Social Items

Tampilkan postingan dengan label Asal usul Barcelona FC. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Asal usul Barcelona FC. Tampilkan semua postingan
Sejarah munculnya olahraga sepak bola sampai saat ini masih mengundang perdebatan.


Beberapa dokumen menjelaskan bahwa sepak bola lahir sejak masa Romawi, sebagian lagi menjelaskan sepak bola berasal dari tiongkok.

FIFA sebagai badan sepak bola dunia secara resmi menyatakan bahwa sepak bola lahir dari daratan Cina yaitu berawal dari permainan masyarakat Cina abad ke-2 sampai dengan ke-3 SM.
Olah raga ini saat itu dikenal dengan sebutan “tsu chu “.

Dalam salah satu dokumen militer menyebutkan, pada tahun 206 SM, pada masa pemerintahan Dinasti Tsin dan Han, masyarakat Cina telah memainkan bola yang disebut tsu chu. T
su sendiri artinya “menerjang bola dengan kaki”.
sedangkan chu, berarti “bola dari kulit dan ada isinya”.

Permainan bola saat itu menggunakan bola yang terbuat dari kulit binatang, dengan aturan menendang dan menggiring dan memasukkanya ke sebuah jaring yang dibentangkan diantara dua tiang.
Versi sejarah kuno tentang sepak bola yang lain datangnya dari negeri Jepang, sejak abad ke-8, masyarakat disana telah mengenal permainan bola.

Masyarakat disana menyebutnya dengan: Kemari. Sedangkan bola yang dipergunakan adalah kulit kijang namun ditengahnya sudah lubang dan berisi udara.

Menurut Bill Muray, salah seorang sejarahwan sepak bola, dalam bukunya The World Game: A History of Soccer, permainan sepak bola sudah dikenal sejak awal Masehi.

Pada saat itu, masyarakat Mesir Kuno sudah mengenal teknik membawa dan menendang bola yang terbuat dari buntalan kain linen.

Sisi sejarah yang lain adalah di Yunani Purba juga mengenal sebuah permainan yang disebut episcuro, tidak lain adalah permainan menggunakan bola.
Bukti sejarah ini tergambar pada relief-relief museum yang melukiskan anak muda memegang bola dan memainkannya dengan pahanya.

Sejarah sepak bola modern dan telah mendapat pengakuan dari berbagai pihak, asal muasalnya dari Inggris, yang dimainkan pada pertengahan abad ke-19 pada sekolah-sekolah.
Tahun 1857 beridiri klub sepak bola pertama di dunia, yaitu: Sheffield Football Club. Klub ini adalah asosiasi sekolah yang menekuni permainan sepak bola.

Pada tahun 1863, berdiri asosiasi sepak bola Inggris, yang bernama Football Association (FA). Badan ini yang mengeluarkan peraturan permainan sepak bola, sehingga sepak bola menjadi lebih teratur, terorganisir, dan enak untuk dinikmati penonton.

Selanjutnya tahun 1886 terbentuk lagi badan yang mengeluarkan peraturan sepak bola modern se dunia, yaitu: International Football Association Board (IFAB).
IFAB dibentuk oleh FA Inggris dengan Scottish Football Association, Football Association of Wales, dan Irish Football Association di Manchester, Inggris.

Sejarah sepak bola semakin teruji hingga saat ini IFAB merupakan badan yang mengeluarkan berbagai peraturan pada permainan sepak bola, baik tentang teknik permainan, syarat dan tugas wasit, bahkan sampai transfer perpindahan pemain.

VERSI LAIN

Sepak bola atau Soccer ( lebih dikenal sebagai " football " Amerika ) sudah ada sekian lama.  Menurut the National Soccer Hall of Fame and Museum , sepak bola mulai dikenal di masa Mesir kuno , Dinasti Ts'in di Cina , dan orang - orang Indian di Amerika tahun 1600 - an .

Sepak bola modern lahir pada pertengahan abad ke 19 di england.Akan tetapi , FIFA ( Federation of International Football Association ) pada tahun 2004 sudah secara resmi mengakui bahwa sepak bola paling awal sekali berasal dari Tiongkok , ketika itu ia disebut Cu Ju ( baca : Ju cU ) . Permainan sepak bola tertua ini , dimulai dari 2400 tahun yang lalu pada masa Chun Qiu Zhan Guo ( Musim gugur negara - negara berperang ) dan telah melewati silih pergantian dinasti dan dalam jangka waktu lama tidak surut.


Yang lebih penting lagi ialah , orang Tiongkok kuno ternyata sudah lama bermain sepak bola ini untuk memperkuat semangat dan etika mereka .

Di Yunani bermain sepak bola diperkenalkan 800 tahun sebelum Masehi dengan nama episkyro dan harpastron . Tim Roma yang menyerbu Yunani tahun 146 sebelum Masehi kemudian mengambil permainan ini dan menyebarkannya dikawasan penaklukan wilayah - wilayah nya di Eropa.

Kaisar Roma Julius Caesar tercatat sebagai penggemar harpastrum . Ia menggunakan permainan ini sebagai tes untuk melatih fisik pasukan . Di Roma , ada daerah harpastrum menyebabkan ia lebih cocok dimainkan oleh penduduk ketika itu .

Orang Eropa mulai mengenal sepak bola pada sekitar abad 8 . Sama seperti di Roma , permainan bola di kontinental jauh lebih brutal . Bermain di lapangan yang luas berjarak 3-4 kilometer . Raja Edward II pernah menyebut sepak bola sebagai " permainan setan yang dibenci Tuhan . " Ia melarang rakyatnya melakukan kegiatan ini pada April 1314 , terutama untuk kalangan ningrat. Sepak bola dianggap kejam karena menggunakan tengkorak manusia sebagai bola.


Sejarah tentang asal - usul sepakbola dapat dikatakan berbagai . Asalkan di mana ada manusia , ada kaki, di situlah mungkin dimulainya sepak bola , ada pendapat yg mengatakan itu dimulai di Cina , Jepang juga ada versi bolasepaknya tersendiri , tanah Melayu juga ada versi permainan bola tersendiri , menggunakan bola raga yg terbuat dari rotan yg dianyam .

Ada setengah pihak mengaitkan sejarah sepak bola dengan perang karbala di mana cucu Rasulullah dibunuh lalu dipenggal kepala dan dijadikan sebagai sepak bola tendang . Tetapi tidak ada bukti utk menunjukkan sepakbola yg kita kenal sekarang dimulai dari peristiwa itu .

Seperti tulisan di atas , asalkan ada org , ada kaki , maka di situ mungkin ada permainan di kalangan org muda menyepak atau menendang bola . Namun , sepakbola modern yg kita kenal sekarang dikatakan dimulai di Inggris . Ada dua peraturan yg berlaku pada saat itu menyebabkan ia dibagi menjadi dua cara bermain yaitu football dan rugby yg ada sampai sekarang .

Sepakbola bukan lagi sekedar permainan masyarakat , atau sekedar tradisi setempat semata - mata . Sepakbola adalah satu bisnis yg sangat menguntungkan . Berapa banyak manusia yg mendapat rezeki hasil dari industri sepakbola .

Dari satu perspektif , sepakbola bukan lagi sejenis olahraga semata - mata , tetapi satu agama atau cara hidup baru . Banyak manusia sekarang menganut agama bola . Pertama , FIFA bekerja seolah sebagai satu sistem khalifah menetapkan hukum dalam permainan sepakbola , menyatukan seluruh tim sepakbola bernaung di bawah satu sistem . Memastikan semua kegiatan sepakbola di negara2 bawah naungannya berjalan berdasarkan proses dan prosedur yg telah ditetapkan sistem khalifah " FIFA " .

Berita atau informasi tentang sepakbola muncul di mana2 saja di seluruh dunia tanpa kita harus susah payah mencarinya . Buat radio saja cerita tentang bola , buka TV saja penuh iklan tentang bola , banyak perusahaan seperti Celcom mengambil kesempatan membuat untung dari sepakbola menawarkan berbagai paket menarik dan istimewa sempena dan utk penggemar sepakbola .

Sejarah Asal usul Terbentuknya Sepakbola menurut Ahli Sejarah dan FIFA

Ketika  Mu'wiyyah ra meninggal dunia maka anaknya Yazid bin Mu'awiyyah ra diangkat menjadi penggantinya . Pengangkatan Yazid ini telah disepakati [ bai'at ] oleh mayoritas para sahabat Nabi yang masih hidup termasuk para Ahlul Bait serta masyarakat Islam.


Namun penduduk Kufah yang rata - ratanya berpaham Syiah telah menolak kepemimpinan Yazid dan ingin menunjuk Imam Hussain sebagai khalifah yang baru . Lalu penduduk Kufah termasuk tokoh - tokoh Syiah menulis surat kepada Imam Hussain mengundangnya ke Kufah untuk tujuan tersebut.

Mereka bukan sekedar berjanji akan taat setia kepada kepemimpinan Imam Hussain bahkan mereka bersedia untuk menghunus senjata demi membela beliau serta menjatuhkan pemerintahan Bani Umayyah pimpinan Khalifah Yazid .

Mendengarkan dukungan yang solid dari penduduk Kufah maka beliau mengutus Muslim bin ' Aqil untuk meninjau kondisi riil di Kufah . Saidina Hussain menginformasikan berita ini serta niat beliau untuk ke Kufah kepada para sahabat serta anggota keluarga beliau untuk mendengarkan pandangan mereka .

Namun demikian para sahabat terkemuka serta anggota keluarganya seperti ' Abdullah Ibnu Abbas , Muhammad bin al - Hanafiyah , ' Abdurrahman bin Hisyam al - Makhzumi , ' Abdullah bin Ja'far bin Abi Thalib , Abdullah bin Muti ' al - Afdawi , ' Amru bin Sa ' id , ' Abdullah bin ' Umar , Abu Sa'id al - Khudri dan lain - lain telah menentang niat Saidina Hussain tersebut . Mari kita lihat beberapa ungkapan kata - kata mereka terhadap Imam Hussain .

' Abdullah bin Abbas ra berkata : " Wahai sepupuku bagaimana Anda bisa bersabar sedangkan saya tidak bisa bersabar . Saya khawatir Anda akan binasa jika Anda melanjutkan keinginan Anda itu . Penduduk Irak adalah orang - orang yang suka mengobral janji . Janganlah Anda terpedaya dengan bujukan mereka . " - ( Kesalahan - Kesalahan Terhadap Fakta - Fakta Sejarah perlu diperbaiki, retweet , Prof . Dr . Ibrahim Ali Sya'wat , ms . 208 . )

' Abdullah bin Ja'far bin Abi Thalib pernah menulis kepada Saidina Hussain sepucuk surat . Antara isi surat tersebut adalah :

" Saya sangat mengharapkan agar Anda benar - benar menatap isi surat ini . Saya sebenarnya sangat kasihan dengan Anda karena khawatir kalau - kalau Anda akan binasa dan keluarga Anda pula akan terhapus . Jika sekiranya Anda binasa hari ini , akan padamlah cahaya bumi.

Anda adalah salah seorang tokoh yang menjadi panutan masyarakat dan harapan orang - orang mukmin . Janganlah Anda terburu - buru berangkat ke Irak . - ( Kesalahan - Kesalahan Terhadap Fakta - Fakta Sejarah perlu diperbaiki retweet , Prof . Dr . Ibrahim Ali Sya'wat , ms . 209 )

' Abdullah bin Jaafar bukan sekedar mengirim surat bertujuan untuk mencegah Saidina Hussain dari melanjutkan rencananya untuk ke Kufah , bahkan ia juga telah meminta ' Amru bin Sa'id , Gubernur Khalifah Yazid di Makkah untuk membujuk Imam Hussain agar membatalkan niatnya tersebut . Namun begitu Saidina Hussain tetap bersikeras untuk berangkat ke Kufah .

Sahabat yang terkemuka serta keluarga saidina Hussin mencegahnya dari berangkat ke Kufah karena beberapa sebab . di antaranya:

1. Mereka bisa mengendus trik golongan Syiah di Kufah yang memang terkenal dengan pengkhianatan mereka terhadap umat Islam . Mereka inilah kelompok yang telah mendukung ' Abdullah Ibnu Saba ' , terlibat dalam pembunuhan ' Utsman bin ' Affan ra , mengkhianati Sayyidina ' Ali serta abang Saidina Hussain yakni Sayyidina Hassan ra Mereka berpandangan dukungan kuat yang menurut kabarnya datang dari penduduk Kufah hanyalah palsu dan tindakan mereka ini merupakan dalih mereka untuk menimbulkan susana kacau di dalam masyarakat Islam .

2. Yazid bin Mu'awiyyah adalah seorang khalifah yang telah dibai'ah oleh mayoritas umat Islam , di kalangan para sahabat - sahabat utama dan juga anggota keluarga Rasulullah saw . Maka dari sisi syarak pengangkatan beliau sebagai khalifah adalah sah . Ada larangan dari Rasulullah s.a.w. untuk memberontak terhadap pemerintah yang telah ditunjuk umat Islam secara sah .

Dari ' Abdullah bin ' Amr bahwa Rasulullah saw bersabda :

Siapapun telah mengangkat [ telah setuju menunjuk ] seorang pemimpin kemudian memberikan kepadanya uluran tangannya dan buah hatinya [ sebagai tanda persetujuan ] , maka hendaklah dia [orang yang mengangkatnya ] mentaatinya sebisa mungkin . Maka jika datang orang lain yang menentangnya , hendaklah mereka membunuh yang terakhir [ penentang ] .

Aku [ ' Abdurrahman bin ' Abdi Rabbil Ka'bah ] bertanya [ kepada ' Abdullah bin ' Amr ] : Apakah kamu mendengar ini dari Rasulullah saw ?

Dia [ ' Abdullah bin ' Amr ] menjawab : Aku mendengar [ hadits ini ] dengan kedua telingaku dan dipahami oleh hatiku . - Hadis Riwayat Imam Abu Dawud , no : 3707.

Jadi mereka membantah niat Saidina Hussain untuk bergabung bahkan memimpin pemberontakan penduduk Kufah tersebut

3. Mereka juga khawatir tindakan Saidina Hussain ini akan menimbulkan pertumpahan darah sesama umat Islam dan akan melemahkan persatuan umat .

