Social Items

Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Baubau - Puluhan pemuda terlibat tawuran di Jalan Sultan Murhum, Kecamatan Murhum, Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra). Polisi bergerak untuk membubarkan.

Seorang saksi mata berinisial S, membeberkan saat kejadian tidak satu pun orang yang dikenalinya. Sebab puluhan pemuda itu menggunakan penutup wajah.

"Pastinya puluhan orang menggunakan tutup muka membawa senjata tajam dan balok besi," kata S kepada wartawan, Jumat (28/2/2020).

Saat menyaksikan aksi tawuran tersebut, ia tidak mengetahui apa penyebabnya. Yang dilakukannya saat itu menghubungi pihak berwajib.

"Pas kejadian saya sama teman langsung WA (WhatsApp) kapolres," ujarnya.

Ditambahkannya, kejadian terjadi pada pukul 20.00 Wita. Saat dihubungi pukul 21.17 Wita, ia menuturkan kondisi belum aman. Namun sudah ada pihak kepolisian di lokasi tawuran.

"Masih tegang sekarang, main busur," tutupnya.

Kasat Reskrim Polres Baubau AKP Ronald Arron Maramis, membenarkan terkait aksi tawuran tersebut.

"Ya, masih pengamanan," kata AKP Ronald.

Puluhan Remaja Di Baubau Terlibat Tawuran Dan Bawa Senjata Tajam

SUMBAWA - Dua orang pria berinisial JM (40) dan AN (31) warga Moyo Hulu, Kabupaten Sumbawa diringkus polisi karena tega memerkosa seorang gadis berusia 16 tahun yang mengalami keterbelakangan mental.

Akibat tindakan dua pelaku yang merupakan kakak beradik itu, korban kini hamil lima bulan. Kedua pelaku telah diringkus dan ditahan di Polres Sumbawa.

"Kasus dugaan persetubuhan anak dibawah umur ini pertama kali dilaporkan di Polsek Moyo Hulu. Pelimpahan baru kita terima pada Selasa kemarin (25/02) . Yang melaporkan adalah orang tua korban," kata Kasat Reskrim Polres Sumbawa, Iptu Faisal Afrihadi melalui pesan singkat, Jumat (28/02/2020).

JM dan AN melakukan aksi bejatnya pada 2019. Tapi, dua kakak beradik ini tak tahu pernah sama-sama memerkosa korban.

Faisal menjelaskan, pelaku AN yang pertama kali memerkosa korban yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga di lingkungan tersebut.

Aksi itu terjadi pada Agustus 2019, AN melihat korban yang baru pulang kerja berjalan kaki di depan rumahnya.

AN langsung menarik korban ke dalam rumahnya yang sepi. Korban tak bisa melawan karena dipaksa dan diseret pelaku.

Sementara JM, memerkosa korban pada Oktober 2019.

"Caranya juga hampir sama seperti yang dilakukan AN. Tapi, antara mereka berdua ini tidak mengetahui bahwa sama-sama pernah menyetubuhi korban. Berdasarkan hasil pemeriksaan Puskesmas Moyo, korban saat ini tengah hamil lima bulan," kata Faisal.

Aksi bejat kakak beradik itu terbongkar karena bibi korban curiga perut keponakannya membesar. Kecurigaan itu diberitahukan kepada orangtua korban.

Korban pun mengaku diperkosa dua kakak adik itu saat ditanya orangtuanya.

Tak terima dengan tindakan JM dan AN, orangtua korban melaporkan tindakan bejat itu ke Polsek Moyo Hulu.

Polisi yang menerima laporan itu mengumpulkan keterangan dan barang bukti. Setelah mendapat identitas para pelaku, polisi menangkap mereka.

“Saat diperiksa, dua pelaku ini mengakui perbuatannya. Dari pengakuan mereka masing-masing hanya satu kali menyetubuhi korban," ucap Faisal.

Dua pelaku itu kini telah ditetapkan sebagai tersangka kasus pemerkosaan.

"Sudah kita tingkatkan statusnya sebagai tersangka,” pungkasnya.

Kejam, Adik Kakak Di Sumbawa Tega Perkosa Gadis Keterbelakangan Mental

SUKABUMI - Misteri dua orang santri pondok pesantren (ponpes) di Bojonggenteng Sukabumi ditemukan terkapar misterius di area sawah yang salah satunya tewas mulai terkuak.

Polisi menemukan sejumlah fakta baru di antaranya penggunaan narkoba jenis sintetis yang diduga dipakai oleh dua orang santri tersebut sebelum akhirnya terkapar di sawah. Polisi sendiri masih menunggu kesesuaian keterangan dari teman korban yang selamat.

