Social Items

Ketika  Mu'wiyyah ra meninggal dunia maka anaknya Yazid bin Mu'awiyyah ra diangkat menjadi penggantinya . Pengangkatan Yazid ini telah disepakati [ bai'at ] oleh mayoritas para sahabat Nabi yang masih hidup termasuk para Ahlul Bait serta masyarakat Islam.


Namun penduduk Kufah yang rata - ratanya berpaham Syiah telah menolak kepemimpinan Yazid dan ingin menunjuk Imam Hussain sebagai khalifah yang baru . Lalu penduduk Kufah termasuk tokoh - tokoh Syiah menulis surat kepada Imam Hussain mengundangnya ke Kufah untuk tujuan tersebut.

Mereka bukan sekedar berjanji akan taat setia kepada kepemimpinan Imam Hussain bahkan mereka bersedia untuk menghunus senjata demi membela beliau serta menjatuhkan pemerintahan Bani Umayyah pimpinan Khalifah Yazid .

Mendengarkan dukungan yang solid dari penduduk Kufah maka beliau mengutus Muslim bin ' Aqil untuk meninjau kondisi riil di Kufah . Saidina Hussain menginformasikan berita ini serta niat beliau untuk ke Kufah kepada para sahabat serta anggota keluarga beliau untuk mendengarkan pandangan mereka .

Namun demikian para sahabat terkemuka serta anggota keluarganya seperti ' Abdullah Ibnu Abbas , Muhammad bin al - Hanafiyah , ' Abdurrahman bin Hisyam al - Makhzumi , ' Abdullah bin Ja'far bin Abi Thalib , Abdullah bin Muti ' al - Afdawi , ' Amru bin Sa ' id , ' Abdullah bin ' Umar , Abu Sa'id al - Khudri dan lain - lain telah menentang niat Saidina Hussain tersebut . Mari kita lihat beberapa ungkapan kata - kata mereka terhadap Imam Hussain .

' Abdullah bin Abbas ra berkata : " Wahai sepupuku bagaimana Anda bisa bersabar sedangkan saya tidak bisa bersabar . Saya khawatir Anda akan binasa jika Anda melanjutkan keinginan Anda itu . Penduduk Irak adalah orang - orang yang suka mengobral janji . Janganlah Anda terpedaya dengan bujukan mereka . " - ( Kesalahan - Kesalahan Terhadap Fakta - Fakta Sejarah perlu diperbaiki, retweet , Prof . Dr . Ibrahim Ali Sya'wat , ms . 208 . )

' Abdullah bin Ja'far bin Abi Thalib pernah menulis kepada Saidina Hussain sepucuk surat . Antara isi surat tersebut adalah :

" Saya sangat mengharapkan agar Anda benar - benar menatap isi surat ini . Saya sebenarnya sangat kasihan dengan Anda karena khawatir kalau - kalau Anda akan binasa dan keluarga Anda pula akan terhapus . Jika sekiranya Anda binasa hari ini , akan padamlah cahaya bumi.

Anda adalah salah seorang tokoh yang menjadi panutan masyarakat dan harapan orang - orang mukmin . Janganlah Anda terburu - buru berangkat ke Irak . - ( Kesalahan - Kesalahan Terhadap Fakta - Fakta Sejarah perlu diperbaiki retweet , Prof . Dr . Ibrahim Ali Sya'wat , ms . 209 )

' Abdullah bin Jaafar bukan sekedar mengirim surat bertujuan untuk mencegah Saidina Hussain dari melanjutkan rencananya untuk ke Kufah , bahkan ia juga telah meminta ' Amru bin Sa'id , Gubernur Khalifah Yazid di Makkah untuk membujuk Imam Hussain agar membatalkan niatnya tersebut . Namun begitu Saidina Hussain tetap bersikeras untuk berangkat ke Kufah .