4. Mereka khawatir akan keselamatan Saidina Hussain dan anggota keluarganya yang kemungkinan akan dkhianati oleh penduduk Kufah atau diserang oleh tentara Khalifah Yazid .

Ternyata bujuk rayu mereka gagal untuk menghentikan keinginannya untuk ke Kufah . Kenapa agaknya Saidina Hussain tetap bersikeras untuk ke Kufah ? Jawaban Saidina Hussain adalah seperti berikut :

"Saya telah bermimpi bertemu dengan Rasulullah saw dan saya telah melakukan sesuatu yang telah ditentukan kepada saya tanpa mengira ia membahayakan diri saya atau memberikan keuntungan kepada saya ."

Lalu ' Abdullah bin Yahya berkata : Apakah mimpi Anda itu ?

Jawab al - Hussain :” Saya tidak dapat menceritakannya kepada seorangpun , bahkan saya tidak bisa memberitahu kepada seorang sehingga saya bertemu dengan Tuhan saya “- Konsultasikan Tanggal al - Umam wa al - Muluk , jilid 4 , ms . 388 . ( Kesalahan - Kesalahan Terhadap Fakta - Fakta Sejarah perlu diperbaiki retweet , ms . 270 )

Ketika mendengar gerakan rombongan Imam Hussain ke Kufah maka Yazid memerintahkan gubernur beliau di Basrah yaitu Ubaidullah bin Ziyad dan pasukannya untuk berangkat ke Kufah untuk memantau pergerakan Saidina Hussain serta kebangkitan orang - orang Kufah.

Aksi Yazid bukanlah sesuatu yang sulit untuk dipahami bagi mereka yang arif dalam bidang politik . Setiap pemimpin pasti akan mewaspadai jika ada tanda-tanda bahwa pemberontakan bakal terjadi dan itu tidak hanya dapat mengganggu tampuk pemerintahan bahkan akan mengganggu stabilitas politik umat Islam pada masa itu.

Harus kita semua pahami bahwa perintah dari Yazid hanyalah untuk memantau atau mengawasi saja gerakan Imam Husain dan penduduk Kufah tersebut dan tindakan hanya perlu diambil jika mereka terlebih dahulu memulai serangan .

Jadi siapa sebenarnya yang membunuh Imam Hussain ?

Ubaidillah bin Hussain sebenarnya mematuhi perintah Yazid dan tidak melancarkan serangan tersebut . Wakil Imam Hussain di Kufah yaitu Muslim bin ' Aqil telah mengendus konspirasi yang sedang direncanakan oleh penduduk Syi'ah di sana.

Sebelum Muslim dibunuh oleh penduduk Kufah beliau sempat mengutus ' Umar bin Saad bin Abi Waqqas kepada Saidina Hussain yang semakin dekat dan hampir tiba ke kota Kufah tentang kecurangan golongan Syi'ah . Maka Saidina Hussain membatalkan niatnya untuk ke Kufah dan mengubah sandi rombongannya menuju ke Syam untuk menemui Yazid .

Ini jelas menunjukkan bahwa Imam Hussain telah meninggalkan niat awalnya untuk memberontak terhadap Yazid dan telah menunjukkan kesediannya untuk membai'ah Yazid . Golongan Syi'ah di Kufah mulai panik dengan perubahan arah tersebut karena jika Saidina Hussain berbai'ah kepada Yazid maka musnahlah segala perencanaan kotor mereka untuk memporak - porandakan kesatuan umat Islam.

Jika Hussain berada di pihak Yazid maka sudah pasti mereka akan dihancurkan oleh tentara Islam . Menurut ulama Syi'ah sendiri yaitu Mulla Baaqir Majlisi tentara Syi'ah lengkap bersenjata dari Kufah mengejar rombongan Imam Hussain dan mereka bertabrakan di Karbala . Menurut Mulla Baqir Majlisi :

“Sejarah menampilkan bahwa dialah ( yaitu Syits bin Rab'ie seorang Syi'ah dari Kufah ) yang memimpin 4000 tentara untuk melawan Saidina Hussain dan dialah orang yang pertama kali turun dari kudanya untuk memenggal kepala Saidina Hussain “- Mulla Baaqir Dewan , Jilaau al - ' Uyun , ms . 37 . ( artikel Syiah Pembunuh Sayyidina Hussain di Karbala . )

Kembali lagi ke pokok judul kita di atas" Asal Usul Permainan Sepakbola " . Apa kaitannya dengan peristiwa di atas ? Telah diriwayatkan bahwa setelah kepala Sayidina Hussain ra dipenggal , maka musuh musuhnya telah saling menendang nendang dan menyepak nyepak kepala tersebut bagaikan sebuah bola persis seperti permainan sepak bola yang dimainkan sekarang ini.

Jika ini benar , apakah wajar kita sebagai umat Islam yang selama ini menyatakan kecintaan kepada Rasululllah SAW dan anggota keluarga beliau untuk terus menyerupai tindakan musuh musuh Allah ini dengan bermain sepak bola atau mendukungnya ?

Bukankah ada hadis yang menyebut : " Barangsiapa meniru suatu kaum , maka dia dihitung dari kaum itu ? " Apakah kita tidak sensitif dengan hal ini ? Apakah kita ingin terus dalam kejahilan atau berbuat  jahil tentang hal yang sangat menghinakan Rasulullah SAW dan Ahlul Bait beliau ?

Selain itu , jika dilihat di sudut lain pula , kerugian bermain sepak bola ini lebih banyak dibandingkan dengan kebaikannya. Dari sudut pakaiannya , kebanyakan pemain sepak bola memakai celana pendek yang mengungkapkan aurat pria . Bukan saja pemainya yang mendapat dosa tetapi penontonnya juga mendapat dosa karena memandang aurat . Ulama - ulama terdahulu telah bersidang tentang ini dan telah bersepakat :

Adapun pemain olahraga yang hanya mengenakan celana pendek sehingga terlihat paha atau sebagian besar auratnya , maka hal itu tidak boleh . Dan yang benar adalah wajib bagi para pemuda ( pemain ) adalah menutup aurat mereka dan juga tidak dibolehkan menyaksikan para pemain yang terbuka pahanya ( auratnya ). ( As - ilah muhmalah hal 27 , terbitan Dar Ibnul Qayyim , Damman . Telah keluar fatwa yang serupa dari Lajnah Ad Daimah Lil Buhuts Alilmiah wa Ifta ' di Arab .

Di sudut lain pula , permainan sepak bola ini mengambil waktu yang lama dan para ulama juga telah mengeluarkan fatwa mengenai ini . Misalnya , disebutkan disini adalah bahwa ( sepak bola ) telah dikenal di dalam kitab - kitab para ulama kita terdahulu , dengan nama - nama yang berbeda-beda di dalam kitab - kitab bahasa mereka seperti Al Kujjah , Al Buksah , Al Khazafah , At Tun , Al Ajurrah , Ash Shaulajan dan Al Kurrah ( lihat Al Qamusul Muhith dan Lisanul Arab ).

Syaikh Muhammad Sholeh Utsaimin rahimullah lebih merinci lagi hukum yang terkait dengan pelatihan sepak bola , ia berkata : " Latihan olahraga itu dapat melalaikan kewajiban , maka olahraga tersebut adalah ilegal . Bila seseorang memiliki kebiasaan menghabiskan sebagian besar waktunya di dalam olahraga , maka sesungguhnya dia telah menyia-nyiakan waktu " .

Bagi segolongan penggemar fanatik sepak bola , mereka sanggup menunggu berjam - jam di luar stadion semata - mata untuk menonton permainan sepak bola favorit mereka , sehingga lalai untuk shalat yang memang menjadi kewajiban mereka kepada Allah SWT .

Dari sudut lain pula, permainan ini didirikan oleh orang kafir , maka tidak wajarlah bagi orang - orang Islam untuk sama - sama bersekongkol dengan permainan yang memang unik dengan identitas mereka sebagai orang kafir . Mengenai ini ada disebut :

Sikap meniru orang - orang kafir yang dalam bahasa syar'i - nya adalah tasyabbuh . Berikut adalah penjelasan tentang tasyabbuh yang diambil dari " Man Tasyabbaha biqaumin fahuwa minhum karya Dr . Nashir Abdul Karim Al Aqli penerbit Darul Wathan - Riyadh edisi bahasa Indonesia Tasyabbuh Sikap Meniru Kaum Kafir penerjemah Aboe Hawary penerbit Pustaka Mantiq Solo Cetakan 1 Agustus 1992 " hal 17

" Tasyabbuh yang dilarang dalam Al Qur'an dan As Sunnah secara syar'i adalah menyerupai orang - orang kafir dalam segala bentuk dan sifatnya baik dalam aqidah , peribadatan , kebudayaan , olahraga , olahraga atau dalam pola perilaku yang menunjukkan ciri khas mereka ( kaum kafir ) .

Selain itu , percampuran bebas di stadion sepak bola antara pria dan perempuan juga memang haram . Ini tidak dapat dipungkiri terjadi di mana - mana stadion sepak bola ketika permainan sepak bola berlangsung . Selain itu , kita juga tahu bahwa kebanyakan klub - klub sepak bola ini kebanyakannya dimiliki Yahudi dan musuh - musuh Islam.

Jadi , dengan membeli tiket dan barang - barang atau produk klub penggemar sepak bola ini secara tidak langsung turut menyumbang kepada musuh - musuh Islam ini . Jika kita ditanya di Akhirat nanti , ke manakah kita gunakan nikmat pemberian Allah SWT ketika di dunia , apakah jawaban yang akan kita beri ?  renungkanlah !

Sesungguhnya permainan sepak bola ini termasuk agenda musuh - musuh Islam terutama Yahudi dalam melalaikan umat Islam dengan hiburan dan dunia , agar itulah menjadi kegilaan umat Islam , dan terus meninggalkan perjuangan Islam yang sebenarnya . Maka mudahlah mereka mencatur dunia ketika umat Islam telah lalai dengan dunia .

Berkata seorang Rijalullah : " Tidak layak seseorang menjadi pejuang Islam tapi pada waktu sama masih bermain atau mendukung sepak bola , kecuali dia bertobat " .

Banyak olahraga lain di dalam dunia , bahkan Islam juga ada sukannya yang tersendiri .

Wallohua'lam Bisshowab

Sejarah Awal Mula Terbentuknya Sepakbola Menurut Islam

Deportivo FC adalah klub sepakbola yang berasal dari Spanyol, klub ini Didirikan pada tahun 1906, Deportivo telah memenangkan gelar liga satu kali, pada musim 1999-2000 , dan selesai sebagai runner-up dalam lima kesempatan. Klub tersebut juga telah memenangkan Piala Spanyol dua kali ( 1994-95 dan 2001-02 ) dan juga telah memenangkan tiga Piala Super Spanyol .


The Blue-dan-Whites telah menjadi reguler di posisi puncak di La Liga dalam 20 tahun terakhir, finis di paruh atas tabel dalam 16 dari 19 musim. Akibatnya, klub tersebut telah menjadi peserta reguler di kompetisi Eropa, bermain di Liga Champions lima musim berturut-turut, mencapai perempatfinal dua kali dan mencapai semifinal di2003-04 .

Pada tahun 1902, José María Abalo, seorang anak muda yang telah kembali ke kampung halamannya setelah belajar di Inggris, memperkenalkan sepak bola ke A Coruña. Permainan memperoleh popularitas yang cepat dan beberapa tim dibentuk secara informal.

Pada bulan Desember 1906, anggota Gimnasium Sala Calvet membentuk Deportivo de La Coruña, menamai Luis Cornide sebagai presiden pertama. Pada bulan Mei 1907, Alfonso XIII dari Spanyol memberi klub tersebut denominasi "Nyata" ("kerajaan"). Dépor mulai bermain di Corral de la Gaiteira ("Piper's Yard"), tapi segera pindah ke Old Riazor, sebuah lapangan baru di dekat pantai Riazor.

Tim ini memainkan pertandingan persahabatan secara teratur dan berkompetisi di liga lokal, namun gagal meraih kesuksesan di turnamen tersebut Copa del Rey di tahun-tahun awalnya.

Pada tahun 1920, Olimpiade di Antwerpmelihat debut tim nasional Spanyol . Jangka waktu yang baik bagi tim Spanyol meningkatkan popularitas sepak bola, dan akibatnya banyak tim memperoleh status profesional, dan kompetisi liga dibentuk dan direncanakan untuk musim 1928-29 .

Pada tahun 1928, Dépor gagal lolos ke Primera División yang pertama , bukannya bersaing di Segunda División , di mana ia finis kedelapan dari sepuluh. Tim terus berjuang selama beberapa tahun ke depan dalam sebuah divisi yang segera mengalami banyak perubahan struktural dan geografis. Pada tahun 1932, di Piala, Dépor kalah Real Madrid , yang telah tak terkalahkan sepanjang musim di liga.

Pada tahun 1936, Perang Sipil Spanyol pecah, memaksa ditinggalkannya semua kompetisi resmi sampai musim 1939-40 . Tahun itu, The Hercules memenuhi syarat untuk tahap promosi. Pertandingan terakhir melawan pemain depan Celta de Vigo , yang berjuang untuk menghindari degradasi.

Celta menang 1-0 dan tetap di papan atas karena harapan Depor untuk promosi ditolak. Musim berikutnya, bagaimanapun, klub mencapai babak play-off promosi lagi, kali ini mengalahkan Murcia 2-1 untuk mendapatkan promosi ke La Liga untuk pertama kalinya dalam sejarah tim.

Musim pertama di papan atas melihat klub finis di urutan keempat. Namun, klub tersebut menolak dalam beberapa musim berikutnya, finis di urutan kesembilan, ke-12 dan, pada 1944-45 , 14, mengakibatkan degradasi. Promosi instan dicapai pada tahun berikutnya, namun Dépor terdegradasi lagi pada akhir musim 1946-47 . Meskipun demikian, tim memperoleh promosi instan pada tahun 1947-48 .

