Social Items

Tampilkan postingan dengan label Berita Jabar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita Jabar. Tampilkan semua postingan
CIANJUR JABAR - Setelah hilang selama Lima hari di dalam hutan, Ipah, nenek berusia 67 tahun asal Kampung Pisitan, Kecamatan Campakamulya, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, berhasil ditemukan warga, Minggu (19/1/2020). Ipah dikabarkan hilang sejak Selasa 14 Januari 2020, sekitar pukul 14.00 WIB.

Mulanya, nenek renta yang sudah mulai pikun itu pergi ke hutan di Gunung Pitisan untuk memperbaiki slang air dari sumber mata air ke rumahnya. Namun, hingga sore hari nenek Ipah tak kunjung pulang.

"Saya dapat kabar dari adik saya yang kebetulan tinggal sama nenek Ipah. Pas perginya tidak ada yang tahu, tapi katanya ada yang lihat pergi ke mata air buat benerin slang. Tapi sampai sore tidak pulang, dari situ kami sudah khawatir kalau nenek Ipah hilang," kata Rusmana (50) anak korban saat dihubungi,  Minggu (19/1/2020).

Keluarga melapor ke pemerintah desa dan kepolisian. Esok harinya, tim gabungan melakukan pencarian ke hutan di sekitar lokasi yang diduga menjadi titik hilangnya nenek Ipah.

Sayangnya, hingga Minggu siang, tim dan keluarga yang melakukan pencarian tidak berhasil menemukan tanda-tanda keberadaan Ipah. Tak lama ada kabar bahwa Ipah ditemukan oleh pemburu burung di kawasan hutan Cijampang, Kecamatan Pagelaran, Cianjur.

"Begitu mendapat informasi tersebut, kami cek ke sana untuk memastikan apakah itu nenek Ipah atau bukan," kata Kasi Trantib Kecamatan Campaka Mulya, yang sekaligus Pjs Kepala Desa Campaka Mulya, Asep Suherman.

Setelah dicek, ternyata yang ditemukan pemburu itu memang Ipah. Asep bergegas menugaskan beberapa orang untuk menjemput nenek tersebut. Ipah sudah kembali ke rumahnya sore tadi, sekitar pukul 15.30 WIB.

5 Hari Hilang di Dalam Hutan, Nenek di Cianjur Ditemukan Warga

GARUT JABAR - Perbuatan tak senonoh yang dilakukan empat pemuda dan dua bocah di Garut, Jabar.

Mereka memperkosa korban yang masih di bawah umur hingga korban hamil 2,5 bulan.

Para tersangka masing-masing berinisial SM (22), MR (20), DD (21), dan DT (19) serta dua anak belum cukup umur berinisial R dan H. Akibat perbuatan yang dilakukannya, keenam tersangka terancam dipenjara 15 tahun.

Polisi menjerat keenam tersangka dengan Pasal 76D jo Pasal 76E Undang-undang RI Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak. "Kami jerat dengan Undang-undang RI tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara," ungkap Kapolsek Malangbong AKP Abusono, Minggu (19/1/2020).

Insiden memilukan itu berlangsung di Kecamatan Malangbong, pada September dan November 2019. Saat itu, korban diketahui diajak oleh salah seorang tersangka ke sebuah rumah.

Di rumah itu, korban bertemu dengan lima tersangka lain. Tersangka kemudian mencekoki korban dengan minuman keras.
Warga menjelaskan, sebelum mencekoki korban, ternyata keenam tersangka sebelumnya sudah berpesta minuman keras.

"Setelah minum-minum tersangka kemudian mengajak korban ke rumah itu dan berniat untuk mencekokinya," ucapnya.

"Korban dicekoki minuman keras hingga tak sadarkan diri. Kemudian para pelaku diduga mencabuli korban," kata Abusono menambahkan.

Kasus itu kemudian terungkap saat orang tua korban curiga lantaran perut korban terus membesar. Orang tua kemudian menginterogasi korban dan akhirnya korban mengaku telah dicabuli.

Kini para tersangka harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Empat tersangka yakni SM, MR, DD, dan DT ditahan di Mapolsek Malangbong. Sedangkan dua tersangka lain, R dan H tidak dilakukan penahanan lantaran masih berusia di bawah umur.