Sahabat yang terkemuka serta keluarga saidina Hussin mencegahnya dari berangkat ke Kufah karena beberapa sebab . di antaranya:

1. Mereka bisa mengendus trik golongan Syiah di Kufah yang memang terkenal dengan pengkhianatan mereka terhadap umat Islam . Mereka inilah kelompok yang telah mendukung ' Abdullah Ibnu Saba ' , terlibat dalam pembunuhan ' Utsman bin ' Affan ra , mengkhianati Sayyidina ' Ali serta abang Saidina Hussain yakni Sayyidina Hassan ra Mereka berpandangan dukungan kuat yang menurut kabarnya datang dari penduduk Kufah hanyalah palsu dan tindakan mereka ini merupakan dalih mereka untuk menimbulkan susana kacau di dalam masyarakat Islam .

2. Yazid bin Mu'awiyyah adalah seorang khalifah yang telah dibai'ah oleh mayoritas umat Islam , di kalangan para sahabat - sahabat utama dan juga anggota keluarga Rasulullah saw . Maka dari sisi syarak pengangkatan beliau sebagai khalifah adalah sah . Ada larangan dari Rasulullah s.a.w. untuk memberontak terhadap pemerintah yang telah ditunjuk umat Islam secara sah .

Dari ' Abdullah bin ' Amr bahwa Rasulullah saw bersabda :

Siapapun telah mengangkat [ telah setuju menunjuk ] seorang pemimpin kemudian memberikan kepadanya uluran tangannya dan buah hatinya [ sebagai tanda persetujuan ] , maka hendaklah dia [orang yang mengangkatnya ] mentaatinya sebisa mungkin . Maka jika datang orang lain yang menentangnya , hendaklah mereka membunuh yang terakhir [ penentang ] .

Aku [ ' Abdurrahman bin ' Abdi Rabbil Ka'bah ] bertanya [ kepada ' Abdullah bin ' Amr ] : Apakah kamu mendengar ini dari Rasulullah saw ?

Dia [ ' Abdullah bin ' Amr ] menjawab : Aku mendengar [ hadits ini ] dengan kedua telingaku dan dipahami oleh hatiku . - Hadis Riwayat Imam Abu Dawud , no : 3707.

Jadi mereka membantah niat Saidina Hussain untuk bergabung bahkan memimpin pemberontakan penduduk Kufah tersebut

3. Mereka juga khawatir tindakan Saidina Hussain ini akan menimbulkan pertumpahan darah sesama umat Islam dan akan melemahkan persatuan umat .

4. Mereka khawatir akan keselamatan Saidina Hussain dan anggota keluarganya yang kemungkinan akan dkhianati oleh penduduk Kufah atau diserang oleh tentara Khalifah Yazid .

Ternyata bujuk rayu mereka gagal untuk menghentikan keinginannya untuk ke Kufah . Kenapa agaknya Saidina Hussain tetap bersikeras untuk ke Kufah ? Jawaban Saidina Hussain adalah seperti berikut :

"Saya telah bermimpi bertemu dengan Rasulullah saw dan saya telah melakukan sesuatu yang telah ditentukan kepada saya tanpa mengira ia membahayakan diri saya atau memberikan keuntungan kepada saya ."

Lalu ' Abdullah bin Yahya berkata : Apakah mimpi Anda itu ?

Jawab al - Hussain :” Saya tidak dapat menceritakannya kepada seorangpun , bahkan saya tidak bisa memberitahu kepada seorang sehingga saya bertemu dengan Tuhan saya “- Konsultasikan Tanggal al - Umam wa al - Muluk , jilid 4 , ms . 388 . ( Kesalahan - Kesalahan Terhadap Fakta - Fakta Sejarah perlu diperbaiki retweet , ms . 270 )

Ketika mendengar gerakan rombongan Imam Hussain ke Kufah maka Yazid memerintahkan gubernur beliau di Basrah yaitu Ubaidullah bin Ziyad dan pasukannya untuk berangkat ke Kufah untuk memantau pergerakan Saidina Hussain serta kebangkitan orang - orang Kufah.

Aksi Yazid bukanlah sesuatu yang sulit untuk dipahami bagi mereka yang arif dalam bidang politik . Setiap pemimpin pasti akan mewaspadai jika ada tanda-tanda bahwa pemberontakan bakal terjadi dan itu tidak hanya dapat mengganggu tampuk pemerintahan bahkan akan mengganggu stabilitas politik umat Islam pada masa itu.

Harus kita semua pahami bahwa perintah dari Yazid hanyalah untuk memantau atau mengawasi saja gerakan Imam Husain dan penduduk Kufah tersebut dan tindakan hanya perlu diambil jika mereka terlebih dahulu memulai serangan .