Dasawarsa ini melihat pintu masuk Depor ke papan atas, sehingga klub memutuskan untuk membangun tanah baru, Riazor , yang tetap menjadi rumah mereka hari ini. Itu dibuka pada 28 Oktober 1944 dengan pertandingan liga melawan Valencia . Di era ini, pemain kunci tim adalah Juan Acuña , kiper klub. "Xanetas", seperti yang diketahui oleh penduduk setempat, memperoleh empat trofi Zamora antara tahun 1942 dan 1951, membuatnya menjadi penjaga kedua yang paling banyak didekorasi di liga Spanyol.

Klub tersebut mengakhiri musim 1948-49 di tempat kesepuluh. Musim berikutnya akan melihat prestasi besar pertama mereka di liga-Dépor selesai sebagai runner-up hanya satu poin di belakang Atlético Madrid dibawah manajemen Alejandro Scopelli dari Argentina , yang membawa ke klub sekelompok pemain Amerika Selatan seperti Julio Corcuera, Oswaldo García, Rafael Franco dan Dagoberto Moll , grup yang membuat tim lebih kompetitif dan mampu mempertahankan status penerbangan papan atas selama sembilan musim berturut-turut hingga 1957.

 Ini adalah periode yang bagus bagi klub, karena manajer terhormat seperti Helenio Herrera dan pemain sebagai Pahiñodan Luis Suárez setempat.(satu-satunya pemain Spanyol yang menerima kehormatan Golden Ball ) bermain di Riazor.

Setelah sembilan musim sepakbola lapis pertama di Spanyol, tim tersebut diturunkan ke Divisi Segunda pada tahun 1957 dan tinggal di sana selama lima musim sampai tahun 1962, saat mereka dipromosikan ke papan atas. Ini memulai era yo-yo yang membuat klub dikenal sebagai "tim lift" -romosi dicapai pada tahun 1962, 1964, 1966, 1968 dan 1971, namun degradasi berikutnya terjadi pada tahun 1963, 1965, 1967, 1970 dan 1973.

Dépor memiliki salah satu sistem pemuda terbaik saat ini di Spanyol, karena anak muda termasuk Amancio Amaro , Severino Reija , José Luis Veloso dan Jaime Blanco memulai karir mereka di Riazor, di masa depan untuk menjadi perlengkapan reguler di tim nasional Spanyol.

Masih banyak lagi, termasuk Luis Suárez, kemudian bermain untuk klub besar di Spanyol dan Eropa. Namun, situasi keuangan klub yang sulit menyebabkan penjualan paksa para pemain ini, dan tim tersebut tidak dapat mengkonsolidasikan diri mereka di papan atas. Era "yo-yo" ini berakhir dengan degradasi dari Primera División pada tahun 1973 .

Setelah terdegradasi pada tahun 1973, tim tersebut berjuang di Divisi Kedua, gagal untuk menghindari degradasi lain dan jatuh ke tingkat ketiga ( Tercera División ) untuk pertama kalinya dalam sejarah mereka. Namun, Dépor mendapatkan promosi instan dan membangun diri mereka di tingkat kedua selama sisa dekade ini.

Pada tahun 1980 , Dépor kembali terdegradasi ke Segunda División B yang baru dibuat , lapis ketiga, lagi untuk kedua kalinya dalam sejarah mereka. Sekali lagi, bagaimanapun, penurunan itu berumur pendek karena tim memperoleh promosi di musim berikutnya. Khususnya, Dépor terdegradasi dan dipromosikan bersama saingan berat Celta de Vigo, yang bermain selama musim 1980-81 pertandingan paling banyak ditonton di kelas tiga di Spanyol.

Klub terus bermain di Divisi Kedua, menunjukkan sedikit kesempatan untuk dipromosikan kembali ke papan atas. Pada musim 1987-88 , Dépor berjuang dan hanya menghindari degradasi setelah Vicente Celeiro mencetak gol saat menambah waktu melawan Racing de Santander. di pertandingan terakhir musim ini. Hal ini sering dianggap sebagai akhir dari masa kegelapan klub dan dimulainya era baru.

Selama periode ini, klub sangat terpengaruh oleh kesulitan keuangan dan masalah internal dengan manajer yang dipecat hampir setiap tahun. Pada musim panas 1988, sebuah majelis klub terbuka dan populer memilih dewan direktur baru yang dipimpin oleh Augusto César Lendoiro.

Deportivo memiliki hutang yang diperkirakan mencapai 600 juta peseta , telah berada di luar penerbangan selama 15 tahun dan tidak memiliki struktur yang mapan di tingkat ekonomi dan olahraga.

Arsenio Iglesias , mantan pemain dan manajer, kembali berada di klub pada saat itu dan pada musim 1988-89, Dépor memiliki jangka panjang di Copa del Rey , meski akhirnya jatuh di semifinal ke Real Valladolid . Setahun kemudian, tim berkompetisi dengan sangat baik di liga dan lolos ke babak play-off promosi, namun harapan ditolak lagi, kali ini oleh Tenerife .

Musim 1990-1991 melihat Dépor finis sebagai runner-up, akhirnya berpromosi ke La Liga setelah absen selama 18 tahun. Selain itu, keuangan klub mulai membaik dan dukungan sosial meningkat, terutama untuk kelompok pemuda.

Musim 1991-92 , tim yang kembali ke papan atas, melihat perjuangan Dépor, dan mereka dipaksa untuk ambil bagian dalam pertandingan degradasi, mengalahkan Real Betis dalam putaran dua kaki. Dengan Arsenio Iglesias dalam mantra keempatnya sebagai manajer dan pemain berpengalaman ditambahkan ke samping, termasuk López Rekarte , Paco Liaño , Claudio Barragán , José Luis Ribera , Adolfo Aldana , Donato(kebanyakan veteran adalah mantan pemain tim hebat seperti Real Madrid, Barcelona atau Atlético Madrid), bersama dengan younsters yang menjanjikan seperti pemain lokal Frandan BrasilBebeto dan Mauro Silva , meningkatkan level tim.

The 1992-1993 skuad Deportivo mengalami musim bangkit kembali, menempatkan di posisi teratas sepanjang musim dan akhirnya finish ketiga setelah juara Barcelona dan runner-up Real Madrid, masing-masing, sehingga lolos ke kompetisi Eropa untuk pertama kalinya dalam sejarah mereka.

Tahun itu, klub tersebut juga memberikan pemenang Piala Pichichi La Liga , Bebeto, dan pemenang Zamora Trophy, Paco Liaño. Selain itu, Dépor membuat comeback bersejarah melawan Real Madrid di Riazor, tertinggal 0-2 pada babak pertama namun memenangkan pertandingan 3-2 dan memulai jangka waktu 18 musim ke Los Blancos tanpa mendapat kemenangan di A Coruña.

Pada 1993-94 , Dépor memiliki musim fantastis lainnya, memimpin klasemen untuk sebagian besar tahun ini dan sampai pada pertandingan terakhir di first to face mid-table Valencia, mengetahui kemenangan akan memastikan gelar liga pertama dalam sejarah klub. Pertandingan itu sangat dekat, tapi hampir berakhir, Serer Valencia mendapat penalti di Nando .

Penyerang penalti reguler Donato telah diganti, jadi bek Serbia Miroslav Đukić mengambilnya, namun kiper Valencia González menangkap bola; Deportivo melihat kemungkinan gelar liga mereka ditolak. Setelah frustrasi berlalu, para penggemar tetap mengakui musim yang mengesankan yang dimiliki klub: Paco Liaño meraih trofi Zamora keduanya setelah kebobolan hanya 18 gol dalam 38 pertandingan, dan Dépor berhasil debutnya di kompetisi Eropa., mengalahkan Aalborg BK dan Aston Villanamun kalah dari Eintracht Frankfurt di babak 16 besar.

Musim 1994-95 dimulai dengan manajer Arsenio Iglesias yang menyatakan bahwa dia akan meninggalkan klub setelah akhir tahun, meski Dépor membuat satu lagi kampanye hebat yang diraih lagi sebagai runner-up, kali ini ke Real Madrid. Piala UEFA musim itu membuat Deportivo dipukuli lagi oleh tim Jerman, Borussia Dortmund , meski demikian musim ini masih menyembunyikan kejutan besar bagi klub tersebut. Dépor tampil fantastis di Copa del Rey dan mencapai final untuk pertama kalinya sejarah klub, melawan Valencia.

Pada tanggal 24 Juni 1995 di Madrid 's Santiago Bernabéu, final diratakan 1-1 saat wasit García-Aranda pada menit ke-83 menghentikan pertandingan karena airnya meruntuhkan lapangan setelah terjadi badai yang kuat. Diputuskan bahwa permainan akan dilanjutkan tiga hari kemudian. Tujuh menit keajaiban bagi Depor, karena sundulan dari Alfredo Santaelena , memberi gelar pertama kepada klub mereka.

Tahun 1999-2000 tim Dikelola oleh Javier Irureta , dan dengan pemain seperti Noureddine Naybet , Diego Tristán , Djalminha , Fran, Roy Makaaydan Mauro Silva , tim tersebut akhirnya mendapatkan gelar La Liga pertama mereka, unggul lima poin dari Barcelona dan Valencia.

Dengan judul ini, A Coruña menjadi kota Spanyol terkecil kedua (dengan populasi sekitar 250.000, di belakangnya San Sebastián (rumah Real Sociedad ), yang berpenduduk sekitar 180.000 orang), yang pernah memenangkan La Liga.

Selama periode 12 musim yang berlangsung dari tahun 1992-93 sampai 2003-04, selain memenangkan gelar pada 1999-2000, Deportivo mengakhiri musim empat kali di tempat kedua dan empat kali di tempat ketiga, mengikuti UEFA Champions League lima tahun berturut-turut dan mencapai semifinal sekali, pada tahun 2004 , di mana mereka kalah dari pemenang akhirnya Porto .

Pada tanggal 8 September 2001, Deportivo memainkan game ke-1.000 di La Liga. Pada tahun 2002, mereka memenangkan Copa del Rey untuk kedua kalinya dengan kemenangan 2-1 hebat melawan Real Madrid. Pertandingan ini biasa dikenal di Spanyol sebagai Centenariazo.

Lawan Deportivo yang terkenal diharapkan untuk memenangkan final dengan nyaman karena mereka dijuluki Galácticosdan merupakan salah satu tim terkuat di Eropa pada saat itu. Selain itu, final dimainkan di rumah mereka, Santiago Bernabeu.

Semuanya dipersiapkan sehingga setelah kemenangan yang diharapkan, Madrid bisa merayakan ulang tahun ke 100 mereka pada peringatan 100 tahun Copa del Rey dengan mengangkat trofi di depan fans mereka sendiri. Real Madrid memang didirikan tepat 100 tahun ke hari pada tanggal 6 Maret 1902, meski Deportivo manja pesta dengan kemenangan 1-2 dengan gol dari Sergio dan Diego Tristán.

Periode Deportivo di papan atas berakhir karena mereka terdegradasi setelah menyelesaikan 18 di 2010-11 . Pada bulan Juli 2015, bagaimanapun, terungkap bahwa di babak final pertandingan untuk musim itu, Levante dan Real Zaragoza terlibat dalam skandal pengaturan pertandingan yang memastikan bahwa yang terakhir menang 2-1 di turnamen tersebut. Estadi Ciutat de València dan tetap tinggal di divisi dengan mengorbankan Deportivo, yang kalah 0-2 di kandang Valencia.

Pada musim 2011-12 , Deportivo segera kembali ke papan atas, menghabiskan setengah dari puncak musim liga. Lassad Nouioui adalah pencetak gol terbanyak dengan 14 gol, Andrés Guardado sebagai asisten puncak dan Álex Bergantiños satu-satunya pemain yang berpartisipasi dalam semua pertandingan liga. Mereka mengumpulkan tangkapan Segunda División sebesar 91 poin dan selesai di posisi pertama.

Pada musim 2012-13 , Deportivo berada di urutan ke-19 setelah melakukan turbulensi di bawah tiga manajer berbeda, dan sekali lagi diturunkan ke Divisi Segunda. Deportivo, yang kedua di musim 2013-14 , menjamin promosi ke papan atas untuk kedua kalinya dalam tiga tahun. Kampanye 2014-15 yang kurang mengesankan kembali di divisi teratas dengan skuad yang terputus-putus menampilkan beberapa pertunjukan yang sangat buruk di lapangan di bawah manajer baru Víctor Fernández, termasuk kekalahan 2-8 yang memalukan di kandang Real Madrid.

Ini sangat mengecewakan mengingat 18 laga kandang tak terkalahkan yang mengesankan antara tahun 1992-93 dan 2010-11 di Riazor melawan Madrid, sebuah prestasi yang tidak dapat dicapai tim lain dalam sejarah sepak bola Spanyol. Deportivo akhirnya mengakhiri musim di tempat ke-16 dan menghindari degradasi setelah menunjuk mantan pemain Víctor Sánchez sebagai manajer untuk delapan pertandingan tersisa musim ini, pada 9 April 2015.

Dengan Víctor Sánchez sebagai manajer baru, Deportivo membuat perubahan untuk musim baru . Dengan penambahan pemain baru Alejandro Arribas , Fernando Navarro , Pedro Mosquera dan Fayçal Fajr , Deportivo memulai musim ini dengan hasil imbang 0-0 melawan Real Sociedad dan pada posisi kesembilan dari tabel liga.

Pada tanggal 28 November 2015, dengan kemenangan 2-0 melawan Las Palmas , Deportivo berada di tempat kelima setelah awal yang mengesankan. Namun, setelah paruh kedua bencana musim ini yang diendapkan oleh kekalahan 0-3 di kandang terhadap CD Mirandés yang rendah. di Copa del Rey, Deportivo hanya memenangkan 2 pertandingan dari 22 berikutnya dan hanya memastikan keabadian mereka di pertandingan kedua terakhir musim ini. Manajer dipecat pada 29 Mei 2016 setelah beberapa insiden kerusuhan pemain di dalam skuad.

STADION UTAMA DEPORTIVO FC


Deportivo telah memainkan pertandingan kandang mereka di Riazor berkapasitas 34.600 sejak 1944, saat stadion tersebut dibangun. Kit rumah tradisional mereka terdiri dari kemeja bergaris biru dan putih dengan celana pendek dan kaus kaki biru. Klub ini memiliki persaingan lama dengan lawan-lawan nasional Celta de Vigo , dan pertandingan antara kedua belah pihak dikenal sebagai derby Galicia .

