Social Items

Showing posts with label Awal mula pesawaran. Show all posts
Showing posts with label Awal mula pesawaran. Show all posts
Kabupaten Tanggamus adalah salah satu kabupaten di Propinsi Lampung, Indonesia. Ibu kota kabupaten ini terletak di Kota Agung Pusat. Kabupaten Tanggamus diresmikan berdasarkan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1997, tanggal 21 Maret 1997. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 4.654,98 Km² dan berpenduduk sebanyak 640.588 jiwa.


Satu dari dua teluk besar yang ada di Provinsi Lampung terdapat di Kabupaten Tanggamus yaitu teluk Semaka dengan panjang daerah pantai 200 km dan sebagai tempat bermuaranya 2 (dua) sungai besar yaitu Way Sekampung dan Way Semaka.

AWAL MULA PEMBENTUKAN KABUPATEN TANGGAMUS

Semasa pemerintahan Hindia Belanda, Kotaagung yang menjadi cikal-bakal ibu kota Kabupaten Tanggamus sudah berkembang sebagai wilayah pemerintahan kecil. Kotaagung tempo doeloe dipimpin seorang controller. Sebutan itu ditujukan bagi seorang pemimpin yang memerintah di Kotaagung pada saat Belanda mulai masuk di tahun 1889.

Ketika itu, pemerintahan dilaksanakan secara adat yang terdiri dari 5 marga. Masing-masing Gunungalip yang mendiami Talangpadang, Benawang, Belungun, Pematangsawa dan Ngarip. Masing-masing marga dipimpin seorang pesirah yang membawahkan beberapa kampung.

Pemerintah Belanda memberikan prioritas bagi para petani untuk terus meningkatkan hasil pertaniannya. Ditambah lagi, pungutan pajak yang tidak dilakukan pada hari Jumat, bulan puasa dan sewaktu petani sedang mengerjakan sawahnya, sebab Pemerintah Belanda menunggu sampai saat panen tiba.

Berikutnya, pada tahun 1944 berdiri pemerintahan kecamatan dan kewedanan yang dilanjutkan dengan pemerintahan negeri sekaligus menghapus pemerintahan adat atau marga pada 1953. Pada masa kewedanan ini, Kotaagung mengoordinasikan 4 wilayah kecamatan yaitu kecamatan Kotaagung, Wonosobo, Cukuhbalak dan Talang padang termasuk Pulau panggung.

Setelah Indonesia merdeka, sistem pemerintahan di Kotaagung pun mengalami perubahan. Satu yang paling berpengaruh adalah dihapuskannya sistem kewedanan. Sistem pemerintahan ini hanya berlangung sampai 1964. Sedangkan pemerintahan negeri berakhir 1971.

Perkembangan selanjutnya, dalam rangka mengatasi rentang kendali sekaligus persiapan pembentukan Pembantu Bupati Lampung Selatan untuk Wilayah Kotaagung yang berkedudukan di Kotaagung. Persiapan ini dilakukan dengan dikeluarkannya Keputusan Menteri Dalam negeri (Kepmendagri) Nomor 114 tanggal 30 Juni 1979.

Berdasarkan Kepmendagri ini, wilayah Kotaagung dibagi menjadi 10 kecamatan dan 7 perwakilan kecamatan dengan 300 desa atau pekon dan 3 kelurahan serta 4 desa persiapan. Hingga tahun 1985 perjuangan untuk menjadikan Kabupetan Tanggamus definitif terus bergulir.

Semangat otonomi daerah yang digulirkan bersamaan dengan tumbangnya orde baru yang ditandai dengan danya reformasi juga berpengaruh di wilayah Kotaagung dan sekitarnya. Keinginan masyarakat setempat untuk mandiri ditandai dengan perjuangan untuk menjadikan daerahnya sebagai kabupaten definitif.

Setelah melalui proses yang panjang, harapan ini pun terwujud. Pada tanggal 21 Maret 1997 melalui UU No 2 tahun 1997 wilayah Tanggamus yang semula termasuk dalam Kabupaten Lampung Selatan resmi menjadi kabupaten.