Jadi siapa sebenarnya yang membunuh Imam Hussain ?

Ubaidillah bin Hussain sebenarnya mematuhi perintah Yazid dan tidak melancarkan serangan tersebut . Wakil Imam Hussain di Kufah yaitu Muslim bin ' Aqil telah mengendus konspirasi yang sedang direncanakan oleh penduduk Syi'ah di sana.

Sebelum Muslim dibunuh oleh penduduk Kufah beliau sempat mengutus ' Umar bin Saad bin Abi Waqqas kepada Saidina Hussain yang semakin dekat dan hampir tiba ke kota Kufah tentang kecurangan golongan Syi'ah . Maka Saidina Hussain membatalkan niatnya untuk ke Kufah dan mengubah sandi rombongannya menuju ke Syam untuk menemui Yazid .

Ini jelas menunjukkan bahwa Imam Hussain telah meninggalkan niat awalnya untuk memberontak terhadap Yazid dan telah menunjukkan kesediannya untuk membai'ah Yazid . Golongan Syi'ah di Kufah mulai panik dengan perubahan arah tersebut karena jika Saidina Hussain berbai'ah kepada Yazid maka musnahlah segala perencanaan kotor mereka untuk memporak - porandakan kesatuan umat Islam.

Jika Hussain berada di pihak Yazid maka sudah pasti mereka akan dihancurkan oleh tentara Islam . Menurut ulama Syi'ah sendiri yaitu Mulla Baaqir Majlisi tentara Syi'ah lengkap bersenjata dari Kufah mengejar rombongan Imam Hussain dan mereka bertabrakan di Karbala . Menurut Mulla Baqir Majlisi :

“Sejarah menampilkan bahwa dialah ( yaitu Syits bin Rab'ie seorang Syi'ah dari Kufah ) yang memimpin 4000 tentara untuk melawan Saidina Hussain dan dialah orang yang pertama kali turun dari kudanya untuk memenggal kepala Saidina Hussain “- Mulla Baaqir Dewan , Jilaau al - ' Uyun , ms . 37 . ( artikel Syiah Pembunuh Sayyidina Hussain di Karbala . )

Kembali lagi ke pokok judul kita di atas" Asal Usul Permainan Sepakbola " . Apa kaitannya dengan peristiwa di atas ? Telah diriwayatkan bahwa setelah kepala Sayidina Hussain ra dipenggal , maka musuh musuhnya telah saling menendang nendang dan menyepak nyepak kepala tersebut bagaikan sebuah bola persis seperti permainan sepak bola yang dimainkan sekarang ini.

Jika ini benar , apakah wajar kita sebagai umat Islam yang selama ini menyatakan kecintaan kepada Rasululllah SAW dan anggota keluarga beliau untuk terus menyerupai tindakan musuh musuh Allah ini dengan bermain sepak bola atau mendukungnya ?

Bukankah ada hadis yang menyebut : " Barangsiapa meniru suatu kaum , maka dia dihitung dari kaum itu ? " Apakah kita tidak sensitif dengan hal ini ? Apakah kita ingin terus dalam kejahilan atau berbuat  jahil tentang hal yang sangat menghinakan Rasulullah SAW dan Ahlul Bait beliau ?

Selain itu , jika dilihat di sudut lain pula , kerugian bermain sepak bola ini lebih banyak dibandingkan dengan kebaikannya. Dari sudut pakaiannya , kebanyakan pemain sepak bola memakai celana pendek yang mengungkapkan aurat pria . Bukan saja pemainya yang mendapat dosa tetapi penontonnya juga mendapat dosa karena memandang aurat . Ulama - ulama terdahulu telah bersidang tentang ini dan telah bersepakat :

Adapun pemain olahraga yang hanya mengenakan celana pendek sehingga terlihat paha atau sebagian besar auratnya , maka hal itu tidak boleh . Dan yang benar adalah wajib bagi para pemuda ( pemain ) adalah menutup aurat mereka dan juga tidak dibolehkan menyaksikan para pemain yang terbuka pahanya ( auratnya ). ( As - ilah muhmalah hal 27 , terbitan Dar Ibnul Qayyim , Damman . Telah keluar fatwa yang serupa dari Lajnah Ad Daimah Lil Buhuts Alilmiah wa Ifta ' di Arab .