Meskipun stadion telah menyelenggarakan pertandingan kandang untuk Deportivo sejak didirikan pada tahun 1906, baru pada tahun 1944 fasilitas penting seperti stan dan ruang ganti dipasang.

Tahun itu, stadion tersebut secara resmi diadopsi sebagai tempat Deportivo. Pertandingan pembuka melawan Valencia CF pada 28 Oktober 1944, yang melihat Depor kalah 3-2.

Stadion ini direnovasi pada waktunya untuk menjadi tuan rumah tiga pertandingan pada putaran final Piala Dunia FIFA 1982 . Juga, aset ini membuat Riazor menguntungkan final Copa del Rey antara Real Madrid dan RCD Espanyol pada 1947, yang melihat sisi ibukota mengklaim gelar juara kesembilan mereka.

Pada tanggal 29 Juni 2017, stadion tersebut dinamai sebagai Abanca-Riazor setelah menandatangani perjanjian sponsor antara Abanca dan Deportivo de La Coruña sampai 2025. 

Sejarah Berdirinya Tim Sepakbola Deportivo FC, Klub Spanyol

Athletic Club Bilbao adalah sebuah tim sepak bola Spanyol. Berbasis di Bilbao, Basque Country. Tim ini didirikan tahun 1898 oleh para pelaut Inggris dari Southampton, hal ini berpengaruh pada warna jersey Athletic Club.


Athletic Club Bilbao bagi masyarakat Basque adalah sebuah icon representasi identitas politik dan budaya mereka. Pada masa Raja Alfonso, Athletic Club Bilbao dianggap sebagai klub yang dekat dengan pemberontakan, karena kuatnya pengaruh ideologis tokoh nasionalis Basque, Sabino Arana, pendiri Partai Nasional Basque oleh karena itu, Athletic Club Bilbao tidak diberikan logo mahkota dan embel-embel nama realoleh pihak Kerajaan Spanyol.

Dimasa Republik Spanyol Kedua, salah satu mantan pemain mereka, Jose Antonio Aguirrediangkat menjadi Lehendakari (presiden wilayah - setingkat gubernur, tetapi punya kewenangan seperti presiden) oleh Pemerintah Spanyol saat itu.

Saat pecah Perang Saudara Spanyol, Lehendakari Aguirre memihak kepada Loyalis Republik dalam menghadapi Pasukan Nasionalis pimpinan Jenderal Francesco Franco. Imbasnya adalah saat Perang Saudara berakhir, dan kelompok Nasionalis memenangkan perang, Jenderal Franco naik sebagai pemimpin Spanyol, hal ini berimbas pada eksistensi Etnis Basque, termasuk Athletic Club Bilbao, yang mengalami penindasan dengan diwajibkan mengganti lambang dan nama menjadi Atletico Bilbao.

Penindasan selama dibawah kekuasaan Franco, menjadikan Athletic Club Bilbao memiliki hubungan dengan kelompok teroris separatis Basque, Euskadi Ta Askatasuna(ETA)meskipun beberapa kelompok suporter tidak sepenuhnya mendukung ETA.

Bersama tim Real Madrid dan FC Barcelona, tim Athletic Bilbao dijuluki sebagai tim yang tak pernah degradasi", serta tim yang memiliki banyak pemain lokal berbakat. Gelar yang pernah diraih ialah 8 juara La Liga. Klub ini memainkan pertandingan kandangnya di Stadion San Mamés yang berkapasitas 39.750 penonton.

SEJARAH KLUB ATHLETIC BILBAO

Sepak bola diperkenalkan ke Bilbao oleh dua kelompok pemain yang berbeda, keduanya dengan koneksi Inggris; Pekerja baja dan galangan Inggris dan mahasiswa Basque kembali dari sekolah-sekolah di Inggris.

Pada akhir abad ke-19, Bilbao merupakan pelabuhan utama kawasan industri penting dengan tambang besi dan galangan kapal terdekat. Itu adalah kekuatan pendorong ekonomi Spanyol dan akibatnya menarik banyak pekerja migran. Di antara mereka adalah penambang dari utara-timur Inggris, dan pekerja kapal dari Southampton , Portsmouth dan Sunderland.

Para pekerja Inggris membawa serta mereka (seperti banyak bagian lain dunia) dalam permainan sepak bola. Pada awal 1890-an, para pekerja ini berkumpul dan terbentukBilbao Football Club .

Sementara itu, anak-anak kelas berpendidikan Basque telah melakukan perjalanan yang berlawanan dan pergi ke Inggris untuk menyelesaikan studi mereka dalam teknik sipil dan perdagangan. Sementara di Inggris, para siswa ini tertarik pada sepak bola dan saat mereka kembali ke Bilbao, mereka mulai mengatur permainan dengan pekerja Inggris.

Pada tahun 1898, mahasiswa milik Gimnasium Zamacois mendirikan Athletic Club , menggunakan ejaan bahasa Inggris. Pada tahun 1901, sebuah pertemuan diadakan di Café García, yang menetapkan peraturan dan peraturan yang lebih formal. Pada tahun 1902, dua klub Bilbao membentuk tim gabungan, yang dikenal sebagai Bizcaya , di Copa del Rey pertama.

Mereka kembali bersama trofi setelah mengalahkan Barcelonadi final Hal ini akan menyebabkan penggabungan akhirnya kedua klub sebagai Athletic Club pada tahun 1903. Pada tahun yang sama, siswa Basque juga membentuk Athletic Club Madrid ; Klub ini kemudian berkembang menjadi Atlético Madrid . Tanggal dasar klub adalah topik perdebatan di kalangan sejarawan sepak bola. Klub itu sendiri mendeklarasikan tahun 1898, namun yang lain mengklaim 1901 atau 1903 sebagai tahun pendiri sejati.

COPA DEL REY

Klub ini tampil menonjol di awal kompetisi Copa del Rey. Setelah kemenangan perdanaoleh Club Bizcaya , Athletic Bilbao yang baru dibentuk memenangkannya lagi di tahun 1903. Pada tahun 1904, mereka dinyatakan sebagai pemenang setelah lawan mereka, Club Español de Madrid , gagal tampil.

Pada tahun 1907, mereka menghidupkan kembali nama Club Vizcaya setelah memasuki tim gabungan dengan Union Vizcaino . Setelah jeda sebentar, mereka memenangkan kompetisi lagi pada tahun 1911 dan kemudian memenangkannya tiga kali berturut-turut antara tahun 1914 dan 1916.

Bintang tim ini adalah Pichichi , pencetak gol produktif yang mencetak gol pertama di turnamen tersebutStadion San Mamés pada tanggal 21 Agustus 1913 dan hat-trick di final 1915, sebelum meninggal berusia 29 tahun 1922. Hari ini, pencetak gol terbanyak La Liga dinyatakan sebagai Pichichi untuk menghormatinya.

Athletic bukan satu-satunya tim Basque yang tampil di skuad 1920. Klub lain seperti Real Unión , Arenas Club de Getxo dan Real Sociedad juga menyediakan pemain. Keempat klub ini adalah anggota pendiri La Liga pada tahun 1928 dan pada tahun 1930 mereka bergabung dengan CD Alavés . Ini berarti bahwa lima dari sepuluh klub di Primera División liga nasional Spanyol berasal dari Basque Country. Pepatah " Conceera y afición, no hace falta importación ", diterjemahkan sebagai "Dengan tim dan pendukung rumah, tidak ada kebutuhan untuk impor", masuk akal selama hari-hari awal ini.

Pada tahun 1921, pelatih Inggris baru, Fred Pentland , tiba dari Racing de Santander . Pada tahun 1923, ia memimpin klub tersebut meraih kemenangan di Copa del Rey. Dia merevolusi cara bermain Athletic, mendukung permainan yang berlangsung singkat. Pada tahun 1927, ia meninggalkan Athletic dan melatih Athletic Madrid , Real Oviedo dan tim nasional Spanyol.

Pada tahun 1929, ia bergabung kembali dengan Athletic dan kemudian memimpin klub tersebut ke La Liga / Copa del Rey pada tahun 1930 dan 1931. Klub tersebut memenangkan Copa del Rey empat kali berturut-turut antara tahun 1930 dan 1933 dan mereka juga merupakan runner-up La Liga di 1932 dan 1933. Pada tahun 1931, Athletic juga mengalahkan Barcelona 12-1, kekalahan terakhir yang pernah terjadi.

JUDUL LIGA DI BAWAH GARBUTT

Kesuksesan Athletic di bawah pelatih Inggris berlanjut dengan kedatangan William Garbuttdari Napoli yang berhasil mencapai tiga besar di Serie A Italia di bawah komandonya untuk pertama kalinya dalam sejarah klub pada 1932-1933 dan lagi pada 1933-34 .

Dia sebelumnya memenangkan scudetto tiga kali bersama Genoa dan sebagai hasilnya tiba di Spanyol pada tahun 1935 sebagai pelatih yang dihormati, meskipun reputasinya tidak ada di negara asalnya, Inggris. Musim pertamanya di Spanyol sukses besar saat ia berhasil memenangkan Liga tahun itu.

Dia mewarisi skuad berbakat yang termasuk strikerGuillermo Gorostiza , pencetak gol terbanyak La Liga pada tahun 1930 dan 1932, dan Bata , pencetak gol terbanyak pada tahun 1931. Tahun sebelum penunjukan Garbutt tidak berhasil bagi klub tersebut; mereka hanya berhasil finis keempat (pada 1934-35 ) meski telah menjadi pemenang 1933-34 .

Garbutt mengatur tentang bagaimana melakukan Athletic yang sudah kuat, yang melibatkan mempromosikan Ángel Zubietamuda ke tim utama, seorang pemain yang pada usia 17 tahun kemudian menjadi pemain termuda yang pernah bermain untuk tim nasional Spanyol pada saat itu.

Pertandingan Garbutt yang pertama adalah undian 3-3 di Oviedo pada 10 November 1935, namun ia mengikuti akhir pekan depan dengan kemenangan 7-0 atas Betis Balompié , yang merupakan juara bertahan. Keberhasilan Garbutt berlanjut dengan kemenangan 1-0 atas Real Madridpada tanggal 12 Januari 1936, sebuah kemenangan signifikan karena kedua tim bermain "kucing dan tikus" selama beberapa minggu berikutnya dalam perlombaan untuk mendapatkan gelar tersebut.

Pada pertandingan terakhir musim ini, gelar tersebut diputuskan saat Athletic mengalahkan Oviedo 2-0 di kandang sendiri pada 19 April 1936, memenangi gelar dua poin dari Real Madrid. Hal ini menandai kembalinya kesuksesan untuk Athletic Club dalam satu musim yang membawa mereka meraih gelar keempat mereka, dan di mana Bata adalah pencetak gol terbanyak kedua dengan 21 gol.

Pada bulan Juli 1936, hanya tiga bulan setelah akhir musim, sepak bola terhenti karena pecahnya Perang Saudara Spanyol . Liga tidak restart sampai musim 1939-40 . Athletic Club tidak memenangkan gelar lagi sampai 1943dan saat itu Garbutt telah diasingkan oleh fasis Mussolini di Italia setelah kembali ke pelatih Genoa di Serie A.

BERGANTI NAMA

Pada tahun 1941, klub berganti nama menjadi Atlético Bilbao , menyusul keputusan yang dikeluarkan oleh Franco , yang melarang penggunaan nama bahasa non-Spanyol dan menghapus kebijakan hanya membiarkan pemain kelahiran Basque dalam tim (lihat asal-usul " peraturan nenek moyang "). Tahun yang sama juga melihat Telmo Zarramelakukan debutnya.

Selama 13 musim berikutnya, ia melanjutkan untuk mencetak 294 gol di semua kompetisi untuk Atlético, ditambah 20 gol internasional lainnya untuk Spanyol dalam banyak pertandingan. 38 golnya di musim 1950-51 berdiri sebagai catatan selama 60 tahun sebelum akhirnya dipecahkan oleh Cristiano Ronaldo dari Real Madrid . Pemain hebat lainnya dari era ini adalah José Luis Panizo .

Pada tahun 1943 , klub tersebut memenangkan dua kali Liga dan Copa del Generalisimo (nama baru Copa del Rey) dan mereka kemudian mempertahankan Copa di tahun 1944 dan 1945 . Pada awal 1950-an, klub ini menampilkan garis depan legendaris Zarra, Panizo, Rafa Iriondo , Venancio dan Agustín Gaínza.

Mereka membantu klub tersebut memenangkan Copa del Generalisimo lainnya pada tahun 1950 . Kedatangan pelatih Ferdinand Daučíkmemperbaiki nasib klub lebih jauh. Dia memimpin tim ke ganda lainnya pada tahun 1956 dan untuk melanjutkan kemenangan Copa del Generalisimo pada tahun 1955 dan 1958. Pada tahun 1956 klub juga melakukan debut mereka di Piala Eropa , akhirnya tersingkir oleh Manchester United .

Apa yang membantu klub sukses di tahun 1930an, 1940an dan 1950an adalah batasan ketat yang dikenakan pada pemain asing. Dalam kebanyakan kasus, klub hanya bisa memiliki tiga pemain asing di skuadnya, yang berarti bahwa setidaknya delapan pemain lokal harus bermain di setiap pertandingan.

Sementara Real Madrid dan Barcelona mengelak dari peraturan ini dengan memainkan warga ganda seperti Alfredo Di Stefano , Ferenc Puskás , José Santamariadan Ladislao Kubala , Atlético menganut kebijakan cantera mereka secara ketat , menunjukkan fleksibilitas sedikit atau tidak ada sama sekali.

Tahun 1960an, bagaimanapun, didominasi oleh Real Madrid, dan Atlético hanya memiliki satu kemenangan Copa del Rey pada tahun 1969. Seperti tim internasional, klub tersebut telah menggunakan "peraturan nenek moyang", yang memungkinkan perekrutan beberapa pemain keturunan Basque. Hal ini memungkinkan Armando Merodio yang lahir di Barcelona untuk bermain untuk klub.