Seiring dengan dinamika perkembangan masyarakat adat, pada tanggal 12 Januari 2004 kepada adat Saibatin Marga Benawang merestui berdirinya Marga Negara Batin. Sebelumnya, marga ini termasuk dalam Marga Benawang.

Pengukuhan marga adat baru ini diprekuat dengan penobatan kepada adat Marga Negara Batin bergelar Sutan Batin Kamarullah Pemuka Raja Semaka V pada tanggal 10 Maret 2004 di pekon Negara Batin. Sehingga, masyarakat adat yang semula 5 kini menjadi 6 marga.

Kabupaten ini memiliki lambang daerah berbentuk perisai bersegi lima yang menggambarkan kesanggupan masyarakat Kabupaten Tanggamus dalam mempertahankan citra dan meningkatkan pembangunan daerah yang didiami oleh beberapa unsur golongan masyarakatnya.

Ketika dibentuk, Kabupaten yang kini berusia 10 tahun ini terdiri dari 11 kecamatan dan 6 perwakilan kecamatan. Pada tanggal 19 Juni 2000 disahkan Perda No. 18 tahun 2000 tentang Pembentukan Kecamatan dan Tata Kerja Pemerintahan Kecamatan.

Dengan pengesahan Perda tersebut, jumlah kecamatan bertambah 6 sehingga menjadi 17. kemudian pada tahun 2005 jumlah kecamatan bertambah lagi menjadi 24 dengan disahkannya Perda Nomor 05 tahun 2005 dengan pekon yang berjumlah 317 dan 7 kelurahan. Dan, sejak 2006 lalu Kabupaten Tanggamus memiliki 28 kecamatan dimana peresmian keempat kecamatan tambahan itu dilakukan pada tahun 2007.

Itulah sedikit gambaran Pembentukan Kabupaten Tanggamus provinsi Lampung Indonesia.

Sejarah Asal Usul Kabupaten Tanggamus Provinsi Lampung

Pringsewu adalah salah satu kabupaten di Provinsi Lampung, Indonesia. Kabupaten ini disahkan menjadi kabupaten dalam Rapat Paripurna DPR tanggal 29 Oktober 2008, sebagai pemekaran dari Kabupaten Tanggamus.


Saat ini Pringsewu disetujui menjadi kabupaten tersendiri karena perkembangannya yang bagus, baik dari segi pendapatan daerah, taraf ekonomi maupun pendidikan penduduk. Mata pencaharian yang utama di Pringsewu adalah bertani dan berdagang.

AWAL MULA PEMBENTUKAN KABUPATEN PRINGSEWU

Sejarah Pringsewu diawali dengan berdirinya sebuah perkampungan (tiuh) bernama Margakaya pada tahun 1738 Masehi, yang dihuni masyarakat asli suku Lampung-Pubian yang berada di tepi aliran sungai Way Tebu (4& km dari pusat Kota Pringsewu ke arah selatan saat ini).

Kemudian 187 tahun berikutnya, pada tahun 1925, sekelompok masyarakat dari Pulau Jawa, melalui program kolonisasi oleh pemerintah Hindia Belanda, juga membuka areal permukiman baru dengan membabat hutan bambu yang cukup lebat di sekitar tiuh Margakaya tersebut.

Karena begitu banyaknya pohon bambu di hutan yang mereka buka tersebut, oleh masyarakat desa yang baru dibuka tersebut dinamakan Pringsewu, yang berasal dari bahasa Jawa yang artinya Bambu Seribu.

Saat ini daerah yang dahulunya hutan bambu tersebut telah menjelma menjadi sebuah kota yang cukup maju dan ramai di Provinsi Lampung, yakni yang sekarang dikenal sebagai ‘Pringsewu’ yang saat ini juga merupakan salah satu kota terbesar di Provinsi Lampung.

Selanjutnya, pada tahun 1936 berdiri pemerintahan Kawedanan Tataan yang beribukota di Pringsewu, dengan Wedana pertama yakni Bapak Ibrahim hingga 1943.