Di sudut lain pula , permainan sepak bola ini mengambil waktu yang lama dan para ulama juga telah mengeluarkan fatwa mengenai ini . Misalnya , disebutkan disini adalah bahwa ( sepak bola ) telah dikenal di dalam kitab - kitab para ulama kita terdahulu , dengan nama - nama yang berbeda-beda di dalam kitab - kitab bahasa mereka seperti Al Kujjah , Al Buksah , Al Khazafah , At Tun , Al Ajurrah , Ash Shaulajan dan Al Kurrah ( lihat Al Qamusul Muhith dan Lisanul Arab ).

Syaikh Muhammad Sholeh Utsaimin rahimullah lebih merinci lagi hukum yang terkait dengan pelatihan sepak bola , ia berkata : " Latihan olahraga itu dapat melalaikan kewajiban , maka olahraga tersebut adalah ilegal . Bila seseorang memiliki kebiasaan menghabiskan sebagian besar waktunya di dalam olahraga , maka sesungguhnya dia telah menyia-nyiakan waktu " .

Bagi segolongan penggemar fanatik sepak bola , mereka sanggup menunggu berjam - jam di luar stadion semata - mata untuk menonton permainan sepak bola favorit mereka , sehingga lalai untuk shalat yang memang menjadi kewajiban mereka kepada Allah SWT .

Dari sudut lain pula, permainan ini didirikan oleh orang kafir , maka tidak wajarlah bagi orang - orang Islam untuk sama - sama bersekongkol dengan permainan yang memang unik dengan identitas mereka sebagai orang kafir . Mengenai ini ada disebut :

Sikap meniru orang - orang kafir yang dalam bahasa syar'i - nya adalah tasyabbuh . Berikut adalah penjelasan tentang tasyabbuh yang diambil dari " Man Tasyabbaha biqaumin fahuwa minhum karya Dr . Nashir Abdul Karim Al Aqli penerbit Darul Wathan - Riyadh edisi bahasa Indonesia Tasyabbuh Sikap Meniru Kaum Kafir penerjemah Aboe Hawary penerbit Pustaka Mantiq Solo Cetakan 1 Agustus 1992 " hal 17

" Tasyabbuh yang dilarang dalam Al Qur'an dan As Sunnah secara syar'i adalah menyerupai orang - orang kafir dalam segala bentuk dan sifatnya baik dalam aqidah , peribadatan , kebudayaan , olahraga , olahraga atau dalam pola perilaku yang menunjukkan ciri khas mereka ( kaum kafir ) .

Selain itu , percampuran bebas di stadion sepak bola antara pria dan perempuan juga memang haram . Ini tidak dapat dipungkiri terjadi di mana - mana stadion sepak bola ketika permainan sepak bola berlangsung . Selain itu , kita juga tahu bahwa kebanyakan klub - klub sepak bola ini kebanyakannya dimiliki Yahudi dan musuh - musuh Islam.

Jadi , dengan membeli tiket dan barang - barang atau produk klub penggemar sepak bola ini secara tidak langsung turut menyumbang kepada musuh - musuh Islam ini . Jika kita ditanya di Akhirat nanti , ke manakah kita gunakan nikmat pemberian Allah SWT ketika di dunia , apakah jawaban yang akan kita beri ?  renungkanlah !

Sesungguhnya permainan sepak bola ini termasuk agenda musuh - musuh Islam terutama Yahudi dalam melalaikan umat Islam dengan hiburan dan dunia , agar itulah menjadi kegilaan umat Islam , dan terus meninggalkan perjuangan Islam yang sebenarnya . Maka mudahlah mereka mencatur dunia ketika umat Islam telah lalai dengan dunia .

Berkata seorang Rijalullah : " Tidak layak seseorang menjadi pejuang Islam tapi pada waktu sama masih bermain atau mendukung sepak bola , kecuali dia bertobat " .

Banyak olahraga lain di dalam dunia , bahkan Islam juga ada sukannya yang tersendiri .