"Untuk kasus ini, ditangani oleh Polsek Malangbong dengan dibantu oleh penyidik kami dari Unit PPA Satreskrim Polres Garut," ucap Kasat Reskrim Polres Garut AKP Maradona.

"Dua tersangka yang berusia di bawah umur tidak dilakukan penahanan. Namun, ada jaminan dari orang tua mereka tersangka bersedia dipanggil kembali untuk dimintai keterangan," ujar Maradona menegaskan.

Cabuli Bocah di Bawah Umur, 4 Pelaku Dihukum 15 Tahun Penjara

SUBANG JABAR - Setelah mengalami Kecelakaan tunggal, Delapan nyawa melayang akibat bus yang terguling di Ciater, Kabupaten Subang.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Saptono Erlangga Waskitoroso mengatakan kecelakaan maut itu terjadi pada Sabtu (18/1) pukul 17.15 WIB. Bus pariwisata PO Purnamasari bernopol E-7508-W itu oleng di turunan Palasari, Kampung Nagrog, Desa Cisaat, Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang.

"Bus dari arah Bandung/Selatan menuju arah Subang/Utara, sewaktu menempuh jalan menurun, kendaraan melaju tidak terkendali saat melintas jalan menikung kiri melaju lurus keluar dari badan jalan. Sehingga menyebabkan bus terguling miring kanan (kiri diatas) di bahu jalan sebelah kanan jalan dari arah Bandung-Subang," tutur warga, Minggu (19/1/2020).

Akibat kejadian tersebut, menurut dia, delapan orang meninggal dunia. Sementara 10 orang mengalami luka berat dan 20 orang luka ringan.

"(Penumpang) rombongan wisatawan dari Tangkuban Perahu akan kembali ke Depok," kata Erlangga.
Menurut pengakuan korban selamat, bus yang mengangkut ibu-ibu PKK hendak pulang ke Depok usai rekreasi ke Wisata Tangkuban Perahu.

Namun setibanya di lokasi kecelakaan, laju bus melaju kencang dan tak berselang lama terguling.

"Kejadiannya sangat cepat, jadi sopir sempat berhenti dulu memeriksa ban. Nggak lama setelah itu mobil langsung kencang dan hanya hitungan detiklah mobil terguling," ujar penumpang selamat, saat dikonfirmasi di ruang IGD RSUD Subang, Minggu (19/1).

Salah satu penumpang menjelaskan suasana sebelum kecelakaan hingga pascakecelakaan. Ia duduk persis di belakang kursi sopir dan secara sadar mengalami kecelakaan tersebut.

"Pas udah turunan dan ada tikungan, itu kita udah terdorong ke sebelah kanan dan langsung terguling. Saya pikirnya kita terguling ke jurang melihat yang lain sudah bertumpuk saya coba keluar dari mobil karena takut terguling lagi karena khawatir jurang," tutur penumpang.

Waka Polres Subang Kompol Ahmad Faisal Pasaribu menduga kecelakaan ini akibat sistem pengereman yang tak berfungsi. "Dugaan sementara tapi ini masih sementara karena nanti akan olah TKP, buat alami rem blong, sopir hilang kendali dan melaju kencang hingga terguling di tikungan," kata Faisal.

Kronologi Bus Terguling Yang Menelan Korban Di Subang

BANDUNG - Setelah diguyur hujan deras dan meluapnya sungai Tarikolot, Banjir merendam ratusan rumah warga di Kecamatan Paseh, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Ketinggian air mencapai pinggang orang dewasa.

Banjir itu terjadi di Kampung Sukasari, Desa Mekarpawaitan, Kecamatan Paseh, Minggu (19/1/2020). Salah satu warga, mengatakan, ratusan rumah di dua RW di antaranya RW 9 dan 14 terendam banjir akibat luapan Sungai Tarikolot.

"Rumah yang terendam banyak (ratusan) ada di dua RW. RW 09 dan 14," kata warga.

Warga menuturkan, air mulai datang sekitar pukul 03.00 WIB tadi. Ketinggian air di pemukiman warga dari betis hingga pinggang orang dewasa.

"Datang tadi subuh, sekarang masih besar airnya. Paling dalam satu meter lebih," ujar warga.