"Keterangannya ini ada yang sesuai ada yang enggak masuk akal, tapi sementara keterangan dari yang bersangkutan mengarah ke mabuk obat, penanganannya saat ini sudah geser ke narkoba. Keterangan yang diberikan jenisnya (narkoba) sintetis," kata AKP Rizka Fadhila, Kasat Reskrim Polres Sukabumi kepada wartawan, Jumat (28/2/2020).

Ketika ditanyakan soal kemungkinan korban yang tewas akibat pembunuhan, Rizka mengaku belum bisa menyimpulkan. Namun dalam pemeriksaan ditemukan fakta air yang masuk ke dalam tubuhnya yang memang saat ditemukan berada di saluran irigasi.

"Sementara di permukaan tubuh korban tidak ditemukan tanda kekerasan, hanya ada air masuk ke dalam (tubuh). Sementara itu saja dulu," imbuhnya.

Sebelumnya, Firman dan Asep ditemukan oleh warga di persawahan, Kampung Cibodas, RT 18 RW 3, Desa Cibodas, Kecamatan Bojonggenteng, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (25/2) malam. Firman ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa.

"Saya dapat laporan warga yang mendengar teriakan minta tolong kemudian diperiksa ada dua orang tergeletak di sawah. Satu kondisinya tidak bergerak, meninggal dunia. Satu lagi masih hidup, merintih katanya sakit-sakit," kata Aep Saepudin, ketua RT 18, Rabu (26/2/2020).

Kematian Santri Di Sukabumi Mulai Terkuak

SUKABUMI - Seorang Bapak berinisial AA (40), warga Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, ditetapkan sebagai tersangka kasus pencabulan terhadap putrinya yang masih berusia 14 tahun.

Kepada polisi AA mengaku tak bisa menahan nafsu karena istrinya bekerja sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Arab Saudi.

"Alasannya karena istrinya bekerja jadi TKW, hingga melampiaskan nafsunya itu ke anak kandungnya sendiri. Tapi hasil pemeriksaan selaput dara korban tidak sampai robek," kata Kasat Reskrim Polres Sukabumi AKP Rizka Fadhila kepada wartawan, Jumat (28/2/2020).

Pelaku sempat diikat dan dianiaya oleh warga yang marah dengan perbuatannya. Pengakuan korban kepada warga memantik kejadian itu.

"Personel langsung ke lokasi begitu mendapat laporan, begitu di lokasi kondisinya memang sudah diamankan oleh warga. Pelaku sempat berusaha kabur, makanya diikat oleh warga," ucap Rizka.

Sebelumnya, AA (40), pelaku pencabulan anak kandung, diikat tali dan diamuk warga di Kampung Talaga, Desa Cicadas, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (27/2). Pria tersebut sudah dibawa polisi ke Mapolres Sukabumi.

Camat Cisolok Kurnia menyebut pelaku selama ini hidup bersama dua anaknya. Sementara sang istrinya menjadi TKI di Arab Saudi.

"Istrinya bekerja ke Arab Saudi. Sementara dia tinggal bersama dua anaknya, satu usia sekitar 14 tahun dan yang kecil 5 tahun," kata Kurnia kepada wartawan.

Tega Perkosa Anak Kandung, Pria Di Sukabumi Bonyok Dihajar Massa

JAKARTA - Amien Rais belum habis meski jagoannya di Kongres PAN Kendari, Mulfachri Harahap kalah telak. Amien Rais yang kebanyakan diam usai kongres kini memberi cap 'kongres teroris' atas kongres yang berhasil dimenangkan besannya, Zulkifli Hasan.

Dalam kabar tersebut, Kamis (27/2/2020), cap kongres teroris itu disampaikan Amien Rais lewat video yang sempat diunggah di Instagram. Selin itu, Amien Rais menilai kongres PAN mempertontonkan demokrasi jadi-jadian.

Sejumlah kejanggalan dalam kongres disampaikan Amien Rais dalam video itu. Salah satu yang disoroti Amien Rais adalah 17 DPD di-PLT-kan.

"Jadi ini dimulai dengan sebuah kerusakan. Dan yang saya lihat lagi, saudara-saudaraku, waktu itu suasana di kongres itu seperti seolah-olah kongres para teroris. 1.300 polisi dikerahkan, di halaman hotel, kemudian di lobi, di seluruh lorong lobi ada pagar betis. Bahkan juga ada beberapa ratus, barangkali, Brimob kiriman dari Makassar," tuturnya.

Amien meminta pemerintah tidak mensahkan kepengurusan PAN 2020-2025. Eks Ketua Dewan Kehormatan PAN itu menyebut kongres di Kendari sebagai aib demokrasi.

"Jadi karena itu, saya minta pemerintah yang berwenang jangan dulu mengesahkan hasil Kongres Nasional PAN yang demikian gawat, maaf, memalukan. Membuat aib demokrasi. Maaf, maaf, maaf," ucap Amien.