Selanjutnya Kawedanan Tataan berturut-turut dipimpin oleh Bapak Ramelan pada tahun 1943, Bapak Nurdin pada tahun 1949, Bapak Hasyim Asmarantaka pada tahun 1951, Bapak Saleh Adenan pada tahun 1957, serta pada tahun 1959 diangkat sebagai Wedana yaitu Bapak R.Arifin Kartaprawira yang merupakan Wedana terakhir hingga tahun 1964, saat pemerintahan Kawedanan Tataan dihapuskan.

Pada tahun 1964, dibentuk pemerintahan Kecamatan Pringsewu yang merupakan bagian dari wilayah Kabupaten Daerah Tingkat II Lampung Selatan sesuai dengan Undang-undang Nomor 14 Tahun 1964, yang sebelumnya Pringsewu juga pernah menjadi bagian dari Kecamatan Pagelaran yang juga beribukota di Pringsewu.

Dalam sejarah perjalanan berikutnya, Kecamatan Pringsewu bersama sejumlah kecamatan lainnya di wilayah Lampung Selatan bagian barat yang menjadi bagian wilayah administrasi Pembantu Bupati Lampung Selatan Wilayah Kotaagung, masuk menjadi bagian wilayah Kabupaten Tanggamus berdasarkan Undang-undang Nomor 2 Tahun 1997, hingga terbentuk sebagai daerah otonom yang mandiri.

Kabupaten Pringsewu merupakan wilayah heterogen terdiri dari bermacam-macam suku bangsa, dengan masyarakat Jawa yang cukup dominan, disamping masyarakat asli Lampung, yang terdiri dari masyarakat yang beradat Pepadun (Pubian) serta masyarakat beradat Saibatin (Peminggir).

Kabupaten Pringsewu mempunyai luas wilayah 625 km2, berpenduduk 377.857 jiwa (data 2011) terdiri dari 195.400 laki–laki dan 182.457 perempuan.

Kabupaten Pringsewu terdiri dari 96 pekon (desa) dan 5 kelurahan, yang tersebar di 9 kecamatan, yaitu Kecamatan Pringsewu, Pagelaran, Kecamatan Pardasuka, Kecamatan Gadingrejo, Kecamatan Sukoharjo, Kecamatan Ambarawa, Kecamatan Adiluwih, Kecamatan Banyumas dan Kecamatan Pagelaran Utara.

Dari segi luas wilayah, Kabupaten Pringsewu saat ini merupakan kabupaten terkecil, sekaligus terpadat di Provinsi Lampung.

Itulah sejarah terbentuknya kabupaten Pringsewu provinsi Lampung Indonesia.

Sejarah Asal Usul Terbentuknya Kabupaten Pringsewu Provinsi Lampung

Kabupaten Pesawaran adalah salah satu kabupaten di Provinsi Lampung, Indonesia. Kabupaten ini diresmikan pada tanggal 2 November 2007 berdasarkan Undang-UndangNomor 33 Tahun 2007 tentang Pembentukan Kabupaten Pesawaran. Semula kabupaten ini merupakan bagian dari Kabupaten Lampung Selatan. Daerah ini kaya akan sumberdaya alam pertanian, perkebunan dan kehutanan.


Kabupaten Pesawaran merupakan daerah penyangga Ibukota Provinsi Lampung. Secara keseluruhan luas wilayah Kabupaten Pesawaran adalah 1.173,77 km2 atau 117.377 Ha dengan Kecamatan Padang Cermin sebagai kecamatan terluas, yaitu 31.763 Ha.

Kabupaten Pesawaran terdiri atas 37 (tiga puluh tujuh) pulau. Tiga pulau yang terbesar adalah Pulau Legundi, Pulau Pahawang, dan Pulau Kelagian. Kabupaten Pesawaran juga mempunyai beberapa gunung yaitu Gunung Ratai di Kecamatan Padang Cermin dan yang tertinggi adalah Gunung Pesawaran di Kecamatan Kedondong dengan ketinggian 1.662 m. Sungai terpanjang di Kabupaten Pesawaran adalah Way Semah, dengan panjang 54 km dan daerah aliran seluas 135,0 km2.