Namun, selama tahun 1960an, pemain lain seperti Jesús María Pereda , Miguel Jonesdan José Eulogio Gárate diabaikan. Meskipun tidak satu pun dari mereka adalah Basque sejak lahir, ketiganya tumbuh di Basque Country dan dapat diklasifikasikan sebagai Basque yang dinaturalisasi; Gárate bahkan memiliki orang tua Basque. Pada catatan positif, tahun 1960-an melihat kemunculan legenda klub José Ángel Iribar .

Tahun 1970-an tidak jauh lebih baik, dengan hanya satu Copa del Rey yang menang pada 1973 . Pada bulan Desember 1976, sebelum pertandingan melawan Real Sociedad, kapten Iribar dan Sociedad Inaxio Kortabarriamembawa Ikurriña , bendera Basque, dan menempatkannya secara seremonial di lingkaran tengah - ini adalah tampilan publik pertama dari bendera sejak kematian Francisco Franco .

Pada tahun 1977, klub mencapai final dari Piala UEFA , hanya kalah gol tandang ke Juventus . Pada saat itu rezim Franco juga berakhir dan klub tersebut kembali menggunakan nama Athletic .

ATHLETIC BILBAO ERA FERNÁNDEZ

Salah satu pelatih Athletic yang paling sukses sejak masa jabatan Clemente adalah Luis Fernández , diangkat pada tahun 1996. Pada tahun 1998, dia memimpin klub tersebut ke posisi kedua dalam kualifikasi La Liga dan UEFA Champions League .

Fernández mendapat manfaat dari klub tersebut mengadopsi pendekatan yang lebih fleksibel terhadap cantera. Sekarang siapa pun bisa bermain untuk Athletic, asalkan mereka memperoleh keahlian mereka di Basque Country.

Dengan demikian, Patxi Ferreira dari Salamanca dan Biurrun , pemain kelahiran Brasil yang berimigrasi ke wilayah tersebut pada usia muda, bermain untuk klub tersebut pada akhir 1980an. Terlepas dari pendekatan baru ini, definisi mereka tentang Basque masih terbuka untuk ditafsirkan, baik dengan Roberto López Ufarte danBenjamín diabaikan meskipun memiliki orang tua Basque.

Fernández menandatangani Bixente Lizarazu(Basque kelahiran Prancis pertama yang bergabung dengan klub), Ismael Urzaiz(dari Tudela di Navarre selatan namun dilatih di akademi La Fabrica Real Madrid ), dan José Mari García dan Santiago Ezquerro(Osasuna lulusan pemuda yang lahir di La Rioja ).

Athletic juga mulai merekrut pemain dari cantanyol klub Basque lainnya, yang menyebabkan tuduhan perburuan liar. Pada tahun 1995, Athletic menandatangani Joseba Etxeberria dari rival regional Real Sociedad, yang menyebabkan perasaan buruk antara kedua klub.

Meskipun Lizarazu pergi setelah satu musim, Urzaiz, José Mari dan Etxeberria adalah anggota penting dari skuad 1997-98, bersama Rafael Rafael Ferorte , Ferreira dan pendukung reguler Julen Guerrero .

STADION UTAMA ATHLETIC BILBAO


Athletic Bilbao bermain di Stadion San Mamés, Stadium ini diresmikan pada 16 September 2013, 102 hari setelah pertandingan terakhir di stadion tua. Saat itu kapasitas resmi dari arena yang diupayakan sebagian adalah 35.686.

Pertandingan pertama adalah pertandingan liga yang dimainkan pada pukul 22:00 antara host Athletic Club dan Celta Vigo, yang tim lokal menang 3-2. Kerumunan 33.000 orang hadir. Perbedaan menjadi pencetak gol pertama di stadion pergi ke Charles Celta , sementara pencetak gol Athletic pertama adalah Mikel San Josébeberapa menit kemudian.

Sebelum pertandingan, kapten masing-masing tim grup usia klub, kapten klub Carlos Gurpegui dan presiden Josu Urrutia ambil bagian dalam presentasi singkat disertai tarian Aurresku tradisional.

Pertandingan Celta adalah pertandingan kedua Athletic di musim itu . Sebagai stadion baru tidak cukup siap, pertandingan pembuka mereka dalam kampanye (kemenangan 2-0 atas Osasuna ) dimainkan di Anoeta di Donostia-San Sebastián , rumah rival Real Sociedad .

Sejarah Terbentuknya Tim Sepakbola Athletic Bilbao FC, Klub Spanyol

Espanyol de Barcelona atau biasa dikenal dengan sebutan RCD Espanyol, merupakan sebuah klub olahraga termasuk sepak bola pria maupun wanita yang berbasis di Barcelona, Spanyol. Klub ini terkenal karena tim sepakbolanya.


Espanyol bermarkas pusat di Estadi Cornella-El Prat dengan kapasitas 40.500 kursi untuk penonton. Stadion tersebut menjadi tempat bermain kandangnya Espanyol sejak 2 Agustus 2009. Espanyol sebelumnya bermain di Estadi Olimpic Lluís Companys yang pernah menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Panas 1992, dan Estadi de Sarria, yang menjadi tuan rumah FIFA Piala Dunia 1982.

Espanyol didirikan pada 28 Oktober 1900 oleh Ángel Rodríguez, seorang mahasiswa teknik di University of Barcelona. Markas pertama klub tersebut berada di distrik elit Sarria yang pada awalnya dikenal sebagai Sociedad Española de Football. Satu tahun kemudian, klub berganti nama ke Club de Fútbol Español. Espanyol adalah klub pertama di Spanyol yang dibentuk secara eksklusif oleh fans Spanyol.

Awalnya Espanyol bermain dengan kostum kandang berwarna kuning cerah, dengan warna celana pendek putih yang berasal dari kain sisa industri, untuk setiap pemain individu. Seorang teman dari pendiri klub ini memiliki bisnis tekstil dan kebetulan memiliki banyak bahan kuning yang tersisa dari pekerjaannya.

Pada tahun 1910, klub berganti nama ke Club Deportivo Español dan memilih warna garis-garis biru dan putih sebagai warna atasan dan sebagai warna utama dari lencana klub. Biru dan putih dipilih sebagai bentuk penghormatan kepada warna yang ada pada perisai Sisilia-Aragon Roger Laksamana de Lluria yang berlayar di Mediterania melindungi kepentingan Kerajaan Aragon di Abad Pertengahan.

Hingga sekarang klub ini telah berhasil memenangkan banyak kemenangan diantaranya empat kali juara Coppa del Rey dari 75 musim kehadirannya di La Liga, runner-up dua kali di UEFA Cup dari 7 kali partisipasi, dan diawali dengan juara Campionat de Catalunya pada tahun 1903.
Panggilan : Periquitos (Parakeets), Blanquiblaus (White and Blues), Mágico (Magic).

STADION ESPANYOL FC


Stadion Cornella-El Prat (Bahasa Katalan: [əsˈtaði kurnəˈʎa əɫ ˈpɾat]) adalah stadion sepak bola yang terletak di pinggiran Cornellà de Llobregat, dekat Barcelona, Katalonia, Spanyol.

Stadion ini adalah kandang dari klub sepak bola RCD Espanyol menggantikan Stadion Olimpiade Lluís Companys dan merupakan stadion kedelapan dalam sejarah klub. Stadion ini memiliki kapasitas 40,500 tempat duduk.

Pembangunan stadion ini membutuhkan waktu tiga tahun dengan biaya sekitar 60 juta euro dan selesai pada musim panas tahun 2009.

Sejarah Terbentuknya Espanyol Football Club, Tim Spanyol

Atlético de Madrid memiliki sejarah yang berhubungan dengan Athletic Club Bilbao. Pada 1903 Atlético Madrid didirikan oleh pelajar dan mahasiswa dari Basque Countryyang merantau di Kota Madrid, klub ini kemudian berpisah dari induknya di Bilbao pada 1920 dan memiliki nama Athletic Madrid. Maka tak heran jika lambang dan jersey Atlético Madrid dengan Athletic Club Bilbao memiliki desain yang sama.


Pada masa Perang Saudara 1936–1939, atas perintah Jenderal Francesco Franco, Athletic Madrid yang berisi orang-orang Basque diakuisisi oleh rezim dan di likuidasi dengan klub sepakbola milik Angkatan Udara Spanyol, Athletic Aviacion de Madrid. Pada 1940 akhirnya secara resmi mengganti nama menjadi Atlético de Madrid.

Los Colchoneros memang kalah di turnamen regional tersebut namun mereka akhirnya memutus hubungan dengan klub Basque dan berdiri sebagai klub sepakbola mandiri.

Antara 1920 dan 1930an, Atletico dibesut pelatih Inggris Fred Pentland yang dijuluki 'El Bombin' berkat topi bundar yang selalu dikenakan dan hingga detik ini dia masih berstatus pelatih paling sukses sepanjang sejarah klub dengan dua gelar La Liga plus lima Copa del Rey.

Periode 1947-1977 merupakan era keemasan Los Cholconeros. Atletico menyambar enam gelar La Liga dan lima Copa del Rey melengkapi satu gelar Winners Cup pada 1962 dengan menaklukkan Fiorentina 3-0 di laga ulangan.

Pada 1966 markas Atletico berganti nama dari stadion Manzanare menjadi nama mantan presiden klub, Vicente Calderon. Pada tahun 1974 mereka sanggup melaju ke partai final Piala Eropa namun kalah empat gol tanpa balas di hadapan raksasa Bavaria, melalui laga ulangan.

Sebelum bergantinya milenium, Atletico sempat dua kali mencicipi Segunda namun kemunculan Diego Simeone pada Desember 2011, bisa dikatakan sebagai awal baru kesuksesan.

Juru taktik asal Argentina ini mengantarkan Los Rojiblancos ke tangga juara Liga Europa, Piala Super Eropa dan Copa del Rey termasuk melaju ke empat besar Liga Champions musim ini dengan potensi lolos ke partai final sekaligus mengakhiri dahaga puasa gelar La Liga yang kali terakhir direngkuh pada 1995/96.

STADION UTAMA ATLETICO MADRID


Estadio Wanda Metropolitano, sebelumnya dikenal sebagai Estadio de La Peineta, adalah sebuah stadion yang terletak di Madrid, Spanyol. Stadion ini menjadi kandang bagi Atlético Madrid sejak awal musim 2017–18.

Stadion ini terletak di lingkungan Rosas, distrik San Blas-Canillejas. Stadion ini dibuka pada 6 September 1994 oleh Pemerintah Wilayah Otonom Madrid. Stadion ini memiliki kapasitas 20.000 penonton sebelum penutupan dan dibuka kembali dengan kapasitas 68.000. Karena regulasi sponsor UEFA, stadion ini disebut sebagai Estadio Metropolitano dalam pertandingan resmi UEFA.

Pada awal dekade 1990-an, Dewan Olahraga Madrid mempromosikan penawaran kota tersebut untuk menjadi tuan rumah Kejuaraan Dunia Atletik pada tahun 1997, yang salah satu persiapannya adalah membangun sebuah stadion Olimpiade di bagian timur kota Madrid.

Pembangunan stadion baru diluncurkan pada tahun 1990 berdasarkan usulan desau oleh Cruz y Ortiz. Pembangunan rampung pada tahun 1993, sementara pembukaan stadion dilakukan pada September 1994. Stadion ini menjadi populer dengan sebutan La Peineta yang berarti sisir, karena kemiripannya dengan sisir rambut tradisional.

Penyelenggaraan Kejuaraan Dunia Atletik 1997 akhirnya diberikan kepada Athena, setelah itu La Peineta digunakan untuk acara-acara olaharaga dan budaya ukuran kecil.

STADION BARU

Pada 2004, stadion ini untuk proyek persiapan penawaran Madrid sebagai tuan rumah Olimpiade 2016. Setelah kekalahan usulan Madrid pada tahun 2009, banyak proposal dibuat mengenai penggunaan stadion ini. Pada 11 September 2013, Atlético Madrid mengumumkan bahwa klub akan membangun stadion baru di lokasi La Peineta. Hak milik stadion dipindahkan secara resmi ke pihak klub.

Stadion bary akan menggantikan Stadion Vicente Calderón sebagai lokasi pertandingan kandang Atletico sejak awal musim 2017–18. Pada 9 Desember 2016, klub mengumumkan bahwa stadion baru akan diberi nama Wanda Metropolitano - Wandauntuk alasan sponsor dan Metropolitano diambil dari nama stadion lama Atlético sebelum Vicente Calderón.

Sejarah Terbentuknya Atletico Madrid Football Club, Tim Spanyol

Pada tahun 1907, sekelompok pelajar akademi militer dan fakultas kedokteran dari Escuela Politécnica, secara resma mendirikan Sevilla Balompié. Cikal bakal tim ini berawal pada tahun 1904 di mana kelompok pelajar ini telah mulai bermain sepak bola secara berkala.


Para pemain awal tim ini berasal dari beberapa keluarga antara lain: keluarga Hermosa, Wesolousky, Castillo, Cáscales dan Gutiérrez dan mereka menggunakan kostum berwarna biru-putih. Presiden pertama dari klub adalah Juan del Castillo Ochoa dan kapten kesebelasan pertama –yang juga merangkap sebagai pelatih, pada tahun 1914, adalah Manuel Ramos Asencio. Pada tahun-tahun awal klub ini mengalami beberapa kali pergantian markas dari calle Alfonso XII (1907-1909), ke Federico de Castro (1910-1911) dan kemudian ke Jerónimo Hernández (1912-1914).

Nama kesebelasan yang dipilih oleh anak-anak muda ini menggambarkan ide mereka yang ingin menentang pengaruh sepak bola Inggris: “Sevilla BALOMPIÉ” (setelah sebelumnya bernama, “España Balompié”). Klub ini terdaftar secara resma sebagai statu organisasi pada tanggal 1 Februari 1909.

Tidak lama setelah itu, “Balompié” berhasil menjadi tim pertama yang menjuarai Piala Sevilla pada tahun 1910, dan merupakan juara bertahan sampai tahun 1913. Tim ini juga berpartisipasi kompetisi Piala Andalusia yang dimulai pada tahun 1910 dan diundang untuk mengikuti Piala Spanyol, namun berhalangan karena keterbatasan dana.