Eks Caketum PAN Dradjad Wibowo menanggapi.

Dradjad Wibowo meyakini Amien dan Zulhas akan akrab kembali.

"Saya pribadi akan berusaha sekuat tenaga untuk membantu memulihkan suasana kekeluargaan di dalam PAN. Saya yakin Pak Amien dan Bang Zul nanti akan bisa kembali akrab seperti dulu," kata Dradjad kepada wartawan.

Dradjad mengingatkan bahwa Amien dan Zulhas besanan. Dia menyebut banyak peristiwa antara keduanya yang mengokohkan kebersamaan.

"Selain beliau berdua masih satu keluarga besar dan punya cucu bersama, banyak sekali peristiwa dan kegiatan yang mengokohkan kebersamaan yang harmonis antara beliau berdua," ungkap Dradjad.

Pembelaan untuk Amien Rais datang dari Ali Taher. Ali Taher meminta cap teroris dari Amien Rais itu harus jadi atensi.

Ali menegaskan Amien merupakan tokoh yang tidak bisa dipisahkan dari PAN.

"Saya lihat dinamika PAN itu luar biasa, karena partai yang berbasis reformasi dan birokrasi, itu memang selalu ada dinamika. Nah, oleh karena itu saya melihat pernyataan Pak Amien itu perlu mendapat perhatian, atensi," kata Ali

Jagoannya Kalah, Amin Rais Sebut Kongres PAN 'Teroris'

JAKARTA - Indonesia dinilai sudah menjadi negara maju oleh Amerika Serikat. Hal ini seiring dengan dicoretnya Indonesia dari daftar negara berkembang dan dinyatakan sebagai negara maju dalam perdagangan internasional oleh Kantor Perwakilan Dagang Amerika Serikat (United States Trade Representative/USTR).

Perubahan status Indonesia menjadi negara maju dianggap hanya akal-akalan Amerika Serikat (AS). Perubahan status itu diyakini menjadi upaya AS untuk membenahi neraca perdagangannya yang banyak defisit termasuk dengan Indonesia.

"Indonesia memang secara total kita defisit, tapi sama AS neraca perdagangan kita surplus terus, mereka ini mau kurangi defisitnya," kata peneliti dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Ahmad Heri Firdaus dalam acara diskusi 'Salah Kaprah Status Negara Maju' di ITS Tower, Jakarta, Kamis (27/2/2020).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), neraca perdagangan Indonesia dengan AS surplus US$ 8,5 miliar sepanjang tahun 2019. Menurut Heri, perubahan status sebagai negara maju juga tidak hanya terjadi pada Indonesia. USTR menjadikan China, Brasil, India, dan Afrika Selatan jadi negara maju.

Oleh karena itu, Heri menilai pemerintah harus menolak perubahan status tersebut. Pasalnya, banyak dampak pada perdagangan Indonesia ke depannya.

Dia pun bilang pemerintah memerlukan beberapa strategi untuk menolak perubahan status itu. Salah satunya adalah bekerja sama dengan negara yang dicoret sebagai negara berkembang untuk memprotes lewat persidangan di Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).

"Kalau kita berhadapan dengan negara maju itu perlu amunisi yang banyak dan kuat. Apa saja? Tentu adalah argumentasi yang berlandaskan kajian-kajian atau data-data dan fakta di lapangan yang menunjukkan kita masih negara berkembang," ujarnya.

"Kedua adalah kita benar-benar menunjukkan bahwa pemerintah atau badan usaha milik pemerintah tidak memberikan subsidi kepada industri, kepada pengusaha, kepada eksportir. Sehingga ini bisa meloloskan kita dari pengenaan bea masuk anti subsidi tersebut," tambahnya.

Sementara itu, ekonom senior dari Indef Aviliani mengatakan pemerintah harus mengikuti China yang tegas menolak pengubahan tersebut. Apalagi Indonesia masih jauh sebagai negara maju jika melihat beberapa indikatornya.

Penolakan China, lanjut Aviliani karena ingin menghindarkan investigasi AS terhadap sistem perdagangan yang diterapkan pemerintahannya. Salah satunya pemberian insentif kepada produsen dan eksportir. Insentif tersebut tidak masalah jika diterapkan oleh negara berkembang, tetapi tidak bagi negara maju.

Sehingga pemberian insentif ini menjadi langkah AS untuk menerapkan tarif bea masuk lebih tinggi kepada produk-produk negara maju. Dengan begitu daya saing produk menjadi lemah karena dikenakan tarif tinggi.

"Kenapa Tiongkok menolak, karena nanti AS akan menggelar investigasi pada perdagangan tidak fair, Negara maju seperti AS itu tidak percaya dengan sistem perdagangan saat ini, mereka fair atau tidak, itu yang dianggap China menolak itu," kata Aviliani.