Wallohua'lam Bisshowab

Sejarah Awal Mula Terbentuknya Sepakbola Menurut Islam

Ketika  Mu'wiyyah ra meninggal dunia maka anaknya Yazid bin Mu'awiyyah ra diangkat menjadi penggantinya . Pengangkatan Yazid ini telah disepakati [ bai'at ] oleh mayoritas para sahabat Nabi yang masih hidup termasuk para Ahlul Bait serta masyarakat Islam.


Namun penduduk Kufah yang rata - ratanya berpaham Syiah telah menolak kepemimpinan Yazid dan ingin menunjuk Imam Hussain sebagai khalifah yang baru . Lalu penduduk Kufah termasuk tokoh - tokoh Syiah menulis surat kepada Imam Hussain mengundangnya ke Kufah untuk tujuan tersebut.

Mereka bukan sekedar berjanji akan taat setia kepada kepemimpinan Imam Hussain bahkan mereka bersedia untuk menghunus senjata demi membela beliau serta menjatuhkan pemerintahan Bani Umayyah pimpinan Khalifah Yazid .

Mendengarkan dukungan yang solid dari penduduk Kufah maka beliau mengutus Muslim bin ' Aqil untuk meninjau kondisi riil di Kufah . Saidina Hussain menginformasikan berita ini serta niat beliau untuk ke Kufah kepada para sahabat serta anggota keluarga beliau untuk mendengarkan pandangan mereka .

Namun demikian para sahabat terkemuka serta anggota keluarganya seperti ' Abdullah Ibnu Abbas , Muhammad bin al - Hanafiyah , ' Abdurrahman bin Hisyam al - Makhzumi , ' Abdullah bin Ja'far bin Abi Thalib , Abdullah bin Muti ' al - Afdawi , ' Amru bin Sa ' id , ' Abdullah bin ' Umar , Abu Sa'id al - Khudri dan lain - lain telah menentang niat Saidina Hussain tersebut . Mari kita lihat beberapa ungkapan kata - kata mereka terhadap Imam Hussain .

' Abdullah bin Abbas ra berkata : " Wahai sepupuku bagaimana Anda bisa bersabar sedangkan saya tidak bisa bersabar . Saya khawatir Anda akan binasa jika Anda melanjutkan keinginan Anda itu . Penduduk Irak adalah orang - orang yang suka mengobral janji . Janganlah Anda terpedaya dengan bujukan mereka . " - ( Kesalahan - Kesalahan Terhadap Fakta - Fakta Sejarah perlu diperbaiki, retweet , Prof . Dr . Ibrahim Ali Sya'wat , ms . 208 . )

' Abdullah bin Ja'far bin Abi Thalib pernah menulis kepada Saidina Hussain sepucuk surat . Antara isi surat tersebut adalah :

" Saya sangat mengharapkan agar Anda benar - benar menatap isi surat ini . Saya sebenarnya sangat kasihan dengan Anda karena khawatir kalau - kalau Anda akan binasa dan keluarga Anda pula akan terhapus . Jika sekiranya Anda binasa hari ini , akan padamlah cahaya bumi.

Anda adalah salah seorang tokoh yang menjadi panutan masyarakat dan harapan orang - orang mukmin . Janganlah Anda terburu - buru berangkat ke Irak . - ( Kesalahan - Kesalahan Terhadap Fakta - Fakta Sejarah perlu diperbaiki retweet , Prof . Dr . Ibrahim Ali Sya'wat , ms . 209 )

' Abdullah bin Jaafar bukan sekedar mengirim surat bertujuan untuk mencegah Saidina Hussain dari melanjutkan rencananya untuk ke Kufah , bahkan ia juga telah meminta ' Amru bin Sa'id , Gubernur Khalifah Yazid di Makkah untuk membujuk Imam Hussain agar membatalkan niatnya tersebut . Namun begitu Saidina Hussain tetap bersikeras untuk berangkat ke Kufah .