Pada tahun 1914 tim Balompié kembali meraih gelar Juara Sevilla dan mengubah namanya dari “Sevilla Balompié” menjadi “Real Betis Balompié”, setelah bergabung dengan Betis Foot-ball Club, yang secara resma telah mendapat gelar nama “Real” dari kerajaan Spanyol. Seperti telah disebutkan, Betis Foot-ball Club yang berdiri pada tahun 1909 telah dibubarkan pada tahun 1913 dan dibentuk kembali pada tahun berikutnya oleh keluarga Borbolla, dan mendapat gelar kehormatan dari Raja Spanyol, Alfonso XIII.

Pada tanggal 6 Desember 1914, dewan pimpinan Sevilla Balompié, dan dua hari kemudian, dewan pimpinan Betis Foot-ball Club, menyetujui penggabungan kedua klub.

Pada bulan Agustus 1915, Gubernur Sevilla, Severo Núñez, meresmikan status dan perubahan nama klub, dari "Sevilla" Balompiémenjadi "Real Betis" Balompié (apunte nº 283 página 36 del Libro de Gobierno del Registro Civil: enmienda y nota al margen).

Di luar masalah hukum, dari segi teknis, penggabungan ini juga berarti perubahan bagi para pemain dan gelar-gelar juara yang telah diraih klub Balompié. Lapangan bermain yang semula berada di El Campo de las Tablas Verdes berpindah ke Prado de San Sebastián. Betis FC menyumbangkan gelar “Real” untuk penggabungan ini.

Sampai tahun tiga puluhan, klub baru sebagai hasil penggabungan Sevilla Balompié dan Betis Foot-Ball Club ini, tetap terkenal dengan nama “el Balompié” dengan pendukungnya yang disebut “los balompedistas” . Baru pada periode tahun empat pululan namanya populernya berubah menjadi "Betis" dengan pendukungnya disebut "béticos", hingga saat ini.

Sebagian bekas pendukung Betis Foot-ball Club yang tidak menyetujui penggabungan ini, dengan dimotori oleh Antonio Gutiérrez y Rafael García de la Borbolla, mencoba mendirikan kembali Betis Foot-ball Club pada 1915. Walaupun demikin klub ini tidak bertahan lama dan bubar beberapa tahun kemudian.

Setelah menjadi Juara Sevilla pada 1915, Balompié mengawali masa crisis yang terutama disebabkan oleh kurangnya dana untuk memelihara para pemain pada masa yang disebut sebagai “amateurismo marrón”, profesionalisme terselubung. Belasan pemain hijrah ke klub rival pada masa tersebut.

Pada tahun 1924, berkat kembalinya para pendiri klub ke dalam dewan direksi (Castillo, Wesolousky, Hermosa, Fernández Zúñiga, Cascales), prestasi Balompié kembali menanjak dengan menjuarai Piala Spencer pada tahun 1926 dan, setelah berulang kali menjadi runner-up, pada tahun 1928 mampu menjuarai Piala Andalucia.

Akhir tahun 1920-an dibentuklah untuk pertama kalinya Liga nasional sepak bola Spanyol. Pada saat itu, Real Betis Balompié sudah merupakan suatu klub sepak bola yang cukup teroganisir, baik dari segi olah raga, sosial, maupun kelembagaan. Real Betis Balompié memulai petualangannya di liga nasional Spanyol pada tanggal 17 Februari 1929 dengan berpartisipasi di kompetisi Divisi II dengan harapan untuk bermain di Divisi I dikemudian hari.

Periode 1930-an ditandai dengan berubahnya terminologi populer “Balompié” dan “balompedistas” menjadi “Betis” dan “béticos”. Masa tersebut bagi Betis Balompié, masa terjaya di sepanjang sejarahnya. Dalam waktu kurang dari 10 bulan, Betis telah berhasil menjadi tim pertama dari Spanyol selatan yang mencapai babak final dari PIala Spanyol dan merayakan ulang tahunnya yang ke-25 pada tanggal 3 April 1932, dengan meraih gelar juara Divisi II. Dengan gelar tersebut, Betis Balompié – tanpa gelar “Real” pada masa pemerintahan Republik kedua di Spanyol - menjadi klub Andalusia pertama yang masuk ke Divisi I Spanyol.

Di bawah pimpinan Patrick O´Connell, pada musim kompetisi 1934-1935, Betis Balompié berhasil menjadi Juara Liga Divisi I. Para pemain saat itu di antaranya adalah: Urquiaga, Areso, Aedo, Peral, Gómez, Larrinoa, Adolfo, Lecue, Unamuno, Timimi, Saro, Caballero, Rancel, Valera dan Espinosa.

Tim ini merupakan gabungan dari enam pemain dari daerah Basque di utara Spanyol, tiga pemain dari kepulauan Canaria, tiga pemain berasal dari kota Sevilla dan satu pemain berasal dari kota Almeria, namun besar di Barcelona. Tanggal 28 april 1935 merupakan hari paling bersejarah dari tim berkostum hijau putih ini: Betis menaklukan Santander 5-0 dan meraih juara Liga. Hari tersebut jatuh bersamaan dengan hari Sabtu dari pesta tahunan rakyat di Sevilla menyambut musim semi (Feria) di mana kemenangan Betis dirayakan di tenda-tenda Feria secara meriah.

Betis mengalami kejatuhan pada tahun berikutnya. Tahun itu ditandai dengan “dipretelinya tim juara” Betis. Hal ini tidak hanya disebabkan oleh krisis ekonomi yang dialami oleh klub Betis yang mengharuskan dijualnya tiga orang pemain, namun juga disebabkan oleh keluarnya empat orang pemain yang dikarenakan pecahnya Perang Saudara di Spanyol wajib maju ke medan perang atau terhalang untuk kembali ke Sevilla. Hanya dua pemain, Peral dan Saro, yang tersisa dari kesebelasan yang 15 bulan sebelumnya berhasil meraih juara Liga Divisi I.

Perang Saudara di Spanyol berdampak negatif untuk Betis. Betis membuat kesalahan dengan terjun berkompetisi pada tahun 1939-1940, ketika banyak klub memilih untuk tidak berkompetisi dengan alasan perang.

Dampak paling parah terjadi pada 28 april 1940, tepat 5 tahun setelah meraih gelar juara liga. Klub hijau putih tersebut turun ke Divisi II. Dua tahun kemudian, Betis berhasil naik kembali ke Divisi I, untuk turun kembali ke Divisi II pada tahun 1943.

Sulit untuk mengerti dan memahami Betis tanpa mengetahui apa yang terjadi selama 7 tahun keberadaan klub ini di Divisi III. Karena sejak saat itulah, klub ini, dan juga para pendukungnya, memiliki suatu karakter tersendiri yang hingga saat ini menjadi ciri khas Betis. Ciri khas inilah yang seakan menjadi “jiwa” dari klub Betis yang pada tahun lima puluhan tercermin dalam suatu semboyan yang mengundang simpati di segala penjuru Spanyol: “¡Viva er Beti manque pierda!”.

Penyair Joaquín Romero Murubemenggambarkan situasi zaman itu dan semboyan di atas dengan kata-kata berikut: “Klub Betis memiliki kekuatan mental tersendiri yang dibangun lewat kekalahan-kekalahan yang dideritanya... namun jauh dari menyerah terhadap nasib buruk yang menimpa, Betis malah menghadapi setiap pertandingan dengan semangat yang semakin tinggi demi tercapainya kejayaan”.

Betis berhasil melampaui periode tersebut atas dukungan para suporternya. Pada tahun 1954, Betis berhasil kembali ke Divisi II. Pada saat itu, Betis sangat terkenal dengan para pendukungnya yang selalu memenuhi stadion di setiap pertandingan di kandang dan dengan “barisan hijau”-nya yang selalu menyertai kesebelasan Betis di setiap pertandingan tandang.

Masa-masa krisis ekonomi yang telah dilampaui dan pengalaman pahit bermain di Divisi III semakin menguatkan Betis dan menambah satu lagi ciri khas dari klub tersebut dengan menjadi “satu-satunya klub di Spanyol yang pernah menjadi juara Divisi I, II, dan III”.

Estela kembali ke Divisi II pada tahun 1954, Betis harus menunggu 5 tahun sebelum berhasil menembus Divisi I, tepatnya pada tanggal 1 Juni 1958.

Antara tahun 1959 dan 1964, Betis mengalami masa kejayaan yang ditandai dengan keberhasilan mencapai peringkat ketiga Liga Divisi I, meraih gelar juara Piala Carranza dan keikutsertaan di Piala Ferias.

Hanya berselang setahun kemudian, Betis kehilangan presidennya Benito Villamarínyang telah memimpinnya selama 10 tahun, kehilangan Andrés Aranda dan turun ke Divisi II. Hal ini menggambarkan bagaimana Betis tidak mampu melepaskan diri dari ciri khas “manque pierda!”. “Eurobetis yang pertama berubah hanya dalam setahun menjadi Currobetis”. Ungkapan ini menggambarkan bagaimana klub ini memiliki karakter yang sama dengan torrero (matador) legendaris Curro Romero yang mampu tampil luar biasa gemilang namun tidak lama berselang bisa tampil gagal total. Naik turunnya Betis hingga tahun 1974 antara Divisi II dan Divisi I, menyebabkan klub ini sempat dijuluki sebagai “kesebelasan lift”.

Pada tanggal 25 Juni 1977 Betis berhasil meraih gelar juara Piala Raja Spanyol di stadion Estadio Vicente Calderón di Madrid setelah memenangi pertandingan final yang diwarnai dengan 21 tendangan penalti. Di bawah pimpinan Rafael Iriondo, Esnaola, Bizcocho, Biosca, Sabaté, Cobo, López, Alabanda, Cardeñosa, García Soriano, Megido, Benítez, Eulate dan Del Pozo, tertulislah suatu bab yang paling mengesankan dalam sejarahnya.

Betis, yang pada masa lampau adalah juara Divisi I Spanyol dua tahun sebelum pecahnya perang saudara (1935), berhasil menjadi klub pertama yang meraih gelar juara Spanyol setelah berakhirnya masa keditaktoran (Franco) dengan merebut Piala Raja pada tahun (1977) tersebut. Dengan gelar tersebut, Betis seakan menutup lembaran sejarah masa diktatur di negara Spanyol yang kebetulan juga merupakan masa suram bagi klub tersebut.

Pada tahun yang sama, Betis berhasil mencapai babak perempat final Piala Eropa sebelum akhirnya ditaklukkan Milán. Seakan setia dengan tradisinya, pada akhir musim kompetisi tahun tersebut, Betis kembali turun ke Divisi II Liga Spanyol.

Kembalinya Betis ke Divisi I pada tahun 1979, ditandai dengan beberapa keberhasilan dan dengan partisipasi di kompetisi Eropa: klasifikasi Piala UEFA tahun 1982 dan 1984, perayaan pesta tahun platinum (75 tahun) pada tahun 1982 dan keberhasilan mencapai posisi kedua Divisi I pada tahun 1986. Masa tersebut merupakan salah satu masa emas bagi klub hijau putih dan para pendukungnya, ditambah dengan terpilihnya stadion Betis sebagai stadion yang dipakai untuk pertandingan antara Spanyol melawan Malta pada piala dunia di Spanyol (1982).

Namun, antara 1986 hingga 1992, Betis kembali mengalami masa krisis ekonomi dan kembali menjadi “kesebelasan lift” yang naik turun antara Divisi I dan II hingga turunnya ke Divisi II pada tahun 1991. Masa tersebut merupakan masa tersulit bagi Betis, ditambah lagi dengan kewajiban untuk menjadi perseroan terbatas di bidang olah (sociedad anónima deportiva) yang dikenakan pada semua klub oleh penyelenggara liga.

Oleh “program penyehatan” Liga, Real Betis Balompié pada saat itu bermain di Divisi II diwajibkan untuk memiliki modal sebesar hampir 1.200 juta pesetas; dua kali lipat jumlah modal yang wajib dimiliki oleh setiap klub Divisi I dan II.

Dalam waktu sekitar 3 bulan, para “beticos” berhasil mengumpulkan dana sebesar 400 juta pesetas. Walau jumlah ini mencapai sekitar 60% hingga 100% dari total modal yang wajib dimiliki klub-klub lainnya, jumlah dana tersebut belumlah cukup untuk mencapai target yang diwajibkan. Selain dana sebesar 400 juta pesetas tersebut, terhimpun juga dana yang terdiri dari 100 saham.

Meskipun demikian masih diperlukan dana sekitar 680 juta untuk mencapai target yang diwajibkan. Pada tanggal 30 Juni, wakil presiden untuk urusan ekonomi Manuel Ruiz de Lopera menjadi penjamin atas jumlah sisa modal yang dibutuhkan dan menjadi pemegang saham terbesar dari perseroan.

Pada 15 tahun terakhir, terutama pada periode tahun 1995 hingga 2005, sebanyak tiga kali Betis berhasil menempati peringkat empat besar dari kompetisi Divisi I, dan menjadi satu-satunya klub dari Andalusia yang melakukan hal tersebut sejak 1970. Betis bermain di tiga final: dua Piala Raja Spanyol, dan satu Piala Super Spanyol, memenangkan satu gelar diantaranya, satu kali berpartisipasi di Liga Champions dan empat kali berpartisipasi di Piala UEFA.

Naiknya kembali Betis ke Divisi I pada tahun 1994 langsung disusul dengan keberhasilan Betis menempati peringkat ketiga di Divisi tersebut pada musim kompetisi berikutnya. Pada musim kompetisi 1996-1997 Betis kembali menempati posisi empat besar dan berhasil mencapai final Piala Raja Spanyol sebelum ditundukkan FC Barcelona pada pertandingan final yang diwarnai dengan perpanjangan waktu.

Setelah final, Betis sempat mengalami masa ketidakstabilan dan turun ke Divisi II pada tahun 2000. Kembali ke Divisi I pada tahun berikutnya, Betis langsung menempati posisi 4 besar, menembus Piala UEFA dan berhak bermain di babak awal Liga Champions.

Walaupun demikian, barulah pada tahun 2005Betis mencapai tahun kejayaan yang sesungguhnya: hanya dalam waktu 34 hari, klub hijau putih berhasil memenangkan pertandingan derbinya (atas Sevilla FC), mencapai babak final Piala Raja Spanyol, menempatkan diri sebagai peringkat ke-4 Divisi I lewat pertandingan seri melawan Real Mallorca, dan memenangkan Piala Raja Spanyol di stadion Vicente Calderón, Madrid.