Duh Kasihan, Indonesia Jadi Negara Maju Ternyata Akal-akalan AS

BOGOR - Longsor terjadi di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kampung Nangerang, Kelurahan Ranggamekar, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor. Akibatnya, lebih dari 10 makam hilang terbawa longsor dan hanyut ke sungai.

Ketua RT 03/03 desa setempat Dede Karmaji mengatakan tebing 20 meter di lahan TPU Kampung Nangerang longsor pada dua hari lalu (25/2/2020). Panjang longsor mencapai 300 meter.

"Kejadian longsor yang terakhir itu sih sudah sekitar dua hari lalu. Sebelumnya hujan deras, kemudian sungai yang di bawahnya banjir. Terus itu terjadi longsor. Banyak makam yang ikut ambrol, banyak tulang belulang yang terbawa arus sungai," kata Karmaji, Kamis (27/2/2020).

"Perkiraan ada lebih dari 10-15 makam. Kalau keseluruhan di makam itu ada ratusan makam," sambung Karmaji.

Pantauan di lokasi, pada tengah tebing yang longsor nampak kain kafan yang menggantung dari tiga makam yang tulang belulangnya sudah terbawa longsor dan hanyut ke Sungai Cigading. Sementara di tengah aliran sungai Cigading tergeletak pondasi makam yang terjatuh akibat longsor.

TPU Kampung Nanggerang ini memang berada di lahan yang cukup jauh dari pemukiman warga. Lahan tersebut berada persis di sisi aliran Sungai Cigading yang alirannya bermuara ke Sungai Cisadane.

TPU khusus untuk warga 06 Kelurahan Ranggamekar itu tampak tak terawat. Rumput-rumput tinggi tumbuh di mana-mana. Banyak makam yang bahkan sudah tidak bisa dikenali karena ditumbuhi rumput dan rata dengan tanah tanpa batu penanda.

Karmaji menyebut, lahan pemakaman yang awalnya seluas 4.000 meter tersebut kini hanya tersisa sekitar 1.500-an meter. Penyusutan lahan tersebut, kata Karmaji, terjadi akibat longsor yang terus terjadi sejak lama.

"Jadi posisi makam itu kan di pinggir aliran Sungai Cigading. Nah tebing itu berada persis di lengkungan aliran air, jadi tergerus terus. Ujungnya ya longsor. Terus terkikis tebingnya, longsor, makam yang ada di atasnya kebawa ke sungai," beber Karmaji.

Kuburan Di Bogor Amblas Diterjang Longsor

PADANG - Polisi menangkap seorang guru bernama Joni Wardi (58) atas kasus pencabulan anak. Tersangka Joni menjanjikan korban nilai bagus dan handphone (HP) sebelum melakukan pencabulan.

"(Modus) Menjanjikan memberi nilai bagus dan mengajak belanja dan dijanjikan membelikan handphone," kata Kasat Reskrim Polres Padang Pariaman Iptu Abdul Kadir Jailani saat dihubungi, Kamis (27/2/2020).

Pelaku ditangkap Selasa (25/2) lalu di sekolah. Penangkapan ini berawal dari pelaporan orang tua korban.

Kepada polisi, tersangka Joni mengaku sudah dua kali menyetubuhi korban yang masih berusia 16 tahun. Pencabulan dilakukan guru kesenian itu pertama kali pada Oktober 2019 lalu. Kemudian pencabulan kedua terjadi pada Januari 2020 lalu.

"Dua kali pengakuannya sampai saat ini. Korban sama," kata Iptu Jailani.

Pencabulan itu dilakukan di dalam mobil yang diparkir di sebuah TK di Desa Limpato Sungai Sariak, Padang Pariaman. Sementara peristiwa pencabulan kedua dilakukan di rumah tersangka Joni saat istrinya tidak ada.

Polisi mengatakan tersangka Joni bisa dekat dengan korban saat menawarkan diri menjadi orang tua angkat. Hingga saat ini tawaran tersebut tidak terjadi karena hanya jadi modus tersangka untuk mendekati korban.

"Dia modus awalnya itu mengangkat anak itu menjadi anak angkat. Pelaku melihat anak tersebut awalnya menawarkan, 'jadi anak bapak saja mau?'. Modus dia biar bisa dekati korban. Setelah itu tawari nilai bagus dan mengajak dia membeli baju dan membelikan handphone," ungkap Iptu Jailani.

Saat ini tersangka ditahan di Polres Padang Pariaman untuk diperiksa lebih lanjut sebelum disidangkan.

Janji Dibelikan HP, Guru Tega Cabuli Muridnya Dua Kali

Loading...