Selain tanggul Sungai Tarikolot yang jebol dan hingga kini belum diperbaiki, warga menyebut terjadi kerusakan di kawasan hutan. Menurutnya, banjir besar seperti ini terjadi per tiga tahunan.

"Hutan rusak, terjadi penggundulan, jadi gini. Pada 2017 juga besar seperti ini," kata warga.

Banjir Bandang Merendam Kawasan Bandung

SUBANG JABAR - Kecelakaan mengakibatkan Bus sekolah yang merupakan rombongan ibu-ibu Posyandu Kelurahan Bojong Pondok Terong (Boponter), Kecamatan Cipayung, Kota Depok mengalami kecelakaan di tikungan tanjakan Nagrog Ciater, Subang, Jawa Barat (Jabar), Sabtu (18/1/2020) 17.00 WIB. Dilaporkan kecelakaan ini menelan korban delapan meninggal dunia.

Kabidhumas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Saptono Erlangga mengatakan korban kecelakaan yang terjadi di turunan Palasari, Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang.

"Info sementara korban meninggal dunia ada delapan orang, luka berat ada lima orang," kata Saptono saat dihubungi di Bandung, Sabtu (18/1/2020).

Kecelakaan ini terbukti terjadi pada hari Sabtu, pukul 17.35 WIB. Purnamasari dengan nomor polisi E 7508 W.

Menurut Saptono, bus tersebut membawa penumpang sebanyak 58 orang. Bus tersebut, kata dia, akan bertolak ke Depok dari kawasan Tangkuban Parahu.

Sementara ini, ia meluncurkan kecelakaan yang diakibatkan oleh tak terkendalinya laju bus saat di jalan yang naik. Saat Naik bus terguling ke Arah kanan bahu jalan di Desa Palasari, Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang.

Sementara itu, Kapolres Subang, AKBP Teddy Fanani membenarkan laporan yang dia terima, ada lebih banyak orang yang meninggal dunia dari kecelakaan tersebut.

“Delapan orang yang meninggal dunia dan jumlah orang yang luka-luka. Kami saat ini masih merinci data jumlah korban luka-luka tersebut, ”terangnya.

Teddy menuturkan, kronologis kecelakaan tunggal itu berawal dari bus itu berjalan dari arah Bandung ke Subang. Kemudian, lanjutkan bus itu perbaiki hingga terguling.

“Kami masih berpotensi menyebabkan bus. Sementara ini sambil memperbaiki rem bus yang blong, ”tuturnya.

Dia mengutarakan, membebaskan orang mati yang meninggal dunia sudah di evakuasi ke Rumah Sakit Ciereng, Kabupaten Subang.

Kecelakaan Maut, Delapan Orang Meninggal

BANDUNG JABAR - Baru-baru ini telah ramai di sosmed tentang kisah seorang ayah yang kebingungan menguburkan jasad bayinya yang meninggal.

Hal itu terjadi setelah keluarga yang tengah berkabung itu mendapat penolakan pemakaman lantaran tidak memiliki cukup uang.

Kisah tragis yang dialami seorang ayah itu dibagikan oleh pemilik akun Facebook bernama Abam Botak, Selasa (14/1/2020). Dalam unggahan itu diceritakan bahwa pria dari Sabah, Malaysia, itu baru saja kehilangan buah hatinya yang baru lahir.

Bak sudah jatuh tertimpa tangga, pria itu tidak diizinkan menguburkan jasad bayinya di pemakaman desa setempat. Hal itu lantaran keluarga duka tidak memiliki uang untuk membayar biaya pemakaman, juga tak memiliki surat-surat resmi yang dibutuhkan.

"Bayi tersebut dinafikan untuk ditanam di tanah perkuburan dalam kawasan kampung yang mereka duduki sekarang," tulis Abam Botak, dilansir dari laman Kumparan.com, Sabtu (18/1/2020).

Hal itu membuat Abam bertanya-tanya, mengapa penduduk setempat tidak membantu memakamkan bayi malang tersebut. Padahal, keluarga bayi tersebut merupakan bagian dari mereka juga.

"Berapa banyak tanah yang dibutuhkan untuk menguburkan seorang bayi kecil sampai mereka harus menolak untuk membantu pemakamannya," lanjutnya.