Dua bulan kemudian Betis menjadi klub Andalusia pertama yang bermain di Piala Eropa dengan format Liga Champions, setelah menaklukan Monaco yang merupakan runner-up Liga Champions sebelumnya di babak penyisihan. Di penyisihan grup, Betis bersaing dengan juara liga Champions sebelumnya, Liverpool, dan dengan Chelsea yang merupakan juara liga Inggris.

Sejarah seperti berulang bagi Betis: tahun emas selalu disusul langsung dengan tahun suram. Betis nyaris terdegradasi ke Divisi II di musim kompetisi 2005-2006. Akhir musim kompetisi tersebut ditandai dengan perpecahan antara Presiden klub dan pelatih, dan krisis kelembagaan yang merupakan puncak dari masalah internal klub sejak tahun 80an.

Musim kompetisi 2006-2007 merupakan musim kompetisi yang buruk, Betis berhasil menghindari degradasi ke Divisi II dengan memenangi pertandingan di hari terakhir kompetisi melawan Racing Santander (2-0). Tiga pelatih yang berbeda menangani Betis pada musim kompetisi ini: Javier Iruretadi awal kompetisi, Luis Fernandez yang mengambil alih tim di tengah kompetisi, dan Paco Chaparro (pelatih Real Betis B) yang akhirnya mengambil alih di pertandingan akhir yang menentukan.

Pada tahun 2007, Real Betis Balompié merayakan ulang tahunnya yang ke-100. Perayaan di antaranya ditandai dengan peresmian monumen bagi para pendukung Betis pada tanggal 12 September 2007. Perayaan ke 100 tahun Betis tidak disertai dengan prestasi yang memuaskan dari klub. Pelatih Hector Cuper yang menangani Betis di awal musim kompetisi 2007-2008, hanya mampu meraih 4 angka dari 11 pertandingan pertamanya. Paco Chaparro mengambil alih tampuk kepelatihan dari tangan Cuper dan berhasil menempatkan Betis di peringkat 13 di akhir musim kompetisi.

Meski Real Betis mengeluarkan dana yang banyak untuk melakukan pembelian pemain-pemain seperti yang tertulis diatas tadi dengan total kurang lebih 25 juta poundsterling, akan tetap hasil yang diraih tidak sesuai dengan harapan dan harus menerima kenyataan, terdegradasi ke Divisi II pada akhir musim kompetisi 2008/2009 setelah hanya bisa bermain imbang 1-1 melawan Real Valladolid di pertandingan akhir.

Masa pendukung Real Betis tidak tinggal diam dan menerima kenyataan pahit degradasi. Demonstrasi besar-besaran pendukung Betis terjadi di beberapa kota Spanyol (Sevilla, Madrid, Barcelona, Benidorm, Lepe, Montilla, Valdepeñas dan Marbella) pada tanggal 15 Juni 2009 untuk menyatakan ketidakpuasan atas situasi klub dan menuntut turunnya Lopera sebagai pemilik saham terbesar.

Demonstrasi ini melahirkan Yayasan Heliópolis, yang bertujuan menyatukan seluruh pendukung betis yang menginginkan perubahan institusional di klub.

Pada saat yang hampir bersamaan, hakim Mercedes Alaya melakukan penyelidikan atas dugaan pelanggaran-pelanggaran bisnis oleh Lopera. Pada tanggal 7 Juli 2010, hanya seminggu sebelum proses pengadilan dimulai, Lopera menjual 94% sahamnya yang bernilai 16 juta euro (51% dari keseluruhan saham Real Betis) ke Bitton Sport yang dimiliki oleh Luis Oliver.

Oliver merupakan pengusaha Spanyol yang pernah membawa dua klub sepak bola Spanyol, CF Cartagenadan CD Xeres ke ambang kebangkrutan. Sebelum proses penjualan saham tersebut disahkan, hakim Alaya membekukan seluruh saham Real Betis yang dimiliki Lopera. Menghadapi pembekuan saham tersebut, Luis Oliver langsung membeli saham Betis lainnya (dari pemilik selain Lopera) dan berhasil terpilih menjadi presiden Real Betis berkat dukungan kaki tangan Lopera.

Hakim Alaya menyatakan pemilihan tersebut sebagai tidak sah, dan menunjuk Rafael Gordillo, bekas pemain legendaris Real Betis dan Real Madriduntuk mengambil alih kepemimpinan klub untuk menjamin terbentuknya kepengurusan klub yang terlepas sepenuhnya dari pengaruh Lopera.

Di bawah kepemimpinan Gordillo, Real Betis berhasil menjuarai kompetisi divisi II pada akhir musim 2010/2011, di bawah pelatih José Mel Pérez atau yang dikenal sebagai Pepe Mel. Pada 29 Juni 2011, Miguel Guillén Vallejo terpilih sebagai presiden Betis ke 42 menggantikan kepemimpinan sementara Gordillo.

STADION REAL BETIS FC


Stadion Benito Villamarín adalah sebuah stadion sepak bola di Seville, Spanyol. Stadion ini adalah kandang dari klub sepak bola Real Betis. Stadion ini digunakan untuk pertandingan Piala Dunia FIFA 1982untuk 2 pertandingan penyisihan grup pertama.

Stadion ini mempunyai banyak nama antara lain; Estadio de la Exposición (1929—1939), Estadio Municipal de Heliópolis (1939—1982), Estadio Benito Villamarín (1982—2000), dan Estadio Manuel Ruiz de Lopera (2000—2010).

Sejarah Terbentuknya Real Betis Football Club, Tim Spanyol

Sejarah Real Madrid dimulai saat sepak bola diperkenalkan ke Madrid oleh para akademisi dan mahasiswa dari Institución libre de enseñanza yang di dalamnya termasuk beberapa lulusan dari Universitas Oxford dan Universitas Cambridge.


Mereka mendirikan Football Club Sky pada 1897 yang kemudian kerap bermain sepak bola secara rutin pada hari Minggu pagi di Moncloa. Klub ini kemudian terpecah menjadi dua pada tahun 1900, yaitu: New Foot-Ball de Madriddan Club Español de Madrid. Klub terakhir terpecah lagi pada tahun 1902 yang kemudian menghasilkan pembentukan Madrid Football Club pada tanggal 6 Maret 1902.

Tiga tahun setelah berdirinya, pada tahun 1905, Madrid FC merebut gelar pertama setelah mengalahkan Athletic Bilbao pada final Copa del Rey. Klub ini menjadi salah satu anggota pendiri dari Federasi Sepak Bola Kerajaan Spanyol pada 4 Januari 1909 ketika presiden klub Adolfo Meléndezmenandatangani perjanjian dasar pendirian Asosiasi Sepak Bola Kerajaan Spanyol. Dengan beberapa alasan, klub ini kemudian pindah ke Campo de O'Donnell pada tahun 1912.

Pada tahun 1920, nama klub diubah menjadi Real Madrid setelah Alfonso XIII dari Spanyolmemperbolehkan klub menggunakan kata Real yang berarti kerajaan kepada klub ini.

Pada tahun 1929, Liga Spanyol didirikan. Real Madrid memimpin musim pertama liga sampai pertandingan terakhir, namun saat itu secara mengejutkan mereka kalah oleh Athletic Bilbao yang menyebabkan gelar yang sudah hampir pasti diraih, direbut oleh Barcelona.

Real Madrid akhirnya berhasil memenangkan gelar La Liga pertama mereka pada musim 1931-32. Real kemudian berhasil mempertahankan gelarnya pada tahun selanjutnya dan sukses menjadi klub Spanyol pertama yang menjuarai La Liga dua kali berturut-turut.

Pada 14 April 1931, kedatangan Republik Spanyol Kedua disebabkan klub kehilangan gelar Real dan kembali ke bernama Madrid Football Club. Sepak bola terus selama Perang Dunia Kedua, dan pada 13 Juni 1943, Madrid mengalahkan Barcelona 11-1 di leg kedua semi-final dari Copa del Generalísimo, Copa del Rey yang telah berganti nama untuk menghormati Jenderal Franco.

Ia telah mengemukakan bahwa pemain Barcelona diintimidasi oleh polisi, termasuk oleh direktur keamanan negara yang "diduga mengatakan kepada tim bahwa beberapa dari mereka hanya bermain karena kedermawanan rezim dalam memungkinkan mereka untuk tetap di negara ini." Ketua Barcelona, Enric Piñeyro, diserang oleh fans Madrid.

Santiago Bernabéu Yeste terpilih menjadi presiden Real Madrid tahun 1943. Di bawah kepemimpinannya, Real Madrid kemudian berhasil membangun Stadion Santiago Bernabéu dan tempat berlatih klub di Ciudad Deportiva yang sebelumnya sempat rusak akibat Perang Saudara Spanyol. Pada 1953, Bernabeu kemudian mulai membangun tim dengan cara mendatangkan pemain-pemain asing, salah satunya adalah Alfredo Di Stéfano.

Pada tahun 1955, berdasar dari ide yang diusulkan oleh jurnalis olahraga Perancis dan editor dari L'Equipe, Gabriel Hanot, Bernabéu, Bedrignan, dan Gusztáv Sebes menciptakan sebuah turnamen sepak bola percobaan dengan mengundang klub-klub terbaik dari seluruh daratan Eropa. Turnamen ini kemudian menjadi dasar dari Liga Champions UEFA yang berlangsung saat ini.

Di bawah bimbingan Bernabéu, Real Madrid memantapkan dirinya sebagai kekuatan utama dalam sepak bola, baik di Spanyol maupun di Eropa. Real Madrid memenangkan Piala Eropa lima kali berturut-turut antara tahun 1956 dan 1960, di antaranya kemenangan 7–3 atas klub Jerman, Eintracht Frankfurt pada tahun 1960. Setelah kelima berturut-turut sukses, Real secara permanen diberikan piala asli turnamen dan mendapatkan hak untuk memakai lencana kehormatan UEFA.

Real Madrid kemudian memenangkan Piala Eropa untuk keenam kalinya pada tahun 1966 setelah mengalahkan FK Partizan 2–1 pada pertandingan final dengan komposisi tim yang seluruhnya terdiri dari pemain berkebangsaan Spanyol, sekaligus menjadi pertama kalinya dalam sejarah pertandingan Eropa.

 Tim ini kemudian dikenal lewat julukan "Ye-ye". Nama "Ye-ye" berasal dari "Yeah, yeah, yeah" chorus dalam lagu The Beatles berjudul "She Loves You" setelah empat anggota tim berpose untuk harian Diario Marca mengenakan wig khas The Beatles. Generasi "Ye-ye" juga berhasil menjadi juara kedua Piala Championspada tahun 1962 dan 1964.

Pada 1970-an, Real Madrid memenangi kejuaraan liga sebanyak 5 kali disertai 3 kali juara Piala Spanyol. Madrid kemudian bermain pada final Piala Winners UEFA pertamanya pada tahun 1971 dan kalah dengan skor 1–2 dari klub Inggris, Chelsea.

Pada tanggal 2 Juli 1978, presiden klub Santiago Bernabéu meninggal ketika Piala Dunia FIFA sedang berlangsung di Argentina. FIFA kemudian menetapkan tiga hari berkabung untuk menghormati dirinya selama turnamen berlangsung. Tahun berikutnya, klub mengadakan Kejuaraan Trofi Santiago Bernabéu sebagai bentuk penghormatan pada mantan presidennya tersebut.

Pada awal 1980-an, Real Madrid seperti kehilangan cengkeramannya di La Liga dan mereka membutuhkan waktu beberapa tahun untuk bisa kembali lagi menuju ke atas melalui bantuan beberapa bintang baru. Keberhasilan para bintang baru tersebut kemudian disebut oleh jurnalis olahraga Spanyol sebagai era generasi La Quinta del Buitre ("Lima Burung Nazar"), yang berasal dari nama el buitre ("burung nazar"), julukan yang diberikan kepada salah satu pemain Madrid saat itu, Emilio Butragueño.

Anggota lainnya adalah Manuel Sanchís, Rafael Martín Vázquez, Miguel Pardeza, dan Míchel. Dengan La Quinta del Buitre (kemudian berkurang menjadi empat anggota ketika Miguel Pardeza meninggalkan klub dan pindah ke Real Zaragoza pada 1986) dan pemain terkenal seperti penjaga gawang Francisco Buyo, bek kanan Miguel Porlán Chendo, dan penyerang Meksiko Hugo Sanchez, Real Madrid berhasil bangkit dan memiliki kekuatan terbaik di daratan Spanyol dan Eropa pada paruh kedua tahun 1980-an.

Hasilnya juga cukup signifikan: mereka berhasil memenangkan dua Piala UEFA, lima gelar Liga Spanyol berturut-turut, satu Piala Spanyol, dan tiga Piala Super Spanyol. Pada awal 1990-an, La Quinta del Buitre resmi berpisah setelah Rafael Martín Vázquez, Emilio Butragueno, dan Míchel meninggalkan klub.

Pada tahun 1996, Presiden Lorenzo Sanzmenunjuk Fabio Capello sebagai pelatih. Meskipun masa jabatannya hanya berlangsung satu musim, Real Madrid berhasil menjadi juara La Liga lewat kontribusi Roberto Carlos, Predrag Mijatović, Davor Šuker, dan Clarence Seedorf yang membantu para pemain lokal seperti Raul Gonzalez, Fernando Hierro, Iván Zamorano, dan Fernando Redondo. Real Madrid kemudian menambah amunisi dengan kedatangan Fernando Morientes pada tahun 1997.

Penantian mereka selama 32 tahun untuk bisa berjaya lagi di Eropa akhirnya berakhir pada tahun 1998 di bawah manajer Jupp Heynckes saat berhasil lolos ke Final Liga Champions UEFA dan mengalahkan Juventus dengan skor 1–0 berkat gol dari Predrag Mijatović.

Pada bulan Juli 2000, Florentino Pérez terpilih sebagai presiden klub. Dia berjanji dalam kampanyenya untuk menghapus utang klub sebesar 270 juta euro dan memodernisasi fasilitas klub. Namun, janji pemilu utama yang mendorong Pérez untuk kemenangan adalah penandatanganan Luís Figo.