Sahabat yang terkemuka serta keluarga saidina Hussin mencegahnya dari berangkat ke Kufah karena beberapa sebab . di antaranya:

1. Mereka bisa mengendus trik golongan Syiah di Kufah yang memang terkenal dengan pengkhianatan mereka terhadap umat Islam . Mereka inilah kelompok yang telah mendukung ' Abdullah Ibnu Saba ' , terlibat dalam pembunuhan ' Utsman bin ' Affan ra , mengkhianati Sayyidina ' Ali serta abang Saidina Hussain yakni Sayyidina Hassan ra Mereka berpandangan dukungan kuat yang menurut kabarnya datang dari penduduk Kufah hanyalah palsu dan tindakan mereka ini merupakan dalih mereka untuk menimbulkan susana kacau di dalam masyarakat Islam .

2. Yazid bin Mu'awiyyah adalah seorang khalifah yang telah dibai'ah oleh mayoritas umat Islam , di kalangan para sahabat - sahabat utama dan juga anggota keluarga Rasulullah saw . Maka dari sisi syarak pengangkatan beliau sebagai khalifah adalah sah . Ada larangan dari Rasulullah s.a.w. untuk memberontak terhadap pemerintah yang telah ditunjuk umat Islam secara sah .

Dari ' Abdullah bin ' Amr bahwa Rasulullah saw bersabda :

Siapapun telah mengangkat [ telah setuju menunjuk ] seorang pemimpin kemudian memberikan kepadanya uluran tangannya dan buah hatinya [ sebagai tanda persetujuan ] , maka hendaklah dia [orang yang mengangkatnya ] mentaatinya sebisa mungkin . Maka jika datang orang lain yang menentangnya , hendaklah mereka membunuh yang terakhir [ penentang ] .

Aku [ ' Abdurrahman bin ' Abdi Rabbil Ka'bah ] bertanya [ kepada ' Abdullah bin ' Amr ] : Apakah kamu mendengar ini dari Rasulullah saw ?

Dia [ ' Abdullah bin ' Amr ] menjawab : Aku mendengar [ hadits ini ] dengan kedua telingaku dan dipahami oleh hatiku . - Hadis Riwayat Imam Abu Dawud , no : 3707.

Jadi mereka membantah niat Saidina Hussain untuk bergabung bahkan memimpin pemberontakan penduduk Kufah tersebut

3. Mereka juga khawatir tindakan Saidina Hussain ini akan menimbulkan pertumpahan darah sesama umat Islam dan akan melemahkan persatuan umat .

4. Mereka khawatir akan keselamatan Saidina Hussain dan anggota keluarganya yang kemungkinan akan dkhianati oleh penduduk Kufah atau diserang oleh tentara Khalifah Yazid .

Ternyata bujuk rayu mereka gagal untuk menghentikan keinginannya untuk ke Kufah . Kenapa agaknya Saidina Hussain tetap bersikeras untuk ke Kufah ? Jawaban Saidina Hussain adalah seperti berikut :

"Saya telah bermimpi bertemu dengan Rasulullah saw dan saya telah melakukan sesuatu yang telah ditentukan kepada saya tanpa mengira ia membahayakan diri saya atau memberikan keuntungan kepada saya ."

Lalu ' Abdullah bin Yahya berkata : Apakah mimpi Anda itu ?

Jawab al - Hussain :” Saya tidak dapat menceritakannya kepada seorangpun , bahkan saya tidak bisa memberitahu kepada seorang sehingga saya bertemu dengan Tuhan saya “- Konsultasikan Tanggal al - Umam wa al - Muluk , jilid 4 , ms . 388 . ( Kesalahan - Kesalahan Terhadap Fakta - Fakta Sejarah perlu diperbaiki retweet , ms . 270 )

Ketika mendengar gerakan rombongan Imam Hussain ke Kufah maka Yazid memerintahkan gubernur beliau di Basrah yaitu Ubaidullah bin Ziyad dan pasukannya untuk berangkat ke Kufah untuk memantau pergerakan Saidina Hussain serta kebangkitan orang - orang Kufah.

Aksi Yazid bukanlah sesuatu yang sulit untuk dipahami bagi mereka yang arif dalam bidang politik . Setiap pemimpin pasti akan mewaspadai jika ada tanda-tanda bahwa pemberontakan bakal terjadi dan itu tidak hanya dapat mengganggu tampuk pemerintahan bahkan akan mengganggu stabilitas politik umat Islam pada masa itu.

Harus kita semua pahami bahwa perintah dari Yazid hanyalah untuk memantau atau mengawasi saja gerakan Imam Husain dan penduduk Kufah tersebut dan tindakan hanya perlu diambil jika mereka terlebih dahulu memulai serangan .

Jadi siapa sebenarnya yang membunuh Imam Hussain ?

Ubaidillah bin Hussain sebenarnya mematuhi perintah Yazid dan tidak melancarkan serangan tersebut . Wakil Imam Hussain di Kufah yaitu Muslim bin ' Aqil telah mengendus konspirasi yang sedang direncanakan oleh penduduk Syi'ah di sana.

Sebelum Muslim dibunuh oleh penduduk Kufah beliau sempat mengutus ' Umar bin Saad bin Abi Waqqas kepada Saidina Hussain yang semakin dekat dan hampir tiba ke kota Kufah tentang kecurangan golongan Syi'ah . Maka Saidina Hussain membatalkan niatnya untuk ke Kufah dan mengubah sandi rombongannya menuju ke Syam untuk menemui Yazid .

Ini jelas menunjukkan bahwa Imam Hussain telah meninggalkan niat awalnya untuk memberontak terhadap Yazid dan telah menunjukkan kesediannya untuk membai'ah Yazid . Golongan Syi'ah di Kufah mulai panik dengan perubahan arah tersebut karena jika Saidina Hussain berbai'ah kepada Yazid maka musnahlah segala perencanaan kotor mereka untuk memporak - porandakan kesatuan umat Islam.

Jika Hussain berada di pihak Yazid maka sudah pasti mereka akan dihancurkan oleh tentara Islam . Menurut ulama Syi'ah sendiri yaitu Mulla Baaqir Majlisi tentara Syi'ah lengkap bersenjata dari Kufah mengejar rombongan Imam Hussain dan mereka bertabrakan di Karbala . Menurut Mulla Baqir Majlisi :

“Sejarah menampilkan bahwa dialah ( yaitu Syits bin Rab'ie seorang Syi'ah dari Kufah ) yang memimpin 4000 tentara untuk melawan Saidina Hussain dan dialah orang yang pertama kali turun dari kudanya untuk memenggal kepala Saidina Hussain “- Mulla Baaqir Dewan , Jilaau al - ' Uyun , ms . 37 . ( artikel Syiah Pembunuh Sayyidina Hussain di Karbala . )

Kembali lagi ke pokok judul kita di atas" Asal Usul Permainan Sepakbola " . Apa kaitannya dengan peristiwa di atas ? Telah diriwayatkan bahwa setelah kepala Sayidina Hussain ra dipenggal , maka musuh musuhnya telah saling menendang nendang dan menyepak nyepak kepala tersebut bagaikan sebuah bola persis seperti permainan sepak bola yang dimainkan sekarang ini.

Jika ini benar , apakah wajar kita sebagai umat Islam yang selama ini menyatakan kecintaan kepada Rasululllah SAW dan anggota keluarga beliau untuk terus menyerupai tindakan musuh musuh Allah ini dengan bermain sepak bola atau mendukungnya ?

Bukankah ada hadis yang menyebut : " Barangsiapa meniru suatu kaum , maka dia dihitung dari kaum itu ? " Apakah kita tidak sensitif dengan hal ini ? Apakah kita ingin terus dalam kejahilan atau berbuat  jahil tentang hal yang sangat menghinakan Rasulullah SAW dan Ahlul Bait beliau ?

Selain itu , jika dilihat di sudut lain pula , kerugian bermain sepak bola ini lebih banyak dibandingkan dengan kebaikannya. Dari sudut pakaiannya , kebanyakan pemain sepak bola memakai celana pendek yang mengungkapkan aurat pria . Bukan saja pemainya yang mendapat dosa tetapi penontonnya juga mendapat dosa karena memandang aurat . Ulama - ulama terdahulu telah bersidang tentang ini dan telah bersepakat :

Adapun pemain olahraga yang hanya mengenakan celana pendek sehingga terlihat paha atau sebagian besar auratnya , maka hal itu tidak boleh . Dan yang benar adalah wajib bagi para pemuda ( pemain ) adalah menutup aurat mereka dan juga tidak dibolehkan menyaksikan para pemain yang terbuka pahanya ( auratnya ). ( As - ilah muhmalah hal 27 , terbitan Dar Ibnul Qayyim , Damman . Telah keluar fatwa yang serupa dari Lajnah Ad Daimah Lil Buhuts Alilmiah wa Ifta ' di Arab .

Di sudut lain pula , permainan sepak bola ini mengambil waktu yang lama dan para ulama juga telah mengeluarkan fatwa mengenai ini . Misalnya , disebutkan disini adalah bahwa ( sepak bola ) telah dikenal di dalam kitab - kitab para ulama kita terdahulu , dengan nama - nama yang berbeda-beda di dalam kitab - kitab bahasa mereka seperti Al Kujjah , Al Buksah , Al Khazafah , At Tun , Al Ajurrah , Ash Shaulajan dan Al Kurrah ( lihat Al Qamusul Muhith dan Lisanul Arab ).

Syaikh Muhammad Sholeh Utsaimin rahimullah lebih merinci lagi hukum yang terkait dengan pelatihan sepak bola , ia berkata : " Latihan olahraga itu dapat melalaikan kewajiban , maka olahraga tersebut adalah ilegal . Bila seseorang memiliki kebiasaan menghabiskan sebagian besar waktunya di dalam olahraga , maka sesungguhnya dia telah menyia-nyiakan waktu " .

Bagi segolongan penggemar fanatik sepak bola , mereka sanggup menunggu berjam - jam di luar stadion semata - mata untuk menonton permainan sepak bola favorit mereka , sehingga lalai untuk shalat yang memang menjadi kewajiban mereka kepada Allah SWT .

Dari sudut lain pula, permainan ini didirikan oleh orang kafir , maka tidak wajarlah bagi orang - orang Islam untuk sama - sama bersekongkol dengan permainan yang memang unik dengan identitas mereka sebagai orang kafir . Mengenai ini ada disebut :

Sikap meniru orang - orang kafir yang dalam bahasa syar'i - nya adalah tasyabbuh . Berikut adalah penjelasan tentang tasyabbuh yang diambil dari " Man Tasyabbaha biqaumin fahuwa minhum karya Dr . Nashir Abdul Karim Al Aqli penerbit Darul Wathan - Riyadh edisi bahasa Indonesia Tasyabbuh Sikap Meniru Kaum Kafir penerjemah Aboe Hawary penerbit Pustaka Mantiq Solo Cetakan 1 Agustus 1992 " hal 17

" Tasyabbuh yang dilarang dalam Al Qur'an dan As Sunnah secara syar'i adalah menyerupai orang - orang kafir dalam segala bentuk dan sifatnya baik dalam aqidah , peribadatan , kebudayaan , olahraga , olahraga atau dalam pola perilaku yang menunjukkan ciri khas mereka ( kaum kafir ) .

Selain itu , percampuran bebas di stadion sepak bola antara pria dan perempuan juga memang haram . Ini tidak dapat dipungkiri terjadi di mana - mana stadion sepak bola ketika permainan sepak bola berlangsung . Selain itu , kita juga tahu bahwa kebanyakan klub - klub sepak bola ini kebanyakannya dimiliki Yahudi dan musuh - musuh Islam.

Jadi , dengan membeli tiket dan barang - barang atau produk klub penggemar sepak bola ini secara tidak langsung turut menyumbang kepada musuh - musuh Islam ini . Jika kita ditanya di Akhirat nanti , ke manakah kita gunakan nikmat pemberian Allah SWT ketika di dunia , apakah jawaban yang akan kita beri ?  renungkanlah !

Sesungguhnya permainan sepak bola ini termasuk agenda musuh - musuh Islam terutama Yahudi dalam melalaikan umat Islam dengan hiburan dan dunia , agar itulah menjadi kegilaan umat Islam , dan terus meninggalkan perjuangan Islam yang sebenarnya . Maka mudahlah mereka mencatur dunia ketika umat Islam telah lalai dengan dunia .

Berkata seorang Rijalullah : " Tidak layak seseorang menjadi pejuang Islam tapi pada waktu sama masih bermain atau mendukung sepak bola , kecuali dia bertobat " .

Banyak olahraga lain di dalam dunia , bahkan Islam juga ada sukannya yang tersendiri .

Wallohua'lam Bisshowab

No comments