Lantaran ditolak di pemakaman desanya, sang ayah pun akhirnya menggendong jasad bayinya lontang-lantung, ke sana-kemari. Pria itu tampak kebingungan mencari permakaman yang bisa menerima pemakaman bayinya.

Sampai akhirnya, jasad bayi pria miskin itu dikuburkan di Sim-Sim, Sandakan.

"Terima kasih kepada pengelola di Sim-Sim karena mengizinkan bayi itu untuk dimakamkan di sana," ungkap Abam.

Kisah itu pun akhirnya viral di media sosial. Sejak diunggah beberapa waktu lalu, unggahan tersebut telah dibagikan lebih dari 3.000 kali dan mendapat lebih 1.000 tanggapan warganet. Banyak dari mereka yang merasa pilu dengan cerita yang dialami seorang ayah dari keluarga miskin itu.

Lantaran Miskin, Orang ini Tak Boleh Kuburkan Bayinya Di Makam Umum

KARAWANG JABAR - Wanita yang bernama Naela Astuti (26) anggota komplotan yang membakar dan merampok pria bernama Luki Ludiana (26) di Hotel Pondok Ratu, Jomin, Karawang, dikenal aktif di Instagram.

Dia menggunakan dua akun palsu, perempuan pekerja seks komersial (PSK) online tersebut kerap mengunggah video snapgram seksi.

"Dua akun palsu itu aktif berkomentar di sejumlah akun instagram penuh konten mesum. Tujuannya supaya pria terpancing mengikuti akun tersebut," kata Kasat Reskrim Polres Karawang, AKP Bimantoro Kurniawan saat ditemui, Sabtu (18/1/2020).

Di dua akun palsu itu, Naela kerap mengunggah video seksi. Sambil berpakaian minim, ia melakukan berbagai pose cabul dan tak senonoh. Penyidik menemukan banyak pembicaraan nakal dan chat mesum antara Naela dan sejumlah pria. "Setelah kita lacak, banyak pria yang berkomunikasi dengan pelaku perempuan ini. Tujuannya, janjian bertemu," katanya.

Sejumlah modus dilayangkan Naela. Kepada korbannya, Naela curhat perlu duit untuk membayar utang. Kode itu kemudian disambut dengan ajakan berkencan.

Polisi juga menemukan sejumlah data memuat rencana jangka panjang para pelaku.
"Rencana kedepan para pelaku adalah mengembangkan fake account dan bisnis ganja goril. Tujuannya mengumpulkan modal untuk menikah dan membangun rumah tangga," ungkap Bimantoro.

Untuk diketahui, Rasul Raghid (25) otak komplotan itu memadu kasih dengan Naela Astuti. Selain melakukan curas bersama pacarnya, Raghid juga pernah berbisnis jual beli motor bodong. "Dia juga berbisnis ganja gorila," katanya.

PSK Pembakar Pria Karawang Sering Unggah Video Bugil

MAJALENGKA JABAR - Saat terjadi hujan deras dan gemuruh suara petir yang terjadi pada Jumat (17/1/2020) di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, membuat rumah milik Rusja (49 tahun) di Desa Kertawinangun, Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka terbakar akibat tersambar petir.

Menurut salah satu saksi yang merupakan tetangga terdekat korban, Sukini (50 tahun) sekitar pukul 18.00WIB, mendengarkan beberapa kali letusan kecil dari rumah milik Rusja. Tak lama kemudian, terlihat percikan api hingga akhirnya membakar rumah korban.

"Waktu itu hujan cukup lebat, tiba-tiba dari rumah Rusja, api sudah merembet," ungkap Sukini, Sabtu (18/1/2020).

Melihat kobaran api, Sukini sontak berteriak agar mengagetkan warga lain. Warga berhamburan dengan peralatan seadanya untuk memadamkan api.

Selain itu, Kapolres Majalengka AKBP Mariyono melalui Kapolsek Kertajati Iptu Yayat Hidayat membenarkan adanya kebakaran tersebut.

Disebutkan Yayat, kebakaran ditengah hujan deras terjadi karena adanya arus pendek yang terjadi karena sambaran petir.

"Diduga kebakaran itu akibat arus pendek listrik karena sambaran petir," katanya.

Tersambar Petir, Rumah Warga Majalengka Terbakar