Tahun berikutnya, klub mendapat tempat pelatihan yang rezoned dan menggunakan uang itu untuk memulai perakitan sisi Galáctico terkenal termasuk pemain seperti Zinedine Zidane, Ronaldo, Luís Figo, Roberto Carlos, Raúl, Fabio Cannavaro dan David Beckham. Hal ini diperdebatkan apakah berjudi terbayar, karena meskipun Liga Champions UEFA dan Piala Interkontinental menang pada tahun 2002, diikuti oleh Liga pada tahun 2003, klub gagal memenangkan trofi besar selama tiga musim berikutnya. Pada musim panas 2003, setelah menangkap lain gelar La Liga, Florentino Pérez dan dewan direksi menolak untuk memperpanjang kontrak pelatih Vicente del Bosque dan setelah perselisihan internal yang memaksa kapten Fernando Hierro meninggalkan klub. Mereka juga mengabaikan permintaan Claude Makélélé tentang kontrak baru dengan gaji yang lebih baik, sebagai imbalannya, Makélélé meminta permintaan transfer, dan dipindahkan ke Chelsea.

Beberapa hari setelah meraih gelar dari liga, dikelilingi dengan kontroversi. Pertama keputusan yang kontroversial datang ketika Perez memecat pelatih Vicente del Bosque, setelah direktur olahraga Real mengklaim bahwa del Bosque itu bukan orang yang tepat untuk pekerjaan itu, mereka ingin seseorang muda untuk menggoyang tim.

Atmosfer buruk berlanjut ketika legenda Real serta kapten Fernando Hierro meninggalkan klub setelah perselisihan dengan manajemen, seperti yang dilakukan Steve McManaman. Namun, klub melakukan tur Asia di pra-musim dan memperkenalkan pemain baru David Beckham.

Perez dan direktur menolak untuk memperbaharui kontrak Claude Makélélédengan gaji yang lebih baik, menjengkelkan Makélélé yang meminta transfer, akhirnya pindah ke Chelsea Pada hari-hari terakhir jendela transfer, Fernando Morientesmeninggalkan klub dipinjamkan ke Monaco. Real Madrid, yang baru mengangkat dengan pelatih Carlos Queiroz, mulai liga domestik mereka perlahan-lahan setelah menang telak atas Real Betis.

Musim 2005-06 dimulai dengan janji beberapa pemain baru - Julio Baptista (€20 Juta), Robinho (€30 Juta) dan Sergio Ramos (€30 Juta - Melepas Klausul) - tetapi pelatih asal Portugal itu tidak dapat menemukan formula yang tepat di lapangan sebagai bentuk miskin Real Madrid melanjutkan, dengan tim memukul titik terendah setelah kekalahan memalukan 0-3 di tangan Barcelona di Santiago Bernabéu. Luxemburgo akhirnya akan mengundurkan diri dan penggantinya adalah Juan Ramón López Caro, secara resmi manajer Real Madrid Castilla. Sebuah untuk kembali membentuk datang tiba berhenti setelah kalah dalam leg pertama perempat final Copa del Rey, 6-1 untuk Real Zaragoza. Tak lama setelah itu, Real Madrid tersingkir dari Liga Champions untuk musim keempat berturut-turut, kali ini di tangan Arsenal. Pada tanggal 27 Februari 2006, Florentino Pérez mengundurkan diri.

Ramón Calderón terpilih sebagai presiden klub pada tanggal 2 Juli 2006 dan kemudian ditunjuk Fabio Capello sebagai pelatih baru dan Predrag Mijatović sebagai direktur olahraga baru. Real Madrid memenangkan gelar La Liga pada tahun 2007 untuk pertama kalinya dalam empat tahun namun Capello dipecat.

Pada tanggal 9 Juni 2007, Real bermain melawan Zaragoza di La Romareda. Pertandingan turun ke awal yang buruk ketika Real Madrid dipaksa untuk mengubah lineup mereka beberapa menit sebelum dimulainya pertandingan saat bek muda Miguel Torresmerobek hamstring selama pemanasan. Zaragoza memimpin Real 2-1 menjelang akhir pertandingan sementara Barcelona juga menang melawan Espanyol 2-1. Tantangan gelar Real tampak akan berakhir.

Namun, akhir equalizer Ruud van Nistelrooy diikuti dengan menit terakhir gol Raúl Tamudomelompat gelar Real Madrid berharap kembali menguntungkan mereka. Sevilla juga ditahan imbang 0-0 tandang melawan Mallorca, yang berarti bahwa kemenangan di kandang melawan Mallorca efektif akan mengamankan Los Merengues meraih gelar 30 liga Spanyol mereka. Pada musim 2007-2008, Real Madrid memenangkan liga domestik ke-31 kalinya di bawah asuhan pelatih Jerman, Bernd Schuster.

Gelar dimenangkan pada tanggal 17 Juni, Mallorca menghadapi Real di Bernabéu, sementara Barcelona dan Sevila, yang penantang gelar lainnya, menghadapi Gimnàstic de Tarragona dan Villarreal masing-masing.

Pada babak pertama adalah 0-1, sedangkan Barcelona telah melonjak ke depan menjadi 0-3 memimpin di Tarragona, namun tiga gol di terakhir setengah-satu jam dijamin Real Madrid menang 3-1 dan gelar liga pertama mereka sejak 2003. Gol pertama datang dari Reyes yang mencetak gol setelah kerja bagus dari Higuaín. Sebuah gol bunuh diri diikuti oleh gol menyenangkan lain dari Reyes diperbolehkan Real untuk mulai merayakan gelar. Ribuan penggemar Real Madrid mulai pergi ke Plaza de Cibeles untuk merayakan gelar.

Pada tanggal 1 Juni 2009, Florentino Pérezkembali menjadi presiden Real Madrid dan bertahan sampai saat ini. Pérez melanjutkan tradisinya mengontrak pemain bintang dengan membeli Kaká dari AC Milan dan kemudian membeli Cristiano Ronaldo dari Manchester United yang memecahkan rekor transfer dengan harga 80 juta pound sterling.

José Mourinho mengambil alih sebagai manajer pada Mei 2010. Pada April 2011, kejadian aneh terjadi, untuk pertama kalinya, empat Clásicos itu harus dimainkan dalam rentang delapan belas hari. Yang pertama adalah perlengkapan untuk pertandingan Liga pada tanggal 17 April (yang berakhir 1-1 dengan gol penalti untuk kedua belah pihak), Copa del Rey (yang berakhir 1-0 untuk Madrid), dan kontroversial leg kedua semifinal Liga Champions pada 27 April dan 2 Mei (3-1 kekalahan agregat) ke Barcelona.

Clasico pertama kali melihat Cristiano Ronaldo mendapatkan gol pertamanya melawan Barcelona karena penalti yang diberikan kepada Madrid setelah pelanggaran ke Marcelo. Final Copa del Rey memberi Real Madrid gelar pertama di bawah Mourinho dengan sundulan Cristiano Ronaldo di perpanjangan waktu.

Semifinal Liga Champions adalah mungkin yang paling kontroversial dari empat pertandingan, dengan pengusiran Pepe pada leg pertama di Santiago Bernabéu, setelah diduga "tantangan berbahaya" untuk bek Barcelona Daniel Alves. Alves dilakukan dalam tandu "tidak dapat berjalan", tapi setelah Pepe ditunjukkan memerah, Alves datang berlari kembali ke lapangan dalam hitungan detik.

Setelah Pepe yang mengirimkan dari pelatih Jose Mourinho juga diusir, menerima denda dan larangan lima pertandingan. Pertandingan ini sama juga kontroversial oleh gelandang Barcelona Sergio Busquets yang ditangkap pada video mengatakan apa yang tampak seperti cercaan rasial seharusnya Madrid bek kiri Marcelo.

Leg kedua tidak kontroversial sebagai yang pertama, dengan mungkin pengecualian tujuan dibatalkan untuk Gonzalo Higuaín, setelah Cristiano Ronaldo dianggap telah mengotori Javier Mascherano sebagai akibat dari pelanggaran terhadap Ronaldo oleh Gerard Piqué.

Di La Liga musim 2011-12, Real Madrid memenangkan liga, rekor waktu 32 dalam sejarah La Liga dan menyelesaikan musim dengan sejumlah catatan, termasuk 100 poin dalam satu musim, rekor 121 gol yang dicetak & selisih gol dari +89, dan 16 rekor menang tandang dan 32 secara keseluruhan menang. Di musim yang sama, Cristiano Ronaldo menjadi pemain tercepat untuk mencapai 100 gol dalam sejarah Liga Spanyol.

Dalam mencapai 101 gol dalam 92 pertandingan, Ronaldo melampaui legenda Real Madrid, Ferenc Puskás, yang mencetak 100 gol dalam 105 pertandingan. Ronaldo menetapkan tanda klub baru untuk tujuan individu mencetak gol dalam satu tahun (60), dan menjadi pemain pertama yang mencetak gol melawan semua 19 tim oposisi dalam satu musim.

Setelah mengecewakan menelan kekalahan oleh Atletico Madrid di Final Copa del Rey2013, Florentino Perez mengumumkan kepergian Mourinho di akhir musim dengan "kesepakatan bersama". Mourinho dianggap musim 2012-13 sebagai "yang terburuk dalam karier saya", di mana tim selesai di semifinal Liga Champions, dan runner up di Copa del Rey. Mourinho kembali ke Liga Inggris dengan Chelsea, sebuah tim yang membawa Mourinho sukses dari 2004 sampai 2007.

Pada 25 Juni 2013, Carlo Ancelotti menjadi manajer Real Madrid, berhasil menggantikan Mourinho, dengan menandatangani kontrak tiga tahun. Sehari kemudian, ia diperkenalkan pada konferensi pers pertamanya untuk Madrid di mana ia mengumumkan bahwa Zinédine Zidane dan Paul Clement, keduanya akan menjadi asistennya.

Pada 1 September 2013, transfer lama ditunggu-tunggu dari Gareth Bale diumumkan. Pemain Wales itu dilaporkan baru penandatanganan rekor dunia, dengan harga transfer diperkirakan sekitar €100 juta. Pada musim pertama Ancelotti di klub, Real Madrid memenangkan Copa del Rey, dengan Bale mencetak kemenangan di final melawan Barcelona.

Pada 24 Mei 2014, Real Madrid mengalahkan rival sekotanya Atlético Madrid di Final Liga Champions memenangkan gelar Eropa pertama mereka sejak tahun 2002. dan mereka menjadi tim pertama yang memenangkan sepuluh Piala Eropa, sebuah prestasi yang dikenal sebagai "La Décima".

STADION REAL MADRID


Setelah pindah kandang ke Campo de O'Donnell pada tahun 1912 yang kemudian bertahan untuk sebelas tahun klub kemudian pindah kandang ke Campo de Ciudad Lineal selama setahun. Campo de Ciudad Lineal merupakan sebuah tanah kecil dengan kapasitas 8.000 penonton.

Setelah itu, Real Madrid pindah kandang ke Stadion Chamartín yang diresmikan pada tanggal 17 Mei 1923 dengan pertandingan melawan Newcastle United. Pada stadion yang memiliki kapasitas 22.500 penonton ini, Real Madrid merayakan gelar Liga Spanyol-nya yang pertama.

Setelah beberapa keberhasilan dan seiring terpilihnya Santiago Bernabéu Yeste sebagai presiden klub, ia kemudian memutuskan bahwa Stadion Chamartín tidak cukup besar untuk ambisi klub sebesar Madrid. Ia kemudian membangun sebuah stadion baru yang kemudian diresmikan pada tanggal 14 Desember 1947.

Stadion tersebut adalah Stadion Santiago Bernabéu yang dipakai sampai saat ini, meskipun stadion ini tidak memakai nama tersebut sampai tahun 1955. Pertandingan pertama yang diadakan di Bernabéu dimainkan antara Real Madrid dan klub Portugal C.F. Os Belenenses, dan dimenangkan oleh Real Madrid dengan skor akhir 3–1, dan gol pertama dicetak oleh Sabino Barinaga Alberdi.

Kapasitas stadion kemudian berubah pada 1953, seiring renovasi yang dilakukan, sehingga membuat kapasitas penonton memuncak menjadi 120.000 penonton. Sejak itu beberapa modernisasi dilakukan pada stadion, salah satunya meniadakan tempat menonton berdiri pada 1998–1999 seiring peraturan UEFA. Perubahan terakhir dilakukan pada tahun 2003, yaitu peningkatan sekitar lima ribu kursi sehingga kapasitas stadion menjadi 81.254. Sebuah rencana untuk menambahkan atap yang dapat dibuka juga telah diumumkan kepada publik.

Stadion Bernabéu telah menyelenggarakan beberapa pertandingan kelas dunia, di antaranya Final Piala Negara Eropa 1964, Final Piala Dunia FIFA 1982, serta Final Piala Eropa/Liga Champions UEFA tahun 1957, 1969, 1980, dan 2010. Stadion ini juga memiliki jaringan transportasi sendiri, yaitu sebuah stasiun metro yang juga dinamai Santiago Bernabéu.

Pada tanggal 14 November 2007, Stadion Bernabéu mendapatkan status sebagai Stadion Elite UEFA.

Pada tanggal 9 Mei 2006, Stadion Alfredo Di Stéfano diresmikan di Madrid di mana Real Madrid kini biasa berlatih. Pertandingan perdana yang dimainkan di sana adalah antara Real Madrid dan Stade de Reims, sebuah pertandingan ulangan dari Final Piala Eropa 1956.

Real Madrid memenangkan pertandingan dengan skor 6–1 dengan gol dari Sergio Ramos, Antonio Cassano, Roberto Soldado, dan José Manuel Jurado. Tempat ini sekarang merupakan bagian dari Ciudad Real Madrid, fasilitas pelatihan baru klub yang berlokasi di luar Madrid, tepatnya di Valdebebas. Stadion ini menampung 5.000 orang, dan menjadi kandang dari klub Real Madrid Castilla. Nama stadion ini diambil dari mantan bintang Real Madrid, Alfredo Di Stéfano.

Sejarah Terbentuknya Real Madrid Football Club, Spanyol