AWAL MULA PEMBENTUKAN KABUPATEN PESAWARAN

Kabupaten Pesawaran terbentuk melalui tahapan proses perjuangan yang cukup panjang, diawali sebelum Provinsi Lampung memisahkan diri dari Provinsi Sumatera Selatan sebagaimana tercatat dalam sejarah sebagai berikut :


  1. Pada awal Tahun 1967 wilayah Lampung Selatan yang Ibukotanya di Tanjung Karang berasal dari 4 (empat) kewedanaan yaitu : Kewedanaan Kalianda, Kewedanaan Teluk Betung, Kewedanaan Gedong Tataan dan Kewedanaan Kota Agung.
  2. Pada Tahun 1968 Kabupaten Lampung Selatan diusulkan untuk dimekarkan menjadi 3 (tiga) Kabupaten yaitu : Kabupaten Rajabasa dengan Ibukota Kalianda sekarang Kabupaten Lampung Selatan, Kabupaten Tanggamus dengan Ibukota Kota Agung yang terbentuk pada Tahun 1997 dan Kabupaten Pesawaran dengan Ibukota Gedong Tataan terbentuk pada Tahun 2007.
  3. Pada Tahun 1969 dengan disposisi oleh Pemerintahan Negeri dan DPR Negeri, mengusulkan kembali pemekaran wilayah Kabupaten Lampung Selatan, yang terdiri dari Kewedanaan Pringsewu menjadi Kabupaten Pesawaran, Kewedanaan Kota Agung menjadi Kabupaten Tanggamus dan Kewedanaan Teluk Betung menjadi wilayah pemekaran Kotamadya Tanjung Karang (sekarang Kota Bandar Lampung).
  4. Panitia Pelaksana Persiapan Kabupaten Pesawaran (P3KP) dibentuk pada tanggal 16 April 2001.
  5. Pada Tahun 2002 Pemerintah Daerah Kabupaten Lampung Selatan bekerjasama dengan Lembaga Penelitian Universitas Lampung (UNILA) melakukan penelitian dan Pengkajian tentang Kelayakan Kabupaten Lampung Selatan untuk dimekarkan menjadi 2 (dua) Kabupaten. Hasil penelitiannya Kabupaten Lampung Selatan Layak dimekarkan menjadi 2 (dua) Kabupaten dengan Kabupaten Pemekaran adalah Kabupaten Pesawaran. .


Berkat kegigihan perjuangan dari P3KP, maka pada tanggal 17 Juli 2007 DPR RI menyetujui Pembentukan Kabupaten Pesawaran yang dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2007 tanggal 10 Agustus 2007 tentang Pembentukan Kabupaten Pesawaran di Provinsi Lampung dengan 7 (tujuh) wilayah Kecamatan yaitu:


  1. Kecamatan Gedong Tataan.
  2. Kecamatan Negeri Katon.
  3. Kecamatan Tegineneng.
  4. Kecamatan Way Lima.
  5. Kecamatan Padang Cermin.
  6. Kecamatan Punduh Pedada.
  7. Kecamatan Kedondong


Kemudian sebagai tindak lanjut penetapan Undang-Undang Nomor : 33 Tahun 2007 Menteri dalam Negeri menerbitkan Pedoman Pelaksanaan Undang-Undang tentang Pembentukan Kabupaten/Kota melalui Surat Menteri dalam Negeri Nomor : 135/2051/SJ tanggal 31 Aagustus 2007 dan pada tanggal 2 November 2007 Menteri dalam Negeri atas nama Presiden Republik Indonesia, melaksanakan peresmian pembentukan Kabupaten Pesawaran dengan melantik Bapak Drs. H. HARIS FADILAH, M.M sebagai Penjabat Bupati Pesawaran yang pertama dan dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti oleh Menteri Dalam Negeri atas nama Presiden Republik Indonesia.

Sejarah Asal Usul Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung