umum di Jawa Timur, terdapat penambahan kasus sebanyak 194 kasus baru, sehingga total kasus positif Jatim bertambah hingga 5.132. Adapun jumlah pasien meninggal secara keseluruhan berjumlah 429 orang. Kemudian pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 6.754, orang dalam pemantauan (ODP) sebanyak 24.923, dan total kasus orang tanpa gejala (OTG) sebanyak 18.792.

Tertular Dari Orang Tua, Pasutri di Jember Positif Corona

TUBAN JATIM - Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Tuban kembali mengumumkan penambahan pasien terkonfirmasi virus Corona atau Covid-19, Selasa (2/6/2020).

Dari data yang disampaikan, terdapat tambahan tujuh kasus baru.
Dengan tambahan itu, angka kumulatif pasien terkonfirmasi Covid-19 di Tuban, Jawa Timur menjadi 51 orang.

"Ada tambahan tujuh kasus terkonfirmasi Covid-19 hari ini, jadi kumulatif ada 51 yang terpapar," kata Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Tuban, Endah Nurul Khomariyati.

Dia menjelaskan, ketujuh pasien yang terkonfirmasi positif yaitu klaster Tambakboyo 4 orang, rinciannya Perempuan (32) dan (57) asal Tambakboyo. Kemudian pria (45) dan perempuan (38) asal Kecamatan Bancar.

Ada dari klaster Grabagan pria (22) dan perempuan (12).
Berikutnya perempuan (46) asal Kecamatan Palang yang sebelumnya berstatus pasien dalam pengawasan (PDP).

"Ketujuh pasien ini positif dari hasil swab yang dikeluarkan oleh Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit Surabaya," terangnya.

Jubir Gugus Tugas itu menyatakan, selain tambahan kasus Covid-19, juga terdapat penambahan empat PDP baru, satu di antaranya meninggal dunia.

Rinciannya pria (29) asal Jombang yang tinggal di Kecamatan Rengel, pria (53) asal Kecamatan Semanding dan pria (51) asal Kecamatan Tuban, serta satu PDP baru dalam kondisi sudah meninggal dunia adalah perempuan (45) asal Kecamatan Jatirogo, dengan hasil rapid tes menunjukkan reaktif.

Untuk jumlah PDP saat ini yaitu 64 orang, detailnya 29 orang sembuh, 15 orang meninggal dunia, dan sisanya yang masih dalam pengawasan sebanyak 20 orang.

"PDP tambah 4 kasus hari ini, jumlah kumulatif 64 orang," pungkasnya.

Berdasarkan data peta sebaran Covid-19 Kabupaten Tuban, Selasa (2/6/2020), untuk pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 sejumlah 51 orang, rinciannya 44 masih dirawat berasal dari Kecamatan Tambakboyo 11, Tuban 5, Soko 5, Merakurak 3, Semanding 2, Plumpang 2, Kerek 3, Bancar 2, Jenu 2, Palang 4, Grabagan 3, Parengan dan Senori masing-masing 1.

Untuk yang sembuh 4 orang yaitu dari Kecamatan Montong 2 orang, Jatirogo 1, dan Tuban 1.

Sedangkan yang meninggal 3 orang dari Semanding dan Parengan saat berstatus PDP, dan 1 pasien baru asal Kecamatan Jatirogo.

Update Corona Di Tuban, Pasien Positif Bertambah 7 Orang

NGANJUK JATIM - Seorang wanita kasir di sebuah toko besi Desa Kampungbaru Kecamatan Tanjunganom Kabupaten Nganjuk diamankan Satreskrim Polres Nganjuk karena menggelapkan uang.

IPTU Roni Yunimantara, Kasubag Humas Polres Nganjuk, saat dikonfirmasi mengatakan, pelaku berinisial WD warga Prambon, Nganjuk yang merupakan kasir toko besi milik DAVID warga Banjaran, Kota Kediri.

Sejak Februari 2020 lalu, DAVID sebagai pemilik toko mencurigai penghasilan jualan besi semakin berkurang dan banyak pelanggan belum membayar lunas. Karena merasa curiga, DAVID melakukan pengecekan nota. Setelah dicek, DAVID mengalami kerugian hampir 200 juta. Akhirnya, DAVID langsung melaporkan kejadian ini Satreskrim Polres Nganjuk.

Petugas yang melakukan penyelidikan, berhasil mengamankan WD yang merupakan seorang kasir di toko milik DAVID. Saat diintrogasi oleh petugas, WD mengaku menggelapkan uang toko hampir 200 juta. Uang sebanyak itu digunakan untuk keperluan pribadinya. Akibat perbuatannya ini, WD diamankan di Mapolres Nganjuk untuk proses hukum lebih lanjut.

Gelapkan Uang Ratusan Juta, Seorang Wanita Di Nganjuk Diamankan

BLITAR JATIM - Hujan deras disertai angin kencang menerjang dua desa di kawasan Blitar barat. Akibatnya, puluhan pohon tumbang dan menimpa 11 rumah dan sebuah mobil milik warga.

Peristiwa itu terjadi Selasa (2/6) menjelang magrib, terjadi di dua desa yang terdampak. Yakni Desa Tunjung dan Bakung Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar.

BPBD Kabupaten Blitar mencatat, 11 rumah warga yang tertimpa pohon. Di Desa Tunjung 10 rumah, di antaranya milik Duki, Rois dan Toyah. Sebuah mobil milik Rois juga rusak berat tertimpa pohon yang roboh. Sedangkan di Desa Bakung, rumah dan kandang ternak yang tertimpa pohon roboh adalah milik Asrofi.

"Tidak ada korban jiwa. Namun kerusakan rumah yang tertimpa pohon roboh cukup berat," kata Kepala BPBD Kabupaten Blitar, Achmad Cholik saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (3/6/2020).

Pagi ini, tim gabungan menyingkirkan pohon-pohon yang tumbang itu dari atap rumah warga. Karena kemarin sore cuaca dan kondisi gelap tidak memungkinkan dilakukan assesment.

Kerusakan berat terjadi di bagian atap rumah, bahkan ada yang sampai ambruk beserta kayu penyangganya. Petugas yang datang ke lokasi tidak bisa mengoperasikan alat yang mereka bawa, karena listrik menyusul padam.

"Pagi ini baru kerja bakti. Kami libatkan tim gabungan dari BPBD, TNI-Polri dan warga. Kerugian material juga belum bisa dihitung karena kondisi terkini kami belum tahu," imbuhnya.

Cholik menambahkan, Pemkab Blitar akan memberikan bantuan kepada korban terdampak. Besaran bantuan, menyesuaikan kategori kerusakan bagian bangunan yang tertimpa pohon roboh.

Hujan Deras Disertai Angin, Puluhan Rumah Di Blitar Tertimpa Pohon

SURABAYA -  Penularan Virus Corona tak terjadi pada Orang waras saja, di Surabaya Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) juga tertular Covid-19. Di Jawa Timur, tercatat ada 7 ODGJ yang tengah dirawat dan terkonfirmasi positif COVID-19.

Direktur Rumah Sakit Jiwa Menur, dr M Hafidin Ilham menjelaskan rumah sakitnya memang telah lama diminta menyediakan tempat tidur bagi pasien COVID-19. Dari 112 bed yang disediakan, Ilham menyediakan khusus 17 bed untuk ODGJ.

"Saat ini RS Jiwa Menur menyediakan tempat tidur untuk pasien COVID-19 sebanyak 112. Di antaranya 17 tempat tidur kami siapkan untuk pasien jiwa yang dicurigai COVID-19," ujarnya Ilham saat konferensi pers di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Selasa (2/6/2020).

Dari 17 bed, Ilham menyebut sejak minggu kemarin sempat terisi 12 pasien ODGJ yang berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Lalu, 12 ODGJ tersebut kemudian menjalani tes swab PCR.

"Ternyata tes 2 kali, yang 5 negatif COVID-19 sehingga dipulangkan," imbuhnya.

Selain itu, Ilham menyebut 7 orang yang yang terkonfirmasi positif COVID-19 ini masih dirawat di RSJ Menur. Mereka menjalani perawatan dan isolasi.

"Saat ini kami merawat 7 pasien gangguan jiwa konfirmasi positif. Mungkin beberapa minggu lalu baru satu. Saat ini 7 jiwa," pungkasnya.

7 Orang Gangguan Jiwa Di Jatim Positif Corona